alexa-tracking

kebodohanku adalah tetap mencintaimu

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5502d04d14088d0a6c8b4583/kebodohanku-adalah-tetap-mencintaimu
kebodohanku adalah tetap mencintaimu
aku tak tau harus memulai kisah ini dari mana, the true story of my life yang mungkin bagi orang lain terlalu membuang2 waktu yang seharusnya kugunakan untuk mencari kebahagiaan yang lain emoticon-breakheart
aku hanya wanita biasa, selayaknya wanita normal yg pernah merasakan jatuh cinta pada seorang pria.
mencintai memang tak salah, yang salah jika tetap mencintai orang yang sama sekali tak memperdulikan bahkan tak ingin sekalipun melihat wajahmu.
bagaimana bisa mencintai orang seperti itu? aku tau itu sama saja menyakiti diriku sendiri, tapi entahlah aku pun tak tau apa yang membuatku tetap mempertahankan perasaan ini... emoticon-Sorry
awalnya aku tak pernah menduga akan jadi seperti ini. dia adalah temanku, hanya seorang teman yang ku kenal pada 2006 yang lalu ketika aku belajar di lembaga pendidikan komputer di kotaku, kami bahkan jarang saling mengobrol jika bertemu, akan tetapi dia sering menawariku tumpangan dengan motor vespanya setiap kali lewat depan rumahku. aku tak merasa risih atoupun sungkan membonceng vespa bututnya, karena waktu itu aku cuma mengandalkan tebengan untuk bisa sampai di tempat kursusku daripada harus naik angkot yang pasti akan memakan waktu yang lama perjalanannya emoticon-Big Grin
setahun mengenal dia di tempat kursus itu tak membuat kami jadi dekat, hanya sesekali bercanda itupun saat berkumpul bareng teman2ku yang lain juga di aula ato parkiran.
singkat cerita kami pun terpisah dan lama tak pernah bertemu lagi setelah tamat dari kursus komputer tersebut. kami sibuk dengan kehidupan masing2, kami sama2 merantau untuk mengadu nasib, aku di karawang sedangkan dia berada di semarang.

sekitar taun 2009, saat media sosial facebook lagi booming2nya, aku ikutan bikin akun di fb, aku menemukan beberapa kawan2 lamaku, sampai suatu ketika sebut saja dia Eza (maaf nama harus aku samarkan) add friend aku, sekilas kulihat profilnya untuk memastikan apa dia seseorang yang kukenal atau bukan. aku masih mengingat betul wajah dan namanya meskipun kami sudah lama tak berjumpa. tapi meskipun sudah ku konfirmasi dan dia sudah ada di list temanku, kami belum sekalipun ada komunikasi. sepertinya dia jarang on line, ku lihat dari wallnya yang belum terupdate. Dari kabar yang kudengar ternyata dia baru saja mengalami kecelakaan dan menyebabkan kakinya patah. berhubung waktu itu aku belum tahu rumahnya aku tidak datang menjenguknya lagipula pikirku aku dan dia tidak begitu dekat, aku akan merasa kikuk kalo datang ke rumahnya.
entah berapa hari setelah kecelakaan itu, dia kembali aktif di fb. oiya di semarang dia kerja sebagai op di warnet, di warnet yang berbentuk ruko tingkat 3 itu pula dia tinggal, tak heran jika dia bisa on line kapan saja.
"hei mbak piye kabare?" itulah sapaannya sewaktu komen di status yang aku buat, padahal dulu dia ga pernah memanggilku dengan sebutan mbak, tapi meskipun begitu ak tidak keberatan dengan sebutan itu toh dia emang lebih muda setaun dari aku emoticon-Big Grin.

lanjut critanya di bawah gan masih di pejwan. tenkyu buat agan2 yang udah mantengin crita ane.. emoticon-Maaf Agan
gelar tiker disini
aromanyya bau serigala nih,,, ehh berbau seruuuu gitu...
Wiihhh ada trit baru lagi di esepteha...
Nimbrung ye sist...

