alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
|Warisannya Moh. Nuh| Buku Pelajaran SMA Berisi Ajaran Garis Keras Ditarik
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/551ce2fa582b2e2c5a8b4577/warisannya-moh-nuh-buku-pelajaran-sma-berisi-ajaran-garis-keras-ditarik

|Warisannya Moh. Nuh| Buku Pelajaran SMA Berisi Ajaran Garis Keras Ditarik

Buku Pelajaran SMA Berisi Ajaran Garis Keras Ditarik
Rabu, 1 April 2015 | 17:55 WIB

|Warisannya Moh. Nuh| Buku Pelajaran SMA Berisi Ajaran Garis Keras Ditarik

kompas.com/ syahrul munir Sejumlah siswa SMAN 2 Ungaran menunjukkan konten radikal pada buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA kelas XI


UNGARAN, KOMPAS.com - Kabid SMA/SMK Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Semarang, Taufikurrahman, mengatakan pihaknya bersama Kemenag Kabupaten Semarang sudah menelaah buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas XI yang memuat ajaran garis keras dan menginstruksikan agar buku panduan guru maupun siswa untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti itu ditarik sementara.

"Hasil telaah akan kita sampaikan ke Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk direvisi. Sementara kami sudah minta agar materi tersebut jangan disampaikan," kata Taufik, Rabu (1/4/2015).

Selain menarik sementara buku berbau ajaran radikalisme itu, Dinas P dan K juga akan mengumpulkan seluruh guru agama se Kabupaten Semarang untuk membahas masalah tersebut.

"Insyaallah hari Senin kita akan kumpulkan guru-guru agama," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Mas'ud Ridwan, mendesak Bupati Semarang menginstruksikan segera menarik Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang masih beredar di sekolah.

Dia heran mengenai lambannya pemerintah daerah menyikapi hal itu, mengingat ketentuan tersebut sudah lama dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan.

"Sejauh ini tidak ada sikap tegas dari pemerintah. Paling tidak ada instruksi dari Bupati untuk mengambil atau menarik buku," katanya.

Sebagai wakil rakyat, dirinya tidak ingin muncul embrio terorisme atau orang yang sengaja dididik dalam rangka melakukan aksi yang mengatasnamakan Islam garis keras atau radikal di Kabupaten Semarang.

Sebelumnya dikabarkan, ribuan eksemplar buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas XI yang memuat ajaran garis keras masih beredar di Kabupaten Semarang, seperti di SMAN 1 dan SMAN 2 Ungaran. Buku panduan Kurikulum 2013 itu bahkan sudah berada di tangan para siswa.

Code:
http://regional.kompas.com/read/2015/04/01/17555571/Buku.Pelajaran.SMA.Berisi.Ajaran.Garis.Keras.Ditarik


emoticon-MarahDaerah lain kapan ditarik nih???


Kamis, 02/04/2015 11:23 WIB
Buku Agama Diduga Berisi Paham Radikal Beredar di Sekolah SMA Situbondo
Ghazali Dasuqi - detikNews

|Warisannya Moh. Nuh| Buku Pelajaran SMA Berisi Ajaran Garis Keras Ditarik

Situbondo - Buku pendidikan Agama dan Budi Pekerti diduga memuat paham radikalisme, beredar di sekolah setingkat SMA di Situbondo. Buku yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu, menjadi salah satu referensi pelajaran Agama untuk kurikulum tahun 2013.

Indikasi adanya paham radikal dalam buku tersebut, karena juga memuat salah satu paham yang memperbolehkan membunuh siapapun, selain yang menyembah Allah.

Beredarnya buku tersebut, kini mengundang keresahan banyak pihak. Salah satunya, MUI Situbondo yang mendesak agar buku-buku tersebut segera ditarik. Sebab dinilai sangat membahayakan. Apalagi diajarkan terhadap siswa yang belum memiliki ilmu agama yang cukup luas.

"Paham itu tidak pantas diajarkan di Indonesia. Karena itu, kami secara resmi akan berkirim surat ke pemerintah, agar buku-buku itu segera ditarik," kata Ketua MUI Situbondo, KH Saiful Muhyi, Kamis (2/4/2015).

