alexa-tracking

5 Kelakuan Orang Indonesia Yang Menjelaskan "Kita Belum Merdeka Dan Masih Dijajah"

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5518fd15e052271c6a8b4572/5-kelakuan-orang-indonesia-yang-menjelaskan-quotkita-belum-merdeka-dan-masih-dijajahquot
5 Kelakuan Orang Indonesia Yang Menjelaskan "Kita Belum Merdeka Dan Masih Dijajah"
5 Kelakuan Orang Indonesia Yang Menjelaskan "Kita Belum Merdeka Dan Masih Dijajah"

Support our local brand or product! Loh kok masih sok ngomong bahasa Inggris sih!!! Indonesia merdeka tahun 1945. Untuk merdeka, Indonesia butuh perjuangan, buktinya banyak banget pahlawan yang berguguran demi merdeka dan lepas jadi kacung Belanda dan Jepang.

Apa sih makna Merdeka? Merdeka menurut wikipedia di saat suatu negara meraih hak kendali penuh atas seluruh wilayah bagian negaranya. Atau bisa juga artinya menjadi di saat seseorang mendapatkan hak untuk mengendalikan dirinya sendiri tanpa campur tangan orang lain dan atau tidak bergantung pada orang lain lagi.

Tetapi nyatanya sampai saat ini Indonesia belum merdeka banget tuh! Lihat aja dari kelakuan masyarakatnya kalau kamu nggak percaya Indonesia belum merdeka. Beberapa diantara kelakukan yang menjelaskan jika sampai saat ini kita masih dijajah oleh bangsa asing adalah di bawah ini :

1. Masih Suka Pakai Sosial Media Luar

Era digital, dunia saat ini sudah memasuki dunia digital. Nggak heran jika banyak beberapa brand lokal, sosial media lokal yang mencoba bersaing di dunia digital saat ini sebut saja salah satunya adalah Mindtalk.com. Tetapi, apa yang terjadi? Brand local masih kurang dicintai oleh masyarakat Indonesia. Mereka cenderung lebih suka menggunakan sosial media luar seperti Facebook, Path, Twitter, Instagram, Pinterest, tumblr, etc.

Tanpa mereka sadari, siapa yang mendapatkan keuntungan karena sikap kita yang seperti ini? Tentu saja para pembuat sosial media luar, seperti Mark dan lainnya. Apa yang kita dapatkan dari menggunakan sosial media luar? Tentu saja tidak ada selain hanya sebatas eksistensi saja.


Coba saja kita mencontoh negara Cina yang memberanikan diri menutup sosial media luar masuk ke dalam negaranya. http://techno.okezone.com/read/2014/...i-media-sosial


Secara tidak langsung, sosial media luar menyimpan database masyarakat Indonesia. Mereka secara diam-diam mempelajari kebiasaan masyarakat kita. Dan hal inilah yang tidak diketahui masyarakat Indonesia. Mereka malah bangga main sosial media produk luar.

2. Masih Suka Nonton Film Luar Ketimbang Lokal

"Ah film lokal nggak ada yang bagus, sampah semua!" Selamat hari Nasional sebelumnya guys! Oke, saya nggak bisa menyalahkanmu bicara seperti itu. Tapi, tau nggak kamu berapa biaya untuk membuat film bagus?

Salah satu yang saya dengar dari seorang sutradara ternama Mira Lesmana dan Riri Riza ketika membuat film laga klasik pertarungan "Pendekar Tongkat Emas", membuat film bagus butuh uang sebesar Rp 20 miliar lebih. Terus kenapa nggak banyak sutradara atau produser film lainnya yang ingin mencoba membuat film bagus dengan uang sebanyak itu? Tentu saja, hal itu dikarenakan kurangnya rasa bangga masyarakat Indonesia.

