alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54e6aaacbecb178d728b456a/perjuangan-guru-perbatasan-mengajar-di-kolong-rumah-tanpa-bayaran
Perjuangan Guru Perbatasan, Mengajar di Kolong Rumah Tanpa Bayaran
Quote:Begitu banyak perjuangan seorang guru demi kemajuan bangsa. Dengan penuh kesabaran, mereka mengajar untuk mencerdaskan calon penerus bangsa. Dan, tak sedikit dari mereka yang berjuang dengan mengabdikan diri mereka untuk mendidik anak bangsa tanpa mengharap imbalan.
Salah satunya adalah Suraidah, warga Desa Sei Limau Kecamatan Sebatik Tengah Kabupaten Nunukan. Suraidah ini hanyalah salah satu contoh di antara sejumlah warga perbatasan Indonesia-Malaysia yang mengabdikan diri menjadi tenaga pengajar tanpa mengharapkan pamrih dari pemerintah. Berikut kisah selengkapnya, dilansir dari Antara



Quote:1.Rasa Prihatin
Perjuangan Guru Perbatasan, Mengajar di Kolong Rumah Tanpa Bayaran
Suraidah, salah satu pengajar di Yayasan Ar-Rasyid, Nunukan


Tinggal di daerah pedalaman membuat beberapa anak tidak bisa mengenyam pendidikan. Begitu pula dengan anak-anak yang tinggal di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan perbatasan Indonesia Malaysia ini. Kondisi tersebut telah mengetuk hati sejumlah warga yang memiliki kepedulian yang besar terhadap dunia pendidikan Indonesia, termasuk Suraidah.
Dia memutuskan untuk menjadi seorang pengajar karena rasa prihatin terhadap sejumlah anak-anak buruh di perusahaan perkebunan Malaysia yang tidak mengenyam pendidikan. Suraidah bersama ketiga temannya mengabdikan diri dengan tulus ikhlas tanpa mengharap pujian dan imbalan.



Quote:2.Guru di Sekolah Swasta dengan Fasilitas Terbatas
Perjuangan Guru Perbatasan, Mengajar di Kolong Rumah Tanpa Bayaran
Mengajar PAUD, SD, hingga SMP


Suraidah memutuskan untuk menjadi tenaga pengajar di sekolah swasta yang berada di bawah naungan Yayasan Ar-Rasyid Cabang perbatasan yang terletak di Jalan Asnur Gaeng Pasau RT 12 Desa Sei Limau Kecamatan Sebatik Tengah. Sekolah swasta yang bekerjasama dengan Yayasan Dompet Dhuafa Cabang Kaltim ini sudah membina 60 siswa yang terdiri dari tingkat bawah yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Begitu banyak suka duka menjadi pengajar di perbatasan. Salah satunya adalah keterbatasan fasilitas sehingga kolong rumah warga pun kerap kali digunakan sebagai ruang kelas untuk mengajar. “Fasilitas sekolah sangat terbatas. Bahkan kami terpaksa menggunakan kolong rumah warga sebagai ruang belajar,” ungkap Suraidah



Quote:3.Tidak Pernah Menerima Bayaran
Perjuangan Guru Perbatasan, Mengajar di Kolong Rumah Tanpa Bayaran
Mengajar di kolong rumah


Selain itu, Suraidah juga harus pandai membagi waktu. Apalagi dia mengajar anak dengan jenjang yang berbeda. Dia mengajar sejumlah 20 anak PAUD di pagi hari. Sedangkan siang dan sore hari dia mengajar anak SD dan SMP. Tanpa lelah, Suraidah dan ketiga temannya terus berjuang untuk bisa memberikan pendidikan terhadap anak-anak di wilayahnya.
Perjuangan Suraidah dan ketiga temannya ini memang pantas untuk diacungi jempol. Selama mengabdikan diri, Suraidah mengaku belum pernah mendapatkan imbalan atas tenaga dan waktunya. Dia juga mengaku mengajar dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan dari pemerintah.



Quote:4.Harapkan Pemerintah untuk Berikan Kesejahteraan
Perjuangan Guru Perbatasan, Mengajar di Kolong Rumah Tanpa Bayaran
Harapan guru di perbatasan


Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Nunukan, Hj. Nursan berharap agar pemerintah memperhatikan pendidikan yang berada di perbatasan. Dia mengaku miris melihat kondisi kolong rumah yang dijadikan tempat belajar dan perjuangan tenaga pengajar yang tidak mendapatkan kesejahteraan.
Apalagi, saat kampanye di Papua Presiden Jokowi juga berjanji akan memberikan kesejahteraan guru di perbatasan. Begitu pula dengan warga Nunukan yang juga berharap agar pemerintah juga memberikan kesejahteraan guru di perbatasan Indonesia Malaysia.



Quote:Namun, hingga saat ini, masih banyak sekolah-sekolah dengan kondisi yang memprihatinkan. Termasuk anak-anak yang belajar di kolong rumah dan guru yang tanpa dibayar ini.


