alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
5 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55128acf0e8b467c528b4567/beno-dan-erin

Beno dan Erin

Erin Dan Beno (Sebuah Kisah Cinta Tidak Sempurna)

Uang memang bukan segalanya, tapi uang bisa memudahkan segalanya.

Pov Beno
Namanya Erin, Erinda Rizky Wijaya seorang wanita spesial di hati gue. Ini tahun keempat sejak gue terakhir kali bertemu dengannya. Erin, dia adalah semua ceritaku, dia adalah nyawa dari semua kisah-kisahku.
Namaku Subeno, panggil aja Beno. Seorang laki-laki biasa berusia 28 tahun dan masih lajang. Banyak orang yang bertanya, mengapa Beno always jomblo. Padahal hidupnya enak. Gue cuma bisa senyum, dalam hati gue menjawab, karena ditinggal nikah seorang gadis benama Erin. Erin yang gue cintai, tapi dia ga pernah tau betapa gue mencintainya. Betapa tiap malem doa gue selalu buat dia. Dan betapa dia adalah semangat gue buat memperbaiki hidup gue. Gue adalah Beno dan dia adalah Erin. Terakhir kali gue liat di facebooknya dia pasang foto tunangan. Jelas sama yang tajir juga. Dalam sinetron mungkin lo bisa liat kalo jodoh si kaya adalah si miskin. Si kaya sampe rela buat nentang keluarganya, atau mutusin pacarnya yang cakep dan juga kaya, untuk bisa hidup dengan si miskin. Buat gue kisah cinderella adalah kisah sedih. Betapa si Cinderella tiap hari di siksa dengan pekerjaan berat dan mungkin ga manusiawi. Terus dia ketemu dengan pangeran, katanya happy ending, tapi kita ga pernah tau apakah si Cinderella pernah di poligami atau tidak. Dan kejadian di real life, si kaya harus merit dengan si kaya juga supaya dia dan keturunannya bisa survive sama kekayaan

Mereka, walau ga semua orang kaya kaya gitu. Tapi kebanyakan. Banyak juga orang yang idupnya pas-pasan kaya gue bisa nikahin orang kaya. But, dalam kehidupan sehari-hari mereka menjelma jadi seorang asisten rumah tangga berstatus Suami/Istri. Dan gue ga mau kaya gitu, manusia punya harga diri. Dan buat gue harga diri itulah yang harus dipertahankan. Gue bukan orang yang sombong, siapa sih gue sampe harus sombong segala, apalagi gue juga ga punya apa-apa. Gue cuma ga mau, diri gue yang berharga ini diinjek-injek orang. Semua manusia berharga dan harus belajar menghargai dirinya sendiri, begitu kalo menurut gue. Hari ini gue menghabiskan waktu long weekend gue di rumah. Ini rumah gue sendiri dan gue juga tinggal sendiri. Gue emang biasa mandiri dan menyepi. Semakin mature gue, gue makin suka menyepi, gue lebih suka dikamar, ngurusin bisnis online gue sambil dengerin musik atau sesekali nonton film dan join internet forum.

"Drrttt drrrttt ddrrrt ddrrrrrttt" Handphone gue bergetar, dan pasti panggilan, sms atau chat bukan dari cewe. Udah 6 tahun gue ga pernah maen-maen sama cewe. Dalam layar hape tertulis kata "MONYET".
"Yo nyet."
"Dimana lo zink?" Katanya di tengah suara bising.
"Rumah, baru bangun."
"Abis ngebok*p lo ya, buruan ke tempat biasa, pokoknya gue tunggu."
Tut...tut...tut..
Kebiasaan...
Namanya Fajri, sahabat sekaligus temen kerja gue. Dia biasa gue panggil monyet. Dan dia biasa manggil gue anzink. Katanya sih biar terjadi keseimbangan di alam semesta makanya
Dia manggil gue gitu. Umurnya 3 taun dibawah gue. Suka gonta-ganti pacar, terakhir pacarnya adalah seorang SPG mobil yang tatonya dimana-mana dan ekspresi mukanya selalu siap menerkan dan selalu nantangin berantem dalam tanda kutip. Gue melirik jam di desktop komputer. Jam 7 malem, gue bergegas cuci muka dan siap-siap menuju Laws*n yang ga jauh dari rumah. Bukan cuma abg alay, kaum uzur seperti gue pun kadang lebih seneng nongkrong di Lawson.

