alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55221c76e05227326f8b4573/saya-anti-demokrasi
Saya Anti Demokrasi
Kalau ada bentrok antara Ustadz dengan Pastur, pihak Depag, Polsek, dan Danramil harus menyalahkan Ustadz, sebab kalau tidak itu namanya diktator mayoritas. Mentang-mentang Ummat Islam mayoritas, asalkan yang mayoritas bukan yang selain Islam – harus mengalah dan wajib kalah. Kalau mayoritas kalah, itu memang sudah seharusnya, asalkan mayoritasnya Islam dan minoritasnya Kristen. Tapi kalau mayoritasnya Kristen dan minoritasnya Islam, Islam yang harus kalah. Baru wajar namanya.

Lanjut Baca >>>
plus one
berita ga jelas
sumber ga jelas
ts ga jelas
Awas tersulut menimbulkan banned emoticon-No Sara Please
Quote:Original Posted By nocznicz
plus one
berita ga jelas
sumber ga jelas
ts ga jelas


inilah akibat kalau gak baca sampai selesai.
makanya copas sampe selesai emoticon-Betty (S)
Quote:Original Posted By avatarwan
Awas tersulut menimbulkan banned emoticon-No Sara Please


makanya baca dulu baru koment
ngasi berita tuh jangan setengah2... emoticon-Cape d...
Quote:Original Posted By arowanputra


makanya baca dulu baru koment


Maaf Gan tulisan ente terlalu pintar untuk orang seperti ane emoticon-Sorry
Ayo kris pukuli isl nanti kan yang salah isl... Matamu suwek iku coox
Memangkas dan Mencukur Jeembut

Praktek dalam memangkas dan mencukur rambut kemaluan terlihat menjadi lebih populer. Saya tidak mengetahui seberapa luas penyebaran praktek ini, tetapi ini populer di antara para wanita dalam beberapa bagian di masyarakat Amerika. Praktek ini bukanlah sesuatu yang baru; para wanita dari beberapa masyarakat dan kultur/ budaya melakukannya di masa lalu, dan saat sekarang ini, menghilangkan atau memangkaas rambut kemaluannya. Beberapa budaya/kultur mempertimbangkan rambut kemaluan adalah betul-betul tak dapat diterima pada wanita, atau baik pada pria atau wanita. Tidak ada tempat di planet ini di mana setidaknya beberapa bagian dari populasi wanita primitif tidak memangkas atau menghilangkan jembut mereka (rambut kemaluan).
Alasan yang mungkin mengapa begitu banyak masyarakat mengadopsi praktek ini adalah kesehatan pribadi. Orang-orang seperti kita yang hidup di kota-kota medern seringkali lupa sebagian besar populasi dunia tidak memiliki air bersih di rumah-rumah mereka, atau mendapat air bersih yang digunakan untuk mandi. Sementara itu, seorang wanita dengan rambut kemaluan tidaklah tidak sehat atau tidak bersih, menghilangkan rambut kemaluannya seringkali membuat kesehatan pribadi lebih mudah. Hal ini disebabkan karena cairan alami tubuh yang dihasilkan oleh tubuh seorang wanita dapat berkumpul dirambut tersebut, khususnya darah menstruasi. Ini membutuhkan kurang air dan lebih mudah untuk menjaga vulva saat cairan-cairan ini tidak bisa mengering dan melekat disekitar rambut kemaluan. Belakangan ini, para wanita Amerika dan Eropa menghilangkan rambut kemaluan mereka, meskipun mereka memiliki fasilitas air bersih di rumah-rumah mereka, seringkali melaporkan bahwa mereka merasa lebih mudah untuk menjaga kebersihan vulvanya, dan mereka sering merasa lebih kering selama melakukan aktivitas sehari-hari mereka. Hal ini khususnya benar selama periode menstruasi mereka. Hal ini tidak dapat dipercaya bahwa betapa banyak budaya/kultur akan mengadopsi praktek ini, bagi para pria dan wanita, jika tidak ada beberapa keuntungannya.

