alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Ben ik een blankejager?
4.5 stars - based on 10 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/550498bf9e74044f4c8b456b/ben-ik-een-blankejager

Ben ik een blankejager?

blankejager (NL)
blank (e) = putih (warna kulit), jager = pemburu
*arti I = seorang pemburu yang berkulit putih
arti II = seorang pemburu kulit putih



Hai semua emoticon-Smilie , perkenalkan nama gua Xander dan gua mau berbagi cerita perjalanan hidup gua (walau akan lebih gua fokuskan ke perjalanan romansa gua haha) yang masih akan berlanjut tentunya selama di dunia biru (a.k.a Europa). Cerita ini telah gua ganti nama-nama aslinya untuk mencegah ada fihak yang tersinggung. Kisah ini akan gua ceritakan dalam bahasa Indonesia, dengan bahasa Inggris, Belanda dan bahasa lain yang ada untuk menunjang cerita dan juga memberi kesinambungan karena ada hal yang lebih afdol diketik bukan dalam bahasa Indonesia atau Inggris.

*aanschuwing/warning/peringatan : Cerita ini mengandung unsur SAD (Sex, Alcohols, and Drugs) dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga bila ada yang mungkin merasa kurang cocok dengan ini, yah, anda telah diperingatkan terlebih dahulu. Akan ada beberapa afdeling (chapters) yang cukup "grafik", dan gua akan memberi peringatan bahwa afdeling ini di atas 18+.

Gua sangat menerima kritiek akan gaya penulisan gua maupun untuk saran. Cerita akan gua update secara berkala, namun karena beda zona waktu di antara Europa dan Indonesia (5 jam) dan gua juga sedang menempuh masa studi, jadi dimohon maklum bila tidak setiap hari ada lanjutan.

Gua memiliki id kaskus yang lain, namun gua memilih untuk menjadi anoniem dan membuat id baru untuk penulisan ini untuk mencegah adanya pihak yang merasa tersinggung/mungkin kurang sreg dengan tulisan ini. Jadi gua baru membuat id ini pada hari ini. Sumbangan GRP dari kaskuser sekalian sangat gua hargai, maar di sini gua hanya mencurahkan kisah gua, sehingga tidak ada paksaan tentunya (walau gua tidak mengharap BRP a.k.a Bata hehe emoticon-Smilie ).



Afdeling I - Mijn Vertrek
=====
Bandara Soekarno Hatta - Cengkareng - Indonesia
22 Augustus 2012


...

"Penerbangan selanjutnya KLM Flight 8xx tujuan Amsterdam akan berangkat pada pukul 20.45"
...
Gua menatap dengan agak sendu ke arah keluarga gua dan teman-teman gua yang telah mengantar gua sampai ke sini. Terlihat ekspresi mereka yang sudah letih dan juga sedih karena gua akan pergi meninggalkan negeri ini dalam waktu 2 jam. Adik perempuan gua sesekali mengusap matanya, sementara mama gua merapikan kerah jacket yang terlipat oleh tali tas.Rasanya gua ingin berteriak saat ini, serasa tiba-tiba ada banyak sekali hal yang belum sempat diucapkan dan gua syukuri sampai saat ini. Hati gua seperti menahan sendu, dan gua mencoba meresapi pemandangan ini.

"Koh, kamu hati-hati di sana ya, pesan Papa jangan main-main, belajar yang tekun di sana."
Papa gua memberi nasihatnya yang ke sekian kalinya ke gua. Memang sepertinya berat bagi Papa gua untuk melepas gua, anak tertuanya pergi ke negara yang berjarak sebelas ribu kilometer dari negara ini, apalagi adik-adik gua juga masih akan masuk ke SMP dan SMA.

"Iya pa, aku janji ke papa aku akan berusaha tidak akan mengecewakan papa dan mama"

"Jaga kesehatan di sana, jangan sampai jatuh sakit lho"
Oom Ronnie,adik mama gua berujar

"Iya oom, aku kan kebal hehehe" Ucap gua sambil mencoba bercanda. Gua memang terkenal kebal penyakit di keluarga.

Kemudian ketiga teman gua yang berdiri langsung menyerobot keluarga gua dan memberikan salam mereka.

