alexa-tracking

Hadiah Terindah [a short true story]

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54ecafb712e257a8428b4567/hadiah-terindah-a-short-true-story
Hadiah Terindah [a short true story]
Quote:


jujur gue ga tau mau nulis apaan lagi jadi langsung aja..

Part 1

"feb, kami udah di depan gang"
sebuah pesan masuk ke hp gue, gue lupa bahwa hari ini ada acara buka puasa bersama. tanpa pikir panjang gue langsung mengambil jaket dan bergegas. gue berlari kecil dari rumah menyusuri gang yang lebarnya kurang lebih 2 meter. karena hari hujan gue harus menghindari genangan air hingga tiba di depan gang. disitu sudah ada sebuah mobil yang menunggu.

"lama feb" kata wisnu

"ya sori ujan lagian gue lupa hahah" gue beralasan padahal memang lupa.

"ini kan acara buka puasa bersama feb, kok lo make celana pendek sih"

"ya lagi pingin aja wis"

"yasudah, yuk berangkat" potong bang dre yang duduk di jok kemudi yang kemudian menghidupkan mesin mobil.

wisnu adalah satu satunya sahabat gue disini. di kota ini gue tidak memiliki banyak teman, dikarenakan gue orang baru di kota ini. sebelumnya gue tinggal di kota yang terkenal dengan pantai losarinya. gue pindah kesini, ke pekanbaru karena bokap gue pindah tugas dan semua keluarga harus ikut, termasuk gue yang waktu itu baru lulus SMA.

malam itu gue lagi packing untuk berangkat ke jogja, gue berencana akan nyari kuliah disana. gue pingin merantau. hingga tiba-tiba nyokap gue nelpon..

"feb jadi sudah tau mau kuliah dimana?"

"sudah ma, di jogja aja ya" jawab gue

"oke kamu boleh kuliah dimana saja asal kamu jangan pulang sebelum kamu sukses" mama memberi ultimatum.

gue bingung, disastu sisi gue pingin hidup bebas tapi disisi lain gue ga bisa selama itu harus menunggu sukses untuk ketemu orang tua. pilihan yang berat dan akhirnya gue memutuskan untuk ikut ke pekanbaru.

"yaudah ma, besok pagi aku beli tiket ke pekanbaru" kata gue dengan nada terpaksa

"nah gitu dong" kemudian menutup telepon.

diari sinilah semua cerita gue, kisah cinta gue di pekanbaru berawal. dengan bermodalkan google map, gue menyusuri kota ini sendirian dan kesana kemari untuk mendaftar kuliah dan akhirnya gue di terima di salah satu perguruan tinggi terkenal disini.

akhirnya kami bertiga sampai di sebuah restoran. gue jalan memasuki restoran diikuti wisnu di belakang gue sedangkan bang dre masih nyari parkiran mobil. ternyata ini restoran lesehan, gue menyusuri meja meja dan mencari tulisan dengan nama "trya". ada yang janggal menurut gue, kemana semua orang?. dan setelah gue melihat jam di hp gue akhirnya gue sadar ini masih pukul 6.30. sial kami datang terlalu awal.

karena belum menemukan meja atas nama "trya" akhirnya kami memutuskan untuk bertanya ke meja resepsionis.

"mbak, meja atas nama trya dimana ya?" tanya gue tiba-tiba.

mbak yang duduk di meja rsepsionis itu kemudian mengambil sebuah kertas dan mencari nama trya.

"sudah di cek di lantai 2, mas?"

"oh iya, makasih. mbak." jawab gue kemudian pergi mencari tangga.

akhirnya meja atas nama trya ketemu juga. kami bertiga duduk ngobrol sampai yang lainnya datang.