Quote:
Spoiler for Sumber:



Quote:Jangan Lupa Tinggalkan Komentar ya gan/sis
Bantu Juga emoticon-Rate 5 Star ya
emoticon-Cendol (S)
Quote:Perjuangan Guru Perbatasan, Mengajar di Kolong Rumah Tanpa Bayaran
Ironis......
Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi pendidikan kita di daerah terpencil. Betapa tidak, ketimpangan kualitas pendidikan di kota dengan di daerah sudah terjadi sedemikian rupa sehingga cerita tentang sekolah rubuh di daerah terpencil atau cerita tentang guru yang lari ke negara tetangga, bukan sekedar mitos belaka. Selanjutnya, untuk memperoleh pemahaman secara lebih mendalam, permasalahan ini dapat kita tinjau dari sudut pandang hak dan kewajiban warga negara.
Melihat kondisi pendidikan di Indonesia saat ini, sulit untuk membuat gambaran umum untuk menjelaskan situasi yang sebenarnya. Jika sekilas kita melihat pada sekolah-sekolah unggulan yang ada di kota, mungkin kita bisa berbangga dengan kondisi pendidikan kita saat ini. Sekolah-sekolah tersebut sudah sangat mapan dalam hal fasilitas dan kualitas. Para murid dan guru dari sekolah sekolah elit selalu dimanja dengan fasilitas pendidikan yang lengkap dan mutakhir. Segala proses pembelajaran dijalankan dengan nyaman dan mudah sehingga dapat menghasilkan murid yang berkualitas. Namun, ketika kita melihat kondisi pendidikan di daerah perbatasan, keadaan tersebut sungguh berbanding terbalik.
Perjuangan Guru Perbatasan, Mengajar di Kolong Rumah Tanpa Bayaran
Tak banyak yang mengetahui atau peduli dengan nasib pendidikan anak-anak di daerah perbatasan. Banyak anak diperbatasan Nusantara yang bernasib malang karena tak dapat memperoleh pendidikan yang bermutu. Di beberapa perkampungan atau dusun di perbatasan Kalimantan misalnya, anak-anak harus berjalan kaki 1-2 jam sejauh hingga 6 Km melintasi hutan dan menuruni bukit untuk mendapatkan pendidikan di sekolah setiap hari (koran pendidikan 14/03/2011).
Potret umum siswa di perbatasan memang sangat memprihatinkan. Namun, nasib para gurunya pun tak kalah memprihatinkan, terutama para guru honorer yang kebanyakan honor komite. Para guru tersebut banyak yang harus mengajar 2-3 kelas sekaligus. Hal ini karena kekurangan tenaga guru di sekolah pedalaman. Guru yang hanya bergaji 100-300 ribu sebulan itu banyak yang dipaksa bekerja ekstra keras bahkan terdapat ‘tuntutan psikologis’ untuk bekerja lebih besar daripada guru PNS karena status tidak tetap sebagai guru honorer lebih rentan daripada guru berstatus PNS yang meskipun sebulan tak mengajar di sekolahmasih akan tetap menerima gaji.
Daerah-daerah perbatasan yang pada hakikatnya merupakan daerah terdepan sebagai pintu gerbang untuk memasuki indonesia menjadi daerah yang paling terbelakang dalam hal pendidikan dan kesejahteraan guru. Kenyataan tersebut tentu saja sangat bertentangan dengan konstitusi karena sesuai dengan pasal 34 UUD 1945, setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan dan pengajaran. Artinya, baik anak-anak di daerah perkotaan maupun anak-anak di daerah perbatasan mempunyai hak yang sama, yaitu sama-sama mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
Perjuangan Guru Perbatasan, Mengajar di Kolong Rumah Tanpa Bayaran
Tidak dapat dipungkiri bahwa selain memiliki hak, warga negara juga mempunyai kewajiban, salah satu diantaranya adalah kewajiban untuk membela kedaulatan negara. Namun, ketika pemerintah tidak dapat memenuhi hak-hak warga negara, warga negara tersebut juga cenderung untuk mengabaikan kewajibannya. Contohnya adalah yang terjadi masyarakat yang berdomisili di sepanjang perbatasan. Mereka lebih ber-interaksi dan berorientasi kepada desa terdekat negara tetangga. Kesenjangan sosial ekonomi masyarakat daerah perbatasan dengan masyarakat negara tetangga mempengaruhi watak dan pola hidup masyarakat setempat dan berdampak negatif bagi pengamanan daerah perbatasan dan rasa nasionalisme. Inilah dampak buruk yang terjadi apabila pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di daerah perbatasan diabaikan, karena akan mengikis rasa nasionalisme yang bukan tidak mungkin akan mengancam kedaulatan bangsa.
Kenyataan-kenyataan yang telah dikemukakan di atas, membawa kita pada satu konsekuensi logis bahwa pemerintah harus lebih memperhatikan kondisi pendidikan dan kesejahteraan guru di daerah perbatasan. Untuk tujuan tersebut, setidaknya ada empat langkah yang harus dilakukan oleh pemerintah.
Pertama,membangun sarana dan prasana pendukung pendidikan seperti gedung sekolah dan fasilitas belajar lainnya.