Keterangan yang diperoleh detikcom, buku pendidikan Agama dan Budi Pekerti itu kini tersebar di sekolah-sekolah setingkat SMA di Situbondo. Tiap sekolah konon menerima buku tersebut sebanyak jumlah siswa yang akan diajarkan.

SMAN 1 Panarukan misalnya, menerima buku tersebut sebanyak 370 eksemplar. Meski tidak diberikan kepada para siswa, namun pihak sekolah mengizinkan siswanya membaca buku itu di ruang perpustakaan.

"Buku itu hanya salah satu referensi dari K-13 saja. Sedangkan yang diajarkan guru pengajarnya, itu ada buku panduan tersendiri. Salah satunya hasil men-download di internet," kata Farida, Humas SMAN 1 Panarukan.

Meski begitu, Farida menolak mengomentari lebih jauh beredarnya buku-buku tersebut. Sebab, buku-buku pendidikan Agama dan Budi Pekerti itu juga digunakan oleh sekolah lain. Namun Farida memastikan, jika pelajaran agama yang diajakan di sekolahnya belum sampai pada materi, yang diduga memuat paham radikal pada halaman 170 dalam buku tersebut.

"Langsung tanya ke diknas saja. Yang jelas, sampai sekarang belum ada instruksi penarikan buku itu. Kalau diinstruksikan menarik, ya akan kami tarik," pungkas Farida.

Code:
http://news.detik.com/surabaya/read/2015/04/02/111630/2876711/475/buku-agama-diduga-berisi-paham-radikal-beredar-di-sekolah-sma-situbondo



Minggu, 29 Maret 2015 | 04:08 WIB
Buku Agama yang Bolehkan Pembunuhan Masih Beredar



TEMPO.CO, Bandung - Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang membolehkan pembunuhan kepada orang non-muslim masih beredar di Bandung. Seorang guru SMAN 9 Bandung, Iwan Hermawan, menemukan buku yang ramai dibicarakan itu dalam sebuah kardus di sekolahnya. Dinas Pendidikan Kota Bandung meminta semua kepala SMA sederajat memeriksa dan melarang pengajarannya ke siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima perintah penarikan buku agama untuk siswa kelas XI SMA sederajat dari pemerintah atau Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Belum ada keputusan dari pemerintah untuk (buku) ditarik," katanya, Sabtu, 28 Maret 2015. Hari ini ia mendapat laporan soal temuan buku agama itu dari guru SMAN 9 Bandung.

Dinas setelah mendapat laporan langsung menyebarkan pesan ke grup kepala sekolah untuk memeriksa buku itu di sekolah masing-masing. Pada halaman 170 khususnya, Elih minta materinya tidak diajarkan. "Respon kepala sekolah, ada yang sudah dan belum sampai halaman itu," ujarnya.

Pekan lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan sudah menginstruksikan jajarannya untuk menarik semua buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas X dan XI SMA di seluruh Indonesia.

Langkah itu itu dilakukannya setelah ditemukan bahwa konten buku itu banyak yang tidak sesuai untuk anak-anak sebagai bahan ajar. "Kami akan mengkaji ulang isi buku itu," kata Anies di Kementerian, Jumat, 20 Maret 2015.

Seorang guru SMAN 9 Bandung, Iwan Hermawan mengatakan, ia berinisiatif memeriksa keberadaan buku agama itu di sekolahnya karena sedang ramai diperbincangkan. Di gudang sekolah ia menemukan dus berisi buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang masih utuh.

"Sekolah kami mendapat 440 buku itu untuk siswa," ujarnya kepada Tempo, Sabtu, 28 Maret 2015. Pelajar kelas XI di sekolah itu belum memakainya karena sekolah masih menggunakan buku agama dari penerbit buku lain.

Menurut Iwan, ajaran membunuh bagi siswa pada buku itu berasal dari pendapat Muhammad bin Abdul Wahab. "Yang boleh dan harus disembah hanyalah Allah SWT, dan orang yang menyembah selain Allah SWT telah menjadi musyrik dan boleh dibunuh," katanya. Ia meminta Dinas Pendidikan menarik semua buku itu dari sekolah.

