alexa-tracking

[OPINI] Setelah Harga BBM Naik Lagi

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/551eabbad675d4474c8b456d/opini-setelah-harga-bbm-naik-lagi
[OPINI] Setelah Harga BBM Naik Lagi
Quote:
Rendahnya dampak kenaikan harga bahan bakar minyak dalam beberapa bulan terakhir terhadap inflasi membuktikan bahwa langkah pemerintah mengurangi subsidi untuk komoditas ini sudah benar. Kita beruntung gejolak ekonomi dan sosial seperti yang dulu sempat ditakutkan tak terjadi. Beberapa protes memang masih terdengar di sana-sini, tapi dalam skala yang tak terlalu merisaukan.

Kenaikan harga Premium dan solar masing-masing sebesar Rp 500 per liter pada Sabtu pekan lalu merupakan penyesuaian yang kelima kalinya sejak pemerintahan Joko Widodo. Dalam sebulan terakhir, peningkatan harga itu bahkan tercatat sebagai yang kedua setelah pada 1 Maret harga BBM sempat naik Rp 200 per liter. Penyebabnya adalah fluktuasi harga minyak dunia dan melemahnya nilai tukar rupiah rata-rata 4 persen sepanjang Februari-Maret menjadi 12.900 per dolar AS.

Bank Indonesia menghitung, pengaruh dua kali kenaikan harga BBM terhadap inflasi hanya sebesar 0,27-0,3 persen pada Maret lalu. Angka ini lebih rendah dibanding efek yang diakibatkan melonjaknya harga beras dan bawang merah. Bank sentral juga memprediksi, sampai akhir tahun ini, inflasi akan berada pada kisaran 4 persen plus-minus 1 persen alias masih dalam level yang ditargetkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan, yakni 5 persen.

Kondisi ini berbeda dengan tahun sebelumnya, ketika pembahasan rencana kenaikan harga BBM berlangsung berlarut-larut dan memicu berbagai spekulasi ekonomi serta manuver politik. Hal ini juga menunjukkan bahwa pengambilan keputusan yang cepat dan akurat akan mencegah berbagai distorsi informasi maupun implikasi lain yang tak perlu.

Ketiadaan gejolak yang berarti ini memberi sinyal bahwa masyarakat bisa dengan cepat belajar beradaptasi dengan mengatur pola konsumsi. Para pelaku ekonomi pun mampu segera mendapatkan keseimbangan baru dalam kalkulasi bisnis mereka.

Pada sisi lain, naik-turunnya harga Premium yang mengikuti irama pasar dan tak lagi bergantung pada subsidi akan memaksa PT Pertamina bekerja lebih efisien. Bila sebelumnya tugas penyaluran barang bersubsidi bisa selalu jadi alasan, kini mereka harus memastikan proses pengadaan dan distribusi BBM jenis ini semakin kompetitif agar tak menggerus keuangan perusahaan.

Tugas pemerintah selanjutnya adalah memastikan pengalihan subsidi ke sektor-sektor produktif dijalankan dengan benar dan tepat sasaran. Program-program lain sebagai kompensasi kepada rakyat di lapis bawah yang jatuh miskin akibat naiknya harga-harga itu juga harus disegerakan. Mereka tak bisa menunggu lebih lama. Sebab, implikasi yang ditimbulkan oleh kebijakan pencabutan subsidi itu bersifat seketika bagi kelompok tak mampu ini.

