alexa-tracking

kalau aku egois, kamu apa?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54f3af3932e2e69c7e8b456d/kalau-aku-egois-kamu-apa
kalau aku egois, kamu apa?
Kalau aku tak berdiri ditempat ini, apa kamu masih berdiri disampingku seperti biasanya? Apa mungkin pertemuanmu dengannya akan tetap terjadi? Mungkin sudah begini seharusnya, aku dan kamu dengan jalannya masing – masing.


Pagi itu tidak seperti biasanya, pagi – pagi motor matic hitam sudah ada didepan rumah, dengan sigap aku keluar,

‘nanti ati ati ya on, kok jadi sedih dah’
‘dih kenapa dah lu on?jangan sedih lahhhhh’
‘yaudah aku anter adek dulu ya, atiati nanti maaf gabisa anter kesana’
‘ iya atiati ya salam buat bapak ibu ya’
‘ aku pamit ya de’ bicara ke adiknya, dia turun lalu memeluk erat
‘ jangan nangis dong de aku kan jadi sedih, nanti kan masih bisa pulang ke sini’

Sesaat kemudian mereka pulang, tak lama dari itu aku bergegas berangkat ke salah satu kota dimana aku melanjutkan sekolah, lebih tepatnya kuliah di salah satu universitas swasta di sana. Dari situ semuanya dimulai, long distance relationship seperti kebanyakan teman – teman satu sekolah dulu, 1 bulan pertama masih bisa dilalui cukup lancar, sekitar 4 bulan sesudahnya mulai ada yang janggal, mulai ada yg beda dari dia, sampai akhirnya hari itu aku buka salah satu sosmed dan mendapati satu update dari dia

“cek pesan kels with ina”
Mulai dari situ aku tau mereka bukan hanya sekedar berkabar layaknya teman smp nya dulu, semua itu dilakukan dengan alasan aku tidak lagi seperti dulu yang punya banyak waktu dengannya, puncaknya ada salah satu event besar di kampus yang mengundang salah satu band favorit

“mau ada m**** loh on di sini aku udah dibeliin tiket sama rahma vella juga”
“emang udah dibolehin sama aku?”
“lah kan udah tau,lagian jelas jelas kamu kan tau aku suka sama band itu kan”
“terserah”

Dari situ semuanya dimulai, dia dan ina makin intensif komunikasi, sampai suatu saat aku tau mereka janjian ke salah satu tempat makan dengan 2 teman lainnya, yang aku tau setelah itu mereka antar salah satu temannya ke tempat angkutan umum dan dia berkata

“yuk aku anterin”………
image-url-apps
Wuih masih fresh ne ceritanya…
Ne real story Gan?
Hmmmmm agak bingung ama ceitanya gan, mungkin bisa dikasih prolognya biar paham
gagal pertamax di trit ini emoticon-Hammer

gua lebih suka gaya cerita di trit lu yang dulu, lebih mengalir. tapi terserah juga sih gaya ceritanya lu yang sekarang mau gimana.

yang penting di update terus ya sis, jangan sampe berhenti di tengah jalan. emoticon-Big Grin

soalnya gua kepo sama cerita lu. emoticon-Ngacir
KASKUS Ads
Quote:


iya real story ganemoticon-Big Grin

Quote:


payah gagal pertamaxemoticon-Cape d... (S)
iya ditunggu aja ya gan hehe

part 2

Aku ingat hari itu, dia tidak sepenuhnya jujur kalau dia bertemu dan mengantar Ina pulang. Di hari berikutnya karna aku akan kembali lagi ke bandung seperti biasanya pagi – pagi dia sudah ada dirumah untuk mengantar ke travel langganan.

“pinjem hp dongggg” kataku
“ah jangan on”
“yaelah pelit amat”
“yaudah nih”

Aku mulai mengecek hpnya seperti biasa, sampai saat galeri hpnya terbuka, ada 1 foto yang menggambarkan pertmuan mereka kemarin, aku amati baik baik, ternyata benar ada ina disana, dan juga ada fachri disana,pacarku.

