alexa-tracking

KHAYALAN YANG NYATA

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54e9d787becb17e7238b4573/khayalan-yang-nyata
KHAYALAN YANG NYATA
Selamat sore agan-agan, kali ini ane mau membagikan cerita pendek karangan ane. Cerpen ini sudah pernah ane muat sebelumnya di Kaskus dengan judul Escape from the Real Life, tapi sayang thread itu ditutup...karena salah kamar.emoticon-Hammer2
Jadi, ane memutuskan untuk membuat thread cerpen tersebut yang baru dan menamainya kembali menjadi KHAYALAN YANG NYATA karena seperti yang kita tahu, tidak boleh ada thread yang bernama sama dengan thread yang sudah ada sebelumnya. Jangan khawatir, cerita ini sudah ane revisi sehingga akan sedikit berbeda dengan sebelumnya. Jadi, agan akan menemukan hal baru di dalam cerpen ini. Ingatlah satu hal, cerita ini hanyalah murni kisah fiksi belaka karangan ane. Jangan menghubung-hubungkan dengan perisitiwa lain di dunia nyata. Bila ada kesamaan dalam bentuk apapun, itu adalah sebuah ketidaksengajaan.
Oke, langsung saja dinikmati gan!

KHAYALAN YANG NYATA

Part 1

Kirke. Usianya yang baru 46 tahun dan jabatan direktur keuangan yang sudah diraihnya membuat banyak rekan kerjanya kagum sekaligus iri akan pencapaiannya. Itu karena mereka hanya melihat dari luarnya saja. Memang dari luar, ia tampak sebagai seorang eksekutif yang sukses. Setiap hari, ia selalu datang ke kantor pukul 08.30 dengan menggunakan sebuah sedan berwarna silver yang jika diuangkan mungkin cukup untuk menyekolahkan 5 orang anak hingga lulus kuliah dan selalu diparkirnya di depan kantor, kontras dengan mobil-mobil lain di sekeliling yang merupakan mobil-mobil biasa Ia seakan ingin menunjukkan bahwa ia lebih kaya dan mapan dibandingkan mereka. Di dalam dompet hitam bertekstur kulit buaya miliknya, lembaran kertas berwarna merah dengan beberapa tulisan angka "100000" berjejer rapi di dalamnya setiap saat. Selain itu, tersusun pula dengan rapi beberapa kartu, seperti kartu ATM, kartu kredit, dan KTP juga foto anak perempuannya yang masih duduk di bangku SMA kelas 11. Setiap hari, semua orang di kantor selalu memberi hormat kepadanya ketika ia lewat dengan mengenakan jas hitam dan dasi biru serta senyuman penuh kebanggaan yang mempertegas posisinya. Sekali lagi, itu baru dari sisi luarnya saja. Jika kau bisa memata-matai dan melihat kehidupan pribadinya, kau pasti akan berpendapat jika kehidupannya tidak lebih membahagiakan dari seorang pesuruh di perusahaannya yang mungkin bisa ia atur gajinya semaunya sendiri. Ia merasakan stres yang sangat menyiksa dirinya karena begitu banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dan jadwal pertemuannya dengan klien yang cukup padat. Semenjak permohonan cerai dari istrinya dikabulkan pengadilan enam bulan yang lalu, depresi yang sudah menderanya semakin membuatnya tersiksa.

Siang hari yang cerah, ia berencana untuk pergi ke rumah makan di depan kantor untuk makan siang. Saat hendak keluar, ia berpapasan dengan seseorang yang tampak tidak asing di matanya di lobby kantor. Seorang teman lamanya datang mengunjunginya dan sepertinya ingin mengajaknya membicarakan sesuatu.
"Apa kabar, bro! Baik-baik aja?!, kata si teman.
"Gue sih baik-baik aja kok! Malah sekarang gue udah jadi direktur keuangan.", balas Kirke seraya merapikan dasinya.
"Oh, syukurlah kalau gitu! Gue ke sini karena kebetulan gue ingin menawarkan sesuatu ke elo! Tapi ini cuma di antara kita berdua ya! Ada tempat yang agak sepi gak di kantor ini?", si teman menanyakan.
"Ke ruangan gue aja di lantai 5!", kata Kirke menyarankan.
"Ya udah! Kita ke sana!", Kirke dan temannya berjalan beriringan memasuki lift dan memencet tombol lift bertuliskan "5" untuk menuju ke ruangan kerja Kirke.

