alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Novel "Kameraku" by Radheart
5 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54f4027496bde6913c8b456b/novel-quotkamerakuquot-by-radheart

Novel "Kameraku" by Radheart

Apakah Adam akan menjadi pacar Hilda atau hanya Sahabat
Apakah Adam akan menjadi pacar Hilda atau hanya Sahabat
Jadi pacar dong gan :D
40.00%
Sahabat tuh gan
60.00%
Novel "Kameraku" by Radheart

By the way kalo berkenan di kasih rate dan komeng ya gan, biar ane lebih semangat update novel ini emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin

Halo agan dan sista sekalian, dalam kesempatan kali ini saya ingin membuat sebuah novel yang menceritakan tentang perjuangan sepasang sahabat dalam menyelamatkan alam. Thread ini juga dibuat sebagai permohonan maaf saya karena menunda kelanjutan cerita dari thread Travelers in Loveyang dalam beberapa bulan ini akan saya delay karena saya harus melanjutkan novel saya ini.

emoticon-I Love Kaskus (S) Hope You Enjoy it emoticon-I Love Kaskus (S)


Quote:


Spoiler for Rangkaian Cerita:


Dicerita karangan ane ini, ane berharap beberapa kaskuser bisa memberikan masukan tentang bagaimana kelanjutan cerita ini, siapa tau bisa memberikan ane inspirasi untuk melanjutkan cerita ini. Ane harap juga para reader bersedia komeng di novel ane ini, karena tanpa komeng dari kalian thread ini hampa emoticon-Malu (S)

Thanks buat semuanya, ditunggu aja ya kelanjutan ceritanya yang bakal ts update setiap beberapa hari sekali emoticon-Cendol (S)
Diubah oleh: radheart
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 2
PART 1 – Pameran Kampus

“Hei, siapa nama model ini?! Benar-benar cantik !”
“Benar-benar tepat sekali timingnya, bisa dapat pemandangan seindah itu”
“Wah, kalau yang ini terlihat berani ya!”

Begitu banyak aku mendengar suara komentar para pengunjung pameran fotografi di kampus ini, betapa senangnya aku melihat hasil karya para fotografer yang berhasil melambungkan namanya melalui event dan kontes fotografi seperti ini. Ah ya, perkenalkan namaku Adam, 21 tahun dan aku adalah fotografer amatir yang baru saja lulus dari sebuah universitas kecil di daerahku, entah sejak kapan aku mulai tertarik dengan dunia fotografi, tapi aku sangat kagum dengan keindahan alam dan bersumpah akan mengabadikan setiap momen keindahan alam di seluruh dunia ini.

Saat ini aku berada dalam sebuah pameran fotografi disebuah kampus yang terletak tak jauh dari tempatku tinggal, aku berkeliling mencari foto-foto yang menarik untukku, sejauh ini aku hanya melihat foto para model cantik yang sedang bergaya dengan anggunnya. Ahhh… aku gak begitu suka dengan foto seperti itu, yang kucari adalah foto alam serta flora dan fauna yang memang sejak dulu sudah mencuri hatiku karena keindahannya. Aku terus berkeliling ke sudut-sudut kampus yang sangat luas ini.

Brukkk… ah, aku menabrak seseorang
“Aduh maaf ya, kak. Saya gak sengaja tadi lagi cari-cari foto” ucapku, dan ternyata yang kutabrak adalah seorang wanita.
“Gapapa, tapi lain kali hati-hati ya. Nanti kalo kameraku jatuh, nangis aku” sahut wanita itu.
“Ehhh, i.. iya iya kak, yaudah saya permisi dulu ya” jawabku gamau repot.
“Kamu cari foto apa memangnya?” Tanya wanita itu
“Mmm, foto tema alam gitu kak”
“Oalah, itu ada dilantai 2” Jawab wanita tersebut.
“Oh gitu, oke kalo gitu makasih ya kak”
“Sama-sama” Jawabnya singkat

Ah, jadi grogi gini aku ketemu cewek kayak gitu, tinggi banget ya dia, jangan-jangan makan galah setiap hari hahaha, gumamku dalam hati. Aku benar-benar ga sabar melihat hasil jepretan para fotografer alam di pameran ini, langsung saja aku lari menuju lantai 2 dan benar ternyata disini adalah pameran foto alam dan satwa. Tidak terlalu ramai seperti di lantai 1 tadi, mungkin jarang kali ya peminat foto alam seperti ini, tapi sudahlah menurutku ini benar-benar keren dan membuatku betah disini.