Part 2

makanan sudah tersedia di atas meja, meja yang lain seiring waktu mulai terisi dengan orang orang. teman-teman kami yang lain juga mulai berdatangan. lagi asik ngobrol sama yang lain tiba-tiba di depan gue duduk 4 orang cewe. gue memperhatikan mereka satu satu, dan sepertinya gue mengenal mereka.

biar gue jelaskan sedikit, ini sebenarnya adalah acara gathering sebuah grup game facebook. jadi kami sudah saling mengenal, tapi hanya sebatas nama dan foto. karena kebetulan bulan puasa jadi sekalian gatheringnya buka puasa bersama. dengan game ini gue bisa mengenal mereka semua dan mendapatkan teman-teman baru disini.

setelah gue perhatikan keempatnya sepertinya gue naksir salah satunya. namanya putri atau biasa dipanggil prisa, diantara mereka berempat prisa inilah yang menurut gue paling cantik dan tentunya paling cerewet. dari dulu gue memang lebih suka cewe yang banyak bicara daripada pendiam. disebelahnya ada shima dan wike yang pendiam, dan pemalu. lalu ada trya, dia adalah cewe yang paling aktif di grup ini.

adzan maghrib berkumandang tanda berbuka puasa. kami semua menyantap makanan kami sambil ngobrol becanda ketawa. gue sedikit heran sama yang lainnya. entah kenapa di game mereka bisa sangat asyik dan banyak bicara, giliran gathering seperti gini mereka malah banyak diam. entahlah cuma mereka dan tuhan yang tahu.

setelah selesai makan, seperti kebanyakan abege lainnya, tidak lupa kami foto-foto untuk kenang-kenangan dan dishare di grup. apalagi cewe, tiap lihat kamera mereka seperti kesurupan. karena sepertinya hp gue yang paling bagus jadi hp gue yang dipakai buat berfoto. setelah berfoto bersama, hp gue dipinjam trya buat foto selfie mereka berempat.

setelah selesai, akhirnya kami semua membubarkan diri dan pulang. gue, wisnu dan bang dre pulang bareng. di mobil gue mencoba membuka percakapan tentang prisa.

"wis prisa cantik ya" gue membuka pembicaraan ke wisnu.

"cie. suka ya feb?" kata wisnu dengan ekspresi muka yang engga banget.

"hmm.. iya sih.. hahaha"

"yaudah feb deketin aja" sambung bang dre.

"iya feb tunggu apalagi. lumayan kan di game lo ada couple" tambah wisnu

"tapi bang, gue ga bisa deketin cewe. gue orangnya terlalu pemalu" kata gue dengan harapan salah satu diantara merke mau membantu.

"yaelah feb, masa deketin cewe aja ga bisa. sini abang ajarin"

"iya bang sekalian aku juga hahaha" kata wisnu.

"yaudah ya liat abang beraksi" sambil menepikan mobil ke pinggir jalan.

"loh kok berhenti bang?" kata gue setengah heran.

"udah liat aja" kata bang dre sambil membuka pintu mobil.

kemudian gue liat bang dre turun, dia menghampiri 2 orang cewe dipinggir jalan entah apa yang mereka bicarakan tidak begitu jelas. setelah lumayan lama mengobrol akhirnya bang dre kembali ke mobil. gue dan wisnu masih heran.

"liat nih abang bisa dapet nomor hp mereka" sambil memperlihatkan kertas bertuliskan nomor hp.

"wih hebat bang" kata gue sama wisnu kagum.

"iya dong. abang aja ga kenal berani masa kalian sudah kenal gitu ngga berani pedekate. ah cemen."

"intinya ga usah malu kalau mau pedekate sama cewe" sambung bang dre.

"ya ga gitu juga kali bang" gue mencoba membantah.

"udah ikutin aja saran abang, dijamin cepat punya pacar hahaha" kata bang dre puas.

"...." gue sama wisnu cuma bisa diam.

setelah memberi pelajaran sama kami, entah itu bisa disebut pelajaran, akhirnya bang dre mengantarkan kami pulang.

