alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/551d6c69a09a3984398b456b/kenaikan-bbm-buat-beli-mobil-pejabat-maunya-apa-jokowi
Kenaikan BBM buat Beli Mobil Pejabat? Maunya Apa, Jokowi!
JAKARTA - Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi kembali melempar kritik seputar kebijakan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang terkesan semakin tidak pro-rakyat.

“Pemerintahan ini tak henti-hentinya mem-provokasi rakyat dengan berbagai kebijakannya yang tidak merakyat. Kenaikan BBM, listrik, gas dan kereta api sudah sangat membebani rakyat. Sekarang malah menambah fasilitas uang bagi para pejabat untuk membeli kendaraan. Ini provokasi namanya, ini menyakitkan hati rakyat. Maunya apa Jokowi (pemerintahan) ini!!” kata Uchok, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (2/4).

Dikatakan Uchok, sangat tidak tepat jika Jokowi mengalokasikan subsidi yang tadinya dinikmati rakyat, kepada para pejabat yang sudah banyak menikmati kemewahan. Meski dikabarkan banyak melakukan blusukan, menurut Uchok, jelas sekali Jokowi tidak memetik pelajaran apapun dari blusukan.

“Untuk apa dia blusukan kesana kemari kalau Jokowi tidak memetik pelajaran apapun dari blusukannya. Jokowi cuma menikmati pencitraan lewat blusukan, tanpa paham makna dari blusukan yang dia lakukan. Makin banyak blusukan, makin tidak paham Jokowi bahwa beban hidup rakyat makin susah. Jokowi jelas sama sekali tidak punya empati,” tegasnya.

Belakangan, Uchok memang vokal menyorot pemerintahan. Atas aksinya ini, cemoohan mulai berdatangan. Namun Uchok tak peduli. Dia menegaskan pendukung hanya bisa mencemooh tapi tidak bisa menghadirkan fakta.

“Mereka kan cuma bisa meledek, tapi buta melihat fakta-fakta yang ada. Jelas kenaikan BBM, listrik, gas dan tarif kereta api membebani rakyat. Kemana larinya subsidi yang dicabut Jokowi? Sekarang baru kelihatan kan bahwa rakyat dibikin susah, pejabat dibuat tambah enak,” imbuhnya.

Uchok mengungkap, saat ini para pejabat mendapat suntikan lagi berupa anggaran untuk fasilitas uang muka membeli kendaraan perorangan, dimana sesuai peraturan presiden No.39 tahun 2015, untuk setiap pejabat negara akan mendapat sebesar Rp210 juta perorang.

“Uang muka pembelian mobil pejabat perorangan ini, terlalu mahal dan mewah bila dibandingkan pada peraturan presiden No. 68 tahun 2010, dimana setiap pejabat negara hanya dapat untuk pembelian mobil ini sebesar Rp116 juta, dan kenaikan sebesar Rp94.2 juta perorang,” ungkapnya.

Dari catatan di atas, Centre For Budget Analysis CBA melihat adanya kenaikan yang fantastis; fasilitas uang muka untuk pembelian mobil tahun 2015 sebesar Rp210 juta, sedangkan fasilitas kredit pada tahun 2006 hanya sebesar Rp70 juta.
“Artinya, pertumbuhan kenaikan uang muka untuk membeli mobil pejabat dari tahun 2006 – 2010 hanya sebesar Rp46.6 juta perorang. Sedangkan pertumbuhan dari tahun 2010 – 2015 kenaikan sampai Rp94.2 juta perorang,” jelasnya.

Pejabat negara pada zamannya presiden Jokowi lanjut dia, cukup enak, dan dimanjakan sekali. Karena, kalau penjabat negara pada masa tahun 2006-2010, bentuk bantuan untuk membeli mobil, negara hanya membantu berupa beban bunga untuk membeli mobil tersebut. Tapi, pejabat negara era Jokowi mendapat bantuan berupa fasilitas uang muka mobil.

