alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pengusaha Hotel: Di Daerah, 70-80% Pendapatan Hotel dari Rapat PNS
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5521bfcb128b466c268b4568/pengusaha-hotel-di-daerah-70-80-pendapatan-hotel-dari-rapat-pns

Pengusaha Hotel: Di Daerah, 70-80% Pendapatan Hotel dari Rapat PNS

Pemerintah kini telah memperlonggar larangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk mengadakan acara di luar kantor. Sebelumnya, hal ini berdampak sangat serius terhadap sektor perhotelan.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan, saat pemerintah memeberlakukan larangan PNS untuk rapat di hotel, bisnis hotel khususnya di daerah lesu. Bahkan sebagian terpaksa harus merumahkan sebagian karyawan.

‎"Di daerah tingkat II (kabupaten/kota) itu banyaknya okupansi hotelnya sampai 15%. Misalnya daerah di Manado (Sulawesi Utara), Mamuju (Sulawesi Barat), pemda di daerah kan rapatnya di hotel karena ruangan mereka terbatas," kata Hariyadi kepada detikFinance, Minggu (5/4/2015).

Hariyadi mengatakan, yang paling terpukul dengan aturan tersebut adalah pengusaha hotel di daerah. Mereka, lanjut Haryadi, menggantungkan pendapatannya sebesar 70-80% dari penyelenggaraan rapat oleh instansi pemerintah.

"Kalau di kota besar itu kan masih ada korporat yang rapat. Di daerah bagaimana?" tuturnya.

‎Hariyadi menyebutkan, bahkan ada juga hotel yang sampai gulung tikar karena bisnis kian sepi. Dia mengatakan, ke depan pengusaha hotel pun tengah memutar otak agar tidak selalu menggantungkan sumber pendapatannya acara-acara pemerintah.

"Kita nggak boleh bergantung dari situ lagi. Ternyata di daerah banyak yang begitu," jelasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik mengumumkan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Februari 2015 di sebagian besar wilayah di Indonesia turun. Di 27 provinsi, rata-rata TPK Februari 2015 adalah 47,59%. Turun 1,22 poin dibandingkan Februari 2014 yang sebesar 48,81%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menilai penurunan tersebut dikarenakan kebijakan pemerintah yang melarang rapat-rapat Pegawai Negeri Sipil (PNS) di hotel. Perjalanan dinas pun juga dipangkas sekecil mungkin.

"Ada pelarangan untuk rapat-rapat di hotel dan pengurangan perjalanan dinas. Sehingga TPK terkena dampak oleh kebijakan itu. Hotel-hotel sepi," kata Suryamin.

http://finance.detik.com/read/2015/0...t-pns?f9911023

Jadi bingung mau komen apa, kok bisa begitu ya











Quote:
Diubah oleh deri1120
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
Rapat dihotel,bukanlah pemborosan anggaran,,lbh parah uang muka mobil pejabat,gaji pegawai pajak yg fantastis,semakin aneh kebijakan pemerintah
masih kontroversi hati ini. yang penting kerja dulu, mikir belakangan. emoticon-Cool
#84
Quote:


Iya, gan. Beban anggaran makin besar aja

Quote:


emoticon-Ngakak (S) malah blunder gan, kalau begitu
udah di bolehin kan emoticon-Bingung (S)
Sebenarnya sih gak papa asal kagak ada MARK UP.... tau ndiri lah gimana tradisi yang turun temurun itu...emoticon-Ngakak (S)

Hotel bisa membuka lapangan kerja dengan jumlah yang lumayan gan, ...emoticon-I Love Indonesia (S)
Tapi karena Jokoplo slogannya mau BERHEMAT....BICARA DUA KALI istilahnya ,malah jadi Buah Simalakama emoticon-Ngakak (S)
Diubah oleh zhinaer
brarti pihak hotel (pemilik) tidak melakukan survey dan analisis pasar. Berpatokan pada 1 market apalagi diatas 30% dr total pendapatan itu sangat riskan. Hotel yg sehat biasany membatasi tidak lebih dr 20% untuk setiap market untuk menghindarri hal ini....

Hotel2 tipe rapat pemerintah ini sebagian besar main belakang, mulai dr pemberian amplop, markup harga dll dilakukan. Bahkan beberapa hotel membuat laporan keuangan ganda untuk melancarkan kegiatan ini (sy marketing dihotel jd tw hal ini).

Sebenarnya apa yg dilakukan pemerintah sudah benar. Anggaran mesti dihemat buat pembangunan. Klo misalnya bisa sampe mempengaruhi hotel sampai 80% ya pasti besar nilainya.
lagian juga pengusaha hotelnya buat hotel utk meraup apbd
kreatip dikit napah emoticon-Cape d... (S)
Seharusnya bukan hotel itu namanya. Tempat Rapat Pemerintah
harusnya apbd buat nginep di hotel itu buat bangun trotoar atau jalan rusak y,
bukannya pendapatan hotel paling utama dari check in short time ya emoticon-Malu (S)
doyan nginep di hotel, tapi ngga mau pakai gaji sendiri
untung gw jd PNS emoticon-Cool
Rapatnya bahas apaan sih
terakhir terakhir dilonggarkan jugaemoticon-Malu
bukannya bobok dirumah malah doyan bobok di hotel emoticon-No Hope
Katanya.peraturan.seperti.ini.udah.direvisi?emoticon-Amazed
Quote:


Minum Jamu aer kobokan plus makan arem-arem dulu gan... emoticon-Big Grin
Terakhir dilonggarkan juga, soalnya PNS mulai sebel ama pemerintah.
Duit tambahannya dr perdin. emoticon-Cendol (S)
Kebijakan yang kacau bikin bingung aja parah
Busyet, sampai 70%, kok bisa, apa kerjaannya rapat melulu
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di