Sistem distribusi bantuan langsung bagi keluarga-keluarga miskin itu harus dibuat transparan. Tak boleh ada anggaran yang tercecer, apalagi sampai dicopet di tengah jalan oleh petugas yang seharusnya bertanggung jawab membagikannya.

http://www.tempo.co/read/opiniKT/2015/04/02/9712/Setelah-Harga-BBM-Naik-Lagi


sistem distribusi bantuan langsung merupakan suatu tantangan sendiri bagi pemerintah (khususnya pemerintah saat ini); Saat ini pemerintah telah mengambil langkah yang baik dengan mengurangi subsidi BBM, dan mengalihkan ke infrastruktur dan sektor lain; Kebijakan ini akan sangat membawa dampak yang sangat positif dalam JANGKA PANJANG. Namun demikian, pemerintah juga PERLU lebih memikirkan solusi JANGKA PENDEK dan MENENGAH agar fluktuasi harga di tingkat konsumen tidak terlalu "liar"; Namun solusi Jangka Pendek dan Menengah ini bukanlah suatu hal yang mudah; harus ada Desain Program yang menyeluruh dan terintegrasi untuk membuatnya;

Subsidi adalah suatu yang pasti; tapi bagaimana mengarahkan subsidi tepat sasaran, bagaimana menyeleksi orang yang layak menerima subsidi? Apakah hanya dengan dasar statistik BPS? dengan puluhan tahun subsidi yang sudah diberikan, bagaimana nasib orang2 yang sudah disubsidi? apakah ada pengingkatan kesejahteraan untuk orang2 yagn sudah mendapatkan subsidi? bagaimana caranya memonitor subsidi dan orang2 yang disubsidi? Apakah subsidi pupuk dan pembagian traktor secara cuma-cuma merupakan salah satu cara yang efektif dalam memperbaiki kesejahteraan petani kita? apakah subsidi Gas 3 kg sudah tepat sasaran?

Sepertinya pemerintah saat ini perlu belajar dari India dalam melakukan subsidi yang tepat dengan mengintegrasikan program subsidi langsung dengan financial inclusion.
Premiumnya kapan lenyap emoticon-Mad

Biar sekalian keliatan boroknya emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By ruuuruuu
Premiumnya kapan lenyap emoticon-Mad

Biar sekalian keliatan boroknya emoticon-Ngakak


Premium lenyap sih ok om ..
dengan mengindahkan lawakan berita ini

wa coba bahas ke masalah pendistribusian baik itu BBM , produk produk hasil pertanian perkebunan dan segala tetek bengek pupuk dan obat obatanya yang masih belum sempurna dan belum ada pembuatan infrastruktur baru yang dapat membantu menunjang pendistribusian ke titik titik terjauh , jadi kalau kita lihat pemerintah sekarang ini lebih mengutamakan hasil dibandingkan prasarananya yang dapat membuat hasil yang diinginkan menjadi lebih signifikan, ini sebetulnya tindakan gegabah yang mungkin pada akhirya akan mengundang perlawanan yang lebih besar dari rakyat emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By kalsiddon
dengan mengindahkan lawakan berita ini

wa coba bahas ke masalah pendistribusian baik itu BBM , produk produk hasil pertanian perkebunan dan segala tetek bengek pupuk dan obat obatanya yang masih belum sempurna dan belum ada pembuatan infrastruktur baru yang dapat membantu menunjang pendistribusian ke titik titik terjauh , jadi kalau kita lihat pemerintah sekarang ini lebih mengutamakan hasil dibandingkan prasarananya yang dapat membuat hasil yang diinginkan menjadi lebih signifikan, ini sebetulnya tindakan gegabah yang mungkin pada akhirya akan mengundang perlawanan yang lebih besar dari rakyat emoticon-Smilie


- ini maksudnya apa ya? udah dibaca baik2 berita dan komentar trit nya?
- mengutamakan hasil dibanding prasarana? lah justru pengalihan subsidi sekarang kan untuk bangun infrastruktur .. bangun jalan, pelabuhan, dll ..