“Jadi, sudah ditebak, kenaikan BBM oleh Menteri ESDM, uangnya kemungkinan hanya untuk membeli mobil pejabat saja, dan kalau ada 100 pejabat mendapat fasilitas uang muka, minimal negara harus mengeluarkan sebesar Rp21 miliar dari kenaikan harga BBM ini,” pungkasnya.
- See more at: http://fajar.co.id/headline/2015/04/...zR7.dpufsumber http://m.jpnn.com/news.php?id=295767&page=2

koment ts .... kira kira mau apa yah ???? mau bikin sensasi kali ,
Kalo aja tritnya lebih rapi ane yakin banyak nastak yg singgah disini ....
tadi beritanya ada di tv o. sempat denger dikit pendapatnya si ucok ama politikus senayan dari pdip yang menolak. tapi ane yakin, politikus senayan bakal dengan senang hati dan kompak menerimanya emoticon-Embarrassment
210 jt bwat Dp,Mending tuh para anggota dikasih Mobil LCGC aja / mobil esemka yang dulu dibangga-banggain tapi skarang nasibnya tenggelam..
Tuli tuli jokowi sudah tuli.
Saatnya cek dokter THT siapa tau bisa sembuh.
itu maunya pejabat gan, jokowi mah nggak mungkin begitu..dia pahlawan rakyat (alam gaib) emoticon-Kiss (S)
Kebijakan pro rakyat






Asuuuw ... emoticon-Traveller
hanya ingin bilang fuck...
sejak jd presiden... jokowi udh mulai 'budeg' & 'rabun'. kenapa y? ane ga nyangka dia berubah secepat itu. mulai 'penuaan dini'.
Masih nunggu panastak dungu goblok idiot nongol, mana ya, hewan satu ini sangat langka sekarang
Congrats buat yang udah dibegoin tukang mebel
Kenaikan BBM buat Beli Mobil Pejabat? Maunya Apa, Jokowi!
Quote:Original Posted By mang.jebot
Kalo aja tritnya lebih rapi ane yakin banyak nastak yg singgah disini ....


terimakasih atas sarannya, teritnya udah ane rapikan
Mantap walau diserang nastak die hard tak gentar kritik pemerintahemoticon-Belo


Klo kata nastak nyinyirin pemerintahemoticon-norose
wait2....
coba dijelasin
Lu nanya maunya apa?

Ya mau dilengserin.
provQuote:Original Posted By taht4ternod4
JAKARTA - Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi kembali melempar kritik seputar kebijakan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang terkesan semakin tidak pro-rakyat.

“Pemerintahan ini tak henti-hentinya mem-provokasi rakyat dengan berbagai kebijakannya yang tidak merakyat. Kenaikan BBM, listrik, gas dan kereta api sudah sangat membebani rakyat. Sekarang malah menambah fasilitas uang bagi para pejabat untuk membeli kendaraan. Ini provokasi namanya, ini menyakitkan hati rakyat. Maunya apa Jokowi (pemerintahan) ini!!” kata Uchok, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (2/4).

Dikatakan Uchok, sangat tidak tepat jika Jokowi mengalokasikan subsidi yang tadinya dinikmati rakyat, kepada para pejabat yang sudah banyak menikmati kemewahan. Meski dikabarkan banyak melakukan blusukan, menurut Uchok, jelas sekali Jokowi tidak memetik pelajaran apapun dari blusukan.

“Untuk apa dia blusukan kesana kemari kalau Jokowi tidak memetik pelajaran apapun dari blusukannya. Jokowi cuma menikmati pencitraan lewat blusukan, tanpa paham makna dari blusukan yang dia lakukan. Makin banyak blusukan, makin tidak paham Jokowi bahwa beban hidup rakyat makin susah. Jokowi jelas sama sekali tidak punya empati,” tegasnya.

