alexa-tracking

Masa Lalu, Sang Penakluk Penyesalan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54e7fa8a98e31b81468b456a/masa-lalu-sang-penakluk-penyesalan
Masa Lalu, Sang Penakluk Penyesalan
Penyesalan memang selalu datang terlambat. Kedatangannya yang terlambat ini kerap membuat setiap orang mengharapkan sesuatu yang nggak rasional, seperti mengharapkan waktu itu kembali lagi. Waktu di mana dia seharusnya tidak mengambil keputusan yang mengakibatkan penyesalan dalam satu moment hidupnya. Penyesalan yang semakin terasa nyata setiap kali kamu memejamkan mata sekalipun hanya satu detik. Kalau sudah begini, siapa yang bisa disalahkan? Tuhan?. Tuhan pun pasti akan tertawa bila melihat makhluknya turut menyalahkan-Nya atas sebuah keputusan bodoh yang dibuat oleh mereka sendiri sehingga melahirkan penyesalan bersamanya. Ketika mengambil keputusan, ada baiknya menganalisa dahulu sisi positif dan negatif untuk keputusan yang akan kamu ambil. Kombinasikan otak dan hati untuk membantu kamu menganalisanya. Sebelum akhirnya penyesalan itu menghantui seumur hidup dan membuat kamu terjebak ke dalam lingkup yang membuat kamu nggak maju-maju.

Lantas, apa yang bisa menjadi bahan bisa pertimbangan terkait keputusan kalian agar tidak melahirkan penyesalan?

Jawabannya adalah masa lalu

Meskipun masa lalu di sini hanya mampu mencegah penyesalan yang melingkupi dunia percintaan dan masalah kecil lainnya, tetapi apa yang menjadi sumber penyesalan hingga menjadi momok kaum muda seumuran gua selain masalah percintaan? Hmm, By The Way, usia gua sekarang baru 12 tahun~

Kita semua tahu, kalau semua yang kita miliki sekarang tidak akan terasa berharga sampai akhirnya dia menghilang dan bukan milik kita lagi. Kalau sudah begini, barulah kita menyesal karena tidak belajar untuk menghargai sesuatu yang telah pergi itu. Masa lalu ada bukan untuk dilupakan dan bukan juga tempat yang tepat untuk ditinggali. Tapi dijadikan bahan evaluasi sekaligus pertimbangan yang bisa mempengaruhi keputusan kita agar tidak berujung penyesalan.

Oke, langsung contohnya aja:

Buat kalian yang sekarang lagi kuliah dan dengan bangga menyandang status sebagai mahasiswa tingkat akhir dan (belum) lulus-lulus karena dengan sengaja menunda kelulusan kalian akibat kenyaman yang ditawarkan oleh dunia perkuliahan yang membuat kalian bisa ngumpul kapan aja sama temen se-penongkrongan, dapet uang bulanan dari ortu, dan nggak harus mikirin rimbanya dunia kerja, coba kalian renungi lagi. Renungi kembali masa lalu saat betapa bahagianya kalian diterima di kampus tersebut dan dengan bangga mengatakan, “Gue anak kampus ini loh”. Kebanggaan tersendiri begitu mengenakan almamater kampus pertama kalinya sebagai buah keberhasilan kalian. Renungi gimana susahnya kamu mengikuti seleksi yang terkesan tiada akhir sebagai bentuk persyaratan untuk diterima di kampus tersebut. Renungi juga senyum bahagia yang mengembang pada wajah orang tua kamu saat mengetahui usaha kamu selama ini membuahkan hasil begitu mendengar kamu mengatakan, “Ma, akhirnya aku diterima di kampus itu”. Renungi waktu yang dibutuhkan orang tua kamu untuk melihat anaknya mengenakan toga, berdiri di depan podium dan akhirnya menyandang status sebagai sarjana. Kita tidak akan pernah tahu seberapa lama Tuhan memberikan usia seseorang. Bisa jadi, melihatmu wisuda adalah kesempatan terakhirmu untuk melihat dan memberikan tangis bahagia untuk kedua orang tua kamu. Sebelum semuanya terlambat. Sebelum semuanya menjadi sia-sia. Sebelum akhirnya kamu hanya bisa mengutuk diri sendiri atas kesempatan yang di sia-siakan.

Nah, untuk masalah percintaannya….

