alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Penjelasan Rina Aditya Sartika soal Pengadaan Buku di Dinas Pendidikan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/551d0a9b507410b26f8b4568/penjelasan-rina-aditya-sartika-soal-pengadaan-buku-di-dinas-pendidikan

Penjelasan Rina Aditya Sartika soal Pengadaan Buku di Dinas Pendidikan

Kamis, 2 April 2015

Penjelasan Anak Alex Usman soal Pengadaan Buku Didanai APBD DKI

Penjelasan Rina Aditya Sartika soal Pengadaan Buku di Dinas Pendidikan
(foto Rina Aditya Sartika di Gedung DPRD DKI Jakarta)

Penjelasan Rina Aditya Sartika soal Pengadaan Buku di Dinas Pendidikan
(foto Anaknya Alex Usman saat masih jadi Caleg Gerindra
dari Dapil 10 DKI Jakarta, April 2014 lalu)


¤¤¤
¤

JAKARTA, - Wakil Ketua DPRD DKI
Mohamad Taufik mengaku
sudah berbicara dengan Rina Aditya Sartika, anggota DPRD DKI dari Fraksi Partai Gerindra.

Pembicaraan itu terkait dengan
kasus mark up pengadaan buku yang diduga dilakukan oleh Rina.


"Gue udah tanya betul-betul, 'lu posisinya di mana di masalah ini?' Dia jelasin, terus gue pikir masuk logika juga," ujar Taufik di gedung DPRD DKI, Rabu (1/4/2015).

¤

Menurut Taufik, Rina telah menjelaskan sejauh apa keterlibatannya. Dia mengatakan
dalam pengajuan yang dilakukan kepada Pemerintah Provinsi DKI, tidak mungkin dilakukan oleh perorangan melainkan harus
melalui perusahaan.

Dalam kasus Rina, kata Taufik, Rina telah menyerahkan hak cipta kepada suatu perusahaan.
Perusahaan itu lah yang secara
kebetulan merekomendasikan kepada Pemprov DKI.


Taufik mengatakan, Rina tidak tahu menahu siapa saja pihak yang membeli bukunya.
Sebagai pencipta buku, Rina hanya menerima hak-haknya saja.
"Misalnya saya mau jual buku ke perusahaan nih,
perusahaan mau beli 50. Dijual-lah itu buku ke perusahaan. Terus logikanya, enggak mungkin perseorangan ada di APBD. Harus
perusahaan," ujar Taufik.

Taufik pun mengatakan, dibelinya buku Rina merupakan
sebuah kebetulan saja.
Menurut dia, tidak ada kaitan antara pengadaan buku Rina dengan jabatan ayah Rina, Alex Usman, yang kini menjadi
tersangka kasus tindak korupsi pengadaan uninterruptible power supply (UPS).


"Jadi kebetulan aja bukunya Bu Rina. Kalau buku yang lain (yang masuk pengadaan) ya mungkin aja," ujar Taufik.


¤

Rina diduga terlibat masalah pengadaan buku yang telah diterbitkan dan pengadaannya menggunakan pos anggaran
Dinas Pendidikan di APBD DKI 2014.
Buku tersebut adalah "Dari Kampoeng Hingga Metropolitan", "Batavia Era Kolonial Hingga
Jokowi",
"Jakarta Dulu Rawa Sekarang Pencakar Langit", "Dari Delman Menuju MRT", "Perempuan Betawi Menyusui", dan "Urban Batavia Urban Jakarta".

Berdasarkan dokumen APBD 2014,
anggaran pengadaan buku itu terbilang fantastis.
Buku Dari "Delman Menuju MRT"
dianggarkan untuk siswa SD, SMP, SMA, dan SMK.
Untuk siswa SD, anggarannya Rp 830 juta; alokasi untuk SMP senilai Rp 600 juta; untuk siswa SMA sebesar Rp 500 juta;
dan untuk siswa SMK sebesar Rp 500 juta.

¤

Sementara anggaran buku "Urban Batavia Urban Jakarta" senilai Rp 500 juta.
Buku "Jakarta Dulu Rawa Sekarang Pencakar Langit" untuk siswa SMA dan SMK sebesar Rp 500 juta
serta buku "Batavia Era Kolonial
Hingga Jokowi" senilai Rp 500 juta.

~
=====000=====


Penulis: Jessi Carina
Editor: Ana Shofiana Syatiri

emoticon-Hot News emoticon-Hot News





emoticon-Cool
ternyata semua hanya
SERBA KEBETULAN, bray.....
Diubah oleh wowo.jonggrang
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
masih ada gitu "kebetulan" emoticon-Big Grin

kurang meyakinkan ah..
intinya kebetulan,...


tapi kok nyambung banget...
Srempett..
emoticon-MarahRina ini dah bolos berhari-hari semenjak bokapnya diperiksa sampai ditetapkan sebagai tersangka, gini juga masih ditoleransi. Kalau di perusahaan, bolos lebih 3 hari sudah dipanggil atasan dan SDM utk beri keterangan yg bisa berujung SP atau dipecat. DPRD beretika dan profesional??? Cuih!


