alexa-tracking

Majalah TEMPO — Senin, 6 April 2015 (Siapa Mengintai Blok Mahakam)

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5520f2a7925233e14b8b4569/majalah-tempo--senin-6-april-2015-siapa-mengintai-blok-mahakam
Majalah TEMPO — Senin, 6 April 2015 (Siapa Mengintai Blok Mahakam)
Majalah TEMPO — Senin, 6 April 2015 (Siapa Mengintai Blok Mahakam)

Blok Mahakam diincar banyak pihak. Ladang gas terbesar di Indonesia itu saat ini dikelola Total E&P Indonesie (Prancis) dan Inpex Corp (Jepang) dengan masa kontrak berakhir pada 2017. Kementerian Energi memiliki opsi memberikan konsesi Blok Mahakam 100 persen kepada Pertamina. Rupanya, Kantor Staf Kepresidenan sudah menyiapkan konsep pengelolaannya pasca-2017. #MajalahTempo

Source:
http://store.tempo.co/majalah/detail...akam-pertamina

emoticon-Hot News emoticon-Hot News emoticon-Hot News
image-url-apps
luhut lapar kah??
image-url-apps
Oh ternyata hni jawaban nya.
KASKUS Ads
image-url-apps
Tenang aja semua ntar kebagian kue nya
image-url-apps
Ts kere ya, gk bisa langganan majalh tempo online, kasih berita sepotong potong,,,

Blok mahakam emang seksi, banyak yang pengen nadah,,,kalau soedirman said waras dan matanya gak sliweran akibat manuver pihak eksternal, harusnya pertamina+pemda yang mengelola blok mahakam...
Jika si said ngoceh doang, nasibnya blok mahakam akan kayak blok cepu, pertamina gigit jari dan exxon yang malah ditunjuk pemerintah sbg operator ( kontrak di ttd bersamaajn kedatangan menlu us, condie rize, kejakarta)
image-url-apps
nyimak ajah dulu emoticon-Malu
Quote:


haha betul bro

ngasih berita kok TOKO MAJALAH dipajang.... emoticon-Ngakak
image-url-apps
Banyak yang incer tuh blok ladang gas
Majalah TEMPO — Senin, 6 April 2015 (Siapa Mengintai Blok Mahakam)

semua sudah jadi bahan arisan di teuku umar
image-url-apps
Kue besar untuk Luhut
ijin nyimak

Salah Satunya , Mungkin ,...Ini :

Majalah TEMPO — Senin, 6 April 2015 (Siapa Mengintai Blok Mahakam)
image-url-apps
27 Nop 2014 13:49


Pertamina Tegaskan Kesiapan Mengelola Blok Mahakam Kepada Pemerintah
JAKARTA – PT Pertamina (Persero)
menegaskan kembali kesiapannya untuk mengelola wilayah kerja Mahakam 100%
setelah habis masa berlakunya kontrak pada
31 Desember 2017.

Penegasan sikap tersebut sebagaimana tertuang dalam surat resmi Pertamina oleh
Plt. Direktur Utama Pertamina
Muhamad Husen kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said perihal Kesiapan
Pertamina Mengelola Blok Mahakam hari ini (27/11).

¤

Surat tersebut merupakan penegasan kembali
minat Pertamina untuk mengelola blok Mahakam yang telah
disampaikan kepada Pemerintah sejak tahun 2008.
Sebagai pertimbangan bagi pemerintah,
Husen menyatakan bahwa Pertamina telah
memiliki kemampuan secara teknis dan finansial untuk mengelola Blok Mahakam.

¤

Pertamina, katanya, telah terbukti memiliki
kapabilitas operasi lepas pantai dengan
kesuksesan meningkatkan produksi secara signifikan
di blok Offshore North West Java
dan West Madura Offshore
pascapengambilalihan oleh Pertamina.

¤

“Kami telah mengirimkan surat kepada pemerintah c.q. Menteri ESDM yang pada intinya menegaskan bahwa Pertamina
memiliki kemampuan untuk mengelola Blok Mahakam 100% pasca berakhirnya kontrak
pada 2017, baik dari sisi teknis maupun finansial. Untuk itu, kami sangat berharap agar pemerintah dapat memutuskan segera
penetapan Pertamina sebagai pengelola
Blok Mahakam agar ada transisi operasi yang cukup,”

tuturnya.

Husen juga mengungkapkan bahwa tren di
dunia saat ini perusahaan nasional (National Oil Company) mendominasi penguasaan
sumber daya migas nasional di negaranya,
yang bertujuan untuk menjamin ketahanan energi nasionalnya. Sejauh ini, penguasaan
sumber daya migas nasional oleh Pertamina masih relatif rendah dibandingkan dengan NOC di negara lainnya.

¤

“Oleh karena itu, kami memandang bahwa sekarang adalah saat yang tepat untuk
memberikan peran lebih besar kepada Pertamina selaku NOC Indonesia.
Dengan peningkatan porsi penguasaan sumber
daya migas oleh Pertamina, maka akan memberikan arti penting bagi Indonesia
dalam menjaga ketahanan energi nasional,”
terangnya.

¤

Saat ini, Pertamina sedang melakukan data room Blok Mahakam untuk memahami
kondisi teknis dan operasional dari wilayah kerja tersebut. Pertamina selanjutnya akan
mengirimkan proposal pengelolaan Blok Mahakam secara komprehensif dalam waktu
3 (tiga) bulan mendatang.