Belakangan, Uchok memang vokal menyorot pemerintahan. Atas aksinya ini, cemoohan mulai berdatangan. Namun Uchok tak peduli. Dia menegaskan pendukung hanya bisa mencemooh tapi tidak bisa menghadirkan fakta.

“Mereka kan cuma bisa meledek, tapi buta melihat fakta-fakta yang ada. Jelas kenaikan BBM, listrik, gas dan tarif kereta api membebani rakyat. Kemana larinya subsidi yang dicabut Jokowi? Sekarang baru kelihatan kan bahwa rakyat dibikin susah, pejabat dibuat tambah enak,” imbuhnya.

Uchok mengungkap, saat ini para pejabat mendapat suntikan lagi berupa anggaran untuk fasilitas uang muka membeli kendaraan perorangan, dimana sesuai peraturan presiden No.39 tahun 2015, untuk setiap pejabat negara akan mendapat sebesar Rp210 juta perorang.

“Uang muka pembelian mobil pejabat perorangan ini, terlalu mahal dan mewah bila dibandingkan pada peraturan presiden No. 68 tahun 2010, dimana setiap pejabat negara hanya dapat untuk pembelian mobil ini sebesar Rp116 juta, dan kenaikan sebesar Rp94.2 juta perorang,” ungkapnya.

Dari catatan di atas, Centre For Budget Analysis CBA melihat adanya kenaikan yang fantastis; fasilitas uang muka untuk pembelian mobil tahun 2015 sebesar Rp210 juta, sedangkan fasilitas kredit pada tahun 2006 hanya sebesar Rp70 juta.
“Artinya, pertumbuhan kenaikan uang muka untuk membeli mobil pejabat dari tahun 2006 – 2010 hanya sebesar Rp46.6 juta perorang. Sedangkan pertumbuhan dari tahun 2010 – 2015 kenaikan sampai Rp94.2 juta perorang,” jelasnya.

Pejabat negara pada zamannya presiden Jokowi lanjut dia, cukup enak, dan dimanjakan sekali. Karena, kalau penjabat negara pada masa tahun 2006-2010, bentuk bantuan untuk membeli mobil, negara hanya membantu berupa beban bunga untuk membeli mobil tersebut. Tapi, pejabat negara era Jokowi mendapat bantuan berupa fasilitas uang muka mobil.

“Jadi, sudah ditebak, kenaikan BBM oleh Menteri ESDM, uangnya kemungkinan hanya untuk membeli mobil pejabat saja, dan kalau ada 100 pejabat mendapat fasilitas uang muka, minimal negara harus mengeluarkan sebesar Rp21 miliar dari kenaikan harga BBM ini,” pungkasnya.
- See more at: http://fajar.co.id/headline/2015/04/...zR7.dpufsumber http://m.jpnn.com/news.php?id=295767&page=2

koment ts .... kira kira mau apa yah ???? mau bikin sensasi kali ,


Quote:Original Posted By mang.jebot
Kalo aja tritnya lebih rapi ane yakin banyak nastak yg singgah disini ....


Quote:Original Posted By ombagus111
tadi beritanya ada di tv o. sempat denger dikit pendapatnya si ucok ama politikus senayan dari pdip yang menolak. tapi ane yakin, politikus senayan bakal dengan senang hati dan kompak menerimanya emoticon-Embarrassment


Quote:Original Posted By uchouv
210 jt bwat Dp,Mending tuh para anggota dikasih Mobil LCGC aja / mobil esemka yang dulu dibangga-banggain tapi skarang nasibnya tenggelam..


Quote:Original Posted By goocroft
ane bantu sundul gan emoticon-Sundulemoticon-Sundulemoticon-Sundul


Quote:Original Posted By keputran69
Tuli tuli jokowi sudah tuli.
Saatnya cek dokter THT siapa tau bisa sembuh.


Quote:Original Posted By importirmurah
itu maunya pejabat gan, jokowi mah nggak mungkin begitu..dia pahlawan rakyat (alam gaib) emoticon-Kiss (S)


Quote:Original Posted By bowochor98
Kebijakan pro rakyat






Asuuuw ... emoticon-Traveller


Quote:Original Posted By moleh999
hanya ingin bilang fuck...