Sesampainya di ruangan kerja Kirke, mereka mulai terlibat percakapan...
"Kenapa elo tiba-tiba datang ke sini?', tanya Kirke.
"Gue mau menawarkan barang jualan gue ke elo! Eh, di sini gak ada kamera pengintai 'kan?", tanya si teman.
"Kalau di ruangan gue sih kebetulan lagi rusak sejak minggu lalu.", jawab Kirke.
"Bagus!", temannya lalu mengambil sesuatu dari tas berwarna hitam yang dibawanya.
"Memangnya apa yang elo bawa?", tanya Kirke penasaran.
"Ini! Kalau elo lagi banyak masalah, elo bisa coba ini! Ini gue sebut "bubuk ajaib"! Dijamin sekali elo coba, elo bakal merasa bebas dan hidup elo akan lebih berwarna! Gue yakin elo pasti merasa bosan 'kan harus melakukan rutinitas di kantor?!", temannya itu mengeluarkan sebuah bungkusan berwarna putih polos.
"Pas banget! Gue emang lagi butuh banget kayak beginian! Tapi apa benar bisa bikin gue "kabur" dari masalah-masalah hidup gue?! Jangan-jangan elo cuma mau ngerjain gue!', kata Kirke tidak yakin.
"Benar gue jamin it will 100% work! Kalau elo gak puas, gue bakal balikin duit elo 100%! Elo tinggal hubungi alamat ini!", katanya seraya memberikan kartu namanya.
"Soal duit sih gue gak masalah! Yang penting, ini bisa menjadi jawaban atas permasalahan hidup gue! Ngomong-ngomong, berapa harganya?!", tanya Kirke sambil meraba saku dalam jasnya.
"Kalau untuk ukuran elo sih, gue yakin pasti gak mahal! Rp4 juta per 10 bungkus!", katanya sembari mengacungkan 4 jarinya ke hadapan Kirke.
"Mahal banget!", Kirke bereaksi.
"Eh, elo 'kan direktur keuangan! Masa elo gak tahu sih?! Sekarang 'kan apa-apa lagi mahal. Jadi wajar dong kalau harganya mahal! Lagian, elo sendiri 'kan yang bilang kalau soal harga gak masalah buat elo?", si teman meyakinkannya.
"Ya udah kalau begitu gue minta 20 bungkus!", akhirnya ia yang memang membutuhkan sesuatu yang bisa membuatnya melupakan kehidupannya yang memuakkan itu menerima pemberian temannya itu walaupun harganya cukup mahal.
"Oke, jadi Rp8 juta harus elo transfer ke rekening gue! Ini!", katanya sambil menuliskan nomor rekeningnya di selembar kertas.
"Oke gue urus dulu pembayarannya.", Kirke mengurus pembayaran lewat ponselnya sementara temannya menyiapkan 20 bungkus "bubuk ajaib" pesanan Kirke.

Secepatnya, ane akan lanjut ke part-part berikutnya. Mohon kritik dan masukan dari Kaskuser sehingga ane bisa terus menyempurnakan cerpen ane ini dan part berikutnya akan jadi lebih baik. Selamat membaca.
UPDATE
Part 2 (23 Februari 2015)
image-url-apps
ane baca cerpenya dulu gan,kayaknya menarik nih
image-url-apps
Ditunggu kelanjutan cerpen nya gan emoticon-Big Grin
KASKUS Ads
Penasaran sama Mercedes Silver-nya. .
Itu kira W220,, W221 ato W222 yah??
emoticon-Shakehand2

Keren,, ceritanya bagus neeh,, entah aq comment ke berapa,, cuma saran aq,, klo mw update,, update ajh,, jgn nunggu smpe comment hrus skian. .
Kalo cerita qm bagus,, psti bnyak yg comment deh. .
emoticon-Big Grin
image-url-apps
Quote:

Makasih buat masukannya. Ane sempat ragu soalnya bakal banyak yang baca atau enggak. Tapi ane udah ubah kebijakan ane dan update akan ane lakukan sore nanti. Kalau mau update sekarang gak bisa soalnya naskah cerpen ini ada di laptop ane di rumah dan gak ane bawa ke kampus. Yang ingin tahu kelanjutannya, tunggu sore nanti ya!
Quote:


Naaah,, gitu dong ka,, update ajh,, semua cerita disinih pasti aq baca qo. .
emoticon-Shakehand2
Aq ajah selalu update,, ga peduli yg baca berapa banyak ka. .
emoticon-Ngakak

Tapi jujur aq penasaran,, Stuttgart yg dy pake itu apaan W22x,, W21x,, ato W20x,, kasih tahu yaah. .
emoticon-Malu
Quote:


Oke ane luruskan. Kalau menurut ane sih W210.
BTW. Stuttgart itu bukannya klub di Bundesliga dan kota di Jerman?
emoticon-Bingung (S)
Quote:


W210 itu New Eyes yah??
Kebo juga tuh Stuttgart ka. .
E300 kah??

Quote:


Ane sih awam soal otomotif gan
emoticon-Malu
Ane ceritain doi pake Mercy biar keliatan sukses banget gitu...
Quote:


Heeeh,, qo aq dipanggil gan. .
emoticon-No Hope
Aq cewe Ka,, tapi interest aq emg di Engineering,, kbetulan aq lulusan Teknik ka. .
emoticon-Shakehand2

Kalo aq lebih suka Bavaria (BMW) dibadingkan Stuttgart (Mercedes Benz),, karena karakter riding,, power,, n handlingnya ka. .
emoticon-Shakehand2

Btw,, update-nya yaah jangan lupa. .

Part 2

Semenjak itu, ia rutin mengonsumsi "bubuk ajaib" itu baik di rumah maupun kantor. Akan tetapi, tanpa disadarinya benda itu justru memberinya efek lain. Setiap kali mengonsumsinya itu, ia langsung merasakan halusinasi yang terasa sangat nyata. Mulanya, ia sempat merasa risih. Namun seiring waktu, ia menjadi begitu menikmatinya dan merasakan sebuah dunia dinamis yang memberinya tantangan, berbeda dengan dunianya yang nyata yang membuatnya jenuh dan muak.

Siang hari itu, seperti biasa Kirke sedang membuat kopi untuk menenangkan pikirannya di pantry. Ia memang punya kebiasaan membuat sendiri minumannya ketimbang meminta Office Boy untuk melakukannya. Ini karena sifatnya yang agak paranoid dan tidak mudah percaya kepada seseorang. Ia menambahkan setengah bungkus "bubuk ajaib" yang biasa dikonsumsinya ke dalam kopi tersebut dan meminumnya. Satu menit kemudian, ia mulai berhalusinasi bahwa ia dikelilingi oleh banyak makhluk aneh yang akan menghabisinya. Ia mengamuk dan berusaha melawan sekuat tenaga namun tidak berdaya. Makhluk-makhluk itu terus saja mengerumuni dan mencakar serta mencekiknya. Ketika ia merasa seperti akan mati, seseorang menyadarkannya.

"Pak Kirke! Pak! Pak! Pak!", kata sebuah suara yang memanggil namanya.
"Siapa kamu?!", tanya Kirke yang belum sadar dari halusinasinya.
"Saya Kilo, anak buah bapak. Sadarlah, pak!", kata suara itu yang mengaku sebagai Kilo, anak buahnya.
"Bohong! Kamu pasti salah satu dari monster yang ingin membunuhku, 'kan?!", tuduh Kirke.
"Monster? Monster apa?! Kalau bapak tidak percaya lihat kartu identitas saja ini!", Kilo menunjukkan kartu identitas yang berisi nama dan fotonya.
"Oke, saya percaya kamu Kilo, anak buah saya! Lagipula untuk apa kamu ke sini?! Cepat lari, di sini banyak makhluk aneh yang akan membunuh kita!", kata Kirke yang kesadarannya masih rawan.
"Makhluk? Makhluk apa?! Ketika saya masuk, saya hanya melihat bapak meronta-ronta sambil mencekik leher bapak! Apa bapak baik-baik saja?!", Kilo yang kebingungan dengan tingkah laku atasannya itu kemudian menyiraminya dengan segelas air, Kirke pun sadar.
"Maafkan saya karena saya harus menyirami bapak dengan air! Kalau tidak bapak tidak akan sadarkan diri!", kata Kilo meminta maaf.
"Oh, tidak ada apa-apa! Kembali dan lanjutkan pekerjaanmu!", Kirke bangkit dan merapikan jasnya.
"Siap, pak! Oh ya pak, saya ingin menyerahkan laporan dari cabang pertama yang bapak minta dua hari yang lalu!", balas Kilo.
"Oke, berikan kepada saya!", perintah Kirke.
"Apa sebaiknya saya taruh di meja bapak saja?!", lanjut Kilo.
"Tidak perlu! Nah, itu mejamu! Berikan laporan itu!", Kirke menunjuk meja kerja Kilo dan menyuruhnya mengambil berkas laporan itu. Kilo mengambil sebuah map berwarna merah di meja kerjanya dan memberikannya kepada Kirke.
"Oke tenang Kirke! Semuanya masih terkendali", kata Kirke dalam hatinya lalu kembali ke ruangannya.

