alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54e84035108b46ce6a8b456f/ibu-di-australia-dukung-eksekusi-mati-di-ri
Ibu di Australia Dukung Eksekusi Mati di RI
Quote:
Quote:Ibu di Australia Dukung Eksekusi Mati di RI
Seorang ibu di Melbourne, Australia mendukung pelaksanaan eksekusi mati terhadap duo terpidana mati 'Bali Nine', Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Dukungan itu ia lontarkan lantaran putrinya tewas karena mengalami overdosis narkoba jenis heroin.

Beverly Neal, nama wanita itu, berdoa agar gembong narkoba 'Bali Nine' tersebut jadi dieksekusi mati. Dia juga berharap warga Australia lainnya saudara bahwa mereka bersalah.

"Mereka adalah penjahat yang seolah-olah dijadikan pahlawan," ujar Neal, seperti dimuat News.com.au, Sabtu (21/2/2015).

"Siapa yang tahu, ada berapa banyak nyawa yang akan terenggut jika mereka (gembong narkoba Bali Nine) tidak tertangkap di Bali," imbuh dia.

Neil juga mengaku masih belum bisa melupakan sosok anaknya, Jeniffer Neal, yang tewas overdosis pada usia yang masih belia, yakni 17 tahun. Bayang-bayang anaknya masih membekas di pikirannya.

"Putriku anak yang cerdas dan cantik. Dia baru masuk kuliah jurusan bisnis, kala itu. Saat tewas, itu adalah overdosis yang keempat kalinya."

Selain itu, Neil juga memberi nasihat kepada orangtua Andrew Chan dan Myuran Sukumaran untuk merelakan kepergian anaknya. Sebab bagi dia, orangtua kedua gembong narkoba itu masih lebih beruntung daripada dirinya.

"Mereka masih bisa mengucapkan ucapan selamat tinggal, sedangkan aku tidak," tandas Neil.

Sikap Neil berbeda dengan sebagian besar warga dan pemerintah Australia yang belakangan ini menggemborkan protes kepada Indonesia atas rencana eksekusi mati terhadap Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Di media sosial, warga negeri kangguru bahkan menyerukan untuk memboikot Bali jika eksekusi jadi dilakukan.

Jennifer Neil tewas overdosis pada usia 17 tahun (News.com.au)

PM Abbott juga sempat menyinggung bantuan kemanusiaan dari pihaknya senilai A$ 1 miliar atau sekitar Rp 10 triliun kepada Indonesia saat Aceh dilanda bencana tsunami pada 2004 silam.

Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia (RI) baru-baru ini memutuskan untuk menunda pelaksanaan eksekusi mati tersebut.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Tony Tribagus mengatakan, penundaan tersebut sebagai, "Wujud respons terhadap permintaan Australia dan keluarganya untuk meminta waktu panjang untuk bertemu (2 terpidana mati)".

Kapuspenkum juga menyatakan rencana pemindahan narapidana di 5 lokasi di Tanah Air ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada pekan ini juga ditunda. Kelima lokasi itu adalah Grobokan (Bali), Madiun (Jawa Timur), Yogyakarta, Tangerang (Banten), dan Palembang.

Sedianya Kejagung akan mengeksekusi 11 terpidana mati yang sudah ditolak permohonan grasinya. 11 Terpidana mati itu adalah:

1. Syofial alias Iyen bin Azwar (WNI) kasus pembunuhan berencana
2. Mary Jane Fiesta Veloso (WN Filipina) kasus narkoba
3. Myuran Sukumaran alias Mark (WN Australia) kasus narkoba
4. Harun bin Ajis (WNI) kasus pembunuhan berencana
5. Sargawi alias Ali bin Sanusi (WNI) kasus pembunuhan berencana
6. Serge Areski Atlaoui (WN Prancis) kasus narkoba
7. Martin Anderson alias Belo (WN Ghana) kasus narkoba
8. Zainal Abidin (WNI) kasus narkoba
9. Raheem Agbaje Salami (WN Cordova) kasus narkoba
10. Rodrigo Gularte (WN Brazil) kasus narkoba
11. Andrew Chan (WN Australia) kasus narkoba.

Source


Akhirnya ada warga Australia yang sadar akan bahaya narkoba. Bahaya narkoba sekarang bukan hanya menjadi masalah di negara RI doang. Tapi sekarang bahaya narkoba sudah bisa dibilang seperti global warming. Dampaknya sangat menyeluruh. Saya sangat setuju dengan perkataan Neil bahwa "Bagaimana kalau mereka berdua tidak tertangkap di Bali? Berapa nyawa yang akan hilang jika mereka tidak ditangkap." Hebat sekali Neil mempunyai pemikiran seperti itu. Saya berharap peredaran narkoba dari tahun ke tahun akan berangsur-angsur menurun. Ayo kita sama-sama dukung Neil dan dukung masyarakat akan sadar bahaya narkoba.
Reserved
mereka (yg mendukung) mana tau bagaimana rasanya kehilangan orang yg dicintai karena narkoba emoticon-Smilie
nah ini baru waras
Quote:Original Posted By flavia99
mereka (yg mendukung) mana tau bagaimana rasanya kehilangan orang yg dicintai karena narkoba emoticon-Smilie


Setuju gan
Nah gitu donk berpikiran terbuka emoticon-Blue Guy Peace
sulah layak dan pantas dihukum mati, itu para grmbong narkoba
persetan orang teriak teriak soal HAM
Yg ga dukung org goblok gan
Mejeng di page one emoticon-Cool
ane juga dukung eksekusi gan emoticon-Hammer2
ane dukung emoticon-army
tembak mati aja sekalian si tony abbotnya
Mereka yg nolak terpidana dihukum mati gak tau mereka enak2 saja disana, yg rusak generasi bangsa di mari emoticon-Mad
Untung ada yg sadar juga
andai mereka semua tahu emoticon-Berduka (S)
ane dukung eksekusi mati gan
bunuh emoticon-Marah
ane dukung hukuman mati gan, demi Indonesia yg jaya emoticon-I Love Indonesia (S)
setuju gan
Memang harus nya di hukum mati sih gan...
kalo gak ke tangkep juga bakalan banyak banget bikin orang yg sengsara gara2 ketagihan narkoba gan...
Mengapa HAM hanya berlaku bagi pelaku tetapi HAm tidak pernah kita perlakukan untuk korban yang mati karena narkoba ini.

buset...brarti slama ini warga Australia ga nyadar dong klo narkoba itu bahaya...cuma ibu yg satu ini sadar emoticon-Ngakak (S)