alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/551d2e660f8b469a2c8b456e/deputi-luhut-lebih-sangar-dari-wantimpres-dibalik-penunjukan-lima-deputi-luhut-bp
[Deputi Luhut Lebih Sangar Dari Wantimpres] Dibalik Penunjukan Lima Deputi Luhut B.P.
JAKARTA, KOMPAS.com — Empat dari lima deputi ditambah dengan dua staf khusus resmi dilantik dan mulai memperkuat Kantor Staf Kepresidenan. Seusai pelantikan, Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan pun membanggakan timnya itu sebagai "tim tangguh".

Dia menganggap tim ini tangguh karena diisi oleh mereka yang benar-benar pakar di bidangnya. Beberapa di antaranya bahkan ilmunya dipakai oleh Gedung Putih hingga Uni Eropa dan sudah tinggal puluhan tahun di luar negeri, tetapi memutuskan kembali ke Tanah Air.

Yanuar bikin Jokowi terpincut


Cerita Luhut soal timnya ini dimulai dari Yanuar Nugroho yang kini menjadi Deputi II Bidang Pengelolaan dan Kajian Program Prioritas. Yanuar diperkenalkan Luhut sebagai seorang ahli ekonomi inovasi yang memiliki sederet prestasi.

"Beliau sampai sekarang ini profesor di Manchester, UK (Inggris), dan masih visiting professor (pengajar tamu) di sana, masih meluluskan Phd. Dia pernah kerja di Uni Eropa, susun tentang program-program Uni Eropa. Sekarang bantu Presiden untuk dapat lihat program di Bappenas sehingga bisa berjalan dengan bagus," tutur Luhut.

Luhut mengaku nama Yanuar awalnya diminta oleh Presiden Jokowi, yang mengaku terkesima dengan sederet prestasi yang dimiliki pria itu. Luhut awalnya tidak serta-merta percaya dengan penilaian Presiden, tetapi pernyataan Presiden membuatnya penasaran untuk menelisik lebih jauh akan sosok Yanuar.

"Presiden bilang ke saya, 'Pak Luhut itu di sana ada yang hebat banget, namanya Yanuar.' Saya juga antara ingat dan tidak. Saya cari curriculum vitae-nya, loh ini hebat banget ternyata," kata Luhut.

Mantan perwira TNI dengan pangkat terakhir Jenderal Kehormatan itu pun menuturkan, dia takjub akan penghargaan beasiswa yang diterima Yanuar, yakni "Hallsworth Fellowship Award". Penghargaan itu adalah salah satu penghargaan internasional bergengsi di bidang ekonomi dan politik di Inggris.

Yanuar juga menjadi orang Asia pertama yang menerima penghargaan tersebut. "Setelah saya bertemu, saya lihat, wah paten juga ini orang," ujar Luhut.

Darmawan Prasojo, analis Gedung Putih

Luhut kemudian memperkenalkan Darmawan Prasojo, yang menjadi Deputi I Bidang Monitoring dan Evaluasi. Darmo, demikian Darmawan disapa, disebut Luhut sebagai salah satu anak muda yang bisa mendapat predikat "rising star".

"Dia pernah bekerja di Gedung Putih, pernah kerja di kantor senator (John) Kerry. Ini rising star anak muda," ucap Luhut.

Meski terbilang muda, Darmo dianggap memiliki analisis yang tajam di bidang ekonomi energi. Selama dua puluh tahun merantau di Amerika Serikat, Darmo pun kembali ke Tanah Air.

Dipilihnya Darmo ini, sebut Luhut, diakuinya karena ada kedekatan hubungan. Luhut pun berseloroh bahwa pemilihan Darmo sedikit KKN.

"Memang ada KKN sedikit karena dulu ayahnya adalah instruktur saya di akademi militer. Pas saya ketemu dia, wah ini orang boleh juga. Saya lihat CV-nya paten juga," kata Luhut.

Purbaya, pembisik ekonomi Jokowi


Purbaya Yudhi Sadewa menjadi Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis yang juga dilantik hari ini oleh Luhut. Luhut mengaku tahu tentang Purbaya dari seorang temannya.

"Katanya orang hebat. Saya ingin tahu juga hebatnya seperti apa," tutur Luhut.