Lanjutan

sejak saat itu Eza sering mengomentari status2ku dan ngelike foto2ku. kami pun lama2 akrab dan tak segan2 saling melontarkan ejekan2. kebetulan kami punya hobi yg sama yaitu nonton film, dari bertukar cerita tentang film2 itulah, aku jadi sering minta tolong sama dia untuk mendownloadkan film2 yang aku suka. suatu hari dia pun datang ke rumahku sambil membawa film yang aku pesan, dia tampak malu2 dan hanya sebentar saja bertamu di rumahku. begitulah aku dan Eza jadi lebih akrab karena aku merasa asik stiap kali mengobrol dengannya.
tanpa sepengetahuanku ternyata dia bertanya2 banyak hal tentangku pada sahabatku semasa smp dulu, sampe suatu ketika dia mengutarakan keinginannya untuk bisa lebih dekat lagi denganku, ku pikir dia hanya bercanda, aku malah bilang padanya kalau aku takut suatu saat akan kehilangan dia sebagai temanku kalau ternyata hubungan kami tak berjalan lama.
dia hanya terdiam mendengar perkataanku, sejak saat itu yang aku rasakan dia jadi jarang mengobrol denganku, dan entah mulai sejak kapan aku jadi berharap bisa mengobrol dengannya, aku merasakan sesuatu yang lain jika tak ada komunikasi dengannya.

aku merasa ga enak ati begitu melihat perubahan sikap Eza, karena ga tahan aku pun memberanikan diri untuk bertanya padanya lewat inbox di fb
"Eza..."
"ya knapa mbak?"
"kamu kenapa? kok sekarang jarang nongol"
"ga knapa2 kok mbak"
"kamu marah gara2 aku tolak? emoticon-Big Grin"
"ga mbak, knapa harus marah"
"Za... kamu bener2 suka ma aku? sejak kapan?"
"iya, sebenernya sejak kenal kamu di kursus aku sering diam2 ngeliatin kamu"
"masa sih Za?"
"iya dulu aku ga berani ngajakin ngobrol kamu, aku cuma berani ngamatin kamu dari jauh, ngeliatin kamu kalo kamu lagi nulis di papan tulis"
"lalu kamu share lagunya Dewi Lestari Malaikat Juga Tau itu buat aku?"
"ga kok cuma pengen share lagu itu"
"yaudah Za.. gimana kalau kita ttman aja? aku masih belum pengen pacaran, gimana mau ga?"
"beneran Li? oke deh aku mau"

Sejak itulah gan, aku dan dia jadi ttman. Setiap hari dia sms memberikan perhatian selayaknya orang pacaran, setiap malam pun dia nelp cuma untuk mendengar suaraku.
Begitu perhatiannya dia sehingga membuatku benar-benar jatuh cinta padanya. Entahlah aku tidak tahu pasti kapan aku jatuh cinta padanya, yang pasti setiap saat, setelah bangun tidur sampai hendak tidur, aku selalu memikirkannya. Lambat laun hubungan kami pun lebih dari sekedar ttman. Hubungan kami mulai serius.
Suatu ketika, dia memberikanku kejutan dengan membuat video kumpulan foto2ku dengan backsound aku makin cinta milik vina panduwinata. Bagiku itu sungguh spesial dibanding dengan pemberian bunga atau barang2 branded yg mahal.
Perasaanku terbuaikan dan aku merasa senang dan bersyukur mencintai dan dicintai oleh seseorang seperti dia kala itu.
Setahun pertama tak ada konflik yg begitu besar yg membuat hubungan kami terganggu hingga sampai menjelang tahun kedua peristiwa besar pun terjadi.
Aku hendak dijodohkan dengan lelaki lain oleh keluargaku. Sebenernya keluargaku membebaskanku untuk memilih siapa saja ntuk jadi calon suamiku kelak. Hanya saja, mereka hanya ingin ada kepastian dari pacarku untuk berani datang ke rumah (kalo orang jawa bilang dodok. Red : seperti ngelamar secara pribadi)
Dan inilah awal dari kehancuran hubungan kami... emoticon-Mewek