"Woi Xan, hati-hati lu di sana jirr, jangan lupa dengan kita-kita", Mark, teman gua dari SMA berkata sambil memeluk gua (bukan gay ya emoticon-Smilie )
"Iya jir, jaga diri, cepat balik dan jenguk kita jir". kata Huang, teman SMA gua juga.
" Pokoknya cepat balik, bawa cewek biar lu ga jomblo lagi hahaha" cetus si Rafael

"Hahaha iya jir, santai nanti gua kabari lu sekalian kalau gua sudah di sana"
jawab gua dengan cengenges-cengeges. Kami bertiga memang dekat semenjak kelas X dulu di SMA. Rafael adalah teman seperjuangan gua dari semenjak SD sampai lulus SMA, sedangkan Mark dan Huang adalah teman terdekat gua sekaligus korban tebengan di SMA. Rasanya seperti kemarin lagi kami baru klaar process MOS di sekolah dan duduk bersama di koridor depan kelas. Sayang kami tidak bisa lanjut ke universitas bersama lagi. Rafael melanjutkan studienya di salah satu kampus swasta di Jakarta, Mark akan mengambil college dan kemungkinan akan ke Tiongkok, sedangkan Huang sudah diterima di salah satu universitas ternama di Singapura. Ada banyak sekali kenangan bersama mereka yang gua tidak akan lupakan.

Selepas kita klaar bertukar salam perpisahan, mereka pun pulang, dan meninggalkan gua dengan keluarga gua. Kami pun berbincang-bincang kecil selagi menunggu waktu perpisahan, sampai tak terasa 20 menit sudah terlewat, dan gua harus check in. Gua pun menatap sedih dan yang tak terelakkan terjadi, adik perempuan gua mulai menangis terisak-isak disusul "nenek"gua.

"Koko, nanti jangan lupa ya call aku kalau sudah sampai, aku sayang koko" kata adik perempuan gua sambil memeluk gua.

"Iya, kamu baik-baik ya di sini, kami semua sayang kamu dan menunggu kamu" kata "nenek"gua. Sebenarnya "nenek"gua ini adalah saudara dari nenek kandung gua, tapi sepeninggal nenek kandung gua, beliau kami anggap sebagai pengganti figur nenek di keluarga.

"Jangan lupa kita yaah ko, kita akan merindukan koko" lanjut adik lelaki gua.

"Iya kok, aku sayang kalian semua, nanti aku akan kabari kalian ya." ujar gua

Mama gua pun melangkah dan memeluk gua sangat erat "kamu hati-hati ya kak, selalu berdoa ke Tuhan, jangan lupa keluarga, dan jaga diri kamu."

Memang kasih Ibu ada sepanjang masa, gua hanya bisa mengucap "Ja, ma, aku janji", dan tak lama kemudian, gua meninggalkan mereka dan beranjak masuk ke dalam bandara untuk proses check in dan boarding.

.....


2 jam kemudian, pesawat mendaki ke atas, dan gua berujar "Selamat tinggal Indonesia"

......






Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
Afdeling II - Nederland!

---
Bandara Schiphol - Haarlemmeer - Belanda
23 Augustus 2012



"Dames en heren, wij zijn aankomst aan het Internationaal luchthaven Schiphol, buiten... "


Gua menatap dengan rasa puas ke luar jendela. Cuaca mendung dan jelek di luar. Hmm.. jadi ini Europa. terlihat penumpang pesawat mulai bersiap-siap untuk mengikat sabuk pengaman mereka kembali, dan mulai bercakap-cakap kembali dengan gembira. Gua melihat ke pantulan diri gua sendiri di kaca jendela. Gua bukan merupakan sosok yang jelek, namun tentunya juga bukan idola perempuan di seluruh dunia. Tinggi gua 172 cm,dengan postur badan yang agak lebar dan gemuk. dengan rambut hitam ikal dan warna kulit kuning langsat. Gua adalah campuran, papa gua adalah keturunan Tionghoa, sedangkan mama gua peranakan Batak-Jawa-Arab, namun gua tidak mewarisi gen Arab sedikitpun emoticon-Hammer. Penampilan gua lebih condong ke Tionghoa, namun gua bukan seperti stereotypisch Tionghoa totok tentunya.

Ada satu hal yang masih mengganjal gua, gua belum pernah pacaran broer en zus.. seumur hidup sampai saat itu! (hal yang besar bagi kepercayaan diri gua, dan gua selalu dikecengi "lu gay Xan?" oleh teman-teman gua karena itu emoticon-Frown ), namun entahnya gua tidak pernah benar-benar tertarik dengan perempuan-perempuan di kelas gua di SMA (gua bersekolah di SMA Katholiek yang cukup ternama di Jakarta Pusat yang dikelola susteran. Majoriteit siswa-siswi di tempat gua bisa digolongkan kalangan menengah-atas, dan 85%nya keturunan Tionghoa).