Code:
http://www.tempo.co/read/news/2015/03/29/058653688/Buku-Agama-yang-Bolehkan-Pembunuhan-Masih-Beredar




Buku Agama Diduga Berpaham Radikal Ditemukan di Bandung
By Okan Firdaus
on 01 Apr 2015 at 02:05 WIB

|Warisannya Moh. Nuh| Buku Pelajaran SMA Berisi Ajaran Garis Keras Ditarik

Forum Guru dan Orangtua Siswa Jawa Barat mendatangi MUI Jabar terkait dugaan buku berpaham radikal. (Liputan6.com/Okan Firdaus)

Liputan6.com, Bandung Setelah ditemukan dan dilaporkan di beberapa kota, Forum Guru dan Orangtua Siswa Jawa Barat mendatangi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar terkait buku pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Budaya Republik Indonesia.

Buku yang ditujukan bagi pelajar SMA, SMK, MA dan MAK kelas XI ini berisi ajaran Islam yang diduga mengandung paham radikal.

Salah satu perwakilan forum guru dan orang tua siswa Jawa Barat, Iwan Hermawan mengatakan ada beberapa poin yang dilaporkan kepada MUI Jabar terkait buku tersebut terutama pada halaman 170.

Pertama, dalam buku tersebut disebutkan bahwa bagi siapa yang tidak menyembah Allah boleh dibunuh. Kedua menyebut nama nabi sebagai perantara dalam doa itu syirik dan terakhir dilarang mempelajari ilmu pengetahuan dan hanya diperbolehkan belajar dari Alquran dan hadis.

"Kami mengadukan buku dengan paham radikal karena jelas berbahaya dan akan berdampak intoleransi bagi umat beragama," kata Iwan saat ditemui di Kantor MUI Jabar, Jalan Riau, Kota Bandung, Selasa (31/3/2015).

Ia menambahkan, buku tersebut telah tersebar di seluruh sekolah dengan menggunakan Kurikulum 2013, namun belum digunakan oleh para murid dan guru.

"Belum dipergunakan. Setelah masa belajar tahun sekarang, baru kita kaji sebelum digunakan, namun ditemukan banyak kesalahan terutama paham radikalisme," tutur dia.

Iwan menegaskan dengan ditemukannya buku ini terbukti Kemendikbud mengerjakan proyek ini secara tergesa-gesa dan tanpa melibatkan ahli agama dalam penerapan ilmu Islam.

Untuk itu pihaknya menuntut agar Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan turun tangan dalam masalah ini. Terutama, menginstruksikan dinas terkait untuk menarik buku pelajaran tersebut dari sekolah.

"Kita juga meminta segera bentuk tim penilai buku paket, buku pengayaan dan buku referensi di tingkat provinsi, kota/kabupaten yang diberikan kewenangan menelaah semua buku agar tidak terjadi hal serupa," pungkas Iwan Hermawan. (Ans)

Code:
http://news.liputan6.com/read/2202705/buku-agama-diduga-berpaham-radikal-ditemukan-di-bandung



emoticon-MarahJangan cuma ditarik saja, selidiki siapa penulisnya dan segera dibawa temuan ini ke BNPT sekalian saja. Terbukti makin ketahuan kacaunya kurikulum 2013 yg dibanggakan Nuh si kacungnya KEBO.
Urutan Terlama
Radikal ? Apa nya radikal ? emoticon-Ngakak

Isi yang dituduh radikalpun ngak jelas. emoticon-Ngakak

Tunjukin dulu isi yang dimaksut radikal itu seperti apa ?

Justru ts lah yang radikal karna asal menuduh radikal emoticon-Ngakak

Menurut Iwan, ajaran membunuh bagi siswa pada
buku itu berasal dari pendapat Muhammad bin Abdul Wahab. "Yang boleh dan harus disembah hanyalah Allah SWT, dan orang yang menyembah selain Allah SWT telah menjadi musyrik dan boleh dibunuh," katanya. Ia meminta Dinas Pendidikan menarik semua buku itu dari sekolah.


