alexa-tracking

Hakim : The Legacy of Ichiro

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54f7011d62088104598b456b/hakim--the-legacy-of-ichiro
Hakim : The Legacy of Ichiro
PROLOG


Quote:


“Tadi malam warga kota Depok dihebohkan dengan penemuan mayat seorang lelaki yang nampaknya menjadi korban pembegalan yang sudah keempat kalinya terjadi di sekitar wilayah Depok dalam selang waktu dua minggu terakhir. Mayat ditemukan dalam posisi telungkup dengan luka bacokan di sekujur punggung dan tangannya, diduga korban meninggal karena kehab..”

Tayangan berita di televisi itu membuat sosok ini geram hingga mematikan televisinya..

Quote:


Kemudian ia beranjak dari tempat duduknya dan pergi..

Untuk Menghakimi.

Karena dialah..

Sang Hakim.
reserved for Index
Dirgahayu Rahman

Spoiler for Click here to know more:


H A K I M
Spoiler for Click here to know more:

Quote:

Origin Story

“Ah bangke.. udah tadi siang diserempet mobil, sekarang pake acara jatoh segala pulak gara gara itu ibu ibu bawa motor keluar gang maen keluar aja ga liat liat..” Keluh Dirga sambil membersihkan kerikil kerikil dan pasir yang menempel di sisi kiri jeans dan jaketnya. Ia tergelincir saat mengerem motornya ketika seorang ibu ibu dengan entengnya keluar dari gang membawa motor masuk ke jalan raya tanpa mengerem sedikitpun. Bahkan saat Dirga jatuh tepat dibelakang ibu itupun si ibu seperti tidak perduli dan tetap melaju meninggalkannya tanpa ada rasa tanggung jawab. Dirga Cuma bisa menggeleng gelengkan kepalanya saja saat melihat motor ibu itu yang semakin menjauh di jalan raya. Ia lalu mengambil motor besarnya yang masih dalam posisi tertidur dibantu beberapa warga sekitar yang melihat kejadian tersebut.

“Gapapa mas?” Tanya bapak bapak tukang ojek yang membantunya mendirikan motornya.

“Gapapa pak, makasih.. paling memar memar dikit aja..” Jawab Dirga dingin, dalam hati ia kesal namun tidak dapat ia tumpahkan. Mereka lalu meminggirkan motornya ke samping trotoar dan memeriksa kerusakan motornya. Situasi lalu lintas sekitar langsung berubah jadi sedikit padat, biasalah orang Indonesia, ada kecelakaan bukannya nolongin malah pada ngeliatin doang sampai puas..

“Ini motornya juga gapapa nih kayanya..kebaret cat nya aja palingan.. Stang nya bengkok ga tuh dek?” Tanya si bapak tukang ojek itu sambil memeriksa kondisi motor Dirga dengan seksama layaknya mekanik Moto GP.

“Kayaknya sih engga pak.” Jawab Dirga sambil ngetes kemiringan stangnya, biasanya bila motor terjatuh pasti stangnya jadi aga bengkok, tapi tidak kali ini.

“Yowes klo gitu lain kali hati hati dek bawa motornya..” Kata si bapak. Ini membuat emosi Dirga yang sedari tadi ia tahan sedikit naik.

“Lah kenapa saya yang harus hati hati? Itu ibu ibu brengsek tuh yang salah!” Bentak Dirga yang membuat bapak itu sedikit tersentak kaget. Dirga jadi merasa bersalah, ia lalu meminta maaf sudah membentak bapak itu dan segera pulang ke apartemennya.

Di jalan, Dirga masih tidak habis pikir dengan kelakuan pengendara kendaraan bermotor yang makin lama makin tidak bertanggung jawab, tidak mengherankan akhirnya muncul seseorang yang muak akan kelakuan mereka mereka ini. Ya, Ichiro, Sosok mobil putih yang dimodifikasi sedemikian rupa yang aksinya saat melawan metro mini, truk, mobil, dan motor yang tidak taat peraturan itu direkam dan dimasukkan ke Youtube, bagi banyak orang termasuk Dirga, Ichiro adalah buah kekesalan atas mereka yang merasa kelakuan pengendara sekarang ini banyak yang nakal.