“oh ini ketemuan dimana?”
“ditempat es di deket waktu malem malem makan sama kamu ituloh”
“ada ina juga?”
“iya”

Karna waktu sudah mendekati waktu travelku berangkat, aku bergegas kesana dan akhirnya kembali ke bandung dengan perasaan yang tidak seperti biasanya. Setiap 2 minggu aku selalu pulang, maklum saja baru kali ini harus melanjutkan sekolah sedikit jauh dari rumah. Akhir – akhir ini setiap pulang dan bertemu fachri,topik utama obrolan kami ya ina, sampai aku tau mereka masih terus berhubungan, sempat aku bertanya pada fachri

“emang gabisa ya on gausah contact an sama dia lagi?”
“aku gaenak sama dia, itung itung nebus salah waktu itu nyakitin dia waktu smp”
“emang dia mikirin?orang kok gaenak sama dia,lah aku gimana?”
“ya lagian salah sendiri waktunya pulang malah nonton konser”
“yaelah nonton juga cuma sehari,lah ini taunya contact an lebih dari sehari”

Begitu seterusnya, sampai saat aku pulang lagi, dia meminta untuk menemani mencari salah satu barang untuk keperluan kelasnya, sampai dirumah dia hanya berhenti didepan rumah dan berkata kalau akan nonton bioskop, saat ditanya dengan siapa dia tidak menjawab dan hanya berkata dengan temannya, karna aku bukan tipe yang mempermasalahkan kalau memang dengan temannya, dia juga sempat bilang jangan menghubungi dari sore sampai malam, ditanya kenapa tetap saja tidak menjawab, sampai malamnya aku melihat display picture fachri foto kaki dia dengan seseorang yang memakai sepatu pink dengan pita diatasnya, karena di hpku tidak kelihatan, banyak teman teman yang bertanya, itu siapa yang ada di foto fachri. Karna mereka tau kalau aku tidak mungkin memakai sepatu pink dengan pita diatasnya, dan dari situ saja sudah bisa di tarik kesimpulan kalau mereka memang nonton berdua. Padahal jelas aku sedang pulang, dan sebelumnya aku masih menemani mencari barang untuk kelasnya,ketika ditanya kaki siapa disampingnya dia tidak menjawab dan hanya berkata bahwa itu hanya kaki perempuan disampingnya yang tidak dia kenal. Tapi setelah aku desak dia hanya berkata

“iya aku nonton berdua sama ina”……..emoticon-norose
udah mula kecium aroma2 selingkuh emoticon-EEK!

gak enak? buat nebus salah karena pernah nyakitin dulu? bullshit abis emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)

keep update sis, ane pantengin terus tritnya emoticon-linux2
image-url-apps
Quote:


jangan suka jleb gitu kalo ngomong-_-
iyaiya ditunggu dulu aja ya
Part 3

Keesokan harinya karna sudah merencanakan untuk bertemu dengan teman – teman SMA, siang harinya beberapa dari mereka sudah ada dirumah, salah satunya pasti fachri, beberapa pertanyaan muncul dari mereka yang seperti sangat penasaran dengan foto yang dia jadikan sebagai display picture nya kemarin

“kemaren abis nonton sama siapa ri?emang sama tisha nontonnya ri?” ujar fitri

“tapi kakinya kecil loh itu, kaki si tisha gamungkin segitu kan mana sepatunya pink lagi” ujar wisnu bersemangat

“sialan lu nu kaki gue se gede apa emangnya, tanyain lah sama yang abis nonton, suruh ngaku abis nonton sama siapa” jawab aku sedikit sinis

“apasih itu foto kaki mbak mbak yang duduk di samping gue kok hahaha asal gue foto aja itumah” jawab fachri santai

“ga kenal sih duduknya deket banget ri” ujar vella

Begitu terus tapi tetap saja tidak ada jawaban yang pasti dari dia, dan sedikit aneh dia pamit pulang terlebih dulu, padahal biasanya dia selalu pulang paling terakhir dari yang lainnya. setelah berpamitan anak – anak masih belum pulang, alhasil aku mengintrogasi mereka dan dari beberapa pertanyaan dan jawaban dari mereka aku mendapat informasi tentang fachri, ternyata waktu itu mereka sempat menonton bioskop dengan beberapa teman lainnya, pada saat itu dia (fachri) berniat untuk mengajak salah satu teman perempuan yang aku kenal juga sewaktu SMA, namun ternyata tidak jadi, sesudahnya menonton bioskop mereka sempat diajak fachri untuk ikut bersamanya ke salah satu tempat makan pinggir jalan di daerah sana, tapi beberapa dari mereka menolak untuk ikut, dan ternyata hari itu adalah hari dimana fachri bertemu lagi dengan ina dan teman – teman lainnya. wisnu bilang kalau dia seperti buru buru pulang