Apakah tujuan yang diberikan oleh rambut kemaluan? Di samping hal itu dapat melindungi jaringan vulva yang lembut, tujuan utamanya adalah sekarang ini dipandang sebagai hiasan. Jika rambut kemaluan memikili tujuan biologis yang besar, seluruh wanita akan memeliharanya, di mana itu bukanlah masalahnya. Para wanita dari beberapa kelompok ras secara alami memiliki sedikit atau tidak memiliki rambut kemaluan. Mereka nampaknya tidak menderita karena hal tersebut. Beberapa wanita merasa rambut kemaluan berfungsi mengumpulkan bau wanita. sehingga para pasangan yang potensional bisa memeriksa untuk melihat apakah dia siap untuk melakukan seks, untuk reproduksi. Sejak hal itu tidak tepat untuk mencium alat kelamin dari pasangan kita untuk melihat apakah mereka sedang dalam keadaan mood, dan kita tidak bisa lebih lama lagi mendeteksi bau mereka pada jarak tertentu, fungsi ini telah lenyap karena berevolusi. Rambut kemaluan sering memberikan lebih banyak fungsi sosial daripada fungsi biologis.

Rambut kemaluan sering dipandang sebagai sebuah simbol kewanitaan. Seorang wanita dewasa memiliki rambut kemaluan, seorang gadis tidak. Seorang wanita mungkin merasa lebih menjasi wanita saat dia mengetahui bahwa dia memiliki rambut kemaluan. Seorang gadis ingin memiliki rambut kemaluan sehingga dia bisa menyebut dirinya seorang wanita. Beberapa wanita yang memangkas dan mencukur rambut kemaluannya selalu meninggalkan setidaknya sebidang kecil rambut sehingga setiap orang akan mengetahui bahwa dia adalah seorang wanita. Banyak wanita mengikuti pembedahan perut menyebutkan betapa mereka tidak menyukai penampilan vulva mereka yang telah dicukur, karena hal ini mengingatkan mereka terhadap vulva seorang gadis kecil. Para wanita sering mendasarkan indentitas kedewasaan mereka pada adanya perkembangan payudara dan rambut kemaluan. Ini merupakan definisi sosial terhadap kewanitaan, bukan biologis. Seperti yang disebutkan di atas, beberapa wanita secara alami tidak memiliki rambut kemaluan, apakah ini artinya mereka kurang bersifat kewanitaan? Di samping itu, rambut tubuh seringkali dihubungakn dengan kejantanan. Jika seorang wanita memiliki banyak rambut kemaluan, apakah dia lebih bersifat wanita atau jantan? Idaman masyarakat bisa menjadi agak membingungkan dan tidak realitas.

Rambut tubuh pada para wanita telah menjadi suatu tujuan poitik dalam masyarakat barat. Para wanita biasanya menghilangkan rambut tubuh mereka karena tekanan dan harapan dari masyarakat, beberapa pejuang hak-hak wanita merasa wanita bisa memperoleh kontrol yang lebih atas hidup mereka dan mengirimkan sebuah pesan, jika mereka tidak melakukannya. Beberapa pejuang hak-hak wanita menyebutkan bahwa seorang wanita modern yang merdeka (bebas) tidak akan pernah menghilangkan rambut tubuh mereka. Untuk merasa bebas dia harus membiarkan rambut tubuhnya tumbuh bebas. Wanita tertentu yang mencukur rambut tubuhnya adalah seorang budak bagi masyarakat tertentu dan sebagian para pria. Sementara konsep ini mungkin didasarkan pada fakta, hal itu mengabaikan satu faktor utama bahwa para pejuang hak wanita sedang mencari untuk memperoleh, kebebasan bagi seorang wanita individual. Daripada seorang wanita melakukan seperti yang dikehendaki oleh masyarakat sebagai seluruh yang diharapkan darinya, dia (wanita) harus melakukan apa yang kelompok sosialnya atau kelompok seksnya inginkan dari dirinya. Dia tidak memiliki kebebasan untuk memilih apa yang tepat untuknya berdasarkan pada situasinya sendiri. Apakah seorang wanita yang memiliki rambut tubuh atau rambut kemaluan seharusnya merupakan hasil keputusannya sendiri secara pribadi. Jika memang demikian, tekanan masyarakat akan selalu memainkan suatu bagian dalan keputusannya.