"Oi Xan" ada suara dari belakang

Gua memutar badan dan melongok ke belakang, ah si Fahra rupanya. Dia senasib dengan gua,akan menempuh pendidikan di Belanda ini, dan kami berkenalan di dalam perjalanan. Fahra ini cewek Bandung. Kita baru tahu bahwa kita akan menempuh pendidikan di tempat yang sama rupanya di belanda, hanya saja berbeda faculteit, di mana gua belajar Hubungan Internationaal dan dia belajar Hukum Internationaal. Kalau dari physiek sih, Fahra ini sangat cantik, seperti model pembawaannya (dan dia memang model amatir begitu di Bandung), kulitnya putih dengan rambut panjang, pantas si cowok Belanda di samping dia terus mengajak bicara dia dan mencoba ikut dalam percakapan gua dengan si Fahra emoticon-Big Grin.

"Ja, waarom? " (kenapa?) tanya gua

"Oi kan sudah gua bilang bahasa Belanda gua kurang banget, jangan spreekt Nederlands dong emoticon-Mad: "

"Heheheheh, ada apa memangnya"

"Nanti kita naik trein dari station Schiphol langsung ke Groningen kan direct ya? Kita tunggu si mbak Syah dulu ya" Mbak Syah adalah ornag Indonesia satu lagi yang senasib dengan kita dan dalam pesawat kita.

"Hee iya, gua check sebelum kita berangkat dari Indonesia sih, ada kereta jam 10.20 itu direct."

"Oh oke deh, gua mau tanya ini cowok sebelah gua tapi dia malah lawak tidak lucu emoticon-Nohope"

"Dia naksir lu tuh emoticon-Stick Out Tongue "

"Fuh, lagaknya amit-amit deh"
katanya sembari melirik si cowok Belanda di sebelahnya yang sedang memainkan touchscreen.

"Hahahaha"

-------

Pesawat pun mendarat, dan kita langsung masuk ke dalam untuk immigratie dan pemeriksaan (custom declaration). Gua pun langsung membandingkan dengan Bandara Soekarno-Hatta.




Jauh sekali bedanya emoticon-Hammer, di sini sangat tertata, dan segalanya sangat cepat.

Setelah klaar process immigratie, kami bertiga pun mengaso sebentar sembari meregangkan badan yang tertekuk dalam penerbangan 17 jam. Tujuan selanjutnya adalah untuk mencari internet tentunya, dan kita mengitari bandara sembari membawa koper di trolley untuk mencari wifi. Setelah mendapat wifi, kita langsung disibukkan untuk memberi pesan ke keluarga masing-masing dan kontak di Belanda, gua langsung menelepon ke Indonesia.

*dialoog dalam bahasa Minang, gua dan papa gua speciaal di rumah karena hanya gua yang bisa bicara bahasa Minang, adik-adik gua yang tidak besar di Padang tidak bisa berbicara bahasa Minang. Walaupun papa gua Tionghoa, tapi bahasa pertamanya justru bukan Hokkian tapi malah Minang, dan gua juga sama, mama gua yang protes dan biasanya mulai bicara bahasa Jawa sehabis itu emoticon-Ngakak.

"Halo paa" (Halo pa_

"Oi,halo! Alah tibo waang?" (sudah tiba kamu?)

"Alah, beko awak jo 2 urang lain dari Indonesia. Lai tunggu trein ke Groningen dari siko" (Sudah, dengan dua orang dari Indonesia, sedang menunggu kereta ke Groningen dari sini)

"Aah ya okelah, baik kan di sinan? Indak ada apa2?" (Baik kan di sana? Tidak ada apa-apa?)

"Iyo pa, indak ada apa2, iko yo manunggu sei" (Iya, tidak ada apa-apa, ini menunggu saja)

"Ah oke, iko papa japuik mama, okelah kalau begitu, jaga diri waang" (Ah oke, ini papa jemput mama, jaga diri kamu)

"Iyo pa, kamsia pa"

Gua menutup HP gua dan mulai mengirimkan pesan ke keluarga dan teman yang lain, lalu si mbak Syah datang dan berkata kalau dia mau ke toilet dulu dan meminta gua dan Fahra menjaga barangnya.

"Gimana lu? Keren yah kita sudah di sini" katanya.

"Iya, capek tidak lu? Gila juga penerbangannya, mana kita harus membawa koper-koper ini pula"

"Iya nih, tapi gila juga ya kita bisa senasib begini, sudah satu penerbangan, satu universitas, satu dorm pula
" Kita memang ternyata dapat dorm yang sama.

