alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/551f6a19128b4617238b4567/pemerintahan-jokowi-diminta-tenggang-rasa-dengan-beban-rakyat
Pemerintahan Jokowi Diminta Tenggang Rasa dengan Beban Rakyat
Quote:Pemerintahan Jokowi Diminta Tenggang Rasa dengan Beban Rakyat

Pemerintahan Jokowi Diminta Tenggang Rasa dengan Beban Rakyat

Quote:Pemerintah di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo diminta tidak mendahulukan meminta haknya sebelum menunjukkan kinerja. Atas dasar itu, keputusan Jokowi untuk memberikan tambahan fasilitas uang muka kendaraan pejabat diminta dibatalkan.

"Minimal tunjukkan dulu hasil kerjanya. Minimal pemerintah sudah melayani masyarakat lebih baik. Karena setelah itu proporsional dengan hasil kerja kerasnya, pemerintah berhak mendapatkan peningkatan pelayanan dari anggaran publik," kata Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance, Enny Sri Hartati, dihubungi Kompas.com, Sabtu (4/4/2015).

"Tetapi kalau sampai hari ini masyarakat masih merasakan berbagai macam beban, sementara di sisi lain pelayan publik mendahulukan haknya ini, ini kan tentu saja mengusik rasa keadilan. Mbok ya tenggang rasa lah," kata dia lagi.

Enny membenarkan, memang pemerintah telah mengalihkan anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk kegiatan yang lebih produktif, seperti infrastruktur. Tetapi, kata dia, infrastruktur ini belum ada realisasinya.

Di sisi lain, Jokowi malah menganggarkan uang muka untuk pembelian kendaraan bagi pejabat yang nominalnya lumayan, Rp 210.890.000 per orang.

Menurut Enny, ini sangat tidak proporsional dengan kinerja enam bulan terakhir. Enny memperhitungkan, untuk anggota DPR saja yang jumlahnya sekitar 500 orang, maka uang muka kendaraan pejabat yang harus ditanggung negara sebesar Rp 105 miliar lebih.

"Belum lagi DPD dan pejabat Eselon I. Katanya mau revolusi mental, efisiensi anggaran," Enny mengingatkan.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2015 tentang Pemberian Fasilitas Uang Muka bagi Pejabat Negara untuk Pembelian Kendaraan Perorangan, Presiden Jokowi menaikkan uang muka pembelian kendaraan menjadi Rp 210,890 juta.

Situs web Sekretariat Kabinet menyebutkan, perpres itu merupakan revisi dari Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2010. Perpres ini hanya mengubah Pasal 3 ayat (1) Perpres No 68/2010.

Pada Perpres No 68 Tahun 2010 disebutkan fasilitas uang muka diberikan kepada pejabat negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 sebesar Rp 116.650.000.

Dalam Perpres No 39 Tahun 2015, fasilitas itu diubah menjadi sebesar Rp 210.890.000. Para pejabat negara yang mendapat fasilitas ini ialah anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, hakim agung, hakim konstitusi, anggota Badan Pemeriksa Keuangan, dan anggota Komisi Yudisial.



sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/rea...n.Beban.Rakyat


tenggang rasa ?? ini pelajaran pmp/ppkn dulu, mungkin Mr ini SD nya merah nilainya atau paling tinggi krn jago ngibul alias ngarang ?

ah sudahlah emoticon-Traveller
emang jokodok punya hati nurani hatinya khan msh d masa tenggang emoticon-Big Grin










anu numpang lewat emoticon-Traveller
pegang amanah jabatan presiden tanpa hati...ya beginilah jadinya emoticon-Hammer (S)
sabodo teuing, yg penting aku kenyang, aku menang...

Cerita dari Istana

Oleh: Ridwan Muktar

Istana Presiden akhir-akhir lesu. Jokowi harus menghadapi tekanan sana sini. Kondisi ekonomi tak menentu. Politik adem panas.