“ gue sih bilang aja gamau ikut sha, lagian udah kebaca sih dia mau ketemu siapanya, dia juga aneh akhir – akhir ini” ujar wisnu sebelum pulang.
Part 4

Seperti biasanya aku sudah kembali lagi ke bandung, setiap kali aku tanya tentang ina dia Cuma mengangganggapnya bercanda, setiap kali sedang telfon selalu saja hpnya tidak pernah sepi, setiap aku tanya siapa tetap tidak dijawab. Dari yang awalnya cemburu sampai akhirya pelan – pelan mulai masa bodo dan cuek. Ada aja yang dia buat, setiap kali ina update di path selalu saja entah love atau emoticon tidak pernah lupa di setiap update nya. Pernah suatu kali aku stalking path ina dan menemukan di salah satu update ina berteman dengan salah satu teman fachri, fachri mengkomen ‘jangan macem macem ya’, sedikit janggal bukan siapa siapa tapi sebegitunya kalau ina berteman di sosmed dengan temannya. Pernah juga fachri cerita kalau ina didekati oleh salah satu teman di smp, dari ceritanya sih wajar kalau ina risih oleh temannya itu tapi yang aku bingung fachri ikut kesal dengan cowok yang sedang mendkati ina itu

“lah emang ina dideketin gimana sih?” ujarku sedikit sewot

“ya gitu si bagas nya kan udah punya cewek ya bilang ke ina gini ‘yakan itu buat sekarang,buat nanti kan sama kamu na’ gitu coba on kan geli banget cowok kayak gitu”

“perasaan yang dideketin kan ina kenapa kamu yang ikutan sewot?cemburu emangnya ina dideketin cowok lain?”

“ya bukan cemburu cuma kesel aja lagian udah punya cewek tapi dia begitu”

“yaudah sih ya ngurusin amat ina dideketin cowok”

Begitu terus setiap hari selama beberapa minggu, mungkin hampir hitungan bulan setiap saat selalu ada ina di setiap fachri cerita, kadang bingung sama halnya dia cerita soal gebetan ke temennya sendiri padahal jelas yang dia certain ini punya status sama dia. Sampai akhirnya hari itu seperti biasa dia menelfon, di sela – sela telfonnya dia sempat bilang menyuruh aku diam sebentar, aku tanya kenapa namun tidak ada jawaban dia hanya berucap ‘ssstt jangan berisik jangan dimatiin telfonnya ya diem aja’, karna aku penasaran akhirnya aku diam dan serius mungkin saja ada suara yang aku kenali, ternyata dia menelfon seseorang dan dia loudspeaker, jelas terdengar suara tuuut tuuut tuuuuut, sampai akhirnya terdengar suara seseorang menganggakat telefon

“halo?”

Tuuuuuuuuuutttt…..kali ini ternyata dia yang mematikan telfonnya, berulang kali aku telfon kembali namun tidak diangkat, lebih tepatnya di reject.
baru sempet baca lagi, setlah melewti minggu2 sibuk emoticon-linux2

parah ya emang dia emoticon-Berduka (S) emang orang kyak gitu mending di tendang aja emoticon-Mad emoticon-Mad
Quote:


wahaha sibukemoticon-Ngakak (S)
iya udah ditendang cuma gamau pergiemoticon-Berduka (S)
ada yang kocak nanti gue ceritain ke lu deh wkwk
Part 5

“nelfon siapa sih pake dimatiin segala” ucapku kesal

“haha nelfon siapa?bukan siapa siapa kok” jawabnya sambil sedikit tertawa

“nyuruh jangan dimatiin malah matiin telfonnya sendiri,aneh.telfon siapa tadi ha?”

“apaansih itu suara kamu aku rekam terus tadi aku puter rekamannya yeee sewot aja sih”

“gamungkin itu suara aku,masa iya suara aku begitu”

“serius itu suara kamu on aku mau nelfon siapa coba”

“au ah boong mulu lu mah, ina kan?”