Sesampainya di apartemen, Dia langsung membuka jaketnya dan pergi ke ruang olahraganya untuk melampiaskan sisa emosinya. Langsung saja dia push up, sit up, dan memukul Samsak tinjunya sekeras dan sebanyak mungkin kemudian beralih ke alat latihan wing chun dan memukul patung kayu itu dengan cepat dan keras hingga akhirnya ia merasa sudah cukup meluapkan emosinya. Dirga memiliki sosok yang sangat athletis, badannya tinggi besar. Tingginya hampir mencapai 190 CM dan berbobot sekitar 82 KG. Ia sempat menjadi anggota KorpsPaskhasAU (Pasukan Khas Angkatan Udara – Sekelas Pasukan Komando) sebelum kejadian itu menimpanya..

Dirga langsung menghentikan olahraganya saat mengingat kejadian itu, ia langsung menuju ke kulkas dan mengambil botol air oksigen dan kemudian meminumnya hingga habis. Ia membuka kembali kulkasnya untuk mengambil air oksigen lagi dan ia sadar ia kehabisan air oksigen.

“Aaaahhh.. gw lupa tadi beli air gara gara tuh ibu..” Gumamnya sambil menutup kulkas. Ia lalu menyeka keringatnya dan mengganti bajunya. Ia lalu keluar dari apartemennya lagi dan turun menuju ke seven eleven di seberang gedung apartemennya.

=======================


“Mba, air oksigennya abis ya?” Tanya Dirga dengan ramah kepada kasir sevel sambil melihat lihat lebih teliti lagi ke lemari pendingin minuman di toko kelontong modern yang menjamur di Jakarta itu.

“Iya Mas Dirga kebetulan lagi abis.. Nanti maleman lagi baru dateng stoknya mas, biasa..” Kata Mba mba kasir itu sambil melempar senyum semanis mungkin. Siapa juga yang ga akan seneng kenal sama sosok Dirga, selain memiliki badan yang athletis, ia juga memiliki tampang yang lumayan dan Kulitnya bersih terawat. ‘Arjuna’ panggilannya dulu saat di Paskhas karena fisik dan perilakunya yang sempurna layaknya Arjuna tokoh di dunia pewayangan yang terkenal tampan nan rupawan.

“Yaudah deh besok pagi aja.. Mba nya masih jaga disini ga sampe nanti pagi?” Canda Dirga sambil mengambil satu jus apel dan menutup kulkas dan berjalan ke mba mba kasir yang tersipu malu itu untuk membayar.

“Udah engga Mas Dirga..” Kata mba mba kasir itu masih tersipu malu saat ia mengurus transaksi Dirga.

“Ga jodoh klo gitu ya mba, hehehee..” cetus Dirga sambil mengedipkan matanya. Ya, Arjuna tidak hanya memiliki paras yang tampan dan tubuh yang athletis, Arjuna juga terkenal pintar dalam urusan wanita.

Setelah membayar, Dirga kembali lagi ke apartemennya dan menonton tv.

“Hubert Andi Wenas yang belakangan ini dikenal sebagai pengemudi mobil Ichiro hari ini menyerahkan diri ke Kepolisian setelah tindakannya yang menjadi ‘Hakim Jalanan’ mendapat perhatian pub..”

Lontaran kalimat dari newsanchor tv lokal itu mengagetkan Dirga. Ia terkejut akan tindakan Andi Wenas si pengemudi Ichiro ini. Segera ia besarkan suara tv nya dan mendengarkan berita itu dengan seksama.

“Andi Wenas juga mengaku menyesali aksinya yang berlagak seperti ‘Hakim’ di Jalanan dan menghimbau masyarakat untuk tidak mencontoh dirinya.”

Brak! Remote tv Dirga ia lemparkn ke tembok di sampingnya. Dirga menjadi semakin kesal setelah mendengar berita itu, “Ah tai lah! Ngapain lo nyerahin diri? Fak lah! Terus siapa lagi yang bakalan bikin kapok mereka mereka itu? Lama lama gw juga nih turun tangan gantiin lo!” Teriak Ichro ke tv nya sekuat tenaga.