"Iya, si mbak Syah dapat yang jauh di utara yah sayangnya"

"Hehe iya, tapi kita juga jauhlah, harus langsung beli fiets (fiets adalah sepeda dalam bahasa Belanda) pas sampai mungkin"

"Itu sih besok juga bisa Ra emoticon-Nohope "

"Ya gua mau mulai menjelajah hohoho"
Gila, tidak capek memang dia ya?

"Gua mau tidur hahaha, maaf ja emoticon-Stick Out Tongue "

Si mbak Syah pun balik dan kita mengobrol2 singkat. Si mbak Syah ini adalah pertukaran program master dari Universitas ternama di Malang, sementara kita berdua adalah mahasiswa bau kencur baru lulus SMA emoticon-Big Grin. Tak lama pun kita beranjak ke arah station bawah tanah dan masuk ke kereta setelah membeli tiket. Capek juga menyeret 5 koper (karena gua yang laki maka gua kena beban paling banyak dan berat emoticon-Nohope). Perjalanan memakan waktu 2 jam dari bandara ke Groningen, karena Groningen letaknya terpencil di utara.

------

Setibanya di Groningen, kita berpisah jalan karena mbak Syah harus naik bus ke utara, sedangkan kita berdua akan naik bus ke selatan. Kita dijemput oleh dua orang perwakilan PPI bernama Erik dan mas Edo. Mereka berdua bekas penghuni dorm kita dan membawa kita ke sana sembari menunjukkan lokasi toko, bank, dan kebutuhan lain. Setelah check-in dengan si dorm manager, dia pun membawa Farah (karena dia cewek emoticon-Nohope) ke lantai 7 sedangkan gua, mas Erik dan mas Edo ke lantai 4 ke kamer gua. Gua pun membuka kamer dan...


Kampret...

Kamernya kecil dan kelihatan jelek emoticon-Hammer. Luasnya mungkin hanya 9 meter persegi, bagi gua yang biasa tidur di kamer yang besarnya lebih dari 2 kali lipat (walau gua berbagi dengan adik laki gua), gua jadi merindukan kamer lama gua (padahal baru 2 hari)

"Kecil kan Xan kamernya, wakaka" kata si Erik. Erik ini adalah mahasiswa Bisnis tahun ketiga, jadi dia lulus tahun depannya.

"Iya sih, seperti di bangsal rumah sakit ini"

"Ya setidaknya kamer sendiri Lex, itu ada balkon kecil juga dan meja, beddeksel, dan almari. hehe" kata mas Edo. Mas Edo ini adalah mahasiswa program master pendidikan.

"Hehehe iya sih mas"

Kami pun berbincang kecil di dalam kamer, lalu kami memutuskan untuk naik ke lantai 7 untuk menjemput Fahra karena mereka akan membawa kami jalan2 di sekitar sejenak. Di koridor lantai, suasanya sangat sepi, tidak ada orang selain gua karena belum mulai tahun ajaran.

Kami pun dibawa tur kecil berkeliling oleh mas Edo dan Erik dan ke cafetaria di dekat sana untuk makan siang. Makanan Belanda memang kurang menggairahkan, tapi berita bagusnya, masakan Indonesia di sini ada di mana-mana. Akhirnya gua pesan frikandel (semacam sosis dari macam2 daging) sementara Fahra pesan sate ayam. Si mas Edo dan Erik hanya pesan patat (kentang goreng). Kami duduk sambil berbincang.

"Jadi di sini studenten leven (kehidupan pelajar) nya bagaimana mas?" tanya Fahra

"Wah ya di sini biasa saja, kalau aku sih kurang pergi2 keluar begitu, si Erik ini nih dedengkotnya hehehe"

"Ah tidaklah mas, aku nih anak baik kok hahaha" kata si Erik dengan loghat Batak yang kuat

"Kalau drogen (drugs) gitu luas yah pemakainya di sini"? tanya gua.

"Ya kan legaal di sini jadi orang banyak yang pakai, di dorm juga nanti pasti ada saja yang pakai, siap-siap cium bau ganja gitu lah tiap hari hehe" jawab si mas Edo.

"Kalian merokok itu? " tanya si Erik

"Tidak kok" jawab kita berdua.

"Ah ya kan di sini legaal hehe, jadi tak ada yang marahi juga"

"Hus rik, jangan jerumuskan mereka dong hahaha"
kata mas Edo

kita pun mengantarkan mereka ke halte bus dan berjalan ke dalam dorm.

"Bagaimana Xan, lu mau jalan ke centrum?"

"Gua malas ra, mungkin nanti sorelah, tidak sekarang"

"Oh, OK deh, jemput gua yah kalau mau pergi"


Gua pun keluar dari lift dan melangkah di koridor, dan tepat saat gua melangkah ke depan ruang cuci di lantai itu..

