alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
[Tanya Kenapa] ICP Maret Turun, Pemerintah Malah Naikkan Harga BBM
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55214ba05c7798973d8b4568/tanya-kenapa-icp-maret-turun-pemerintah-malah-naikkan-harga-bbm

[Tanya Kenapa] ICP Maret Turun, Pemerintah Malah Naikkan Harga BBM

[Tanya Kenapa] ICP Maret Turun, Pemerintah Malah Naikkan Harga BBM

SPBU Pertamina. (REUTERS/Beawiharta)

Jakarta, CNN Indonesia -- Harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau dikenal dengan Indonesia Crude Price (ICP) sepanjang Maret 2015 mengalami penurunan sebesar US$ 0,66 per barel atau 1,21 persen menjadi US$ 53,66 per barel dari sebelumnya US$ 54,32 per barel.

Menariknya beberapa hari sebelum tim harga minyak Indonesia merilis rata-rata ICP Maret yang turun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) justru mengumumkan naiknya harga solar dari Rp 6.400 per liter menjadi Rp 6.900 per liter dan harga premium dari Rp 6.800 per liter menjadi Rp 7.300 per liter. Harga tersebut mulai berlaku per 28 Maret 2015 sampai pertengahan April 2015.

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, tim harga minyak Indonesia menjelaskan turunnya rata-rata ICP sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional. Harga minyak dunia selama bulan ketiga tersebut mengalami kondisi kelebihan pasokan akibat beberapa faktor, yaitu:

a. Menteri Perminyakan Arab Saudi menyatakan tidak akan melakukan pemangkasan produksi.
b. Gubernur OPEC menyatakan bahwa pada pertemuan bulan Juni, OPEC kemungkinan akan mempertahankan kebijakan produksinya.
c. Raja Arab Saudi menyatakan bahwa negaranya akan tetap melakukan eksporasi migas walaupun terjadi penurunan harga, serta
d. Menteri Perminyakan Kuwait menyatakan bahwa OPEC tidak mempunyai pilihan selain mempertahankan produksinya untuk mempertahankan pangsa pasar.

Faktor lain yang mendorong pelemahan harga minyak dunia adalah publikasi OPEC Maret 2015 yang menyebut proyeksi pasokan minyak mentah Non OPEC pada 2015 naik sebesar 0,07 juta barel per hari dari 57,09 juta barel per hari menjadi sebesar 57,16 juta barel per hari dibandingjan proyeksi pada bulan sebelumnya.

Selain itu berdasarkan publikasi International Energy Agency (IEA) Maret 2015, pasokan minyak mentah Non OPEC bulan Februari 2015 naik sebesar 0,27 juta barel per hari menjadi sebesar 57,31 juta barel per hari akibat peningkatan pasokan dari wilayah north sea.

Berdasarkan laporan EIA (Energy Information Administration) Amerika Serikat (AS), tingkat stok minyak mentah komersial dan distillate fuel oil AS selama bulan Maret 2015 mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan Februari 2015:
a. Stok minyak mentah komersial di bulan Maret 2015 naik 22,3 juta barel menjadi sebesar 466,7 juta barel.
b. Stok distillate fuel oil di bulan Maret 2015 naik 2,8 juta barel menjadi sebesar 125,8 juta barel.

Lebih lanjut tim harga minyak Indonesia mengatakan, faktor penyebab lainnya adalah potensi tercapainya kesepakatan dalam negosiasi program nuklir Iran sehingga sanksi negara-negara Barat terhadap Iran dicabut dan Iran dapat membanjiri pasar dengan tambahan 1 juta barel minyak mentah.
Pilihan Redaksi
Kenaikan Harga BBM dan Transportasi Picu Inflasi Maret 0,17%
Perhitungan Harga BBM Tak Jelas, Faisal Cs Minta Formula Baku
Tim Antimafia Migas Minta Pertamina Jujur Soal Harga BBM

"Terakhir, menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap mata uang lainnya," kata tim tersebut.

Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh melemahnya perekonomian Tiongkok.

Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Maret 2015 dibandingkan bulan Februari 2015, sebagai berikut:
- WTI (Nymex) turun sebesar US$ 2,87 per barel dari US$ 50,72 per barel menjadi US$ 47.85 per barel.
- Brent (ICE) turun sebesar US$ 1,86 per barel dari US$ 58,80 per barel menjadi US$ 56,94 per barel.
- Basket OPEC turun sebesar US$ 1,54 per barel dari US$ 54,06 per barel menjadi US$ 52,52 per barel. (gen)

http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/...kan-harga-bbm/

===========

gak ngerti gw ini jokowi gimana ngitungnya sih? kok malah naik? emoticon-Cape d... (S)
Urutan Terlama
Salah Jokowi lagi ya?

emoticon-Big Grin copas komen sebelah emoticon-Big Grin
nganu....
udah terlanjur om.
salah menteri ESDM ga kroscek ICP dulu. emoticon-I Love Indonesia
Diubah oleh adminbp.
Ga tau

Tanya mentri esdm braay

bukan urusan gw braay emoticon-Cool
lap. keu pertamina 'hanya' untung USD 1,46Mio taon lalu dengan catatan masih disubsidi pemerintah USD 8Mio, wajarlah penyesuaian ini kalau meliat konsepnya yang ingin menghapuskan subsidi bbm. muka2 subsidi lagian nggak ngenakin sih, miskin kagak tapi nyedot minyak paling deres.
Sudah jelas kenaikan bbm kmrn bukan krn harga minya, tp karena faktor rupiah. Pemerintah malu aja mau ngakuin karena kmrn2 bilang ga ada masalah dengan pelemahan rupiah
Quote:


makanya naikin kemarin. kalau naukin sekarang kan sulit dengan data icp turun emoticon-Ngakak
emang mikir apa jokoblog emoticon-Nohope











anu numpang lewat emoticon-Traveller
Quote:


cuma pertanyaannya subsidi dialihin ke mana ? pemerintah masih ngutang, pajak naik, jenis pajak makin banyak, pembangunan infra dari investor asing...

yg jelas bumn yg direksinya sudah mulai dikuasai bumn dapet 72t emoticon-Ngakak
Quote:


nganu om,,,
anunya ESDM emang pinter cari momen naikin harga. ga salah presiden anu milihnya. emoticon-I Love Indonesia #66
Joko punya teori rumus sendiri yang sering berkebalikan
ane jg ga bs ngitung gan,, dipikran ane cm ngitung gaji ane msh segitu aja dr awal sdgkn pengeluaran lbh besar dr gaji emoticon-Embarrassment
Supaya pertamina kaga rugi pastinya. Pasti pas
pokoknya (bukan) salah presiden emoticon-Mad:

Orang Goblok.. yang milihnya juga

TURUNKAN JONGOS DONGOO..!!!
katanya minyak dunia lagi naik, mana yg bener nih emoticon-Amazed


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di