fyi; tahun 2014 dana subsidi di APBN nyaris 300 trilyun tapi infrastruktur cuma 130 trilyun; tahun 2015 .. justru kebalikannya ... infrastruktur lebih besar dibandingkan subsidi ..
kata siapa nih inflasi rendah kena di tipu lagi..... noh Tanya ibu ibu di pasar mereka lebih tahu dari pada pemerintah....
Biarkan waktu yg menjawab segalanya.
Apakah dana yg ada benar benar buat bangun infrastruktur negara.
Dah taku korupsi merajalela.
Dibiarkan begitu saja.
Soal penting tak pernah dicari solusinya.
Hajar saja masyarakat bawah.
Mari kitat catat apa aja yg jokowi bicara.
Kita tunggu 5 tahun lagi.
Baru kebukti pembual sejati.
Apa pendekar sejati.
Tapi rasa pesimis merayap didalam hati.
Belum satu tahun duduk dikursi.
Tapi bnyk hal yg mengganjal hati.
Saksikan drama yg terjadi.
Hanya rasa harap bumi pertiwi bisa bangkit lagi.
Quote:Original Posted By rottendinner
kata siapa nih inflasi rendah kena di tipu lagi..... noh Tanya ibu ibu di pasar mereka lebih tahu dari pada pemerintah....


besok2 kita minta BPS untuk minta data dari ibu2 di pasar ..
Dari Bulan November 2014, berapakah dana pengalihan subsidi yang diapatkan oleh pemerintah ? trus dana tersebut dipake buat bangun infrastruktur apa ? Transparansi dulu dong....
Karena pengalihan subsidi BBM itu katanya untuk Infrastruktur, Pendidikan, Kesehatan, kenapa biaya BPJS pemerintah naikkan ? kenapa gak di pindah aja itu duit Pengalihan Subsidi BBM untuk Bayar BPJS Rakyat...
Quote:Original Posted By keputran69
Biarkan waktu yg menjawab segalanya.
Apakah dana yg ada benar benar buat bangun infrastruktur negara.
Dah taku korupsi merajalela.
Dibiarkan begitu saja.
Soal penting tak pernah dicari solusinya.
Hajar saja masyarakat bawah.
Mari kitat catat apa aja yg jokowi bicara.
Kita tunggu 5 tahun lagi.
Baru kebukti pembual sejati.
Apa pendekar sejati.
Tapi rasa pesimis merayap didalam hati.
Belum satu tahun duduk dikursi.
Tapi bnyk hal yg mengganjal hati.
Saksikan drama yg terjadi.
Hanya rasa harap bumi pertiwi bisa bangkit lagi.


.to tweet agan ini puitis bgt... mahir rangkai katak2... (jempol)
Quote:Original Posted By sawungjago2
Dari Bulan November 2014, berapakah dana pengalihan subsidi yang diapatkan oleh pemerintah ? trus dana tersebut dipake buat bangun infrastruktur apa ? Transparansi dulu dong....
Karena pengalihan subsidi BBM itu katanya untuk Infrastruktur, Pendidikan, Kesehatan, kenapa biaya BPJS pemerintah naikkan ? kenapa gak di pindah aja itu duit Pengalihan Subsidi BBM untuk Bayar BPJS Rakyat...


subsidi BBM itu pake kuota. tapi nantinya dihitung berapa realisasinya ..

=============
Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, realisasi subsidi bahan bakar minyak (BBM), elpiji (liquid petroleum gas /LPG), dan bahan bakar nabati (BBN) sepanjang tahun lalu mencapai Rp 240 triliun.

Bambang menuturkan, meskipun ada penurunan harga minyak dunia ditambah dengan kenaikan harga BBM pada November 2014 lalu, namun realisasi subsidinya hanya sedikit di bawah target.

Informasi saja, subsidi BBM, elpiji, dan BBN dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014 sebesar Rp 246,5 triliun.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/01/06/095518226/Realisasi.Subsidi.BBM.2014.Capai.Rp.240.Triliun

