alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/551cc4cf925233d61f8b4572/ini-yang-dilakukan-ahok-jika-digulingkan-dprd-dki
Thumbs up 
Ini yang Dilakukan Ahok Jika Digulingkan DPRD DKI
Jakarta - Senyuman tersungging di bibir Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat mendengar rencana anggota DPRD DKI Jakarta menggulirkan hak menyatakan pendapat yang berpotensi bagi pemakzulannya. Ahok kali ini sangat tenang menanggapi 'gerakan' itu, nyaris tanpa emosi seperti terangkum dalam 4 kisah ini:

Hak menyatakan pendapat awalnya mengemuka saat Tim Angket DPRD DKI meminta pendapat dari ahli hukum tata negara Margarito Kamis. Tim angket menanyakan kemungkinan hak angket dinaikkan menjadi hak menyatakan pendapat.

Margarito kemudian menanggapi. Ia mendorong DPRD DKI untuk melanjutkan ke hak menyatakan pendapat apabila menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh Ahok. "Kalau angket menemukan ada pelanggaran hukum lalu cukup di situ, untuk apa ada angket?" ujar dosen FH Universitas Khairun Ternate ini.

DPRD DKI Jakarta lalu mengkaji opesi hak menyatakan pendapat. Hak menyatakan pendapat perlu didukung oleh 53 anggota dari 106 anggota DPRD DKI bila ingin terwujud. Angka 53 itu muncul bila dihitung berdasarkan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR DPR DPD dan DPRD (UU MD3).

Anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra, M Syarif, memastikan syarat minimal untuk menggulirkan hak menyatakan pendapat sudah terpenuhi, yakni didukung lebih dari dari 20 legislator dari dua fraksi atau lebih. Sementara syarat agar sah di paripurna, minimal ada 53 orang dari 106 anggota DPRD DKI sekarang. Syarat ini pun diklaim Syarif sudah terlampaui.

Namun, kata dia, anggota DPRD masih berbeda sikap soal hasil akhir dari hak menyatakan pendapat ini. Ada yang mendukung pemakzulan Ahok, sebagian lagi lebih memilih mengeluarkan teguran keras kepada Ahok saja.

Menanggapi rencana DPRD DKI Jakarta, Ahok tidak ambil pusing. Ia santai menanggapi aksi anggota dewan tersebut dan bahkan sesekali melontarkan canda.

1. Santai Saja!
Ahok lagi-lagi santai menanggapi wacana kalangan DPRD DKI Jakarta untuk menggulirkan hak bertanya yang bisa berujung pada pemakzulannya. Ia berpendapat pemakzulan dirinya baru bisa diproses tahun 2016.

"Santai sajalah," kata Ahok sesaat sebelum bertemu Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2015).

Ahok mengakui memang memungkinkan dirinya untuk dimakzulkan. Terlebih jajaran DPRD DKI Jakarta menilai dia melanggar undang-undang tentang APBD.

"Nggak ada yang nggak mungkin kalau dunia korup," ujar Ahok.

2. Pilkada 2017, Ya Ikut Lagi
Ahok berpendapat pemakzulan dirinya baru dapat terealisasi tahun 2016.

"Santai sajalah. Kalau mesti pemakzulan juga, prosesnya masih 2016, lalu 2017 sudah pilkada lagi, ya ikut lagi. Jadi nggak masalah," tambah Ahok sebelum bertemu Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2015).

Dalam rapat tim angket yang menghadirkan ahli hukum tata negara Margarito Kamis, Rabu (25/3/2015) lampau, muncul wacana hak menyatakan pendapat itu. ‎

Hak menyatakan pendapat tentang pemakzulan Ahok ini akan dicapai lewat musyawarah mufakat di DPRD. Bila ada satu saja yang tak setuju, maka voting bakal digelar.