Seberapa besar sih antusias masyarakat lokal untuk menonton film lokal? Saya rasa sudah sedikit ketimbang menonton film Hollywood. Makanya kamu jangan kaget kalau berkunjung ke bioskop lebih banyak poster film-film hollywood ketimbang lokal.

Jadi saya rasa sudah saatnya masyarakat Indonesia memajukan film Nasional, khususnya para komunitas-komunitas pecinta film yang ada saat ini. Ayo dukung film-film Nasional.

3. Masih Suka Dengerin Musik Luar Ketimbang Lokal

Orang Indonesia malas mendownload di iTunes lagu-lagu local, tetapi mereka lebih senang mendownload lagu luar seperti Marron 5, ColdPlay, dan sebagainya. Kenapa? Balik lagi, memang kalau masalah yang satu ini sih, maaf ya (benerin kalau salah) musisi Indonesia udah gak sebaik era 90-an. Bisa dikatakan, musik yang dibuat serta lirik yang diciptakan nggak begitu mengena di hati. Meski gitu, kita harus tetap dukung musisi dalam negeri dengan cara membeli lagunya dengan membayar dan hindari pembajakan.

4. Masih mementingkan Bahasa Inggris

Ini adalah bahasa global? Ada yang tau mengapa bahasa Inggris ditetapkan sebagai bahasa global? Dan kenapa harus Bahasa Inggris? Orang tua sekarang lebih suka jika anaknya hebat dan berkomunikasi dengan bahasa Inggris setiap harinya.Tanpa disadari, mereka menghilangkan rasa nasionalisme anak mereka. Tidak hanya itu aja, banyaknya sekolah-sekolah internasional yang didirikan bangsa asing di Jakarta khususnya secara langsung menggeser sekolah-sekolah negeri yang mengedepankan rasa nasionalisme.

5. Masih Suka Produk Fashion Luar

Orang Indonesia masih suka produk luar seperti sepatu New Balance, Adidas, Nike. Maaf sebelumnya, saya bicara seperti ini karena saya sudah tidak menggunakan sepatu produk luar. Saya saat ini lebih memilih untuk menggunakan sepatu bot buatan lokal khususnya di wilayah Bandung.nSelain sepatu, sebenarnya kalau kamu mau mendukung produk lokal mulai deh menggunakan dan membeli produk baju buatan lokal, banyak kok clothing baju karya anak bangsa salah satunya seperti, DAMN I LOVE INDONESIA, DISTRO KDRI.

Bagaimana, apakah Agan setuju dengan pendapat saya di atas ini?
Gimana pendapat kalian Gan emoticon-Blue Guy Peace
bener banget tuh gan.. lebih bangga dengan budaya luar daripada budaya sendiri.. emoticon-I Love Indonesia (S)
Damn i love indonesia kenapa gak pakai bahasa indonesia aja gan?
Quote:Original Posted By inkholic
5 Kelakuan Orang Indonesia Yang Menjelaskan "Kita Belum Merdeka Dan Masih Dijajah"

Support our local brand or product! Loh kok masih sok ngomong bahasa Inggris sih!!! Indonesia merdeka tahun 1945. Untuk merdeka, Indonesia butuh perjuangan, buktinya banyak banget pahlawan yang berguguran demi merdeka dan lepas jadi kacung Belanda dan Jepang.

Apa sih makna Merdeka? Merdeka menurut wikipedia di saat suatu negara meraih hak kendali penuh atas seluruh wilayah bagian negaranya. Atau bisa juga artinya menjadi di saat seseorang mendapatkan hak untuk mengendalikan dirinya sendiri tanpa campur tangan orang lain dan atau tidak bergantung pada orang lain lagi.