ini penghematan 17 trilyun lebih di tahun 2014 ..
http://katadata.co.id/berita/2015/01/05/pemerintah-hemat-rp-175-triliun-dari-subsidi-bbm-2014
dopost ...........
Nah mumpung tsnya cerdas gw pengen tau.. Siapatau dicerahkan..
1.Emang pemerintahan lalu bbm naik dan ribut tapi yg ribut siapa?
2.Jangka panjangnya berapa tahun? 5 tahun? 10 tahun? Pemerintahan yg lalu kan juga begitu. Tapi jangan lupa krisis global 2008. Otomatis menghambat.
3.Ts kalau mau fair ngomongin subsidi sekalian kasi harga minyak dunia dan nilai tukar dollar pemerintahan lalu dan sekarang. Gw gak ngerti itungan2 mafia tetek bengeknya. Cukup kasi harga asli minyak dunia + dollar aja.
4.kasi data kestabilan ekonomi makro mikro indonesia. Gak usah jauh2. Bandingin berapa bulan pemerintahan sekarang dan berapa bulan terakhir pemerintahan sebelumnya.

Oh iya. Menurut gw karakternya presiden sekarang sama sebelumnya juga beda..
Sby gw liat banyak belanja di bidang militernya.
Quote:Original Posted By cezhi
Nah mumpung tsnya cerdas gw pengen tau.. Siapatau dicerahkan..
1.Emang pemerintahan lalu bbm naik dan ribut tapi yg ribut siapa?
2.Jangka panjangnya berapa tahun? 5 tahun? 10 tahun? Pemerintahan yg lalu kan juga begitu. Tapi jangan lupa krisis global 2008. Otomatis menghambat.
3.Ts kalau mau fair ngomongin subsidi sekalian kasi harga minyak dunia dan nilai tukar dollar pemerintahan lalu dan sekarang. Gw gak ngerti itungan2 mafia tetek bengeknya. Cukup kasi harga asli minyak dunia + dollar aja.
4.kasi data kestabilan ekonomi makro mikro indonesia. Gak usah jauh2. Bandingin berapa bulan pemerintahan sekarang dan berapa bulan terakhir pemerintahan sebelumnya.

Oh iya. Menurut gw karakternya presiden sekarang sama sebelumnya juga beda..
Sby gw liat banyak belanja di bidang militernya.


1. isu lama
yang gak setuju itu PDIP, PKS, dan beberapa partai "cari muka" lain; but fyi. koalisi SBY yang dipimpin Demokrat itu menguasai 70% lebih DPR saat itu; jadi gak ada alasan gak bisa menaikkan harga BBM.

2. jangka panjang itu "standarnya" beda .. kalau dalam hal ini tergantung proyek infrastruktur nya .. ada proyek infra yang selesai 4 tahun, ada yang 5 tahun, dlsb .. tapi yang pasti Jokowi JK berani MENYEHATKAN postur APBN kita yang dulunya terlalu berat pada subsidi.

Era SBY juga sudah bagus kok .. infrastrukutur juga sudah jalan .. tapi jika dari dulu sudah berani ambil RESIKO tidak populer, mungkin pembangunan infrastruktur lebih masif lagi ..

dampak krisis 2008, menurut ane kebanyakan di sektor riil ya karena suku bunga kita yang terlalu tinggi .. MUNGKIN itu yang paling berat .. cmiiw

3. kayaknya ini nanti bisa panjang ..
tapi ane setuju sama si Faisal Basri aja .. mending SECARA PERLAHAN-LAHAN Premium itu dihapus dan pake Pertamax saja (Ron 92 ke atas); karena apa? karena negara lain hampir tidak ada lagi yang pake Ron 88; jadi justru sulit nyari data pembandingnya .. kalau Ron 92 ke atas banyak pembandingnya karena banyak negara yang pake ..

4. nah soal kestabilan . justru itu yang ane kritik sama pemerintahan sekarang .. (coba baca komentar ane di atas);
- ane setuju sama visi pemerintahan sekarang, karena baik dalam jangka panjang ..
- tapi HARUSNYA mereka juga memperhatikan kestabilan jangka pendek dan menengah .. yaitu dengan membuat program subsidi tepat sasaran, termasuk di sektor transportasi umum, misalnya subsidi BBM bagi angkutan umum (orang dan barang); jadi tidak ada fluktuasi harga "yang tidak perlu" terjadi di tengah2 masyarkat seperti sekarang ini ..

nah program yang ane bilang di nomor 4 ini, gak gampang .. pelajaran paling bagus itu bisa dilihat di India .. mengkombinasikan antara subsidi dan financial inclusion .. (aadhaar); jadi yang katanya kehebatan Narenrda Modi itu bukan isapan jempol, dan IMHO gak banyak orang yang mengerti hal seperti ini di Indonesia ..