Lawson Kota Wisata, malam itu

Beno memarkir sepeda motornya di depan Lawson, matanya menerawang mencari keberadaan Fajri. Ternyata dia duduk di pojok bersama dua orang, satu laki-laki dan satu perempuan, ia tak tau siapa mereka, karena keduanya memunggunginya. Ia masuk ke dalam toko. Memesan minuman dan snack favoritnya. Kemudian bergabung dengan mereka.
"Woy, serius amat." Ia menepuk baju Fajri.
"Anjrit lo dateng ga ada suaranya. Lo inget ga No ini siapa?" Fajri menunjuk pada pasangan di depannya. Si wanita sih Beno kenal, dia Irene, teman baik mereka di masa kuliah dulu. Dan si laki-laki gendut brewokan, Beno mengamatinya sangat lama.
"Sialan, Ical kok lo berubah banget sih. Kok bisa gendut gini." Beno menepuk pundaknya.
"Kebanyakan kerja di dapur nih gue. Anak teknik yang kerjanya salah jurusan." Katanya tersipu-sipu, padahal dulu pas masa kuliah dia yang paling semangat soal ngajak anak-anak fitness dan membentuk tubuh. Setelah bekerja takdir berkata lain. Beno adalah yang paling senior di situ. Dia mahasiswa abadi.

Dia manggil gue gitu. Umurnya 3 taun dibawah gue. Suka gonta-ganti pacar, terakhir pacarnya adalah seorang SPG mobil yang tatonya dimana-mana dan ekspresi mukanya selalu siap menerkan dan selalu nantangin berantem dalam tanda kutip. Gue melirik jam di desktop komputer. Jam 7 malem, gue bergegas cuci muka dan siap-siap menuju Laws*n yang ga jauh dari rumah. Bukan cuma abg alay, kaum uzur seperti gue pun kadang lebih seneng nongkrong di Lawson.

Lawson Kota Wisata, malam itu

Beno memarkir sepeda motornya di depan Lawson, matanya menerawang mencari keberadaan Fajri. Ternyata dia duduk di pojok bersama dua orang, satu laki-laki dan satu perempuan, ia tak tau siapa mereka, karena keduanya memunggunginya. Ia masuk ke dalam toko. Memesan minuman dan snack favoritnya. Kemudian bergabung dengan mereka.
"Woy, serius amat." Ia menepuk baju Fajri.
"Anjrit lo dateng ga ada suaranya. Lo inget ga No ini siapa?" Fajri menunjuk pada pasangan di depannya. Si wanita sih Beno kenal, dia Irene, teman baik mereka di masa kuliah dulu. Dan si laki-laki gendut brewokan, Beno mengamatinya sangat lama.
"Sialan, Ical kok lo berubah banget sih. Kok bisa gendut gini." Beno menepuk pundaknya.
"Kebanyakan kerja di dapur nih gue. Anak teknik yang kerjanya salah jurusan." Katanya tersipu-sipu, padahal dulu pas masa kuliah dia yang paling semangat soal ngajak anak-anak fitness dan membentuk tubuh. Setelah bekerja takdir berkata lain. Beno adalah yang paling senior di situ. Dia mahasiswa abadi.

Tapi beda kampus, mereka kenal karena satu kost-kostan. Beno memilih kost agak jauh dari kampus karena lebih murah. Kost-kostan dekat kampus Beno kebanyakan per tahun dan mahal.

"No, kemana aja sih, kalo ngumpul ga pernah ikut. Dihubungin juga susah, udah kaya buronan polisi aja.." Celetuk Irene, Beno cuma tersenyum.
"Gue sibuk kerja Rene, Kan diantara kalian gue yang kuliahnya ga pake kelar. Jadi gue setidaknya harus lebih kerja keras dari kalian.

"Banyak tau yang nanyain lo, terutama si Bayu tuh. Oia No, Bayu nganggur tuh, bentar lagi dia paling dateng. Kalo lo ada channel bantuin lah. Kasian dia dari lulus 2 taun lalu belom kerja. "

Lah kok bisa, bukannya IPK si pelor itu cumlaude mulu.

"Iya No cumlaude mulu, tapi lo kan tau dia bocahnya pelor. Idupnya lemeessss banget kaya orang ga niat."

Timpal Fajri, bener juga si Bayu bisa tidur lebih dari 24 jam kalo lagi libur. Orangnya kurus, ceking dan keriting, di matanya ada mata pandanya gitu. Bukan karena kurang tidur tapi karena kebanyakan tidur. Makanya dia di panggil si Pelor.

"Masih pacaran ama si Sasha dia?" Tanya gue pada Irene dan Ical.