Ada sosok yang keluar, dan dia pun tersentak kaget...

------

Bersambung ke Afdeling III





ijin diriin warteg ya gan.... emoticon-Stick Out Tongue
ane demen nih cerita cerita latar eropa, jadi tau budaya mereka.
lanjutin gan ane nginep di mari, btw salken gan emoticon-shakehands
Diubah oleh rizkiraptor
Weh.. si Uda ( ato Koh ya..??) Maen nya ke netherland euy.. emoticon-Belo
Kl ganja aja legal.. berarti samen leven juga boleh ya da..?? emoticon-Shutup

Ijin gelar tiker di marih da.. biasanya kl Jaeger ada si Kaiju suka nongol juga.. emoticon-Malu (S)
Spreek Nederlands! Geweldig, ik ben spraakloos. Het allerbeste lieve Blankejager. emoticon-Belo

Serius tanya, bahasa Belanda "jangan kasih kentang" apa, ya? emoticon-Ngacir
weh bahasa belanda

ane bisa nya bahasa jerman emoticon-Hammer

serasa kayak baca bahasa malay emoticon-Ngakak
cerita baru emoticon-Belo
tendain dulu ya koh emoticon-Big Grin
keep apdet emoticon-Big Grin
Afdeling III : Kennismaken I

-----
Groningen - Groningen - Belanda
23 Augustus 2012



Sosok itu pun tersentak kaget...

Dari ruang laundry, keluar sesosok cewek berwajah Oriental yang manis sekali (gua yakin kalau ada teman-teman gua dari Indonesia, ini cewek pasti langsung dikerubuti emoticon-Big Grin). Cewek ini tingginya standaart lah bagi ukuran Asia, tapi mukanya cakep banget dengan rambut panjang sampai ke setengah punggung, dan kaki semampai juga (pas gua berikan ke makhluk2 stalker di Indonesia, katanya mirip Inoue Mao, dan setelah gua cek memang mirip sih hehe)

"Oh, hi! Nice to meet you, I don't know there's anybody here aside from me" ujar gua membuka percakapan

" Woah, yeah, sorry I don't hear you walking, I was busy using the washing machine" jawab si cewek ini

"Hahaha, no problem, oh, my name is Xander" jawab gua sambil mengulurkan tangan gua

"Oh, nice to meet you too, my name is Yuriko"

"Oh wow, hajimemashite, Nihon-jin? "
hanya sampai di situ bahasa Jepang gua hahah emoticon-Hammer

"Yes, hahaha, I'm from Japan. And you... you're from..? "

"I am from Indonesia"

"Really, oh wow, you don't look so Indonesian, I thought you're Chinese or Vietnamese"

"Oh hahah, well my father is ethnically Chinese, but my nationality is Indonesian"

"Oh, okay, haha, that's why I thought you're from East Asia as well.. So you're studying here?"

"Yeah, I am. I'm studying International Relation at the university. You're also studying here right? Since you live in the dorm emoticon-Stick Out Tongue "

"Yep, I'm studying Psychology in here"


Kita pun mengobrol cukup lama di sini. Jadi sejauh ini ada 7 orang selain kita berdua di lantai ini (tapi mereka ternyata sedang berada di kota, atau ngendon di kamer emoticon-Hammer, pantas gua tidak lihat). Si Yuriko ini berasal dari sebuah kota kecil di dekat Tokyo, dan dia ke sini karena biaya ke Amerika Serikat terlalu mahal, dan program di sini dalam bahasa Inggris, jadi dia tertarik. Gua pun memberanikan diri mengajak dia ke supermarket dengan alasan gua belum tahu jalan (padahal baru ditunjukkan oleh si mas Edo emoticon-Stick Out Tongue ). Dan dia menyanggupi, dia suruh gua tunggu sebentar untuk siap-siap.

Sesampainya di supermarket, gua agak lucu juga, ada banyak sekali produk Indonesia di dalam sana. Mulai dari makanan siap saji seperti nasi dan bakmi goreng (di Belanda namanya tidak dalam bahasa Belanda, tapi tetap dalam bahasa Indonesia) sampai seroendeng djawa alias Serundeng jawa, tapi yang terpenting, ada SAMBAL. Namanya juga besar di padang, jadi kalau makan tanpa cabai itu serasa beda sekali yah emoticon-Malu . Jadi gua pun menunjukkan itu ke Yuriko, dan kita membeli satu pak nasi goreng untuk kita coba bareng emoticon-Embarrassment.