Si iwan kagak pernah buka Al Quran kali ya atau si iwan emang kafir jadi ngak tau emoticon-Ngakak


QS. At-Taubah : 29
ﻗﺎﺗﻠﻮﺍ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻻ ﻳﺆﻣﻨﻮﻥ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﻻ ﺑﺎﻟﻴﻮﻡ ﺍﻵﺧﺮ ﻭﻻ ﻳﺤﺮﻣﻮﻥ ﻣﺎ
ﺣﺮﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﻭﻻ ﻳﺪﻳﻨﻮﻥ ﺩﻳﻦ ﺍﻟﺤﻖ ﻣﻦ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺃﻭﺗﻮﺍ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ
ﺣﺘﻰ ﻳﻌﻄﻮﺍ ﺍﻟﺠﺰﻳﺔ ﻋﻦ ﻳﺪ ﻭﻫﻢ ﺻﺎﻏﺮﻭﻥ

“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk”.

QS. At-Taubah : 123

ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﻗﺎﺗﻠﻮﺍ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﻠﻮﻧﻜﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭ ﻭﻟﻴﺠﺪﻭﺍ ﻓﻴﻜﻢ
ﻏﻠﻈﺔ ﻭﺍﻋﻠﻤﻮﺍ ﺃﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻊ ﺍﻟﻤﺘﻘﻴﻦ

”Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang orang
yang bertakwa”.




Berarti Al Quran diseluruh Indonesia musti dimusnahkan dan dibakar, karna isinya radikal emoticon-Ngakak



Ngaku islam di ktp islam tapi justru phobia sama islam sendiri emoticon-Ngakak

Asli anak cucuk abdullah bin ubay bin salul nih mereka emoticon-Ngakak
Diubah oleh .bp
Yang Jual Buku Sir KEBEYE...Apa guru-guru kagak periksa emoticon-Bingung (S)
Dtanya ke penerbitnya
Selidiki emoticon-Embarrassment
Hajaaar. Waspada laten wahabi
emoticon-MarahKontroversi kurikulum 2013 lainnya:


Kurikulum 2013
Mendikbud Bolehkan Materi Pacaran Sehat di Buku Penjaskes
Minggu, 12 Oktober 2014 12:07 WIB

|Warisannya Moh. Nuh| Buku Pelajaran SMA Berisi Ajaran Garis Keras Ditarik


WARTA KOTA, CIAWI - Beberapa hari lalu, masyarakat dihebohkan dengan isi materi dalam salah satu buku paket kurikulum 2013 mata pelajaran Penjaskes kelas XI yang isinya mengenai pacaran sehat.

Menanggapi kehebohan masyarakat yang salah satunya beredar di media sosial itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, memberikan klarifikasinya.

"Tim penyusun buku, menyertakan materi tersebut karena berangkat dari realitas di masyarakat kita. Istilah pacaran sudah melekat menjadi salah satu realitas sosial, meskipun tidak semua realitas sosial sesuai dengan satu etika keagamaan tertentu, tapi realitas sosial itu ada," kata Nuh di Ciawi, Jawa Barat, Minggu (12/10/2014) pagi.

Berangkat dari realitas sosial tersebut, tim penyusun berpikir bahwa pacaran tak bisa dicegah di kalangan pemuda pemudi. Oleh karena itu, pihaknya berusaha untuk mengamankan para pemuda pemudi bangsa dengan cara yang baik.

Nuh menyebutkan, di satu agama terdapat cara saling mengenal. Nuh mengatakan, pada hakikatnya pacaran adalah cara untuk saling mengenal. Tetapi, agar jika dalam agama, pacaran dilarang, maka, tim penyusun materi memunculkan ide bagaimana cara agar pacaran yang merupakan realitas sosial itu bisa dikontrol dengan baik.

"Muncul ide tentang bagaimana pacaran sehat secara emosi, secara fisik, sehat secara sosial, dan kalau mau disempurnakan sehat secara etika keagamaan. Intinya, secara semuanya harus dijaga sehingga pacaran sehat esensinya seperti itu, bukan mengajarkan anak untuk pacaran, tetapi, mengarahkan anak agar dalam hubungannya dengan lawan jenis tak terjerembab ke dalam hubungan yang membahayakan," jelas Nuh.

Nuh mengatakan, esensi dari materi di dalam buku tersebut adalah mencegah jangan sampai berhubungan yang melanggar norma dan agama.

Kemudian, Nuh juga mengatakan, jika yang dipermasalahkan adalah fotonya, nanti bisa dievaluasi.

"Kita perbaiki, kita perbaiki, yang pasti dari sisi esensi, itu substansinya bisa ditambahi dengan etika keagamaan, jika fotonya tendensius, nanti diganti," jelasnya.