Hal yang sama juga disampaikan Ahok saat menghadiri Musrembang. Ia sempat menyentil aksi DPRD. Pria yang mengenakan baju batik lengan panjang berwarna cokelat itu kembali menyindir Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik dengan bola pemakzulan dirinya melalui angket.

"Ya nggak apa-apa kan saya sudah bilang angket lama pecat saya baru bisa di 2016 kan," tutup Ahok. Taufik yang mendengar itu pun hanya tersenyum.

3. Ibarat Anjing Galak Dibunuh Pencuri
Ahok santai saja soal upaya penggulingan dirinya.

"Terserah. Dia mau turunin saya bikin saya nggak jadi gubernur. Itu mungkin satu-satunya cara supaya si anjing ini nggak bisa (usir) pencuri," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2015).

"Kamu kalau mau rampok rumah orang terus ada anjing penjaga galak gimana caranya? Bunuh tuh anjing atau anjing dibuang bosnya," sambungnya.

Saat proses mediasi dalam pertemuan bersama Kementerian Dalam Negeri, memang ada anggota DPRD yang meneriaki Ahok dengan ucapan 'anjing'. Menanggapi itu, Ahok hanya nyeletuk santai.

Namun kini, Ahok mengakui dirinya sebagai ibarat seekor anjing dan memiliki falsafah sendiri soal anjing. Ia pun menganggap dirinya sebagai 'anjing penjaga' Jakarta yang bertugas menjaga aset-aset Jakarta dari orang yang tak bertanggung jawab.

"Memang Ahok anjingnya orang Jakarta kok. Ahok ini memang anjing untuk jaga agar aset orang Jakarta tidak dicuri oleh maling," ujarnya lantang di Balai Kota, Rabu (25/3) lalu.

4. Lamar Jadi Kabulog
Ahok justru menanggapi soal pemakzulan itu dengan candaan. Pria asal Belitung ini akan melamar menjadi pejabat lain yang memiliki peran lebih banyak untuk mensejahterakan rakyat.

"Kan gue udah ngelamar jadi Kabulog. Nanti lo beli beras murah," kata Ahok seraya tawa di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2015).

Saat ditanya, kira-kira siapa sosok yang dapat menggantikannya menjadi Gubernur DKI, Ahok tak menjawab. Lagi-lagi Ahok tak menanggapinya dengan serius.

"Yang penting makan nasi," cetusnya.

sumber

wow kalo di lengserin dan doi maju lagi 2017 gimana nasib cagub pilihan kitak2 nih bang ozi sang cahaya jakarta emoticon-Frown

emoticon-Tai
reserved
Kalo ahok lengser,.,kasian dong proyek2 panasbung dan panastak di kaskus bakalan sepi,,
kalo ane jadi Ahok, ane mah mendingan balik ke Belitung sono nyante2 di pantainya. ngapain juga kerja dari pagi sampe malem, cuma dapet makian2, diteriakin cinalah, apalah. gaji juga kagak seberapa. usaha sendiri gaji lebih baik, jadi bos mau galak yang telen karyawan juga gak ada yang protes.
Quote:Original Posted By ganesha09part3
Kalo ahok lengser,.,kasian dong proyek2 panasbung dan panastak di kaskus bakalan sepi,,


hehehe..emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
topiq cs banyakan wacana ..emoticon-linux
Belagak sucinya itu bikin enegemoticon-fuck2

Quote:Original Posted By lalila
kalo ane jadi Ahok, ane mah mendingan balik ke Belitung sono nyante2 di pantainya. ngapain juga kerja dari pagi sampe malem, cuma dapet makian2, diteriakin cinalah, apalah. gaji juga kagak seberapa. usaha sendiri gaji lebih baik, jadi bos mau galak yang telen karyawan juga gak ada yang protes.


klo begitu mah ntar di cibir lagi brayemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin abis jadi pejabat korup nya di bawa pulang emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
gue makin penasaran nih sama si margarito....

itu mahluk beneran dosen yg ngasih kuliah ngga sih di ternate?