Setelah kurang lebih 1 jam aku berkeliling dan foto-foto dengan kamera saku-ku, aku melihat sebuah foto yang benar-benar beda dengan yang lainnya. Aneh, memandang foto ini membuat mata dan pikiranku fresh, pemandangan hijau dengan sungai yang cukup deras dan beberapa pemandangan satwa yang sedang mencari makan itu membuatku betah untuk memandangi foto tersebut, kupikir lebih baik difoto saja untuk referensi fotoku kedepannya. Nah, sekarang saatnya makan siang dulu karena jam sudah menunjukan pukul 12.15 siang. Aku bergegas menuju tempat panitia di lantai 1 untuk menukarkan kupon makan siangku, dan segera mencari tempat yang teduh. Melihat semua orang makan diruangan, rasanya aku malas makan didepan banyak orang, takut kelihatan kayak busung lapar hahaha. Sebaiknya aku cari tempat yang sejuk saja dibawah pohon, kucari dan aku menemukan danau kecil tak jauh dari kampus, memang ada beberapa sih yang makan disini tapi gapapalah, ga sebanyak yang tadi kok. Aku makan dengan lahap dan buru-buru, sampai tidak sadar 2 orang datang dan mengambil posisi makan didekatku, begitu melihat mereka aku jadi kaget dan langsung tersedak.

“Uhuk hoekk”
“Lho kenapa mas?” Tanya seorang wanita di dekatku.
“Keracunan ya? Hahaha” Sahut salah seorang pria yang datang bersamanya.
“Hush, ngaco kamu” Ucap wanita itu lagi dan segera kuminum air mineralku, begitu bisa jelas melihat ternyata salah seorangnya adalah wanita yang kutabrak tadi.
“lah, mbak yang tadi ya?” tanyaku
“Kamu yang nabrak aku, bukan?” Dia tanya balik
“Hehe iya mbak”
“Enak aja mbak, aku masih muda tau” sahut dia sewot
“Jangan panggil mbak, panggil tante ! hahaha” ledek temen cowoknya
“Yeee kamu lebih songong ya !” sahut wanita itu kesel
Pria itu tertawa keras dan aku hanya bias tertawa kecil karena masih bingung dengan keadaan, dan tentunya grogi sedikit.
“Nama aku Hilda, ini temenku namanya Arif. Namamu siapa?” Jawab dan Tanya dia kepadaku.
“Saya Adam, kak. Kakak panitia disini?” Tanyaku
“Engga kok bukan, aku peserta hehe”
“Oooh, tema fotonya apa kak?”
“Tema Alam dan Fauna, Dam. Kamu tadi ke lantai 2 kan? Disana ada karyaku”
“Wah yang mana karyanya kak? Saya kurang perhatiin nama-nama kontestannya tadi”
“Fotoku ada disebelah kiri foto yang juara 1, Dam. Lihat kan kamu yg juara 1? Bagus ya hehe”
“Oooh ya tadi saya sempet lihat kak, tapi foto kakak bagus juga kok”
“Makasih, Dam” sahut dia dengan senyum kecil
Akhirnya untuk beberapa saat kami bertiga makan bersama dan aku sempat ngobrol-ngobrol dengan temannya Hilda yaitu Arif, dan ternyata dia berprofesi sebagai guide tour di sebuah perusahaan travel. Setelah beberapa saat kami bersantai, aku berpisah lagi dengan mereka untuk melihat-lihat beberapa koleksi foto lainnya.

Aku jadi kepikiran, sebenarnya foto milik hilda itu belum kulihat karena aku juga ga mudeng dimana posisi foto juara 1 nya hahaha. Segera aku naik ke lantai 2 untuk melihat foto milik hilda dan begitu kagetnya aku ternyata foto tersebut adalah foto milik Hilda. Foto yang kupandangi tadi sebelum makan siang, yang benar-benar membuat mata dan pikiran fresh.
“Ini punya Hilda?! Gila, bagus banget” Ucapku dengan nada kaget
Betapa terkejutnya aku, foto yang seperti itu saja belum bisa menempati posisi 1 dalam event ini, padahal kalau dibandingkan dengan foto juara 1 aku lebih sreg dengan foto milik Hilda ini. Ah sudahlah, memangnya aku panitia. Hal ini membuat diriku menjadi penasaran, bagaimana cara mendapatkan foto dengan hasil sebaik ini, aku berfikir untuk menemui Hilda lagi, kucari dia kesana-sini tapi tidak ketemu juga, padahal kalo ga dicari gampang sekali ketemunya.

