alexa-tracking

The Difference Between Us

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/551268c9118b4606618b4579/the-difference-between-us
Poll: Menurut lo, gaya bahasanya ok gak? kalo gak oke gue ganti

This poll is closed - 9 Voters

View Poll
ok banget gaaaannn!!! 88.89% (8 votes)
dih geli banget. berasa baca dongeng 11.11% (1 votes)
The Difference Between Us
Quote:



Quote:

Spoiler for Attention Required!:

The Difference Between Us

Quote:

INDEX

Quote:

Part 1

PERBEDAAN. Ya, mungkin kata ini nggak asing di pikiran setiap manusia di muka bumi. Seperti ada sebuah tembok tak kasat mata yg menghalangi siapapun yg ingin mencapai tujuannya. Kadang kita sering kali bertanya mengapa Tuhan sampai tega menciptakan suatu hal yg bernama ‘perbedaan’. Tapi, di balik itu semua pasti ada hikmah yg terselubung.

***

Nggak kerasa libur kelulusan SMP selesai. Gue sibuk dengan segala persiapan menatap tahun ajaran baru. Mulai dari pendaftaran sekolah baru, perlengkapan sekolah baru, sampai seragam baru.

Seragam baru...” (suara theme song iklan deterjen pemutih sekelebat masuk ke otak gue).

Gue bersemangat melakukan itu semua karena satu hal, gue udah nggak lagi pakai seragam putih-biru lagi! Gue sebentar lagi pakai seragam putih-kelabu! Seragam yg selalu dibayang-bayangkan oleh semua siswa SMP pada masanya. Rasanya campur aduk! Ada kagum, senang, dan ada sedihnya juga. Pokoknya nggak bisa diluapkan dengan kata-kata deh!

Gue masuk SMA negeri yg lumayan favorit di daerah Rempoa, pinggiran sebelah Selatan dari pusat kota Jakarta dan untungnya nggak terlalu jauh dari rumah gue yg terletak di Bintaro. Hanya memakan waktu 20 menit naik kendaraan bermotor untuk sampai kesana. Jadi, gue gak perlu pagi-pagi buta untuk berangkat sekolah karena gue termasuk orang yg susah bangun pagi.

Hari pertama sekolah...

Hari pertama masuk sekolah pun di mulai. Seperti sekolah-sekolah biasa pada umumnya, ada Masa Orientasi Siswa atau lebih tepatnya menurut apa yg gue alami adalah saat-saat dimana para senior mengerjai para juniornya tetapi dengan cara yg resmi, yg sudah ditetapkan peraturannya.

Selama tiga hari gue dan yg lainnya dicecar habis-habisan oleh para senior. Dan hari terakhir pun tiba. Seperti biasa, pada hari terakhir Masa Orientasi Siswa ada upacara penyambutan siswa baru. Gue sangat antusias mengikuti upacara tersebut sambil berucap syukur bekali-kali di dalam hati karena sudah terbebas dari masa kelam seorang siswa yg tertindas bak seorang budak zaman Jahiliyah. Eaaaak...
Upacara berlangsung lancar tanpa ada gangguan sedikit pun, kecuali satu hal. Di samping gue berdiri cewek yg cantik, manis, ayu kaya orang-orang Jawa plus mukanya yg agak kebule-bulean. Ini yg membuat gue nggak bisa tertib mengikuti upacara karena pandangan gue cuma fokus ke dia, hehe.

Cantik...” gumam gue dalam hati.

Cewek itu berbadan proporsional standar anak SMA dan kulitnya berwarna putih pucat layaknya seorang bule dengan hidungnya yg mancung. Bibirnya yg tipis dan kemerah-merahan menandakan kalau bibir itu belum terjamah oleh lelaki manapun. Rambutnya yg hitam kemerahan plus di kuncir dengan bulu-bulu halus di sekitaran lehernya menambah elok mukanya yg terbasahi oleh keringat karena terpaan sinar matahari yg menyengat hari itu.

