alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Memories Code; 410, 412, 413.
5 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5506d990c0cb17f0458b456b/memories-code-410-412-413

Memories Code; 410, 412, 413.

Memories Code; 410, 412, 413.




Sebelumnya aku permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus emoticon-Smilie
Aku akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan aku merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian emoticon-Big Grin
Karena itu aku memberanikan diri untuk berbagi kisah nyataku, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidupku.
Mohon maaf kalo tulisan aku ini masih amburadul dan kaku, karena aku baru pertama kali join kaskus.

Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini aku samarkan. Urusan tempat, kisah ini berasal dari tempat paling utara pulau Sumatera emoticon-Wink


Memories Code; 410, 412, 413.


Bersyukurlah jika suatu hari kau mengenang seseorang yang kau cintai dengan memandang fotonya, mengingat pesan-pesan chattingan dengannya dan perhatian-perhatian yang tertuang, membayangkan kenangan-kenangan yang kau lalui bersamanya. Karena sesungguhnya, masih ada orang-orang yang bahkan ia pun tidak memiliki foto bersama seseorang yang dicintainya. Untuk mengirim pesan pun ia merasa sungkan, takut-takut apa yang diterimanya tidak sesuai dengan harapannya. Ia hanya bisa memandang diam-diam, memperhatikan dari kejauhan. Bisakah kau bayangkan? Ketika ia ingin mengenang seseorang yang dicintainya, apa yang bisa dilakukannya? Selain mengingat remah-remah perasaan yang disimpannya sendiri.
Namaku Frea, dan ini kisahku.


Quote:
Diubah oleh ceritaawan
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
pertamax! emoticon-Ngakak (S)
semoga isi ceritanya bagus ya sis emoticon-Stick Out Tongue
kasi ijo2 nih biar seger

1. Senyuman Itu

September 2014, Batam.

Setelah menunggu hampir satu jam (karena selisih waktu penerbanganku sama teman-teman sekelas yang lain hampir sejam emoticon-Hammer ), rombongan-yang-nggak-pernah-bisa-diem itu pun sampai dengan selamat (ya maklum aja, takutnya pesawat oleng dengan tingkah mereka di pesawat, terus jatoh deh emoticon-Stick Out Tongue).
Bandara Batam yang sebelumnya tenang-tentram itu pun langsung rame dengan suara ocehan mereka. Iya, mereka, para lelaki di kelasku.

Saat itu ada study tour dari kampus. Jadilah kelasku dan kelas "tetangga" berangkat bareng dengan tujuan yang sama pula. Dosen yang mendampingi pun ada dua, jadi ya saling berbagi gitu. Maklum, cuma kedua dosen itu yang bisa ikut. Pokoknya mereka bagaikan malaikat di tengah keterpurukan Cinderella. emoticon-Blue Guy Smile (S)

Aku, Yuni, Margaret, Fachry, Fadly, dan Hidayat (Hidayat ini mahasiswa kelas tetangga yang nyasar tiketnya bareng kami emoticon-Nohope ) yang udah bosen sejam nunggu tanpa tahu harus melakukan aktivitas apa, langsung menyerbu teman-teman kelasku yang baru saja mendarat dan nggak lain yang dilakukan; jeprat-jepret.emoticon-Cape d... (S) Semua pada temu kangen bak acara reunian teman TK setelah berumur 30 tahunan. Heboh? Pasti!! emoticon-Malu (S)

Sasaran pertama ku ya udah jelas, anak-anak kelas juga pada tahu; Sir Benny. Dengan wajah sok lugu, aku nyamperin Sir Benny yang masih narik kopernya dengan gaya sok kerennya itu.

Quote:


Setelah ditinggal Sir Benny, mataku melirik-lirik sekitar sambil membatin, “kemana sih anak-anak?” emoticon-Bingung (S). Aku jalan pelan-pelan keluar, dan di luar mereka udah jeprat-jepret tanpa nunggu aku atau merasa kehilangan.

