alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
[ Science Fiction ] CODING A LIFE
4.5 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/550ce5a4507410b2488b456b/science-fiction--coding-a-life

CODING A LIFE

[ Science Fiction ] CODING A LIFE


Quote:



Spoiler for Daftar Isi - Coding A Life:



Please Kindly Enjoy emoticon-Toast
Diubah oleh whiteshark21
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Thread sudah digembok
Halaman 1 dari 5

[Chapter 0 ] - Trouble-Shooter

[ Science Fiction ] CODING A LIFE


Quote:


"eh? Apa katamu?"
"Ari,ini serius.. seseorang menekan bel itu lebih dari empat kali" tegas temannya yang ternyata mereka sedang berimajinasi sedari tadi.
"ah maaf,saking seriusnya aku sampai tidak dengar" kata pemuda berambut gondrong menutupi telinga serta mata kirinya dengan model belah pinggir di bagian depannya,
tubuhnya kurus,tinggi dan berkulit putih.ia bangkit dari duduknya setelah meminta maaf dan pergi membukakan pintu sementara temannya masih berada di ruang tengah,
duduk di depan laptopnya.
"kurasa pemilik rumahnya sedang pergi" kata seorang pemuda di depan rumah mereka.
"tidak mungkin,mereka berdua selalu menghabiskan banyak waktunya di rumah,aku rasa mereka akan segera keluar" jawab seorang pria bertubuh gemuk yang datang bersama pemuda tadi.

"ah..Robi,apa kabar?" sapa pemuda berambut gondrong tersebut setelah membukakan pintu rumahnya.
"aku baik-baik saja" jawab pria gendut bernama Robi dengan santai.
"kau terlihat lebih kurus dari minggu lalu.. Masuklah" balas pemuda pemilik rumah tersebut.
"kau masih saja suka mengamati orang lain,Ari"
Robi dan temannya telah masuk dan duduk disofa ruang tamu diikuti dengan Ari,sesekali ia terlihat mengamati pemuda yang dibawa Robi.

"apa Ilham di rumah?,aku membawakan sesuatu untuknya" tanya Robi.
"iya,dia ada" jawab Ari disusul kedatangan pemuda bertubuh tinggi dan lebih terisi dibanding ari,
berkulit putih dan berpotongan rambut pendek serta memakai kacamata dengan bingkai berbentuk persegi panjang berwarna hitam.
"ada masalah lagi?" tanya pria bernama Ilham tersebut.
"benar,aku dapat masalah lagi di siang bolong seperti ini.. Tapi sebelum itu,aku ingin memperkenalkan kalian dulu.."
kata Robi,tubuhnya menghadap ke arah pemuda di sebelahnya dengan tangan yang terbuka mempersilahkan temannya memperkenalkan diri.
"..Namaku Angga,aku baru tinggal di kota ini selama 3 bulan,kebetulan penginapanku tidak jauh dari rumah Robi jadi kami berdua saling kenal sejak minggu-minggu ini.. senang bertemu kalian"
kata pemuda bertubuh sedang dan tidak terlalu tinggi pula,berpakaian kemeja tanpa motif berwarna abu2 dengan kulit berwarna sawo matang berambut pendek mengikuti tren anak muda saat ini.
"kau seorang programer yah?" tanya Ari.
"benar,bagaimana kau tau?" pemuda tersebut kembali bertanya.
"bukan apa-apa,Robi selalu datang membawa segala macam masalah tentang pekerjaannya,jadi jika ada seseorang yang ingin ia kenalkan pada kami pasti seorang yg berhubungan dengan dunia IT" jawab Ari.
"benar juga,Robi juga menawariku bekerja bersamanya.. Ee.. Siapa namamu?" Tanya Angga.
"namaku Ari,sering-seringlah datang kesini"
"namaku Ilham,senang bertemu denganmu" sapa Ilham.
"iya" balas Angga.
"baiklah Robi,kita menuju ke permasalahanmu" kata ilham menyondongkan posisi duduknya.
"begini,kemarin aku meminjam laptop milik Angga untuk membuka akun emailku karena daya batre laptopku sudah habis, dan saat aku mencoba membukanya lagi pagi hari ini,ternyata tidak bisa" jelas Robi sembari menyalakan laptop yang baru ia keluarkan dari tasnya.
"bukankah itu hanya permasalahan biasa,kau hanya perlu menklarifikasi akun emailmu dan semuanya kembali normal kan?" tanggap Ari.
"sudah ku coba,tapi semua akses untuk mendapatkan akunku kembali tidak berfungsi,lalu setiap aku mencoba mengaksesnya..muncul halaman baru dengan kode aneh yang tidak ku ketahui" jelas Robi menghadapkan layar laptopnya pada Ilham.

"aku sudah berusaha membantu Robi,walau secara paksa pun aku tetap tidak berhasil,seperti ada script yang rumit membatasi akses tersebut,dan juga untuk kode itu tidak ada yang ku ketahui selain alamat blogku yang tercantum di baris akhir" kata Angga menyampaikan pendapatnya.
"biar kulihat kodenya,untuk akunnya biar Ilham yang tangani" kata Ari.
Robi memperlihatkan kode di halaman browser laptopnya pada Ari sementara Ilham membuka laptop miliknya yang sedari tadi berada di samping kirinya.

"maaf,jam istirahat kerjaku hampir habis,aku harus segera kembali ke kantor" kata Robi sambil menutup laptopnya lalu memasukannya kembali kedalam tas.
"akan ku hubungi jika semuanya selesai"kata Ilham melihat Robi telah beranjak dari tempat duduknya.
"terima kasih.. dan kau Angga,kalau kau tidak sedang mengerjakan sesuatu,tinggallah di sini lebih lama untuk mengenal mereka lebih jauh lagi.. Aku pergi dulu" kata Robi menasehati Angga,lalu dirinya keluar dari rumah mereka berdua.
Ari terlihat memperhatikan pekerjaan Ilham sementara Angga masih diam di tempat duduknya sampai Ari akhirnya memulai percakapan dengannya.
"kau bisa bertarung juga yah ternyata?" tanya Ari dengan wajah menghadap ke Angga.
"bertarung? Apa maksudmu? ..aku tidak pernah mempelajari ilmu bela diri atau semacamnya-","maksudku kau ini seorang hacker,kan?" Ari memotongnya dengan pertanyaan baru.
"dari mana kau tau?" Tanya Angga.

"sebaiknya aku jelaskan kode tadi saja yah." Angga masih menyimak jawaban dari Ari sedangkan Ilham masih sibuk dengan laptop di hadapannya.
"di sana tertulis 2 buah alamat blog,aku yakin salah satunya adalah milikmu. Huruf X di sana menandakan pertemuan" jelas Ari.
"pertemuan?"
"untuk apa seorang bloger mengundang temannya dengan cara seperti ini? pasti maksudnya adalah menantangmu bertarung
dengan taruhan masing-masing blog milik kalian" Ari melanjutkan analisanya.
"Saling menyerang maksudmu? lalu apa arti huruf lainnya?"
"sudah jelas dia menantangmu untuk beradu kemampuan meretas dengannya,sebuah aktifitas hacking diibaratkan seperti mengendalikan robot untuk bertarung dengan tujuan melumpuhkan sistem milik musuh,untuk itu 2 huruf sebelum dan sesudah huruf X kemungkinan adalah nama masing-masing robot kalian berdua,kurasa milikmu yang berinisial 'GF',benar begitu?"
"benar,'GRAY FOX' "
"jadi itu nama robotmu.."
"lalu apa kau tau identitas pelakunya?"
"tidak sama sekali,tapi 3 karakter yang tersisa sepertinya memang ditujukan untuk mengingatkanmu pada seseorang"
"benar tersisa 'P3Y',apa artinya?"
"mungkin 'Past 3 Year' ,pelakunya adalah seorang laki-laki yang kau kenal semenjak 3 tahun yang lalu atau bisa juga kalian berdua sudah lama kenal namun pernah membuat janji atau semacamnya 3 tahun yang lalu,apa kau mengingat sesuatu?"
"kurasa aku mengingatnya sekarang"
"sebenarnya kasus email ini juga bagian dari tantangannya,dia tentu sadar bahwa itu bukan akun milikmu,tapi jika seseorang membuka akunnya menggunakan perangkat milikmu maka bisa dipastikan pemilik akun tersebut merupakan teman dekatmu.jadi dia melakukannya dengan harapan bahwa korbannya akan meminta tolong padamu"