Dirga kemudian terdiam sejenak setelah melampiaskan emosinya.

Ia kemudian seperti mendapatkan pencerahan.

“Lama lama gw juga nih turun tangan gantiin lo..” ucapnya lagi dengan pelan. Ia kemudian tersenyum penuh tekad dan berdiri.

=================================


“Publik Indonesia kembali dihebohkan dengan kemunculan sosok pengganti Ichiro, Kali ini sosok tersebut menggunakan Motor besar yang dimodifikasi berwarna hitam dengan velg berwarna merah. Sosok tersebut menutupi dirinya dengan menggunakan Helm berwarna hitam strip merah, Setelan Jaket kulit berwarna hitam dan celana panjang hitam bersepatu bot Hitam. Sama seperti Ichiro, sosok ini juga melawan pengendara motor yang tidak taat peraturan namun dengan cara yang lebih keras dari Ichiro. Sosok ini juga mengunggah aksinya ke media sosial Youtube lewat Channel bernama Legacyofichiro.”

Dirga tersenyum dibalik helmnya saat ia membaca berita tersebut di detik.com. Seminggu sudah ia beraksi dan merekam semuanya lewat kamera GoPro yang ia sematkan di beberapa titik di motornya ini. Sekarang ini ia berada di pinggir jalan menunggu mereka yang akan melanggar. Seperti yang satu ini, dua motor melaju santai, satu motor isinya tiga wanita remaja yang asik bercanda dan tidak menggunakan helm, satu lagi dua orang remaja lelaki yang tidak menggunakan helm dan nampaknya menggoda ketiga wanita tersebut.

Dirga tertawa kecil melihat tingkah laku mereka.. Cabe cabean dan terong terongan, sudah terlalu lama wanita wanita seperti mereka menganggap aman aman saja mengendarai motor dengan kelebihan kapasitas dan tidak menggunakan helm. Mereka kira karena mereka berpakaian dan berdandan seperti itu akan membuat mereka lepas dari hukum? Tidak akan selama ada dirinya. Terong terongan ini juga.. mereka piker karena mereka masih remaja dan berperilaku labil, mereka jadi merasa jagoan di jalan dan tidak mau menggunakan helm.. Dirga langsung melaju motornya dan memepet kedua motor itu dan menghentikan mereka. Tanpa banyak basa basi dia langsung mencabut kunci motornya. Mereka semua terkejut.

“Apaan nih bang?” Teriak salah satu remaja lelaki itu mencoba menantang. BUG! Tanpa banyak omong Dirga langsung meninju dia di muka. Tidak ada respon dari yang lain, tidak ada yang berani melihat perawakan Dirga yang tinggi besar ini.

“GAUSAH BANYAK NGOMONG KALIAN!” Teriak Dirga sambil menunjuk ke mereka. “PAKE HELM KLO MAU NAIK MOTOR!” Lanjutnya kemudian menengok ke ketiga wanita yang meringis ketakutan. “KALIAN JUGA.. SEJAK KAPAN MOTOR UNTUK BERTIGA? SEKALI LAGI SAYA LIAT KALIAN BERTIGA, SAYA TENDANG KE JALAN YANG PALING BELAKANG!” Ancam Dirga. Mereka semua langsung ketakutan dan mengangguk.

Lalu lintas seperti biasa langsung ramai karena aksi Dirga. Banyak warga yang langsung melihat aksi Dirga dari kejauhan, beberapa motor dan mobil juga memperlambat lajunya.

Dirga yang melihat keramaian ini langsung berteriak ke mereka. “LIHAT APA KALIAN? SIRKUS?” dan kemudian mendapati salah satu pengendara mobil yang tidak menggunakan Safety belt. Dirga segera menggebrak kap mobil itu dan mengisyaratkan pengemudinya untuk segera memakai Safety belt. Pengendara itu terkejut dan segera menurut.