"Udah putus lama, si Sasha ga tahan Bayu nganggur mulu. Dia udah nikah ama temen kerjanya. Komplitlah sudah derita hidup Bayu, Jomblo pengangguran di tinggal kimpoi. Ampe bosen kita sama si Erin yah denger curhatan si Bayu." Jawab Ical.

Deg.. Erin.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 5
Pov Beno
Nama itu, nama yang udah lama ga gue denger dari mulut anak-anak lain.
"Si Erin sampe pusing tau ga. Dia sempet kerja di kantor bokapnya Erin. Tapi dia resign gara-gara hobby pelor everywhere nya itu." Cerita Irene sambil terbahak.

"Wait, Erin, bukannya dia udah nikah ya?"

Tanya gue heran. Mendadak air muka Irene berubah. Begitu juga dengan Ical.


"Erin ga jadi nikah 2 taun lalu No, panjang deh ceritanya. Pokoknya dia sempet terpuruk parah No. Oia dia sempet nanyain kabar lo. Tapi karena kita-kita juga ga pernah kontak ama lo. Ya kita-kita ga bisa jawab."

Jelas Ical, ada sedikit perasaan lega, namun ada sedikit perasaan cemburu. Sampai segitu cintanyakah erin pada mantan calon suaminya sampai dia terpuruk bertahun-tahun seperti aku. I never know.

Malam itu kami pulang ke rumah masing-masing menjelang larut malam. Sampe rumah gue ga langsung tidur, kepikiran Erin. Bagaimana ya kabar dia, sudah 2 taun gue ga stalk akun socmed dia. Semenjak dia memasang foto acara pertunangannya. Gue pikir, ngapain gue stalk kalo gue nantinya cuma ngeliat foto-foto dia ama pasangannya, foto babynya. Persis kaya yang biasa dilakukan temen-temen gue yang udah menikah.

Dia tambah cantik, sedikit tambah gemuk sekarang. Rambutnya panjang dan ah... masih semenarik dulu. Dia ga pernah update status, paling hanya update foto sesekali. Dan terakhir dia update foto, seminggu lalu. Dan bodohnya gue, gue ga minta kontak Erin. Tapi gampanglah, gue bisa dapet dari Bayu.

Kebetulan dia mau gue minta jadi admin bisnis online gue. Dan dia juga bakal tinggal disini karena udah ga tahan dimaki-maki terus karena PKB alias pengangguran kelas berat sama ortunya. Gapapa, gue ada temen, rumah segede gini dengan 5 kamar. Yang ngisi cuma kamar gue doang. Biar ga sepi sepi amat, gue sendiri pagi sampe siang kerja freelance, biar punya status kerja aja. Kalo kehidupan sehari-hari biasanya gue dapet nafkah dari bisnis online perlengkapan cowok. Bisnis yang gue jalanin dari nol. Sampe berkembang sejauh ini.
Bisnis yang gue harap bisa mendekatkan gue sama erin setidaknya satu sentimeter saja.
Diubah oleh fanofbenbruce
Pov Erin

Gue menatap jendela kamar yang pemandangannya tembus ke kebun belakang. Ini tepat 2 taun sejak peristiwa itu. Sebelumnya gue ga nyangka kalo hidup gue itu bakalan digariskan ceritanya bakal kaya film drama gini. Gue ga suka nonton drama, sejak gue suka bergaul sama si makhluk idealis realistis bin abstrak alias si Subeno. Entah bagaimana kabar dia sekarang 5 tahun mungkin dia ngilang dan ga ada kabar.

2 tahun lalu gue berencana buat nikah sama mantan pacar gue. Namanya Johan, lelaki sempurna yang katanya cocok banget sama gue. Dia anak partner bisnis bokap gue. Gue sendiri, ga yakin kalo gue cinta sama Johan. Semuanya berjalan sampe sejauh itu karena kedua pihak orang tua setuju dan senang kami menjalin hubungan. Dan umur gue saat itu udah 23, tunggu apa lagi, toh temen-temen gue di umur segitu udah banyak yang nikah. Usia normal perempuanlah buat nikah. Ga ketuaan ga kemudaan juga, pas banget lah. Tapi semuanya berubah saat negara api menyerang. Saat gue nemuin Johan lagi ciuman sama seorang laki-laki di dalem mobil. Lo tau sehina-hinanya cewek di selingkuhin, paling laknat itu ketika di selingkuhin sama Maho. Dan seketika itu gue bukannya mau marah. Tapi malahan mau muntah, dan gue sukses muntah di kap mobil Johan. Dan pas gue ceritain ini ke temen-temen gue, mereka bukan turut berduka tapi malah ngetawain. Terutama si Bayu.