"itu masuk akal juga,tapi dari mana kau tau dia laki-laki?"
"memang dari penampilanmu pasti kau punya beberapa kenalan perempuan,tapi jika dia perempuan
idealnya dia akan mengajakmu meminum kopi sambil membicarakannya di kafe atau tempat semacamnya"
"kau bahkan tau aku suka minum kopi,tebakanmu akurat sekali.."
"..sebagian besar programer memang suka kopi kan?"
"benar juga,baiklah.. kurasa aku sudah tau siapa orangnya"
"Yah,kurasa ilham juga sudah selesai dengan kasusnya"

Angga yang sedari tadi sibuk mengobrol tidak sadar bahwa ilham sudah tidak mengoprasikan laptopnya dan sedang duduk bersandar mendengarkan mereka berdua.

"eh.. Apa itu benar?" tanya Angga.
"aku sudah selesai 4 menit yang lalu" jawab Ilham.
"bagaimana bisa? Ku kira semua akses sudah tidak bisa digunakan.." tanya Angga.
"soal akses yang disediakan memang benar sudah tidak bisa digunakan lagi,yang ku lakukan barusan hanya menerobos masuk lalu memanipulasi sistem dan data di server pusatnya" jelas Ilham.
"apa itu berarti..kau juga seorang hacker yah?" tanya Angga dengan senyum lebar di wajahnya.
"iya.. Lebih tepatnya..

Kami berdua" kata Ilham,

Angga sempat menyudahi senyumnya dan menatap kearah Ari,kali ini senyuman kecil yang terlihat di wajahnya,ia tidak menyangka bertemu hacker yang seumuran dengannya.
"baiklah,karena kedua masalah ini telah diselesaikan.. Biarkan kami bersantai sejenak sambil mendengarkan ceritamu" kata Ari sambil menyendehkan tubuhnya yang sedari
tadi duduk tegap di samping kanan ilham..



#sambutan hangat untuk rekan baru
Diubah oleh whiteshark21
Ada programmer dimari.

ngopi dulu lah gan emoticon-Ngakak
Quote:


Salam sesama pencerita science fiction. Mampir ke rumah ane juga .. baru update 4 parts.
Quote:


Silahkan gan,airnya baru mendidih itu..
thanks udah mampir di pekiwan gan. emoticon-Jempol
Wihhh ploglamel agan ini. emoticon-Matabelo


Ijin nenda, biar saling share perjalanan jadi ploglamel gan. emoticon-Big Grin
Quote:


Sip gan,ane siapin tempat bummak thread ente.. emoticon-Jempol
Quote:


Iya gan,ane siap berguru sama agan..
mohon bimbingannyaemoticon-Jempol
Quote:



Ane bukan ploglamel gan, kagak kuat yg namanya ngoding, emoticon-Ngakak

ijin nenda dimari gan,
cakep ni, ane baru dapat mata kuliah RPL, barangkali nanti agan bisa bantu emoticon-Ngakak

[Chapter 1 ] - I AM PROGRAMMER

[ Science Fiction ] CODING A LIFE


Quote:


Angga menceritakan masa lalunya sebelum berpisah dengan kakaknya.
"Jadi kau 2 tahun lebih muda dari kami yah, ..kau pasti pekerja keras kan? sampai-sampai wajahmu terlihat seumuran dengan kami" kata Ari menanggapi cerita Angga.
"Begitulah,sekarang aku sudah lulus dari sekolahku karena kakakku membiayai semuanya" kata Angga.
"Jadi kau datang ke kota ini untuk mencari kakakmu itu?"
"Benar,awalnya dia bekerja di perpustakaan kota ini.. namun sudah lama dia tidak bekerja di sana lagi dan entah kemana"
"Dia tidak pernah menghubungimu lagi?"
"Tidak,maka dari itu aku kesini mencarinya"

Pembicaraan masih didominasi oleh Ari dan Angga
"kakakmu itu seperti apa?" tanya Ari.
"Maksudmu? ...eh,dia lebih tua dariku 3 tahun dan saat terakhir kali kami bertemu di tempat kerjanya yang lama,penampilannya sudah banyak berubah.. dia terlihat-"
"Bukan itu maksudku,apa yang dia minati selama ini? kau bilang kalian punya impian yang sama?" potong Ari.
"Oh,tentang itu.. kami berdua sama-sama ingin menjadi Hacker yang hebat,semasa sekolahku aku mempelajari semua yang berhubungan dengan pemrograman.. oleh karena itu aku sudah berhasil mencapai tingkat ini,tapi kakakku justru mengorbankan masa mudanya untuk bekerja membiayaiku"
"Kurasa itu tidak benar... perpustakaan adalah tempat paling sempurna untuk mempelajari semuanya,benarkan?" Kata Ari menatap kearah Ilham.

Ilham yang sedari tadi diam saja ikut berbicara.
"Jika dia memilih bekerja di perpustakaan untuk mempelajari seni pemrograman,kemungkinan saat ini dia juga sedang bekerja di perpustakaan yang berbeda dari tempat sebelmunya.. kemungkinan terbesarnya sudah jalas,dia sudah mempelajari semua hal yang dapat ia temukan disana... dengan kata lain dia juga berusaha berkembang demi impiannya" kata Ilham.

Angga terlihat setuju dengan pendapat Ilham,raut wajahnya terlihat senang.
"Apa kau tidak punya prestasi saat sekolah? Kalau kau pintar pasti akan diajukan beasiswa kan?" Tanya Ari.
"Bukan begitu.. karena aku tidak mau terlalu merepotkan kakaku,aku juga berusaha sebaik mungkin mendapatkan prestasi disekolah" kata Angga.
"Baiklah,coba ceritakan tentang itu" kata Ari.

Quote:


"semenjak itu,aku sudah digratiskan untuk semua biaya pendidikan yang ada.. aku pun meminta agar kakakku bisa menyisihkan uangnya untuk melanjutkan sekolah" kata Angga di akhir ceriyanya barusan.
"Wow kau hebat juga dalam bidangmu" kata Ari.
"Sejak di sekolah itu aku dikenal pintar sehingga teman-temanku selalu meminta bantuan jika mendapat masalah.. seperti yang dilakukan Robi pada kalian" kata Angga.
"Itu artinya.. ini pertama kalinya kau tidak bisa menangani problem seperti biasanya" tanya Ilham.
"benar,setiap kali temanku menanyakan permasalahan aku selalu bisa menanganinya.. sudah hal yang biasa jika mereka mentraktirku,memberiku hadiah atau sekedar uang jajan karena aku membantu mereka"
"kau hanya hidup berdua dengan kakakmu kan,itu artinya saat dia pergi kau sendirian?" tanya Ari.
"Benar,kedua orang tua kami sudah tidak ada..itu sebabnya uang hasil kerjaku sebagai freelance juga dari pemberian teman-temanku aku gunakan untuk membantu pendidikan
anak-anak yang bernasib sama sepertiku.. Entah hanya memberi uang jajan atau sekedar sarapan pagi untuk mereka,itu membuatku merasa dikelilingi oleh keluarga yang sayang padaku"
"Selain pintar kau baik juga menurutku.. benarkan,Ilham?" tanya Ari setelah menanggapi cerita Angga.
"Iya.." jawab Ilham singkat.