Hayo, lagi ngapain lo? Upacara mah mehartiin ke depan bukannya jelalatan kemana-mana. Tau aja banyak 'barang' bagus disini.” Oka mengagetkan gue seraya nyengir lebar dengan gingsulnya yg khas. Oka ini adalah teman SMP gue yg kebetulan juga masuk SMA yg sama dengan gue.

Siapa yg jelalatan? Gue bosen aja daritadi upacaranya nggak kelar-kelar.

Gue masih mengapresiasi wajahnya dalam hati. Gile, nih cewek sempurna banget! Gue seperti seorang kolektor lukisan yg berjalan di koridor sebuah pameran dan menemukan sebuah lukisan yg sangat bernilai seni tinggi diantara lukisan-lukisan lain yg tentunya tak kalah bagusnya. Ya, kurang lebih seperti itulah yg gue alami saat itu.

Setelah sekian lama, akhirnya upacara selesai dan semua siswa pulang ke rumah masing-masing dengan perasaan lega karena telah terbebas dari masa-masa kelam seorang siswa baru dan perasaan bangga karena sudah masuk ke jenjang yg lebih tinggi
.
KASKUS Ads

Part 2

Hari pertama masuk sekolah pasca Masa Orientasi Siswa berjalan biasa-biasa saja tanpa ada momen yg bagus, kecuali hambar yg gue rasakan karena belum terbiasa dengan atmosfir kelas baru.

Pikiran gue tertuju pada kejadian kemarin. Kira-kira cewek itu siapa ya? Kelasnya dimana? Dia sekelas gak ya sama gue? Tapi kok belum dateng? Apa jangan-jangan dia bukan manusia? Apa dong? Masa gitu aja gatau sih?! Sial juga nih otak, berani maki gue. Setelah sekian lama gue berdebat dengan pikiran gue sendiri akhirnya bel berbunyi menandakan kelas dimulai. Di kelas gue cuma diam kaku, kalut karena atmosfir baru yg gue alami.

Bel jam istirahat pun berbunyi, gue langsung nyamperin Oka karena gue belum dapet temen kenalan. Cuma Tommy, temen sebangku gue yg baru gue kenal.

Gi, kantin yuk! Laper banget nih gue.

Jangan panggil gue Gingsul, kenapa! Malu kan kalo kedengeran orang.” sahut Oka memprotes. Dia memang nggak suka dipanggil dengan panggilan Gingsul, panggilan sejak SMP.

Yaelah pada gatau ini. Kan yg tau cuma anak-anak SMP kita doang.” kata gue seraya nyengir jahat.

Ayok, dah!” jawab Oka kesal.

Sembari menunggu makanan datang, kami menempati satu-satunya meja yg tersisa, sebuah meja yg berisikan 4 kursi. Suasana kantin sedang ramai waktu itu, untungnya gue dan Oka masih dapat meja untuk makan karena meja yg lain sudah penuh oleh siswa-siswa yg sedang makan.

Akhirnya datang juga makanannya.” Kata Oka sembari mengelus perutnya yg buncit. Orang ini memang hobbynya makan, gue tau banget.

Dari SMP gak berubah-berubah juga ya lo.” sambil tersenyum geli.

Lo tau gue, bang.” Kata dia sambil menyuap makanannya.

Ketika gue dan Oka lagi asik menyantap makanan, tiba-tiba ada seorang cewek yg menghampiri kami.

Boleh duduk disini?” kata cewek itu.

Boleh.” jawab gue seraya menggeser tempat duduk tanpa menoleh ke sumber suara tadi karena lagi asik nikmatin makanan.

Tiba-tiba tangan gue kaya di hantam palu Thor yg ternyata tangan Oka nyenggol-nyenggol tangan gue, seperti ada sesuatu yg darurat yg ingin ia beritahukan.

Apaan sih, Gingsul?!” kata gue kesal.

Nyet, liat tuh. Bidadari men.....” Oka menunjuk ke arah samping gue dengan ekspresi mukanya yg membuat seisi kantin muntah kalo ngeliat dia.

