alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/551ea115d89b09732f8b4568/media-pemerintah-pt-li-memaksakan-diri-lsi-qnbl-2015-berpotensi-rusuh
(Media Pemerintah) PT LI Memaksakan Diri, LSI (QNBL) 2015 Berpotensi Rusuh
Quote: PT LI Memaksakan Diri, LSI (QNBL) 2015 Berpotensi Rusuh
Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mendesak PSSI dan PT Liga Indonesia (LI) untuk mematuhi berbagai hasil verifikasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Salah satunya tetap melarang Arema Cronus Indonesia dan Persebaya tampil di Liga Super Indonesia (LSI) 2015 karena terkendala urusan legalitas.

Jika desakan ini tak diindahkan, Kemenpora mengancam tidak akan mengizinkan pihak kepolisian untuk mengamankan laga tersebut.

Dalam rilis yang dikeluarkan pada Jumat 3 April, Kemenpora setuju kick off LSI 2015 digelar pada Sabtu 4 April. Namun, putusan tersebut harus disertai sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh PT LI selaku operator kompetisi. klik di sini.

Berdasarkan rekomendasi BOPI yang juga ditandantangani Menpora Imam Nahrawi, dua klub raksasa LSI, Arema Indonesia dan Persebaya Surabaya harus terima tersingkir dari LSI. Mereka diklaim gagal menyelesaikan janji untuk menyelesaikan masalah legalitas klub yang masih membelit hingga saat ini.

"Kemenpora mendesak PSSI dan PT Liga Indonesia untuk mematuhi hasil verifikasi BOPI. Seandainya memaksakan diri dengan menyertakan 18 klub (meski sesungguhnya hanya 16 klub yang lolos verifikasi), dapat dipastikan pertandingan yang menyertakan dua klub yang tidak direkomendasikan BOPI baik home maupun away tidak akan mendapatkan izin dari Badan Intelkam Mabes Polri. Jika PSSI dan PT Liga Indonesia memaksakan diri, dikhawatirkan akan menimbulkan benturan di lapangan," tulis rilis Kemenpora, Jumat (3/4/2015).

Diakhir rilis disebutkan, keputusan Kemenpora ini tidak semata-mata dibuat secara sepihak. Mereka mengklaim, peraturan FIFA, AFC dan PSSI menjadi dasar dibuatnya desakan ini.

Putusan Kemenpora berpotensi menimbulkan polemik. Pasalnya, PT. LI dan PSSI hingga kini masih belum menerima hasil verifikasi dari BOPI. Kabarnya, mereka tetap bersikukuh untuk menggelar LSI dengan diikuti 18 tim. Termasuk Arema dan Persebaya. (kemenpora.go.id)
HIL


Quote: Putusan Final Kemenpora: Kick-off LSI 4 April, Dua Klub Tetap Dicoret
Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) selaku otoritas olahraga tertinggi di Indonesia akhirnya memberikan restu kepada PT Liga Indonesia (LI) untuk menggelar Liga Super Indonesia (LSI) 2015 pada Sabtu 4 April.

Meski sudah memberikan izin, bukan berarti kisruh antara PT LI, Kemenpora, dengan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) selesai. Masalahnya, Kemenpora hanya memperbolehkan LSI diikuti oleh 16 klub. Bukan 18 seperti yang diinginkan PT LI.

Seperti yang tertuang dalam rilis Kemenpora, Jumat 3 April. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi akhirnya menandatangani surat tembusan BOPI yang isinya adalah rekomendasi penyelenggaraan kick off LSI tanggal 4 April 2015.

Inti surat rekomendasi itu menyebutkan, LSI sepakat di gelar 4 April 2015 dan jumlah peserta dipangkas menjadi 16 klub. Kemudian, mengenai faktor keamanan, ketertiban, keselamatan, dan penegakan disiplin dan profesionalisme masih tetap ditekankan BOPI hingga LSI berakhir.

Kemenpora masih tegas untuk melarang Arema Indonesia dan Persebaya Surabaya, untuk tidak ikut serta di LSI 2015 seperti hasil rekomendasi BOPI. Arema dan Persebaya dicoret karena dianggap belum menyelesaikan masalah legalitas.

Sementara itu, bagi lima klub lain yang sebelumnya di beratkan BOPI akhirnya diperbolehkan mengikuti LSI. Mereka diberikan kelonggaran waktu untuk menyelesaikan masalah pajak hingga bergulirnya putaran pertama. Jika toleransi ini masih tidak diindahkan, tentu ada sanksi-sanski baru yang akan mereka terima.

"Kepada 5 (lima) klub yang belum sepenuhnya menyelesaikan kewajiban perpajakan mereka, yaitu Mitra Kutai Kertanegara, Persela Lamongan, Gresik United, Pelita Bandung Raya dan Perseru Serui wajib menyelesaikannya paling lambat pada akhir putaran pertama," tulis rilis Kemenpora.