====
tambahan ..
ente jangan salah soal anggaran militer .. Jokowi sudah bahas dengan TNI dan Menhan mengenai anggaran militer .. bisa naik sampai 200 trilyun dalam 2 tahun ke depan .. dan ini dibuat simulasi berdasarkan pertumbuhan ekonomi ..
Quote:Original Posted By bhiineekaa


- ini maksudnya apa ya? udah dibaca baik2 berita dan komentar trit nya?
- mengutamakan hasil dibanding prasarana? lah justru pengalihan subsidi sekarang kan untuk bangun infrastruktur .. bangun jalan, pelabuhan, dll ..

fyi; tahun 2014 dana subsidi di APBN nyaris 300 trilyun tapi infrastruktur cuma 130 trilyun; tahun 2015 .. justru kebalikannya ... infrastruktur lebih besar dibandingkan subsidi ..


nah lu jawab sendiri itu apa yang wa tulis , dengan menambah utang dari LN , dan menggunakan dana haji untuk infrastruktur dan juga menambah segala tetek bengek yang bisa dipajakin , kenapa pemerintah lebih memilih untuk menambah pundi negara dengan mencabut subsidi , kenapa mereka tidak menyediakan dulu prasarana penunjang yang meningkatkan rtaraf hidup rakyatnya baru mengambil hasilnya dengan pajak dan menghapus subsidi tidak tepat guna , tidak kasihan kah lu sama rakyat melihat harga tiket KA yang sampai ada yang naik 500% , tidak kasihankah lu sama rakyat melihat kenaikan bensin 500 rupiah berakibat angkutan umum menambahkan seribu rupiah secara sepihak dari tarifnya lamanya , tidak kasihan kah lu sama rakyat karena infrastruktur yang mendukung pengakomodasian BBM belum diperbaiki , harga BBM di luar pulau jawa tetap mengalami kenaikan dari harga yang ditetapkan pemerintah itupun harganya akan meningkat lagi bila ketersediaan pasokannya kurang?? dan masih banyak hal yang harusnya lu berpihak melihat sisi rakyatnya , inget rakyat indioesia bukan di jakarta saja atau dijawa saja , wa sebagai orang jakarta sih memang anggap angin lalu saja kenaikan BBM tapi di ujung ujung daerah sana , hmmm... tali pinggang ereka mungkin harus dikecilin lagi agar bisa hidup beberapa tahun sampai pemerintah kelar urus infrastruktur yang dapat meningkatkan taraf hidup mereka emoticon-Smilie
Terus ini ekonomi lesu solusinya apa ?
Di thread curhatan para pelaku UKM aja 98% ngga puas sama kinerja Pemerintahan Jokowi dalam menjaga kestabilan dunia usaha

Tunggu tar bulan mei di saat buruh2 demo minta kenaikan UMR lagi disaat itulah makin banyak pabrik tumbang
Quote:Original Posted By sawungjago2
Dari Bulan November 2014, berapakah dana pengalihan subsidi yang diapatkan oleh pemerintah ? trus dana tersebut dipake buat bangun infrastruktur apa ? Transparansi dulu dong....
Karena pengalihan subsidi BBM itu katanya untuk Infrastruktur, Pendidikan, Kesehatan, kenapa biaya BPJS pemerintah naikkan ? kenapa gak di pindah aja itu duit Pengalihan Subsidi BBM untuk Bayar BPJS Rakyat...


nah gw setuju nih, ini baru tepat sasaran, permasalahannya sekarang ini masih banyak pasien yang ditolak rumah sakit gegara pake bpjs, alasannya gak ada kamar, klasik banget.
berarti kan pengalihan subsidinya belum transparan, jangan2 buat subsidi partai sama beli mobil baru buat pejabat, emoticon-thumbdown
Quote:Original Posted By bhiineekaa


1. isu lama
yang gak setuju itu PDIP, PKS, dan beberapa partai "cari muka" lain; but fyi. koalisi SBY yang dipimpin Demokrat itu menguasai 70% lebih DPR saat itu; jadi gak ada alasan gak bisa menaikkan harga BBM.