“ih apa apa kok ina sih?bukan,itu suara kamu on”

“udah ah terserah aja mau ngapain sama ina”

Mungkin sejak itu juga aku mulai cuek dengan apa yang dia perbuat dengan ina, banyak juga teman – teman yang sudah tau dengan fachri dan ina, setiap aku bertemu dengan mereka, mereka hanya menyindir fachri dengan semua yang sudah dia lakukan dengan ina, namun balasannya hanya tawa santai sepeti tidak ada masalah. Pernah suatu hari aku membuka hp fachri, sedikit terkejut aku melihat foto fachri dan ina dari belakang, dan aku tau foto ini diambil saat mereka bertemu waktu itu. Dan jelas yang mengambil foto itu adalah dhiyah teman sebangku saat SMA. Sedikit berfikir negatif, padahal dhiyah tau aku masih dengan fachri kenapa dia bisa – bisanya seperti mendukung mereka untuk balik lagi. Di folder lainnya aku lihat ada foto ina yang fachri simpan di hpnya, foto saat ina masih berseragam putih biru dan foto – foto terbarunya tersimpan di folder itu. Pelan – pelan aku klik delete namun tanganku buru – buru ditarik oleh fachri padahal belum sempat aku menghapus fotonya. Sampai saatnya aku banyak cerita soal fachri ke vella dan fitri, sampai aku befikir untuk add pin bbm nya ina, namun fachri selalu melarang aku untuk menginvite ataupun menghapus contact nya. Sampai suatu hari vella cerita bahwa alumni SMP nya membuat grup untuk membicarakan soal reuni angkatannya, yang membuat grup itu siapa lagi kalau bukan fachri, yang aku ingat vella sering memberi tau aku kalau fachri sering bersuara di grup itu, yang aku ingat dari semua ceritanya yaitu fachri sempat berbicara ‘reuni yuk kali aja biar kayak aadc reuni, ketemu mantan’.
Aku sedikit heran dengan kelakuan fachri yang benar – benar tidak bisa lepas dari ina. Walaupun sudah aku sering ingatkan, mungkin bukan cuma aku. Sampai akhirnya seperti biasa saat aku pulang dari bandung aku sempatkan main kerumahnya, dijalan dia sempat sedikit melambatkan laju motornya, mungkin sudah lelah kalau harus bertanya walaupun sekedar ‘bbm siapa’ kalau dia sudah begitu, bisa langsung ditebak kalau dia sedang bbm dengan ina. Sampai dirumahnya, setelah basa – basi, aku yang memang sudah tidak tahan untuk bertanya akhirnya bertanya ke fachri

“tadi dijalan bbman sama siapa?”

“ha dijalan mana?”

“udah gausah sok sok lupa sok sok bego gitu, bbm siapa tadi?”

“bukan siapa siapa hahaha kenapa sih haha”

“tuhkan kalo ditanya selalu gitu, selalu dijawab bercanda”

“ya emang aku ga bbman sama siapa siapa”

“yaudah atuh kalo bukan bbm siapa siapa coba liat hpnya”

“gamau ah hahaha kepo banget sih mau buka hp aku mulu”

Tidak lama dari perdebatan itu aku meminta untuk diantar pulang kerumah. Setelah seprti biasa pula aku pulang ke bandung, nama yang biasanya tertulis di status bbmnya di hapus, aku sempat kaget karna setauku yang menulis nama masing – masing di status bbm ya fachri, entah itu di hpku atau dihpnya yang menulis itu ya dia. Mungkin sekitar beberapa hari setelah itu dia mengganti namaku menjadi nama ina yang tertera disana. Aku sempat bertanya kenapa nama itu dia tulis, tapi ya sudah tau dengan jawabannya seperti biasa, tertawa santai. Yang aku ingat saat dia ditanya oleh fitri kenapa nama aku dihapus distatusnya, dia hanya menjawab


“haha gapapa alay aja pake nulis nama di status”
Quote:


wakaka sampe sekarang tuh?

waduh, bakal kena spoiler lg gua kyknya emoticon-Ngakak (S)
image-url-apps
Quote:


iya sampe sekarang wkwk lelah syudah-_-
yaudah jangan berarti yak wkwk

..