Gue menoleh ke arah yg di tunjuk oleh Oka. Astaga... ini dia cewek yg kemarin berdiri di samping gue pas upacara penerimaan siswa baru waktu itu! Hari ini ia mengikat asal rambutnya dengan kunciran cepol yg di sangga oleh kayu seperti sumpit. Terlihat sangat imut dan sexy.

Sungguh cantik sekali cewek ini. Seketika gue kaget karena dia menyodorkan tangannya.

Gue, Sheby.” Katanya sembari tersenyum.

Senyum yg sangat indah sekali, beda dengan senyum cewek-cewek pada umumnya.

Gguu...eee... Evan.” Jawab gue gugup.

Gile, gimana gak gugup coba! Seorang bidadari yg turun dari khayangan ngajakin gue kenalan!

Kok lo gemeteran gitu, sih?” katanya heran.

Eh... eng... ngg....gak kok. Perasaan lo aja kali, hehe.” Gue garuk-garuk kepala.

Eheeemm...” Tiba-tiba Oka mendehem.

Eh, iya. Ini kenalin. Temen gue, Oka.

Okaaaa!” katanya dengan mulut yg menganga lebar. Terlihat jelas sekali gingsulnya yg besar.

Sheby!” Jawabnya gak mau kalah.

Mereka berdua melanjutkan makannya dan gue cuma bisa mematung, gak tau apa yg harus gue lakukan. Gue hanya bisa memandang Sheby dengan tatapan penuh arti. Ya, tatapan cinta pada pandangan pertama! Sulit bagi gue untuk menepis rasa ini.

Kok lo diem aja, Van? Makanan lo dilalerin, tuh.” Kata Sheby ngagetin.

Eh...I..iya, Sheb.” Jawab gue salting karena kegep ngeliatin dia.

Gapapa Sheb, dia udah sering dilalerin. Dia kan sampah.” Sela Oka.

Sial lo!” kata gue.

Lalu mereka berdua tertawa. Gue hanya memasang tampang kesal.

Kami bertiga larut dalam perbincangan ringan. Sheby ini keturunan Jawa-Norwegia ternyata. Jadi, bokapnya itu orang Jawa yg ditugasin sebagai diplomat di negara asal nyokapnya doi. Sudah gue duga dari tampangnya yg ayu plus asing kalo dibandingkan dengan orang Indonesia asli dan logatnya yg agak kental dengan orang Jawa. Orangnya juga friendly dan sangat supel kalau dipikirkan.

Gak terasa bel tanda masuk berbunyi.

Eh udah bel, nih.” Sheby memotong pembicaraan kita bertiga. “Gue masuk duluan ya.

Sheby meninggalkan gue dengan menyisakan benih-benih cinta di dalam hati gue. Gue terus memperhatikan ia berjalan menuju koridor sekolah. Tubuhnya yg proporsional dipadukan dengan rok span ketat membuat cewek itu tampak lebih cantik dari sebelumnya. Sheby...Sheby. Engkau sungguh sempurna di mata gue.

Woy, ayo masuk!” sergah Oka mengagetkan.

Sial lo ngagetin aja.” Jawab gue ketus.

Lagian lo bengong. Kayak yg lagi kesurupan aja.

Bodo ah. Yaudah yuk masuk.

Gue berjalan menuju kelas dengan pikiran Sheby, Sheby dan Sheby. Cewek itu udah menyihir gue saat pandangan pertama. Gak tau kenapa.

Setelah perjuangan cukup melelahkan untuk masuk kelas karena kelas kami berada di lantai paling atas, kami masuk ke kelas masing-masing.

Part 3

Gak terasa udah hampir 1 tahun gue sekolah. Sejak gue ketemu dengan Sheby, iya, cewek itu, gue jadi jarang makan sampe-sampe Nyokap gue khawatir. Dan lebih parahnya lagi gue jadi suka ngelamun cengar-cengir sendiri. Tapi suatu hari ngelamun itu bikin gue celaka.