“Haaah” Gumamku kecewa
Yasudah, mungkin belum rezeki. Kali aja lain waktu ada yang bisa ngajarin fotografi dengan hasil sebaik milik Hilda. Karena hari sudah mulai sore, kuputuskan untuk pulang karena besok aku harus pergi dengan kakakku dalam sesi pemotretan pernikahan temannya. Aku memutuskan untuk pulang naik bus, karena kalau naik angkutan umum pasti panas dan desak-desakan. Entah ada angin atau petir semacam apa, aku bertemu Hilda saat menunggu bus datang.
“Enak ya jadi cewek, muncul kapan aja tanpa dosa” pikirku dengan sedikit tertawa geli

“Kak Hilda!” Teriakku
“Eh Adam, pulang lewat sini juga? Bareng dong kita” sapa dia dengan senyum manisnya, alamak kenapa semakin lama aku berfikir kalau dia cantik ya. Hush, makin ngawur aja aku ini.

“Iya kak kebetulan aja, naik angkutan umum pasti panas soalnya haha”

Aku tidak ingin melewatkan kesempatan ini, langsung saja kutanyakan ke Hilda tentang fotonya itu di pameran tadi.

“Kak, ajarin aku fotografi dong !” Pintaku dengan sangat yakin
“ha? Minta ajarin fotografi?” tanyanya bingung dan sempat diam sejenak

“hahaha, kamu orangnya to the point banget ya, traktir dulu laaah” sahut Hilda dengan sedikit meledek
“eh.. iya kakak mau makan apa deeeh?”
“Hahaha lucu ya kamu, gampang banget dirayu, bercanda kok aku” sahutnya sambal mengeluarkan senyumnya yang super manis itu.
“Hahaha yaudah kalo gamau di traktir” sahutku gamau kalah
“Yaudah kalo gamau diajarin” sahutnya pendek
“Eeeeh iya iya kak, tadi bilangnya bercanda -_-“
“Hahaha tuh kan gampang banget digodainnya kalo udah mau” Dia terlihat tertawa puas seperti kita sudah kenal lama, padahal baru saja tadi aku hampir menjatuhkan kameranya itu.

“Yaudah, kalo kamu mau belajar besok ikut aku sama Arif kita hunting bareng” sambung dia dengan nada semangat
“Yah besok aku gabisa kak, harus ikut kakak ke acara pernikahan temennya”
“Emmm, ini kan hari kamis kalo gitu hari sabtu besok kita hunting bareng-bareng lagi, nih aku kasih nomer hp aku”

Alamak, baik banget ternyata Hilda itu, orangnya ga sombong sedikitpun, dan mau ngajarin ilmu fotografinya ke orang yang baru dia kenal kayak aku ini.

“Oke kak, nanti aku hubungi kak Hilda ya” sahutku dengan nada senang

“Oke, panggil aku Hilda aja ya”
“Siap Hil”

Tak terasa bus datang memotong percakapan kami dan siap mengantarkan kami pulang ke tempat tujuan masing-masing. Dipersimpangan ketiga aku harus berpisah dengan Hilda karena aku harus menyambung ke bis yang lainnya. Entah kejadian apa yang kualami hari ini, rasanya aku senang sekali bisa mempelajari fotografi lebih jauh lagi dan bisa berkenalan dengan orang seperti dia. Kuharap ini adalah langkah awal bagiku untuk melangkahkan kakiku lebih jauh di dunia fotografi.

