alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54f6db81d44f9fed648b4567/carry-on

Carry On

Quote:


Perkenalin, nama gw Sonny. Bukan nama asli, tapi cerita ini bisa dibilang real, karena gw tulis berdasarkan apa yang telah terjadi selama hidup gw, terutama masa SMA gw. Nama tokoh2 di sini pun akan diganti, agar tidak ada pertikaian di antara kita jikalau terjadi sesuatu di masa yang akan datang. Sebelum gw menulis part 1 cerita ini, gw mau memajang puisi kesukaan gw, karya Chairil Anwar berjudul “Senja di Pelabuhan Kecil”

Quote:


Gw suka banget sama puisi tsb, entah kenapa. Oke, perkenalan cukup sampai di sini, gw akan mulai menulis part 1, bye

INDEX
Spoiler for index:
Diubah oleh kukasihanidikau
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!

Part 1

Setting waktu cerita saat gw naik ke kelas XI, pas penjurusan, tahun 2013.

Hari ini katanya siswa-siswi disuruh hadir ke sekolah buat bersih-bersih calon kelas yang bakal mereka tempati, dan katanya lagi moving class bakal ditiadakan karena kelas yang ada gak mencukupi, jadi tahun ini kami akan menempati satu kelas tetap, tidak pindah permata pelajaran seperti tahun lalu, saat kami semua masih bocah kelas X.

Gw datang ke sekolah (dengan berat hati), begitu sampai di tangga menuju ruangan yang bakal jadi kelas gw, gw dapati orang2 tengah sibuk dengan segala kegiatan bersih-bersih, ada yang mengangkat ember berisi air kotor, ada yang memegang sapu, dsb. Gw liat seorang cewek yg tengah melihat juga ke arah gw, gw kenali wajahnya, dia adalah salah seorang yang pernah sekelas dengan gw di kelas X, FYI, kelas XI, gw masuk IPA (dengan terpaksa). Kita bertatapan sejenak, dia senyum, gw balik badan, gw menyerah buat masuk kelas. Ya, gw mendadak malas, masa iya gw mesti bersihin kelas yang ditinggal berhari2 ga ada penghuninya karena libur, pasti debunya menumpuk di sana-sini. Gw belum cukup memahami saat itu, bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Well, gw kabur sih intinya.

Sekarang gw sedang berada di kantin, memandangi anak-anak kelas XI selain gw, yang nampaknya kabur dari bersih2 juga. Di lapangan, anak2 baru sedang dirajam (diMOS maksudnya). Gw menyesali kenapa hari ini gw datang ke sekolah. Gw bengong di kantin selama sekitar 30 menit ketika akhirnya ada yang menegur gw, yang gw kenali sebagai Putra, temen gw waktu kelas X, dia masuk IPS

Quote:


Putra melanjutkan ocehannya tentang kebersihan, gw ga dengerin lagi tuh, yang penting ada seseorang duduk di sebelah gw dan gw jadi ga terlihat seperti jones. Sayangnya, gw baru sadar di kemudian hari, gw yang berdua2an dengan cowo di kantin malah terlihat seperti homo. Di situ kadang gw merasa sedih.

Kemudian dari kejauhan gw liat ada 3 cewe lewat, yang salah satunya orang yang gw liat ada di depan kelas gw tadi, dia masih dengan 2 cewe yg juga sekelas sama gw pas kelas X, mereka bisa dibilang satu geng. Oh iya, namanya Pricil, sedangkan dua temannya bernama Rene dan Julie. Sedikit deskripsi mereka

Pricil: Cantik, putih, sayang agak gendut, pake kacamata
Erne: Cantik,putih,tinggi,model,pake behel
Julie: Biasa aja


Pricil nyamperin gw dan ngomong

Quote:


Pricil berlalu bersama gengnya, Erne di belakangnya mengucapkan sapaan ke gw, gw balas, mereka berlalu. Gw lanjut bengong, Putra di samping gw masih aja ceramah, kali ini tentang android miliknya, gw ga dengerin, semuanya udah gw tau, uda diceritain berulang2 sama dia. Gw cape bengong, gw putusin buat pulang, jam di kantin sudah menunjukkan pukul 11.