Gue pernah ngebantu Bokap membongkar genteng yg sudah rusak karena di makan umur. Kata Bokap mau di ganti semua. Karena keterbatasan pekerja, akhirnya Bokap minta bantuan gue karena rumah gue terbilang cukup luas jadi banyak genteng yg harus di bongkar. Waktu itu pekerjanya Cuma 3 orang, gue, Bokap, dan satu orang suruhan Bokap gue. Jadilah kita dibagi-bagi tugas. Gue dibagi tugas jadi tukang nangkepin genteng yg sudah rusak sama Bokap gue. Gue menjalani tugas gue dengan baik, so far. Tapi tiba-tiba gue jadi keingetan senyum Sheby waktu itu pas di kantin. Gue ngebayangin kalo gue jadi cowoknya, gue bakal bahagia banget. Gimana gak bahagia coba? Punya cewek cantik, imut, sexy dan yg terpenting itu, lho, senyumnya yg manis banget. Sungguh betapa bahagianya gue jika khayalan gue itu dapat terjadi. Tapi....

BRAAAKK...!!!

Pandangan gue langsung ilang...

Gue terbangun di kamar gue dengan kepala yg sangat pusing. Pandangan gue kabur tapi gue masih bisa ngenalin orang yg duduk di samping gue, Nyokap gue. Gue sontak kaget. Gue nyoba bangun, tapi badan gue lemes banget kaya yg abis di pukulin suporter musuh pas nonton bareng. (pengalaman...)

Lu mau kemana? Udeh istirahat aja dulu gausah ngayab kemana-mana.” Nyokap gue nahan gue untuk bangun.

Kepala Evan pusing banget. Evan kenapa, Mak?” kata gue kebingungan.

Elu tadi ketiban genteng pas bantuin Babeh. Elunya bengong aja kagak meratiin. Tuh genteng ngena pala lu.” Jawab Nyokap gue sambil geleng-geleng kepala.

Hah, yg bener, Mak?

Iye..

Gue pegang jidat gue, sompret! Jidat gue di perban.

Udeh lu istirahat sekarang. Kagak usah masup besok. Ntar Emak tilpun guru lu.” Nyokap gue nenangin.

Sial, gak bisa ketemu sama Sheby dong gue.

Seminggu kemudian gue baru dibolehin masuk sekolah sama Nyokap gue, tentu atas anjuran Dokter. Gue belum boleh ngebawa motor sendiri karena Nyokap gue takut kalo gue belum sepenuhnya sadar (gile kali, ye). Alhasil, gue di anter sama Bokap gue.

Weh, anak Papi baru masuk. Kemana aja, lo?” tiba-tiba Oka jalan di samping gue. Gak tau dari mana nih orang datengnya.

Sial, lo. Lo kaya setan aja tau-tau muncul gitu.

Padahal gue udah ngumpet-ngumpet biar anak-anak gak ada yg tau.

Yeee malah ngecengin. Jawab kali pertanyaan gue.

Gue abis ketiban genteng. Nih, liat kepala gue di perban.

Gue nunjukkin jidat gue yg di perban.

HAHAHAHA!!! Jelek banget penyakit lo!” Oka ketawa ngakak liat jidat gue yg di perban.

Yah, namanya musibah mana ada yg tau.” Gue mendengus kesal.

Ahaha iya, iya. Gitu aja ngambek, lo.

....................” Gue diem nahan kesel.

Jam istirahat pertama gue mampir ke kelasnya Sheby buat minjem catatan si Indra (Indra ini ketua kelasnya si Sheby. Gak pinter sih, cuma rajin makanya buku catetan doi selalu dipinjem temen seangkatan), sekalian mau ngeliat Sheby, hehe. Tapi, gue ga ngeliat batang hidung si Sheby sama sekali. Batang yg di dalem kancutnya juga ga keliatan. (Ya iya, lah! Doi kan cewek)

Si Sheby kemana dra?” Tanya gue.

