alexa-tracking

The Girl and The Bad Guy (sambungan dari thread yg pertama)

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55077a1298e31bed5e8b456b/the-girl-and-the-bad-guy-sambungan-dari-thread-yg-pertama
The Girl and The Bad Guy (sambungan dari thread yg pertama)
The Girl and The Bad Guy Part 3


Hari itu kuperhatikan jelas langkahmu yg berat, Ella. Sebenarnya aku tidak tega juga melihatmu begitu.. tetapi kurasa memang lebih baik begitu. Aku pun bergegas pulang. Menuju rumah bibiku, itulah tempat aku dan ibuku tinggal saat ini. Setelah insiden ayah yg terpaksa gulung tikar dan menghindari debt collector dengan jalan pintas balik ke negara asalnya. Hal itu tentunya sudah disepakati ibu dan aku, kami berdua sedikit pun tidak membenci ayah... hanya keadaanlah yg sekarang kami benci. Karna di Perusahaan yg ayahku pimpin dulu banyak terjadi praktek korupsi oleh anak buahnya, juga kemalasan dan hanya banyak tuntutan kesejahteraan dari kaum buruh.Dulu aku sering ikut ayah ke lapangan, ke pabriknya untuk inspeksi produk. Aku sering melihat tingkah-tingkah karyawan, buruh yg seenaknya saja bekerjanya... malas... dan hanya bisa merusak saja.Itu sebabnya ayahku banyak menanggung kerugian dari sejumlah aset yg seharusnya dapat terjual jadi tidak dapat terjual karna " RUSAK ".Kurasa itulah garis besar masalah lengsernya Perusahaan ayahku. Sedikit gambaran mungkin dari bobroknya Negara Indonesia dan rakyatnya di mataku.

Tapi sudahlah, bukan itu yg ingin aku bahas. Saat ini aku menuju kediaman bibiku, kuperhatikan langit... sepertinya sedang mendung. Benar saja, hujan pun turun dengan lebatnya. Aku buru-buru lari ke halte terdekat buat berteduh. Astaga! ternyata disitu juga ada Ella... tetapi dia tidak melihatku karna tertutupi oleh banyaknya orang yg juga ikut berteduh.Aku berkata dalam hati " apakah ini yg dinamakan takdir, jodoh, seperti di dongeng-dongeng dan cerita cinta yg sering aku baca. Bila seorang laki-laki atau perempuan bertemu dengan lawan jenisnya tanpa mereka sadari berulang-ulang itu namanya takdir, atau jodoh. Ahh sial pikirku... "

Setelah beberapa lama hujan pun reda, kerumunan orang pun mulai bubar dan semakin mengosongkan halte saja. Kulihat di kejauhan yg semakin mendekat Bus datang... aku pun segera bergegas saja mengambil ancang-ancang hendak menaiki Bus. Ternyata Ella menyadarinya... menyadari keberadaanku, feelingku merasakan dia berada di bangku paling belakang. Kucuri-curi tengok ke arah belakang berpura-pura menikmati musik sambil siul-siul tidak jelas... hahaha, kulihat lagi kondektur mulai mendekat menagih ongkos penumpang.Di perhentian berikutnya aku melihat gang yg sudah tak asing lagi, gang rumah bibiku. Aku bergegas saja, sambil bersembunyi diantara banyaknya kerumunan orang yg menggantungkan tangannya di handle atas dan samping Bus aku bilang " stop " pelan-pelan kepada Bang Kondektur, dia mengerti lalu memerecikkan uang logamnya ke tiang bus. Dan seketika juga Bus berhenti dan aku turun sambil sedikit berlari... hihihihihi 3 jahat sekali ya aku ini!

Ternyata Ella tidak mati langkah, kuperkirakan dia sudah turun juga. Dan ternyata benar saja, dia sudah berada di belakangku. Kalau kupikir-pikir lagi, baru inilah Ella menaiki kendaraan umum seperti Bus contohnya yg bau dan pengap oleh kerumunan orang, biasanya kan kalau dia pulang kuliah dia dijemput ayahnya atau supir ayahnya pakai mobil pribadi keluarga mereka. Kalau aku, walaupun dulunya aku keluarga yg kaya, ayahku selalu menekankan kesederhanaan kepadaku anaknya... Ibuku juga sama.Itu sebabnya aku sudah terbiasa dengan hal-hal yg sifatnya sederhana bahkan kotor sekali pun.OK! kulihat Ella masih saja dibelakang mengikutiku, aku pura-pura saja tidak melihat sambil melihat ke atas langit dan mencuri pandang dengan menengok kebelakang masih pada posisi memandang langit, begitulah caranya.