Tetapi nyatanya sampai saat ini Indonesia belum merdeka banget tuh! Lihat aja dari kelakuan masyarakatnya kalau kamu nggak percaya Indonesia belum merdeka. Beberapa diantara kelakukan yang menjelaskan jika sampai saat ini kita masih dijajah oleh bangsa asing adalah di bawah ini :

1. Masih Suka Pakai Sosial Media Luar

Era digital, dunia saat ini sudah memasuki dunia digital. Nggak heran jika banyak beberapa brand lokal, sosial media lokal yang mencoba bersaing di dunia digital saat ini sebut saja salah satunya adalah Mindtalk.com. Tetapi, apa yang terjadi? Brand local masih kurang dicintai oleh masyarakat Indonesia. Mereka cenderung lebih suka menggunakan sosial media luar seperti Facebook, Path, Twitter, Instagram, Pinterest, tumblr, etc.

Tanpa mereka sadari, siapa yang mendapatkan keuntungan karena sikap kita yang seperti ini? Tentu saja para pembuat sosial media luar, seperti Mark dan lainnya. Apa yang kita dapatkan dari menggunakan sosial media luar? Tentu saja tidak ada selain hanya sebatas eksistensi saja.


Coba saja kita mencontoh negara Cina yang memberanikan diri menutup sosial media luar masuk ke dalam negaranya. http://techno.okezone.com/read/2014/...i-media-sosial


Secara tidak langsung, sosial media luar menyimpan database masyarakat Indonesia. Mereka secara diam-diam mempelajari kebiasaan masyarakat kita. Dan hal inilah yang tidak diketahui masyarakat Indonesia. Mereka malah bangga main sosial media produk luar.

2. Masih Suka Nonton Film Luar Ketimbang Lokal

"Ah film lokal nggak ada yang bagus, sampah semua!" Selamat hari Nasional sebelumnya guys! Oke, saya nggak bisa menyalahkanmu bicara seperti itu. Tapi, tau nggak kamu berapa biaya untuk membuat film bagus?

Salah satu yang saya dengar dari seorang sutradara ternama Mira Lesmana dan Riri Riza ketika membuat film laga klasik pertarungan "Pendekar Tongkat Emas", membuat film bagus butuh uang sebesar Rp 20 miliar lebih. Terus kenapa nggak banyak sutradara atau produser film lainnya yang ingin mencoba membuat film bagus dengan uang sebanyak itu? Tentu saja, hal itu dikarenakan kurangnya rasa bangga masyarakat Indonesia.

Seberapa besar sih antusias masyarakat lokal untuk menonton film lokal? Saya rasa sudah sedikit ketimbang menonton film Hollywood. Makanya kamu jangan kaget kalau berkunjung ke bioskop lebih banyak poster film-film hollywood ketimbang lokal.

Jadi saya rasa sudah saatnya masyarakat Indonesia memajukan film Nasional, khususnya para komunitas-komunitas pecinta film yang ada saat ini. Ayo dukung film-film Nasional.

3. Masih Suka Dengerin Musik Luar Ketimbang Lokal

Orang Indonesia malas mendownload di iTunes lagu-lagu local, tetapi mereka lebih senang mendownload lagu luar seperti Marron 5, ColdPlay, dan sebagainya. Kenapa? Balik lagi, memang kalau masalah yang satu ini sih, maaf ya (benerin kalau salah) musisi Indonesia udah gak sebaik era 90-an. Bisa dikatakan, musik yang dibuat serta lirik yang diciptakan nggak begitu mengena di hati. Meski gitu, kita harus tetap dukung musisi dalam negeri dengan cara membeli lagunya dengan membayar dan hindari pembajakan.

4. Masih mementingkan Bahasa Inggris

Ini adalah bahasa global? Ada yang tau mengapa bahasa Inggris ditetapkan sebagai bahasa global? Dan kenapa harus Bahasa Inggris? Orang tua sekarang lebih suka jika anaknya hebat dan berkomunikasi dengan bahasa Inggris setiap harinya.Tanpa disadari, mereka menghilangkan rasa nasionalisme anak mereka. Tidak hanya itu aja, banyaknya sekolah-sekolah internasional yang didirikan bangsa asing di Jakarta khususnya secara langsung menggeser sekolah-sekolah negeri yang mengedepankan rasa nasionalisme.