"Lo tau yu Dugong? Nah kaya gitu bentuk selingkuhan si Johan. Udah gitu kulitnya putih hasil suntik putih gitu.


Dan begonya lagi, rambutnya di cat pirang. Makin muntah kan gue pas gue ngeliat mukanya jelas. Pas mereka udah turun dari mobil." Curhat gue sambil nangis-nangis di kontrakan Irene basecamp kami. Bayu nutupin mukanya pake bantal, Ical dan Irene juga.
"Trus lo labrak si Johan rin?" Tanya bayu sambil terbahak, mukanya merah padam menahan tawa.
"Gue bilang batalin nikahan kita kalo ga awas."

Dan pernikahan pun di batalin. Gagal gue punya suami yang rada mirip-mirip Cody Simpson. Padahal kan lumayan bisa perbaikan keturunan besar-besaran kalo gue jadi ama dia.
Tapi gue bersyukur gajadi nikah ama dia, kalo jadi mungkin gue bakal bikin buku judulnya
"Dibawah Cengkraman Maho."

Dan gue pasti bakal di poligami, tapi istri keduanya bukan cewe. Tapi si Dugong berambut pirang.

Sebenernya itu salah satu alasan kenapa gue menjomblo dan lebih selektif memilih pasangan. Tapi ada satu hal lagi, gue pernah bahkan sampe hari ini gue masih cinta ama dia. Tapi ga pernah ada kata cinta dan kepastian. Dia adalah si Beno, gue juga heran kenapa gue suka ama dia. Padahal dia cuek banget ama gue, dan gue cuma bisa mendem karena ga enak sama yang namanya status persahabatan. Akibat pemendaman itulah muka gue dulu sering jerawatan, penuh komedo dan nampak nistaaa.

Hubungan gue sama Johan juga bisa dikatakan sangat baik. Gue belajar memahami dia dan dunianya. Gue belajar ini dari si Subeno waktu masih setiap hari ketemu dia.
"Setiap orang punya pilihan hidup."
Iya belajar memahami pilihan hidup orang. Memahami pilihan hidup Johan buat cinta ama Suryadi yang lebih suka dipanggil Steffy.
FYI, Steffy sehari-hari bekerja sebagai pimpinan satpam di sebuah komplex elit di Jekardah. Dia disegani banget ama anak buahnya. Dan penampilan steffy saat kerja dan saat hangout sama Johan ataupun bertiga ama gue itu beda banget. Gue sering jemput dia ke tempat kerjanya makanya gue tau. Ingat kalo kesana bilang "Nyari pak Suryadi."
Jangan bilang "Nyari Steffy."

Jadi orang-orang sebenernya pada salah, saat mereka ngomong atau berfikiran

"Kasian yah Erin, nikah batal, sampe hari ini jomblo padahal umurnya udah 25."

Gue mau cerita ama siapa? Sama temen-temen, apa mereka bakal ngerti? Apa malah mereka bakal ngetawain cinta ga logis yang dipendem sendiri selama 5 taun. Dan selama itu gue banyak boongin diri gue sendiri kalo gue itu ga cinta ama Beno. Dan ternyata, cinta memang udah mentok ama dia.

No, dulu pernah nyampurin pelet apa sih ke makanan gue?
Diubah oleh fanofbenbruce
Mas Agus

"Yu, bukain pintu dong, gue lagi ngedit laporan nih tanggung." Kata Beno sambil menatap lurus laptopnya, Bayu beringsut dari tempatnya, dan berjalan ogah-ogahan menuju pintu.

"Ada yang mau ketemu, katanya namanya mas Agus." Katanya pada Beno, ia kemudian beranjak ke Dapur. Biar lelet lelet kaya ulet keket begitu, Bayu sebenarnya sangat rajin. Tanpa disuruh biasanya dia langsung membuatkan teh untuk tamu.

Mas Agus adalah sahabat Beno sejak SMA.

"Gue habis di PHK no, udah 4 bulan, gue gak ada duit buat bayar kontrakan. Mau ngedeportasi anak istri ke Jawa tanggung. Resty belum lulus TK. Makanya nekat deh No, karena lo juga belom beli mobil. Gue tebel-tebelin muka deh mau pinjem garasi lo buat tinggal gue dan keluarga kecil gue. " kata mas Agus sambil menunduk. Beno cuma bisa diam, kenapa harus garasi, kamar di rumahnya banyak yang kosong.