Sesampainya di dorm, dan sedang memasak ulang nasi gorengnya (gua tambah sambal karena hambar emoticon-Nohope ), ada cowok Spanyol yang masuk dan menghangatkan gelasnya......

dalam microwave emoticon-Hammer

"Eeh,nice to meet you man, I'm Heezus (tulisannya Jesus, tapi dalam bahasa Spanyol pengucapannya jadi Heezus. Bukan SARA yah, karena memang ini nama yang umum di negara2 berbahasa Spanyol)" kata cowok itu

"Hey, I'm Xander, I'm new here, just arrived today"

"Ah okay, that's great, I'm just cooking my milk in here hahahah"

"It's unusual for us to cook milk in microwave haha"
timpal Yuriko

"It's common for us, it's just faster than with pan" jawab si Jesus

Kami bertiga pun mengobrol di sana, sambil sesekali ditimpali menerjemahkan bahasa Spanyol ke Inggris (si Jesus ini perbendaharaan katanya masih agak payah).

"Oh wow, so your name is spelled as Jesus?" tanya si Yuriko

"I go to church every Sunday to pray to you then hahahah" kata gua emoticon-Hammer

"Hahahaha yes, so funny eh, but it's a normal name in Spain"

Gua pun klaar memasak ulang nasi gorengnya dan mengambil piring di kabinet (di dorm cukup kompleet disediakan alat masak, hanya tidak ada rice cooker atau blender tentunya emoticon-Big Grin ). Si Jesus pun mencicipi sedikit dan..

Dia kepedasan sampai buru-buru menenggak air dari kraan air dapur (air kraan di Belanda tentunya sangat aman diminum, dan gua selalu minum air kraan). emoticon-Nohope

"Fuck man! It's so spicy emoticon-Frown "

"Damn, sorry Jesus, I mixed it with Indonesian chili"

"Foahhh, my mouth is on fire!"


Pelajaran budaya gua yang pertama, ini Europa bukan Asia, mereka tidak kuat makan pedas emoticon-Nohope. Syukurnya dia tidak sampai kena diare, tapi semenjak itu dia selalu was-was dan bertanya dulu kalau hendak mencicipi masakan siswa dari Asia emoticon-Ngakak

----

Bersambung ke Afdeling IV
peta Belanda

Ben ik een blankejager?
Quote:


Quote:



Quote:


Quote:


terima kasih responsenya kaskuser sekalian emoticon-Smilie

Quote:


Hahaha bedankt emoticon-Smilie

kunnen je zeggen "niet met (patat/aardappel/...) alsjeblieft" atau "geef mij ... niet, alsjeblieft"
Mantep nih setting tempatnya
Gelar tenda dulu gan
wow another story from aboard..

keep update yo uda.. we are waiting for your next chapter.. emoticon-Big Grin
ninggalin jejak dulu gan
seru nih kaya nya setingan nya di luar emoticon-Big Grin

Wah satu lagi cerita dari negeri seberang
Numpang diriin lapak gan emoticon-Big Grin
Ijin bangun tenda gan....bkal keren ne ni crita dgn set eropa...
gelar tenda gan asik nih kayak nya
Afdeling IV - Kennismaken II

----
Groningen - Belanda
28 Augustus 2012


Gua sudah 5 hari berada di negeri Belanda, dan gua benar-benar mengalami perbedaan di sini, mulai dari "kewajiban" untuk fietsen (bersepeda) ke mana-mana di dalam kota, patuhnya lalu lintas di sini, udaranya yang jauh lebih bersih dibanding kota di Indonesia (ja, karena semua orang fietsen, jadi tidak ada polutie dari mobil), dan kedisiplinan sampai "keterbukaan". Rata-rata rumah di Belanda benar-benar terbuka bagi orang luar untuk melihat. Jangan membayangkan ada halaman, apalagi pagar-pagar tinggi seperti rumah di jakarta. Rumah keluarga Belanda biasanya langsung bersisian dengan trotoar, dan memiliki jendela tembus pandang yang jelas terlihat dari luar rumah, jadi kalau ada keluarga yang menonton TV di ruang tamu, bisa dilihat acaranya juga kalau kita melintas di depan rumah.

Sementara itu, gua pun berkenalan dengan seluruh orang di lantai 4. Selain gua, Yuriko dan Jesus, ada 10 orang lain di lantai ini, ditambah 2 kamar yang masih belum terisi.

