alexa-tracking

Sedikit tulisan pengisi kebosanan..

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54ec811adc06bdfd568b456b/sedikit-tulisan-pengisi-kebosanan
Sedikit tulisan pengisi kebosanan..
Hallo..
Kebetulan lagi pengen nulis aja nih, maaf ya kalo ternyata salah kamar.... Hehehe..


Saya adalah seorang pria, berumur 27 tahun.. Pengen ceritain kehidupan saya disini, semoga gak ada yang ngomel yah..


Saya lahir sekitar 27 tahun yang lalu, disebuah rumah sakit swasta pada salah satu kota di pulau Sumatera. Alhamdulillah Tuhan menitipkan saya pada keluarga yang berkecukupan, sehingga saya tidak pernah kekurangan apapun sedari kecil, hingga tumbuh dewasa. Bokap saya, atau mungkin lebih enaknya disebut bapak saya, adalah seorang Wiraswasta, sedangkan ibu saya adalah seorang Pegawai Negeri Sipil. Masa kecil saya penuh dengan kehangatan dan kasih sayang, sehingga saya tumbuh menjadi anak yang cerdas dan (lumayan) pintar.

Memasuki masa remaja, saya menjadi remaja seperti umumnya. Saya mulai pacaran ketika SMP kelas 2, dan hebatnya enggak pernah jomblo lama sampai lulus SMA, padahal tampang saya sih enggak ganteng-ganteng banget.. Tapi bukan berarti kayak Budi Anduk juga loh ya gan..
Masa SMA adalah masa-masa meningkatnya kenakalan saya. Mulai merokok, minum alkhohol, sampai kebut-kebutan di jalanan adalah kerjaan yang rutin saya lakukan. Beberapa kali saya masuk kantor satpol PP karena ditangkap ketika bolos jam pelajaran, atau sekian kali saya ditangkap Polisi karena melakukan pelanggaran-pelanggaran lalu lintas, tetapi itu tidak pernah membuat saya kapok. Karena ya, pada masa itu anak cowok SMA enggak bakalan cool kalau enggak nakal.. Sebuah prinsip yang sungguh sangat sangat salah, hehehe...
Nilai sekolah saya yang pas-pasan membuat saya gagal lulus pada SMPB, yang sekarang dikenal dengan SNMPTN. Akhirnya saya memutuskan untuk masuk salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta.

"Jakarta keras, Bro!!".. Itu adalah kalimat pamungkas yang dititpkan oleh temen-temen ketika saya akan kuliah ke Jakarta. Sebenarnya Jakarta bukan lah merupakan kota yang asing bagi saya, karena saya memiliki banyak sanak saudara disana. Tetapi mencoba untuk hidup sendiri sebagai seorang mahasiswa, itu adalah tantangan terbesar yang sangat saya tunggu pada waktu itu.

Masa-masa kuliah adalah masa tersuram di kehidupan saya. Masa dimana saya mengenal bagaimana hitam dan kelamnya dunia. Disaat itu saya sangatlah jauh dari Tuhan, sehingga saking jauhnya saya sempat berada 'sangat dekat' dengan-Nya. Wanita, Judi, Alkhohol, dan obat-obatan adalah hal yang biasa dalam keseharian saya. Dikarenakan kampus saya adalah kampus yang isinya anak-anak berduit (bapaknya) maka pergaulan seperti ini sangat gampang didapatkan.

Enggak ada alasan untuk enggak ke club setiap malam, saya dan beberapa teman-teman lebih memilih untuk tidak ikut perkuliahan esok harinya, daripada harus absen untuk mendengarkan dentuman musik yang dimainkan oleh para DJ. Dari club ecek2, sampai club papan atas semua mengenal jejak sepatu saya. Kami enggak pernah nunggu2 guest list, atau invitation karena kami selalu open table, bahkan dibeberapa club kami sudah diperlakukan seperti anaknya konglomerat atau pejabat. Bukan maksud sombong, dulu mungkin saya memang bangga terhadap keadaan ini.. Akan tetapi semakin kesini, saya malah menjadi malu dengan hal yang saya banggakan tersebut.