“Aku pasti bisa menjadi Fotografer yang hebat !”

to be continued...
Diubah oleh radheart
Part 2 – Perkenalkan Sahabatku

Namaku Hilda, aku berumur 22 tahun dan aku sangat mencintai fotografi, aku tinggal bersama ayahku, kami selalu berpindah-pindah kota juga negara karena ayahku adalah seorang pelukis yang selalu mempunyai pekerjaan berpindah-pindah tempat, Ibuku meninggal saat aku berumur 10 tahun karena sakit dan adikku sekarang berumur 12 tahun. Beberapa bulan yang lalu aku mengikuti kontes & event fotografi disebuah kota yang sedang aku tinggali bersama ayah dan adikku sekarang.

Beberapa bulan berselang, aku mendapatkan kabar bahwa hasil karyaku gagal menduduki peringkat 3 besar namun karyaku menempati posisi ke-5 di kontes ini. Aku tidak menyerah, ini bukan pertama kalinya aku mengalami kekalahan, aku sudah berkali-kali mengikuti kontes dan event fotografi seperti ini dan selalu memilih tema alam karena memang sudah sangat lama aku jatuh cinta dengan keindahan alam.

Aku mengalami hal yang kurasa cukup aneh hari ini, aku datang ke pameran hasil karya para fotografer dari kontes yang aku ikuti dan disana aku bertemu dengan pria bernama Adam, entah mengapa pertemuan dengannya terasa seperti bukan hal yang biasanya, memang pada saat pertama kali bertemu dengannya aku tidak banyak kerkata-kata namun ada satu hal yang mengganjal pikiranku saat Adam pergi meninggalkanku. Aku merasakan kehadiran seorang pria yang akan membawa perubahan, terlihat sangat jelas di raut mukanya yang tanpa keraguan. Kuputuskan untuk mencarinya, karena dia bilang ingin melihat foto-foto bertema alam maka kutunjukkan jalan ke lantai 2, tetapi saat aku kesana dia sudah tidak ada, kupikir dia sudah pulang karena aku cukup lama juga berfikir untuk mencari dia. Kuputuskan untuk mengisi perutku ini dan mencari temanku dahulu, Arif. Arif adalah temanku sejak SD, kami bermain selama kurang lebih 2 tahun sebelum aku berpindah tempat tinggal lagi, namun saat ini dia sudah tinggal sendiri dan berprofesi sebagai guide tour, jadi kami dapat bertemu kapanpun kami mau.

Aku menukarkan kupon makan siangku di panitia, dan berharap kalau Adam masih ada di pameran ini. Bersama dengan Arif, aku mencari tempat makan yang nyaman dan tidak terlalu ramai.

“Rif, Makannya didanau aja yuk. Disana ramai banget” ajakku kepada Arif, kemudian Arif mengangguk tanda sependapat denganku.
“Rif, tadi aku ketemu cowok yang belum pernah aku temuin sekalipun sebelumnya, tapi kayaknya gak asing deh” ucapku memulai percakapan.
“Cowok hil? Kayaknya setiap ketemu cowok kamu bilang gitu terus. Ini tanda-tanda kalau udah saatnya mengakhiri ke-jonesan kamu kali hil” HAHAHA tawa Arif yang cukup keras
“Ih, kamu tuh dari dulu ga pernah bisa ya di ajak ngobrol serius. Bercanda terus” sahutku sebal.
“Hahaha becanda hil, kamu masih inget wajahnya ga? Kita cari aja kalo gitu, kan acara ini sampe sore mungkin dia masih disini” ajak Arif
“Lupa-lupa ingat sih, yaudah abis makan temenin aku ca… eh itu kayaknya orang yang aku ceritain tadi deh Rif !” sambungku setelah tiba-tiba aku melihat sosok mirip Adam
“Coba deketin dulu ayo, nanti salah orang kan malu kita” ajak Arif
Aku dan Arif segera menuju danau tempat cowok yang kukira si “Adam” itu pergi untuk menyantap makan siangnya, dan benar saja ternyata itu adalah Adam. Kudekati dia dan kulihat dia makan dengan sangat lahap, aku kaget sekali tapi kucoba untuk tidak mengganggunya dulu sebelum Ia selesai makan. Tapi yang terjadi dia malah tersedak karena melihat kehadiranku dan Arif. Saat itu kami berbincang dan saling berkenalan, akan tetapi aku bingung harus memulai percakapan seperti apa dan berujung dia pergi untuk melihat-lihat koleksi pameran lagi.
“Rif, aneh ya rasanya aku pernah ketemu sama Adam” ucapku pada Arif
“Iya sama aku juga kayaknya pernah ketemu sama dia deh Hil” sahut Arif
“Ah, yang bener Rif? Kapan? Dimana?” Tanyaku dengan tidak sabar
“Ya enggak lah, orang aku aja tau dia karena kamu tadi cerita hahaha”
“Tuh terus aja Rif, kamu ngeselin banget deh” aku mulai merasa bete
“Yaudah Rif, besok kita jadi hunting ga?” sambungku
“Jadi dong, masa gak jadi mulu haha” jawab Arif