"Sudah, besok mas Agus pindah kesini, mas nempatin kamar di deket jendela samping, anak-anak Ruri dan Resty bisa nempatin kamar sebelah Bayu. Buat garasi, berhubung warga komplek pembantu ama satpamnya suka komplain susah cari sarapan murah. Mba Lia kan masakkannya enak, bisa sekalian jual sarapan kan mas."

Mas Anto berterimakasih pada Beno. Beno tau bagaimana rasanya susah, dan mas Anto termasuk orang yang sering membantunya saat masa sulitnya dahulu.

"Berarti besok di rumah ini ada warga baru dong No?"

"Iya Yu, kawan gue semasa sulit dulu tuh yu. Orangnya baik banget, istrinya juga baik. Sorry ya yu kalo besok-besok Rame suara anak-anak, dia anaknya masih kecil. Tapi mereka lucu-lucu kok. Lo pasti suka sama mereka."

"Hmm, yu editan udah selesai, besok tinggal lo post ya. Btw, lo kalo mo makan panasin pizza atau nugget aja, kalo ga lo beli di luar, atau delivery, baiknya gimana deh. Gue capek banget, tidur duluan ya yu." Kata Beno sambil memijat lehernya, hari ini ia habis kehujanan makanya cepat lelah.


" beres bos, hmm... No"
"Besok kalo ada waktu senggang gue mau ngomong sesuatu ama lo."
"Hmm... kenapa ga sekarang?"
"Besok aja kalo lo udah enakan. Gue juga ngantuk, panggilan alam. Tar kalo laper gue panasin pizza aja.."

Bayu menatap punggung Beno, anak ini banyak berubah. Tapi satu yang Bayu tau, dan mungkin anak-anak lain ga tau. Beno sempat patah hati karena rencana pernikahan Erin dengan Johan. Mungkin itu yang membuat hidup Beno jadi kurang gairah, kurang tenaga, padahal tiap hari dia rutin minum Extra Joss. Karena Laki, pantang minum yang rasa-rasa.

Kayanya penting ngasih tau Beno tentang hal sebenarnya, kalo Erin itu sebenarnya belum menikah. Tapi ah... mending besok aja, kasian hari ini dia kecapean.





Diubah oleh fanofbenbruce

Pov. Bayu

Nama gue bayu, lengkapnya Bayu Nugraha atau Bayu Pelor, karena kebiasaan gue yang kalo nempel lagsung molor, gue bisa molor dimanapun termasuk di toilet mall. Buat gue tidur adalah kebutuhan utama setelah bernafas. Nyokap gue sempet curiga gue pernah jadi korban gigitan lalat tse tse karena jam tidur gue yang over time. Gara-gara jam tidur ini gue ga pernah lama kerja di perusahaan dan di putusin sama mantan gue yang sengaja gue lupa namanya, karena dia takut masa depannya ama gue ga jelas. Dia udah nikah sekarang, sama lelaki yang mungkin emang jodohnya dan pastinya lebih baik dari gue. Anaknya udah dua, dan dia ga pernah mau ketemu lagi. Padahal gue ga ngerasa ada salah ama dia. Orang pas diputusin gue ga ribut dan iya iya aja. Entahlah, karena wanita ingin dimengerti. Eh ralat, karena wanita ingin SELALU di mengerti.

Gue udah sebulan kerja dan tinggal bareng Beno. Gue betah kerja dan tinggal disini, gue males tinggal di rumah, toh di rumah ada atau gada gue sama aja. Gue juga matiin handphone utama gue, dan beli hape murah dan simcard baru. Gue belum mau pulang, pulang atau ga pulang gue juga ga ada yang nanya. Karena di rumah yang dianggap ada cuma abang gue si Wisnu. Yah abang gue emang sempurna. Dapet beasiswa di Ostrali, lulus S1 cumlaude. Kerja di perusahaan bonafide. Buat keluarga gue, gue cuma butiran debu. Usaha gue dapetin cumlaude juga dianggep biasa aja. Pasti ada juga diantara reader yang ngalamin nasib kaya gue. Saat lo punya kaka superior, sekalipun lo udah melakukan sesuatu yang superior. Itu bakal dianggap biasa aja, karena buat orang tua lo kaka lo aja bisa masa lo ngga. Gue suka disini, apalagi disini sekarang rame. Selain gue sama Beno juga ada mas Agus sekeluarga. Apalagi sekarang istri mas Agus jualan nasi kuning pagi-pagi. Gue sering bantuin siapin garasi buat jualan. Ini emang bukan rumah dan keluarga asli gue. Tapi gue ngerasa kalo disini adalah rumah dan keluarga gue.