¤

Pertamina juga menegaskan komitmen untuk menjaga keberlangsungan operasi
pasca pengambilalihan Blok Mahakam, baik dari sisi operasional maupun isu yang
terkait dengan sumber daya manusia.
Sebagaimana pengalaman pengambilalihan beberapa blok lainnya, para pekerja yang
sebagian besar adalah putra-putri Indonesia
terus melanjutkan pengelolaan blok tersebut di bawah manajemen Pertamina.

“Untuk menjamin kelancaran
pengambilalihan operasi sekali lagi kami mengusulkan agar penetapan Pertamina
sebagai pengelola Blok Mahakam dapat segera dilakukan,” pungkasnya.



# PRESS RILIS RESMI dari PERTAMINA #

http://www.pertamina.com/news-room/s...da-pemerintah/

emoticon-Cool
akan lebih bagus lagi
.......jika seandainya saham pemerintah di Pertamina ada sampai 100%

emoticon-I Love Indonesia
image-url-apps
Quote:


termasuk Hasyim Djoy kyk nya
daripada pertamina suruh kelola mendingan PGN aja, core mereka lebih cocok dengan blok mahakam.
kalau bisa juga, gimana caranya pemerintah dorong demand untuk BBG.

Quote:


jangan sampe kasus divestasi newmont dengan pemda NTB + perusahaan Bakrie terulang, yg ada bikin rugi pemda.emoticon-Cape d... (S)
bau-baunya serasa konspirasi....

tidak akan mudah untuk dijelaskan,
dan tidak mudah berdasar pasal 33 UUD

Rilis resmi dari SKK-Migas

image-url-apps

Data dan Fakta Seputar Blok Mahakam

“Menanggapi beberapa berita yang terus dihembuskan oleh beberapa pengamat terkait dengan perpanjangan Blok Mahakam
maka dirasakan perlu meluruskan data dan fakta yang ada”,
demikian disampaikan oleh
Gde Pradnyana, Sekretaris Satuan Kerja Khusus Migas (SKKMIGAS).

Sebagaimana diketahui,
kontrak bagi hasil blok Mahakam ditandatangani tahun 1967, kemudian
diperpanjang pada tahun 1997 untuk jangka waktu 20 tahun sampai tahun 2017.

¤

Kegiatan eksplorasi yang dilakukan pada tahun 1967 menemukan cadangan minyak
dan gas bumi di Blok Mahakam tahun 1972 dalam jumlah yang cukup besar. Cadangan (gabungan cadangan terbukti dan cadangan potensial atau dikenal dengan
istilah 2P) awal yang ditemukan saat itu sebesar 1,68 miliar barel minyak dan gas bumi sebesar 21,2 triliun kaki kubik (TCF).

¤

Dari penemuan itu maka blok tersebut mulai diproduksikan dari lapangan Bekapai pada tahun 1974

Produksi dan pengurasan secara besar- besaran cadangan tersebut di masa lalu membuat Indonesia menjadi eksportir LNG terbesar di dunia pada tahun 1980-2000.
Kini, setelah pengurasan selama 40 tahun,
maka sisa cadangan 2P minyak saat ini sebesar 185 juta barel dan cadangan 2P gas sebesar 5,7 TCF.

Pada akhir maka kontrak
tahun 2017 diperkirakan masih menyisakan cadangan 2P minyak sebesar 131 juta barel
dan cadangan 2P gas sebanyak 3,8 TCF pada tahun 2017. Dari jumlah tersebut diperkirakan sisa cadangan terbukti (P1) gas kurang dari 2 TCF. “Jadi informasi yang
disampaikan seolah-olah sisa cadangan gas pada tahun2017 sebesar 10,1 TCF dan sisa
cadangan minyak sebesar 192 juta barel jelas tidak mempunyai dasar”, jelas Gde Pradnyana.


¤

Sebagaimana diketahui, Kontraktor Kontrak
Kerja Sama yang bekerja disana saat ini di
Blok Mahakam, yaitu TOTAL yang berpartner dengan INPEX 50%-50%, telah
menginvestasikan setidaknya US$ 27 miliar
atau sekitar Rp 250 triliun sejak masa eksplorasi dan pengembangannya telah
memberikan penerimaan Negara sebesar US
$ 83 miliar atau sekitar Rp.750 triliun.

¤

Masalah perpanjangan blok Mahakam sangat erat kaitannya dengan upaya untuk menjamin dan memaksimalkan penerimaan
Negara. Seandainya pemerintah bermaksud memperpanjang kontrak blok Mahakam,
maka pemerintah pasti akan meminta
kenaikan bagi hasil yang lebih banyak lagi
dari kontrak sebelumnya.
¤

“Sisa cadangan yang ada plus fasilitas produksi yang sudah
sepenuh diberikan cost recovery harus dianggap sebagai equity pemerintah sehingga split bagi hasil yang semula 70:30
untuk gas dan 85:15 untuk minyak harus dinaikkan secara signifikan untuk mengkompensasi equity pemerintah tersebut”,
imbuh Gde.


[url]www.skkmigas.go.id/data-dan-fakta-seputar-blok-mahakam[/url]
image-url-apps
Quote:


Hasim yang kena kasus itu gan, berharap aja itu blok bisa dikelola dengan baik siapapun itu
image-url-apps
Quote:


seandainya pemerintah kita punya kemampuan finansial utk me-nasionalisasi kan Pertamina, tentu benefitnya akan sangat besar bagi bangsa kita, jika blok Mahakam di kelola oleh Pertamina (paling tidak pertamina punya penyertaan modal sebesar 51%)
tapi mungkinkah itu ???
image-url-apps
Quote:


Mungkin aja sih gan tapi mungkin rakyat harus berkorban dengan berhemat dan korupsi harus diberantas sampe habis
×