Quote:


Alhasil aku nyempil di antara mereka. Beberapa kali jepretan foto, semua masih normal. Namun, menjelang beberapa saat kemudian, aku baru menyadari ada yang ‘lain’. Si Biang Kerok alias Ojik sama Si Mentel alias Yuni nempeeelllllll terus. Sambil terus berpose di depan kamera, otakku mikir, “ade ape nih sama makhluk berdua ini??”emoticon-Bingung (S)
Lalu hati nuraniku menjawab, “udah biasa kaliiiii sekelas gitu.”emoticon-Big Grin

Setelah sekian lama nunggu, akhirnya bus yang kami nantikan datang menjemput. Pas aku mau naik, seseorang nepuk pundakku. Dengan rasa kesel, aku balik badan, dan….

Quote:


Aku langsung keinget sama topi yang daritadi aku pake (mulai rombongan-yang-nggak-pernah-bisa-diem itu datang sampai si empunya minta). Dengan wajah cengengesan nggak jelas, aku ngebuka topi itu.

Quote:


Dia tersenyum.
Tuhaaannnn….emoticon-Frown Senyumnya itu ngebuat aku tersadar satu hal; aku pernah dan sesungguhnya sampai sekarang masih penasaran sama cowok ini. emoticon-Malu

Dari senyuman itu, memories code pun tercipta. Di saat hatiku masih berbunga-bunga keinget rasa penasaranku sama Roma, tba-tiba si Nadya menjewer kupingku. (Nadya ini orangnya centil, menyebalkan, gabisa diem, tetapi cantik dengan hijab modern masa kini emoticon-Nohope )

Quote:

Diubah oleh ceritaawan
--reserved--
Diubah oleh ceritaawan
asik cerita baru.
numpang jadi reader ya sist emoticon-Kiss
salam kenal emoticon-Salaman
Quote:


Thx gan emoticon-Wink
Doain kelar yak

Quote:


Thx udh mampir & baca emoticon-Wink
Salken juga emoticon-Salaman

-----------------------------

Apdet ntar malem yak, skrip kedelet dr flashdisk emoticon-Frown
Quote:


iya sist yang semangat yak emoticon-Peluk

2. Semakin Menyadari...

Di dalam bus menuju hotel yang bakal kita tempatin, tetep aja deh para lelaki itu nggak bisa diem. Apalagi ada Roma, Ojik, Fachry, Rian. Perdebatannya ya seputar itu-itu aja, berdebat masalah kamar hotel yang bakal ditempatin, sampai rencana malam-malam buat ngejahilin teman-teman wanita yang lain emoticon-Genit emoticon-Cape d... (S) dan ketawanya yang paling besar ya Ojik.emoticon-Nohope ( emoticon-Peace ya ) Sayangnya, pas di situ, aku masih disibukkan sama teman yang lain, jadilah cowok yang buat aku penasaran itu terlepas dari perhatianku.

Seketika aku teringat kenapa dulu aku melanjutkan rasa penasaranku terhadap cowok yang bisaaaa kali nge-bully orang lain ini. Jadi, semester awal dulu, sudah "ada orang lain" di hidupku. Setiap saat manusia diberi kesempatan untuk ‘menemukan’, tapi apakah harus melepaskan apa yang udah ditemukan lebih dulu demi yang baru ditemukan? Inilah kenapa aku memilih mundur dulu.