Akhir-akhir ini gue kangen banget sama sahabat gue si Erin, tapi gue selalu malas bergerak buat nemuin dia. Kemang-Kota Wisata coy, jauh mending tidur. Bulan depan paling gue nemuin dia. Sekaligus ngasih kejutan buat dia. Erin itu cewe yang tangguh sekaligu Gila. Gimana ga gila, mantan tunangannya maho, dan dia enjoy aja. Bahkan dia sering jalan bertiga sama mantan tunangannya dan pacar mantan tunangannya. Pertama gue liat pacar mantan tunangan si Erin gue ngeri setengah mati. Item, tinggi gede, keker, body-body angkatan gitu dah. Eh pas kenalan ama gue malah kedip-kedip genit ala ala betty boops. Erin, teman meratapi kejombloan bersama. Erin sempet ngenalin gue ama beberapa temennya, tapi kayanya gue ketularan penyakit jomblo akutnya dia. Makanya jangan gaul ama jomblo akut Ntar nular.
"Bayu, bangun makan malam dulu." Terdengar suara istri mas agus dari balik pintu.
"Oke mbaa... aku datang." Gue langsung beranjak dari kasur kesayangan. Hari ini istri mas agus masak istimewa. Habis belanja besar sama Beno tadi siang. Masakkan istri mas Agus memang tidak ada duanya deh.

Kami makan bersama, sambil ngobrol-ngobrol.
"Mas, Anggi jadi kesini kan?" Tanya Beno sehabis makan.
"Jadi No, maaf ya, keluargaku jadi ngerepotin kamu." Kata mas Agus
"Santai mas, besok anggi tidur diatas aja ya mas. Kamar atas kan kosong. Mas ini kaya orang lain aja." Katanya, anggi siapa lagi.
"Anggi siapa mas Agus?" Tanya gue heran.
"Adikku Bayu dia mau bekerja disini. Katanya bosen kerja di kampung." Jawab mas agus sambil senyum.
" Iya Bay, anaknya cantik loh. Tapi pendiam. Semoga kalian bisa berteman ya yu." Kata istri mas agus sambil membereskan piring.
"Tenang mba, ntar ada yang bantui bayu packing orderan konsumen dong ya." Gue langsung berdiri mengangkat piring-piring kotor. Nanti bagian cuci piring mah bagian si Beno.
ceritanya ngalir gan dan keren.


gue ngakak sama bayu. pas ibu nya ngandung dia mungkin ngidamnya di gigit lalat tze tze ya.?
Quote:


Itulah Bayu sist, tapi biar lalat tse tse gitu dia paling pinter diantara semua. Kalo si Beno DO univ pendidikan. Erin sarjana TI. Pokoknya doain ane selalu dapet inspirasi buat ngelanjutin cerita ini ya sist.
Ane tunggu upDatetanny mas ben
wanjer sedih gitu si bayu idupnya
dikit amat dung
gua nungguin cerita lu inih
emoticon-Amazed
Hari masih pagi, Erin masih tergeletak tak berdaya di ranjangnya. Rambutnya awut-awutan dan ilernya masih belum kering.

"Riiiiinnn!!! Cepetan bangun, kamu siap-siap dong." Bu Wijaya menggedor pintu kamar anak gadisnya.

"Eriiiinnn!!!!"

Tak ada jawaban, dan ternyata pintu kamar tidak di kunci. Bu Wijaya cuma geleng-geleng kepala melihat kelakuan anak gadisnya.

"Rin, cepetan bangun. Hari ini lamarannya Erna loh. Kalo lama pokoknya ibu bakal marah besar." Ancam bu Wijaya.
"Ah ibu, pagi-pagi berisik banget sih. Iya-iya, erin tidur dulu. Nanti Erin turun kok, erin sih cuci muka doang juga udah cantik." Gumam Erin. Bu Wijaya menarik napas, anak gadisnya ini emang spesial luar biasa. Saking luar biasanya sampe batal nikah dan dilangkahi adiknya.

"Ibu tunggu di bawah, jam 9 keluarganya Gusti dateng. Jangan aneh-aneh." Kata Bu Wijaya sambil meninggalkan kamar Erin.

Erin enggan buat bangun. Ia menarik selimut menutupi tubuhnya. Rasanya lemas, malas, ga enak, sedih, marah tapi gatau mau marah ama siapa. Udah jatuh tertimpa tangga. Udah broken heart pake disalip nikah ama adiknya.

