alexa-tracking

Jakarta Dikepung Proyek Properti Rp 559 Triliun

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/551fd72f642eb6381b8b4567/jakarta-dikepung-proyek-properti-rp-559-triliun
Jakarta Dikepung Proyek Properti Rp 559 Triliun


Jakarta - Kalangan pengembang properti terus merangsek ke sekeliling Jakarta. Beragam proyek disodorkan, mulai dari sekadar menyediakan hunian tapak hingga yang super komplet dengan seabrek fasilitas penunjang. Kini, tak kurang dari 26 proyek properti dengan nilai sedikitnya Rp 559 triliun yang sedang mengepung Ibu Kota Republik Indonesia.

Legitnya bisnis properti di pinggiran Jakarta bukan hanya menggoda para developer domestik. Para pemain asing pun berlomba-lomba menggerojokan investasinya. Kesemua itu tak bisa dilepaskan dari moncernya bisnis properti di Indonesia sekalipun tahun 2014 sempat mengalami pelambatan. Proyek-proyek yang hadir banyak mulai bergulir sepanjang 2014 dan 2015. Sedangkan waktu penyelesaian proyek ditargetkan beragam, ada yang dua tahun, tiga tahun, bahkan hingga 20 tahun.

"Dalam lima tahun terakhir pasar real estate di Indonesia telah berkembang pesat. Dengan jumlah penduduk yang mencapai 250 juta jiwa, Indonesia menjadi salah satu negara prioritas kami untuk berekpansi keluar negeri,” kata Presiden PT Tokyu Land Indonesia, Shinya Miwa, dalam paparannya, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Tokyu Land Indonesia adalah perpanjangan tangan Tokyu Land Corporation, Jepang di Indonesia. Pengembang properti ini merangsek bisnis properti di Indonesia dengan menggarap sejumlah proyek di Jabodetabek, yakni di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan dan BSD Serpong, Tangerang, Banten. Nilai proyek yang digarap tidak tanggung-tanggung yakni 65 miliar yen atau sekitar Rp 7,15 triliun.

Khusus di pinggiran Jakarta, Tokyu Land menggarap proyek hunian vertikal dengan lewat produk kondominium bermerek Branz yang digulirkan mulai tahun 2015. Branz merupakan brand orisinil Tokyu Land Holdings yang membidik segmen menengah atas.

Ada dua proyek kondominium mewah yang digarap Tokyu Land Indonesia yang totalnya mencapai 3.381 unit. “‎Branz BSD akan terdiri atas 3.000 unit, dengan tahap pertama sebanyak 1.200 unit. Nilai investasinya sekitar 50 miliar yen. Sedangkan Branz Simatupang terdiri atas 381 unit dengan investasi 15 miliar yen,” kata ‎Direktur PT Tokyu Land Indonesia Tai Horikawa.

Tak hanya di bagian barat dan selatan Jakarta yang menjadi incaran para pengembang asing. Di bagian timur Jakarta, seperti Cikarang dan Bekasi, juga menjadi incaran investasi. Saking gurihnya bisnis properti di pinggiran Jakarta juga menggoda pemanufaktur global, Toyota Motor Corporation.

"Tahap awal, kami menggarap 114 rumah dengan harga jual di atas Rp 1,6 miliar per unit,” ujar Sales Chief Manager PT Toyota Housing Indonesia R Hardian Yusuf, kepada Investor Daily, di Jakarta, Rabu (1/4).

PT Toyota Housing Indonesia (THI) merambah pasar properti Indonesia mulai April 2015. Anak usaha Toyota Housing Corporation (THC), Ltd, Jepang ini memulainya dengan menggarap hunian tapak di Bekasi Timur, Jawa Barat.

Menurut Hardian, untuk proyek hunian di Bekasi Timur pihaknya menggandeng PT Hatmohadji & Kawan (Haka) lewat proyek Sakura Regency 3. Proyek ini menawarkan 467 unit rumah, namun yang digarap THI hanya 114 unit. Proyek seluas 6,6 hektare (ha) tersebut menawarkan dua jenis hunian, yaitu hunian tapak biasa berbahan baku bata dan hunian tapak khas Jepang berbahan baku baja ringan dan gypsum.

"Tahun ini kami fokus menggarap proyek di Bekasi Timur, target kami bisa menjual 28 unit rumah sepanjang 2015," paparnya.

Mitra THI, yakni Haka memiliki sejumlah proyek hunian di sejumlah lokasi. Haka bahkan bermitra dengan PT Tokyu Land Indonesia (TLI) untuk menggarap proyek di Bekasi. TLI adalah anak usaha Tokyu Land Corporation (TLC), Jepang yang menggarap sejumlah proyek kondominium di BSD Tangerang dan Simatupang, Jakarta Selatan. Selain itu, TLC dan THC menggandeng Toyota Tsusho Corporation dan PT Lippo Karawaci Tbk untuk menggarap proyek AXIA South Cikarang Hotel Residence.