Bagi lo yang ditakdirkan menjadi cowok, dan saat ini merengek minta putus sementara cewek lo merengek (juga) minta bertahan, ketahuilah, ada 3 kemungkinan di sini:
1. Lo masih terlalu berharga buat dia
2. Kunci motor/mobilnya belom lo balikin
3. Dia naksir sama temen deket lo.

Eh, maaf. Kita fokus lagi~

Sedangkan bagi kamu kaum perempuan, yang saat ini minta putus dengan alasan mulai dari yang rasional sampai yang nggak rasional sekalipun, sementara cowok kamu masih pengin bertahan dan berusaha ngeyakinin kamu, maka beruntunglah kamu. Karena cowok nggak punya alasan khusus buat bertahan dan memperjuangkan kamu. Tapi, satu hal yang pasti, kami tidak bodoh akan hal ini. Karena kami tau mana yang perlu dipertahanin untuk kemudian diperjuangkan dan mana yang nggak.

Oke, untuk kamu yang saat ini berperan sebagai “peminta putus”, coba silahkan direnungi kembali.

Renungi kembali saat di mana semua terasa mudah bila bersamanya. Bagaimana kompaknya kalian hingga membuat orang sekitar iri melihatnya. Saat di mana kamu pertama kali mengenalnya dan apa yang menjadi obrolan pertama kalian hingga obrolan itu mengalir sampai rasa nyaman itu timbul. Saat kalian sering saling mengirim VN (Voice Note) karena masih terlalu canggung berbincang via telepon hingga akhirnya kalian berani melakukannya. Ranungi kembali saat pertama kali kamu dan dia berbincang via telepon dan kalian saling menertawai suara lawan bicara kalian karena suaranya terdengar lucu di telepon, sampai pulsanya habis dan tanpa kalian sadari bahwa saat itu waktu telah membiarkan kalian bersama selama lebih dari 2 jam.
Yah, untuk saat-saat indah, waktu memang terasa lebih cepat.

Renungi juga saat kalian terjebak dalam obrolan random, namun kalian terus bersikeras untuk tidak mengakhiri obrolan kalian itu sampai akhirnya kalian hanya membuang waktu dengan saling berbalas emot saja. Saat kamu dan dia saling memanggil satu sama lain dengan sebutan paling absurd serta konyol, dan sekonyol apapun panggilan yang disematkannya ke kamu, kamu tetap menyukainya. Dan terakhir, masa di mana kalian dengan tangguhnya mengalahkan semua masalah bersama. Semua masalah akan mudah dikalahkan asal kalian bersama, begitu pikirmu saat itu, sampai akhirnya sekarang kamu membiarkannya untuk mengalahkan masalah “ini”, sendirian. Membiarkannya berjuang sendiri untuk membenahi hubungan yang sudah mulai goyah. Berusaha meyakinkan dirimu dan dirinya sendiri yang sebenarnya juga sudah tidak terlalu yakin. Ironis? Memang.

So, buat kamu yang sekarang ingin mengakhiri hubungan kalian meskipun belum memiliki alasan yang paling logis untuk itu, coba direnungi kembali masa lalu indah kalian. Sebelum semuanya terlambat. Sebelum kamu ditertawai dan dipecundangi oleh penyesalan. Sebelum akhirnya tangis dan penyesalan kalian tidak mampu meluluhkan komitmennya untuk memperjuangin kamu kembali.

“Kita tidak harus mencari pasangan yang sempurna, yang kita harus lakukan adalah mencintai seseorang dengan segala ke-tidak- sempurnaannya.” –MMM2

Btw, kalo ngomongin penyesalan, gua punya pengalaman menyesal yang terkadang menganggu pikiran gua bila ada waktu kosong buat melamun. Dan karena postingan ini udah terlalu kepanjangan, maka gua akan cerita singkatnya aja.


Oke, sekian dulu tulisan gua yang panjang ini. Kalo ada yang punya pengalaman penyesalan atau yang lainnya, share di comment box ya.

sumber : http://zikri-blogbusuk.blogspot.com/...enyesalan.html (blog ane sendiri)emoticon-I Love Indonesia (S)
Oke kebut skripsiii!!!! emoticon-Hammer2
"kalo gue sih gak pengin lulus tepat waktu. Tapi lulus di waktu yg tepat" Alitt sang mahasiswa abadi
mahasiswa abadi emoticon-Ngakak (S)