Kamer 401 diisi oleh Anqi, cewek Tiongkok yang lumayan manis juga (belum secakep Yuriko sih emoticon-Malu )
Kamer 402 diisi oleh Ioannes, cowok dari Yunani
Kamer 403 diisi oleh Jesus
Kamer 404 diisi oleh Sam, cewek dari Inggris. Sam ini fisiknya seperti Adele tapi rambutnya merah
Kamer 405 diisi oleh Roxanna, dia ini adalah WN Jerman tapi orangtuanya dari Iran. Gua jujur langsung demen dengan si Roxanna ini pas lihat, mukanya eksotis gitu broer emoticon-Embarrassment, dan badannya bertato intrinsik.
Kamer 406 diisi oleh Yordan, cowok Bulgaria yang tinggi seperti tiang listrik (tingginya 190 cm, gua jadi cebol kalau jalan bersama dia)
Kamer 407 diisi oleh Hans, cowok Jerman yang introvert habis
Kamer 408 diisi oleh Alina, cewek Rusia. Alina ini cewek tercakep di lantai gualah, tinggi kurus langsing semampai dan berisi di bagian tubuh tertentu emoticon-Malu , benar-benar stereotip cewek Rusia cakep, dengan mata hijau dan rambut coklat kepirangan begitu, dan lebih tinggi dari gua tentunya emoticon-Frown.
Kamer 409 masih kosong
Kamer 410 diisi oleh Mohammed, cowok Mesir yang kocak habis emoticon-Big Grin
Kamer 411 diisi oleh Sophie, cewek Jerman yang lumayan cakep juga, tapi sayangnya dia datang bersama pacarnya dan pacarnya ini tinggal sebentar sebelum balik ke Jerman bersama dia sebelum tahun ajaran dimulai, libur sekalian kata mereka emoticon-Hammer
Kamer 412 diisi oleh Ksusha, cewek Ukraina yang cakep juga. Kalau Alina ini modelnya tinggi semampai, Ksusha postur badannya lebih berisi dan "curvaceous" dibanding Alina. Rambutnya pirang kuning dengan mata biru tua, stereotip cewek Europa Timur lah emoticon-Embarrassment
Kamer 413 diisi oleh Connor, cowok Irlandia Utara yang sering digadang2 sebagai "baby face".
Kamer 414 masih kosong
Kamer 415 diisi oleh gua tentunya

Itulah makhluk-makhluk yang akan menghiasi hidup gua selama 1 tahun kedepan, benar-benar sebuah lingkungan yang berbeda habis dengan gua yang jujur jarang berinteraksi dengan orang asing sebelumnya. Hari-hari pertama di sana kita masih agak canggung, apalagi masih ada kendala bahasa dan belum terbiasa. Jujur gua adalah orang Asia yang paling "outgoing" di bangunan itu, karena kalau orang-orang pergi minum gua juga ikut, dan gua kaget karena gua ternyata kuat minum emoticon-Hammer di atas batas yang gua perkirakan sendiri.

Sekalipun kita ada di Belanda, tapi rata-rata orang di dorm gua tidak bisa berbahasa Belanda karena prograam belajar kita dalam bahasa Inggris, dan orang Belanda semua fasih berbahasa Inggris (dan mereka sangat bangga akan hal ini), jadi tidak bisa spreekt Nederlands pun masih bisa hidup emoticon-Hammer.

Hari itu, gua baru balik dari kota setelah asyik fietsen berkeliling kota (di seluruh kota dari ujung ke ujung ada fietsenpad alias jalur sepeda, jadi memang moda transportasi yang sangat didukung di sana). Gua pun hendak memasuki kamer ketika gua menyadari sesuatu... pintu kamer 414 terbuka, berarti ada makhluk penghuni barunya emoticon-Big Grin. Gua pun melewati kamer gua dan melangkah ke depan pintu kamer itu.. dan ..










kamernya tidak ada orang hanya ada koper yang belum terbuka emoticon-Hammer

Baru gua hendak melangkah balik ke kamer gua, penghuni kamer itu balik dari toilet dan melihat ke gua sambil agak heran. Tetangga kamer gua adalah seorang cewek Europa Timur atau mungkin Selatan yang berambut pirang kecoklatan. Matanya hijau gelap dan hidungnya mancung. Badannya berpostur memadai dan tingginya hampir setinggi gua, memang bukan postur model seperti Alina sih, tapi tetap saja gua rasa kalau dia di Indonesia pasti ditawari modeling juga hehe.


Oh Tuhan aku bersyukur tinggal di lantai ini, lantai ini penuh cewek cakep emoticon-Frown.