Dirga lalu kembali ke kedua motor itu dan berkata, “Di depan sana ada yang jual helm.. BELI SEKARANG!” kemudian ia melemparkan kedua kunci motor itu dan segera pergi ke motornya dan menge gas penuh meninggalkan keramaian itu. Kamera GoPro di helmnya merekam semua aksinya tadi yang akan segera ia unggah ke Youtube.

inilah kegiatan Dirga belakangan ini, ia menjelma menjadi penerus Ichiro dan beraksi menghukum semua pelanggar lalu lintas dengan caranya sendiri. Dia sudah tidak bisa lagi berharap kepada para parat hukum untuk bisa menegakkan peraturan lalu lintas lagi. Sama seperti Ichiro, Opini Publik terbelah dua dalam menilai aksinya, sebagian menganggap apa yang dilakukan Dirga adalah wajar untuk membuat jera para pelanggar, sebagian lagi merasa Dirga sudah keterlaluan dan seharusnya tidak main hakim sendiri.

"Hmm, main hakim sendiri ya?" pikir Dirga dalam hati.

"Boleh juga tuh jadi julukan gw.. Hakim"

Dan sejak saat itulah Dirga berubah menjadi seorang Vigilante yang menggunakan nama samaran 'Hakim'. Akun Youtubenya juga ia rubah namanya menjadi "SangHakim". Video videonya yang berawal dari menghukum para pelanggar lama kelamaan mulai melebar ke memberantas kriminal. Jutaan views di Youtube dan seringnya diliput oleh media nasional segera melambungkan nama Hakim ke publik. Publik mulai menganggapnya sebagai 'Superhero Indonesia', tapi Dirga tahu dia bukan Superhero..

"Tapi dianggep Superhero sih lumayan lah.. gw anggep penghargaan aja lah dari mereka.." Begitu pikir Dirga.

“Tadi malam warga kota Depok dihebohkan dengan penemuan mayat seorang lelaki yang nampaknya menjadi korban pembegalan yang sudah keempat kalinya terjadi di sekitar wilayah Depok dalam selang waktu dua minggu terakhir. Mayat ditemukan dalam posisi telungkup dengan luka bacokan di sekujur punggung dan tangannya, diduga korban meninggal karena kehab..”

Dirga tertegun melihat berita itu.

"Gila.. mereka makin gila.. Gw ga bisa diem gini aja. Nyuri atau jambret motor sih udah biasa kejadian.. tapi ngelukain atau ngebunuh korbannya? Itu baru keterlaluan.."

Dirga segera beranjak dari tempat duduknya dan menyusun rencana buat ngelawan mereka
Wow.. Apa ini?

Cerita superhero?? emoticon-Belo emoticon-Belo

Keren broooo! Salut buat idenya.. Openingnya juga oke! Penasaran ntar supervillainnya kaya apa nih.. Ane demen dah genre beginian emoticon-Genit:
iseng2 baca dan langsung jatuh hatiiiii sama ceritanya emoticon-Peluk

ga sabar nunggu lanjutannya emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:


Iya bro cerita superhero, abis ane liat blom ada cerita superhero disini.. Jadi ane bikin ajaa..

Semoga menghibur bro!

Quote:


Jatuh hati sama ts nya juga ga? emoticon-Malu

Mmm nanti malam klo bisa ane update nih.. Ngapel dulu tapi

*pencitraan biar ga dikkira jomblo* emoticon-Ngakak: emoticon-Frown
Begal
Act. 1 - The Rise of a Crimes



Sebuah motor matic yang masih lumayan baru melaju pelan di sebuah jalan raya yang sudah sepi, maklum, saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB. Pengemudinya tampak santai membawa motornya tersebut, ia bahkan mengendarai motornya sambil memainkan hape. Sebuah korban yang sangat sempurna untuk para pembegal.

Dan benar saja, dari kejauhan beberapa motor membuntutinya dan makin lama makin mendekat. Tapi tetap saja si pengendara motor matic ini seperti tidak sadar akan bahaya yang akan datang.

Merasa sudah mendapatkan sasaran empuk, para pembegal yang tadinya mengintai sambil mengendarai tiga motor itu segera mengepung dia.

“Woiy goblok! Berenti ga lo!?” Teriak salah satu pembegal itu sambil mengacungkan golok.