Saat bertemu, Purbaya pun memaparkan data-data yang dimilikinya. Hasilnya, sebut Luhut, sangat akurat. Maka dari itu, Luhut mengaku sering mengajak Purbaya dalam pertemuan dengan World Bank dan International Monetary Fund (IMF).

Selain itu, Purbaya yang diketahui menjadi staf khusus mantan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, juga pernah membantu Jokowi selama pelaksanaan pemilihan presiden.

"Selama kampanye Pak Jokowi, dia yang mem-brief Pak Jokowi, dan Pak Jokowi sangat puas dengan Pak Purbaya," ucap dia.

Purbaya adalah lulusan Institut Pertanian Bogor yang mengambil gelar doktornya di bidang makro-ekonomi. Dia dikenal sebagai Kepala Danareksa Research Institute.

Eko Sulistyo, kepercayaan Jokowi


Nama lainnya yang memperkuat Kantor Staf Kepresidenan adalah Eko Sulistyo yang menjadi Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi. Luhut menyebutkan bahwa dipilihnya Eko tak lepas dari kepercayaan Presiden Joko Widodo.

"Pak Eko selalu bantu kegiatan Pak Jokowi dari waktu kegiatan di Solo sampai sekarang ini," ujar Luhut.

Eko pernah menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum Solo. Setelah tak lagi menjadi anggota KPU, Eko kemudian membantu Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta dan kemudian Presiden. Eko juga dipercaya sebagai salah satu orang yang menentukan lokasi blusukan yang menjadi hobi Jokowi itu.

Brigjen Andogo, eks Danrem Solo

Deputi V yang menangani bidang analisis data dan informasi strategis dipegang oleh Brigjen Andogo Wiradi. Andogo pernah menjadi Kasdam I Bukit Barisan dan akhirnya dimutasi menjadi tenaga ahli Pengkaji Bidang Geografi Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas).

Pelantikan Andogo ini masih belum dilakukan. Menurut Luhut, masih ada persoalan administrasi yang harus diselesaikan. Namun, Luhut menceritakan bahwa dirinya sudah mengenal Andogo sejak lama.

"Ini adalah jenderal yang dari kecil bersama saya di Kopassus dan pernah juga di DOM (Daerah Operasi Militer) di Timor Timur, Aceh, Papua," ucap dia.

Andogo menuturkan, awalnya Luhut menyerahkan empat nama kepada Presiden. "Pak Jokowi kemudian bilang Pak Andogo saja. Kebetulan saya pernah menjadi Danrem di Solo saat beliau jadi Wali Kota," ucap Andogo.

Program prioritas

Dengan diperkuat kelima deputi ini, Luhut yakin timnya akan bisa membantu program-program prioritas yang dicanangkan pemerintah. Terlebih lagi, sebut dia, sudah ada dua staf khusus yang membantunya dalam berbagai kegiatan.

Dua staf khusus yang juga dilantik hari ini adalah Lambock V Nahattands (mantan Sekretaris Mensesneg Sudi Silalahi) dan Atmadji Sumarkidjo (mantan jurnalis).

sumber

harusnya yg begini ini jadi wantimpres, apa yg di wantim cuma pajangan doang dan yg didenger deputinya Luhut.
hanya Tuhan yg tauemoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By EconomicHitman
JAKARTA, KOMPAS.com — Empat dari lima deputi ditambah dengan dua staf khusus resmi dilantik dan mulai memperkuat Kantor Staf Kepresidenan. Seusai pelantikan, Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan pun membanggakan timnya itu sebagai "tim tangguh".

Dia menganggap tim ini tangguh karena diisi oleh mereka yang benar-benar pakar di bidangnya. Beberapa di antaranya bahkan ilmunya dipakai oleh Gedung Putih hingga Uni Eropa dan sudah tinggal puluhan tahun di luar negeri, tetapi memutuskan kembali ke Tanah Air.

Yanuar bikin Jokowi terpincut


Cerita Luhut soal timnya ini dimulai dari Yanuar Nugroho yang kini menjadi Deputi II Bidang Pengelolaan dan Kajian Program Prioritas. Yanuar diperkenalkan Luhut sebagai seorang ahli ekonomi inovasi yang memiliki sederet prestasi.

"Beliau sampai sekarang ini profesor di Manchester, UK (Inggris), dan masih visiting professor (pengajar tamu) di sana, masih meluluskan Phd. Dia pernah kerja di Uni Eropa, susun tentang program-program Uni Eropa. Sekarang bantu Presiden untuk dapat lihat program di Bappenas sehingga bisa berjalan dengan bagus," tutur Luhut.