Hubungan Jokowi dengan PDIP semakin sulit. Tak banyak pilihan, Akhirnya Jokowi bersandar di bahu Surya Paloh. Tak mengherankan bisnis migas diserahkan ke Paloh. Tentu saja PDIP naik pitam. Makanya mereka meminta audit investigasi terhadap sektor migas. Orang-orang PDIP makin terbuka menyerang Jokowi. Duo batak, Effendi Simbolon dan Masinton Pasaribu, paling keras menggonggongi Jokowi. Keduanya seperti anjing ajak, tajam taringnya ingin melumat Jokowi. Sementara TB Hasanudin mengatakan Jokowi melanggar UU karena mengangkat tentara aktif menjadi Deputi Staf Kepresidenan. Satu semester memerintah, Jokowi justru mendapatkan serangan dari kawan seiring. Untung tak dapat diraih. Sial tak dapat ditampik.

Situasi politik yang panas juga harus dihadapi Jokowi. Kalaupun KMP bisa dilemahkan dengan pecah belah, KIH sendiri sudah mulai main tikam. Yang belum dapat jabatan terus-menerus merongrong Jokowi. Tentu ini membuat risih Jokowi karena tak bisa bekerja. Setiap hari ada saja yang minta ketemu untuk minta jabatan. Sudah pindah ke Bogor pun masih dikuntit. Oleh karena itu, saking sebalnya, sekarang di pintu ruang masuk tempat kerja Jokowi (baik di Istana Merdeka maupun Istana Bogor), dipasangi tulisan: “SELAIN ANJING DILARANG MASUK.” Dan, di sampingnya ditaruh cermin. Paling tidak untuk sementara tulisan ini ampuh. Orang yang masuk terpaksa bercermin dulu. Kalau wajah mereka bukan wajah anjing, berarti tidak bisa masuk.

Hubungan dengan PDIP yang tidak harmonis ini membuat Jokowi putar otak. Ada tiga skenario yang dibuat untuk mengatasi situasi yang tak menguntungkan dirinya. Karena terus-menerus ditempatkan sebagai petugas partai, maka dia mencoba mengkudeta PDIP. Dia pesan ke CSIS untuk melakukan penjajakan dengan melakukan survei. Dari survei tersebut ada beberapa DPC yang akan mencalonkan Jokowi. Tapi jumlahnya masih kecil.

Skenario kedua, bila gagal mengkudeta Megawati, Jokowi berniat membikin partai baru. Adiknya yang dimajukan untuk mempersiapkan partai baru. Sementara untuk memperkuat logistik, dia masukkan orang-orangnya dalam jajaran komisaris BUMN. Trio RAL, Rini-Andi-Luhut, sudah dipersiapkan untuk mengatur rencana ini. Satu-satu mantan relawan Jokowi masuk dalam jajaran komisaris BUMN. Dari sini diharapkan bisa membegal duit BUMN untuk dana pendirian partai baru.

Skenario kedua ini jangka panjang. Walaupun partai sudah berdiri, tapi baru bisa ikut Pemilu di tahun 2019. Oleh sebab itu, diperlukan skenario ketiga sebagai antara. Yaitu, gabung dengan KMP. Paling tidak KMP mempunyai kekuatan di parlemen untuk menghadang KIH. Kalau Jokowi melompat ke KMP, berarti skenario kedua diartikan sudah matang 90 persen. Memang sebuah pembalikan politik yang besar ketika Jokowi pindah ke KMP. Dia harus memecat menteri-menteri dari PDIP dan sekutunya, mengganti dengan orang-orang KMP.

Itu baru urusan dapur dalam negeri Jokowi. Di luar negeri Jokowi juga dipusingkan oleh ulah Australia. Masak data pribadi presiden bisa dengan mudah dibocorkan pemerintah Australia dengan alasan sepele: salah kirim email. Maka Jokowi mencoba minta perlindungan Tiongkok. Tapi di sana ternyata dia tak mendapatkan sambutan semestinya. Masak kedatangan Jokowi cuma disambut oleh Menlu Tiongkok di bandara. Karena sambutan Tiongkok kurang oke, berpalinglah ke Negeri Paman Sam. Maka musuh Washington menjadi musuh Jakarta: Islam. Situs-situs yang konon radikal ditutup dengan alasan menyebarkan terorisme. Tujuannya agar dilirik oleh Paman Sam. Apakah ini berhasil atau tidak, masih harus menunggu perkembangan.