Pengendara matic itu langsung menurut, daripada ia kena sabetan golok itu. Ia segera meminggirkan motornya di tepi jalan, tiga motor pembegal itu langsung mengerubungi motornya, salah satu dari mereka turun dan duduk di motornya untuk menjalankan motor nya tersebut. Tapi motor itu tidak akan bisa jalan, si pengendara matic ini sudah mengambil kunci motornya dan dia pegang di tangannya.

“Wah sianjing ini.. berani lo ya?” Kata si pembegal yang menduduki motornya. “Udeh bacok aje udeehh..” Kata teman temannya memprovokasi. Si pembegal itu langsung turun dan mengeluarkan goloknya.

“Siniin ga kuncinya?” Kata si pembegal yang tidak direspon apapun oleh si pengendara matic.

“Wah emang anakanjing ni orang.. mati aja lo jing!” Teriak si pembegal itu mengayunkan goloknya kea rah si pengendara matic.

SPLAT!

Muncratan darah segara tumpah ke sekitar trotoar dan aspal, teriakan kesakitan terdengar keras di sepanjang jalan yang sepi itu. Teman teman si pembegal itu kebingungan melihat apa yang terjadi barusan.

“Pertama tama..” Kata si pengendara matic itu dengan tenang.

“Kalian ga pake helm waktu naik motor..” Sahutnya lagi sambil melihat si pembegal yang masih berteriak kesakitan.

“Kedua..” Sahut si pengendara matic itu lagi sambil mengacungkan golok si pembegal itu yang sudah berada di tangannya.

“Kalian mencuri dan melukai pemilik motor yang kalian curi..” lanjutnya sambil berjalan menghampiri teman teman si pembegal. Mereka semua terlihat ketakutan dan berusaha melarikan diri, mereka langsung mencoba menstarter motor 2 tak mereka yang masih menggunakan kickstarter atau engkolan.

DOR! DOR! DOR!

Bunyi tembakan terdengar dari pistol yang dikeluarkan si pengendara matic itu. Ia menembak ketiga roda depan motor motor itu dengan akurat.

“Dan ketiga..” Ucapnya diantara asap mesiu peluru yang keluar dari pistolnya.

“Saya disini untuk Menghakimi kalian semua!”

Betul sekali.. Para pembegal itu tidak tahu sama sekali bahwa Pengendara Matic yang mereka begal itu adalah Sang Hakim.

Untuk menghukum para pembegal itu, Dirga tidak bisa beraksi sembarangan seperti saat ia menghukum pengendara kendaraan bermotor yang tidak taat. Dirga harus memikirkan sebuah rencana yang sangat matang. Dia harus mempersiapkan stamina, fisik, dan semua perlengkapan yang sekiranya ia butuhkan. Dua minggu terakhir ini Dirga meningkatkan intensitas latihan fisiknya seperti saat ia masih menjadi Paskhas dulu. Kemudian dia juga membeli semua perlengkapan yang ia butuhkan untuk kemudian ia rakit sendiri di apartemennya.

Para pembegal itu menggunakan senjata tajam ataupun senjata api untuk melukai korbannya yang melawan, oleh karena itu Dirga membeli sebuah baja ringan yang ia potong menjadi dua dan ia rakit sedemikian rupa agar menjadi body armour yang melindungi badan depan dan belakangnya nanti. Ia juga menggunakan pelindung lengan dan tangan berbahan kulit seperti baju baju pelindung jaman medieval dulu. Tak lupa juga Dirga mengambil Pistol Glock miliknya yang dulu sering ia gunakan sewaktu menjadi Paskhas.