5. Masih Suka Produk Fashion Lokal

Orang Indonesia masih suka produk luar seperti sepatu New Balance, Adidas, Nike. Maaf sebelumnya, saya bicara seperti ini karena saya sudah tidak menggunakan sepatu produk luar. Saya saat ini lebih memilih untuk menggunakan sepatu bot buatan lokal khususnya di wilayah Bandung.nSelain sepatu, sebenarnya kalau kamu mau mendukung produk lokal mulai deh menggunakan dan membeli produk baju buatan lokal, banyak kok clothing baju karya anak bangsa salah satunya seperti, DAMN I LOVE INDONESIA, DISTRO KDRI.

Bagaimana, apakah Agan setuju dengan pendapat saya di atas ini?


no 5 salah tulis judul tuh
Masih Suka Produk Fashion Luar bukan Lokal emoticon-Big Grin
renungan buat kita semua gan
bener juga sih gan
SAYA ORANG INDONESIA SEJATI. JAYA INDONESIA...!!!emoticon-I Love Indonesia
bener bingits nih emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By mystagon
bener banget tuh gan.. lebih bangga dengan budaya luar daripada budaya sendiri.. emoticon-I Love Indonesia (S)


iiya gan , tapi ane cinta produk Indonesia gan emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-I Love Indonesia (S)
ha ha bener semua tuh gan emoticon-Malu
Bener kan kadang kita nggak sadar aja, padahal sekarang itu banyak banget kok produk lokal yang oke oke banget, kalau kita pakai sosial media luar atau produk luar. negeri kita ini bakalan banyakpenganggur. tapi kalau kita pakai produk lokal dan brand lokal., sudah pasti saat perusahaan mereka besar mereka akan merekrut karyawan dari negerinya sendiri. Dengan begitu, nggak ada lagi kemiskinan dan kejayaan bagi brand luar.
indonesia mengalamin penurunan kualitas produksi yg luar biasa hebat gan. cm produk manufaktur aja yg bersaing. ane sich lbh suka beli produk local gan tp klu soal lagu dan film ane minta maaf gan. bagusan ane ntn n dengar bollywood jg lbh bagus banget dr indonesia. indonesia filmnya film porno, lagunya lagu alay. makin dinonton makin jijik.
Setuju aja, tapi ada tambahannya juga nih.

Kerja masih sama perusahaan luar / ngembangin ilmunya diluar, dan bahkan download bajakan itu juga termasuk dijajah kali ya? emoticon-Malu (S)
bener banget tuh gan,
disaat kita membudayakan buadaya2 Indonesia malah dibilang kampungan emoticon-Cape d...
yaudah gan, gk usah pake produk luar. Pake produk indo aja, motor mobil, gadget property emoticon-I Love Indonesia tapi apa indo punya produk ori yg ane sebutin emoticon-Traveller
kalo film sih wajar gan, hayo coba sebutin 10 film indonesia yg segi cerita, alur dan kontent isinya menarik/mendidik.. pasti susah lha isinya cuma sinetron, tukang haji naik bubur, manusia harimaho, ganteng ganteng sering gila, sama acara musik2 alay... emoticon-Cape d... (S)
Mungkin ini lebih condong ke mental aja gan ? emoticon-I Love Indonesia (S)
pemikirannya sempit banget sih
Quote:Original Posted By ej88
indonesia mengalamin penurunan kualitas produksi yg luar biasa hebat gan. cm produk manufaktur aja yg bersaing. ane sich lbh suka beli produk local gan tp klu soal lagu dan film ane minta maaf gan. bagusan ane ntn n dengar bollywood jg lbh bagus banget dr indonesia. indonesia filmnya film porno, lagunya lagu alay. makin dinonton makin jijik.


that's true emoticon-shakehand