2. jangka panjang itu "standarnya" beda .. kalau dalam hal ini tergantung proyek infrastruktur nya .. ada proyek infra yang selesai 4 tahun, ada yang 5 tahun, dlsb .. tapi yang pasti Jokowi JK berani MENYEHATKAN postur APBN kita yang dulunya terlalu berat pada subsidi.

Era SBY juga sudah bagus kok .. infrastrukutur juga sudah jalan .. tapi jika dari dulu sudah berani ambil RESIKO tidak populer, mungkin pembangunan infrastruktur lebih masif lagi ..

dampak krisis 2008, menurut ane kebanyakan di sektor riil ya karena suku bunga kita yang terlalu tinggi .. MUNGKIN itu yang paling berat .. cmiiw

3. kayaknya ini nanti bisa panjang ..
tapi ane setuju sama si Faisal Basri aja .. mending SECARA PERLAHAN-LAHAN Premium itu dihapus dan pake Pertamax saja (Ron 92 ke atas); karena apa? karena negara lain hampir tidak ada lagi yang pake Ron 88; jadi justru sulit nyari data pembandingnya .. kalau Ron 92 ke atas banyak pembandingnya karena banyak negara yang pake ..

4. nah soal kestabilan . justru itu yang ane kritik sama pemerintahan sekarang .. (coba baca komentar ane di atas);
- ane setuju sama visi pemerintahan sekarang, karena baik dalam jangka panjang ..
- tapi HARUSNYA mereka juga memperhatikan kestabilan jangka pendek dan menengah .. yaitu dengan membuat program subsidi tepat sasaran, termasuk di sektor transportasi umum, misalnya subsidi BBM bagi angkutan umum (orang dan barang); jadi tidak ada fluktuasi harga "yang tidak perlu" terjadi di tengah2 masyarkat seperti sekarang ini ..

nah program yang ane bilang di nomor 4 ini, gak gampang .. pelajaran paling bagus itu bisa dilihat di India .. mengkombinasikan antara subsidi dan financial inclusion .. (aadhaar); jadi yang katanya kehebatan Narenrda Modi itu bukan isapan jempol, dan IMHO gak banyak orang yang mengerti hal seperti ini di Indonesia ..

====
tambahan ..
ente jangan salah soal anggaran militer .. Jokowi sudah bahas dengan TNI dan Menhan mengenai anggaran militer .. bisa naik sampai 200 trilyun dalam 2 tahun ke depan .. dan ini dibuat simulasi berdasarkan pertumbuhan ekonomi ..


1.Itu karna dimusyawarahkan di dpr.. Di masyarakat gejolaknya sedikit.. emoticon-Smilie
2,3,4. Setuju sama ts. Tapi kira2 kalau dibilang pemerintah sekarang kurang "pintar" dalam mengelola ekonomi setuju gak?

Memang bener adanya...
Kadang niat baik saja tidak cukup emoticon-Big Grin

----
Masalah militer waw.. Semoga bener ya.. emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By ademinkaskus
Terus ini ekonomi lesu solusinya apa ?
Di thread curhatan para pelaku UKM aja 98% ngga puas sama kinerja Pemerintahan Jokowi dalam menjaga kestabilan dunia usaha

Tunggu tar bulan mei di saat buruh2 demo minta kenaikan UMR lagi disaat itulah makin banyak pabrik tumbang


baca di kalimat komentar TS nya
dia ada kasih kritikan kok buat pemerintah skrang

at least bukan tipe die hard yang cuman bisa komen soal Rokok dan naik 500 doank ribut