"Baiklah,kalau kau sehebat itu saat di universitas..berarti kau sangat ahli di bidang IT kan? bahasa pemrograman apa saja yang kau kuasai?" tanya Ari.
"Semuanya.. hampir semua bahasa aku kuasai,dari yang paling umum sampai yang sangat jarang dipelajari oleh orang lain" jawab Angga.
"Wah,bisa menguasai ratusan macam bahasa pemrograman yah? itu gila sekali" tanggap Ari.
"kalian sendiri bagaimana? Robi bilang kalian juga pintar di bidang IT,Ilham juga berhasil membereskan kasus ini.. kurasa aku memang kurang teliti" kata Angga.
"Yang kau lakukan adalah melawan tinju menggunakan tinju.. itu artinya siapapun yang lebih teliti dan terlatihlah yang akan unggul" kata Ari.
"tinju melawan tinju?" tanya Angga.
"Iya,melawan orang menggunakan bahasa pemrograman yang sama dengan yang dia gunakan hanya akan dimenangkan oleh yang lebih teliti maupun terampil" jelas Ari.
"Eh? tunggu dulu.. Apa maksudmu?" Tanya Angga yang merasa ada kejanggalan dengan penjelasan Ari.
"Bahasa Pemrograman yang Ilham gunakan barusan..

adalah bahasa miliknya sendiri" jawab Ari.


#Mereka saling bertukar kesan pertama
Diubah oleh whiteshark21
Quote:


wah ada master main kesini.. emoticon-Matabelo
ane baru lulusan SMK gan,tapi siap deh bantu-bantu doa mah bisa gan emoticon-Ngakak

thanks udah mampir di pekiwan ane..

[Chapter 2 ] - Also Known As Noob

[ Science Fiction ] CODING A LIFE


Hari sudah sore,Angga yang sedari tadi mengobrol dengan mereka berdua kali ini terilihat benar-benar terkejut.
"Bahasa pemrograman.. miliknya sendiri?" Tanya Angga tidak percaya.
"Aku mengembangkannya setelah lulus dari universitas,Ari juga punya satu" jawab Ilham.
"heh? Ari juga? ..kalian tidak bercanda kan? hal semacam itu apa benar-benar bisa dilakukan?" tanya Angga.
"Ah,permisi.. pintunya terbuka jadi aku langsung masuk saja" ternyata Robi yang baru saja pulang dari kantornya.
"Tidak apa-apa,anggap saja ini rumahmu sendiri.. lagipula tidak banyak orang yang bertamu kesini" jawab Ari.
"haha.. jika masing-masing masalah yang aku bawa kesini datang bersama pemiliknya,pasti kalian sudah dikenal banyak orang di luar sana" jawab Robi bercanda.
"Aku sudah mengirim pesan bahwa kasusmu sudah selesai,apa pesanku tidak masuk?" tanya Ilham.
"Bukan begitu,pesanmu sudah masuk tapi maaf tidak ku balas tadi" jawab Robi.
"Berarti kau langsung kesini karena mendapat masalah lagi,begitu?" tanya Ari.
"Bukan begitu juga,haha.." jawab Robi yang kemudian duduk di sofa bersama ketiga temannya.
"Apa kalian baik-baik saja? kuharap kalian sudah mulai akrab" lanjut Robi.
"Yah,kami banyak mengobrol selagi kau pergi seharian ini" balas Ari.

Ari dan Ilham masih terlihat seperti biasa,berbeda dengan Angga yang terlihat bingung.
"Ada apa Angga?" tanya Robi melihat ekspresi temannya.
"Apa kau sudah mengetaguinya,Robi? mereka bilang bahwa mereka memiliki bahasa pemrograman sendiri" Angga menanyakan hal yang membebani pikirannya sejak tadi.
"Tentu aku mengetahuinya sejak awal,haha.. tepatnya 3 hari setelah aku mengenal mereka,kau cukup hebat bisa mengetahuinya dihari pertama bertemu" Robi menjelaskan pada Angga sembari tertawa.
Angga sejenak terdiam sampai Robi menghentikan tawanya.
"Begitu yah.. kalian berdua hebat sekali,aku semakin tertarik dengan kalian" kata Angga sambil melempar senyum kearah keduanya.
"Well,kau berbeda sekali dengan Robi,saat dia mengetahui hal tersebut dia langsung memaksaku mengajarinya.. bahkan dia sempat depresi dan tidak mau datang kesini lagi selama 1 minggu semenjak aku menolak mengajarinya" jelas Ari.
"hahaha.. maafkan aku,saat itu aku tidak memikirkan perasaan kalian,tapi saat depresi aku jadi sadar dan mengerti bahwa aku yang salah..
seharusnya aku juga bekerja keras untuk bisa seperti kalian,bukannya memaksa dan mengancam kalian seperti itu"
"See..dia mengakuinya sekarang"
"Haha.. tapi sudahlah,lagi pula berat badanku menurun derastis saat itu,jadi tidak ada ruginya juga memusuhi kalian selama 1 minggu.. hahaha.." jelas Robi yang lagi-lagi tertawa saat menceritakan dirinya sendiri.

suasana kembali sepi beberapa saat,kelihatannya mereka memang sudah tidak punya bahan pembicaraan lainnya lagi,ditambah dengan sifat pendiam Ari dan Ilham. Namun Robi yang menoleh kearah Ari menjadi teringat sesuatu.
"Ah,apa kau belum memberi tau Angga tentang rahasiamu yang satu lagi,Ari?" tanya Robi kepada Ari.
Ilham menoleh kearah Ari setelah mendengar pertanyaan Robi barusan,sementara Angga juga menoleh dan terlihat penasaran.
"Yah,baiklah..lagi pula aku juga ingin mencukur rambutku,jadi semua orang juga akan mengetahuinya" jawab Ari yang masih belum menjawab rasa penasaran Angga.
Ari menggunakan kedua tangannya untuk menyingkap rambut panjang yang menutupi mata kirinya. Dan yang terjadi adalah Angga justru terheran-heran dengan apa yang dia lihat.
"Untuk kisah tentang ini..lain kali saja aku ceritakan" kata Ari setelah menyimkap rambut bagian depannya.

terlihat warna mata kedua mata Ari berbeda,mata kanannya terlihat sama dengan mata kebanyakan orang Asia yaitu berwarna hitam,namun mata kirinya justru terlihat berwarna biru.
"Aku berusaha membujuknya menceritakan hal itu,tapi dia tetap menolak menceritakannya" kata Robi memberi tau Angga sementara Ari kembali membiarkan rambutnya terurai menutupi mara kirinya.
"Apakah itu sejenis kelainan mata? (wiki:heterochromia) dimana mata sebelah kiri dan kanan seseorang bisa berbeda warna.." tanya Angga yang masih penasaran.
"Sejauh ini.. kita anggap saja itu benar,Ok?" jawab Ari dengan enteng.
Jawaban Ari justru membuat Angga menjadi semakin penasaran tentang matanya.
"Ini sudah sore,sebenarnya aku datang kesini untuk memberi tau ini pada kalian" kata Robi menyodorkan kertas semacam browsur yang ia ambil dari saku kemejanya.
"Aku mendapat browsur perlombaan ini dijalan,bacalah dulu.. acaranya akan dilangsungkan besok siang" jelas Robi.