Itulah sedikit cerita dari Istana. Masih ada cerita lain, seperti rencana penggemukan Jokowi yang tak berjalan mulus, istri Jokowi yang masih kaki ketika berhadapan dengan istri kepala negara lain, atau anak Jokowi yang suka bangun siang. Tapi itu hanya cerita kecil. Pernik-pernik.

Sementara itu dulu. Kalau ada cerita lain akan saya tuliskan. Salam. ***
aku percaya kok emoticon-Takut
Kalo sampe pemerintahan jokowi punya rasa sayang sama rakyat, saya potong titid saya ahhahahahahaaaa....serem amad ya hahahahhaa
Quote:Original Posted By flagellumdei
Oleh: Ridwan Muktar

Istana Presiden akhir-akhir lesu. Jokowi harus menghadapi tekanan sana sini. Kondisi ekonomi tak menentu. Politik adem panas.

Hubungan Jokowi dengan PDIP semakin sulit. Tak banyak pilihan, Akhirnya Jokowi bersandar di bahu Surya Paloh. Tak mengherankan bisnis migas diserahkan ke Paloh. Tentu saja PDIP naik pitam. Makanya mereka meminta audit investigasi terhadap sektor migas. Orang-orang PDIP makin terbuka menyerang Jokowi. Duo batak, Effendi Simbolon dan Masinton Pasaribu, paling keras menggonggongi Jokowi. Keduanya seperti anjing ajak, tajam taringnya ingin melumat Jokowi. Sementara TB Hasanudin mengatakan Jokowi melanggar UU karena mengangkat tentara aktif menjadi Deputi Staf Kepresidenan. Satu semester memerintah, Jokowi justru mendapatkan serangan dari kawan seiring. Untung tak dapat diraih. Sial tak dapat ditampik.

Situasi politik yang panas juga harus dihadapi Jokowi. Kalaupun KMP bisa dilemahkan dengan pecah belah, KIH sendiri sudah mulai main tikam. Yang belum dapat jabatan terus-menerus merongrong Jokowi. Tentu ini membuat risih Jokowi karena tak bisa bekerja. Setiap hari ada saja yang minta ketemu untuk minta jabatan. Sudah pindah ke Bogor pun masih dikuntit. Oleh karena itu, saking sebalnya, sekarang di pintu ruang masuk tempat kerja Jokowi (baik di Istana Merdeka maupun Istana Bogor), dipasangi tulisan: “SELAIN ANJING DILARANG MASUK.” Dan, di sampingnya ditaruh cermin. Paling tidak untuk sementara tulisan ini ampuh. Orang yang masuk terpaksa bercermin dulu. Kalau wajah mereka bukan wajah anjing, berarti tidak bisa masuk.

Hubungan dengan PDIP yang tidak harmonis ini membuat Jokowi putar otak. Ada tiga skenario yang dibuat untuk mengatasi situasi yang tak menguntungkan dirinya. Karena terus-menerus ditempatkan sebagai petugas partai, maka dia mencoba mengkudeta PDIP. Dia pesan ke CSIS untuk melakukan penjajakan dengan melakukan survei. Dari survei tersebut ada beberapa DPC yang akan mencalonkan Jokowi. Tapi jumlahnya masih kecil.

Skenario kedua, bila gagal mengkudeta Megawati, Jokowi berniat membikin partai baru. Adiknya yang dimajukan untuk mempersiapkan partai baru. Sementara untuk memperkuat logistik, dia masukkan orang-orangnya dalam jajaran komisaris BUMN. Trio RAL, Rini-Andi-Luhut, sudah dipersiapkan untuk mengatur rencana ini. Satu-satu mantan relawan Jokowi masuk dalam jajaran komisaris BUMN. Dari sini diharapkan bisa membegal duit BUMN untuk dana pendirian partai baru.