soalnya kan....jakarta-ternate itu jaraknya ngga dekat lho......kok dosen di ternate tapi kerjanya nongkrong di jakarta melulu?...apa sehebat itu jadi kasih kuliahnya teleconferencing terus? emoticon-Big Grin

universitas khoirun ternate itu..universitas yg kredible...apa cuma nama doang spt beberapa yg ada di jakarta?
Klo nyapres gmn ya..emoticon-Embarrassment
Quote:Original Posted By gamunaf1k
Klo nyapres gmn ya..emoticon-Embarrassment


nunggu "rakyat" yang meminta emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By krupuk.alot
Jakarta - Senyuman tersungging di bibir Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat mendengar rencana anggota DPRD DKI Jakarta menggulirkan hak menyatakan pendapat yang berpotensi bagi pemakzulannya. Ahok kali ini sangat tenang menanggapi 'gerakan' itu, nyaris tanpa emosi seperti terangkum dalam 4 kisah ini:

Hak menyatakan pendapat awalnya mengemuka saat Tim Angket DPRD DKI meminta pendapat dari ahli hukum tata negara Margarito Kamis. Tim angket menanyakan kemungkinan hak angket dinaikkan menjadi hak menyatakan pendapat.

Margarito kemudian menanggapi. Ia mendorong DPRD DKI untuk melanjutkan ke hak menyatakan pendapat apabila menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh Ahok. "Kalau angket menemukan ada pelanggaran hukum lalu cukup di situ, untuk apa ada angket?" ujar dosen FH Universitas Khairun Ternate ini.

DPRD DKI Jakarta lalu mengkaji opesi hak menyatakan pendapat. Hak menyatakan pendapat perlu didukung oleh 53 anggota dari 106 anggota DPRD DKI bila ingin terwujud. Angka 53 itu muncul bila dihitung berdasarkan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR DPR DPD dan DPRD (UU MD3).

Anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra, M Syarif, memastikan syarat minimal untuk menggulirkan hak menyatakan pendapat sudah terpenuhi, yakni didukung lebih dari dari 20 legislator dari dua fraksi atau lebih. Sementara syarat agar sah di paripurna, minimal ada 53 orang dari 106 anggota DPRD DKI sekarang. Syarat ini pun diklaim Syarif sudah terlampaui.

Namun, kata dia, anggota DPRD masih berbeda sikap soal hasil akhir dari hak menyatakan pendapat ini. Ada yang mendukung pemakzulan Ahok, sebagian lagi lebih memilih mengeluarkan teguran keras kepada Ahok saja.

Menanggapi rencana DPRD DKI Jakarta, Ahok tidak ambil pusing. Ia santai menanggapi aksi anggota dewan tersebut dan bahkan sesekali melontarkan canda.

1. Santai Saja!
Ahok lagi-lagi santai menanggapi wacana kalangan DPRD DKI Jakarta untuk menggulirkan hak bertanya yang bisa berujung pada pemakzulannya. Ia berpendapat pemakzulan dirinya baru bisa diproses tahun 2016.

"Santai sajalah," kata Ahok sesaat sebelum bertemu Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2015).

Ahok mengakui memang memungkinkan dirinya untuk dimakzulkan. Terlebih jajaran DPRD DKI Jakarta menilai dia melanggar undang-undang tentang APBD.

"Nggak ada yang nggak mungkin kalau dunia korup," ujar Ahok.

2. Pilkada 2017, Ya Ikut Lagi
Ahok berpendapat pemakzulan dirinya baru dapat terealisasi tahun 2016.

"Santai sajalah. Kalau mesti pemakzulan juga, prosesnya masih 2016, lalu 2017 sudah pilkada lagi, ya ikut lagi. Jadi nggak masalah," tambah Ahok sebelum bertemu Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2015).