"Kurasa aku tidak-" tanggap Ari tanpa sedikitpun tertarik membaca brousur itu,namun perkataannya terpotong oleh Ilham.
"Apa kau mau ikut perlombaan ini?"tanya Ilham pada Angga.
"Eh? ..baiklah,acara ini bisa mengisi waktu luangku besok,bagaimana denganmu?" tanya Angga
"Kalau begitu jemput kami besok,kita berangkat sama-sama besok pagi" jawab Ilham.
"eh? kau ikut? ..kalau begitu aku juga akan kesana besok." kata Ari.

Robi dan Angga berpamitan pulang,Angga ikut dengan Robi menggunakan motornya.
dalam perjalanannya pulang Angga terlihat melamun,dalam hatinya dia merasa iri dengan kedua teman barunya.Perasangka buruk pun bergantian memasuki pikirannya.
Namun dirinya berhasil menyangkal semua perasangka-perasangka buruknya tersebut dan kemudian tersenyum.
aku sudah berhasil sejauh ini,kalau aku menginginkan hal yang sama dengan mereka.. yang harus ku lakukan adalah belajar dengan lebih giat,begitulah yang ia katakan dalam hatinya.
Robi mengantarkan Angga sampai temapatnya menginap dan pergi pulang kerumahnya sendiri.
Di penginapan,Angga terlihat menulis teks panjang di Handphonenya lalu pergi ke kamarnya dan tidur.

Malam hari berlalu,keesokannya terlihat Ari dan Ilham sedang menyantap sarapannya sambil mengobrol ringan di ruang santai yang terletak di lantai dua.ruangan terbuka tanpa dinding pembatas dan hanya di lapisi atap di bagian atasnya.
"Apa kau akan pergi dengan pakaian seperti itu?" tanya Ilham sambil menyantap roti tawar panggangnya.
"yah,kurasa tidak masalah berpergian ketempat umum dengan pakaian seperti ini" jawab Ari yang sudah menghabiskan porsi sarapannya.
Ari mengenakan celana panjang berbahan semi lefis yang dilipat bagian bawahnya,kaos oblong berwarna putih dan sebuah jas besar berwarna putih pula,bentuknya mirip dengan jas putih yang digunakan oleh para dokter spesialis di rumah sakit.
Ilham hanya terdiam setelah mendengar jawaban Ari perihal pakaian yang dipakainya.
"Kenapa kau mengajaknya ikut acara ini?" tanya Ari kembali.
" ...Bukankah dia datang ke kota ini untuk mencari kakaknya yang terobsesi menjadi hacker? acara seperti ini mungkin tidak akan dia lewatkan,bukan?" jawab Ilham.
"Aah.. benar juga,aku sampai tidak terpikir soal itu. kau memang sangat peduli walau terlihat diam-diam saja" komentar Ari.
mereka berdua turun ke lantai satu,tapi berbeda dengan Ilham yang membawa tas berisi laptopnya,Ari turun tanpa membawa tasnya.
"kenapa tidak kau bawa?" tanya Ilham.
"Tidak.. aku hanya akan menonton saja" jawab Ari diikuti bunyi bel rumahnya.
"Kalian sudah siap?" sapa Angga dari luar setelah Ari membukakan pintu rumahnya.
"Tentu,ayo kita berangkat.." balas Ari.

#Perjalan ketiganya baru saja dimulai
Diubah oleh whiteshark21

[Chapter 3 ] - Hacker Show Time

[ Science Fiction ] CODING A LIFE


Cuaca hari ini terlihat cerah,udara di luar juga segar dan kondisi kota yang bersih terawat membuat hari ini terasa begitu damai.
mereka bertiga berangkat ke lokasi perlombaan dengan menaiki Bus kota,beberapa orang yang berada di dalam angkutan tersebut sesekali melihat kearah Ari dengan tatapan heran.

{ Tentu saja mereka merasa aneh,mana ada dokter dengan rambut gondrong yang hampir menutupi seluruh wajahnya } kata Angga dalam hati.
tak lebih dari 20 menit ketiganya telah sampai di tempat tujuan,sebuah ruangan luas berisi beberapa baris kursi untuk para pengunjung dan sebuah panggung lebar di depannya,suasana di tempat itu cukup ramai dan kemungkinan akan sangat ramai di siang hari nanti.

"Kalian berdua segeralah mendaftarkan diri ke panitia" suruh Ari pada kedua temannya.
"Bukankah kita bertiga akan sama-sama ikut kopetinsi ini?" tanya Angga yang sebelumnya tidak tau tentang hal tersebut.
"Aku hanya akan menonton,pastikan kalian menang OK?" jawab Ari dengan enteng.
"Ayo,nanti keburu ramai" kata Ilham sembari melangkahkan kakinya menuju arah panitia pendaftaran.
Angga mengikuti langkah Ilham dari belakang sementara Ari beranjak pergi mencari tempat duduk di deretan paling belakang.
Ari memilih 1 kursi di deretan terakhir dan menariknya ke belakang sehingga terpisah dari tempat duduk pengunjung lainnya.

Setelah sekian lama menunggu,akhirnya hari sudah mulai siang dan pertandingan akan segera dilaksanakan.
"Huh..sebagian besar Perempuan hanya memperhatikan tampilannya saja" gumam Ari melihat beberapa pengunjung wanita yang bersolek sedang berlalu-lalang di depannya,sementara itu pertandingan segera dimulai,seorang pembawa acara berdiri di atas panggung dan menjelaskan tahapan-tahapan dalam lomba tersebut.
"Disini kami sudah kedatangan 30 peserta muda yang sudah bersiap bertanding hari ini,saya akan bacakan tahapan-tahapan perlombaan yang akan berlangsung..
tahap pertama,semua peserta akan ditantang untuk melumpuhkan sebuah sistem yang telah kami sediakan,
masing-masing peserta akan beradu kecepatan dalam melumpuhkan sistem,kami telah menyediakan 30 sistem pula untuk masing-masing peserta ditahap pertama ini..
15 peserta tercepat akan menuju ketahap kedua,dan sisanya akan dinyatakan tidak lolos tahap ini..
sedangkan di tahap kedua nanti masing-masing peserta akan beradu dengan masing-masing kru kami..
kami juga sudah menyiapkan 15 kru yang nantinya menjadi lawan peserta,peserta dan kru akan diberi batas waktu 7 menit untuk saling melumpuhkan sistem lawannya,
di tahap ini akan kami pilih 3 peserta yang mampu mengalahkan para kru,dan masing-masing dari ketiganya akan merebutkan juara di tahap ketiga acara perlomabaan ini" jelas pembawa acara tersebut.

Dari awal,pertandingan semacam ini memang tidak bisa dinikmati oleh penonton karena mereka tidak tau keadaan para peserta selama pertandingan,sehingga acara seperti ini biasanya hanya digelar oleh komunitas tertentu untuk ajang silaturahmi atau berkumpul.
"Baiklah,tahap pertama kita mulai.. dari sekarang" kata panitia memberi aba-aba.

Angga bersama 29 peserta lainnya mulai beraksi.
{ Ini hanya masalah kecepatan,aku harus berhasil } pikir Angga.

Spoiler for Dimensi Program:


"yang tadi itu bagus juga" kata seorang pemuda yang duduk tepat di sebelah kiri Angga,mendengar perkataan tersebut Angga hanya diam karena tau pujian tersebut bukan untuknya,Ilham juga diam saja walau tau perkataan pemuda itu ditujukan padanya.
tempat duduk peserta sendiri terbagi menjadi 3 baris,dalam 1 baris terdiri dari 10 peserta dan Angga duduk di baris ketiga bersama Ilham yang duduk di sebelah kanannya.
"Blue Moon ?" kata Angga dengan suara lirih.
"Gray Fox punyamu juga cukup bagus" kata pemuda itu lagi yang kali ini memang ditujukan pada Angga.