Nuh menekankan bahwa sekali lagi, esensinya bukan terdapat pada mengajari anak berpacaran, tetapi bagaimana pemuda pemudi bisa terhindar dari hubungan yang merusak dan berbahaya.

Code:
http://wartakota.tribunnews.com/2014/10/12/mendikbud-bolehkan-materi-pacaran-sehat-di-buku-penjaskes



Rabu, 15 Oktober 2014 - 13:20 wib
MUI Heran Seks Bebas Dibahas di Buku Penjaskes



BANDUNG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat heran dengan adanya pembahasan seputar seks bebas dan tips pacaran dalam buku Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjaskes).

Buku untuk kelas dua tingkat SMA itu diberikan Kemendikbud pada tiap sekolah tingkat SMA di Indonesia.

"Ini buku penjaskes, tapi ada pembahasan seks bebas, tidak tepat. Apakah seks bebas olahraga?" tanya Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Barat, Salim Umar, di Kantor MUI Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu (15/10/2014).

Buku itu berisi tips dan ilustrasi pacaran sehat ala kaum muslim. "MUI menyayangkan cara membahasnya itu. Harusnya membahas tentang pergaulan yang tertib, teratur, dan tidak melanggar agama," jelasnya.

Ia juga menyesalkan ditampilkannya perempuan berkerudung dalam buku tersebut. "Meskipun itu cantik, pakai kerudung, itu tidak sesuai antara gambar dengan isi tulisan," ungkapnya.

Adanya ilustrasi sepasang remaja muslim berpacaran sehat juga sangat disayangkan. "Sebagian gambar dalam buku ini menyudutkan umat muslim seakan-akan umat muslim sudah terperosok ke dalam seks bebas," tutur Salim.

Ia pun meminta buku itu ditarik pihak terkait untuk direvisi. "Kita mengharapkan supaya direvisi dan isinya tidak menonjolkan hal-hal yang buruk," katanya.

Kalaupun mau memasukkan pembahasan soal seks bebas, ia meminta di dalamnya disebutkan nilai-nilai agama sebagai pendukung isinya.

Soal langkah, ia ogah terburu-buru menyikapi persoalan tersebut. "Kita akan melakukan sidang dulu untuk membahas ini. Sekarang kita lagi menunggu ketua pulang dari ibadah haji. Setelah pulang, ini pasti kita laporkan ke beliau," pungkas Salim.

Code:
http://news.okezone.com/read/2014/10/15/340/1052453/large/large



JSIT Tolak Buku Penjaskes
Friday, 10 October 2014, 12:00 WIB

|Warisannya Moh. Nuh| Buku Pelajaran SMA Berisi Ajaran Garis Keras Ditarik


JAKARTA -- Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia menolak menggunakan buku Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) SMA/MA/SMK kelas XI terbitan Kemendikbud semester 1 yang membahas soal pacaran sehat. Isi materi tersebut dinilai tidak mencerminkan nilai keislaman dan pendidikan karakter yang menjadi semangat Kurikulum 2013.

"Kami instruksikan kepada seluruh SMA Islam Terpadu se-Indonesia, agar tidak menggunakan buku ini menjadi rujukan dan mengembalikan buku ini ke dinas pendidikan kabupaten/kota setempat untuk dilanjutkan ke Kemendikbud," kata Ketua JSIT Indonesia Sukro Muhab melalui siaran persnya yang diterima Republika, Kamis (9/10).

Sukro mengingatkan, seuruh Sekolah Islam Terpadu terus berkonsentrasi melakukan pendidikan karakter. Selain itu, terus waspada terhadap gerakan yang berusaha untuk melemahkan ajaran-ajaran Islam.

"Setelah kami telaah buku ini ternyata sangat bertentangan dengan nilai-nilai di lingkungan Sekolah Islam Terpadu," katanya.

Menurutnya, isi buku yang terdapat di halaman 128-129 tersebut menampilkan sosok pemuda dan pemudi Muslim dengan busana Muslim yang sangat melecehkan kesucian Islam. Padahal, di dalam Islam, pacaran merupakan sesuatu yang dilarang. "Isi buku mengajarkan cara berpacaran yang seolah-olah membolehkan para siswa untuk melakukan pacaran," katanya.