Dalam rilis tersebut, Kemenpora juga menegaskan pertandingan Arema dan Persebaya tidak akan mendapatkan izin dari Badan Intelkam Mabes Polri ketika menggelar laga kandang maupun tandang. Artinya jika PSSI dan PT LI memaksakan diri, potensi terjadi ketidaknyamanan selama pertandingan sangat besar karena berlangsung tanpa adanya keamanan dari kepolisian.

“Sehubungan dengan itu, kami mohon Saudara (pihak kepolisian) untuk tetap membantu koordinasi bersama BOPI, sehingga hanya 16 klub peserta Kompetisi Liga Super Indonesia 2015. Sedangkan dua klub lainnya, yaitu Persebaya dan Arema tidak diberikan rekomendasi untuk mengikuti kompetisi LSI 2015. Masih ada beberapa persyaratan wajib yang tidak bisa dipenuhi kedua klub hingga batas akhir penyerahan dokumen persyaratan pada tanggal 31 Maret 2015".
HIL



sumur1

sumur2


kok berbau bau pemerintah vs golkar yaa????
semoga ngga deh maju terus sepak bola indonesia emoticon-I Love Indonesia (S)
Sebenarnya ngapain juga pemerintah ngurus bola sepak, masih banyak cabor lain yg butuh perhatian.
Apa enaknya nonton bola indonesia ?
Pemainnya kecil2, nendang bola kek nendang batu. Kalo ada pemain gede, palingan impor.
Bolanya mantul2 di lapangan, jadi pemain suka ngasi umpan panjang...lah badan kecil kok main umpan atas.
Ga begitu berbeda dgn permainan bola kampung, congor didepan kaki, otak ketinggalan di loker.
Wibawa wasit tidak ada artinya.
Kalo udah hujan, wew.
Pendekatan sains ? wew...pokoknya tendang dulu, pikirkan belakangan.

Selain semangat penonton dilapangan, ane ga ngerasa ada sesuatu yg menarik dari bola indonesia...apapun labelnya, mau ISL, timnas...

obQuote:Original Posted By mock32
Sebenarnya ngapain juga pemerintah ngurus bola sepak, masih banyak cabor lain yg butuh perhatian.


walau nihil prestasi agan tau sendiri peminat sepak bola indonesia
jadi kalo pemerintah ikut campur tangan kesannya
you know lah emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By mock32
Sebenarnya ngapain juga pemerintah ngurus bola sepak, masih banyak cabor lain yg butuh perhatian.


krn sepakbola lahan becek gan.. duitnya kenceng.. makanya direbutin..
Pengalihan isu kah? emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By gemamoch


krn sepak bola lahan becek gan.. makanya direbutin..


Gak dicampuri pemerintah saja udah ribut apalagi pemerintah ikut campur. Apapun alasannya fifa tegas menolak campur tangan pemerintah dan ujungnya sanksi.
Quote:Original Posted By mang.jebot
Apa enaknya nonton bola indonesia ?
Pemainnya kecil2, nendang bola kek nendang batu. Kalo ada pemain gede, palingan impor.
Bolanya mantul2 di lapangan, jadi pemain suka ngasi umpan panjang...lah badan kecil kok main umpan atas.
Ga begitu berbeda dgn permainan bola kampung, congor didepan kaki, otak ketinggalan di loker.
Wibawa wasit tidak ada artinya.
Kalo udah hujan, wew.
Pendekatan sains ? wew...pokoknya tendang dulu, pikirkan belakangan.

Selain semangat penonton dilapangan, ane ga ngerasa ada sesuatu yg menarik dari bola indonesia...apapun labelnya, mau ISL, timnas...



selera masing masing orang beda gan emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By mock32
Sebenarnya ngapain juga pemerintah ngurus bola sepak, masih banyak cabor lain yg butuh perhatian.


betul gak usah diurus
mending ditegasin saja, siapa siapa yang bertanggung jawab atas penggelapan pajak pemain, penghasilan club. harus ditangkap, diproses secara hukum. mentang2 dibawah FIFA terus gak mau bayar pajak.
kasihan UKM yang kembang kempis harus bayar pajak.
club yang kaya segitu malah gak bayar pajak, malah sering malak pemda untuk jadi sponsor, suporternya sering ngerusak fasum yang dibiayai dari pajak.
hentikan pengistimewaan club bola. samakan dengan PT yang lain
Quote:Original Posted By djesta87
Pengalihan isu kah? emoticon-Ngakak

isu apa gan? emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By mock32


Gak dicampuri pemerintah saja udah ribut apalagi pemerintah ikut campur. Apapun alasannya fifa tegas menolak campur tangan pemerintah dan ujungnya sanksi.