"Ah hi, you must be my new neighbour!" sapa gua membuka percakapan

"Aha, yeah, I live in this room. , I've just arrived today hehe" kata si cewek itu

"yeah that's why, because this room is empty before, that's why was wondering why it's opened. I'm Xander by the way"

"Nice to meet you Xander, I'm Denise. Where are you from?"

"I'm from Indonesia, and you?"

"I'm from Croatia, you know it? It's in South Europe."

"Of course I know Croatia, you guys are good at football right, Davor Suker (gua hanya tahu ini karena mendengarkan celotehan papa gua tentang timnas Kroasia di Pildun 1998 yang diulang-ulang terus emoticon-Nohope )"

"OMG, yes hahaha. oh damn,sorry, I don't know anything about Indonesia aside from it's capital is...Jakarta? "

"Yes, you're right, hahaha no worry. So what are you studying?"

"I'm studying Psychology, I'm just starting my year in here"

"Really, I know a Japanese girl in this floor that also studies Psychology."

"Wow that's great, I'm a bit floored and nervous to be here."

"Yeah, but it's okay I think in here, it's so great to be in here"


Kita pun mengobrol lebih jauh sambil gua mencoba menggali-gali lebih lanjut sedikit tentunya emoticon-Embarrassment. Dan gua bersama Yuriko memberikan tour singkat bersama dia ke supermarket dekat untuk membeli komoditas. Di sana kita bertemu Roxanna dan Ioannes yang sedang memborong stok bier bersama dengan teman Ioannes dari lantai lain. Yuriko lalu pergi mengambil sesuatu, dan gua pun mengambil sebongkah bungkusan kaleng bier, namun si Denise nampak terkejut

"You drink alcohol?"

"umm.. yeah, why?"

"Oh no, I thought you're Moslem since you're Indonesian and I thought that most people over there doesn't drink alcohol"
katanya

"Umm well that's correct, a lot of Indonesian doesn't drink alcohol, but not only the Moslems, it's just not as usual for us to drink it compared to Europeans. I am Catholic, but a lot of my non-Moslem friends also don't drink, so it's more about the culture than religion"

"Ohhh, I'm sorry Xander, I don't mean to be rude, I'm just wondering"
katanya

"Xander will be anything but offended Denise, he drink as much as Eastern Europeans" timpal si Yuriko yang muncul lagi, jiah ini lagi pakai buka kartu gua emoticon-Nohope

well, tidak ada yang merasa tersinggung jadi gua tentu saja hanya ketawa-ketawa saja sambil meyakinkan dia kalau gua tidak merasa tersinggung.

---

Sorenya kita chill out di common room lantai 4. Common room lantai kita ini adalah semacam ruangan yang bersambung dengan dapur, jadi kita makan atau hang out di sini biasanya. Ada 2 sofa tua super jelek panjang yang biasanya jadi tempat mengaso orang-orang kalau mau belajar, dan 1 meja makan dengan beberapa kursi. Hampir seluruh lantai kita adalah orang yang supel dan sangat enak bergaul (kecuali Anqi yang lebih sering main dengan sesama murid dari Tiongkok dan Hans yang memang introvert emoticon-Nohope ), jadi kita sangat cepat menjadi dekat dengan satu sama lain.

Di sana rupanya si Ioannes membawa set poker dari Yunani (niat habis yah emoticon-Big Grin ) jadilah kita semua malam itu mendapat crash course tentang poker dan mulai main. Memasuki jam 1, seiring dengan semakin berkurangnya jumlah bier dan cewek-cewek kebanyakan sudah masuk kamer, hanya tinggal Roxanna dan Ksusha yang masih bertahan di sana, masuklah kita ke tahap berikutnya


Strip Poker! emoticon-Big Grin

Permainan berlangsung seru, karena kedua cewek ini mati-matian berusaha menang, tapi yah namanya juga sudah mabuk, entah kenapa si Roxanna membuat blunder terus. Permainan terus berlanjut sampai baru 4 putaran permainanakhirnya si Roxanna kalah lagi dan dia kabur ke kamernya karena hanya tinggal membuka BH atau Jeans dia pilihannya emoticon-Ngakak

I stil cherish those moments emoticon-Big Grin

--------

bersambung ke Afdeling V
Quote:

Hehe graag gedaan. Jangan lama-lama update ceritanya, nanti di sini banyak yang teriak, "Niet met aardappel alsjeblieft!" emoticon-Peace
background ceritanya keren...benua biru emoticon-Blue Guy Peace
oh iya buat indexnya gan supaya bisa nandain ceritanyaemoticon-Malu (S)
spaaada


nitip helm karet ye gan. besop ane ambil lg dimarih emoticon-Malu

Life's too short to learn Netherlandemoticon-Malu
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di