Untuk diketahui, materi dalam salah satu buku di Kurikulum 2013 kembali menuai polemik. Kali ini adalah buku Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk kelas XI, yang di dalamnya terdapat tema pacaran sehat.

Tema tersebut ada di Bab X yang berjudul "Memahami Dampak Seks Bebas". Disebutkan, gaya pacaran sehat terdiri atas beberapa macam unsur, yaitu sehat fisik, sehat emosional, sehat sosial, dan sehat seksual.

Namun, yang menjadi perbincangan adalah gambar yang digunakan dalam buku itu, tepatnya di halaman 129 adalah karikatur lelaki dan perempuan menggunakan peci dan jilbab. Gambar itu dianggap tidak memiliki korelasi yang tepat dengan gaya pacaran sehat yang dimaksud.

Ketua Divisi Sosialisasi KPAI Asrorun Niam Sholeh mengatakan, buku dengan tema pacaran sehat tersebut dinilai tidak sesuai dengan etika sosial yang berkembang di masyarakat. Pendidikan bagi usia remaja harus diarahkan pada hal-hal yang baik. Semestinya, jika ingin memasukkan ke dalam kurikulum, maka yang harus dikedepankan pembelajaran mengenai relasi pertemanan, adab pertemanan, dan etika bergaul.

"Seharusnya yang lebih ditonjolkan yaitu pembelajaran etika pertemanan dan pergaulan terhadap sesama teman maupun guru. Tidak etis jika tema pacaran sehat diajarkan di sekolah," katanya.

Ia menambahkan, pacaran bukanlah hal yang perlu masuk dalam kurikulum. Hal tersebut dikarenakan, secara sosilogis diksi pacaran tidak sejalan dengan prinsip pendidikan.

Ketua MUI Bidang Pendidikan Anwar Abbas mengatakan, kurikulum yang diciptakan oleh kemendikbud harus memperhatikan keyakinan dan kepercayaan di Masyarakat. Adanya buku Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk kelas XI, yang di dalamnya terdapat tema pacaran sehat dinilai tidak memberikan pendidikan bagi remaja atau siswa SMA yang ada.

Ia menjelaskan, dengan adanya pembelajaran tersebut berarti secara tidak langsung pemerintah memperbolehkan atau melegalkan pacaran. Padahal, secara spiritualitas pacaran sangat tidak sehat.

"Berarti sama saja mengatakan pacaran itu boleh. Tuhan saja melarang mengapa Kemendikbud membolehkan? Tidak etis Kemendikbud membuat kurikulum seperti itu karena bukan kapasitasnya. Itu kapasitas ulama," ujar Anwar Abbas.

Hingga berita ini diturunkan, Republika belum mendapatkan konfirmasi dari pihak Kemendikbud. Juru Bicara Kemendikbud Ibnu Hamad saat dihubungi mengaku sedang berada di luar negeri. Sedangkan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Achmad Jazidie tak mengangkat telepon dan pesan singkat. rep:c83 ed: muhammad hafil

Code:
http://www.republika.co.id/berita/koran/didaktika/14/10/10/nd7pwb39-jsit-tolak-buku-penjaskes



Penegak hukum diminta usut buku Penjaskes ajarkan cara pacaran
Reporter : Afif | Rabu, 22 Oktober 2014 09:34



Merdeka.com - Buku Pendidikan dan Kesehatan (Penjaskes) untuk SMA/SMK kelas XI untuk semester satu terus menuai kecaman dari berbagai pihak. Buku yang diterbitkan oleh Kemendikbud RI dianggap telah melecehkan kearifan lokal di suatu daerah dan tidak mencerminkan nilai-nilai keislaman.

Oleh karena itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ramli Rasyid meminta kepada penegak hukum untuk mengusut secara tuntas atas keteledoran dikeluarkannya buku yang mengajarkan siswa berpacaran yang sehat.

"Pihak penegak hukum harus mengusut kasus buku Penjaskes kelas XI itu," kata Ramli Rasyid, Rabu (22/10) di Banda Aceh.

Pasalnya, dengan adanya buku yang mengajarkan berpacaran yang sehat seakan-akan berpacaran itu merupakan perilaku yang dibolehkan. Padahal dalam Islam sendiri tidak dikenal dengan yang namanya berpacaran.