Erin menarik kaca di meja samping tempat tidur. Matanya bengkak, aduh gimana ini, mana hari ini dia harus dalam performa maksimal. Ya siapa tau aja dia dapet pengganti Beno, beno yang ditunggu- tunggu tapi malah mematahkan hatinya abis-abisan. Sebenernya si Beno juga gatau kalo dia matahin hati Erin. Wong Beno juga gatau kalo si Erin suka sama dia. Sampe rela menjomblo pula bertahun-tahun. Padahal banyak lelaki di luar sana yang mau sama Erin. Siapa juga yang gamau, udah cantik, pinter, tajir pula. Hanya maho yang gamau sana Erin. Mana Bayu pelor tempat satu-satunya mengadu dan mengeluh nomernya ga aktif udah hampir sebulan. Semua socmednya ga aktif, halah bayu, saat dibutuhkan, kenapa kamu harus menghilang bagai avatar.

Erin mendekati laptopnya yang di sleep. Menyalakannya dan mulai main DoTa, inilah cara Erin melampiaskan kekesalannya pada Beno.
"Kampret, udah di bela-belain jomblo, bela-belain sekarang gue rajin mandi dan beresin kamar. Tapi lo malah udah nikah, punya anak 2 lagi. Ahhhhhhhhh."

Tanpa sadar air matanya mengalir deras. Kenapa ga pada saat mereka dekat dulu Erin jujur pada dirinya sendiri kalo dia tertarik sama Beno. Beno yang biasa aja tapi suka bikinin Erin Indomie goreng. Beno yang suka nyelimutin Erin kalo tidur tapi ga pernah mencuri kesempatan. Beno yang baik tapi ga pernah nyatain perasaan sama Erin. Coba kalo dulu Erin membuka hatinya pada Beno dan jujur pada perasaannya. Dan ga takut di cengin ama anak-anak, mungkin beno ga akan nikah ama orang lain dan punya anak 2.

"Erin! Gue mau lamaran kok lo malah maen Dota!" Seru Erna di depan pintu.

Erin hanya cuek menoleh sebentar.

"Emang kalo lo lamaran, ada larangan buat gue gaboleh main DoTa?" Tanya Erin Santai sambil tetep main dota.

"Erin, cepetan mandi, dandan ama ganti baju kalo ga ibu marah besar." Kata Erna sambil meninggalkan kamar.

"Ayolah Erin, hidup terus berjalan. Pada akhirnya lo harus mikirin hadiah apa yang lo pengen dalam rangka Erna ngelangkahin nikah." Kata Erin pada dirinya sendiri

Dan Laptop Alienware pun terbayang di kepalanya. Sebenernya Erin bisa beli, tapi apa salahnya minta pada calon penganten. Toh ini momen sekali seumur hidup, apalah arti alienware bagi si Gusti yang bokapnya punya pabrik baja dimana-mana
Diubah oleh fanofbenbruce
ijin bangun tenda dulu gan emoticon-Blue Guy Peace
*belom baca sih emoticon-Ngakak (S) *

Quote:

Bayu tuh emang idupnya kaya gitu. Seolah-olah kalah mulu ama abangnya. Iya ane nyari ilham dulu gan. Dengan membuat Erin galau. Thanks ijo ijonya
hah genit udah nikah dan punya anak 2 bukan nya masih jomblo lapuk ya ? emoticon-Ngakak

atau gue yang salah baca.. emoticon-Hammer
Quote:


buah tangan dari pengunjung
ya ortunyo jg salah klo gitu ya ga gan
yaudahla apdet lg aja emoticon-Malu

eh ada tambahan apdetan
wah dasyat erin maenan dota adenya mau lamaran emoticon-Ngakak (S)
wah udah salah paham aja si erin itu kayanya
apdet lg um
Diubah oleh maydayvillains
Quote:


Bagian dari cerita sist emoticon-Malu (S)
Quote:

Silahkan sist emoticon-Malu (S)
Quote:
Siap gan ntaran ane ketik di word dulu emoticon-Malu (S)

Pov Erin

"Haaasssshhhh b2 b2 b2 b2!!!! Si Beno bener-bener b2 (B2 adalah hewan berkaki 4 yang bentuk hidungnya unik)"

Iya dari kemaren gue bawaannya emang kesel, lemes, marah ga karuan dan putus asa. Gila yah si Beno seenaknya aja mematahkan hati gadis cantik idaman setiap pria kecuali Johan, yang lebih milih Steffy dibandingkan gue. Padahal istrinya Beno ama gue masih cantikkan gue deh. Mungkin dia baik kali makanya si Beno suka. Beno kan orang nya ga neko-neko walaupun kadang banyak gaya. Lagian mereka kayanya bahagia, pilih-pilih sayuran di supermarket. Beno gendong anak laki-laki yang lebih kecil dan anak perempuan yang usianya 4 tahun di taruh di trolly, gue mah apa atuh, cuma seonggok jomblo.