Setalah mutar-mutar, akhirnya kami tiba di hotel (yang di luar dugaan banget emoticon-Big Grin). Para ladies selalu turun duluan dong ya emoticon-Malu, nggak mau ribet disuruh nurunin barang-barang emoticon-Stick Out Tongue. Dan kegiatan yang wajib-kudu-mesti, jeprat-jepret di depan hotel di saat para lelaki mengurus barang-barang kami. emoticon-Ngakak (S)

Aku baru aja make topi yang lagi-lagi kupinjam dari Roma saat seorang cewe dengan senyum yang di-paksa-kan lugu datang menghampiriku. (Padahal aku tahu ada maksud di balik senyuman itu.) emoticon-Cape d... (S)

Quote:


Si Nadya ini sekretaris acara study tour ini. Jadi yah begitu masuk hotel dia langsung sibuk bagikan kamar untuk kami. Dan aku bersyukur bisa lolos dari senyuman beribu arti punya dia itu! emoticon-Ngakak (S)

Seperti yang sudah diduga-duga, aku sekamar sama Si Mentel alias Yuni dan Si Mentel Kedua alias Farrah.emoticon-Big Grin
Awalnya kami dapat kamar 406, dengan fasilitas ada kulkas, minuman, dsb. Ini kamar bisa dibilang sempurna emoticon-Belo, sebelum akhirnya kami dipindahkan.emoticon-Hammer . Agak berat hati sih ninggalin kamar itu, meskipun harus kuakui kondisi kamarnya yang singup (re : udara yg lembab dan tertutup sesuatu).
Akhirnya, setelah mencari-cari kamar, kami dapat kamar agak di ujung (sebenarnya nomer dua dari ujung sih). 412.

Kamarnya lebih sempit dari kamar sebelumnya. Penataannya pun nggak lebih bagus dari kamar 406. Tapi, siapa yang tahu kalau akhirnya kamar ini memberikan beribu kenangan dan cerita?emoticon-Smilie Sejak saat itu, aku belajar untuk nggak mengeluhkan dan menyesali apa yang udah ditentukan. Karena selalu ada yang menjadi titik sebuah kenangan.

Kamar sebelah—413—dihuni sama tiga makhluk yang nggak kalah anehnya; Rian, Ari, Nugraha. Jadi, ketiga penghuni ini perpaduan yang unik.
Si Rian yang lebih peduli sama pacarnya, terkadang tingkahnya aneh di saat yang nggak tepat, dan ritme ketawanya itu loh, aneh!
Ditambah si Ari yang keponya akut, selaluuuu mau tahu urusan orang (yang endingnya ketika udah tahu dijadiin senjata untuk nyerang orang tsbemoticon-Takut (S)).
Dan polesan terakhir si Nugraha yang cueknya kebangetanemoticon-Nohope , masa bodo sama sekitar karena baginya itu nggak penting buat hidup dia, yang tiba-tiba moodnya naik dan jadi hyperaktif, dan sesungguhnya dia sangat alergi samaku. Entah kenapa dia jadi manusia yang sangat menginginkan aku musnah dari kelas, dari dunia, dari hidupnya. (semenyebalkan itukah aku emoticon-Frown)
Oh ya, satu lagi kelebihannya, kata-katanya itu loh, selalu jleb di hati dan ngomongnya itu seenak jidatnya sendiri.

Bagaimana dengan kamar depan? Ah, ini yang jadi memories code selanjutnya. Kamar depan—410—diisi sama Ojik, Roma dan Fadli. Roma itu pacar gelapnya Ojik emoticon-Betty (S). Kenapa aku bilang gini? Nih makhluk berdua kemana-mana selalu sama. Udah kayak amplop sama perangko emoticon-Takut (S). Si Ojik yang Biang Kerok dengan suara ketawanya yang membahana, sedangkan si Roma ini dengan ekspresinya yang polos dan tak berdosa itu, tapi kata-katanya selalu mampu menyindir orang, apalagi ngebuat ketawa. Dia ahlinya emoticon-Big Grin.
How about Fadli? Ini cowok tinggi, putih, bisa dikategorikan ganteng. Bisa banget malah emoticon-Genit. Tapi dia ini jomblo. Bukan karena nggak laku sih, cuma dia ini pengikut aliran taaruf (tapi banyak yang bilang dia tukang PHP emoticon-Stick Out Tongue ). Pasangan tiga ini juga nggak kalah klop deh sama pasangan ‘kamar sebelah’.

