alexa-tracking

INDONESIA YANG MENYEDIHKAN , masak saja gan gak rugi kok bacanya :)

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/551910bd5c7798140e8b4568/indonesia-yang-menyedihkan--masak-saja-gan-gak-rugi-kok-bacanya
INDONESIA YANG MENYEDIHKAN , masuk saja gan gak rugi kok bacanya :)
INDONESIA SEJATI YANG MENYEDIHKAN
Langsung aja… Saya juga ingin berbagi
pengalaman, tepatnya keluh kesah (yang aneh).
Saya sudah lama tinggal di Belanda, di kota kecil /
kota pelajar Leiden yang tenang, sejak 1998. Istri
dan anak menyusul tahun 2001.


Kami tinggal di rumah kecil saja. Kemana-mana
pakai sepeda. Saya kerja di universitas, tapi gaji
tidak begitu besar juga. Istri juga kerja di sebuah
restoran, gajinya juga tak besar. Tapi cukuplah
buat kami untuk hidup bulan ke bulan. Dan
menabung sedikit buat hari tua. Juga ada pensiun
sedikit. Kami senang-senang saja, sebab ada
jaminan kesehatan (disubsidi lagi oleh pemerintah
Belanda); anak juga hampir dibilang gratis masuk
sekolah. Kami enjoy-enjoy saja: toh bukan kami
sendiri yang hidup dengan cukup-cukupan begitu.


Saya sering lihat orang-orang bule, terutama
mahasiswa, dengan sisa 20 atau 50 euro di
rekeningnya. Malah sering juga minus. Tak ada
masalah. Anak-anak SMA atau mahasiswa biasa
kerja part-time di restoran, ngantar koran, dan
macam-macam lagi. Anak professor saya
mengantar koran. Mereka sudah biasa hidup
mandiri. Tak ada yg mengetawain: “Eh…ayah
professor kok ngantar koran? Malu dong”. Tak ada
yg memandang hina mereka yg naik sepeda atau
nganggur kurang uang.


Ya, enjoynya di situ: senang saja lihat gadis cantik
bahenol pake sepeda omprengan kriuk-kriuk; lihat
rektor saya (Rektor Univ. Leiden) jinjing tas sendiri
jalan kaki atau pake sepeda ke kantor; lihat orang-
orang berperahu hilir mudik di musim panas; lihat
orang-orang mabok di taman dengan minta uang
sesen-dua dengan sopan: “Mag ik heb een euro
Meneer. Ik ben honger”! Kalau tidak diberi, tetap
bilang “Als u blijf meneer!”; lihat cewek-cewek
putih bule…pacaran sama orang-orang hitam
seperti pantat kuali. Ya…senangnya di situ: kalau
ketemu orang hampir selalu bilang “goede
morgen”, “Goede Middag”; kalau masuk ke gedung,
orang di depan kita menahan pintu untuk kita, dan
selalu terdengar ucapan “mersi” atau “bedank”
kepada kita; kalau berdiri di pinggi jalan dengan
zebra cross, otomatis mobil-mobil berhenti sambil
sopirnya memberi tanda silakan lewat dari
belakang kemudi; kalau ngurus surat di kantor
Balaikota tunggu 10-15 menit, dan pegawainya tak
sok kuasa.


Ya…enjoynya di situ aja: bukan karena uang
banyak; kalau hari agak panas pergi saja ke taman
sambil membentangkan tikar atau kain, minum,
beri makan remah-remah roti kepada burung-
burung yang mendekat. Ya..enjoynya di situ: anak
saya bergurau dengan polisi, minta dicobain pakai
borgol. Anak kecil 5 tahun itu berani saja nanya
orang besar atau orang tua di kereta: ” Hoe oud
bent u Meneer? Orang tua jawab seperti dengan
temannya saja.


Pokoknya enjoy-nya sulit juga dijelaskan.
Nah masalah timbul kalau kami pulang ke
Indonesia, ke Sumatra sana. Kami selalu pulang
paling tidak sekali setahun. Kami selalu rindu
pulang. Dari Belandanya serasa ingin mati mau
pulang; sebulan sebelum berangkat kopernya
sudah penuh.

Sampai di kampung yang ditanya
orang-orang: kapan beli mobil baru? Atau mau
pinjam uang buat modal usaha. Wah…hebat!
Banyak duitnya. Istri saya biasanya pulang dengan
gaya biasa saja (seperti biasa di Belanda). Teman-
temanya tanya: sudah jauh merantau gitu kok
nggak mampu beli emas? Nggak ada yg kuning di
badanmu?

Kami bingung. Sepertinya yang ada dalam pikiran
orang-orang kampung kami uang saja. Apa ya
yang terjadi dengan masyarakat kita kini? Orang
memandang hormat orang lain dengan melihat
materi saja. Uang.. .uang… uang.. itu saja ukuran
sukses.
Juga di mana-mana: di jalan, di pelabuhan, di
kantor-kantor. Kami merasakan sesuatu yang
aneh: suatu aroma kekerasan, kasar, tidak jujur,
tipu muslihat, kekuasaan yang kuat menindas yang
lemah. Semua orang seperti memburu sesuatu dan
diburu sesuatu, tak sabar, … pokoknya sulit
mencari titik-titik ketulusan, kesederhanaan, tampil
apa adanya.