Bahkan dalam budaya hal ini dianggap normal dan dapat diterima bagi wanita untuk memiliki rambut tubuh, beberapa wanita tetap lebih suka untuk menghilangkan semuanya. Hal ini rupanya suatu hal yang benar di beberapa negara Eropa. Beberapa wanita yang menghilangkan rambut kemaluan mereka tumbuh berkembang dalam suatu masyarakat di mana rambut tubuh adalah normal, tidak seperti kebanyakan masyarakat bagsa Amerika. Ini rupanya menunjukkan keinginan untuk menghilangkan rambut tubuh seseorang sama sekali bukan penyebab dari pengkondisian masyarakat, dan dapat sama sekali merupakan hasil dari penampilan secara pribadi.

Sejak rambut kemaluan dilihat sebagai suatu simbol dari kewanitaan, para wanita yang menghilangkan rambut kemaluan mereka kadang-kadang terlihat seperti kurang bersifat wanita, seperti memiliki atribut seorang anak perempuan yang genit. Dia lebih sebagai gadis daripada wanita. Seperti, seorang pria atau wanita "normal" seharusnya tidak menemukannya menarik secara seksual. Orang-orang yang melakukan hal itu akana memiliki menarik secara seksual pada gadis-gadis yang belum dewasa, seorang pedophile. Sementara mencukur rambut kemaluan anda bisa membuat anda tampak lebih muda, tidak membuat anda menjadi lebih muda, atau menyebabkan anda terlihat seperti anak-anak. Seorang wanita dewasa tanpa rambut kemaluan tidak akan disalahkan bagi seorang gadis berusia lima tahun. Seorang pedophile tidak mungkin lebih menyukai seorang wanita yang memangkas daripada seorang gadis karena mereka sering tidak bisa menghubungkan dengan wanita dewasa dan akibatnya tidak bisa membangun sebuah hubungan seksual dengan mereka. Beberapa pedophile sama sekali oportunis dan akan mengunakan wanita apa saja yang mereka bisa, tanpa mempedulikan umur mereka atau penampilan fisik mereka. Seorang pria atau wanita yang lebih menyukai pasangan yang menghilangkan rambut kemaluan mereka, secara otomatis bukan seorang pedophile. Mereka mungkin hanya menyukai hal itu untuk alasan-alasan yang diberikan dibawah ini. Ini betul-betul tidak ada bedanya dari kesukaan terhadap rambut pendek berwarna coklat daripada rambut pirang yang panjang.

Seorang wanita mungkin tidak suka memiliki rambut kemaluan sejak dia tidak memilikinya ketika kanak-kanak. Seorang gadis muda yang tidak pernah melihat wanita dewasa telanjang mungkin percaya bahwa mereka juga tidak memiliki rambut kemaluan. Jika contoh satu-satunya dari tubuh wanita dewasa yang dia lihat adalah boneka-boneka "dewasanya" yang juga tidak memiliki rambut kemaluan, bahkan tidak punya alat kelamin, ini juga bisa membimbing dia pada kesimpulan yang sama. Beberapa gadis-gadis mengetahui tetapi lebih menyukai vulva mereka tidak berambut dan tidak sedikitpun tertarik tentang ide menumbuhkan rambut kemaluan. Para gadis seringkali memandang, mempunyai rambut kemaluan sebagai tanda pertumbuhan dan menjadi seorang wanita, beberapa gadis sedikit merasa ketakutan terhadap perubahan ini dan merasa bahagia menjadi seorang gadis; mereka tidak ingin menjadi seorang wanita. Untuk alasan-alasan ini bahwa beberapa gadis remaja mulai mencukur rambut kemaluan mereka segera setelah rambut tersebut mulai tumbuh dan mengapa beberapa wanita dewasa tidak menyukai atau bahkan membenci memiliki rambut kemaluan.

emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By 0ralucu
Memangkas dan Mencukur Jeembut