Nama dari sebuah robot itu sendiri akan tertera dan dapat dilihat oleh siapapun jika berada dalam 1 server yang sama,karena itulah Angga dan pemuda tersebut mengetahui nama 'Gray Fox' dan 'Blue Moon'.
Tapi Angga justru terheran-teran karena tidak melihat nama maupun robot milik pemuda tersebut.

{ Apa hal semacam itu bisa disembunyikan? Kalau Blue Moon memang aku sadar dia tetap diam diposisinya saat semua robot peserta termasuk Gray Fox berlari menuju target,tapi dari mana datangnya cahaya merah tadi? } tanya Angga dalam hati.
"Red Assassin.. aku terkesan anak panahmu bisa lebih cepat dari peluruh ku" kata Ilham sambil menolehkan wajahnya pada pemuda di samping kiri Angga.
"Terima kasih,Robot milikmu ternyata menarik juga yah.." balas pemuda tersebut.
{ Red Assassin ? } pikir Angga.

"Baiklah,sudah diputuskan.. dari tahap pertama tadi kami memperoleh 25 peserta yang berhasil,namun sayang karena hanya 15 peserta yang tercepat di antaranya yang akan melanjutkan ke tahap kedua.." komentar si pembawa acara.
peserta yang gugur terlihat turun dari atas panggung,beberapa di antaranya bergabung di kursi pengunjung untuk menonton sisa pertandingan dan beberapa terlihat pergi meninggalkan tempat perlombaan di susul oleh beberapa pengunjung yang mungkin adalah kerabat mereka.
"Peserta diharap sudah bersiap,tahap kedua dimulai dari.. sekarang" seru panitia memberi aba-aba.

Dibabak kedua masing-masing peserta akan berada di dalam server yang berbeda-beda,masing-masing server hanya berisi seorang peserta dan seorang kru.

dalam dimensi program nampaknya Gray Fox sedang bertarung dengan salah satu robot milik kru dari panitia yang ditentukan secara acak.
"masing-masing peserta akan berusaha melumpuhkan sistem kru kami,di layar ini sudah terlihat kondisi masing-masing petarung yang saling berhadapan.. batas waktu yang di sediakan adalah 7 menit,dan nampaknya sudah setengah menit berlangsung.." jelas panitia dari atas panggung.

{ dilihat dari etika para kru kelihatannya memang terlalu bagus untuk berhadapan dengan lawan yang amatir.. kalau Ilham Kemungkinan 1 menit sudah cukup } pikir Ari.
"Ohh nampaknya sudah ada 1 peserta yang berhasil.. 40 detik,ini luar biasa.. " kata panitia.
"Woh,tebakanku meleset.. jarang-jarang aku seperti ini.." kata Ari yang masih duduk di barisan kursi paling belakang sembari mengamati kondisi panggung.
"Yaa..55 detik,peserta tercepat kedua telah berhasil melewati tahap ini" kata panitia itu setelah seorang peserta juga berhasil.
"Sebenarnya siapapun itu,keberuntungan selalu saja bisa terjadi pada mereka yang mau berusaha sabaik mungkin" kata Ari menanggapi situasi tersebut.

{ Lagi-lagi mereka berdua,Aku harus cepat menyusul. tapi ini..sial,lawanku tangguh sekali. } Pikir Angga.
Nampaknya usaha Gray Fox dalam bertarung sia-sia,semua serangannya berhasil diantisipasi oleh lawan,namun pertahanan Gray Fox rupanya cukup bagus terbukti bahwa ia masih bisa bertahan selama ini.
"Oohh.. 9 peserta sekaligus,pertandingan ini hanya menyisa 4 peserta di menit-menit terakhir ini.. siapakah yang akan jadi pemenang selanjutnya.." kata panitia.
{ Sial.. sulit sekali.. } Angga mengeluh dalam hati.
"Ya,waktu hampir habis dan 3 peserta nampaknya juga tidak berhasil di tahap ini.. ya,yang tersisa saat ini hanya tinggal 1 peserta,apakah ia akan bertahan..." suara panitia yang selanjutnya menghitung mundur.
"5..4..3..2..1..."

{Aku belum berhasil.. apa aku akan dinilai gagal? } pikir Angga.
"Ya,waktu habis.. selamat untuk 2 orang pemenang yang berhasil di tahap ini.." kata panitia yang kemudian diberi aba-aba untuk meloloskan satu-satunya peserta yang berhasil bertahan di babak kedua tadi.
"oh,peserta terakhir nampaknya berhasil bertahan,dengan ini kami nyatakan lolos.." tambah panitia.

"berhasil bertahan yah.. tidak buruk kok" kata pemuda misterius itu lagi.
"Ya,mau bagaimana lagi,mungkin aku masih belum cukup hebat" Balas Angga.
Peserta yang gagal meninggalkan panggung dan kini hanya tersisa 3 peserta yang tengah berdiri selagi panitia mengatur posisi kursi untuk ketiganya.
"Ekspresi itu.." kata Ari yang memperhatikan ekspresi wajah Ilham dari kejauhan.

#Ekspresi yang tak disangka-sangka
Diubah oleh whiteshark21

[Chapter 4 ] - Veteran Never Lose

[ Science Fiction ] CODING A LIFE


"Tiga peserta ini akan memperebutkan peringkat pertama di ajang perlombaan ini" jelas panitia diatas panggung.
{ Jangan bilang dia kalah cepat dari pemuda itu } kata Ari dalam hati saat dirinya pindah ke kursi deretan terdepan karena kursi pengunjung sudah semakin sepi.
hanya tersisa beberapa panitia,pengunjung yang sekedar mampir dan beberapa wartawan berita online.

"Baiklah masing-masing peserta silahkan menempati tempat yang sudah disediakan" pembawa acara mempersilahkan ketiganya.
saat ini panggung hanya terisi oleh 3 buah tempat duduk beserta meja di hadapannya,posisinya saling berhadapan membentuk 3 sudut.
"peraturannya adalah.. siapa yang bertahan sampai akhir akan mendapat peringkat pertama lalu disusul dengan peserta bertahan selanjutnya,kami membatasi waktunya sampai 15 menit.. jika dalam waktu tersebut
semua peserta bertahan maka pihak kami yang akan menilai dan menentukan pemenangnya.. disini kami menghadirkan 2 orang juri yang akan mengamati pertandingan ketiga peserta" jelas panitia panggung disusul dengan datangnya seorang pria dan wanita muda
menempati tempat duduk di sisi kanan panggung,keduanya terlihat menyiapkan komputernya untuk proses penjurian.
"Putaran Final dimulai dari.. sekarang" panitia memberi aba-aba.

Spoiler for Dimensi Program:


"begitu yah,kurasa kau berniat melawan salah satu yang tersisa dari kami kan? ..tidak ada pilihan lain" kata Angga diikuti jarinya yang mulai mengetik.
Spoiler for Dimensi Program:


"Oh,ternyata peserta nomor urut 21 telah terlebih dahulu dilumpuhkan.. baiklah siapakah di antara kedua sisanya yang akan keluar sebagai juara pertama?" kata pembawa acara.
"Bukan orang biasa yah.. tak ku sangka bisa bertemu di tempat seperti ini" tanggap Ari menyadari arti dari ekspresi Ilham sebelumnya.