Begitu mendengar aku akan dijodohkan, dia merasa sedih. Dalam percakapan telp terdengar suaranya parau menahan isaknya. Dia juga mengirimiku sms2 berupa kata2 yang seakan menunjukkan dia tak ingin kehilanganku.
"sayangku, aku baru tau aku sangat takut kehilanganmu. kamu warna si setiap hari2ku, arah untuk jalanku, tujuan hidupku. Aku ingin sekali mendapatkanmu. i emoticon-heart you sayangku"
Betapa tidak luluh hati ini membaca pesan singkat namun berarti begitu mendalam darinya, dia juga pernah berkata aku adalah cinta pertamanya, itulah yang membuatku semakin tak ingin kehilangan dia.
Berhubung aku kenal siapa laki2 yang akan dijodohkan denganku (dia adalah adik kelas waktu smp), aku mencoba menghubunginya. Hatiku tergerak untuk berinisiatif menghentikan perjodohan ini. Aku kirim pesan singkat cowo itu melalui akun fb, aku bilang padanya agar menolak perjodohan kami. Aku merasa lega gan, ternyata cowo itu juga tak menginginkan dia dijodohkan, karena waktu itu dia juga punya cewe pilihannya sendiri.
Sejak rencana perjodohan itu, aku dan pacarku backstreet, dia sudah tak lagi datang ke rumah ngapel atau jemput untuk pergi ke suatu tempat.
Tak ada satupun yang tau apa yang kulakukan, termasuk pacarku. Keluargaku tak tau apa yang menyebabkan keluarga dari calon perjodohanku tak kunjung tiba. Perjodohanpun gagal, tapi pacarku hampir menyerah karena cowo yang mau dijodohkan denganku jauh lebih mapan dari dia, ditambah masukan dan pendapat dari keluarganya agar dia mencari pekerjaan yg lebih baik lagi. Toh saat dia mapan nanti dia pasti akan mudah dapatkan wanita yang dia inginkan. Itulah yang membuat akhirnya dia memutuskan untuk menjauh dariku.
Giliran aku yang tidak mau berpisah darinya gan, aku udah benar-benar sayang padanya, selama ini aku sudah memimpikan akan hidup bersamanya dalam keadaan susah atau senang. Saat ngelamar2 pekerjaan pun aku pernah membantunya dan menemaninya ke jobfair2, juga mencarikan artikel2 tentang jobdes yang dia lamar.
Tak lama dia pun lolos tes di BI, aku bersyukur dan bahagia. Akhirnya dia dapat pekerjaan yang lebih baik lagi. Aku pikir setelah dapat job itu, dia mau datang menemui orang tuaku, tapi dia lebih memilih saran dari keluarganya untuk tak terburu2 dan menunggu dia menjadi lebih membaik keadaan finansialnya
ijin nyimak thread km sis emoticon-Shakehand2

judulnya srasa nusuk d hati ane sndiri emoticon-Berduka (S)
Ijin ikutin ceritanya Sis
Quote:

Quote:

Quote:

Quote:


silahkan gelar tikernya masing2 jangan lupa yang bawa jajan jangan dibuang sembarangan ya gan emoticon-Big Grin emoticon-shakehand
ijin naro batako, semen, pasir buat bangun apartemen di sini
Quote:


bayar pajaknya dulu gan emoticon-Cool
Updet gaaan, judulnya menarik
lanjoot gan

UPDATE (maaf gan lanjutannya lama)