Quote:Original Posted By khiaih
sejak jd presiden... jokowi udh mulai 'budeg' & 'rabun'. kenapa y? ane ga nyangka dia berubah secepat itu. mulai 'penuaan dini'.


Quote:Original Posted By wotmaknyus
Masih nunggu panastak dungu goblok idiot nongol, mana ya, hewan satu ini sangat langka sekarang


Quote:Original Posted By john_doe
Congrats buat yang udah dibegoin tukang mebel
Kenaikan BBM buat Beli Mobil Pejabat? Maunya Apa, Jokowi!


Quote:Original Posted By taht4ternod4


terimakasih atas sarannya, teritnya udah ane rapikan


Quote:Original Posted By AnakPantek
Lu nanya maunya apa?

Ya mau dilengserin.



VIVA.co.id - Sekretaris Kabinet, Andi Widjajanto, mengatakan penambahan uang muka kendaraan pribadi untuk pejabat-pejabat negara adalah permintaan Dewan Perwakilan Rakyat.

"Surat ketua DPR tentang permintaan uang muka diterima 5 Januari 2015. Kami proses di bulan Februari. Lalu pertengahan mendapat persetujuan Menteri Keuangan," jelas Andi di Istana Negara Jakarta, Kamis 2 April 2015.


Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 68 tahun 2010 tentang Pemberian Fasilitas Uang Muka bagi Pejabat Negara untuk Pembelian Kendaraan Perorangan mengatur besarannya sejumlah Rp116,65 juta.

Namun, kata Andi, DPR pada 2015 meminta ditambah menjadi Rp250 juta. Setelah dikaji oleh Kementerian Kuangan, maka yang diterima adalah Rp210,89 juta. Jumlah itu diperkuat melalui Perpres Nomor 39 tahun 2015.

"Itu proses yang dilakukan biasanya memang masa tugas baru dari anggota DPR. Ini memang usulannya ketua DPR," kata Andi.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan seluruh anggota DPR akan diberikan uang itu.
"ASU" tu ja kata yang cocok, thread sebeleah jg di hapus padahal da brita yg bahas efek perekonomian
Quote:Original Posted By wotmaknyus
Masih nunggu panastak dungu goblok idiot nongol, mana ya, hewan satu ini sangat langka sekarang


langka?
coba liyat 1000 postingan trakir saia...
xixixixi...
Quote:Original Posted By ErnestoGuevara.
prov




























VIVA.co.id - Sekretaris Kabinet, Andi Widjajanto, mengatakan penambahan uang muka kendaraan pribadi untuk pejabat-pejabat negara adalah permintaan Dewan Perwakilan Rakyat.

"Surat ketua DPR tentang permintaan uang muka diterima 5 Januari 2015. Kami proses di bulan Februari. Lalu pertengahan mendapat persetujuan Menteri Keuangan," jelas Andi di Istana Negara Jakarta, Kamis 2 April 2015.


Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 68 tahun 2010 tentang Pemberian Fasilitas Uang Muka bagi Pejabat Negara untuk Pembelian Kendaraan Perorangan mengatur besarannya sejumlah Rp116,65 juta.

Namun, kata Andi, DPR pada 2015 meminta ditambah menjadi Rp250 juta. Setelah dikaji oleh Kementerian Kuangan, maka yang diterima adalah Rp210,89 juta. Jumlah itu diperkuat melalui Perpres Nomor 39 tahun 2015.

"Itu proses yang dilakukan biasanya memang masa tugas baru dari anggota DPR. Ini memang usulannya ketua DPR," kata Andi.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan seluruh anggota DPR akan diberikan uang itu.



kenapa langsung dikabulkan emoticon-Betty (S)
Quote:Original Posted By matt.gaper



kenapa langsung dikabulkan emoticon-Betty (S)


ndak tau...