alexa-tracking

Flanel dan Sneakers

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54ed4b77dc06bd71688b4572/flanel-dan-sneakers
Poll: Apakah yang kurang ?
Saran untuk saya ? 0% (0 votes)
Apa yang harus saya tambahi ? 100.00% (1 votes)
Flanel dan Sneakers
Terlalu banyak mendengarkan lagu membuat saya berimajinasi. Setiap lagu mempunyai cerita sendiri. Terlalu lama menyimpannya membuat saya ingin merangkai kata-kata yang bisa bercerita. Semua cerita yang saya buat sepenuhnya fiksi dan karangan, tapi juga terinspirasi dari kejadian yang pernah saya alami.

Saya hanya ingin bercerita.
emoticon-Blue Guy Cendol (L)
Maaf kalo ada kekurangan. Saya masih belajar dan mohon bimbingannya.

emoticon-Blue Guy Cendol (L) emoticon-Blue Guy Cendol (S) emoticon-2 Jempol Flanel dan Sneakers

Prolog

2 anak ini berjalan di lorong. Keduanya terlihat mengawasi sisi dari setiap gedung ini, kanan-kiri. Terkadang mereka memberikan pujian atau kalimat heran terhadap apa yang mereka lihat. Beberapa anak melewati mereka, suasana sepi karena masih hari libur kuliah. Angin berhembus, sinar matahari menembus setiap celah di daun-daun pohon yang rimbun di sisi lorong itu.
Mereka berdua semakin penasaran dengan isi dari bangunan tua ini. Tembok panjang tua dengan kawat berduri diatasnya dan ada 2 pohon beringin besar di setiap sisi ujung dari tembok itu. Tanah berwarna coklat tua dan masih segar dengan bau khas setelah hujan. Beberapa tempat parkir dengan atap tertutup dan beberapa mobil sedan hitam mewah di bawahnya. Di atas tergantung tulisan, ‘Dekan’, ‘Wakil Dekan 1’, ‘Wakil Dekan 2’. Di salah satu ujungnya, pos satpam dengan sebelahnya gerbang kecil yang sudah ditutupi oleh tumbuhan yang merambat menutupi pintu gerbang. Tertulis jelas, ‘Parkir Seni Rupa 1’.
“Udah, Nan. Abis. Ini udah parkiran.”emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)
“Udah notok, Dik. Balik yok !”emoticon-EEK!

Kembali

Udah satu setengah bulan yang lalu Mahardika atau bisa dipanggil Dika terakhir datang ke sekolah SMAnya ini. Hari ini bukan hari libur, keadaan tidak ada yang berubah, ramai. Dan Dia merindukan suasana ini.
“Kayaknya cuman kita aja yang masih belum ya?” emoticon-Cape d... (S) Tanya Dika.
“Yang lain udah duluan, Dik. Kuliah mereka Jauh, udah pada pergi duluan.” emoticon-Bingung (S) Jawab Ardho.
Ekspektasi tidak seperti yang dibayangkan olehnya tadi pagi. Dan siang ini cuman ada Ardho, teman satu kelas saat kelas sepuluh dulu. Yang lain sepertinya sudah terlebih dulu untuk mengambil surat-surat kelulusan terlebih dahulu.
Si Ardho langsung berjalan menuju ruang tata usaha dan meninggalkan Dika yang berjalan palan yang masih mengamati sisa masa lalunya di sekolah ini yang masih tertinggal. 3 tahun bukan waktu yang sedikit tentunya. Setelah sendiri mengambil beberapa surat dan menandatangini berkas yang Dika sendiri tidak tahu untuk apa gunanya Dia menuju kantin sebentar dan berniat untuk langsung pulang.
“Hoiii, Kirain udah pulang.” Sapa Ardho dari kejauhan.
“Lah masih disini. Kirain udah balik juga anak moyet !.”emoticon-Big Grin Jawab Dika
Dika mengurungkan niatnya untuk kekantin dan menuju Ardho yang sedang di pojok lapangan, tempat anak-anak sering menghabiskan waktu istirahatnya dulu. Ardho membuka bungkus rokok dan langsung menaruhnya di mulut.
“Rokok, Dik”
Dika hanya menggelang dan beberapa saat kemudian sudah melihat kepulan asap putih keluar dari temannya ini.
“Dik, kamu masih kuliah disini ?” Ardho membuka percakapan yang sepertinya memang Dia belum tahu jawabannya dan bukan untuk sekedar basa-basi semata.
“Iya, Mblung. Teknik Fisika. Bukannya kita satu kampus ya?” emoticon-Bingung (S) Jemblung, Ardho mendapat julukan ini sejak pertama Dia masuk kelas sepuluh dulu.
“Oiyaaa, si Kinan pernah bilang kalo anak IPA 4 ada yang masuk Teknik Fisika. Aku DKV, Dik. Masih satu Fakultas sama Kinan.”
Kepulan asap semakin jelas, bungkus rokok yang tadinya penuh perlahan berkurang. Sebuah basa-basi dan omongan tentang sebuah fase di hidup mereka. Sebuah pemandangan melihat keramaian anak berseragam putih abu-abu. Sebuah ingatan tentang sebuah masa sekolah SMA.
tertarik sma judulnya gan, numpang baca ye
Quote:


makasih gannnnnleonar

Kedai Susu

“Mas Dika ! 2 Caramel Milk, 1 Original !” teriak waitress di kedai susu yang mulai ramai ini.

Dika, Kinan dan satu teman SMP Kinan. Adhisty.

Surabaya memang contoh sempurna untuk sebuah negara tropis seperti Indonesia. Sinar terik matahari selalu siaga menemani. Tidak terkecuali di musim hujan seperti ini. Jalanan seperti biasa ada beberapa jalanan utama yang tidak pernah lepas dari macet dan beberapa jalanan sepi yang sering dijadikan jalan alternatif yang kadang untuk beberapa waktu tidak lepas juga dari macet.
Setelah mengurus beberapa syarat daftar ulang dan melihat info untuk Ospek Mahasiswa baru tadi Kinan sudah membuat janji dengan Dhisty yang ternyata juga satu kampus dengan mereka.

“Dik, sering kesini ya ?”emoticon-Bingung (S) tanya Dhisty yang baru Dia kenal beberapa menit yang lalu.
“Pernah kesini dulu. Tapi Gag sering juga, Dhis.”
“Eh Dik, tadi mahasiswa baru dari Departemen Teknologi Industri kayaknya udah dapet jaket gitu.” Sahut Kinan.
“Anak-anak jurusan Elektro, Nan.” Jawab Dika sambil memutar sendok gelas susunya.

Di siang hari yang terik ini tidak mengurangi orang-orang untuk berhenti berkegiatan dijalanan. Di seberang sana, jalan raya tidak sedikit pun terlihat perubahan. Padat. Menikmati susu dingin dan teman baru.
Dhisty. Dhisty adalah mahasiswa jurusan Biologi, Perempuan satu ini terlihat santai dengan kemeja berwarna hitam polos dan juga memakai Converse All Star. Rambut panjangnya selalu dikuncir kuda, dan mengenakan tas ransel bermotif zig zag bertuliskan “Jansport”.
Mereke bertiga meneruskan obrolannya.
Beberapa orang pergi dan datang ke kedai susu ini.
Izin promo aja lah gan, lagi males baca.
barangkali ada yang minat kemeja flanel.

http://www.kaskus.co.id/thread/55571...i-distro-samps

emoticon-Sundul Gan (S) emoticon-Sundul Gan (S)