KASKUS Ads

Part 3

jam menunjukkan pukul 22.30, gue berbaring mencoba untuk tidur. tapi tidak bisa. gue masih teringat acara buka puasa tadi, gue memikirkan prisa. wajah prisa terlalu indah untuk pengantar tidur gue malam ini. sepertinya gue kelebihan dosis. gue kemudian mengambil hp dan melihat-lihat foto foto tadi. ternyata ada foto prisa dan trya berdua, banyak. gue memperhatikan foto prisa dengan seksama. gue makin suka. gue mulai berandai-andai kalo yang disebelahnya bukan trya melainkan gue.

gue teringat kata-kata bang dre tadi, kata kata bang dre tadi ada benernya juga. tapi..

"masa iya gue harus deketin dia?"

"terus kalo dia ga suka sama gue gimana?"

"kalo dia udah punya pacar gimana?"

"eh tapi setau gue dia jomblo kan?"

"yaudah kalo gitu gue harus deketin dia" gue berbicara sama diri sendiri. sepertinya gue mulai gila.

gue mulai teringat doa yang dulu selalu gue ucapkan tiap selesai sholat, tapi karena tidak pernah dikabulkan gue jadi behenti berdoa seperti itu. sepertinya doa gue ketinggian. gue selalu berdoa agar diberi pasangan yang cantik dan bisa terima gue apa adanya. klise emang, tapi begitulah doa dari seorang yang cuma bisa berdoa tanpa berusaha.

kalo gue ingat-ingat lagi, gue emang orang yang cuma bisa memendam perasaan, yang cuma bisa suka sama seseorang tanpa membiarkan orang itu tau. waktu SMA gue suka sama seorang cewe teman kelas gue, namanya ais. kami berdua cukup dekat, dia sudah anggap gue sebagai sahabatnya sedangkan gue berharap lebih. sampai akhirnya dia pindah sekolah ke bandung gue tidak pernah berani untung bilang. alhasil sampai sekarang gue jomblo. kasian.

jam menunjukkan pukul 23.30. gue masih terjaga.

"kalo gini ceritanya bisa ngga bangun sahur ini" batin gue.

gue kembali coba memejamkan mata dengan harapan bisa segera tertidur, tapi tetap tidak bisa. gue mengambil laptop dan modem lalu membuka facebook. gue mencoba mengupload foto-foto acara tadi, sampai akhirnya gue ketiduran.
lanjutt gann hahahaaemoticon-I Love Indonesia (S)

Part 4

seperti mahasiswa kebanyakan gue juga kadang malas kuliah di bulan puasa. bukan karena godaan makanan, gue orangnya memang malas makan makanya kurus, tapi yang bikin gue ngga tahan adalah godaan mata dari setan-setan yang biasa disebut wanita seksi.

pagi ini gue kuliah seperti biasa. sepulang kuliah gue langsung masuk kamar dan membuka laptop. ternyata laptop gue belum gue matikan dari semalam. gue cek facebook, banyak yang chat katanya foto semalam kenapa belum dimasukkan semua. setelah gue liat ternyata memang benar, sebagian yang gue upload semalaman ada yang error. gue mencoba upload ulang. setelah selesai, gue membuka game, berharap prisa online tapi ternyata tidak. gue matikan laptop.

malamnya setelah selesai sholat tarawih. gue buka laptop lagi dan online game. ternyata prisa juga online. gue menghampiri avatar prisa dan mencoba ngobrol sama dia.

"hi prisa" sapa gue.

"eh kak febry, apa kabar kak?" balas prisa.

"baik, kamu?. oh iya kemarin seru ya" gue basa basi.

belum sempat dijawab tiba-tiba avatar wisnu datang.

"ciee"

"kenapa kak wisnu cie cie?" prisa heran.

"udah jadian feb?"

"jadian? jadian apa?" prisa makin heran.

"eh engga, itu bukan wisnu kali avatarnya dihack kali ada yang bajak hahaha" gue mencoba mengalihkan pembicaraan. bisa gawat kalo prisa tau pikir gue.

"ini wisnu kok dek, kata febry kemarin prisa cantik hahaha" wisnu makin menjadi-jadi.