Anak saya lebih bingung lagi: ia pergi ke sekolah
sepupunya, lihat gurunya marah-marah. Ia bilang:
Ik wil niet gaat naar school hier”. Ia merasakan
pengalaman yang lain sama sekali dengan di
sekolahnya di Leiden. Sekali ia berteriak marah
lihat orang membunuh burung dengan senapan
angin, membiarkan bangkai burung itu tergeletak.
Itu dilakukan demi kepuasan saja. Lalu kami
merasa dikepung oleh sesuatu yang tidak tampak
tapi mengerikan. Cepat-cepat kami ingin
menghindar darinya.
Biasanya setelah tiga-empat minggu di Indonesia
kami kembali ke Belanda.

Sampai di Belanda ada
rasa lega: kami melihat lagi gadis-gadis cantik
dengan sepeda kriuk-kriuk, melihat lagi
penghormatan orang-orang kaya kepada pejalan
kaki atau pengendara sepeda seperti kami. Tapi
setiap tahun kami ingin pulang lagi melihat
kampung halaman di Sumatra sana. Tapi yang
kami temukan hal yang sama lagi, malah terasa
makin parah.



Suatu saat kami ingin pulang. Tapi saya kuatir
dengan anak saya. Kami sendiri mungkin dapat
berdamai. Mungkin ini sudah nasib kami atau
orang-orang Indonesia lain yang punya jalan hidup
seperti kami.



Sekian Tulisan saya,, kalo berkenan timpukin saya. :cendol gann, saya menolak keras emoticon-Blue Guy Bata (S)



Komentar para agan kaskuser
.
Quote:Original Posted By kripikcumi
nice post gan .
ane pernah merasa ky agan. enak diluar drpd dimari.
cth pas ane naek mrt di sing or di malay krn ane bawa bayi, otomatis org2 pd mempersilahkan ane buat duduk. mlh ane yg sungkan secara ane msh muda yg mempersilahkan duduk engkong2 dah tua. ga tega ane. tertib banget mereka gan , ga kaya dimari.
dimari indonesiah, ibu hamil naek KRL boro2 disuruh duduk, 2jam perjalanan, ya 2 jam berdiri. miris gan

tapi pelan2 ada perbaikan dan perubahan kok gan, macam urus surat2 ga lagi persulit kaya dlo. yg susah sih gan KKN diilangin. tapi ane ttp optimis , indonesiah bs spt diluar negeri. memang semua dimulai dr kultur , budaya. tapi budaya kita ga jelek2 banget kok gan.emoticon-I Love Indonesia (S)


[QUOTE=xonet;55191fc6a09a397d538b456b]gw jg merasa gitu nih..kl pny duit mau pindah ke ln.kyknya makin sesak nafas tgl di indonesia.semua dari kelakuan pemerintah , pejabat2 yg egois, rakus, koruupsi, gaya hidup mewah, arogan, sarkastis.lalu menular ke rakyatnya.

cuma di indonesia :

di mana2 ada tukang parkir.krn org2 males krja maunya cp dpt duit .duitnya abis buat rokok n mabok
jalan2 rusak di mana2
kelakuan kelompok2 agama yg sok suci n selalu merasa benar .menindas agama lain, kelompok lain
anak2 sekolah tawuran ga tau buat apa
trasnportasi umum yg kusut, semrawut, mahal
jalan2 ga ramah buat jalan kaki.ga ada trotoar juga
biaya sekolah mahal
biaya pendidikan mahal
susah cari kerja
dlll
dlll




pertamax
ane juga bingung mau komentar apa.
susah memang menyangkalnya,faktanya memang seperti itu pak.
Quote:Original Posted By sanzjazz
pertamax


Selamat gan. emoticon-Smilie
Maaf Gan .. Ane Tetap Cinta Sama Negeri Ini ! Karena Ane Lahir disini .. dan akan mati disini gan emoticon-Cool
Quote:Original Posted By septiansendi
ane juga bingung mau komentar apa.
susah memang menyangkalnya,faktanya memang seperti itu pak.


jangan lupa di rate ya gan. emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By aganfajri


jangan lupa di rate ya gan. emoticon-Smilie


sudah meneer emoticon-Rate 5 Star
Quote:Original Posted By septiansendi


sudah meneer :beer


emoticon-Smilie
susunan hurufnya di rapiin gan emoticon-Big Grin
biar enak bacanya emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By tHe_fRee
susunan hurufnya di rapiin gan emoticon-Big Grin
biar enak bacanya emoticon-Big Grin


ok gan, Jangan lupa di rate ya gan..
Ane setuju sih sebenernya sama cerita agan diatas, Indonesia skrg udh gak kaya dulu lagi yang serba ramah warganya.
Sekarang coba agan mau nyebrang lewat zebra cross, dijamin susah deh, gak dikasih jalan sm mobil sama motor yang lewat. Yang ada mereka ngebut gak ngasih agan kesempatan buat nyebrang.
Kalo liat ada motor lawan arus, agan tegor malah galakan yang naik motor kan?