Dalam rapat tim angket yang menghadirkan ahli hukum tata negara Margarito Kamis, Rabu (25/3/2015) lampau, muncul wacana hak menyatakan pendapat itu. ‎

Hak menyatakan pendapat tentang pemakzulan Ahok ini akan dicapai lewat musyawarah mufakat di DPRD. Bila ada satu saja yang tak setuju, maka voting bakal digelar.

Hal yang sama juga disampaikan Ahok saat menghadiri Musrembang. Ia sempat menyentil aksi DPRD. Pria yang mengenakan baju batik lengan panjang berwarna cokelat itu kembali menyindir Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik dengan bola pemakzulan dirinya melalui angket.

"Ya nggak apa-apa kan saya sudah bilang angket lama pecat saya baru bisa di 2016 kan," tutup Ahok. Taufik yang mendengar itu pun hanya tersenyum.

3. Ibarat Anjing Galak Dibunuh Pencuri
Ahok santai saja soal upaya penggulingan dirinya.

"Terserah. Dia mau turunin saya bikin saya nggak jadi gubernur. Itu mungkin satu-satunya cara supaya si anjing ini nggak bisa (usir) pencuri," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2015).

"Kamu kalau mau rampok rumah orang terus ada anjing penjaga galak gimana caranya? Bunuh tuh anjing atau anjing dibuang bosnya," sambungnya.

Saat proses mediasi dalam pertemuan bersama Kementerian Dalam Negeri, memang ada anggota DPRD yang meneriaki Ahok dengan ucapan 'anjing'. Menanggapi itu, Ahok hanya nyeletuk santai.

Namun kini, Ahok mengakui dirinya sebagai ibarat seekor anjing dan memiliki falsafah sendiri soal anjing. Ia pun menganggap dirinya sebagai 'anjing penjaga' Jakarta yang bertugas menjaga aset-aset Jakarta dari orang yang tak bertanggung jawab.

"Memang Ahok anjingnya orang Jakarta kok. Ahok ini memang anjing untuk jaga agar aset orang Jakarta tidak dicuri oleh maling," ujarnya lantang di Balai Kota, Rabu (25/3) lalu.

4. Lamar Jadi Kabulog
Ahok justru menanggapi soal pemakzulan itu dengan candaan. Pria asal Belitung ini akan melamar menjadi pejabat lain yang memiliki peran lebih banyak untuk mensejahterakan rakyat.

"Kan gue udah ngelamar jadi Kabulog. Nanti lo beli beras murah," kata Ahok seraya tawa di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2015).

Saat ditanya, kira-kira siapa sosok yang dapat menggantikannya menjadi Gubernur DKI, Ahok tak menjawab. Lagi-lagi Ahok tak menanggapinya dengan serius.

"Yang penting makan nasi," cetusnya.

sumber

wow kalo di lengserin dan doi maju lagi 2017 gimana nasib cagub pilihan kitak2 nih bang ozi sang cahaya jakarta emoticon-Frown

emoticon-Tai


Ini yang Dilakukan Ahok Jika Digulingkan DPRD DKI


emoticon-Ngakak emoticon-Recommended Seller
Gag ngelawan balik nih???
Quote:Original Posted By super.semar.66


nunggu "rakyat" yang meminta emoticon-Malu (S)


"Rakyat "yg mn dulu..emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By gamunaf1k


"Rakyat "yg mn dulu..emoticon-Big Grin


makanya gw kasih tanda petik emoticon-Big Grin

terjemahan bebas. tafsirkan sendiri emoticon-Big Grin

Margarito Pengamat tanpa kampus

Margarito Kamis, dalam berbagai kesempatan, baik ketika diundang sebagai Narasumber di stasiun TV (apalagi sebagai Narasumber tetap di stasiun TV pendukung Sang Capres), maupun hadir sebagai saksi ahli di sidang MK, selalu saja memberikan “analisis seragam”. Sayangnya “analisis seragam” sang ahli tanpa disadari menurut sebagian orang tidak mencerminkan keahlian sesungguhnya seorang ahli. Terkesan analisis dan pendapat ahli yang disampaikannya sangat subyektif, dan tendensius, hanya sekedar untuk menyenangkan sekelompok orang tertentu, karena itu ia pantas dijuluki sebagai “ahli partisan”, lebih dari seorang pendukung setia.