"ha? beneran kak febry?" prisa penasaran dengan kata-kata wisnu barusan.

gue cuma diam, avatar gue, gue biarkan diam, pura pura afk sampai beberapa lama.

"ha? apa tadi? sori abis boker" chat gue kemudian.

"baca history feb" kata wisnu.

"ah sialan nih anak" batin gue. "oh itu hahaha becanda aja itu"

tiba-tiba avatar prisa hilang.

"yah kan marah dia wis. lo sih pake blang dia segala"

"ya kan biar dia tau feb, mana tau dia juga suka hahaha"

"lo ga liat apa gue lagi proses pdkt?"

"pdekate apa kak?" tiba-tiba avatar prisa nongol lagi.

"ha? anu itu wisnu mau pdkt sama trya hahahaah" dengan cepat gue langsung ngetik itu sebelum keduluan wisnu.

"tadi kemana aja? kirain marah gara-gara kata-kata wisnu tadi" sambung gue.

"oh iya maaf tadi disconnect hahah" balas prisa.

"enak aja sama trya. itu febry katanya mau pdkt sama prisa hahaha" wisnu tiba-tiba chat begini.

"beneran kak febry?" prisa penasaran.

"eh? engga. oh iya kapan-kapan ketemuan yuk." gue mengalihkan pembicaraan. atau, gue mengiyakan perkataan wisnu tapi dengan bahasa lain? ah bodoh amat.

"hmm boleh kak" chat prisa.

"cieeeeee" wisnu kembali rusuh.

"oke yaudah off dulu ya" kemudian avatar gue hilang dan offline.

entah gue harus senang atau gimana tapi sepertinya gue malu.ya senang juga sih tapi gue malu.
Quote:


eh ada yang komen. iya gan kalo lagi kosong dilanjut terus.

Part 5

hujan subuh ini lumayan lebat, gue masih bingung bagaimana caranya bisa ketemu prisa. kemarin sudah janjian mau ketemuan sehabis sholat subuh, katanya sih asbuh. entah asbuh artinya apa gue ngga ngerti. gue mengambil hp dikantong celana kemudian gue sms prisa.

"hujan, gimana?" sms terkirim.

"gatau, ga jadi asbuh juga. hujan" sms masuk.

"yaudah ketemuan di warnet dekat rumah kamu aja yuk di warnet jevri" sms terkirim.

"oke" sms masuk.

sekarang gue tinggal mikir gimana caranya gue bisa sampai disana dalam keadaan hujan begini. jas hujan gue kagak bawa. gue memperhatikan sekeliling. disamping gue ada adhi dan agus yang tertidur, setelah lelah main ps semalaman. gue coba bangunin agus.

"gus.. guss.." sambil goyang goyangin badan dia.

belum bangun juga.

"guss oi guss.." gue goyangin makin kenceng.

kemudian agus bangun dan mencoba membuka mata "oi kenapa feb?"

"ada jas hujan kaga?"

"kaga ada feb." keluh agus kemudian melanjutkan tidurnya.

jam menunjukkan pukul 5.30, gue masih dirumah agus. "gue ga boleh biarin cewe menunggu", batin gue.

tanpa pikir panjang lagi gue langsung pamit ke agus dan adhi, tekad gue sudah bulat. gue akan menerobos hujan demi sesuatu yang harus gue dapatkan.

baru beberapa meter dari rumah agus sepertinya gue sudah mulai basah kuyup. udara subuh itu sangat dingin ditambah rintik hujan yang terasa seperti jarum di badan gue. gue ngga peduli, gue mencoba menikmati perjalanan. jalanan di pekanbaru pagi hujan begini sangat sepi, sepanjang perjalanan hanya beberapa kendaraan yang gue temui. kota ini menurut gue lumayan sepi, atau mungkin gue sudah terbiasa dengan keramaian kota makassar. di beberapa jalanan umum, bisa kita lihat jam 8 malam ruko ruko sudah mulai tutup. sepi, itu kesan pertama gue di kota ini.

setelah perjalanan yang begitu basah ini akhirnya sampai juga gue di warnet jevri. kebetulan di didepan ada jevri lagi bersih bersih. jevri ini adalah penjaga warnet disini, gue bisa kenal dia dari game juga.