"Seharusnya buku itu tidak beredar pada siswa, karena memang tidak sesuai dengan kearifan lokal, namanya pacaran itu tidak sehat dan tidak ada dalam Islam," imbuhnya.

Karena sudah terlanjur dibagikan, Ramli Rasyid meminta kepada Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh untuk segera bertindak menarik semua buku tersebut. Kemudian buku itu langsung dimusnahkan dengan cara dibakar seluruhnya, bukan hanya dirobek halaman yang bermasalah itu.

"Saya mendesak Pemerintah Aceh untuk menarik dan memusnahkan buku itu," tegasnya.

Oleh karena itu Ramli Rasyid meminta kepada Pemerintah Aceh untuk ke depan sebelum buku dibagikan kepada siswa terlebih dahulu untuk dilakukan pemeriksaan. Sehingga kesalahan seperti sekarang tidak kembali terjadi di masa yang akan datang.

"Ini bentuk kelalaian tim dari Mendikbud RI dalam menyeleksi dan menulis buku itu dan Pemerintah Pusat berkewajiban menggantikan buku tersebut yang dibeli dengan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah)," tegasnya.

Code:
http://www.merdeka.com/peristiwa/penegak-hukum-diminta-usut-buku-penjaskes-ajarkan-cara-pacaran.html



Buku Penjaskes SMA
Orangtua Siswa Ingin Buku Penjaskes Segera Dimusnahkan
Kamis, 16 Oktober 2014 16:00


BANDUNG, TRIBUN - Adanya konten pacaran dalam buku Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan dikhawatirkan oleh orang tua murid. Orang tua murid menganggap hal itu dapat membuat pelajar mengetahui istilah pacaran.

Seperti salah satu orang tua murid, Endang Wuryaningsih (57), ia mengaku keberatan apabila halaman di buku tersebut tidak segera dimusnahkan. Menurutnya, meskipun anaknya baru menginjak kelas 10 SMA, namun tetap saja kekhawatiran masih menyelimutinya.

"Pasti khawatir, dari yang ga tau jadi tau, kita sebagai orang tua siswa berkeberatan adanya halaman itu," katanya yang juga mengikuti komunitas pendidikan mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar, Jalan LLRE Martadinata, Bandung, Kamis (16/10/2014).

Selain itu, adanya ilustrasi dua orang pria dan wanita menggunakan baju muslim menurutnya hal itu tidak pantas diterapkan di pelajaran olah raga.

"Kan siswa juga dikasih pelajaran agama, kenapa tidak di pelajaran agama saja," katanya. (cr1)

Code:
http://jabar.tribunnews.com/2014/10/16/orangtua-siswa-ingin-buku-penjaskes-segera-dimusnahkan
prokasi
gara2 ngebet ngucurin anggaran nii.. yang penting duit cair cair cair
kontrol ga jelas ya sabodo teuing laaah

emoticon-Ngacir
Buku pelajaran yg isi nya halal membunuh tapir emoticon-Takut

Bisa membuat tapir2 di mamarika, ostrali dan negeri2 tapir lainnya jadi takut menyekolahkan anaknya di sekolah umum emoticon-Takut

Buat tapir2 cw yg msh jomblo dan cantik, tenang aja aa bakal temenin pas pulang sekolah biar aman #illridewithyou.......emoticon-Ngacir
kira2 ada yg mewek gak ya??
Quote:


emoticon-MarahTuh yg jualan cacing di atas.
arrghhh penemuan m nuh sudah menyengsarakan indonesia emoticon-Marah emoticon-Marah emoticon-Marah
peninggalan yg sebelumnya nih emoticon-Malu
jadi intinya ini salah SBY kan om?? emoticon-Malu
Kok bisa sampai beredar? emoticon-Mad

Editornya asal paraf dan terbitkan, atau gimana? emoticon-Mad
miris negara ini. beneran Negara indonesia sekarang dihuni kelompok radikal dan rasis yang mencoba membangkitkan kehancuran bangsa dan Pancasila. bahkan orang selevel mentripun terlibat.

Kelompok MAKAR, rasis, radikal semakin lantang bersuara, padahal otak belum tentu ada. (NEW SICKMAN OF ASIA)
Diubah oleh maleos


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di