“Hil, aku cabut duluan ya nanti sore aku mau reoni sama temen-temen SMA ku” ucap Arif
“Iya Rif hati-hati ya, aku masih mau disini” jawabku
“Gak nanya aku Hil” ujar Arif dengan tawa puas meledekku seharian
“huh dasar ngeselin kamu” sahutku bete sambil cubit-cubit kesel
“besok jam 3 sore aku tunggu ya di stasiun” Ucap Arif
“Okay” jawabku singkat

Akhirnya percakapan kami berakhir dan Arif mulai menghilang dari hadapanku, aku masih betah dipameran ini dan sekarang aku mau menemui teman-temanku dulu sebelum pulang. Keramaian ini membuatku merasa tidak kesepian, entah kenapa disaat seperti ini keramaian lebih mengasyikkan ketimbang sendirian, tapi kalau lagi hunting sih emang asiknya ga ramai-ramai haha pikirku singkat.

Berkumpul dan bersenang-senang dengan teman memang merupakan momen yang berharga, tak terasa siang sudah berganti menjadi sore dan pameran akan segera ditutup untuk dilanjutkan esok hari. Kuputuskan untuk pulang kerumah segera, aku berpisah dengan kedua temanku karena kami akan melawati jalur yang berbeda. Kulangkahkan kakiku menuju halte bus dan memang benar tak disangka, aku bertemu Adam disana, dan dia menyapaku layaknya sudah akrab denganku. Adam memulai percakapan yang benar-benar tak kusangka, dia minta aku untuk mengajarkan teknik fotografi kepadanya, hahaha aku benar-benar tak menyangka kalau orang seperti dia tidak malu untuk minta diajari bahkan oleh wanita sepertiku, memang sih aku sudah sering mengikuti kontes fotografi tapi aku tidak berbakat dalam mengajari orang, apalagi orang yang baru kukenal seperti Adam. Tapi melihat Adam menunjukan keyakinan melalui raut wajahnya, aku merasa tenang dan yakin kalau aku bisa mengajarinya teknik fotografi yang kukuasai, dan aku berfikir bahwa ini adalah kesempatanku untuk mengembangkan kemampuan fotografiku.

Ya itulah sekilas yang kualami hari ini, bertemu dengan orang yang membuatku semakin semangat untuk mengasah skill fotografiku ini.
“bzzzzzzz~~” handphone-ku bergetar dan ternyata itu adalah sms dari Adam.

Adam : Hil, nih nomer aku. Adam
Aku : Siiip, nih aku kasih pin bbm aku. Udah gak zaman sms-an Dam hahaha
Adam : Kode banget minta di invite ya hahaha
Aku : Ish enak aja, kamu mau belajar fotografi gaaa?~
Adam : iya iyaaa, dasar -_-

Akhirnya kamipun bertukar kontak bbm satu sama lain, saat itu Ia memasang display picture pemandangan alam yang cukup indah namun kelihatannya masih agak gelap, mungkin belum dia edit atau mungkin cameranya belum di setting waktu ambil foto ini. Kami tak melanjutkan percakapan lewat BBM saat itu, aku tidur karena merasa sangat lelah dan berharap bisa mendapatkan tidur yang berkualitas.

Keesokan harinya, entah kenapa badanku merasa sangat lemas. Aku bahkan bangun kesiangan tidak seperti biasanya, aku memanggil ayahku berusaha memberitahu aku sedang dalam kondisi tidak sehat. Seketika ayahku datang dan memutuskan untuk membawaku ke dokter, semakin aku berjalan semakin pusing kepalaku dan lama kelamaan aku terjatuh pingsan.

Seketika, aku terbangun dan sudah berada disebuah ruangan disebuah klink dekat rumahku.