Kamis, 12 Maret 2015 - 23:50 wib
BK Toleransi Ketidakhadiran Rina di DPRD DKI



JAKARTA - Semenjak Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dikmenti Sudin Jakarta Barat, Alex Usman menjadi saksi dalam kasus pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS), anggota Komisi B DPRD DKI, Rina Aditya Sardika tidak pernah terlihat di Gedung DPRD DKI Jakarta.


Rina merupakan putri kandung Alex Usman. Selain sebagai politikus dari Partai Gerindra, dia juga merupakan seorang pengusaha dengan membawahi banyak perusahaan. Diantaranya, Harian Terbit, PT Four A dan PT Quatech yang bergerak di bidang alat teknologi serta alat peraga pendidikan yang berbasis pada teknologi terbaru untuk kemajuan dunia pendidikan. Sementara, satu perusahaan lainnya ada PT Asri Cahaya Gemilang.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Badan kehormatan (BK) DPRD DKI, Ongen Sangadji mengatakan, sebagai manusia biasa dirinya memahami ketidakhadiran Rina di kantor DPRD DKI. Pasalnya kasus yang menimpa sang ayah bukanlah perkara yang ringan, terlebih saat ini, kasus pengadaan UPS disinyalir sebagai pengalihan isu dibalik kekisruhan APBD DKI 2015 palsu yang dikirim ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) oleh Pemprov DKI.

"Kita harus pahami psikologi seseorang. Dia itu anak perempuan yang pasti terpukul dengar kasus tersebut," kata Ongen di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (13/3/2014).

Dengan demikian, pihaknya belum berencana memberikan sanksi apapun terkait ketidakhadiran Rina.

"Kami belum akan memanggilnya. Kami juga tidak tahu apa alasanya beliau tidak masuk. Pastinya kita punya toleransilah," pungkasnya.

Code:
http://news.okezone.com/read/2015/03/12/338/1117841/bk-toleransi-ketidakhadiran-rina-di-dprd-dki?utm_source=sso&okezone_id=OKZ-0015493
namanya jg hidup di negeri kebetulan
Quote:


kebetulan yg jadi jubir nya; M TopPig
emoticon-Ngakak
napi koruptor bermuka babi klarifikasi emoticon-Belo

dikasi berapa persen pig? emoticon-Big Grin

ada plus2nya jg nih kayanya.. bohay pisan emoticon-Betty (S) emoticon-Betty (S)
kebetulan aja..
apa dibetul betulin...


emoticon-Matabelo
Kebetulan yg sungguh kebetulan.
Badan ama komuk kek emoticon-babi

emoticon-Shutup

emoticon-Ngacir
ini mah bukan orangnya yg ngemeng
kebetulan yah.... jangan2 cuman cocoklogi
emmm jadi gituuuuuu





nunggu drama lanjutan
Quote:


kebetulan neng Rina cuma curhat nya ama si toppig doang

.....sampe saat ini emoticon-Ngakak


dan kebetulan, pengacara komjen BG ini juga udah masuk bui
emoticon-Ngakak (S)
Penjelasan Rina Aditya Sartika soal Pengadaan Buku di Dinas Pendidikan


Penjelasan Rina Aditya Sartika soal Pengadaan Buku di Dinas Pendidikan
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Diubah oleh wowo.jonggrang
1) Kalo buruh wanita bolos berhari-hari karena terganggu psikologisnya ketika ayahnya ditahan atas tuduhan mencopet, dimaklumi juga nggak?

2) Kebetulan, mbak Rina penulis (buku lainnya apa aja ya?) merangkap anggota DPRD ini dapat proyek penulisan buku nggak penting dari pembiayaan APBD Dinas Pendidikan waktu ayahnya menjabat Kepala Dinas Pendidikan. Kebetulan, lho.

3) Oh, afiliasi ke Harian Terbit (HanTer) toh...
Diubah oleh nofairytale
Oh Jadi Ini Bisa Dsebut Kebetulan Yang Sangat Janggal Sekali emoticon-Cool
"pengalihan isu" kata dhewan yang terhormat
" kebetulan " kata dhewan yg terhormat.


link:
http://www.youtube.com/watch?v=JffySGhm5pE

anggota DPRD DKI yg belum menyerahkan laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN) ke KPK ini juga punya akun fesbuk
https://www.facebook.com/rina.aditya.96

langsung ke TKP ...............emoticon-Ngacir2
Diubah oleh wowo.jonggrang
sepintas kek puisi ni trit
lawak emoticon-Malu
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di