Spoiler for Dimensi Program:


"Ooh..,ini dia pemenang perlombaan kita hari ini." kata panitia mengangkat tangan pemuda tersebut,beberapa wartawan mengambil foto pada moment tersebut diikuti dengan beberapa pertanyaan untuk pemberitaan di situs online dan juga penyerahan hadiah untuk ketiganya dari panitia.

acara perlombaan tersebut terasa begitu singkat dan justru terlihat aneh untuk disebut sebuah perlombaan dimata Ari,selain tata acara yang tidak profesional..acara ini pun terlihat seadanya,tidak ada komunitas maupun pihak sponsor apapun yang datang.
sementara pihak penyelenggara terlihat sibuk di belakang panggung,Angga dan Ilham turun dari panggung diikuti oleh pemuda yang menjadi juara diperlombaan ini.
"Kenalkan,namaku Egi.. aku tinggal tidak jauh dari sini" sapa pemuda tersebut mengulurkan tangannya mengajak berjabat tangan.
"Aku ilham,senang mengenalmu" tanggap Ilham menyambut tangan pemuda bernama Egi tersebut.
"Aku Angga.. selamat atas kemenangannya" kata Angga memberi ucapan selamat saat berjabat tangan.
"Ya,terima kasih.." balas Egi.
"Jadi namamu Egi yah.. kenalkan namaku Ari" kata Ari yang menghampiri ketiganya.
"???" Egi terlihat bingung namun tangannya menerima ajakan berjabat tangan yang ari berikan.
"Dia adalah teman kami,hehe.." kata Angga.
"Oh begitu,tentu..senang bisa bertemu kalian semua,ngomong-ngomong apa kalian mau mampir kerumahku? kita bisa membicarakan sesuatu di sana" Egi menawari ketiganya.
Ilham nampaknya tertarik dan menerima tawaran Egi untuk datang kerumahnya,sedangkan Angga dan Ari hanya mengikuti kemauan temannya saja.

sepanjang perjalanan Egi menceritakan latar belakangnya yang ternyata anak dari orang kaya,namun orang tuanya tinggal di luar kota sedangkan dirinya hidup mandiri bersama adik perempuannya.
"Apa kau seorang Hacker juga,Ari?" tanya Egi.
"Iya,melihat kalian di pertandingan final tadi membuatku ingin ikut bertarung juga" jawab Ari.
"Benar juga,rasanya menyenangkan bertarung seperti tadi" kata Egi.
"sebenarnya aku tidak berbuat apa-apa di pertandingan final" tanggap Angga sedikit mengeluh.
"Yah tapi karena kau punya teman yang hebat,pasti kau juga akan berkembang pesat nantinya" balas Egi.
"Eh? apa kau sudah tau kalau Ilham menggunakan bahasa baru?" tanya Angga sedikit terkejut.
"Tentu,itu bahasa yang kau kembangkan sendiri kan,Ilham?" balas Egi.
"...kau juga menggunakan bahasa pemrograman buatanmu sendiri saat pertandingan tadi,itu artinya kau menguasai dengan baik macam-macam bahasa pemrograman" jawab Ilham.
"eh.. apa maksudmu dia punya bahasanya sendiri sama seperti kalian berdua?" potong Angga yang dikejutkan kembali oleh perkataan temannya.
" 'kalian berdua?' Oh,jadi Ari juga punya yah.. wah wah,hari ini menarik sekali.. oya,tentang pertanyaanmu barusan,aku tidak tau bahasa pemrograman apapun selain punyaku sendiri" balas Egi.
"Apa? berarti kau benar-benar murni menciptakannya tanpa mempelajari bahasa pemrograman yang digunakan pada umumnya?" tanya Ari nampaknya terkejut.
"Benar,kenyataannya begitu.." jawab Egi.
"Itu gila.. kau bahkan lebih gila dari kami" balas Ari.

setelah lama berjalan menelusuri jalan raya,mereka berbelok kearah jalan sempit yang hanya bisa dilalui oleh sebuah mobil,sambil terus melanjutkan obrolannya.
"Dari kecil aku tidak tertarik dengan sekolah formal,kebanyakan dari mereka hanya membeli ijasah berbeda dengan kalian yang pasti telah berusaha dengan sungguh-sungguh..
karena itu aku hanya lulus dari Sekolah Dasar dan memutuskan berhenti untuk mendalami ketertarikanku pada dunia programing" jelas Egi.
"Tertarik dengan hal serumit ini saat Sekolah Dasar?" tanggap Angga.
"lalu?" tanya Ari.
"karena orang tuaku kaya,mereka mampu membelikanku semua yang kubutuhkan untuk belajar secara otodidak"jawab Egi.
"Ini benar-benar gila,memang ada buku yang menjelaskan cara membuat bahasa pemrograman?" tanya Ari.
"memang tidak ada,aku hanya mempelajari hal yang paling dasar dari komputer itu sendiri,selebihnya aku kembangkan lagi" jawab Egi.

"Lalu bagaimana dengan adikmu?" tanya Ilham mengalihkan topik pembicaraan.
"Dia menganggapku aneh dan membenci apa yang aku kerjakan pada saat itu,oiya sebenarnya internet pada saat itu sangat membantu selain dari buku saja..dan lagi-lagi karena orang tuaku,tentu biaya internet yang mahal sekali pun teratasi" jelas Egi yang masih ingin membahas dirinya.
"adikmu itu.. apa dia masih sekolah?" tanya Angga.
"tidak,dia sudah lulus 3 tahun yang lalu..mungkin umurnya sama denganmu" jawab Egi.
ketiganya masih berjalan kaki menelusuri jalanan di daerah padat penduduk.
"Ada apa?" tanya Angga pada Ari yang sedari tadi memperhatikannya.
"Dari ekspresimu kelihatannya kau baik-baik saja" kata Ari.
"memangnya kenapa?" tanya Angga lagi.
"Berarti kakakmu tidak menghadiri acara ini kan? ..awalnya kami berharap kau akan bertemu dengannya di acara tadi" jawab Ari.
"Oh.. benar,aku tidak melihatnya tadi" balas Angga.
"kau punya saudara juga?" tanya Egi.
"Iya,kakaku tinggal di kota ini juga,tapi aku belum menemukan alamatnya saat ini" balas Angga.
"Semoga bisa cepat ketemu yah.. baiklah kita sudah sampai" kata Egi yang berhenti di depan sebuah rumah mewah namun terlihat minimalis.
Egi memasuki rumah tersebut diikuti ketiga temannya.
"Ah,sudah pulang rupanya.. apa kau memenangkan perlombaannya?" terdengar suara wanita dari ruangan di bagian belakang.
"tentu saja.. tapi pertarungannya sedikit sulit hari ini" balas Egi pada seorang wanita yang baru saja tiba di ruang tamu bersamanya.
"mereka adalah teman baru kita,kau pasti tertarik dengan cerita mereka.. Linda" kata Egi menjelaskan situasinya pada wanita bernama Linda tersebut.

#Kakak Adik yang terlahir berbeda
Diubah oleh whiteshark21
Semangat gan bikin ceritanya emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin... (y)
Makin panjang emoticon-Big Grin
Quote:


Udah 3 hari nih pejwan ngga abis-abis.. bawaannya mau pindah page aja dari kemarin,kasian yang nge load dari HP (page 1 full content)
Semangat gan.. emoticon-Belo emoticon-Belo emoticon-Belo

[Chapter 5 ] - New Friend , New Story

[ Science Fiction ] CODING A LIFE


Linda,nama wanita yang dikenalkan oleh Egi. Wajahnya cantik dan berkulit putih sedangkan tingginya masih normal untuk seorang wanita berusia 19 tahun,ia mengenakan kemeja perempuan berlengan panjang yang dilipat bagian tepi lengannya dan dilapisi semacam blezer tanpa lengan yang berbahan tipis berwarna abu-abu,sedangkan untuk bagian bawahnya ia mengenakan rok yang panjangnya sampai di bawah lutut.Rambutnya bergelombang dan diikat kebelakang.