Selain Tokyu Land dan Toyota Housing, pengembang asing yang ikutan menggarap proyek properti di pinggiran Jakarta adalah Hong Kong Land. Pengembang tersebut menggandeng Sinarmas Land. Keduanya membentuk usaha patungan PT Bumi Parama Wisesa untuk menggarap mixed residential, NavaPark, senilai Rp 5 triliun di Serpong, Banten.

Ishak Chandra, managing director Sinarmas Land pernah mengatakan, pihaknya selalu berupaya untuk memberikan solusi hunian terbaik maupun lokasi bisnis impian di tempat yang lebih hijau, asri, bebas polusi serta menyatu dengan alam. “Salah satunya dengan menghadirkan NavaPark, di kawasan BSD,” kata dia.

Proyek Terpadu

Pengembang domestik seperti PT Lippo Karawaci Tbk juga tak tinggal diam. Bahkan, pengembang berkapitalisasi Rp 25 triliun ini menggarap dua proyek raksasa di bagian barat dan timur Jakarta. Di bagian barat Jakarta, Lippo Karawaci menggarap Millennium Village senilai Rp200 triliun yang dimulai pada 2015 dan untuk tahap pertama ditargetkan rampung pada 2018.

Proyek ini berdiri di atas lahan seluas 70 hektare (ha) tepat di tengah Lippo CBD (Central Business District) seluas 131 ha. Konsep pengembangan proyek ini mementingkan adanya lahan hijau sebagai penyeimbang kawasan yang bakal banyak diisi dengan gedung-gedung tinggi berkelas.

Luas lahan hijau di Millenium Vellage mencapai sekitar 70 persen dari lahan yang dikembangkan. Sebagai perbandingan Central Park di New York hanya menyediakan 30 persen lahan hijau, Hyde Park di London 7,5 persen, dan Bishan Park di Singapura 23 prsen. Lahan hijau di Millennium Village terdiri atas Natural, Millennium Sky Park, dan Green Boulevards.

"Millennium Village adalah salah satu proyek terbesar dan terbaru yang sedang dikembangkan oleh Lippo Karawaci. Lokasi Millennium Village merupakan kawasan terbaik di Lippo Village, yang dikembangkan dengan konsep Masterplan Global Smart City," kata Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk, Ketut Budi Wijaya, dalam acara groundbreaking MillenniumVillage, di Karawaci, Tangerang, Rabu (28/1).

Dia menambahkan, hal itu akan menyandingkan Millennium Village, Indonesia dengan kota-kota berstandard global yang terbaik. "Ini adalah kombinasi large integrated development di dalam lokasi township yang sudah mature," tegasnya.

Sementara itu, di timur Jakarta, kelompok Lippo juga menggarap proyek cukup besar, yakni Orange County di kawasan Lippo Cikarang, Jawa Barat. Proyek yang digarap melalui anak PT Lippo Cikarang Tbk ini mulai dibangun Februari 2015. Proyek world class mixed use development The Globally connected city Orange County ini memiliki nilai sebesar Rp 250 triliun.

"Apa yang dilakukan oleh Lippo Cikarang bangun properti terpadu ini sebuah langkah strategis dalam pembangunan ekonomi kedepan,” kata Menteri Perindustrian Saleh Husin, saat melakukan peletakan batu pertama pada Kamis (12/2).

Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Loh Meow Chong mengatakan, Orange County akan menjadi kawasan Segitiga Emas baru di kawasan timur Jakarta. Proyek ini lokasinya tepat di jantung area antara Lippo Cikarang, Delta Mas, dan Jababeka.

Proyek ini dikembangkan diatas lahan seluas 322 ha dengan pembangunan mega konstruksi seluas 16.500.000 meter persegi (m2) dengan area Lippo CBD seluas 82,3 ha. Kawasan CBD ini lebih besar dibandingkan area pusat bisnis di beberapa kota besar di dunia seperti Hudson Yards New York, ICC Union Square Hong Kong, atau Roppongi Hills Tokyo.

Ketua Real Estat Indonesia (REI) DKI Jakarta Amran Nukman mengatakan, padatnya penduduk Jakarta yang mencapai 10 juta jiwa pada siang hari, menimbulkan kemacetan lalu lintas jalan. Waktu tempuh perjalanan yang dibutuhkan warga cukup tinggi sehingga membuat tidak produktif. Karena itu pengembangan perlu disebar ke arah timur Jakarta.

"Kalau ada penyebaran pembangunan kawasan, warga Bekasi tidak perlu harus ke pusat kota Jakarta, tetapi bisa kekawasan Jakarta Timur yang lebih dekat, selama ini kurang diperhatikan,” ujarnya belum lama ini.

Kehadiran proyek-proyek properti di sekitar Jakarta secara langsung maupun tidak langsung bisa mengurangi beban yang dipikul Jakarta. Lewat proyek properti terpadu, bahkan mengarah ke kota mandiri, membuat aktifitas para penghuninya tidak bergantung kepada Jakarta. Bila itu semua terwujud, bukan mustahil Jakarta bisa lebih nyaman karena kemacetan lalu lintas jalannya bisa terkurangi, walau itu semua baru sebatas teori.

