alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Perjalanan Seorang Mantan Remaja
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54e6384614088dea448b456f/perjalanan-seorang-mantan-remaja

Perjalanan Seorang Mantan Remaja

Maaf postingan perdana disini.



Setiap Imlek, selalu saya wajibkan diri sendiri untuk pulang ke kampung halaman. Alasan yang paling utama adalah harus selalu merayakan Imlek dengan mama saya. Sudah bertahun-tahun merantau di tempat yang jauh dari kampung halaman, selalu di saat Imlek adalah saatnya saya wajib pulang.
Melihat kota tempat saya dibesarkan, semakin tahun semakin berbeda. Orang-orang yang sama dan yang biasanya saya lihat dulu, semuanya sudah mulai menua.
Yang dulunya masih muda dan segar, sekarang mulai menjadi tua. Yang dulunya masih kecil dan ingusan, sekarang telah menjadi remaja yang trendi.

Berkumpul dengan teman lama juga merupakan tradisi yang cukup rutin walaupun semakin tahun semakin sedikit yang mengikutinya. Tapi kehangatan dari persahabatan tak pernah luntur sedikitpun. Menertawakan hal-hal yang dulu dianggap hebat, ternyata adalah hal yang konyol. Mengenang kembali masa-masa dimana kami sedang mulai tahu akan dunia. Bernostalgia setahun sekali memang sangat menyenangkan.

Dari tahun ke tahun, pembicaraan kami yang dari topik pengalaman kuliah, topik tentang menggaet lawan jenis, topik tentang lamaran kerja kami, topik tentang pekerjaan kami dan sampai sekarang menjadi topik 'Saya ingin menikah tahun ini'. Dan topik di tahun-tahun yang akan datang mungkin adalah topik mengenai anak bayi, topik mengenai kesehatan yang menurun, topik mengenai ekonomi keluarga dan sebagainya.
Well, waktu terus berputar. Saya sadar, saya juga tak akan luput dari putaran waktu. Fase-fase dalam kehidupan ini adalah mutlak. Mau tak mau, siap tak siap, mampu tak mampu, harus dapat saya jalani dengan baik.
Pertanyaannya adalah sekuat apa saya menjalaninya, sebaik apa saya merintisnya. Hanya Tuhan yang tahu. Tapi saya bukan penganut rezeki di tangan Tuhan. Rezeki itu di tangan saya. Menurut saya, rezeki telah ditebar oleh Tuhan, dan tergantung saya untuk mendapatkannya.
Impian saya tidak muluk-muluk. Hanya ingin menjadi orang yang berkecukupan. Cukup untuk bisa makan apa saja, cukup untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan, cukup untuk berlibur beberapa kali dalam setahun dan cukup waktu untuk melakukan itu semua. Tidak perlu terlalu kaya dan tidak boleh terlalu miskin. Simpel tapi juga bukan hal yang mudah untuk mencapainya.
Eventually, tergantung diri saya sendiri.




Regards,
Mantan Remaja yang Selalu Rindu Pada Kampung Halaman




Ps.
Untuk yang masih remaja, pergunakanlah waktu kalian sebaik mungkin. Warnailah hari-hari kalian dan jauhilah narkotika. Bertingkah konyol, jahil, bandel, bebal, nakal, merasa hebat, dan sebagainya, akan menjadi sebuah cerita klasik kalian di masa depan yang akan kalian tertawakan bersama dengan teman-temanmu kelak.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di