alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Suara Gaduh di Gedung Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan kota lama
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/551b868c1cbfaa43558b456c/suara-gaduh-di-gedung-museum-seni-rupa-dan-keramik--di-kawasan-kota-lama

Suara Gaduh di Gedung Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan kota lama

Gedung Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan kota lama , Jakarta ini dibangun pada 1870. Dahulu tahun 1870 gedung ini berfungsi sebagai Ordinaris Raad Van Justitie Binnen Het Casteel Batavia atau lebih dikenal dengan Dewan Kehakiman Pada Benteng Batavia. Kemudian pada masa pendudukan Jepang dan perjuangan kemerdekaan Indonesia gedung ini digunakan sebagai asrama militer.

Suara Gaduh di Gedung Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan kota lama

Suara Gaduh di Gedung Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan kota lama

Sekitar 400-an karya seni rupa yang kebanyakan berupa keramik, lukisan, serta ukiran dari berbagai daerah dan berbagai periode dipamerkan di sini.

Ruangan pertama di sayap utara. Di ruangan ini dipamerkan berbagai benda keramik yang diambil dari sejumlah kapal dari berbagai bangsa yang tenggelam di perairan Indonesia.

Dari benda-benda yang dibawa oleh kapal-kapal ini bisa diketahui apa saja komoditas saat itu, jalur-jalur mana saja yang dilewati, dan periode kapal itu melintas di nusantara. Selain itu juga bisa diketahui adanya jaringan perdagangan yang terjadi di Asia pada abad 9-10.

Kebanyakan benda-benda yang dipamerkan di ruangan ini berupa guci-guci yang sudah lapuk dan ditempeli kerang di sana-sini. Selain itu ada juga semacam perhiasan yang berbentuk semacam kelereng yang sudah lapuk dan tidak berbentuk.

Suara Gaduh di Gedung Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan kota lama

Di lantai atas terdapat ruangan yang menyimpan berbagai koleksi keramik dari China, Jepang, Arab, dan Eropa. Koleksi ini berupa piring-piring dan alat makan dengan hiasan pola tertentu yang dari situ bisa diketahui periode pembuatannya.

Keramik-keramik dari Dinasti Yuan (abad 14 M) dominan berwarna hijau, keramik dari Dinasti Ming (abad 15) yang bermotif dan dominan menggunakan warna biru, Dinasti Tang (abad 7-10 M) yang kebanyakan polos tanpa motif dengan dominan warna kuning, Dinasti Qing (abad 18 M), Dinastio Sung (abad 13 M), keramik dari Jepang, keramik dari Eropa bergambar hiraldik, hingga keramik Arab abad 19/20 bertuliskan huruf Arab dalam bahasa Melayu.

“Di ruangan ini cukup seram, ada beberapa orang yang melihat penampakan seperti orang-orang China masa lalu, mereka kadang terlihat berjalan ke sana kemari lalu lenyap,” kata Zeni, pedagang asongan yang jualan di depan museum.

Beberapa lukisan terkenal dipamerkan di ruangan ini, antara lain lukisan berjudul “Ibu Menyusui” karya Dullah, “Potret Diri” karya Affandi, “Laskar Tritura” karya S Sudjojono, dan “Dancing in the Cloud” karya Antonio Blanco.

Suara Gaduh di Gedung Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan kota lama

Di halaman belakang terdapat patung-patung kayu berukiran tottem besar. Pohon sawo dan melinjo nampak menghiasi halaman belakang ini membuat udara sedikit segar. Di sepanjang koridor juga disediakan bangku-bangku untuk beristirahat sambil menikmati kicauan burung yang hinggap di pohon-pohon di halaman belakang ini.

Di sayap selatan, tepat di ujung ruang pamer lukisan, terdapat ruang keramik yang memamerkan keramik-keramik dari Asia semacam Thailand dan Vietnam. Di ruangan ini juga terdapat tangga menuju ke atas.

Ada koleksi yang menarik yang disebut dengan kendi susu. Kendi ini unik karena di bagian moncong terdapat gelembung yang sekilas memang tampak seperti payudara (susu). Meski kendi ini berasal dari Thailand, namun masyarakat mengenalnya dengan nama kendi Majapahit.

“Di ruangan ini kadang terdengar suara gaduh padahal tidak ada pengunjung,” ungkapnya.

Di lantai atas, keramik-keramik yang dipamerkan berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari keramik kasongan, keramik Bandung, Kalimantan, dan sebagainya. Kebanyakan keramik-keramik ini terbuat dari tanah liat.

Suara Gaduh di Gedung Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan kota lama

ada yang berani uji nyali gan?? nanti sharing ya di kaskus..........
emoticon-Takut (S) emoticon-Takut (S) emoticon-Takut (S)
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
mau tanya gan,,klo suara gaduh di kamar ortu tu karna apa ya??emoticon-Bingung
yaa mungkin ada setan keramik kali gan.. kan buat keramik ribet, mesti di pilin2, di puter2, nah kan pusing jadinya tuh,, dia keliyengan nyenggol meja yg udh banyak keramik yg dah selesai pd pecah emoticon-Hammer2
Quote:


itu artinya ente g boleh ganggu emoticon-Malu (S)
Quote:


Yah lemes dah TSnya , dikomen macam ginian emoticon-Big Grin
hayo kira-kira apaan tuh emoticon-Thinking
Gedungnya serem bener kan nih museum... Pengen ke sini engga jadi jadi...
emoticon-Big Grin ane orang bandung, dah 3 kali mampir kesana cuma lihat penampakkan adek2 smp sma mondar mandir gan..
btw ruangannya pengap yah
Malem malem baca beginian emoticon-Takut


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di