Semua barang-barang udah disusun di kamar. Yuni dan Farrah langsung merebahkan badan di kasur. Sedangkan aku? Yah, aku harus turun ke bawah, ikutan nyusun rundown acara dan ngurus konsumsi emoticon-Frown. Sir Benny dan Sir Hanry udah ada di sana pas aku turun. Dan kayak biasa, basa-basi kalau ketemu Sir Benny emoticon-Big Grin.

Quote:


Pembahasan ini itu dan segala macamnya pun nggak bisa dihindari. Padahal sebenarnya aku pengen banget tidur di kamaremoticon-Frown. (Sejujurnya malam sebelum berangkat aku baru tidur jam 3, harus bangun jam 4 dan beres-beres, lalu jam 5 udah ngejar bus ke bandara. Penerbanganku kepagian gituuuu, kayak pahlawan kepagian. emoticon-Stick Out Tongue)

Aku sih menanggapi seadanya sampai pembahasan itu selesai. Dan yang menyebalkan itu, pas lagi nunggu lift, Nyonya Nadya pun menghampiri dengan hal yang udah bisa ditebak.emoticon-Mad (S)

Quote:


Sesampainya di kamar, tanpa ganti baju dan cuci kaki emoticon-Hammer, aku langsung melemparkan badan sendiri ke kasur (alhasil aku dimarahin Si Mentel Yuni dan Si Mentel Dua Farrah). Terpaksa deh, dengan malas-malasan aku bangun, cuci kaki, lalu merebahkan badan.

Kebetulan hape Yuni ada di sebelahku. Entah kenapa, saat itu rasanya tanganku gatel pengen bongkar-bongkar hape dia emoticon-EEK!. Jadilah aku nyomot hapenya trus buka bbmnya emoticon-Ngakak (S). (Yuni nggak nyadar pas hapenya aku ambil, daritadi dia sibuk poto-poto pake hape barunya Farrah emoticon-Nohope ). Otomatis dong ya mataku berhenti di satu nama yang masih ada di daftar teratas chattingan Yuni—Si Biang Kerok Ojik. Hatiku langsung ngebatin sok tahu gitu, “eh eh, apaan nih? emoticon-EEK! Baca aaahhh emoticon-Stick Out Tongue

Quote:


Aku ngikik sendiri baca chattingan itu emoticon-Ngakak (S). Dan jelas-jelas dong aku nyadar pasti ada yang ‘lain’, cuma ya saat itu kesadaranku ga sepenuhnya utuh, masih melayang-layang. Nggak terfokus ke hal itu aja.

Tiba-tiba ada yang ngetok pintu kamar. Yuni dengan rajin membuka pintu itu dan…. Panjang umurlah Si Biang Kerok Ojik\emoticon-Big Grin/. Baru aja aku ngebatin soal dia, eh makhluknya udah muncul aje. emoticon-Big Grin Aku lebih milih lanjutin tidur. Hape Yuni udah kupulangin ke tempat yang semestinya. Baru aja mau memejamkan mata, eh di depanku udah ada pemandangan bagus aja. Ojik sama Yuni udah poto-poto di depanku—tepatnya di pinggir tempat tidur emoticon-Ngakak (S). Jadilah aku semakin bertanya-tanya ‘ada apa dengan mereka?’emoticon-Bingung (S). Lalu akhirnya pertanyaan itu dibuyarkan saat aku mendengar suara Roma.

Dari balik selimut, aku ngintip ke arah pintu dan benar aja wujud tuh cowok langsung nongol hahhaa. Tanpa aku duga-duga, dia duduk santai di samping aku—aku masih tidur (tapi boong emoticon-Embarrassment). Daripada ketahuan wajahku yang blushing-blushing kayak kepiting rebus emoticon-Hammer, aku lebih milih narik selimut dan menutupi semua wajahku.
Sialnya si Roma malah ngajak aku ngomong emoticon-Kagets

Quote:


Tuhaaannn…emoticon-Frown sebenarnya aku baru keinget aku belum solat. Terus, kamu mau jadi imamnya? emoticon-Embarrassment Imam hidupku aja sekalian emoticon-Embarrassment emoticon-Hammer

Quote:


Aku sadar di kamarku nggak ada ruang yang cukup untuk solat. Pas lagi mikir-mikir di mana mau solat, tiba-tiba Nugraha datang dengan tingkah nggak jelasnya.