kalo kena sanksi ya syukur deh emoticon-Ngakak

Quote:Original Posted By gringsing1


betul gak usah diurus
mending ditegasin saja, siapa siapa yang bertanggung jawab atas penggelapan pajak pemain, penghasilan club. harus ditangkap, diproses secara hukum. mentang2 dibawah FIFA terus gak mau bayar pajak.
kasihan UKM yang kembang kempis harus bayar pajak.
club yang kaya segitu malah gak bayar pajak, malah sering malak pemda untuk jadi sponsor, suporternya sering ngerusak fasum yang dibiayai dari pajak.
hentikan pengistimewaan club bola. samakan dengan PT yang lain


nah ini ane setuju emoticon-thumbsup

Sebaiknya pemerintah main kalem aja jgn keliatan terlalu bernafsu gitu. Tau-tau perintahin polri buat tarik izinnya udah pasti kalang kabut tuh pssi. Toh yg diputer puter sama PSSI cuman tunduk sama Statutol FIFA dan tidak mau diatur oleh pemerintah, jadi buat apa juga negara memfasilitasi lembaga yg ngotot tidak mau mematuhi norma hukum yg berlaku di sebuah negara emoticon-Recommended Seller
Quote:Original Posted By mang.jebot
Apa enaknya nonton bola indonesia ?
Pemainnya kecil2, nendang bola kek nendang batu. Kalo ada pemain gede, palingan impor.
Bolanya mantul2 di lapangan, jadi pemain suka ngasi umpan panjang...lah badan kecil kok main umpan atas.
Ga begitu berbeda dgn permainan bola kampung, congor didepan kaki, otak ketinggalan di loker.
Wibawa wasit tidak ada artinya.
Kalo udah hujan, wew.
Pendekatan sains ? wew...pokoknya tendang dulu, pikirkan belakangan.

Selain semangat penonton dilapangan, ane ga ngerasa ada sesuatu yg menarik dari bola indonesia...apapun labelnya, mau ISL, timnas...



Iya gan, anak2 berprestasi diusia muda (kompetisi danone) begitu masuk sepak bola pro Indonesia permainan jadi kompetisi tingkat kampung tampang doank yg sdh kayak baloteli emoticon-Bingung
Quote:Original Posted By gringsing1


betul gak usah diurus
mending ditegasin saja, siapa siapa yang bertanggung jawab atas penggelapan pajak pemain, penghasilan club. harus ditangkap, diproses secara hukum. mentang2 dibawah FIFA terus gak mau bayar pajak.
kasihan UKM yang kembang kempis harus bayar pajak.
club yang kaya segitu malah gak bayar pajak, malah sering malak pemda untuk jadi sponsor, suporternya sering ngerusak fasum yang dibiayai dari pajak.
hentikan pengistimewaan club bola. samakan dengan PT yang lain


Saban tahun atau saban periode kemenpora dibentuk rasanya cuma ngurusin sepak bola ja, udah dilepasin aja biar mereka sendiri yg kelola, menpora harusnya mulai perhatikan cabor pendulang emas, bulu tangkis, angkat berat, silat, dayung yg itu semua sudah jelas bikin lagu indonesia raya dinyanyikan di luar negeri ketimbang ngurus sepak bola melalui tangan2 tak kasat mata.
Quote:Original Posted By aufaderman

isu apa gan? emoticon-Malu (S)


kalo kena sanksi ya syukur deh emoticon-Ngakak



Kalo kena sanksi mah saya gak bisa nonton lg. . . .
Quote:Original Posted By dwibi
Sebaiknya pemerintah main kalem aja jgn keliatan terlalu bernafsu gitu. Tau-tau perintahin polri buat tarik izinnya udah pasti kalang kabut tuh pssi. Toh yg diputer puter sama PSSI cuman tunduk sama Statutol FIFA dan tidak mau diatur oleh pemerintah, jadi buat apa juga negara memfasilitasi lembaga yg ngotot tidak mau mematuhi norma hukum yg berlaku di sebuah negara emoticon-Recommended Seller


nah masalahnya disini pemerintah terlalu bermain peran dalam kasus ini tapi belum ada tindakan tegas yg dilakukan. jadi timbul pertanyaan apakah pemerintah juga memiliki agenda khusus dalam kasus ini??
Sepak bola itu milik viva emoticon-Embarrassment

Jadi suka-suka merekalah emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By aufaderman


nah masalahnya disini pemerintah terlalu bermain peran dalam kasus ini tapi belum ada tindakan tegas yg dilakukan. jadi timbul pertanyaan apakah pemerintah juga memiliki agenda khusus dalam kasus ini??


Agendanya mau peretelin mainannya dagumen satu per satu sih keliatannya emoticon-Malu
Quote:Original Posted By mock32


Saban tahun atau saban periode kemenpora dibentuk rasanya cuma ngurusin sepak bola ja, udah dilepasin aja biar mereka sendiri yg kelola, menpora harusnya mulai perhatikan cabor pendulang emas, bulu tangkis, angkat berat, silat, dayung yg itu semua sudah jelas bikin lagu indonesia raya dinyanyikan di luar negeri ketimbang ngurus sepak bola melalui tangan2 tak kasat mata.


harusnya seh gtoe, kalo gw jadi menpora, semua fasilitas yg di minta cabor berprestasi bakalan gw kasi, Sepak Bola mah tnp pemerintah ikut campur, mereka dah bisa idup sendiri. tau ndiri nilai sponsor PSSI n sponsor klub.


yg gw tangkep seh menpora cma mau keliatan kerja ngurusin sepak bola.
cok jokd*** kie sue tenanan

bodo amat dah ama LI emoticon-Cape d... (S) emoticon-Cape d... (S)