sejak saat itu, sikapnya jadi berubah, dia semakin terlihat lebih acuh dan tidak perhatian. Sudah jarang telp dan sms, setiap kali ku tanya, dia beralasan capek kerja. Padahal dulu setiap kali makan saja, dia pasti menelpon minta ditemenin ngobrol, tapi sekarang? Aku kehilangan banyak quality time sama dia, padahal kami hanya bisa bertemu dua kali dalam 1 bulan. Maklumlah jarak yang beratus-ratus kilometer memisahkan kami, tak memungkinkan kami untuk sering bertemu.
Aku tidak keberatan jika kehilangan komunikasi saat dia sedang bekerja, aku masih berpikir rasional dan toleran untuk masalah kesibukannya bekerja. Tapi aku adalah seorang wanita yang juga butuh perhatian, seperti yang dulu slalu dia tunjukkan padaku. Aku pun menjadi lebih cerewet dan berubah menjadi posesif pada dia, aku sadari bahwa aku kini banyak menuntut padanya. Itu semata-mata kulakukan karena aku inginkan dia seperti dulu. Seseorang yang bisa membuatku jatuh cinta dan begitu bahagia memilikinya. Tak pelak pertengkaran pun sering terjadi, kami sama-sama tak mau mengalah demi mempertahankan ego kami.
Hingga suatu ketika kami pun bertemu. Di tepi pantai sore itu, saat gerimis menambah kedinginan suasana hati kami
"Sayang maaf, mungkin sebaiknya kalo kita break dulu."
Aku terkejut mendengarnya "kenapa?"
"Aku merasa sudah tidak nyaman lagi, aku malas bertengkar terus sama kamu. Lagian bukankah kamu sudah dijodohkan? Aku saat ini masih belum bisa memenuhi keinginan orang tuamu. Keluargamu dan keluargaku berbeda keinginan, mungkin memang lebih baik kita sudahi saja hubungan kita."
Aku tertunduk, air mataku langsung menetes. "Aku tidak mau! Aku tidak mau kita putus! aku sudah sayang banget sama kamu."
"Maaf... Jangan menangis, banyak orang yang melihat ke arah kita."
"Biar... aku tak mungkin menahan air mataku. Aku akan melakukan apapun buat kamu asal tidak berpisah dengan kamu"
Tiba-tiba dia memelukku dengan erat, pelukan yang selalu membuatku luluh setiap kali kami bertengkar.

Untuk sementara kami tidak jadi break, kenapa sementara? Ya karena beberapa hari kemudian timbul masalah baru lagi diantara kami. Dia ingin beli BB, bukannya aku melarang dia beli barang sesuka hatinya dengan uangnya sendiri, hanya saja aku terlalu khawatir, begitu dia membeli BB dia akan sibuk main2 dengan gadget barunya, sementara aku akan semakin terabaikan. Dia semakin kesal denganku dan benar2 mengabaikanku. jangankan mengangkat telp, membalas smsku pun dia tak mau.
Aku bingung harus bagaimana. Aku tahu cara penyampaianku memang salah, aku hanya ingin dia mengerti bahwa aku tak ingin kehilangan dia. Dia benar-benar menyerah denganku, dengan hubungan percintaan ini, padahal satu bulan lagi hubungan kami akan genap 2 tahun.
Bulan September 2012 pun jadi akhir kisah kami. Dia benar2 menghilangkan jejaknya, menghindar untuk bertemu dan memblokir akun yang bisa menghubungkannya denganku.
Aku menjadi sangat down, berhari-hari hanya mengurung diri di kamar

Akhirnya dia benar-benar menghilang dari kehidupanku. Terlihat jelas kalau dia pun sangat ingin menghindar bertemu denganku, setelah berbulan-bulan entahh apa yang menuntunku tiba2 kulihat di akun youtubenya dia upaload video terbaru.
Video itu sedang loading setelah aku klik karena penasaran, lalu tak lama terdengar lagu seventeen berjudul kini kumenemukanmu. Bagaikan tersambar petir ternyata itu video berupa slide foto2 satu orang cewe cantik. Aku liat tanggal dia upload ternyata 2 bulan setelah aku ma dia putus gan.
Dalam hati ku berkata. "Ya Tuhan, siapa wanita ini? Kenapa dia begitu cepatnya mencari penggantiku?"
Hati yang hancur berkeping2 ini semakin tak karuan.
Rasanya tak adil. Bukankah alasan dia pergi adalah untuk merubah keadaan finansialnya dulu?. Bukankah yg dia bilang dia tak ingin mencari wanita lain dulu? Saking sesaknya dadaku air mata ini tak berasa kalo sedang mengucur deras.
Quote:


Quote:


Makasih gan udah pada nyimak emoticon-Matabelo
kentaaang mbak ukkkk, lanzooottt
gelar tiker, numpang minyak emoticon-Kiss
Quote:


Siappp... pantengin trus yakkk emoticon-Big Grin
Quote:


Bayar sewa tempatnya ya gan emoticon-Cool
Quote:


sama adek sendiri minta sewa -_-
Ijin nyimak sist..
Quote:


Adek dari hongkong? emoticon-Wink