Aku emoticon-Big Grin : “Nug, aku numpang solat di kamarmu yak.” *langsung ngacir*

Entah apa yang dijawab Nugraha, mungkin udah maki-maki kali ye karena aku langsung ngacir. Bodo amat dah emoticon-Ngakak (S)
Selesai solat, aku keluar. Namanya lagi ngerapiin baju, pandanganku terfokus ke baju. Tanpa sengaja aku menabrak seseorang. Kalo temen sekelas sih aman, takutnya ini anak kelas ‘tetangga’ yang nggak akrab sama aku. (masih ingat kan? emoticon-Big Grin)

Quote:


Deg…!!
Di situlah aku semakin menyadari sesuatu yang selama ini kututupin dan terabaikan...
Quote:


udah di apdet tuh emoticon-Big Grin maaf kelamaan
--------------------------------------------------------
maaf ya jadwal apdet cuma bisa jam 12 keatas, ts kadang moody banget pas lagi nulis emoticon-Hammer
juga minta kritik dan saran dari para kaskuser sekalian, utk kelangsungan thread kita tercinta emoticon-Kiss (S)




frea
Quote:


maakasih udah di update. gpp tengah malam sis ditempat ane masih jam 10an paling. ane batu emoticon-Rate 5 Star sis
Quote:


emang gan tinggal dimanaemoticon-EEK!

wahhh thx banget emoticon-Peluk
jd semangat nulis emoticon-Big Grin
Quote:


eniting for yu lah sis emoticon-Peace
TS siapa nya Flea RHCP nih?
Nama nya mirip, beda L sama R doang emoticon-Big Grin
Quote:


tinggal ditempat yang membuat hati ini bergetar hebat sist.

rajin update ya sist ane pantengin terus loh threadnya emoticon-Big Grin
ada cerita baru nih.. keep update ya sist.. emoticon-Big Grin

itu roma kenapa manggil kakak ya ?
apa karena sist udah tua ya.. emoticon-Ngakak
Quote:


Nama aku pasaran yah emoticon-Frown

Quote:


Makasih udh sedia pantengin emoticon-Smilie

Quote:


Makasih udh mampir emoticon-Salaman
Awal manggil kakak emg udh dari semester awal kok, entah kenapa terbawa sampe skrg emoticon-Big Grin
menarik nih ceritanya emoticon-Big Grin.. ditunggu kelanjutannya ya Kak emoticon-Smilie

ijin bangun tenda disini emoticon-Big Grin

Salken emoticon-Shakehand2
Diubah oleh IlyasCool
wow, jarang2 nih ada cerita yang pake bahasa formal yg sopan, namun enak dibaca... emoticon-Big Grin

Semangat yah TS buat updatenya... emoticon-Big Grin
numpang diriin tenda disini. emoticon-Big Grin
Quote:


Senyaman mungkin saya buat gan emoticon-Big Grin
Tengkyuu emoticon-Salaman bangun apartemen pun bolehhhh emoticon-Ngakak (S)

Quote:


emoticon-Salaman
Makasih udh mau baca emoticon-Big Grin
Izin granted emoticon-army:

3. Kehilangan Berujung Manis

***

Farrah lagi sibuk berdandan di depan kaca. Yuni sih masih di kasur, tapi udah poto-poto aja. Aku? Kalo aku sih udah mondar-mandir di lorong kamar dengan celana yang kupake pas berangkat ke sini emoticon-Big Grin, dan kaos tangan panjang dan as always, sandal gunung kesayangan selalu jadi andalan ke mana pun pergi emoticon-Cool (lalu dikomentari sama Sir Benny, dan kujawab dengan berlalu dari hadapannya emoticon-Ngakak (S). Bukan nggak sopan, cuma membalas kesongongannya tadi siang aja kok emoticon-Stick Out Tongue ). Pokoknya aku nggak ada rapi-rapinya deh. Kalo disamain sama anak cowok, ya gantengnya sama. emoticon-Stick Out Tongue

