alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/551956ef1cbfaa20138b456f/jika-muslim-pasti-co-pilot-germanwings-disebut-teroris
Jika Muslim, Pasti Co-Pilot Germanwings Disebut Teroris
Jika Muslim, Pasti Co-Pilot Germanwings Disebut Teroris


Jika Muslim, Pasti Co-Pilot Germanwings Disebut Teroris


Quote:Diberitakan Inilah, Andreas Lubitz membajak kokpit dan menabrakan pesawat Germanwings ke lereng Pegunungan Alpens, menewaskan seluruh penumpang, kru, dan dirinya.

Jaksa Marseille Brice Robin menolak menyebut Lubitz, warga negara Jerman berusia 28 tahun, teroris.

“Tidak ada yang menyarankan aksi Lubitz adalah tindakan teroris, dan memiliki kaitan dengan teroris.”

Pernyataan Robin memunculkan perdebatan di media sosial; Twitter, Instagram, dan lainnya. “Mengapa Lubitz tidak disebut teroris? Apakah karena dia kulit putih dan Kristen?” tanya seorang pengguna Twitter.

“Andai saja pilot itu bernama Arab, atau setidaknya beragama Islam, jaksa wilayah dipastikan akan menyebutnya teroris.”

Mike Spudgun, wartawan investigasi untuk ITV, Channel 4, BBC, dan Sky News, mengatakan Lubitz harus disebut teroris. Menurutnya, teroris adalah kata yang independen, dan seharusnya digunakan untuk semua pelaku kejahatan yang menimbulkan banyak kematian, terlepas apa pun agama sang pelaku.

“Saya tidak peduli apa agama Lubitz. Yang saya peduli adalah 150 korban tindakan teroris co-pilot itu,” tulis Spudgun di Twitter-nya.

Glen Greenwald, mantan kolumnis kebebasan sipil untuk Guardian, menulis; “Andai saja co-pilot itu bernama Mohammed al-Masaood dan anak imigran Mesir, pemberitaan media pasti berbeda.”

Juan Cole, akademisi yang sedang belajar di Timur Tengah, menyoroti pertanyaan seorang wartawan dalam konferensi pers pemerintah Jerman soal kecelakaan pesawat. Wartawan itu mengajukan pertanyaan pendek; “Apa agama Lubitz?”

Cole, dalam blog-nya, menulis bukan pertanyaan itu yang menarik, tapi jawaban pihak Lufhansa — induk perusahaan Germanwings — yang sama sekali tak menyebut agama sang co-pilot.

Pihak Lufhansa mengatakan; “Tidak tahu. Pihak berwenang mengatakan tidak ada bukti kecelakaan ini adalah tindakan terorisme.”

Menurut Cole, mengapa agama co-pilot menjadi begitu penting bagi sang wartawan? Bukankah setiap tindakan yang menyebabkan kematian orang banyak, yang dilakukan satu orang, layak disebut aksi terorisme. Jika bukan teroris politik, ya teroris pembunuhan.

“Saya tahu mengapa wartawan, yang kebanyakan kulit putih dan non-Muslim, bertanya seperti itu,” demikian Cole.

Jika Lubitz beragama Islam, atau Muslim, media akan menjadi pihak pertama yang menyebut co-pilot sebagai teroris. Padahal, apa yang dilakukan Lubitz — membunuh orang dalam jumlah ratusan — juga tindakan teroris.

PESAWAT GEMANWINGS JATUH: Pesawat 'Dibajak' Kopilot, Pilot Sempat Dobrak Pintu Kokpit

KRONOLOGI KEJADIAN

Quote:Bisnis.com, JAKARTA-- Kopilot muda Jerman mengunci diri sendiri di dalam ruang kokpit Germanwings Penerbangan 9525 dan akhirnya sengaja menabrakkan pesawat ini ke gunung Alpen sehingga menewaskan semua dari 150 orang yang berada di dalam pesawat ini, termasuk dirinya, kata penyelidik Prancis.