"eh feb, tumben kesini mana basah kuyup gitu"

"i i iya jev" gue menggigil kedinginan.

"masuk dulu feb keringin badan" ajak jevri.

"ta tappi je jev. kan ba basah." balas gue masih menggigil.

"gpp tar di dalam dikeringin"

karena udara diluar dingin, gue pikir ada baiknya gue masuk ke dalam biar hangat. jevri menuntun gue ke salah satu bilik warnet. disitu gue duduk lesehan.

"eh jev, tadi ada prisa ngga?" tanya gue sambil keluarin hp dari kantong. ternyata hp gue ikutan basah dan mati. "aduh mampus gue" dalam hati.

"ngga ada feb. kenapa emang?" jevri balik nanya.

"oh tolong smsin dia dong kalo gue ada disini. hp gue kena air ini" sambil nunjukin hp gue yang mati total.

"yaudah tunggu bentar ya feb sekalian gue ambilin sesuatu buat keringin badan."

"cepat ya jev dingin ini" sambil membongkar hp gue. baterainya gue lepasin sambil gue tiup-tiupin, entah efeknya apa.

jevri ninggalin gue sendiri. gue masih menggigil kedinginan. gue berharap jevri datang membawa sesuatu yang bisa menghangatkan gue, "prisa" misalnya?. lagi melamun tiba tiba jevri datang dengan mengangkat sesuatu yang tidak asing bagi gue.

"loh itu buat apa jev?" gue tiba-tiba berhenti menggigil mata gue melotot.

"kipas angin feb, buat keringin badan" balas jevri yang kemudian mendudukkan kipas di depan gue dan menghidupkannya.

"gimana feb? tar lagi kering. oh iya gue sudah sms si prisa tu katanya bentar lagi dia kesini" sambung jevri.

gue cuma bisa diam menggigil menatap kosong kipas angin di depan gue. "sepertinya bagusan gue diluar aja kalo gini" batin gue.
image-url-apps
lanjut gan, kepo nih emoticon-Ngakak
numpang baca gan , sambil repplly biar ga SR xD

Hadiah Terindah [a short true story]
image-url-apps
ijin gelar meja gan emoticon-Ngakak (S)
gelar tiker dulu gan... kalo udah baca ane edit emoticon-Peace

Part 6

"feb bangun feb bangun"

samar, gue mendengar suara, entah darimana. sepertinya seseorang mencoba membangunkan gue. perlahan gue membuka mata dan mendapati jevri di depan gue.

"napa jev?" tanya gue masih dengan keadaan setengah sadar.

tanpa berkata apa-apa jevri kemudian melirik jam di dinding seolah mengajak gue untuk ikut melirik.

"ah mampus sudah jam 12. prisa mana jev?" tanya gue lagi.

"tadi setengah 7 dia kesini tapi ga enak katanya mau bangunin yaudah dia pulang lagi" jawab jevri.

"ha? brarti gue ketiduran.." sambil menghitung jam "6 jam?"

"iya mungkin hahaha" jevri tertawa melihat muka panik gue.

"yaudah jev gue pamit. makasih" gue langsung pamit pulang sama jevri.

sampainya dirumah gue langsung mandi terus rebahan, mencoba mengingat ingat kembali kejadian tadi subuh. perjuangan gue buat ketemu prisa sia-sia karena ketiduran. "gue ga habis pikir bisa-bisanya gue ketiduran dalam keadaan menggigil. udah ga ketemu prisa, hape pun.. oh iya hapee..." gue langsung ngambil hape gue di kantong celana yang gue pakai tadi. gue coba pasang kembali baterainya dan ternyata hidup. "ah syukurlah" pikir gue. gue heran sama ini hape mau diapain tetap nyala, mau dibanting, diapain pun tetap nyala.

setelah gagal ketemu prisa, gue ngga menyerah sampai disitu. gue kembali ajak dia ketemuan sekalian gue mau nembak dia. soalnya agus juga kelihatannya suka sama dia. oh dan satu lagi, bernard juga suka sama dia. gue coba sms prisa.