Semua anak-anak udah ngumpul di lantai bawah. Berulang kali aku atau Yuni ditelepon sama mereka. Masalahnya, Si Mentel Kedua alias Farrah ini belum kelar-kelar dandan emoticon-Nohope. Duh, ribet ya jadi cewe ini emoticon-Hammer
Setelah berulang kali aku teriak-teriak di depan pintu kamar, Farrah akhirnya siap (lalu aku bersorak-sorak gembira emoticon-Big Grin | oke ini lebay emoticon-Nohope ). Kami pun turun ke bawah. Di bawah, semua pada heboh poto-poto, as always emoticon-Ngakak (S). Rombongan-yang-nggak-bisa-diem itu pun berulang kali jepret sana jepret sini. Yaaa aku nggak maulah tampangku ketinggalan di dokumentasi, alhasil lagi dan lagi, aku nyempil deh emoticon-Stick Out Tongue

Baru beberapa jepret, rombongan udah pergi aje. Tujuan malam ini nggak lain dan nggak bukan, mall N****A—salah satu mall besar di Batam. Perkiraan aku sih ini mall bakal ngalahin mall di kotaku.
Perjalanan pun ditempuh pake jalan kaki. Iya, JALAN KAKI. Kurang greget apa coba? emoticon-Metal Dan sebelum pergi, karena aku nggak mau kalah keren sama anak-anak cowo, jadilah aku menghampiri satu orang yang buat aku blushing-blushing.emoticon-Malu

Quote:


Semua udah mulai jalan. Roma pun udah ninggalin aku, soalnya dia nggak mungkin jauh-jauh dari Ojik emoticon-Betty (S), Nugraha, Fadli, Ari, dll. Pokoknya malam itu jalanan jadi milik merekalah, macem punya nenek moyang sendiri, nggak nyadar kalau lagi di kota orang emoticon-Ngakak (S)
Tiba-tiba ada yang manggil aje pas aku mau jalan.

Quote:


Itu orang langsung lari ke depan dan ngejepret aku sekali, tapi hasilnya sip banget deh! Pastinya topi Roma nggak lepas dari akulah emoticon-Embarrassment

Quote:


Sepanjang perjalanan aku lebih sering gabung sama anak-anak cowok. Kenapa? Mau jahilin Nugraha aja sih. Hahahha emoticon-Big Grin kalau ada yang bilang bahagia itu sederhana, ya bener. Sesederhana ngebuat Nugraha emosi samaku. emoticon-Stick Out Tongue

Berbagai topik pembahasan, suara ketawa, kejahilan, dan lainnya terjadi di sepanjang jalan. Dan pas sampai di mall, ekspektasiku menurun drastis, entah sih ya kalau yang lain emoticon-Amazed. Di depan mall, Sir Benny ngasih arahan kalau kami harus ngumpul di depan pintu masuk mall itu jam 10 nanti. Setelah semua nge-iya-in, kami pun bubar. Tapi yah, sebelum bubar, semua poto-poto di depan dan yang lagi-lagi ketangkap mataku ini, si Yuni poto di sebelah si Ojik emoticon-Belo. ADA APA DENGAN SEMUA INIIIIII??? emoticon-Amazed

Kami pun berpencar. Aku sih ngikut Farrah sama Yuni. Kebetulan juga gabung sama beberapa anak cowok. Mereka sibuk belanja. Aku sih mendingan duduk nungguin mereka yang belanja. (benar-benar nggak ada jiwa shopping emoticon-Stick Out Tongue ).
Hal berikutnya yang ngebuat heboh; hape Farrah ilang emoticon-Kagets!