Dan pada pandangan berikutnya, ternyata tak kulihat lagi keberadaannya. Kupikir... apa dia sudah menyerah padaku yg Bad Guy ini!? Kuputar arah, menyusup ke gang-gang... karna aku sudah mulai mengenal wilayah ini. Setelah belokan gang berikutnya, terkejut aku...Ternyata Ella sedang dihadang Preman-Preman kampung bibiku ini, jumlahnya kuperhatikan ada 5 orang berbadan besar dan berpenampilan seram-seram semuanya... hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
Seperti hendak berbuat tidak senonoh pada Ella yg memang cantik.Ya aku santai saja mendekati mereka... karna kupikirkan lagi percuma aku menjuarai Taekwondo dulu, sempat belajar Aikido juga pada Master Stephen Seagal di Amerika, dan sedikit kungfu aliran TIGER.
Dengan hentakan yg keras kuhajar mereka satu persatu. Semuanya babak belur tak tersisa, seperti pertarungan yg dangkal saja ya? Levelnya sangat jauh sekali sich. Mereka pun lari terbirit-birit. Dan saat inilah moment yg aku tidak suka... romantis yg tidak perlu.Ella memelukku menangis sambil mengucapkan terima kasih bersamaan...Sudahlah! jawabku... Dan...Setelah itu pun aku lari sekencang-kencangnya... hahahahaha 3 meninggalkan Ella.Kali ini Ella benar-benar tidak dapat mengejarku, karna aku mulai mengelabuinya menyusup ke gang-gang lagi.Aku pun pulang ke rumah bibi... senang pikirku dapat mengelabui wanita cantik yg dari dulu aku suka... hahaha . Dan saat aku mulai membuka pintu ...BLANK!!!! Ella sudah ada di dalam... bersama ibu dan bibiku.



>>>> to be continued.


The Girl and The Bad Guy Part 4


Saat itu Denis memang meninggalkanku begitu saja, tapi aku sempat terpaku saja melihat kepergiannya.Sesaat tadi Denis benar-benar terlihat seperti pangeran berkuda putih dalam impianku...Dengan mudahnya Denis memangkas habis 5 orang berbadan besar itu (memangnya tukang cukur). Bukan itu maksudnya, maksudnya Denis baru saja benar-benar menyelamatkanku dari marabahaya.Denisssssssssssssssssssssss I'm moreeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee innnnnn Loveeeeeeeeeee Youuuuuuuu.Tapi sifatnya kali ini memang tidak bisa kuterima. Tidak kusangka pria cool seperti dia bertingkah seperti anak-anak begitu... uhhhhhhhhh sebellllll. Ya! dia sudah pergi dan tidak sempat kususul... karna dia sudah lari kencang entah kemana, yg kulihat sich dia hanya masuk gang.
Sepertinya harapanku untuk mengetahui keberadaan Denis sekarang pupus sudah. Ahh, tapi untung saja aku memiliki NOPE (NO. HP) Pak Viktor Purba. Kuhubungi saja dia... menanyakan nama Ibu Denis dan keluarga ibunya di JKT. Dari keterangan Pak Viktor, yg bisa kupastikan sekarang adalah adiknya Ibu Denis(Ika Saragih) ... " Tia Saragih ". Sempat kutanya-tanya warga sekitar alamat dari Tia Saragih, sampai akhirnya kujumpai wanita seperti wanita karir berjalan ke arahku, penampilannya menarik... kulihat dia masih muda, mungkin beda 3-5 tahunan denganku. Lalu kuhampiri dia dan kutanya pertanyaan yg sama dengan yg kutanyakan kepada warga-warga tadi.Dia lalu tersenyum kecil katanya " Tia Saragih itu ya saya sendiri adek ".Wahhhh, seperti durian runtuh saja pikirku... lalu aku dibimbingnya ke arah rumahnya.Dag Dig Dug Dag Dig Dug ketegangan disetiap langkahku yg kurasa semakin mendekati Denis lebih dekat makin kurasakan saja.
Setelah sampai di sebuah rumah yg ukurannya sedang-sedang saja menurutku. Dan aku pun diundang masuk ke dalam, aku menyetujuinya saja. Kali ini hatiku dan mentalku harus benar-benar mantap... ya!" Mari masuk dek, mungkin Denis sudah pulang " begitu kata bibi Denis.Saat masuk, yg pertama kulihat adalah tante, maksudku Ibu Denis sedang menonton berita di Televisi." Kak, jangan nonton berita lagi... Kakak masih mengikuti perkembangan kasus suami kakak ya? Sudahlah! "" Denis sudah pulang? ada temannya tuh nyari Denis " sambung bibi Denis." Denis belum pulang lho Ya'k! tau kemana? kalo ada temannya suruh masuk saja sini "Aku masih bingung dalam keadaan ini, Ibu Denis seperti tidak takut sama sekali kalo-kalo Debt Collector menjamah sampai kemari. Dia terlihat tenang-tenang saja. Inikah yg dinamakan stress tingkat tinggi atau perangai dari kata " TIDAK PEDULI ". Ya sudahlah, sekarang aku pun sudh masuk dan duduk manis bersama mereka berdua.