Luhut mengaku nama Yanuar awalnya diminta oleh Presiden Jokowi, yang mengaku terkesima dengan sederet prestasi yang dimiliki pria itu. Luhut awalnya tidak serta-merta percaya dengan penilaian Presiden, tetapi pernyataan Presiden membuatnya penasaran untuk menelisik lebih jauh akan sosok Yanuar.

"Presiden bilang ke saya, 'Pak Luhut itu di sana ada yang hebat banget, namanya Yanuar.' Saya juga antara ingat dan tidak. Saya cari curriculum vitae-nya, loh ini hebat banget ternyata," kata Luhut.

Mantan perwira TNI dengan pangkat terakhir Jenderal Kehormatan itu pun menuturkan, dia takjub akan penghargaan beasiswa yang diterima Yanuar, yakni "Hallsworth Fellowship Award". Penghargaan itu adalah salah satu penghargaan internasional bergengsi di bidang ekonomi dan politik di Inggris.

Yanuar juga menjadi orang Asia pertama yang menerima penghargaan tersebut. "Setelah saya bertemu, saya lihat, wah paten juga ini orang," ujar Luhut.

Darmawan Prasojo, analis Gedung Putih

Luhut kemudian memperkenalkan Darmawan Prasojo, yang menjadi Deputi I Bidang Monitoring dan Evaluasi. Darmo, demikian Darmawan disapa, disebut Luhut sebagai salah satu anak muda yang bisa mendapat predikat "rising star".

"Dia pernah bekerja di Gedung Putih, pernah kerja di kantor senator (John) Kerry. Ini rising star anak muda," ucap Luhut.

Meski terbilang muda, Darmo dianggap memiliki analisis yang tajam di bidang ekonomi energi. Selama dua puluh tahun merantau di Amerika Serikat, Darmo pun kembali ke Tanah Air.

Dipilihnya Darmo ini, sebut Luhut, diakuinya karena ada kedekatan hubungan. Luhut pun berseloroh bahwa pemilihan Darmo sedikit KKN.

"Memang ada KKN sedikit karena dulu ayahnya adalah instruktur saya di akademi militer. Pas saya ketemu dia, wah ini orang boleh juga. Saya lihat CV-nya paten juga," kata Luhut.

Purbaya, pembisik ekonomi Jokowi


Purbaya Yudhi Sadewa menjadi Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis yang juga dilantik hari ini oleh Luhut. Luhut mengaku tahu tentang Purbaya dari seorang temannya.

"Katanya orang hebat. Saya ingin tahu juga hebatnya seperti apa," tutur Luhut.

Saat bertemu, Purbaya pun memaparkan data-data yang dimilikinya. Hasilnya, sebut Luhut, sangat akurat. Maka dari itu, Luhut mengaku sering mengajak Purbaya dalam pertemuan dengan World Bank dan International Monetary Fund (IMF).

Selain itu, Purbaya yang diketahui menjadi staf khusus mantan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, juga pernah membantu Jokowi selama pelaksanaan pemilihan presiden.

"Selama kampanye Pak Jokowi, dia yang mem-brief Pak Jokowi, dan Pak Jokowi sangat puas dengan Pak Purbaya," ucap dia.

Purbaya adalah lulusan Institut Pertanian Bogor yang mengambil gelar doktornya di bidang makro-ekonomi. Dia dikenal sebagai Kepala Danareksa Research Institute.

Eko Sulistyo, kepercayaan Jokowi


Nama lainnya yang memperkuat Kantor Staf Kepresidenan adalah Eko Sulistyo yang menjadi Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi. Luhut menyebutkan bahwa dipilihnya Eko tak lepas dari kepercayaan Presiden Joko Widodo.

"Pak Eko selalu bantu kegiatan Pak Jokowi dari waktu kegiatan di Solo sampai sekarang ini," ujar Luhut.

Eko pernah menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum Solo. Setelah tak lagi menjadi anggota KPU, Eko kemudian membantu Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta dan kemudian Presiden. Eko juga dipercaya sebagai salah satu orang yang menentukan lokasi blusukan yang menjadi hobi Jokowi itu.