Jam di dinding kantornya membentuk sudut 180 derajat dan warna biru kehijauan mulai menguasai langit. Kirke mulai membereskan semua barangnya dan memasukkannya ke dalam tas kerjanya. Ia mematikan lampu ruangan kerjanya dan bergegas menuju lift untuk turun ke lantai dasar. Ia keluar dari gedung kantor itu dan menuju pelataran parkir. Semuanya tampak normal seperti hari-hari sebelumnya, kecuali satu. Ketika akan memasuki mobilnya, ia melihat sesosok anak kecil yang memperhatikannya dengan tatapan mata yang dingin. Ia mendekati anak itu dan menanyainya...

"Siapa kamu? Mengapa kamu menatapku seperti itu?", tanya Kirke.
Tidak ada jawaban dari anak itu.
"Aku tanya siapa kamu dan mengapa kamu menatapku seperti itu?", Kirke bertanya lagi dengan nada menanjak.
Lagi-lagi anak itu hanya terdiam.
"Aku tanya sekali lagi! Siapa kamu dan untuk apa kamu menatapku seperti itu?!", Kirke kali ini mulai emosi.
Anak kecil itu akhirnya meresponnya, "Kau bisa menyangkal duniamu tetapi kau tidak bisa lari darinya."
"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti!"

Anak kecil itu tidak menjawab pertanyaan Kirke dan berlari meninggalkannya. Kirke berusaha mengejarnya tetapi mendadak ia menghilang. Kirke berusaha mencarinya ke mana-mana tetapi ia tidak bisa menemukan di mana anak tersebut sekarang. Akhirnya, Kirke memutuskan untuk masuk dan ke dalam mobilnya.

Di jalan, Kirke berusaha untuk berkonsentrasi saat mengemudi. Ia memacu kuda besi milknya dengan kecepatan sedang karena hari itu jalanan cukup sepi. Tiba-tiba, ia mengerem mendadak. Bukan tanpa sebab, kali ini anak kecil tadi ada di tengah sebuah jalan besar yang sepi, tepat di depan mobilnya.

"Hei, kamu! Ngapain di tengah jalan? Minggir sana!", teriak Kirke sambil membunyikan klakson mobilnya.
Anak itu hanya terdiam dan tidak menunjukkan perubahan ekspresi sama sekali.
"Kau ini tuli apa bodoh?!", Kirke semakin emosi.
Anak itu tetap tidak menjawab.
"Kau mau kutabarak? Oke!"

Kirke menarik tuas persneling ke belakang dan memundurkan mobilnya sejauh 100 meter. Ia lalu menginjak pedal gas dan hendak menabrak anak itu hingga akhirnya anak itu benar-benar tertabrak...

"HAHAHAHAHAHAHAHA! MAMPUS KAU, ANAK BELAGU!", teriak Kirke penuh rasa kemenangan. Terhanyut dalam euforia "kemenangan" membuatnya bersemangat dan memacu mobilnya sampai kecepatan 120 kilometer per jam dan meninggalkan tempat itu.
RESERVED BY TS
image-url-apps
update lagi lah gan,
image-url-apps
Quote:



Kentang artinya apa gan?emoticon-Bingung (S)
image-url-apps
Quote:


cepet amat gan,
KENa TANGgung.
ane lagi asik nih bacanya, kagak ada lanjutannya
image-url-apps
Quote:



Soalnya belum ane update dari 7 bulan lalu. Ane sempat berpikir meninggalkannya begitu aja dan agan tiba-tiba muncul. BTW, minta saran buat ceritanya dong gan.
×