Quote:


Dan hari itu gw habiskan seharian membantai Putra main PES (dia sangat tidak lihai bermain).

Part 2

Hari ini, Senin pertama di tahun ajaran baru. Gw telat, disetrap sampe jam istirahat, sekitar jam 9.45. Padahal gw datang ke sekolah jam sekitar jam 8 kurang 15 menit, dan gerbang ditutup jam 7.30, jadi gw telat cuma 15 menit. Gw berjalan gontai menuju kelas gw, tangga yang gw tapaki satu persatu terasa sangat panjang dengan kaki yang mati rasa akibat terlalu lama berdiri di bawah terik mentari. Ok, gw lebai.

Gw masuk kelas dan nampak wajah-wajah heran melihat gw, yang gw kenali mereka sebagai calon teman sekelas sepanjang 2 tahun kedepan. Gw tatap ke meja guru, ada bu guru kimia, yang katanya killer, masih ada di meja guru, gw sedikit kaget, karena gw pikir beliau sudah keluar karena udah istirahat. Nama beliau bu Syarifah. Beliau menatap gw, dingin, lalu berjalan ke arah gw. Keringat dingin nampak meluncur di dahi gw, ketika beliau ada di hadapan gw, gw berusaha menebak apa yang akan beliau lakukan. Ternyata…. Beliau berlalu di samping gw tanpa mengucapkan sepatah katapun. Gw merasa lega sekaligus ngeri, dengan sikap beliau yang dingin tadi. Ok, gw mencoba melupakannya dan menatap lagi ke kumpulan tatapan2 heran seluruh teman gw. Mereka seolah2 berusaha membuat gw paham, bahwa mereka ingin tahu kenapa gw telat sampe istirahat. Gw cuek walaupun gw tahu maksud mereka. Gw liat2 kursi kosong, Cuma ada satu di pojokan, mana mejanya cuma ada satu, artinya gw ga punya temen sebangku. Ok, gw terima kenyataan (pedih) ini dan berjalan ke sana dan gw dapati kursi butut dengan paku di sebelah kakinya nyaris lepas, gw dapati meja penuh debu, gw mengumpat dalam hati, kenapa mereka bersih2 tapi meja ini ga sekalian dibersihin sih.

Gw sampai pada kesimpulan, gw seharusnya bolos hari ini. Okelah, gw mencoba melupakannya, setelah gw kibas2 meja, dan gw duduk di kursi reyot itu. Gw tatap orang2 yang ada di depan gw, ada 4 pasang meja di satu barisan, semuanya cowo, cuma gw yg duduk sendiri. Di situ kadang saya merasa sedih. Gw kenali wajah2 mereka, sampai gw menyerah karena gw sama sekali ga tau nama mereka, ada sih beberapa yang gw pernah liat, bahkan pernah sekelompok pas Persami kelas X, tapi gw lupa namanya. Berhubung sekarang istirahat, gw putuskan kabur ke kantin, karena masih ada beberapa orang yang curi2 pandang ke gw, masih kepo tentang telatnya gw.