Edo Rusyanto/FER

Investor Daily


http://www.beritasatu.com/properti/2...9-triliun.html

banyak proyek gan
ngeri gan,,, emoticon-Takut

duit segitu klo buat beli krupuk dapet berapa ya?
banyak keles tuh proyeknya..
emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)
luar biasah... cuma jakarta yg bisa..emoticon-Matabelo
Sekitar Karawaci bagus tuh utk invest ..... bakal growing nantinya

Apalagi kalau Toll Balaraja - Serpong udah jadi dan nyambung ke Cijago
banyak bener.... :kagets;
gilak emoticon-Matabelo
Seandai nya duit 559t di sebar ke pulau papua sama kalimantan mungkin.. 2 pulau itu bisa berias..emoticon-Angel
Emang ide nya ahok buat jakarta itu sebenarnya tepat ... Jakarta udh gak cocok buat land house ... Orientasinya udh harus di ganti vertical housing ... Kl masih mau ngotot punya rumah tapak di jakarta ... Harus punya duit gede .... Kl gak punya ... Mending minggir ke bintaro bsd cinere depok pamulang ...
Quote:


Lo yg tinggal disana mau gak ? emoticon-Smilie

Kl mau ... Banyak kok properti baru yg masih kosong disana ...emoticon-Smilie

Nanti kl properti disana habis ... Investor juga bakal nyuntik dana lagi ... emoticon-Embarrassment
Quote:


Serpong harganya udah terlalu mahal gan sekarang tanahnya cuman 7x8 lokasi di ujung kaga bagus punya saja harga perdananya saja sudah mendekati 1 M plus sekarang juga pada kaga laku boro-boro di undi undi........
Quote:


Ini pasti clusternya paramount yg posisinya di ujung dunia itu yaaa ??? emoticon-Ngakak

Cuma kasih masukan aja mas ... Rumah yg harganya 2,9M dan ruko yg harganya 3,6M aja kondisi bangunannya memprihatinkan ... Apalagi properti mereka yg harganya diangka 600-900jt ??? emoticon-Ngakak

Kl mau beli ... "Mendin" pilih yg sumarecon ato bsd aja ... Agak sedikit lebih baik kualitasnya ... emoticon-Ngakak
mau bungkus 1 buat oleh" emoticon-Traveller
Kalangan menengah yg kmrn mengumpulkan duid DP buat beli properti skrg kondisinya uda ngos2an, setiap bulan cuma bs membayar cicilan aja. Praktis, mereka tidak mempunyai modal tambahan untuk mengembangkan usaha. Sedangkan kalangan atas, jumlah orgnya terbatas.

Keadaan ini membuat kondisi ekonomi secara umum menjadi stagnan. Ditambah dgn kondisi harga properti yg sdh overvalued, maka bs dipastikan, bisnis properti akan suram untuk jangka pendek atau menengah, kecuali untuk lokasi2 tertentu. So, teman2 broker punya pendapat bgmn?
Quote:


Jgn ke arah serpong nya gan, udah overvalued
cari sekitaran Karawaci
daerah legok kayaknya tanah msh dibawah sejuta deh
Tahun 2010 aja ane ditawarin 150rb per m2 di legok
Skrg kayaknya udah 500rb an lebih.... mungkin bisa sejutaan kalo yg ngedeket ke arah serpongnya

Toll balaraja serpong bakal lewatin legok

Tapi ini emang buat narok duit doang sih
ayo yg punya duit ditahan2 dulu.
dr taon lalu properti uda mulai lesu koq. semoga makin byk developer yg gagal kredit.
Quote:


sebenarnya ini adalah kesalahan pemerintah juga gan..
entah sengaja atau tidak, pemerintah membiarkan saja properti menjadi ajang spekulasi. padahal harusnya pemerintah bisa bikin regulasi supaya masyarakat kelas bawah terlindungi kebutuhannya. tapi yang jadi kenyataan masyarakat kelas bawah dengan kondisi sekarang hampir gak mungkin punya rumah, kelas menengah harus menghabiskan sebagian besar penghasilan yang mereka dapatkan dengan susah payah hanya untuk nyicil rumah...Dampak mahalnya properti ini sebenarnya sistemik dan sangat menyengsarakan masyarakat tanpa disadari.

dengan harga properti yang semakin mahal, para orang tua malah berlomba2 beli tanah atau rumah dengan harapan supaya anak cucunya di masa depan bisa punya rumah. orang kaya dari pada mutar duitnya di bisinis real lebih memilih membiakkan duit mereka di sektor properti.. walhasil harga rumah malah tambah jadi tinggi karena perilaku mereka itu. sampai nanti ketika semuanya dah mencapai titik jenuh, kalau industri properti kolaps.. ekonomi lesu.. yang jadi korban tetap masyarakat kelas bawah lagi..emoticon-Hammer (S)

Bakal.mengalami.bubble.property.macem.china.kah?emoticon-cystg
Penduduk 250 juta jiwa..... yg bener bener mampu beli property dgn harga ga masuk akal emangnya ada berapa sih?
semoga proyek properti dibarengin sama bisnisnya, kalo ga bakal tua di jalan yg rumah di pinggiran kerja di jakarta emoticon-Stick Out Tongue