Praktek dalam memangkas dan mencukur rambut kemaluan terlihat menjadi lebih populer. Saya tidak mengetahui seberapa luas penyebaran praktek ini, tetapi ini populer di antara para wanita dalam beberapa bagian di masyarakat Amerika. Praktek ini bukanlah sesuatu yang baru; para wanita dari beberapa masyarakat dan kultur/ budaya melakukannya di masa lalu, dan saat sekarang ini, menghilangkan atau memangkaas rambut kemaluannya. Beberapa budaya/kultur mempertimbangkan rambut kemaluan adalah betul-betul tak dapat diterima pada wanita, atau baik pada pria atau wanita. Tidak ada tempat di planet ini di mana setidaknya beberapa bagian dari populasi wanita primitif tidak memangkas atau menghilangkan jembut mereka (rambut kemaluan).
Alasan yang mungkin mengapa begitu banyak masyarakat mengadopsi praktek ini adalah kesehatan pribadi. Orang-orang seperti kita yang hidup di kota-kota medern seringkali lupa sebagian besar populasi dunia tidak memiliki air bersih di rumah-rumah mereka, atau mendapat air bersih yang digunakan untuk mandi. Sementara itu, seorang wanita dengan rambut kemaluan tidaklah tidak sehat atau tidak bersih, menghilangkan rambut kemaluannya seringkali membuat kesehatan pribadi lebih mudah. Hal ini disebabkan karena cairan alami tubuh yang dihasilkan oleh tubuh seorang wanita dapat berkumpul dirambut tersebut, khususnya darah menstruasi. Ini membutuhkan kurang air dan lebih mudah untuk menjaga vulva saat cairan-cairan ini tidak bisa mengering dan melekat disekitar rambut kemaluan. Belakangan ini, para wanita Amerika dan Eropa menghilangkan rambut kemaluan mereka, meskipun mereka memiliki fasilitas air bersih di rumah-rumah mereka, seringkali melaporkan bahwa mereka merasa lebih mudah untuk menjaga kebersihan vulvanya, dan mereka sering merasa lebih kering selama melakukan aktivitas sehari-hari mereka. Hal ini khususnya benar selama periode menstruasi mereka. Hal ini tidak dapat dipercaya bahwa betapa banyak budaya/kultur akan mengadopsi praktek ini, bagi para pria dan wanita, jika tidak ada beberapa keuntungannya.

Apakah tujuan yang diberikan oleh rambut kemaluan? Di samping hal itu dapat melindungi jaringan vulva yang lembut, tujuan utamanya adalah sekarang ini dipandang sebagai hiasan. Jika rambut kemaluan memikili tujuan biologis yang besar, seluruh wanita akan memeliharanya, di mana itu bukanlah masalahnya. Para wanita dari beberapa kelompok ras secara alami memiliki sedikit atau tidak memiliki rambut kemaluan. Mereka nampaknya tidak menderita karena hal tersebut. Beberapa wanita merasa rambut kemaluan berfungsi mengumpulkan bau wanita. sehingga para pasangan yang potensional bisa memeriksa untuk melihat apakah dia siap untuk melakukan seks, untuk reproduksi. Sejak hal itu tidak tepat untuk mencium alat kelamin dari pasangan kita untuk melihat apakah mereka sedang dalam keadaan mood, dan kita tidak bisa lebih lama lagi mendeteksi bau mereka pada jarak tertentu, fungsi ini telah lenyap karena berevolusi. Rambut kemaluan sering memberikan lebih banyak fungsi sosial daripada fungsi biologis.

Rambut kemaluan sering dipandang sebagai sebuah simbol kewanitaan. Seorang wanita dewasa memiliki rambut kemaluan, seorang gadis tidak. Seorang wanita mungkin merasa lebih menjasi wanita saat dia mengetahui bahwa dia memiliki rambut kemaluan. Seorang gadis ingin memiliki rambut kemaluan sehingga dia bisa menyebut dirinya seorang wanita. Beberapa wanita yang memangkas dan mencukur rambut kemaluannya selalu meninggalkan setidaknya sebidang kecil rambut sehingga setiap orang akan mengetahui bahwa dia adalah seorang wanita. Banyak wanita mengikuti pembedahan perut menyebutkan betapa mereka tidak menyukai penampilan vulva mereka yang telah dicukur, karena hal ini mengingatkan mereka terhadap vulva seorang gadis kecil. Para wanita sering mendasarkan indentitas kedewasaan mereka pada adanya perkembangan payudara dan rambut kemaluan. Ini merupakan definisi sosial terhadap kewanitaan, bukan biologis. Seperti yang disebutkan di atas, beberapa wanita secara alami tidak memiliki rambut kemaluan, apakah ini artinya mereka kurang bersifat kewanitaan? Di samping itu, rambut tubuh seringkali dihubungakn dengan kejantanan. Jika seorang wanita memiliki banyak rambut kemaluan, apakah dia lebih bersifat wanita atau jantan? Idaman masyarakat bisa menjadi agak membingungkan dan tidak realitas.