Mereka tidak mengungkapkan motif kopilot muda bernama Andreas Lubitz (27) itu dalam mengendalikan ruang kokpit Airbus A320 tersebut, tidak membukakan pintu kokpit untuk kapten pilot yang sedang ke luar sebentar dan kemudian sengaja menurunkan ketinggian pesawat dari ketinggian jelajah pada 3.000 kaki per menit.

Polisi Jerman menggeledah rumahnya untuk mencari bukti yang mungkin bisa menjelaskan motif di balik sengaja jatuhnya pesawat itu di Pegunungan Alpen, Prancis, yang terjadi Selasa lalu itu.

Skenario itu mengguncang dunia penerbangan. Dalam beberapa jam setelah para penyelidik mengumumkan hasil penyelidikannya, beberapa maskapai segera meresponsnya dengan mengubah ketentuan terbang yang mengharuskan ada orang kedua di ruang kokpit. Aturan ini sudah diterapkan di Amerika Serikat, namun belum di Eropa.

Kanada menyatakan akan menerapkan ketentuan dua orang di dalam kokpit. EasyJet, Air Shuttle Norwegia dan Air Berlin adalah di antara maskapai yang segera mengumumkan aturan baru itu.

Di antara yang tak menerapkan adalah induk perusahaan Germanwings, Lufthansa, yang CEO-nya mengatakan belum perlu. Namun segera dia kemudian ditekan lewat media sosial, dan akhirnya menyatakan tengah mendikusikan soal ini dengan pihak lain dalam industri penerbangan.

Para pejabat Prancis dan Jerman mengatakan tidak ada indikasi Lubitz teroris, namun mereka tak bisa memberikan teori lain untuk menjelaskan latar belakang Lubitz menabrakkan pesawatnya.

Kerabat-kerabatnya mengatakan Lubitz adalah anak muda ramah yang tak memperlihatkan niat melukai seseorang.

"Lubitz bertindak dengan alasan yang saat ini tidak kami pahami tapi sepertinya dia memang berniat menghancurkan pesawatnya," kata jaksa penuntut Marseille Brice Robin.

Mengendalikan pesawat dengan turun cepat adalah tindakan yang hanya boleh diambil pada keadaan darurat, kata Robin.

"Dia tidak memiliki alasan menghalangi pilot masuk kembali ke ruang kokpit. Dia tidak punya alasan untuk menolak panggilan menara pengawas yang sudah memperingatkan dia terhadap hilangnya ketinggian terbang."

Sang kapten pilot yang ke luar dari kokpit untuk pergi ke toilet, terdengar dari kotak hitam sedang berusaha mendobrak pintu kokpit. "Anda bisa mendengarkan bunyi pintu didobrak," kata Robin.

Kebanyakan penumpang tidak akan sadar pada akhir nasibnya, dan dia berkata, "sampai akhirnya Anda mendengarkan jeritan. Dan terbayanglah kematian muncul mendadak, pesawat itu sungguh hancur berkeping-keping."

FlightRadar24, layanan pelacakan pesawat online yang menggunakan data satelit, mengaku menemukan bukti bahwa autopilot telah dipaksa diubah dari ketinggian jelajah menjadi hanya 100 kaki, yang adalah ketinggian paling rendah. Pesawat itu jatuh pada sekitar 6.000 kaki.

"Antara 09:30:52 dan 09:30:55 Anda bisa melihat autopilot telah diubah secara manual dari 38.000 kaki ke 100 kaki dan 9 detik kemudian pesawat itu mulai menurun, kemungkinan dengan seting autopilot 'open descent' (penurunan terbuka)," kata Fredrik Lindahl, kepala eksekutif layanan penjejak pesawat dari Swedia itu.

CEO Lufthansa Carsten Spohr menegaskan awak udaranya telah dipilih secara hati-hati dan telah menjalani tes kejiwaan.

"Tidak peduli ada aturan keselamatan, tidak peduli telah seberapa lama Anda terbang dan kami memang punya standard yang luar biasa tinggi, tapi tak ada alasan untuk mengabaikan syarat itu," kata Spohr.