Gak tau. Katanya sakit.

Hah, sakit apaan?

Mana gue tau. Emang gue Bokapnya.” Jawab Indra ketus sambil memberikan buku catatannya.

Oh yaudah. Gue pinjem dulu, ya.” Gue balik ke kelas gue.

Di dalam pikiran muncul berbagai pertanyaan tentang penyakit yg di alami Sheby. Gue balik lagi ke mejanya Indra.

Dra, lo ada nomernya Sheby?

Ada nih bentar.” Indra ngerogoh kantong celana buat ngambil hp.

Oke thanks ya.

Hari itu juga gue langsung sms Sheby. Niatnya sih kepengen nanyain keadaannya, tapi ada juga niat terselubung yg lain, hehehehe...

Sheby...

Doi gak bales...

Oke mungkin doi lagi istirahat. Pikir gue.

20 menit...

Setengah jam....

Sejam...

2 jam....

3 jam...

Gak ada sama sekali balesan sms dari Sheby sampe sekolah bubaran....

image-url-apps
izin baca cerita ente gan.
ane bantu emoticon-Rate 5 Star kok
salam kenal yak emoticon-Betty
image-url-apps
Kayaknya ceritanya mantap ini ijin numpang baca Gan
Quote:

monggo gan dibaca bacaanya hehehe

Quote:

mantap gak mantap tergantung bagaimana seseorang menyikapinya gan. silahkeun kalo gitu
ada yg baru nih keknya seru emoticon-Big Grin
nitip sendal dulu yee bang emoticon-Paw
Quote:

sendalnya masukin ke dalem gan, bae2 byk maling dimariemoticon-Ngakak (S)

Part 4

Sampe rumah gue udah gak mikirin tentang Sheby lagi karena gue pikir doi gak mau di ganggu dan hanya fokus untuk pemulihan dirinya. Gue mengalihkan perhatian dengan bermain video game Call Of Duty IV: Modern Warfare. Saat gue lagi klimaks-klimaksnya tiba-tiba hp gue bunyi tanda sms masuk.

Siapa nih?

Sheby bales sms gue. Dodol. Gue lupa nyantumin nama gue.

Ini gue, Evan.

Sorry van gue baru bls, gue kira siapa makanya gue gak lgsg bls. Lagian gue jg tidur tadi gegara pusing.

Gue cuma mau tau kabar lo aja soalnya tadi gue di sklh gak sekalipun ngeliat batang idung lo. Yaudah istirahat lagi aja.

Cieee.... Gpp kok van. Lagian gue udah enakan kok. Btw, thanks ya.

Iya sama2. Yakin gue gak ganggu lo? Jadi gak enak gini kan guenya...” Sepik cuuuuyyy...

Gpp van.

Singkat bgt sih Sheb blsnya.” Gue mulai ngaco gegara ga ada topik perbincangan lain.

Siapa lo siapa gue? Hah?! Jgn sok2 ngatur deh!” Balesnya.

Gile, ngegas nih anak kek bajaj nanjak.

Ya... gue udh capek2 bls panjang2 tp lo nya bls singkat gitu.” Gue berusaha mencairkan suasana.

Hahahaha.. gue bercanda vaaan. Gitu aja ngambek. Kek anak kecil lo! Btw, lo kmn aja seminggu gak masuk? Cabut ye?

Sial..-___- gue dpt musibah kecil Sheb. Kecelakaan gitu deh.

Ah gitu lo gak cerita2 sm gue. Gak temen ah bodo main rahasia2an.

Iya Sheb, gue gak mau temenan sama lo. Gue maunya lebih, lebih dari temen ataupun sahabat. KIWKIW!

Yakan lo nya aja gak masuk, gmn gue mau cerita???

Lo wkt itu gak masuk seminggu aja gue nya gak ngeluh. Kok lu skrg ngeluh? Pdhl gue baru gak masuk sehari.