“Ayah…” Ucapku
“Kamu kecapekan, 2 hari dari kemarin ke pameran terus sih. Kan sehari aja cukup, kemarin harusnya kamu istirahat” Ucap ayahku
“hehe iya yah, maaf ya abis ini kan pertama kalinya karya Hilda dipajang dipameran” Sahutku pada Ayah
“yaudah kamu hari ini istirahat ya, kamu cuma kecapekan. Nanti sore udah boleh pulang kata dokternya” Ucap Ayah

Pada akhirnya aku membatalkan rencanaku untuk hunting bersama dengan Arif, dan menggantinya menjadi hari sabtu bersamaan dengan Adam. Arif tidak keberatan sedikitpun dan malah khawatir dengan kondisiku, aku merasa sangat beruntung punya sahabat seperti dia. Sore hari dia datang untuk menjengukku dirumah.

“Tumben Rif, bawa makanan.. biasanya kamu yang makan disini haha” Guyonku
“Yeee ini aku bawa buat aku sendiri, bukan buat kamu” sahut dia
“Ada aja ya sahutan kamu, heran haha”

Aku merasa sedikit baikan karena memang kata dokter aku hanya kelelahan dan butuh istirahat satu hari saja disertai dengan makan makanan yang sehat. Aku tidak sabar menunggu hari esok untuk hunting foto bersama dengan Arif dan Adam. Kuharap mereka bisa akur seperti aku menjalani persahabatanku dengan Arif.
Diubah oleh radheart
emoticon-Travelleremoticon-Traveller emoticon-Traveller

RESERVED FOR PART 3

emoticon-Toast emoticon-Toast emoticon-Toast
Enjoy it, Taylor Swift - Everything has Changed


[YOUTUBE]



emoticon-Kaskus Radio emoticon-Kaskus Radio emoticon-Kaskus Radio
Diubah oleh radheart
Jadi dipindah dimari nih gan? emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
Quote:


kena gusur gan emoticon-Ngakak
Keren gan tema yg jarang diangkat 'fotografi', karena masih ada unsur seni ane ijin ninggal jejak hehehe...

Salam kenal & keep update TS
Goodluck
Quote:


Terimakasih banyak gan udah mampir disini dan tunggu update selanjutnya ya emoticon-Cendol (S)

kebetulan kalo agan memang suka fotografi kita bisa tukar instagram gan, follow aja ane @rakaheart atau @heartraveler emoticon-Cendol (S)
Quote:


domisili dimana gan? gua follow nih instagram lu, lagi suka fotografi juga nih gua gan, jarang hunting tapi gua.
dari jalan ceritanya seru nih. kaya film 5cm tapi ini versi fotografi. btw ane juga kaya karakter adam emoticon-Traveller
Quote:


Jakarta Timur gan, ane selalu sempetin kemana2 bawa kamera minimal hp gan soalnya seru aja share hasil jepretan sendiri di IG emoticon-Big Grin
kapan-kapan boleh dong hunting bareng emoticon-Cendol (S)
kalau udah follow nanti ane follback gan emoticon-Cendol (S)
Quote:


hehe ane belum pernah nonton 5cm gan emoticon-Malu (S)
boleh dong agan tuangin sedikit masukan supaya ngasih ane inspirasi buat update novel ini emoticon-Cendol (S)
Quote:


wah gua tangerang sih gua pak, tapi kuliah disemarang, anak arsitektur yak? iya tuh gua juga pake hape, DSLR lagi proses belajar.

lanjut deh pak ceritanya, bagus kok menarik penasaran aja hilda sebenernya punya hubungan apa sama si adam.
Quote:


betul pak, ane make dslr paling kalo lagi sama temen ane aja soalnya ane ga punya hahaha
ane pake kamera hp atau prosummer aja gan

wah wah makasih gan ditunggu aja ya updatenya emoticon-Cendol (S)
ENJOY THIS
OWL CITY - TO THE SKY

[YOUTUBE]