Perhatian terfokus pada motivasi Lubitz, warga Jerman yang bergabung dengan Germanwings sejak September 2013 dan baru mengantongi 630 jam terbang, jauh lebih rendah dibandingkan sang pilot yang sudah memiliki 6.000 jam terbang.

Bunuh dirikah?

"Bunuh diri" adalah kata keliru untuk menggambarkan tindakan yang membunuh begitu banyak orang, kata Robin.

"Saya tidak menyebutnya sebagai bunuh diri ketika Anda punya tanggung jawab kepada 100 nyawa atau lebih," kata dia.

Keluarga kopilot sudah sampai di Prancis bersama keluarga para korban lainnya. Mereka dipisahkan dari keluarga korban lannya, kata Robin.

Polisi telah menggeledah rumah kopilot itu di Montabaur, Jerman, yang keluar dengan bungkusan biru besar berisi tumpukan bukti dan sebuah komputer. Seorang pria keluar dari rumah itu dengan dikawal polisi berjaket.

Para kerabat di kota ini mengaku terguncang.

"Saya tak bisa omong apa-apa. Saya tak bisa menjelaskan apa-apa untuk soal ini. Mengenal Andreas, ini hanya tak terbayangkan oleh saya," kata Peter Ruecker yang sama-sama satu klub penerbangan di kota itu bersama Lubitz.

"Dia lucu sekali, sekalipun dia mungkin kadang agak pendiam. Dia seperti kebanyakan pemuda lainnya di sini," sambung dia.

Satu foto Lubitz di laman Facebook menunjukkan seorang anak muda tersenyum di depan Jembatan Golden Gate di San Francisco, AS.

Para penyelidik masih mencari kotak hitam kedua yang berisi data dari instrumen pesawat.

Di bawah ketentuan hukum penerbangan Jerman, pilot boleh sejenak meninggallkan ruang kokpit dan pada kondisi tertentu seperti ketika pesawat tengah dalam ketinggian jelajah.

Pintu kokpit boleh dibuka dari luar dengan sebuah kode, namun kode itu ditimpa dari dalam ruang kokpit sehingga pintu tak bisa dibuka dari luar, demikian Reuters.
Itulah mukzijat dari Indomie bray emoticon-Recommended Seller
Lantaran berkulit putih dan beragama kristen makanya gak disebut terorisemoticon-Gila
yoi gan.. apalagi kalo doi punya jenggot tebel
STANDAR JANDAAA
Bersabarlah wahai kaum Muslim
ini lah kekuatan mediaa gan.....
selamat datang didunia nyata saat media berkuasa pada kiblat pengatur kekuasaan didunia
#NgemengApeAjeEnte emoticon-Hammer2
pengen nangis ane liat keadaan pemerintah saat ini emoticon-Berduka (S)
yahudi tuh keknya dia emoticon-Mad
Betul bila sang co pilot beragama isalam maka media agar dengan sangat gencar memberitakan bahwa ini adalah terorisme, begitulah si bule, bila orang kulit putih dan bukan agama islam melakukan kejahatan, maka media dan polisi akan mengatakan tersangka mengalami gangguan jiwa..
jangan bersudzoon dan berandai-andai seolah-olah sesuatu yg tidak terjadi dikaitkan dengan hal-hal lain yg sudah pernah terjadi dan dianggap merupakan rahasia umum..yg akan dilakukan umat manusia..dalam hal ini adalah tuduh-menuduh...
emoticon-Bingung (S)
ngeri juga ya media barat...padahal itu pilot orang eropa asli masih di tanya agamanya apa
udah ga aneh yg kayak gitu mah emoticon-Berduka (S)
sabar ae lah....
kalo ane.. sebutin dy, teroris !! ada yg gak senang?? emoticon-Mad
Udah biasa gan emoticon-Big Grin



yang jelas ane turut prihatin dgn kecelakaan germanwings
Quote:Original Posted By mekaskusstalker
yoi gan.. apalagi kalo doi punya jenggot tebel


Terus lagi pake celana kebanjiran gitu emoticon-Blue Guy Peace
Jadi mewek neh ceritanya? emoticon-Big Grin