Di kantin, gw liat kantin didominasi kelas X, dilihat dari lambang kelas mereka yang kuning semua, kelas XI warna lambangnya hijau. Gw maklumi, mereka masih asik2nya menjelajahi sekolah, terutama kantin. Gw dulu juga begitu. Gw pikir, beberapa minggu lagi mereka juga bakal bosan, gw pun duduk di salah satu bangku panjang yang ga berpenghuni di tempat yang agak terpisah dari bagian kantin, bangku tersebut biasanya diduduki paman2 penjaga sekolah dan paman2 kantin. Di sana gw liat ada rokok milik paman penjual pentol, dan segelas teh yang nampaknya sudah dingin. Gw duduk, dan mencoba mengamati keramaian kantin. Gw dapati sesosok makhluk tuhan yang indah yang belum pernah gw lihat sebelumnya, yang gw simpulkan sebagai anak baru. Alasannya simpel, gw rasa walaupun gw ga kenal seluruh cewe di angkatan gw dan angkatan atas gw, setidaknya gw udah punya informasi yang lengkap tentang yang menonjol di antara cewe2 tsb, ya, gw seorang bejat dengan kedok siswa pendiam. Gw bersama Putra terbiasa untuk mengamati “bibit2 unggul” di antara cewe2 di sekolah, kami melakukannya setahun penuh di kelas X.

Gw amati cewe tersebut, bisa disimpulkan dia setara dengan level Erne, yang artinya dia cantik banget. Tapi dia ga akan gw ceritakan terlalu detil, karena di masa yang akan datangpun dia ga berperan penting di cerita gw, cuma sekedar jadi cuci mata buat gw saat istirahat sekolah. Dan bel tanda istirahat berakhir bunyi, gw pun bangkit dari tempat duduk gw, bukan untuk menuju kelas, tapi buat beli minuman di kantin yang mulai sepi. Gw bisa lebih leluasa bergerak di kantin di waktu2 setelah istirahat usai. Setelah sekitar 10 menit gw habiskan dengan meminum-minuman gw sambil mengamati pergerakan makhluk hidup di kantin yang menuju ke arah kelas mereka masing2. Kantin menyepi. Setelah minuman gw habis, gw putuskan untuk kembali ke kelas.

Sampai di kelas, gw dapati kelas ramai dengan suara tepuk tangan, gw lihat seorang cowo sedang berdiri di depan kelas, di meja guru gw dapati seorang bu guru sedang duduk mengamati, dan yang lain duduk manis di bangku masing2. Gw yang baru masuk menyita perhatian mereka, dan gw pun mendapat pertanyaan dari Guru tersebut:

Quote:


Gw pun tau satu nama baru di kelas ini, yaitu Adi si cowo yang lagi di depan kelas, yang rupanya sedang memperkenalkan diri. Gw berjalan menuju tempat duduk gw di pojok belakang, gw dapati di kelas tersebut ada 2 cewe yang pernah sekelas dengan gw pas kelas X, satu Pricil yang gw udah tau, satunya lagi Liana, cewe yang hobinya ngegodain cowo ganteng, tapi anaknya baik kok. Gw menyadari 1 hal lain dari kelas ini, yaitu…CEWEKNYA BANYAK BRO! Ada kali wajah gw jadi kaya gini -> emoticon-Genit pas ngeliat kenyataan tersebut (gw buru2 merubah wajah gw jadi emoticon-Cool lagi), gw hitung cowo di kelas gw, termasuk gw totalnya 9, dan ceweknya nyaris 3 kali lipat, karena gw liat cowo cuma menempati satu barisan penuh meja, dan 3 barisan meja lainnya diisi cewe semua. Satu hal lagi yang gw sadari dan gw syukuri, gw duduk di pojok belakang, gw bisa bebas mengamati situasi kelas, mengamati cewek-ceweknya tentunya. Awalnya gw pikir gw bakal kehilangan masa kejayaan gw (mengamati cewek2) setelah gw berpisah dengan partner kriminal gw di kelas X, Putra. Ternyata, kehidupan gw yang penuh kemesuman akan terus berlanjut hingga gw lulus, HWAHAHAHAHA. Hari itu, seharian gw habiskan mengamati dan mengumpulkan informasi tentang cewek2 di kelas gw.
Sesama anak kelas 3. emoticon-shakehand
1 lagi yang ada kata carry on : The Spirit Carry On - Dream Theatre, gan
Wah brondong. emoticon-Genit

ini ni seru ini. emoticon-Ngakak (S)


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di