Di saat itu kami lama mengobrol, dari masalah remaja, sedikit politik bahkan sampai ke dunia fashion wanita. Asik sekali kami bertiga mengobrol, tante Tia mengetahui banyak istilah bussiness yg bahkan belum kumengerti. Sampai akhirnya kudengar derap lari seseorang lalu tiba-tiba membuka pintu.Dan itu adalah Denis... Pangeran Berkuda Putihku.
Ya aku kaget saja, Ella seperti hantu begitu. Tau tau sudah di rumah bibi. Masalahnya tau darimana dia alamat ini. Alamatku yg sekarang. Aduh, mana aku sedang berkeringat sehabis lari tidak jelas tadi. Bodoh juga pikirku, kenapa aku masuk-masuk gang, bahkan sampai terlalu jauh jadinya. Hahaha kurang kerjaan ya!Ibuku lalu memanggil dan menyapaku " Darimana saja? ada temen kamu dari Kuliahan nich.. namanya Ella katanya "" Iya Bu! Tunggu sebentar aku mau ganti baju dulu " kuelakkan saja sejenak." Ya sudah cepat sana! Ada cewek cantik kog dinganggurin, nis... ya rugi! " sambung bibiku tidak jelas... hufftttt.


Aku lalu mandi, menyegarkan badan kembali. Setelah mandi dan hendak memakai baju, kupilih baju favoritku sesuai dengan karakterku hari ini " Bad Boy " warna hitam strip merah. Aku keluar begitu saja seperti seorang pemberani mendadak dan kusapa Ella " Haiii "." Iyaaa " balasnya... duch manis sekali senyumnya itu. Dag Dig Dug wahhh aku mulai tegang lagi sekarang, dimana keberanianku barusan. Apakah sudah pergi naik Bus? Tapi kelanjutannya yg kuharapkan itu sirna begitu saja, karna terdengar suara ketukan keras dari arah pintu rumah bibi. Kuduga mereka adalah preman yg barusan atau " Debt Collector " ??? Kulihat ibu juga sudah ketakutan.. gemetaran mendengar suara-suara rusuh, tangannya mulai menutupi telinga lalu dia jongkok benar-benar ketakutan. Bibi berusaha menenangkannya sebisanya. Ella kulihat seperti sedikit panik juga terhadap keadaan ini, mungkin dia mengingat-ingat trauma bersama preman-preman barusan. Aku lalu membukakan pintu, dan ternyata Polisi sudah diluar dan memaksaku mengangkat tangan keatas.


>>>> to be continued.


The Girl an The Bad Guy Part 5


Polisi lalu menyekapku dan membawaku ke mobil.. anehnya! kenapa Ibu tidak ditangkap juga? tetapi aku senang kalau Ibuku tidak turut dilibatkan. Ella hanya bingung saja melihatku... seperti khawatir atau malah tidak menyangka diriku sudah diluar batas seperti ini. Tapi aku bingung lagi, motif polisi menangkapku apakah benar karna kasus ayahku... atau jangan-jangan!?Ya! kini aku sudah berada di KAPOLRES PUSAT, sempat ditanyai banyak hal yg tidak kumengerti kejelasannya (diinterogasi). Terpikir olehku jangan-jangan mereka salah tangkap orang, buruk sekali. Masa kan aku ditanya " sudah berapa lama kamu mengedar? dimana barang itu kamu simpan? " begitu. Lalu aku dipukuli, dan dijebloskan ke dalam sel penjara begitu saja. Seminggu sudah aku di penjara, Ibuku dan bibi sempat mengunjungiku membawakan makanan, tapi Ella tidak. Bibi juga sempat bernegosiasi kepada aparat kepolisian katanya aku diduga sebagai gembong narkoba di daerah bibi itu. Baru kutahu lagi... ternyata informasi itu didapat dari kelima preman yg aku hajar waktu itu... dan ditangkap oleh polisi juga. Kurasa karna dendam... mereka memberikan keterangan palsu kepada polisi. Makanya aku ditangkap, dasar sial pikirku. Aku bisa sampai dijebak begini.