LYRIC

Quote:
Diubah oleh radheart
emoticon-Sundulemoticon-Sundul emoticon-Sundul

Dibantu sundul, dibantu rate, dibantu komeng yuuuk

Sambil ts nulis kelanjutannya


emoticon-Toast emoticon-Toast emoticon-Toast

emoticon-Rate 5 Star emoticon-Rate 5 Star emoticon-Rate 5 Star
hallo
ehmm..mau jadi novel ya. semoga sukses bisa diterbitkan penerbit besar.
boleh kasi masukan dikit? boleh deh..heheehehe..
1. kata orang kalau sesuatu yang benar kita alami, lbh mudah diceritkan. kalau blm mengalami, maka harus diawali dengan observasi. observasi pustaka atau lapangan. maksud saya. tema yang agan angkat ini fotografi. kalau agan fotografer, agan pasti engga akan kesulitan. cuma di bab satu saya menemukan ada obrolan "tema fotonya apa?" dijawab "tema alam dan fauna?..bla-bla bla". biasanya yang ditanya itu judul fotonya. dan kalau seorang fotografer suka landscape biasanya juga suka naik gunung.

2. cerita kecepetan. mungkin salah. ketika hilda merasa pernah lihat/kenal aku kesannya udah ada rasa tertarik. menurutku terlalu cepat kalau masuk bab dua.

3. jujur seh kalau aku paling engga suka kalau ada pov ganti-ganti. kenapa engga sekalian pake sudut pandang orang ketiga. jadi lebih leluasa, jangan dipaksakan pake pov orang pertama.

itu seh menurut aku. maaf kalau ada salah-salah kata. silahkan di perbaiki kalau ada kata saya yang salah.
terima kasih..
Quote:


hihi makasih banyak yaa buat agan ini udah bersedia kasih masukan emoticon-Blue Guy Cendol (L) emoticon-Blue Guy Cendol (L)

disini saya memang ga menceritakan pengalaman saya langsung, karena saya sebagai arsitek akan lebih memfokuskan ke penyelamatan alamnya, sejujurnya pengalaman fotografi saya masih sangat minim hihi emoticon-Malu (S)
jadi dengan sangat penuh harapan, ts berharap semua kaskuser bisa kasih kritik dan saran emoticon-Smilie

nah yg bagian kedua masukan yg bagus banget nih, semoga kedepannya ts bisa menyajikan kelanjutan novel ini lebih menarik lagi, thanks banget buat masukannya emoticon-Shakehand2

nah kalau sudut pandang orang karena udah terlanjur pakai sudut pandang tokoh utama alias adam jadi ts akan terusin, ts berusaha menyajikan yg terbaik meskipun dengan sudut pandang orang pertama emoticon-Smilie emoticon-Smilie

big thanks banget buat agan ini, semoga masukannya bisa buat penyajian novel ini jadi lebih baik kedepannya dan semoga doanya terwujud emoticon-Smilie
sukses ya buat agan emoticon-Blue Guy Cendol (L) emoticon-Blue Guy Cendol (L)
TS lagi istirahatin mata sementara, spoiler part 3 sudah dibuat tapi belum diolah jadi mateng emoticon-Big Grin
so, ts buatin deh Part 3 versi cerita ngetik di hp selagi ts lagi keluar nemenin sang ratu ke dokter gigi emoticon-Malu (S)
nantinya, pasti di update lagi ke yg lebih bagus emoticon-Smilie

check it out...

Part 3 - Dipikiranku

Seharian aku menemani kakakku di acara pernikahan temannya, terlihat sekali betapa dia menikmati pekerjaannya sebagai seorang fotografer disetiap acara pernikahan. Aku sesekali menjajal kamera dslr miliknya yg sudah beberapa bulan ini Ia miliki, wajar saja betapa senangnya Ia bisa mengangtungi kamera dengan hasil jerih payahnya sendiri, sudah modis bisa menggaet rezeki pula. Kadang aku terpikirkan untuk bekerja, tapi aku tidak ingin membusuk seperti orang-orang, berjam-jam dikantor tanpa adanya kebebasan, entah aku ini pemalas atau apa? Hahaha.

Sesekali aku teringat dengan hilda, "Apa dia ke pameran ya hari ini?" Gumamku. Tiba-tiba kakakku datang dan menepuk punggungku, sontak membuatku kaget.
"Dam, bengong aja ! Gantian sebentar dong kakak mau ke toilet" ucapnya
"Yah nanti hasilnya jelek kak, liat aja tadi gelap kan hasilnya? Blur lagi haha" sahutku
"Gapapa sebentar aja, dari pada bengong nanti kamu kesurupan malah malu aku" ledeknya
"Ah ngeselin, sini kameranya kak" ucapku pasrah.