image-url-apps
kayaknya bagus, ada bahan bookmark nih. emoticon-Big Grin salken sis emoticon-shakehand:
image-url-apps
tsnya kemana ini? gk update2 emoticon-Mad:

tadi abis baca ulang trit lu yg dulu, jadi nostalgia jaman2 sma emoticon-Berduka (S)
Quote:


hehe salken juga sis,silahkan silahkann
Quote:

tugas numpuk ga sempet lanjutin huhuu
wah nostalgia dia wkwk
Part 6

“kamu bisa ga sih jauhin ina?” ujarku kesal

“kan udah dibilang gaenak buat jauhin, dulu pernah cuekin dia terus sekarang ada kesempatan buat baikin dia”

“lah terus kalo kamu mikirin dia, aku gimana ha?pokoknya aku mau kamu ngomong sama dia kalo kamu gabisa deket – deket sama dia lagi, delcont bbmnya aja deh dulu”

“ih gamau ah kalo delcont delcont”

“yaudah mau delcont apa kitanya udahan?itu ajalah pilihannya aku capek”

“dih dih begitu, yaudah nih nih di delcont sama aku” dia mendelcont ina dari kontak bbmnya, namun dia tidak memberikan hpnya, setelah itu dia simpan. Sepulangnya dari itu saat dia menelfon, seingatku dia masih berhubungan tapi melalui line. Keesokan harinya dia datang lagi kerumahku dan benar saja mereka masih berhubungan, dan contact bbm ina masih ada disana. Hari itu aku pulang seperti biasa, 2 minggu lagi aku pulang dan fachri sudah punya janji untuk reuni dengan teman – teman SMP nya.

“iya aku janji besok ngomong ke ina semuanya, tapi aku izin ya anter dia pulang buat yang terakhir”

“ogahhhh ya lu ngomong mah ngomong aja ngapain pake anter anter”

“yakan terakhir, habi itu engga lagi”

“ga ya, ga ada duduk deket – deket, ga jemput atau anter dia balik, awas aja macem – macem”

“iya aku gabisa anter kamu balik tapinya besok, iya ga macem – macem besok on”

Keesokan harinya aku berangkat untuk kembali pulang ke bandung, tidak diantar fachri seperti biasanya, banyak berharap hari ini masalah dengan ina bisa cepat selesai. Fachri yang hari itu baru menyusul ke tempat reuni nya sedikit melupakan untuk mengabari, saking kesalnya karna ternyata mereka asik foto bersama, aku melihat disalah satu foto dari teman fachri, ada ina disana dengan kerudung pink nya. Aku segera mengambil hp vella, aku klik ikon record

“dhiyaaaaaaah salam buat yang kerudung pink ya hehe aku kan ga kenal jadi salamin aja gitu ya hehehe” klik, voice note terkirim


Sepulangnya fachri dari sana dia membalas bbm tidak seperti biasanya, ternyata dia mengurungkan niatnya untuk membicarakan semuanya ke ina.

“ngapain sih tadi kirim vn segala?pake bilang buat kerudung pink”

“lah lagian kelamaan orang suruh nunggu mulu”

“yakan tinggal tunggu aja tinggal beberapa jam lagi malah pake kirim vn, dianya jadi takut. Daritadi udah ga deket deket, duduk jauh, ga anter dia balik, malah pake vn. Suka suka lah”

“capek pake nunggu mulu, iya kalo jelas, udahlah toh gabisa selesai kan masalah ini yaudah sampe sini aja”

“lah yg kirim vn siapa?salah sendiri malah kirim vn”

“ah gatau ah”

Mereka masih berhubungan terus, sampai akhirnya mungkin sudah lelah, akhirnya aku berfikir untuk add pin bbm ina, aku minta pin ina dari vella, setelah bertanya pada fitri dan vella akhirnya aku memberanikan diri untuk add pin itu, sebelumnya aku bbm dhiyah menanyakan mereka ada apa, dhiyah bilang kalau ina memang dekat dan ternyata fachri mengaku kalau dia sudah putus dengan aku. Tidak berapa lama akhirnya ina mengconfirm bbm aku

“sorry ya na gue mau nanya lu sama fachri ada apasih?kok kayaknya lama lama makin beda ya dari chatnya”
×