Rambut tubuh pada para wanita telah menjadi suatu tujuan poitik dalam masyarakat barat. Para wanita biasanya menghilangkan rambut tubuh mereka karena tekanan dan harapan dari masyarakat, beberapa pejuang hak-hak wanita merasa wanita bisa memperoleh kontrol yang lebih atas hidup mereka dan mengirimkan sebuah pesan, jika mereka tidak melakukannya. Beberapa pejuang hak-hak wanita menyebutkan bahwa seorang wanita modern yang merdeka (bebas) tidak akan pernah menghilangkan rambut tubuh mereka. Untuk merasa bebas dia harus membiarkan rambut tubuhnya tumbuh bebas. Wanita tertentu yang mencukur rambut tubuhnya adalah seorang budak bagi masyarakat tertentu dan sebagian para pria. Sementara konsep ini mungkin didasarkan pada fakta, hal itu mengabaikan satu faktor utama bahwa para pejuang hak wanita sedang mencari untuk memperoleh, kebebasan bagi seorang wanita individual. Daripada seorang wanita melakukan seperti yang dikehendaki oleh masyarakat sebagai seluruh yang diharapkan darinya, dia (wanita) harus melakukan apa yang kelompok sosialnya atau kelompok seksnya inginkan dari dirinya. Dia tidak memiliki kebebasan untuk memilih apa yang tepat untuknya berdasarkan pada situasinya sendiri. Apakah seorang wanita yang memiliki rambut tubuh atau rambut kemaluan seharusnya merupakan hasil keputusannya sendiri secara pribadi. Jika memang demikian, tekanan masyarakat akan selalu memainkan suatu bagian dalan keputusannya.

Bahkan dalam budaya hal ini dianggap normal dan dapat diterima bagi wanita untuk memiliki rambut tubuh, beberapa wanita tetap lebih suka untuk menghilangkan semuanya. Hal ini rupanya suatu hal yang benar di beberapa negara Eropa. Beberapa wanita yang menghilangkan rambut kemaluan mereka tumbuh berkembang dalam suatu masyarakat di mana rambut tubuh adalah normal, tidak seperti kebanyakan masyarakat bagsa Amerika. Ini rupanya menunjukkan keinginan untuk menghilangkan rambut tubuh seseorang sama sekali bukan penyebab dari pengkondisian masyarakat, dan dapat sama sekali merupakan hasil dari penampilan secara pribadi.

Sejak rambut kemaluan dilihat sebagai suatu simbol dari kewanitaan, para wanita yang menghilangkan rambut kemaluan mereka kadang-kadang terlihat seperti kurang bersifat wanita, seperti memiliki atribut seorang anak perempuan yang genit. Dia lebih sebagai gadis daripada wanita. Seperti, seorang pria atau wanita "normal" seharusnya tidak menemukannya menarik secara seksual. Orang-orang yang melakukan hal itu akana memiliki menarik secara seksual pada gadis-gadis yang belum dewasa, seorang pedophile. Sementara mencukur rambut kemaluan anda bisa membuat anda tampak lebih muda, tidak membuat anda menjadi lebih muda, atau menyebabkan anda terlihat seperti anak-anak. Seorang wanita dewasa tanpa rambut kemaluan tidak akan disalahkan bagi seorang gadis berusia lima tahun. Seorang pedophile tidak mungkin lebih menyukai seorang wanita yang memangkas daripada seorang gadis karena mereka sering tidak bisa menghubungkan dengan wanita dewasa dan akibatnya tidak bisa membangun sebuah hubungan seksual dengan mereka. Beberapa pedophile sama sekali oportunis dan akan mengunakan wanita apa saja yang mereka bisa, tanpa mempedulikan umur mereka atau penampilan fisik mereka. Seorang pria atau wanita yang lebih menyukai pasangan yang menghilangkan rambut kemaluan mereka, secara otomatis bukan seorang pedophile. Mereka mungkin hanya menyukai hal itu untuk alasan-alasan yang diberikan dibawah ini. Ini betul-betul tidak ada bedanya dari kesukaan terhadap rambut pendek berwarna coklat daripada rambut pirang yang panjang.