Memberikan Kesaksian sebagai ahli di MK
Bukan saja terkesan sangat subyektif dan tendensius, dalam berbagai perdebatan yang dihadirinya, “sang ahli” melalui performa dan sikap (gesture)-nya cenderung memaksakan pendapatnya. Seakan-akan dialah yang paling ahli dari semua narasumber yang hadir, karena itu “wajib” bagi yang lain dan juga audiens (pemirsa) untuk mengamini dan mengikuti pendapatnya. Padahal bila membandingkan pendapat atau analisis pakar Hukum Tata Negara yang, semisal Refli Harun, sangat berbeda jauh. Bedanya jomplang. Meski karena alasan etika, dalam beberapa kesempatan, Refli Harun, ketika ditanyakan pendapatnya mengenai pendapat Margarito Kamis dan ahli lainnya, seperti Irman Putra Sidin, beliau dengan rendah hati, mengatakan keduanya adalah temannya. Demi hubungan pertemanan seorang Refli Harun tidak ingin menyanggah atau menolak pendapat mereka. Alih-alih menolak, ia malah memberikan pendapat dari perspektif lain sehubungan dengan apa yang sedang disorot oleh kedua ahli tersebut.
sejahat jahatnya taufik dan lulung , tidak akan mereka tega membuat ahok mewek , karena wa tau kemarahan taufik dan lulung ke ahok itu tak ubahnya seperti pancaran kasih sayang mereka kepada anaknya emoticon-Smilie
Gk ada yg gak mungkin klo dunia korup emoticon-Ngakak (S)
Tp katanya mau jd KaBulog?
Quote:Original Posted By ucrit...ucrit
Margarito Kamis, dalam berbagai kesempatan, baik ketika diundang sebagai Narasumber di stasiun TV (apalagi sebagai Narasumber tetap di stasiun TV pendukung Sang Capres), maupun hadir sebagai saksi ahli di sidang MK, selalu saja memberikan “analisis seragam”. Sayangnya “analisis seragam” sang ahli tanpa disadari menurut sebagian orang tidak mencerminkan keahlian sesungguhnya seorang ahli. Terkesan analisis dan pendapat ahli yang disampaikannya sangat subyektif, dan tendensius, hanya sekedar untuk menyenangkan sekelompok orang tertentu, karena itu ia pantas dijuluki sebagai “ahli partisan”, lebih dari seorang pendukung setia.


Memberikan Kesaksian sebagai ahli di MK
Bukan saja terkesan sangat subyektif dan tendensius, dalam berbagai perdebatan yang dihadirinya, “sang ahli” melalui performa dan sikap (gesture)-nya cenderung memaksakan pendapatnya. Seakan-akan dialah yang paling ahli dari semua narasumber yang hadir, karena itu “wajib” bagi yang lain dan juga audiens (pemirsa) untuk mengamini dan mengikuti pendapatnya. Padahal bila membandingkan pendapat atau analisis pakar Hukum Tata Negara yang, semisal Refli Harun, sangat berbeda jauh. Bedanya jomplang. Meski karena alasan etika, dalam beberapa kesempatan, Refli Harun, ketika ditanyakan pendapatnya mengenai pendapat Margarito Kamis dan ahli lainnya, seperti Irman Putra Sidin, beliau dengan rendah hati, mengatakan keduanya adalah temannya. Demi hubungan pertemanan seorang Refli Harun tidak ingin menyanggah atau menolak pendapat mereka. Alih-alih menolak, ia malah memberikan pendapat dari perspektif lain sehubungan dengan apa yang sedang disorot oleh kedua ahli tersebut.



Margarin ya..emoticon-Hoax