Aselih, minta di gerus nih cewek. Bahasannya gak nyambung padahal tapi gatau kenapa gue jadi yg kayak bego gitu ngikutin alur sms dia.

Bukannya gitu Sheb, gue kan memperjelas alesan gue gak masuk..

Bodo, pokoknya lo yg salah.

Kok gue yg salah?!

Bodo amat! Ngalah kek sama cewek. Gak ada naluri cowok nya banget sih.

Sheb... lo kok tengil sih?

Lalu kami debatin masalah ‘siapa yg salah’ sampe hari mulai gelap. Sheby emang terkenal nyolot anaknya. Beda banget dari awal gue kenal dia.

Bodo ah.” Gumam gue dalam hati.

Part 5

Besoknya gue masuk sekolah dengan harapan si Sheby gak nagih janjinya perihal topik pembicaraan kita kemarin. Bisa mampus gue kalo dia tiba-tiba kesini... saat gue jalan ke koridor mau ke kantin, tiba-tiba...

WOOOYY!!! Kemana aja lo gak masuk?!” Sergah Sheby sembari nepuk pundak gue kaya gak punya dosa.

Sial lo ngagetin aja. Lo juga gak masuk sih.” Jawab gue dengan senyum terpaksa.

Yeee.. gue mah gak masuknya cuma sehari doang. Nah elo gak masuk seminggu. Kurang-kurangin deh! Lo mau veter emangnya?

Anjrit jangan sampe dah! Lo enak banget ngomongnya. Ntar kalo gue veter beneran gimana?” Gue mendengus kesal.

Yaelah gak apa-apa kali kalo lo veter, kan ntar seniornya gue. Dijamin deh lo aman dari senior hahaha.

Bodo. Bilang aja lo kangen sama gue.

Gue? Kangen sama lo? HAHAHAHAHA!

Gue anggap ketawa jelek lo sebagai jawaban iya.

Kok lo seenaknya sih?!” Mata Sheby melotot.

Tiba-tiba Sheby ingat perihal pembicaraan kita kemarin.

Eh iya, LO PUNYA HUTANG CERITA SAMA GUE!

Raut mukanya berubah seketika kayak Kasatreskrim mengintrogasi Terdakwa Pencabulan.

Hehe iya ya gue lupa.” Kata gue sambil garuk-garuk kepala.

Yaudah nanti pas pulang sekolah gue tunggu di depan gerbang ya! Lo harus ceritain ke gue. Sekalian anter gue pulang hehe. Lo bawa motor kan?

Ah ogah. Lo pikir gue tukang ojek?

Heh! Jawab dulu pertanyaan gue. Gak sopan banget sih sama cewek manis gini!

Asli ngeselin parah nih anak.

Lo juga gak sopan, pertanyaan gue gak lo jawab juga.” Kata gue sok cool padahal gondok setengah mati.

Bodo ah. Gue anggap keegoisan lo pertanda iya bawa motor dan iya nganterin gue pulang. Udah ya gue mau ke kelas dulu. Impas nih kita, bye van!

Eh apaan-apaan lo? Yg egois juga siapa.

"Bodo amat!" Sheby berlalu gitu aja ninggalin gue.

Gak bisa di pungkiri bahwa gue nyaman dengan sikap nyolot dan ngeselinnya Sheby. Gue emang tipe cowok yg lebih suka cewek nyolot dan ngeselin walaupun kadang bikin gondok ketimbang cewek yg kesehariannya di penuhi dengan drama. Hehehe, gue emang banyak maunya seputar hubungan gue dengan seorang cewek.

Ah seandainya lo tau perasaan gue Sheb. Gue ngelamun sembari jalan ke arah kantin seraya membayangkan gue nanyiin dia lagunya Adam Sandler yg Grow Old With You.