Sehari berikutnya, kelima preman itu ditempatkan satu sel denganku. Awalnya sewaktu polisi masih ada aku diam saja, tenang. Setelah polisi pergi... kuhabisi lagi mereka, kuberi pelajaran. Mereka sempat melawan hebat juga, mungkin karna telah mengetahui gerakan-gerakanku sebelumnya. Tetapi masih belum cukup, aku kembali menghabisi mereka, kubuat mereka babak belur lagi. Sebulan sudah berlalu aku dipenjara, lama aku dipenjara akhirnya terkuaklah sebuah kebenaran bahwa ternyata gembong itu bukanlah aku. Sedikit lega juga, tapi tetap saja akhirnya aku tetap dikenakan BLACK LIST lantaran menghajar kelima preman itu di dalam sel.


Kini aku bebas, dapat mengirup udara segar kembali. Sampai kurasakan sebulan ini rasanya aku sudah benar-benar melupakan Ella, sepertinya begitu. Aku pun kini luntang-lantung tidak jelas, aku tidak kembali dulu ke rumah bibi. Karna saat ini perasaanku sedang bergejolak, rasanya amarah mau meledak menghadapi kenyataan tiada keadilan lagi di bumi ini. Sampailah aku di statiun kereta, aku tidur di kursi peron... seperti gelandangan.Waktu itu pukul 22.00, celana jeansku kulubangi kedua sisinya dibagian lutut. Aku tertidur lelap sekali sampai pagi. Saat aku mulai kelaparan perutku mulai berbunyi, aku lalu mencari makanan. Untung aku memiliki uang yg diberikan Ibu waktu masih dipenjara, kuhampiri saja kantin dekat statiun. Kukeluarkan dompetku memastikan uang yg saat ini kumiliki. Tiba-tiba seorang remaja berpakaian lusuh dan memakai topi lewat ke arahku dan seketika merampas dompetku.Dia lari kencang sekali, kususul saja... kukejar dia.


Cepat sekali larinya... kini aku kehilangan jejak. Namun saat ini aku tiba di perkampungan orang kumuh, dan kuduga dia ada disini. Dia itu laki-laki atau perempuan ya? habis tadi memakai topi sich, badannya tidak besar seperti laki-laki sich. Kutanyai warga setempat tentang orang itu, tak ada yg mengetahuinya. Saat kuberjalan sedikit lagi ke pinggir desa, kutemukan dia sedang bersama-sama dengan banyak anak kecil. Dibukalah topinya itu... dan tak kusangka... ternyata dia perempuan, cantik sekali. Bahkan... di perkampungan kumuh seperti ini ada sekuntum bunga melati yg harum pikirku. Kudengar salah seorang anak yg sedikit besar memanggilnya " Mbak Rika hari ini kita makan apa? belajar apa? ". Lalu dia menjawab manis, " hari ini kita bisa makan nasi ayam dan belajar musik, mbak bakal beli gitar baru nich ". Hei hei hei uang siapa itu? pikirku dalam hati. Dia mulai bergerak sepertinya hendak menggenapi tujuannya. Kuhampiri saja dia, dan dia pun sontak kaget memasang kuda-kuda hendak bertarung denganku. Kuringkus saja dia, tetapi anak-anak mulai menangis. Tidak tega juga jadinya aku.


Lalu kudengar saja alasan mengapa seorang gadis (dia/ Rika) sampai mencuri uang milik orang lain. Dia bilang dia tidak memiliki keluarga, dan dia menemukan anak-anak ini sama seperti nasibnya dibuang oleh keluarganya. Bahkan katanya ada anak yg sudah ia asuh dari bayi sampai sebesar sekarang. Sedih juga aku mendengar ceritanya, aku kan orangnya sensitif... hikz hikz T.T Dia lalu hendak mengembalikan dompetku. Kubilang saja padanya bahwa dia boleh memilikinya, asalkan setidaknya aku mendapat jatah makan untuk hari ini. Dia mengiyakan, dan berangkat untuk membeli makanan. Aku lalu bermain-main dengan anak-anak sembari menunggu Rika pulang. Dari kejauhan kulihat 3 orang bermuka sangar datang mendekat, lalu bertanya padaku dimana Rika. Rika pun akhirnya pulang membawa nasi bungkus dan gitar baru... namun dia sontak kaget mendapati 3 orang itu di kediamannya.



>>>> to be continued.