Brigjen Andogo, eks Danrem Solo

Deputi V yang menangani bidang analisis data dan informasi strategis dipegang oleh Brigjen Andogo Wiradi. Andogo pernah menjadi Kasdam I Bukit Barisan dan akhirnya dimutasi menjadi tenaga ahli Pengkaji Bidang Geografi Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas).

Pelantikan Andogo ini masih belum dilakukan. Menurut Luhut, masih ada persoalan administrasi yang harus diselesaikan. Namun, Luhut menceritakan bahwa dirinya sudah mengenal Andogo sejak lama.

"Ini adalah jenderal yang dari kecil bersama saya di Kopassus dan pernah juga di DOM (Daerah Operasi Militer) di Timor Timur, Aceh, Papua," ucap dia.

Andogo menuturkan, awalnya Luhut menyerahkan empat nama kepada Presiden. "Pak Jokowi kemudian bilang Pak Andogo saja. Kebetulan saya pernah menjadi Danrem di Solo saat beliau jadi Wali Kota," ucap Andogo.

Program prioritas

Dengan diperkuat kelima deputi ini, Luhut yakin timnya akan bisa membantu program-program prioritas yang dicanangkan pemerintah. Terlebih lagi, sebut dia, sudah ada dua staf khusus yang membantunya dalam berbagai kegiatan.

Dua staf khusus yang juga dilantik hari ini adalah Lambock V Nahattands (mantan Sekretaris Mensesneg Sudi Silalahi) dan Atmadji Sumarkidjo (mantan jurnalis).

sumber

harusnya yg begini ini jadi wantimpres, apa yg di wantim cuma pajangan doang dan yg didenger deputinya Luhut.
hanya Tuhan yg tauemoticon-Malu (S)


Tuhan aja bingung gan apa yg selama ini di piikiran si jokowi emoticon-Hammer2
dan hasilnya .... uang muka mobil pejabat naik

luar biasa memang
Yah, mudah2an bneran bagus dan bsa mengimbangi kedogolan sbagian menteri2nya..
e nganu eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee

wayang di cat warna mentereng tapi tetep saja gak bergerak atas kemauan sendiri

gak bisa nganu sendiri
btr lagi ada teriak konstipasi wahyudi, mamarika, mas onis, dan remason ni...
Quote:Original Posted By jatafest.junior
btr lagi ada teriak konstipasi wahyudi, mamarika, mas onis, dan remason ni...

Mabok kecubung bray
Ente kan yg teriak emoticon-Gila


Kalau memang hebat kenapa nggak mereka aja yg jadi mentri..
Gantiin mentri2 jokowi sekarang yang dongok2..
Masak yg lebih kompeten cuma jadi bagian monitoring..
liat kerjanya dulu kale emoticon-Cape deeehh
Ane makin bingung nih presiden kita siapa ya
Jokowi
Mega
Atau Luhut
Mungkin nastak ada yg bisa menjelaskan emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By kooji
e nganu eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee

wayang di cat warna mentereng tapi tetep saja gak bergerak atas kemauan sendiri

gak bisa nganu sendiri

super sekaliemoticon-thumbsup
Quote:Original Posted By duralube
dan hasilnya .... uang muka mobil pejabat naik

luar biasa memang


yg minta katanya Ketua DPR, setya novanto
dpt kursi juga purbaya, lgi musimnya pengamat yg sukses giring opini publik di tv dukung jokowi dapat jatah

emoticon-Sorry
sekumpulan orang2 hebat tapi negara mangkin ancur...emoticon-Bingung (S)
kalau sekelas pengamat dan komentator mah semua juga jago emoticon-Bingung (S)
Anak buah menteri utama setingkat menteri kah??

emoticon-Ngakak:
hebat apanya ?
apa pernah jadi cover majalah TIME ?
maaf ni ye, sekedar kehawatiran pribadi ane aja ini mah... (jangan terlalu dianggep) emoticon-Big Grin

terfikir ga gan kalo suatu hari nanti negeri kita tercinta ini dijajah oleh warganya sendiri?!

#melawantakut emoticon-Big Grin
luhut ini cara joko menjauh dr megatron dah brewok ya.. deputi2 nya malah lebih sangar drpd mentri nya
Bener2 sangar.
liat hasilnya aja..
dah bosen dengan pejabat jadi sales.. emoticon-Big Grin