"eh maaf ya tadi aku ketiduran" sms terkirim.

"iya gpp, aku juga minta maaf ga bangunin kamu. soalnya kamu tidur nyenyak banget aku jadi ga enak" sms masuk.

"hahah selow. oh yaudah malam minggu ini kita ketemuan (lagi) yuk?" sms terkirim.

"oh oke nanti kabarin aja" sms masuk.

akhirnya gue dapat kesempatan kedua. gue ga akan sia-siakan kesempatan ini, "pokoknya gue harus nembak dia. harus." batin gue. "tapi tunggu dulu, selama ini kan gue ga pernah nembak cewe. all i did cuma bisa mendam perasaan. apa yang harus gue lakukan?" suara dari otak gue.

gue mencoba cerita ke teman terdekat gue, minta saran dan nasihat. tiap hari gue berlatih depan cermin, sampai malam itu pun tiba..
Quote:


lanjut..

Quote:


oke gan

Quote:


oke gan

Quote:


makasih ganemoticon-I Love Indonesia (S)

Part 7

malam minggu. malam yang selalu dinanti tidak terkecuali dengan jomblo seperti gue. suasana malam minggu kali ini agak berbeda, bukan karena gue mau keluar sama prisa, tapi karena suasana lebaran masih terasa.

"oke gue siap" kata gue sama diri gue dicermin.

malam itu sehabis sholat maghrib gue langsung menuju ke warnet jevri, bukan karena mau kencan sama jevri tapi karena papa mama prisa katanya galak sama cowo. yasudah kami putuskan ketemuan di warnet jevri. ternyata di depan warnet sudah ada prisa menunggu, dsitu juga ada jevri sama wike yang baru gue tahu kalo jevri sama wike sudah jadian. gue langsung parkir dan menghampiri mereka.

"jadi kita mau kemana?" pertanyaan konyol terlontar dari mulut gue. saking sibuknya mikirin kata-kata sampai sampai lupa mau kemana "ah bego" kata gue dalam hati.

"hmm terserah kafe aja" balas prisa. gue dapat nama panggilan baru kafe singkatan dari kak febri. aneh emang tapi gue terima aja lebih keren kyk nama tempat nongkrong. jadi kalo ditanya "mau kemana?" "ke kafe" berarti ada dua kemungkinan. kafe beneran atau kafe..

"hmm.." mikir.

"atau gimana kalau kita ikut orang ini aja" sambil nunjuk jevri dan wike "ya sekalian ganggu orang pacaran hahah"

wike dan jevri cuma nyengir.

"boleh. yuk."

kemudian kami berangkat. dijalan gue coba mendekatkan motor gue sedekat dekatnya dengan motor jevri.

"emang kalian mau kemana jev?" tanya gue dengan nada yang agak keras.

"gatau feb, kami juga gatau mau kemana" balas jevri.

gue cuma bisa bengong sambil melepas gas dengan perlahan, motor gue agak melambat. "ide cemerlang" pikir gue.

setelah berputar-putar ga jelas akhirnya kami sampai di sebuah kafe, kafe beneran. di motor gue ga terlalu banyak bicara dengan prisa, gue.. gugup.

setelah semua pesanan lengkap, kami berempat ngobrol banyak sampai tiba-tiba wajah wike berubah sok serius. wike melirik ke gue dan prisa. "jadi kalian sudah jadian?" tanya wike.

"ha?" gue tersedak minuman. gue coba jawab seadanya "belum kok. eh maksudnya engga jadian" gue salah tingkah.

"kok salah tingkah gitu kafe?" sindir wike dengan muka yang engga banget.

prisa cuma diam.

"ah engga salah tingkah kok. eh cabut yuk." masih salah tingkah.

"hahah becanda kafe. kami kan cuma mau pajak jadian" wike tertawa puas.