Skenario kedua ini jangka panjang. Walaupun partai sudah berdiri, tapi baru bisa ikut Pemilu di tahun 2019. Oleh sebab itu, diperlukan skenario ketiga sebagai antara. Yaitu, gabung dengan KMP. Paling tidak KMP mempunyai kekuatan di parlemen untuk menghadang KIH. Kalau Jokowi melompat ke KMP, berarti skenario kedua diartikan sudah matang 90 persen. Memang sebuah pembalikan politik yang besar ketika Jokowi pindah ke KMP. Dia harus memecat menteri-menteri dari PDIP dan sekutunya, mengganti dengan orang-orang KMP.

Itu baru urusan dapur dalam negeri Jokowi. Di luar negeri Jokowi juga dipusingkan oleh ulah Australia. Masak data pribadi presiden bisa dengan mudah dibocorkan pemerintah Australia dengan alasan sepele: salah kirim email. Maka Jokowi mencoba minta perlindungan Tiongkok. Tapi di sana ternyata dia tak mendapatkan sambutan semestinya. Masak kedatangan Jokowi cuma disambut oleh Menlu Tiongkok di bandara. Karena sambutan Tiongkok kurang oke, berpalinglah ke Negeri Paman Sam. Maka musuh Washington menjadi musuh Jakarta: Islam. Situs-situs yang konon radikal ditutup dengan alasan menyebarkan terorisme. Tujuannya agar dilirik oleh Paman Sam. Apakah ini berhasil atau tidak, masih harus menunggu perkembangan.

Itulah sedikit cerita dari Istana. Masih ada cerita lain, seperti rencana penggemukan Jokowi yang tak berjalan mulus, istri Jokowi yang masih kaki ketika berhadapan dengan istri kepala negara lain, atau anak Jokowi yang suka bangun siang. Tapi itu hanya cerita kecil. Pernik-pernik.

Sementara itu dulu. Kalau ada cerita lain akan saya tuliskan. Salam. ***


Ridwan Muktar itu siapa gan ?
ya SeJahat-jahat Begal juga pasti masih punya Rasa Tenggang rasa lah..

begitu juga Jokowi , pasti ingin rakyat Hidup nya Makmur dan Sejahtera...emoticon-Peace
rakyat susah? bukan urusan saya emoticon-Malu (S)
Iya pak...
Harus tenggang rasa emoticon-Betty (S)

Sedih rasanya lihat barisan BSH a.k.a PANASBUNG yang kian hari hidupnya makin menderita emoticon-Frown dan akan terus dan terus sakit hati selama 5 tahun kedepan emoticon-Frown #savePanasbung
Tak bisa berkata-kata didunia nyata hanya bisa jadi keyboard warior didunia maya emoticon-Frown
tenggang rasa ama paloh dulu baru ama rakyat(klo inget)
kerja...kerja...kerja...

revolusi mental... negarakacaubalau #saveNKRI....
noh dengerin jok...jangan planga plongo ae emoticon-Cape d... (S)
Kan udah disogok kemaren emoticon-Big Grin

Cek aja kantor pos masing2 emoticon-Ngakak (S)

emoticon-Traveller
Sebenarnya sekarang juga pa jokowi sudah sangat tenggang rasa tapi sayangnya bukan dengan rakyat tapi dengan si anu ....he he
proporsionalnya udah tinggi belum ?

kalo profesional ane ragu dah
entar di suru minum jamu emoticon-Ngakak (S)
kalo kata panastak, orang tenggang rasa pasti susah maju dan hidupnya melarat.
kalau soal bagi2 duid, tegas sekali lho.

ga tahu deh kalau yang lain.
Quote:Original Posted By adipati.pinokio
Sebenarnya sekarang juga pa jokowi sudah sangat tenggang rasa tapi sayangnya bukan dengan rakyat tapi dengan si anu ....he he


nganu gan.. nganu susah ngomeng nganu dengan anu emoticon-Hammer (S)