Seorang wanita mungkin tidak suka memiliki rambut kemaluan sejak dia tidak memilikinya ketika kanak-kanak. Seorang gadis muda yang tidak pernah melihat wanita dewasa telanjang mungkin percaya bahwa mereka juga tidak memiliki rambut kemaluan. Jika contoh satu-satunya dari tubuh wanita dewasa yang dia lihat adalah boneka-boneka "dewasanya" yang juga tidak memiliki rambut kemaluan, bahkan tidak punya alat kelamin, ini juga bisa membimbing dia pada kesimpulan yang sama. Beberapa gadis-gadis mengetahui tetapi lebih menyukai vulva mereka tidak berambut dan tidak sedikitpun tertarik tentang ide menumbuhkan rambut kemaluan. Para gadis seringkali memandang, mempunyai rambut kemaluan sebagai tanda pertumbuhan dan menjadi seorang wanita, beberapa gadis sedikit merasa ketakutan terhadap perubahan ini dan merasa bahagia menjadi seorang gadis; mereka tidak ingin menjadi seorang wanita. Untuk alasan-alasan ini bahwa beberapa gadis remaja mulai mencukur rambut kemaluan mereka segera setelah rambut tersebut mulai tumbuh dan mengapa beberapa wanita dewasa tidak menyukai atau bahkan membenci memiliki rambut kemaluan.

emoticon-Malu (S)


ilustrasinya manah mbah? emoticon-Request

garing nih... emoticon-Big Grin
Bener bgt tu artikel, miris, pake standar janda pun mereka gk ngerasa
Quote:Original Posted By rabita.motor
ilustrasinya manah mbah? emoticon-Request

garing nih... emoticon-Big Grin


bisa jadi anak band lagi saya kalau kasih ilustrasi perjembutan emoticon-Big Grin
Semuanya Tedjo nih
emoticon-Big Grin

Cool 
TS piye toh, promo blog jangan mbabi micek.

Quote:Oleh: Emha Ainun Nadjib

Kalau ada bentrok antara Ustadz dengan Pastur, pihak Depag, Polsek, dan Danramil harus menyalahkan Ustadz, sebab kalau tidak itu namanya diktator mayoritas. Mentang-mentang Ummat Islam mayoritas, asalkan yang mayoritas bukan yang selain Islam – harus mengalah dan wajib kalah. Kalau mayoritas kalah, itu memang sudah seharusnya, asalkan mayoritasnya Islam dan minoritasnya Kristen. Tapi kalau mayoritasnya Kristen dan minoritasnya Islam, Islam yang harus kalah. Baru wajar namanya.

Kalau Khadhafi kurang ajar, yang salah adalah Islam. Kalau Palestina banyak teroris, yang salah adalah Islam. Kalau Saddam Hussein nranyak, yang salah adalah Islam. Tapi kalau Belanda menjajah Indonesia 350 tahun, yang salah bukan Kristen. Kalau amerika Serikat jumawa dan adigang adigung adiguna kepada rakyat Irak, yang salah bukan Kristen. Bahkan sesudah ribuan bom dihujankan di seantero Bagdad, Amerika Serikatlah pemegang sertifikat kebenaran, sementara yang salah pasti adalah Islam.

“Agama” yang paling benar adalah demokrasi. Anti demokrasi sama dengan setan dan iblis. Cara mengukur siapa dan bagaimana yang pro dan yang kontra demokrasi, ditentukan pasti bukan oleh orang Islam. Golongan Islam mendapat jatah menjadi pihak yang diplonco dan dites terus menerus oleh subyektivisme kaum non-Islam.