Kedua,meningkatkan kesejahteraan guru di daerah perbatasan melalui gaji yang layak dan tunjangan hari tua.

Ketiga,meningkatkan kualitas guru melalui pelatihan-pelatihan.

Keempat,mengembangkan kurikulum yang sesuai untuk diterapkan di daerah perbatasan.


Kesimpulannya,mendapat pendidikan dan pengajaran berkualitas merupakan hak bagi setiap warga negara.Oleh karena itu,
negara harus menjamin dan mengusahakan terselenggaranya pendidikan yang berkualitas bagi seluruh warga negara baik
yang berada di kota maupun di daerah perbatasan.



Quote:
Spoiler for sumber:
Luar biasa orang itu kak,
mau mengabdi tanpa bayaran emoticon-rose
iya nih sosok yang seperti ini yang d butuhkan indonesia, berani,
membangun itu yang seperti ini gan menurut ane..
ini yg layak disebut pahlawan tanpa tanda jasa. emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By violavanda
Luar biasa orang itu kak,
mau mengabdi tanpa bayaran emoticon-rose


Demi mencerdaskan generasi bangsaemoticon-rose
Nasib orang pinggiran, gak dilirik pemerintahemoticon-rose
Quote:Original Posted By namakulyna


Demi mencerdaskan generasi bangsaemoticon-rose
Nasib orang pinggiran, gak dilirik pemerintahemoticon-rose


bukan bekerja demi materi,
jarang banget ada orang seperti itu,
nanti kalo udah punya anak mau dikasih makan apa ya kak?emoticon-rose
pendidikan di indonesia harus di gencarkan

guru aja gajinya kecil bgt,, kasihan emng negri kita ini

ga kan maju kalo kaya gini terus
Ane gak bisa bayangin gimana perjuangan guru dan siswa yang ada di perbatasan. Yang di daerah yang masih dekat dengan kota aja masih banyak fasikitas yang gak memadai. Mungin seharusnya guru yga ada diperbatasan tunjangannya lebih banyak ya.. hehe
Quote:Original Posted By violavanda


bukan bekerja demi materi,
jarang banget ada orang seperti itu,
nanti kalo udah punya anak mau dikasih makan apa ya kak?emoticon-rose


Kalo mereka ingin lepas dari NKRI pasti dibilang ga nasionalis.
Padahal pemerintah yg lupa mensejahterakan mereka. Sibuk mengurusi si anak emas (baca: pulau jawa)
Gak hanya pendidikan, tapi ekonomi dan pembangunan jg

Nasib orang perbatasan
inilah pahlawan tanpa tanda jasa,mau berjuang demi pendidikan.
hebat orang-orang demikian emoticon-Kiss (S)
doaku agar mereka selalu diberkati
my respect emoticon-Jempol
pahala dan berkah semoga selalu mengalir bagi mereka yang rela berkorban mencerdaskan bangsa gan emoticon-Mewek
semoga ada anak2 muda yang rela menlanjutkan perjuangan beliau, ayo 2 yang lulusan pendidikan keguruan
ciamik. salut! emoticon-Sundul Gan (S) emoticon-Sundul Gan (S) emoticon-Sundul Gan (S)
mari apresiasi gans.. emoticon-I Love Indonesia (S)
terharu gan, apalagi jaman kita sd trus nyanyiin hymne guru emoticon-Mewek
Quote:Original Posted By violavanda
Luar biasa orang itu kak,
mau mengabdi tanpa bayaran emoticon-rose

iya,ga semua orang bisa seperti itu emoticon-rose
bantu emoticon-Rate 5 Star ya

Quote:Original Posted By baloenkz11
ini yg layak disebut pahlawan tanpa tanda jasa. emoticon-Smilie

betul gan.. emoticon-Mewek
bantu emoticon-Rate 5 Star ya

Quote:Original Posted By rzprima
Ane gak bisa bayangin gimana perjuangan guru dan siswa yang ada di perbatasan. Yang di daerah yang masih dekat dengan kota aja masih banyak fasikitas yang gak memadai. Mungin seharusnya guru yga ada diperbatasan tunjangannya lebih banyak ya.. hehe

harusnya lebih diperhatikan oleh pemerintah
bantu emoticon-Rate 5 Star ya gan
maju terus bumi pertiwiku emoticon-I Love Indonesia (S)
salut untuk mereka emoticon-2 Jempol
Quote:Original Posted By KumisMenawan
iya nih sosok yang seperti ini yang d butuhkan indonesia, berani,
membangun itu yang seperti ini gan menurut ane..


bener2 pahlawan tanpa tanda jasa emoticon-Cendol (S)