Merasa persiapan sudah matang, Dirga mulai meneliti artikel berita di Koran, televisi, dan internet untuk mengetahui dimana saja lokasi lokasi di Depok yang rawan pembegalan dan segera turun ke lokasi untuk mengintai keadaan. Beberapa kali Dirga lewat di sekitar lokasi untuk mencari tahu dan mencoba menemukan pembegal itu namun gagal, Dirga sadar, para pembegal itu tidak berani mengincar motor besar dan bergaya seperti anggota klub motor. Dirga akhirnya merubah rencananya sedikit. Dirga menyewa sebuah motor matic di tempat penyewaan motor dan kemudian menyamar menjadi seorang pengendara motor biasa dan ceroboh. Sewaktu di Paskhas dulu, Dirga dilatih untuk menyusup ke wilayah musuh dan harus menguasai ilmu menyamar menjadi karakter apapun. Ia sengaja bermain handphone sembari mengendarai motor untuk semakin memancing pembegal itu

Dan benar saja, rencananya itu berhasil. Dari kaca spion ia sudah melihat beberapa motor mendekatinya.

“Bang, ampun baangg ampun..” Jerit salah seorang pembegal yang ketakutan melihat teman temannya terkapar bersimbah darah di trotoar.

“Ampun? Minta ampun?” Teriak Hakim.

“Iya bang, ampun bang.. saya Cuma ikut ikutan bang..” mohon si pembegal itu sambil berlutut.

DUAK!

Hakim langsung menendangnya dan membuat si pembegal itu terlempar berguling guling ke aspal. Sebenarnya, Hakim memang tidak punya niat untuk tidak melukai salah satu pembegal. Ia sengaja dibiarkan supaya bisa langsung menceritakan ke teman temannya yang lain dan menyebar ke public tentang apa yang terjadi malam ini.

“Ceritain semua yang terjadi disini dengan benar, klo besok saya liat kamu berbohong di media, saya cari kamu dimanapun kamu berada.. Saya habisi kamu!” Kata Hakim sambil menginjak muka si pembegal itu.

“Iya bang iyaa aammpuunn amppunn..” Jeritnya ketakutan.

“Bilang ke polisi dan media, Hakim akan menghabisi kalian para pembegal jika kalian masih berani eraksi, mengerti?” Tanya Hakim.

Si pembegal itu mengangguk. Hakim lalu mengangkat kakinya dan melepaskan si pembegal itu.

“Sekarang telepon ambulans, sebelum temanmu kehilangan banyak darah dan mati konyol.” Kata Hakim sambil berjalan ke motor matic itu lagi. “Dan bilang ke mereka asah dulu goloknya klo mau pake golok.. Dasar amatiran..” Lanjutnya meninggalkan lokasi dan menghilang di tengah gelapnya malam.

Keesokan harinya media nasional dipenuhi berita semalam. Baik Koran, televisi, dan internet semuanya mengulas tentang sosok penerus Ichiro yang memanggil dirinya ‘Hakim’ dan menghabisi kawanan Pembegal di Depok.

Quote:


Quote:


Quote:


Dirga yang menyaksikan semua hal itu di tv nya tersenyum, dengan semakin populernya sosok Hakim ini, ia berharap untuk membuat para pelaku criminal (khususnya Pembegal) berpikir dua kali sebelum melakukan tindakan kriminalnya agar tidak berhadapan dengannya nanti.

Sepanjang hari itu Dirga tidak keluar dari Apartemen menikmati hasil kerja kerasnya dua minggu belakangan ini.

Namun berita selama seminggu kemudian berkata lain lagi.

Quote:


Satu lagi korban Begal ditemukan, kali ini bukan di daerah Depok, melainkan tersebar di seluruh bagian Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Aksi Begal ini bukannya mereda malah semakin mencuat dan menyebar kemana mana. Banyak masyarakat yang justru jadi merasa takut untuk bepergian di malam hari. Ini diluar dugaan Dirga. Kok mereka malah semakin menjamur? Mereka memang mau mati?

Sekali lagi Dirga turun ke jalan untuk menjadi Hakim.

“Hukumannya harus lebih berat lagi..” Pikir Dirga.
like new stories emoticon-Kiss (S) sekalipun fiksi yang terinspirasi, masih banyak makna yang diambil para pemirsa
ninggalin jejak dulu.
biar gampang nyari nya.
wah bleh nih ceritanya emoticon-Big Grin


izin bangun tenda emoticon-Embarrassment
baru baca prolog nya..

kesian bangt kusni, mau pulang malah kena begal emoticon-norose

ikut duduk-duduk dimari ya gan emoticon-Embarrassment

emoticon-linux2