Kaum Muslimin diwajibkan menjadi penganut demokrasi agar diakui oleh peradaban dunia. Dan untuk mempelajari demokrasi, mereka dilarang membaca kelakuan kecurangan informasi jaringan media massa Barat atas kesunyatan Islam.

Orang-orang non-Muslim, terutama kaum Kristiani dunia, mendapatkan previlese dari Tuhan untuk mempelajari Islam tidak dengan membaca Al-Quran dan menghayati Sunnah Rasulullah Muhammad SAW, melainkan dengan menilai dari sudut pandang mereka.
Maka kalau penghuni peradaban global dunia bersikap anti-Islam tanpa melalui apresiasi terhadap Qur’an, saya juga akan siap menyatakan diri sebagai anti-demokrasi karena saya jembek dan muak terhadap kelakuan Amerika Serikat di berbagai belahan dunia. Dan dari sudut itulah demokrasi saya nilai, sebagaimana dari sudut yang semacam juga menilai Islam.

Di Yogya teman-teman musik Kiai Kanjeng membuat nomer-nomer musik, yang karena bersentuhan dengan syair-syair saya, maka merekapun memasuki wilayah musikal Ummi Kaltsum, penyanyi legendaris Mesir. Musik Kiai Kanjeng mengandung unsur Arab, campur Jawa, jazz Negro dan entah apa lagi. Seorang teman menyapa: “Banyak nuansa Arabnya ya? Mbok lain kali bikin yang etnis ‘gitu…”
Lho kok Arab bukan etnis?

Bukan..., nada-nada arab bukan etnis, melainkan nada Islam. Nada Arab tak diakui sebagai warga etno-musik, karena ia indikatif Islam. Sama-sama kolak, sama-sama sambal, sama-sama lalap, tapi kalau ia Islam-menjadi bukan kolak, bukan sambal, dan bukan lalap.

Kalau Sam Bimbo menyanyikan lagu puji-puji atas Rasul dengan mengambil nada Espanyola, itu primordial namanya. Kalau Gipsy King mentransfer kasidah “Yarim Wadi-sakib…”, itu universal namanya. Bahasa jelasnya begini: apa saja, kalau menonjol Islamnya, pasti primordial, tidak universal, bodoh, ketinggalan jaman, tidak memenuhi kualitas estetik dan tidak bisa masuk jamaah peradaban dunia.

Itulah matahari baru yang kini masih semburat. Tetapi kegelapan yang ditimpakan oleh peradapan yang fasiq dan penuh dhon kepada Islam, telah terakumulasi sedemikian parahnya. Perlakuan-perlakuan curang atas Islam telah mengendap gumpalan rasa perih di kalbu jutaan ummat Islam. Kecurangan atas Islam dan Kaum Muslimin itu bahkan diselenggarakan sendiri oleh kaum Muslimin yang mau tidak mau terjerat menjadi bagian dan pelaku dari mekanisme sistem peradaban yang dominan dan tak ada kompetitornya.
“Al-Islamu mahjubun bil-muslimin“. Cahaya Islam ditutupi dan digelapkan oleh orang Islam sendiri.

Endapan-endapan dalam kalbu kollektif ummat Islam itu, kalau pada suatu momentum menemukan titik bocor – maka akan meledak. Pemerintah Indonesia kayaknya harus segera mervisi metoda dan strategi penanganan antar ummat beragama. Kita perlu menyelenggarakan ‘sidang pleno’ yang transparan
Quote:Original Posted By 0ralucu


bisa jadi anak band lagi saya kalau kasih ilustrasi perjembutan emoticon-Big Grin


iluatrasinya yg diatasnya ajah mbah.... yg perut ratah.... emoticon-Genit
Quote:Original Posted By rabita.motor
iluatrasinya yg diatasnya ajah mbah.... yg perut ratah.... emoticon-Genit


Spoiler for :


emoticon-linux
Quote:Original Posted By 0ralucu


Spoiler for :


emoticon-linux


Tambah lagi mbah emoticon-Genit:
Demokrasi ala kholifah yang memang terbukti ampuh, kalo demokrasi ala neolibe uda terbukti gagal dan payah.
banyak orang stres akhir2 ini