Kayanya percuma gue nunggu dia, gue berjuang aja dia ga tau. Dan mulai hari ini gue putuskan untuk move on. Gue dandan secantik mungkin, kali aja sodaranya Gusti ada yang layak keceng. Setelah memastikan gue udah luar biasa cantik gue keluar buat tebar pesona. Disana gue bisa ngeliat Johan dateng sama Steffy alias Suryadi. Gue langsung nyamperin mereka.
"Cantik banget sih non." Kata steffy yang sekarang lagi jadi Suryadi.
"Makasih sur. Lo juga hari ini keren banget."
Steffy yang gue puji idungnya langsung kembang kempis.
"Iya hari ini Erin cantik banget." Tambah Johan yang langsung di sikut si Steffy
"Cantikan aku " bisiknya sambil melotot pada Johan
"Iya cantikan kamu lah beb makanya aku milih kamu daripada Erin." Bisik johan sambil menahan sakit. Gile aja sikutan steffy lumayan. Master Taekwondo dia biar emoticon-Betty juga. Dibandingakan si Johan cowo sejati tapi lemesss. Gue menahan tawa, tiba-tiba nyokap dateng buat nyapa mereka berdua.
"Eh ada Johan sama Nak Suryadi. Makasih ya udah dateng di acaranya Erna. Nak suryadi gagah banget deh emoticon-Kiss ."
"Iya tante, makasih emoticon-Malu (S)" jawab si Steffy malu malu. Emak gue emang rada ganjen kalo ketemu si Steffy, beuh kata emak gue sih si Steffy tuh gagah dan idaman banget. Padahal kalo emak gue tau siapa si Suryadi sebenernya, bisa-bisa langsung stroke dia. Karena si Suryadi lah yang menyebabkan anak nya gagal nikah. Dan suryadi itu adalah pacarnya Johan. Emak gue kan taunya Steffy itu sahabatnya Johan. Sahabat dalam selimut mah iya emoticon-Betty

"Tante tinggal dulu ya nak Suryadi." Kata emak gue sambil senyum genit ke si steffy emoticon-Busa

Lupakann gue, lupakan Johan, lupakan bokap gue. Kami hanya figuran dalam cerita ini.

Gue mencoba berkeliling dan tebar pesona. Tapi yang gue temuin cuma om om ama anak-anak kecil paling gede anak SMP kali. Gila aja gue tebar pesona ke anak SMP. Pas acara mau mulai gue mendekati Erna.
"Na, ini sodara si Gusti udah kumpul semua?" Bisik gue takut mencolok
"Iya mba Erin emang kenapa?"
"Gapapa, kok bocah semua?" Tanya gue heran
"Di keluarga besarnya Gusti paling gede mba Erin. Sisanya ya anak-anak ini."
"Pantesan"
"Pantesan apa mba Erin?"
"Gapapa" jawab gue ga bersemangat. Tau gitu gue ga usah mandi tadi sama dandan. Cukup cuci muka, sikat gigi dan bedakan dikit aja. Sia sia dah nih sanggul gue, mana bersihin sanggul bekas sasakan gini sakit banget rasanya ampe kepala mau jebol. Kayanya gue memang ditakdirkan jomblo ampe batas waktu yang gatau kapan deh.

Selesai acara basa basi bosen gue langsung naek ke kamar. Maen dota lagi. Dan saat gue cek Hp ada 1 sms dari Bayu

gue excited, ternyata makhluk itu masih hidup.

"RIN, HARI MINGGU GUE MAU NGAJAK LO JALAN. GUE JEMPUT JAM 10 YA. ADA KEJUTAN BUAT LO. GA USAH BALES, NO GUE GA AKTIF."

Kampret, baru aja gue mau curhat. Kayanya gue harus sabar nunggu hari minggu. Setidaknya gue tau kalo bayu masih inget ama gue.
Diubah oleh fanofbenbruce
Quote:


siaap gan
wahahaha
emg jaman sekarang serem klo ada org keker
taunya kang bool
bang ben rutinin lah apdetnya hehehe
emoticon-Big Grin

#walix#
Diubah oleh treyutomo
Quote:
Siap gan, nunggu tar sore dulu. Abis update dear mantan

Halaman 1 dari 5


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di