alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55219ccd96bde6047e8b4567/bakrie-telecom-makin-terpuruk-tahun-2014-catat-rugi-rp-287-triliun
Bakrie Telecom Makin Terpuruk, Tahun 2014 Catat Rugi Rp 2,87 triliun
Minggu, 5 April 2015 | 17:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Emiten telekomunikasi grup Bakrie, PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) kian terpuruk di sepanjang tahun 2014. Dari laporan keuangan yang dirilis perseroan akhir pekan lalu, rugi bersih BTEL naik 8,7 persen menjadi Rp 2,87 triliun, dari sebelumnya Rp 2,64 triliun.

Naiknya beban kerugian BTEL disebabkan oleh pendapatannya yang turun 13 persen menjadi Rp 1,8 triliun dari sebelumnya Rp 2,07 triliun. Dua lini bisnis BTEL kompak mengalami penurunan. Pendapatan jasa telekomunikasi turun 42,3 persen menjadi Rp 1,27 triliun, sementara pendapatan jasa interkoneksi turun 22 persen menjadi 184,2 miliar.

Di sisi lain beban pendapatan naik menjadi 3 persen menjadi Rp 2,13 triliun dari sebelumnya Rp 2,07 triliun. Alhasil BTEL menanggung rugi usaha Rp 947,55 miliar. Di tahun sebelumnya perseroan masih mencatatkan laba usaha Rp 3,6 miliar.

Tahun lalu, BTEL telah mencatat keuntungan dari kerja sama penggabungan kegiatan usaha dengan PT Smartfren Tbk (FREN) sebesar Rp 590 miliar. Namun, beban keuangan perseroan membengkak menjadi Rp 861,3 miliar dari sebelumnya Rp 738,4 miliar. Sementara rugi selisih kurs turun menjadi Rp 518,9 miliar dari sebelumnya Rp 1,88 triliun.

Total aset perseroan di sepanjang tahun 2014 Rp 7,59 triliun, turun dari sebelumnya Rp 9,13 triliun. Lalu Total liabilitas BTEL Rp 11,46 triliun naik dari sebelumnya Rp 10,13 triliun. BTEL mencatat defisiensi modal hingga Rp 3,78 triliun, naik dari sebelumnya Rp 1 triliun.

Manajemen mengklaim, adanya defisiensi modal disebabkan kerugian penurunan nilai aset, penghapusan uang muka dan pengembangan proyek, selisih kurs, serta beban keuangan dan kerugian usaha dari tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu, total liabilitas perseroan telah melebihi total asetnya. Lebih lanjut, BTEL memiliki utang wesel senior senilai 380 juta dollar AS yang telah wanprestasi.

Sehubungan dengan hal tersebut, perseroan akan melakukan beberapa langkah. Pertama, mengikuti ketentuan dalam perjanjian perdamaian penyelesaian utang perusahaan yang disahkan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

BTEL kini dalam status Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di PN Jakarta Pusat atas permohonan dari salah satu kreditornya, PT Netwave Multimedia.

Kedua, BTEL akan melanjutkan kerja sama dengan para pemasok dan operator telekomunikasi lain dalam rangka mengoptimalkan operasi. Ketiga, menerapkan kebijakan pengendalian biaya. Keempat, merestrukturisasi utang wesel senior.

BTEL memiliki total tagihan utang senilai Rp 11,3 triliun. Utang tersebut dikelompokkan menjadi utang biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi dan universal service obligation (USO) senilai Rp 1,26 triliun, utang usaha Rp 2,4 triliun, utang tower provider Rp 1,3 triliun, dan utang dana hasil wesel senior Rp 5,4 triliun.

Kemudian, BTEL juga memiliki utang afiliasi senilai Rp 73,7 miliar, utang akibat derivatif Rp 185,3 miliar, utang dengan jaminan Rp 625,4 miliar, serta pembiayaan kendaraan Rp 2,6 miliar.

Dalam kesepakatan perdamaian dengan para kreditur, BTEL akan mulai melakukan pembayaran utang 18 bulan setelah pengesahan homologasi. Kemudian, sebanyak 70 persen dari total utang akan dibayar dengan Mandatory Convertible Bond - A (MCB-A) yang nantinya bisa dikonversikan menjadi saham baru BTEL pada harga Rp 200 per saham.

MCB-A memiliki jangka waktu 10 tahun. Sementara waktu penukarannya bisa dilakukan 3 bulan setelah rapat umum pemegang saham (RUPS). Saham baru ini setara 50 persen dari saham perusahaan. Sedangkan 30 persen sisanya akan dilakukan pembayaran secara bertahap.

Utang wesel senior BTEL sebenarnya masuk dalam restrukturisasi PKPU. Namun, sejumlah pemegang wesel senior mengajukan gugatan percepatan pembayaran bunga dan pokok wesel senior di pengadilan New York.

Untuk itu, BTEL akan mengajukan permohonan pengakuan atas hasil PKPU di PN Jakarta Pusat. Hingga saat ini, proses tersebut masih berlangsung. (Wuwun Nafsiah)

Code:
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/04/05/171700626/Bakrie.Telecom.Makin.Terpuruk.Tahun.2014.Catat.Rugi.Rp.2.87.triliun
Pertamina emoticon-Smilie
wah bisa kolaps tuh
wedeeww..

banyak bener ruginya braay emoticon-Big Grin
katanya esia bakal gabung sama smartpret yah?
Alhamdulillah,
Mr Cakil makin hari makin keblangsak aja yaa !!

Lanjutkaaaann....emoticon-Ngakak
kutangnya 11 T emoticon-Takut
eh utang emoticon-Embarrassment
wow..kasian pegawainya gan.. emoticon-Berduka (S)
utang bgtu banyak.gmn nyaurnyaemoticon-Malu
Emang kelompok bisnis bakrie itu anomali, di tulis rugi melulu 5 tahun belakangan tapi gak bangkrut2 dan tutup usaha,
Kalau doaen saya dulu bilang, pasti ini perusahaan ada apa2nya dan ada manipulatif.....
Quote:Original Posted By nohax
Emang kelompok bisnis bakrie itu anomali, di tulis rugi melulu 5 tahun belakangan tapi gak bangkrut2 dan tutup usaha,
Kalau doaen saya dulu bilang, pasti ini perusahaan ada apa2nya dan ada manipulatif.....
bilang ke dosennya....."masa bapak tidak pernah dengar ttg financial engineering?", krn itu si arb ngotot jadi "orang kuat", yg pasti sih bank2 asing udah alergi sama group bakrie

Gila bnyak amet utangny....jual tvon* jual ga nutup tuh utang bro....
Rugi menahun yg terus meningkat. Gara2 makan sumpah korban lumpur nih.
Kutukan dewa lumpur berlanjut....... emoticon-Ngacir
hancur sudah si bakrie emoticon-norose
Itu baru utang BTEL ...belum lagi utang lumpur sidoarjo yg ditalangi pemerintah, kemaren yg akan jatuh tempo pertengahan tahun ini !!

#SaveNia emoticon-Ngakak
dikorup karyawan n managemen itu
gak pernah pake ecia emoticon-Cool








anu numpang lewat emoticon-Traveller
Menantunya bisa di gadein emoticon-Kaskus Banget