I wanna make you smile whenever you're sad
Carry you around when your arthritis are bad
All I wanna do is grow old with you

I'll get your medicine when your tummy aches
Build you a fire if the furnace breaks
Oh it could be so nice, growing old with you

I'll miss you
Kiss you
Give you my coat when you are cold

Need you
Feed you
Even let ya hold the remote control

So let me do the dishes in our kitchen sink
Put you to bed if you've had too much to drink
I could be the man who grows old with you

I wanna grow old with you...


Iya, Sheb. I wanna grow old with you...

Woy! Ngelamun aja bang. Hati-hati kesambet.” Tiba-tiba muka Oka ada di depan muka gue.

Dih najis lo ka! Nafsuan banget sama gue.

Siapa juga yg mau nyium sampah kaya lo! Hahaha.

Sial lo!

Lo mau kemana emangnya?” Oka berusaha mencairkan suasana.

Gue mau ke kantin. Laper.” Jawab gue sedikit kesal.

Gila lo ya? Udah bel daritadi. Kemana aja lo?

Iya apa? Mana perut gue laper banget lagi.

Sial gegara tadi ngobrol sama si Mak Lampir jadi habis kan jatah istirahat gue. Omong gue dalam hati. Gondok!!!!

Udah lo masuk gih buru. Bu Bakti udah masuk tuh. Ntar dimarahin.

Kok lo tau aja hari ini Bu Bakti ngajar kelas gue?

Gue tau dari Mutia.” Muka Oka seketika memerah.

Mutia? Oh, Mutia?! Hahahaha.

Tiba-tiba tangan Oka yg sebesar bendera Merah Putih yg di pakai buat upacara nutupin mulut gue.

Jangan kenceng-kenceng, dodol!

Si Oka ini emang suka sama Mutia, temen sekelas gue. Tapi denger-denger si Mutia ini juga di incer sama kakak kelas, jadilah si Oka lebih memilih untuk menjadi secret admire-nya Mutia ketimbang digerus sama kakak kelas.
image-url-apps
Wah ada cerita baru nih, izin bikin tenda yah.
Kayaknya bagus nih cerita. emoticon-Smilie

Btw, saran ane bagusnya tiap part dikasih judul gan. Misal Part 1, Part 2. Jadi mudah buat bikin index.

Salam SFTH. emoticon-Ngakak (S).
image-url-apps
Sering" update yak
Gw demen cerita loo emoticon-Belo
Gw bantu rate emoticon-Big Grin
keren gan ceritanya
gue suka gaya bahasanya
tapi kayaknya gue tau ni sekolah
hihi
kebetulan kampus gue daerah Bintaro juga
Quote:

insya Allah menghibur gan ceritanya hehehe

siaaap gan sarannya ane tampung

emoticon-Hammer (S)
Quote:

terima kasih agaaaaan. i lop yu dehemoticon-Betty (S)
Quote:

hahahaha latar ceritanya asli gan. btw agan kuliah dimana?

Part 6

Bel pulang pada hari itu berbunyi dan seketika sekolah yg tadinya sunyi-senyap menjadi ramai oleh kesemerawutan siswa yg ingin pulang atau sekedar kongkow-kongkow melepaskan penat setelah seharian dikekang oleh huruf dan rumus-rumus yg memusingkan otak.

Gue sengaja gak langsung pulang hari itu dan lebih memilih nongkrong-nongkrong bareng temen-temen gue di koridor sekolah sembari nunggu sekolah agak sepian untuk pulang. Tiba-tiba gue inget dengan janji gue ke Sheby bahwa hari ini gue kepengen nyeritain kenapa waktu itu gue gak masuk seminggu. Bodo, ah.

Gue keasyikan nongkrong dan posisi sekolah pada saat itu sudah mulai sepi dari suara-suara siswa yg ingin pulang. Gue berpikir kalau si Sheby mungkin sudah pulang dan pasti besok dia bakal ngomelin gue karena gue gak nepatin janji.