Kakakku berumur 24 tahun, Irma namanya. Ia bekerja setelah lulus kuliah, tapi tidak disini. Kami tinggal berjauhan, ia memutuskan untuk merantau karena ingin hidup mandiri. Saat ia mendapatkan jatah libur dari perusahaannya, ia memutuskan untuk mengunjungiku dan keluarga. Aku senang bisa bertemu dengannya lagi, aku merindukannya biarpun ia menyebalkan, entah kenapa kami bisa bersaudara, aku sangat bingung. hahaha

Aku sudah janji untuk hunting dengan hilda dan arif besok sore, tapi jujur saja aku sangat malu. Aku tidak punya kamera dslr seperti hilda, aku juga tidak mungkin pinjam kakakku karena besok Ia ada panggilan freelance foto pra-wedding lagi. Aku sempat mengumpulkan uang, tapi hanya bisa membeli sebuah kamera saku yang selama ini selalu kupakai kemana-mana. Tapi tak apalah, suatu hari aku pasti bisa membeli dslr seperti mereka.
Lama aku menunggu kakakku, akhirnya selesai juga. Sesuai janjinya, ia akan mentraktirku makan karena sudah membantunya hari ini, terkadang aku berfikir punya kakak itu asyik, tapi tidak jarang juga aku berfikir lebih baik jadi anak tunggal. Hahaha

"Kak, aku besok mau hunting foto. Kemarin aku kenalan sama fotografer dan dia bilang mau ajarin aku" ucapku
"Kakak gamau pinjemin kamera kakak" jawabnya sinis
"Siapa yg mau pinjem, yeee dasar ngeselin" jawabku kesal
"Hahaha, bercanda. Kalo selain besok, pakai aja kamera kakak. Emang kamu kenal sama fotografer dimana?" Tanyanya
"Kemarin di pameran, orangnya gak sombong lho. Cantik lagi hahaha" ujarku
"Cantik? Cewek jelek aja gamau sama kamu, apalagi yg cantik? Hahaha" ledeknya
"....." aku hanya pura-pura tidak dengar, aneh banget punya kakak kayak dia.
"Haha bercanda dam, kamu sensi banget ya sekarang kayak cewek. Siapa namanya dam?" Tanyanya penasaran
"Hilda" jawabku singkat
"Hilda? Hilda siapa nama panjangnya?" Tanyanya semakin penasaran
"Mana aku tau, masa iya nanya nama orang sampe segitunya -_-" sahutku
"Nggg iya juga sih ya, kok mau dia ngajarin kamu dam? Kamu pake jurus apa?" Tanyanya semakin kepo
"Kan aku bilang dia baik kak, ga kayak kakak" jawabku meledek
"Kakak tarik ucapan kakak, jangan pegang kamera kakak ya.." ancamnya
"Ada aja sih nyahutnya, heran -_-" ucapku

Hari mulai menjelang malam, kami bergegas pulang kerumah untuk mengolah foto-foto hasil jepret tadi supaya lebih bagus hasilnya sebelum diserahkan. Sekali lagi aku teringat dengan hilda, betul juga ya kata kakak kok dia mau ngajarin aku ya? Apa mukaku kelihatan mengancam waktu minta ke dia? Hahaha besok juga aku tahu jawabannya. Aku tak henti bergumam, seperti apa ya Arif itu? Kira-kira dia asyik gak ya orangnya? Atau jangan-jangan dia pacarnya Hilda?? Yah, jadi gak enak... pikirku tak henti.

Kusimpan semua rasa penasaranku dalam hati untuk hari esok, semakin aku penasaran semakin tinggi juga semangatku untuk bisa menjadi fotografer yang hebat. Akan kubuat kakak dan keluargaku bangga akan diriku.

"Semangatku adalah cahaya keberhasilanku!"

to be updated...
Diubah oleh radheart
Quote:


Ane kalo boleh nyaranin, nanti kaya liburan di suatu kawasan (alam) tetapi pembaca bisa membayangkan seperti apa tempatnya (dibuat seral mungkin) + mungkin nanti tokoh utama sama yang perempuan endingnya nikah emoticon-Malu (S)

emoticon-Malu (S)
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di