Jujur aja ane rindu masa2 itu, masa2 ane bisa jalan di malam hari dengan tenang gkm perlu takut sama kejahatan dll.
Ane inget pas ane masih SMA tahun 1990-an, ane jalan2 malem di bandung/jakarta atau kota manapun ane gak bakal takut sama begal, coba sekarang jalan 11 malem aja udh was was sama begal atau tukang palak.
ane bukmak gan
nanti malem ane baca buat penghantar tidur
kalau menurutku, bagusan kalian jangan kembali ke indonesia lagi gan. soalnya di indonesia, remaja umur 20 tahun berperilaku 6 tahun. bapak2 umur 45 tahun berperilaku spt umut 12 tahun. jd tiada kedewasaan di masyarakat kita. uang adalah segalanya. segalanya adalah uang. indonesia sekarang sudah tidak layak huni cuma kami yg di indonesia berharap indonesia bisa berubah seperti dahulu. emoticon-Frown
Quote:Original Posted By inung78
Ane setuju sih sebenernya sama cerita agan diatas, Indonesia skrg udh gak kaya dulu lagi yang serba ramah warganya.
Sekarang coba agan mau nyebrang lewat zebra cross, dijamin susah deh, gak dikasih jalan sm mobil sama motor yang lewat. Yang ada mereka ngebut gak ngasih agan kesempatan buat nyebrang.
Kalo liat ada motor lawan arus, agan tegor malah galakan yang naik motor kan?

Jujur aja ane rindu masa2 itu, masa2 ane bisa jalan di malam hari dengan tenang gkm perlu takut sama kejahatan dll.
Ane inget pas ane masih SMA tahun 1990-an, ane jalan2 malem di bandung/jakarta atau kota manapun ane gak bakal takut sama begal, coba sekarang jalan 11 malem aja udh was was sama begal atau tukang palak.


ane pejwan gan. emoticon-Smilie
intinya ini : mandiri (bukan bank yeee)

di eropa, anak yang udah umur 17+ harus memisahkan diri dari orang tua, untuk mencari hidup sendiri.

kalo masih gabung, nanti orang tuanya minta anak mereka untuk bayar biaya penginapan dan makan emoticon-Hammer (S) .

orang tua disana ngga mau anaknya menggerogoti pensiunnya, makanya anak anak itu dipaksa mandiri.

jangan heran banyak anak remaja bekerja disana.

disini? udah toku dan berkeluarga aja masih tinggal dirumah ortu. emoticon-Traveller

jadi balik lagi ke soal kebudayaan, tradisi dan pendidikan gan.
nice post gan .
ane pernah merasa ky agan. enak diluar drpd dimari.
cth pas ane naek mrt di sing or di malay krn ane bawa bayi, otomatis org2 pd mempersilahkan ane buat duduk. mlh ane yg sungkan secara ane msh muda yg mempersilahkan duduk engkong2 dah tua. ga tega ane. tertib banget mereka gan , ga kaya dimari.
dimari indonesiah, ibu hamil naek KRL boro2 disuruh duduk, 2jam perjalanan, ya 2 jam berdiri. miris gan

tapi pelan2 ada perbaikan dan perubahan kok gan, macam urus surat2 ga lagi persulit kaya dlo. yg susah sih gan KKN diilangin. tapi ane ttp optimis , indonesiah bs spt diluar negeri. memang semua dimulai dr kultur , budaya. tapi budaya kita ga jelek2 banget kok gan.emoticon-I Love Indonesia (S)


Quote:Original Posted By ej88
kalau menurutku, bagusan kalian jangan kembali ke indonesia lagi gan. soalnya di indonesia, remaja umur 20 tahun berperilaku 6 tahun. bapak2 umur 45 tahun berperilaku spt umut 12 tahun. jd tiada kedewasaan di masyarakat kita. uang adalah segalanya. segalanya adalah uang. indonesia sekarang sudah tidak layak huni cuma kami yg di indonesia berharap indonesia bisa berubah seperti dahulu. emoticon-Frown


. Gak bisa gan yang halangin kangen saya sama indonesia, walaupun indonesia emang udah darurat gan, saya tetap cinta indonesia. emoticon-I Love Indonesia
makasih udah mampir gan, di tunggu rate /cendol nya. emoticon-Smilie
ane udah baca gan.. tapi belum nemu siapa yang masak neh? perut gw dah laperrrrr
indonesia lagi krisis moral, gemah ripah loh jinawi, sopan, ramah kini hanya tertoreh di buku sejarah yang suatu saat akan hilang
Sedikit komen ane..itu bahasa belanda nya di translet donk ke bahasa indonesia.trima kasih.
Soal cerita..begitulah di indonesia.
Ane jg perantau."Keluar pulau tp masih di NKRI"
Ttg pandangan dr tetangga2 emang begitu adanya.ane jg ngalamin.
Mereka itu tidak tau,bagaimana kita hidup di luar.
×