Gue bejalan ke parkiran untuk mengambil Vespa kesayangan gue. Gue langsung tancap gas dan ketika sampai di gerbang gue sempatkan menyapa satpam sekolah gue yg udah berjasa nolongin gue kalo gue mau cabut (jangan di tiru nih hehe). Tiba-tiba ada yg nepuk pundak gue. Ketika gue menoleh ternyata itu Sheby!

Sheb...” Sapa gue kaget.

Lo gak lupa sama janji kita kan van?” Sheby tersenyum.

Gue tau senyumnya Sheby itu terpaksa.

Lo tau gak? Gue paling gak suka sama orang yg gak bisa nepatin janjinya.” Tambah Sheby sambil merengut.

......Maaf Sheb...” Lidah gue kaku.

Gue gak mau gegara masalah kayak gini hubungan gue sama Sheby merenggang. Gue belom siap untuk kemungkinan terburuk itu. Yang ada gue ngucap Bismillah berkali-kali di dalam hati.

Udah van, gue gak mau denger penjelasan dari lo. Lo jahat van. Gue udah bela-belain nungguin lo dari tadi tapi lo nya gak ada kabar gitu.

......................

Gue diam. Diam karena gue merasa bersalah atas apa yg sudah gue lakukan.

Kok lo diem gitu sih? Diem lo jelek tau gak! Hahahahaha gue bercanda kali van!!!! Btw acting gue bagus gak? Hahahaha.

Bercanda lo lebih jelek tau gak?!

Hiii gitu deh lo sensian banget. Harusnya gue dong yg marah karena gue dibiarin terbengkalai gini sama lo.

Bodo amat!

Haha, sekarang kesempatan gue buat balas dendam.

Evaaaaann... jangan marah.” Sheby memohon sambil guncang-guncang gue yg masih di atas motor.

...................

Sheby masang tampang melas. Asli hati gue langsung luluh!

Iya, iyaaaa. Jangan di dorong-dorong gini dong ntar jatoh nih.” Mau apa dikata, nih anak emang paling bisa kalo ngerayu.

Hehe... peaceee..” Sheby nyengir selebar-lebarnya.

Btw lo kan udah nunggu gue lumayan lama nih, kok lo gak mikir gue udah balik duluan? Lagipula masa lo gak bosen gitu?” Selidik gue.

Tadi gue sempet bosen sih tapi Rina kebetulan lewat, gue suruh dia nemenin gue disini deh sambil ngobrol-ngobrol. Gue liat di parkiran masih ada tuh motor lo. Kan motor lo paling ngejreng kalo di parkiran.” Terang Sheby

Ngejreng apa nih? Ngejreng ya kerennya?

Ngejreng bututnya tau! Hahahahaha.” Timpal Sheby seraya tertawa sangat lepas.

Sial lo Sheb. Gini-gini juga barang antik.

Hahahaha udah ah gak ada abisnya pasti kalo ngomongin motor lo. Yuk anterin gue pulang.

Gak jadi ceritanya nih?

Ntar aja di rumah gue. Lagian udah sore banget nih.

Yaudah yuk.” Ajak gue.

Yuk!” Sheby tersenyum lepas.

Iya, senyum yg gue idam-idamkan setiap hari, senyum yg mengiringi gue untuk menjalani hari-hari. Tsssaaaahhhh.....!!!
image-url-apps
kampus yang dekat bintaro plaza emoticon-Big Grin
lo bintaro sebelah mana gan?
emang cewek2 Indo kayak sheby ini punya daya tarik tersendiri... hihi
image-url-apps
ajibbbbb
lanjut update gan, alur cerita udah mulai menarik nih, gaya penulisan tambah hari ntar tambah ajib juga...

keep update, cing...
emoticon-2 Jempol
Quote:

oh yg khusus akuntansi itu ya gan?emoticon-Bingung (S)
ane di bintaro veteran gan
iya gan, tapi kelakuannya yg bikin ampun2anemoticon-Cape d... (S)
Quote:

ini masih awal2 gan, gelar tiker aja dulu. ntar ane jamin doyan deh sama cerita aneemoticon-Ngakak (S)
terima kasih gan!
×