alexa-tracking

[CERPEN] RONI DAN KOTA SURO (RON AND THE BIRD TOWN)

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5513893831e2e63d638b456c/cerpen-roni-dan-kota-suro-ron-and-the-bird-town
[CERPEN] RONI DAN KOTA SURO (RON AND THE BIRD TOWN)
Di ujung gedung berlantai 20 ini, saya membentangkan tangan, menghirup udara dalam-dalam, sambil memejamkan mata, dan siap dengan yang akan terjadi selanjutnya. Gedung Suro menyuguhkan pemandangan kota Suro yang menarik.

Sekejap Nona Eri telah terbang seperti burung. Sekarang tubuhnya terkapar dibawah sana. Sungguh melegakan membantunya untuk terbang.

Di belakang sana―dekat pintu masuk ke atap ini, detektif Kota Suro, Tuan Roni berdiri dengan wajah kecewa. Saksi kuncinya tidak bisa lagi memberi keterangan.

“Tidak akan ada yang datang lagi ke atap ini, Lerry”, kata Tuan Roni, sambil mendekatinya. “Warga kota Burung datang dan pergi. Yang kamu lakukan akan dilupakan dalam hitungan hari. Tidak ada yang akan mengingatmu. Anda kalah.”

Lenny hanya tertawa kecil. Lenny sedikit tersinggung karena Tuan Roni sok tahu.

Tuan Roni ingin mengambil wanita ini, mengikatnya, membuat datanya, memasukkannya ke penjara, dan tugasnya pun selesai. Tuan Roni mengambil sapu tangan dari balik jasnya. Keringatnya bercucuran dari dahi. Ingin rasanya menendang orang ini biar jatuh mati agar tugasnya lebih singkat.

“Tuan Roni, sudah saya bilang. Burung-burung yang meminta saya untuk membantu para manusia terbang. Kota Suro akan terkena wabah. Harus terbang untuk selamat.”

Akhir-akhir ini, memang burung-burung disini sangat berisik. Kota ini yang terkenal sebagai tempat persinggahan bermacam-macam burung, sedikit demi sedikit pergi. Beberapa berjatuhan, mati tak jelas.

Lenny kemudian bercerita tentang bagaimana dunia akan berakhir dan manusia punah jika dia tidak belajar bagaimana cara mengajarkan manusia terbang. “Oh..saya lupa, mungkin Anda sulit untuk terbang dengan tangan Anda yang hanya satu”

Tuan Roni mengambil taser gun dari belakang celananya. Dengan cepat langsung mengarahkannya pada punggung Lenny, menekan tombol taser gun, dan menariknya sehingga dia tidak jatuh ke depan. Lenny kejang terkejut taser gun di lantai tanpa daya.

“Merepotkan saja”, kata Tuan Roni sambil mengangkatnya.

Ini adalah kota burung. Kota percontohan adaptasi manusia akan zaman depresi. Orang-orang semarak akan dunia yang mereka buat sendiri. Terkadang bersama-sama membuat tampilan yang melupakan kehidupan fisik, seperti kesurupan masal atau bisa disebut mass hysteria.

Satu persatu masyarakat kota burung mengalami delusi dan beberapa akut hingga mencapai halusinasi. Cukup berbahaya jika ada yang menyangka dirinya adalah titisan Rambo, dan melihat di sekelilingnya adalah Vietcong.

Ketika seseorang telah terjangkit, tidak akan ada yang tahu. Hanya perilaku di luar normal lah yang membedakan. Tuan Roni sampai saat ini mampu menangkap orang-orang seperti itu. Entah sampai kapan, karena semakin lama semakin banyak. Sampai satu saat, Tuan Roni sadar bahwa inilah wabahnya. Mereka seperti mayat hidup. Bergerak sesuai imajinasi sendiri.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

1 tahun kemudian Tuan Roni kembali berada di atap Gedung Suro. Dia melihat ke bawah. Ada Belasan Nona Eri dibawah, tergeletak bermandikan darah. Mr Roni membetulkan posisi dasinya, bersandar pada dinding, dan mengambil sapu tangan dari balik jasnya.

Keringatnya masih banyak seperti dulu, namun sekarang dia menyeka darah yang ada di pipinya. Darah orang-orang itu. Dia tak ingin terjangkit oleh wabah itu. Sungguh hina bila itu terjadi. Dia mengingat-ingat dan menghitung sisa peluru .21 mm-nya.

Terdengar suara kaki-kaki menaiki tangga. Pintu terdobrak-dobrak, dan terbuka. “Mr Roni! Menyerahlah! ANDA SUDAH PENSIUN DARI TENTARA. INI DI KOTA SURO, BUKAN DI DILI!”

©Copyright by wikibesot.blogspot.com
×