Wanita adalah hal yang paling saya puja ketika itu. Saya pernah punya pacar 3 orang di 3 kampus yang berbeda, dalam waktu bersamaan. Kostan saya adalah kostan pacar saya, begitupun sebaliknya. Memang tampang saya tidak seberapa, tapi kegencaran saya dalam memburu wanita, ditambah sedikit materi yang saya miliki, membuat wanita incaran saya lebih sering luluh daripada menjauh.

Panti pijat, SPA, lapangan tembak, dan wanita bookingan juga menjadi kebutuhan saya pada saat itu. Saya berkeliling Jakarta, hanya untuk mencari tempat pijat dan spa yang cocok.. Mulai dari Santoso sampai ke Malioboro, atau dari Classic hingga ke Alexis.. Ada suatu kenikmatan tersendiri ketika itu.. Kenikmatan yang mungkin sudah tidak saya rasakan lagi jika sekarang saya pergi ketempat-tempat tersebut..

Wanita bayaran pun menjadi teman tidur saya dikala sepi.. Dari yang mangkal di pinggir jalan, seperti Jatinegara, Blok M, Kota, Mahakam.. Sampai yang 'door to door' dan via germo-germo, seperti anak kuliahan, karyawati, bahkan saya pernah membayar puluhan juta untuk seorang artist agar bisa tidur dengan saya.. Artist yang pada waktu itu belum terlalu terkenal tentunya..
Sekali lagi, saya bukan berbangga.. Saya hanya ingin menceritakan betapa hina dan bodohnya saya ketika itu..

Berawal dari kegemaran bermain sepakbola, menonton sepakbola, hingga akhirnya berkenalan dengan seorang bandar judi bola, dan menjadi seorang pejudi. Mulai dari judi bola, hingga akhirnya bermain judi real secara face to face dengan para taipan dan orang-orang berduit dengan kunci range rover nya. Saya bermain di salah satu daerah di Jakarta yang aman, dan tidak akan pernah dicolek oleh aparat dan penegak hukum. Mulai dari main ratusan ribu, jutaan, hingga puluhan juta rupiah. Saya tidak tau bearapa banyak saya menghamburkan uang disini, mungkin melebihi harga 1 unit apartment di SCBD karena saya juga sempat bermain saham dan valas juga ketika itu.

"Cuy, ke kampus gak nih?".. Itu adalah kaa-kata rutin yang selalu diucapkan teman saya pada malam hari. Ya kampus mana lagi yang malam-malam buka selain Stadium? Gak perlu lah saya ceritakan disini apa yang saya kerjakan disana, karena saya sudah terlalu malu untuk menceritakannya...

Saya enggak sanggup mengingat, dan bercerita lebih lama lagi.. Karena niat awal saya mengetik cerita ini adalah mengisi kekosongan waktu di pesawat.. Saya hari ini balik ke Sumatera setelah seminggu berkunjung ke Jakarta untuk beberapa keperluan..


Saya sadar, mungkin pada saat itu saya sudah sangat jauh dengan Tuhan, sehingga saya sangat gampang dikendalikan oleh nafsu dan kesesatan dunia. Sekarang kedua orang tua saya bertambah tua, saya belum sempat membahagiakan mereka, karena saya pun sekarang belum terlalu mapan secara materi. Dan saya pun masih belum menemukan pendamping hidup, jadi saya belum bisa memberikan cucu untuk mereka timang. Saya sudah menyia-nyiakan hidup hampir 27 tahun lamanya, dan saya ingin memanfaatkan sisa hidup saya dengan hal-hal yang berguna.

Semoga teman-teman tidak ada yang memiliki kehidupan sepahit saya, dan semoga teman-teman selalu berusaha menjauhi diri dari hal-hal yang negatif, dan selalu ada di jalan yang lurus. Aamiin.
Akhirnya cerita ini memang harus saya sudahi, karena pesawat saya sudah ambil posisi untuk landing.

Mohon maaf apabila ceritanya berantakan, dan kata-kata yang tidak sesuai pada tempatnya.

Fiuuuhhhh, susah juga nulis dengan bahasa kayak gini ternyata...
wew, udah pernah ke kalijodoh juga dong mas gan emoticon-Ngakak
Quote:


Hehehe pernah dong bro, sekali doang sih kalo gak salah.. Eh sekali apa dua kali ya, lupa.. Hehehe

Kalijodo trus pulangnya lgsg lanjut ke muara angke makan seafood. emoticon-Hammer