Quote:

Jadilah aku sama Yuni mondar-mandir nemenin dia nyari hape. Pasalnya tadi dia sempat beli soft case untuk hape barunya, dan menurut aku sih mungkin hape dia yang satu lagi ketinggalan di tempat terakhir kami berhenti. Sayangnya, udah jam 10 lewat dan mall mulai tutupemoticon-Frown. Tempat yang kami datangi tadi pun tutup. Pilihannya ya Cuma satu, balik lagi besok jam 9 pagi. emoticon-linux2

Dengan berat hati, kami pun pulang. Aku, Yuni, Joseph (yang kebetulan saat itu Cuma Joseph yang mau diajak ke sana-sini, jadi dia gabung sama kami) mencoba menghibur Farrah.

Quote:


Sepanjang perjalanan pulang, aku nempel terus sama Joseph. Pasalnya, maag aku kambuh malam itu. beneran sakitnya itu melebihi kegalauan diputusin pacar! (ini bukan curhat emoticon-Frown ). Aku gandengan tangan sama Joseph (lebih tepatnya sih aku menopangkan hidupku sama tangannya emoticon-Malu ). Sejujurnya kalau bisa milih, mendingan aku guling-guling sampai hotel daripada jalan sejauh itu dengan rasa sakit yang kayak gitu.emoticon-Hammer

Quote:


Aku pun ngelirik ke arah yang dimaksud Joseph. Di seberang jalan, Nadya yang nyadar keberadaanku, langsung masang senyum beribu makna-nya ituemoticon-Nohope. Dengan tereak dari seberang, dia ngomong yang akhirnya ngebuat aku lebih milih nahan maagku.

Quote:


Di saat itulah Roma lewat dan ngebuat napasku serasa berenti (untung nggak mati emoticon-Stick Out Tongue ).

Quote:


Mendengar kata nasi rasanya aku males bangetemoticon-Frown . Udah pengen meringkuk di kamar aja rasanya. Akhirnya, aku pun beli sate daripada menyusahkan orang banyak selama study tour nanti.

***

Sesampainya di hotel, aku, Yuni dan Farrah masuk kamar. Berhubung suasana lagi berkabung emoticon-rose, aku pun nggak terlalu pecicilan sana-sini. Lagian maag yang datang nggak diundang itu benar-benar menyiksa.
Aku ngebuka bungkus sate yang tadi dibeli. Dan pengerusuh itu pun datang...

Quote:


Damn! Yang dibilang dia bener. Jadilah kami makan sebungkus sate rame-rameemoticon-Big Grin. Belum lagi Rian, Ojik, Roma, Ari pun merusuh di kamar kamiemoticon-Cape d... (S). Mereka sih lagi sibuk nyari hape Farrah yang ilang make software pelacak apaaa gitu aku lupa.

Malam makin larutemoticon-Moon. Bahkan udah melebihi tengah malam. Sejujurnya aku capek kali malam ituemoticon-Frown, nggak tahu kenapa. Tapi ya makhluk-makhluk ini masih di kamaremoticon-Nohope, apa boleh buat. Dan yang mengejutkan itu, pas aku tidur (yang lain duduk-duduk di ujung tempat tidur), tiba-tiba Roma, Joseph, Fadli berulah. Mereka tiba-tiba menyerbu kasur dan tidur di sebelah-sebelahku (aku ditengah-tengah).

Quote:


Dan… di sebelah kananku ada Roma. Tuhaaannnn….emoticon-Frown Dia nggak tahu kali ya gimana jantung ini berdebar kayak mau copot. Seenaknya tiba-tiba nyempil di sebelahkuemoticon-Malu. Lalu, hal terakhir yang paling aku ingat, pas semua pada balik ke kamar masing-masing...

Quote:



Femoticon-rose

Diubah oleh ceritaawan
kampret ngekeh sendiri kalo diinget2 emoticon-Ngakak (S)
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di