alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
(GOKIL) Sukardi Rinakit Tolak Jadi Komisaris Utama BTN (baca: Tolak Jilat Jokodok)
4.83 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/551fb757c3cb178a6a8b456f/gokil-sukardi-rinakit-tolak-jadi-komisaris-utama-btn-baca-tolak-jilat-jokodok

(GOKIL) Sukardi Rinakit Tolak Jadi Komisaris Utama BTN (baca: Tolak Jilat Jokodok)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Politik Sukardi Rinakit mengaku tidak memiliki jabatan sebagai Komisaris Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Padahal, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan telah memutuskan dirinya sebagai Komisaris Utama BTN.

"Jadi saya bukan Komisaris Utama BTN seperti yang diberitakan," kata Sukardi, Sabtu (4/4/2015).
Sukardi mengaku, ketika ditunjuk sebagai Komisaris Utama BTN oleh pemegang saham mayoritas yakni Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dia telah menyampaikan ketidaksetujuannya menjadi komisarit utama di perbankan pelat merah tersebut.
"Sejak semula saya tidak bisa menerima posisi Komisaris Utama BTN, saya tidak mau menerima pekerjaan dengan kepala kosong," ujar Sukardi.

Sementara itu sumber dari dalam Kementerian BUMN mengatakan, sebelum diselenggarakan RUPTS BTN 24 Maret 2015, Kementerian BUMN sudah berkomunikasi dengan Sukardi terkait posisi Komaisaris Utam BTN dan dia mengaku bersedia menerima jabatan tersebut.
"Tidak mungkin menunjuk seseorang tanpa berbicara dulu sama yang bersangkutan. Kita (Kementerian BUMN) menunjuk orang kan dengan melihat kapasitasnya, mampu atau tidak untuk menjadi Komisaris Utama BTN. Kita menunjuk bukan karena orang itu deket dengan siapa dan orangnya siapa? Kita lihat aja nanti bagaimananya," tutur sumber internal Kementerian BUMN.

http://www.tribunnews.com/bisnis/201...aris-utama-btn

Mantah pak, Kasih aja tuh jabatan ke Fajdroel, kasihan doi

Quote:


Bapak beda sama relawan nasi kotak, salut
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 4
Quote:

wah nyindir nastak lain yg nerima jatah padahal kepalanya kosong atau kopong alias gak punya kompetensi

emoticon-Sorry
ada juga orang yg tau diri sama kemampuannya
beda sama anjing2 penjilat yg lain
Kenapa ya (kepala kosong) identik dengan pendukung petugas partai..? emoticon-Malu
Kasih ke pajroel
Udah koar2 sampe berbusa masa kaga dikasih2
orang kayak gini menurut para panastak pasti hidupnya susah maju dan melarat.
Kepala kosong harga jualnya mahal loch emoticon-Mewek
mantab emoticon-Belo
tidak mau menerima pekerjaan dengan kepala kosong..
Quote:


amitofo
sancai sancai
NGGAK USAH MIKIR, TERIMA AJA, KALO ENGGAK NANTI DI EMBAT NASTAK KASKUS emoticon-Big Grin
"Sejak semula saya tidak bisa menerima posisi Komisaris Utama BTN, saya tidak mau menerima pekerjaan dengan kepala kosong," ujar Sukardi.

Langka emoticon-Big Grin
Salut emoticon-Big Grin
fix kepala kosong = jongoswi = nastak emoticon-Big Grin

(GOKIL) Sukardi Rinakit Tolak Jadi Komisaris Utama BTN (baca: Tolak Jilat Jokodok)











anu numpang lewat emoticon-Traveller
Dasar ga tau diuntung emoticon-Mad
Kaya anak you know who dong

Sanggup ambil 2 kue emoticon-Mad

emoticon-Traveller
pengamat2 laen yg nerima jabatan berarti kepala kosong semua ya pak? emoticon-Malu
Quote:


siap2 ntar ente dibilang dengki dan loser ama nastak (baca : saegoth) emoticon-Big Grin
Diubah oleh wantad
ane kurang paham rekam jejak si om kardi. kok bisa kepilih jadi dirut BTN.
secara dari biografi yg ditulis ts, dia kan anak sospol..
bidang politik malah disuruh ngurusin duid, jelas ditolak,


ga tau deh besok2 gimana emoticon-Ngakak (S)
Padahal banyak loh Relawan yang ampe Bebusa kagak dapet JATAH.... Relawan Tak Dianggap emoticon-Malu (S)
Wah anomali nih emoticon-Malu (S)
Diubah oleh ronnyanz
Quote:


lah refli harun yg pakar tata negara aja bisa jadi komisaris jasa marga kok emoticon-Ngakak
yg penting jilat aja si kodok dijamin dapet jabatan
masih waras bapak iniemoticon-Matabelo
Halaman 1 dari 4


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di