"Kenalkan namaku Linda,Egi adalah kakaku dan kami tinggal berdua dirumah ini.. kalian?" kata Linda memperkenalkan dirinya dengan tersenyum.
"Namaku Angga,kami bertiga mengenal Egi di perlombaan tadi.." balas Angga.
"jadi begitu,kalian bertiga juga ikut berlomba yah?" kata Linda.
"Iya.. kenalkan yang ini adalah Ilham,kami berdua ikut sebagai peserta di pertandingan tadi sedangkan yang ini adalah Ari,dia hanya menonton kami hari ini" balas Angga yang sekalian memperkenalkan teman-temannya.
"Senang bisa mengenalmu" sapa Ilham singkat.
"Senang berkenalan denganmu.. em,Kau bilang hanya tinggal berdua kan? kupikir kau baru saja memotong rambut seseorang.." tanggap Ari.
"Oh.. benar juga,kau menyadarinya yah? hehe.." jawab Linda mengusap potongan rambut-rambut yang menempel pada blezer yang ia kenakan.
"Ini rambut anak dari tetangga pemilik rumah di samping kanan rumah kami,ibunya memintaku memotong rambut anaknya karena besok semua siswa sekolah dasar sudah mulai aktif lagi di kegiatan sekolah" jelas Linda.
"Duduklah dulu akan ku buatkan minuman" kata Egi.

Ilham dan Angga lantas duduk di sofa sedangkan Linda masih berbicara pada Ari sambil berdiri.
"Rambutmu sudah panjang sekali,apa itu terasa nyaman bagimu,Ari?" tanya Linda.
"tidak.. sebenarnya aku berniat memotongnya sepulang perlombaan tadi,tak disangka Egi mengundang kami kerumahnya" jawab Ari.
"Kebetulan sekali,ayo kita ke halaman belakang.. kalau kau tidak keberatan aku akan membantu merapihkan rambutmu" Ajak Linda pada Ari.
"Ini dia.." Egi datang membawa penampan berisikan beberapa cangkir dan sebuah poci.
"Duduklah dulu dan minum teh denganku,Linda sudah ahli dalam hal memotong rambut jadi dia tidak akan lama" Kata Egi sambil menuangkan teh untuk tamunya,sementara Ari dan Linda sudah pergi ke halaman belakang meninggalkan keempatnya.

"Tentu,terima kasih" kata Angga menikmati teh yang disuguhkan.
"Oya aku akan mengobrol sambil browsing yah,karena ada sesuatu yang aku lupakan tadi pagi.." kata Egi membuka laptopnya.
"ya,tidak apa-apa" jawab Angga.
"disini ada jaringan internet juga?" tanya Ilham.
"tentu,kalian juga boleh pakai kok" jawab Egi.
Ilham mengeluarkan laptop miliknya sedangkan Angga hanya duduk bersandar di samping Ilham,ketiganya mengobrol ringan dan sesekali suasannya jadi diam karena keduanya sibuk dengan laptop mereka masing-masing,sedangkan
Angga sesekali hanya melamun karena susasana masih kaku,namun disela-sela lamunannya ia teringat sesuatu.

"Ah,ngomong-ngomong bagaimana kau bisa tau Egi mempunyai bahasa pemrograman sendiri dan Egi juga kenapa bisa tau sebaliknya?" tanya Angga pada kedua temannya.
"Saat kau melawan Red Assassin,apa kau tidak menyadari sesuatu?" balas Ilham yang masih menghadap layar laptopnya.
"sesuatu?" tanya Angga masih belum mengerti.
"sebuah persamaan antara Blue Moon milik Ilham dan Red Assassin milikku" tambah Egi yang juga menjawab tanpa memalingkan wajahnya dari layar Laptop.
"aku tidak mengerti.. kalian sama-sama menggunakan senjata sedangkan aku tidak,dan senjata kalian juga sama-sama tipe jarak jauh,apa itu maksudnya?" kata Angga yang mencoba menebak.
"Sebenarnya Gray Fox juga bisa memiliki senjata walau kau tidak punya bahasa pemrograman sendiri,tapi bukan itu.." jawab Egi.
"lalu?" tanya Angga.
"Persamaannya adalah Blue Moon dan Red Assassin sama-sama mengenakan pakaian" jawab Ilham.

Sementara ketiganya mengobrol di ruang tamu,Linda pun sudah mulai memotong rambut Ari di halaman belakang.
"Kau aneh yah,mengenakan jas seperti itu untuk menghadiri acara perlomabaan.. hihi,maaf ya?" kata Linda mencoba memulai obrolan sambil merapikan rambut Ari,Jas milik Ari sendiri tersampir di pagar halaman sedangkan dirinya sedang duduk membelakangi Linda dengan kepala menunduk.
"Jas itu punya masa lalu yang rumit,kenangannya bisa tiba-tiba teringat di pikiranku.. tapi begitu memakainnya semuanya serasa baik-baik saja" tanggap Ari.
"Ceritakan padaku.. apa itu pemberian dari seseorang ?" kata Linda terus mencoba membuat percakapan agar keduanya bisa merasa akrab satu sama lain.
"hmm.. kalau diceritakan harus dari mana yah.." kata Ari bimbang.
"Ceritakan saja,aku ingin mendengarnya" kata Linda yang masih memotong bagian belakang rambut Ari.
"Baiklah,ku ceritakan saja dari awal aku masuk universitas.." kata Ari.
"Emm.." balas Linda.

"Aku seorang mahasiswa di fakultas IT,aku termasuk orang yang pendiam dan susah mencari bahan pembicaraan dengan orang lain.. maka dari itu temanku tidak banyak"
"kau orang yang tertutup yah? kau pasti pandai di sekolahmu kan?"
"Benar,entah aku yang memang pandai atau teman satu fakultasku saja yang tidak berniat sekolah.. semua tes yang ku ikuti selalu mendapat nilai tertinggi dari semua siswa di fakultas IT,semua perlombaan juga selalu aku juarai"
"Baiklah,aku mulai dapat sedikit gambaran tentangmu.. lalu tentang jas itu?"
"Semuanya berawal saat aku menjalani tugas praktek di lapangan,dosen-dosen pembimbingku mengajukanku ke sebuah perusahaan IT ternama untuk tugas praktekku,aku pun menerimanya"
"..."

"masa praktekku adalah 6 bulan,namun baru 4 hari saja aku berada di sana,perusahaan tersebut benar-benar puas dengan keuntungan yang meningkat berkali-kali lipat semenjak aku bergabung"
"Menurutku Kau orang yang baik.. walau penampilanmu menyeramkan,hihi.. lalu?"
"di minggu pertamaku bekerja,aku mengenal seorang wanita bernama Shella.. dia anak yatim piatu yang tinggal cukup jauh dari penginapanku namun tempatnya bekerja tidak jauh dari perusahaan tempatku bekerja"
"Apa dia sepertimu?"
"tidak,dia tidak melanjutkan sekolahya semenjak SMP dan bekerja di sebuah mall perbelanjaan,walau dia sangat sibuk namun akhirnya kami bisa saling mengenal"
"..." Linda terdiam menunggu kelanjutan cerita tersebut.