"sialan" kata gue dalam hati kemudian nyengir selebar mungkin.

setelah puas dibecandain wike dan jevri kamipun cabut dari tempat itu. sepertinya malam ini gue gagal lagi.
image-url-apps
Ijin gelar tiker bang...

Lanjut bangg
image-url-apps
om ijin gelar tiker ye om.
widih prisa emoticon-Belo
ini prisa yg duet ama j-rock bkn om emoticon-Hammer (S)
Quote:


lanjuuut

Quote:



hmm 11 12 lah ahahah

Part 8

jam menunjukkan pukul 21.30. jalanan kota pekanbaru masih lumayan ramai malam minggu ini. sesekali gue coba melirik ke arah jam tangan. di belakang gue masih ada prisa, gue ngga terlalu banyak bicara.

"buru-buru ya?" kata prisa ketika gue melirik ke jam tangan.

"ah engga" balas gue.

"kok liatin jam terus?"

"ah gapapa"

gue masih mikir seandainya aja ga ada jevri sama wike mungkin gue udah nembak prisa tadi. tapi sudahlah, mungkin ga jodoh.

"sudah sampai ni" prisa nepuk pundak gue.

ternyata memang sudah sampai, gue sepertinya terlalu asik bengong. "oh iya" gue lalu ke parkiran warnet jevri.

kami sempat ngobrol bentar bertiga di parkiran, gue, prisa, wike. sampai wike mulai lagi.

"eh kafe coba tembak prisa sekarang" kata wike tiba-tiba.

"ah? eh? sekarang?" gue panik.

"iya sekarang. ya kan pris?"

"hmm iya" balas prisa.

gue bingung, gue panik, gue ga tau harus ngomong apa. gue mendekati prisa, gue pegang kedua tangannya "prisa, kafe sayang sama prisa. mau ga jadi pacar kafe?" kata-kata ini baru saja keluar dari mulut gue, klasik dan standar. gue ga nyangka akhirnya gue bisa juga nembak cewe, ya walaupun garing gitu.

"hmm itu aja?" kata prisa dengan nada datar.

"iya, terus?"

"aku maunya pake bahasa makassar, coba."

"iya setuju hahaha" tambah wike. wike cuma bisa nyengir-nyengir lihat gue nembak prisa.

"eh bahasa makassar? bentar mikir dulu." gue sempat mikir beberapa saat "oh gini. prisa, ku sayang ki. mau ki jadi pacarku?"

"emang bahasa makassarnya sayang, sayang aja ya?" tanya prisa.

"iya, itu bahasa makassar sehari hari kalo bahasa makassar asli ga tau."

"oh gitu ya. kalo cinta?" tanya prisa lagi.

"setau kafe sih ya cinta juga, gatau kalo bahasa makassar asli"

"ki itu emang apa?" sambung wike.

"ini mau nembak cewe apa les bahasa makassar sih" pikir gue. "ki itu kamu" jawab gue.

"ooh gitu.. aku kan orang padang kafe. coba pake bahasa minang." sepertinya prisa belum puas. wike cuma nyengir seperti biasa.

"ah minang? teman-teman aja bahasa minang gue ga ngerti, disuruh bahasa minang pulak" batin gue menangis. entah kenapa pertama kali nembak cewe bisa serumit ini. "hmm kafe ga bisa bahasa minang gimana dong"

Quote:


mungkin karena kasihan wike coba menawarkan bantuan "yaudah kafe sini wike bantuin, repeat after me ya."

"oke wik" gue pasrah.

"prisa"

"prisa"

"abang cinto samo diak"

"abang cinto samo diak"

"mau ndak jadi pacar abang?"

"mau ndak jadi pacar abang?"

"hahahaha" prisa ketawa puas. "mau kafe"

"ha serius?" tanya gue ngga percaya.

"iya kafeee"

"ciee akhrinya hahaha" goda wike.

kami berdua hanya tersenyum malu.
image-url-apps
sampe part 8 doang atau ada lanjutannya gan?