"Suatu hari dia datang ke penginapanku,yang ia kenakan saat itu adalah celana levis panjang,kemeja perempuan berwarna biru dan jas putih yang kau tanyakan itu"
"jadi itu miliknya.. lalu apa yang terjadi?" tanya Linda yang masih berniat mendengar cerita tersebut walau dirinya mempunyai firasat bahwa ada sesuatu yang buruk akan terjadi.
"Hanya obrolan ringan tentang cita-citanya menjadi dokter,dia putus asa karena pendidikannya yang rendah.. saking inginnya dia melupakan impian yang ia inginkan semenjak kecil,akhirnya dia memesan untuk dibuatkan jas putih tersebut.
Saat itu dia berkata bahwa impiannya menjadi dokter sudah tergantikan dengan jas putih itu"
Linda masih merapihkan rambut bagian samping Ari sembari diam menyimak kelanjutan cerita tersebut.

"Saat itu dia memiliki impian baru yakni menjadi penulis novel yang terkenal.. mengingat dia pernah putus asa dengan impiannya,aku berusaha memberi semangat untuk impian barunya itu"
"apa itu?"
"aku memberinya 1 permintaan jika novel yang ia tulis berhasil diterbitkan.. seketika itu dia merasa senang,bukan saja karena permintaan yang aku janjikan melainkan karena ada orang yang mendukung impiannya juga"
"sejak sekolah kau tidak dekat dengan teman wanita yah?"
"begitulah.. aku tidak tau yang perempuan inginkan,maka dari itu aku memberinya 1 keinginan yang suatu hari dia sendiri yang memilihnya... bagian terpentingnya dimulai setelah 2 bulan semenjak hari itu"

Quote:


"Apa aku mengingatkanmu padanya?" tanya Linda yang sedang merapihkan rambut di bagian depan.
"Benar,sekarang umurnya mungkin sama denganmu,bahkan mungkin tinggi badan kalian berdua hampir sama,dan lagi.. kau juga pandai dalam hal memotong rambut" jawab Ari yang masih menunduk selagi rambutnya dipotong.
"Lalu apa yang terjadi setelah itu?" tanya Linda sambil melanjutkan pekerjaannya.

Quote:


"Aku pergi ke ruang tamu dan mulai membaca novel itu,aku menikmati cerita yang dia buat dan tak sadar hampir menyelesaikan 1/2 dari buku tersebut" kata Ari melanjutkan ceritanya.
"lalu? novel itu akhirnya diterbitkan bukan?" tanya Linda.
"tidak.. hari itu tidak berlalu dengan cepat seperti hari-hari biasanya.."
"kenapa?"
"saat itu aku pergi ke belakang untuk mengambil air minum dan aku baru sadar bahwa jas putih milik shella tertinggal di sana.. entah tertinggal atau sengaja ia tinggalkan,namun aku berpikir untuk membawakannya ke tempat dia bekerja mengingat aku masih punya banyak waktu untuk menyelesaikan novel itu.. aku pun pergi ke tempat ia bekerja"
"ku pikir dia sengaja meninggalkannya,karena itu lah dia pergi begitu saja tanpa menyadari jas miliknya tidak terpakai"
"kau benar,dia memang sengaja meninggalkan jas itu.. untuk selama-lamanya"
"Eh? apa maksudmu?"

"...saat di jalan aku melihat kerumunan warga mengerubungi sesuatu,aku menghampirinya karena penasaran"
"maksudmu?" tanya Linda sedikit khawatir tebakannya benar-benar terjadi,namun benar saja Linda terkejut dan menjatuhkan gunting yang ia pegang setelah mendengar kelanjutannya.
"sebuah mayat.. mayat Seorang wanita yang berada di tempat itu benar-benar aku kenal,dia adalah Shella" jawab Ari yang membuat Linda terkejut.

"Ma.. maaf.. kau jadi mengingat masa lalumu karena obrolanku yang tidak jelas" kata Linda sambil menutupi mulut dengan kedua tangannya,menandakan dia tak menyangka akhir ceritanya seperti itu.
"Tidak apa-apa.. tenanglah.. tenangkan dirimu" kata Ari berusaha menenangkan Linda yang masih shok dan merasa bersalah.
"I.. iya.. aku baik-baik saja.. maafkan aku" kata Linda lagi-lagi meminta maaf.
"Kau tidak perlu merasa bersalah begitu,aku tidak apa-apa kok.. Ah,boleh kita selesaikan bagian depannya sekarang? kurasa teman-temanku sudah menunggu lama didepan"
"...tentu,maafkan aku" kata Linda mengambil guntingnya di lantai dan melanjutkan pekerjaannya.

Di ruang tamu ketiganya masih mengobrol seperti sebelumnya.
"Jadi kau menguasai semua jenis bahasa pemrograman yah? itu hebat sekali" kata Egi.
"Anu,aku sebenarnya juga ingin sekali menciptakan bahasa milikku sendiri seperti kalian bertiga" jawab Angga.
"bertiga yah? hmm..." balas Egi seperti bimbang.
"ada apa? apa aku salah?" tanya Angga.
"Ah,tidak apa-apa.. haha" jawab Egi.
"Koneksi internet disini luar biasa sekali,aku tidak menyangka ada kecepatan seperti ini" kata Ilham setelah menyimpan kembali laptopnya dalam tas.
"benarkah? kalau kau punya keperluan lain kau bisa datang kesini untuk memakai wifi milikku kok.. jangan sungkan-sungkan" balas Egi.

sementara di halaman belakang nampaknya Linda dan Ari telah selesai.
"Apa aku memotongnya terlalu pendek?" tanya Linda sambil membereskan peralatannya dan potongan rambut yang berserakan di lantai.
"Tidak,ini seperti yang ku harapkan" jawab Ari yang meraba-raba rambutnya.
"Sudah selesai,kau sudah boleh mengangkat kepalamu" kata Linda yang melihat Ari masih menunduk.
"Iya.. terima kasih" kata Ari beranjak dari kursinya dan mengangkat kepalanya,wajahnya kali ini memandang kearah Linda.

Linda pun kembali terkejut,namun kali ini oleh mata kiri Ari yang sebelumnya tertutup rambut.
"Itu.. matamu.." reaksi Linda saat pertama kali melihatnya.

#Kedua pasang mata mereka saling bertatapan untuk pertama kalinya
Diubah oleh whiteshark21
Koneksi lagi nurun banget asli parah..
buka kaskus serasa download DLC 500Mb (Not exactly the same but huahahaha..)

hari ini TS baru revisi chapter-chapter sebelumnya saja,beberapa udah diperbaiki dan kalau koneksi stabil lagi di bawah TS dipastikan bakal nongol update'an..

sejauh ini TS belum menerima pertanyaan apapun buat dipajang di bagian "Q&A" atau "FAQ" dan sebagainya (biasanya kalo thread bagus ada gitu-gitunya) emoticon-Cendol (S)

emoticon-I Love Kaskus (S) emoticon-I Love Kaskus (S) emoticon-I Love Kaskus (S)
Wah ide ceritanya keren! Konsep script yg diibaratkan sbg robot ngingetin ane sama Megaman Battle Network di GBA. Bedanya kalo di game ini, Megaman itu semacam avatar pemiliknya emoticon-Big Grin
Ane tunggu, gan, perkembangan ceritanya...
Jarang2 nih ketemu cerita Indonesia ttg dunia hacker emoticon-Jempol
Quote:


wah ada pecinta megaman juga,permainan waktu ane jaman-jaman PS1 juga gan.. emoticon-Matabelo
terima kasih gan sudah mampir dimari. emoticon-Shakehand2

selamat mengikuti perkembangannya..
emoticon-I Love Kaskus (S) emoticon-I Love Kaskus (S) emoticon-I Love Kaskus (S)
Halaman 1 dari 5
×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di