alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54e5d67ba3cb1754538b4567/yukka-harlanda-tak-ada-brodo-tanpa-e-commerce
YUKKA HARLANDA: TAK ADA BRODO TANPA E-COMMERCE
 YUKKA HARLANDA: TAK ADA BRODO TANPA E-COMMERCE
SocialMediaWeek.org - Memulai kerap menjadi tahapan terberat. Namun di balik kesulitan, selalu ada kemudahan buat mereka yang pantang menyerah.

Begitu pula yang terjadi pada Muhammad Yukka Harlanda saat memulai bisnis fashion khusus pria, Brodo. Dengan segala keterbatasan, Yukka menemukan celah untuk memulai usaha menjadi lebih mudah melalui digital marketing. Bahkan Yukka mengakui, Brodo tak akan hadir tanpa e-commerce.

Kini, Brodo menjadi salah brand fashion ternama yang mampu menjual 4.500 pasang sepatu per bulan. Saat ini Brodo juga menjual produk pakaian, aksesoris, dan perawatan. Bahkan keberhasilan Brodo menjajal bisnis online menjadi salah satu kisah sukses di laman Facebook for Business.

Merek Brodo berawal dari kebutuhan Yukka mencari sepatu yang pas untuk dirinya. Maklum, ukuran sepatu Yukka adalah 46, yang sulit ditemukan di toko sepatu kebanyakan. Lalu ia memesan sepatu khusus buat dirinya. Tak disangka, teman sekampus banyak yang menyukai sepatu buatan Cibaduyut pesanan Yukka. Yukka pun melihat ini sebagai peluang bisnis. Pada 2010, Yukka bersama temannya Putera Dwi Karunia memesan sepatu lebih banyak ke Cibaduyut.

Misi Yukka adalah membuat sepatu dengan desain simple, keren, berkualitas, mendetail, namun masuk akal buat kocek mahasiswa. Dengan wawasan yang didapat dari kampus, Yukka menerapkan prinsip engineering yaitu pengalaman bentuk dan ruang yang fungsional. Sehingga salah satu ciri khas utama desain Brodo adalah sederhana tanpa menambah-nambah instrumen tak perlu.

Awalnya, sepatu ditawarkan kepada keluarga dan teman dekat. Lalu Yukka dan Putera juga menitipkan sepatu Brodo ke beberapa gerai distro di Bandung. Sayang, hasil penjualan tidak sesuai harapan.

Namun justru karena hasil penjualan tak memuaskan itulah Yukka memutar otak dan mencoba memasarkannya lewat Facebook. Brand awareness Brodo juga terus dibangun lewat social media lain. Mulai dari yang gratisan seperti Youtube, Instagram, Twitter, hingga yang berbayar seperti Facebook Ads, Google Adwords, dan Google Display Network.

Kali ini langkah Yukka dan Putera tepat. Sepatu besutan mereka laris terjual. Bahkan mereka sempat beberapa kali kewalahan memenuhi permintaan yang melebihi kapasitas produksi. Untuk merespon permintaan yang demikian tinggi, Yukka sampai pernah mengutak-atik kode Facebook dan membeli sebuah aplikasi untuk menjawab calon pelanggan secara otomatis. Brodo juga menyiagakan 12 smartphone Blackberry untuk berinteraksi dengan pelanggan.

Belakangan, Yukka dan Putera memutuskan menarik Brodo dari toko retail milik pihak lain. Mereka yakin potensi pasar online masih luas untuk digali lebih dalam. Meski e-commerce di Indonesia tidak sematang negara-negara maju, namun penduduk negeri ini mampu beradaptasi dengan dunia internet dan social media secara cepat.

Namun, saat ini telah ada perusahaan besutan Lithuania, yang ingin mengembangkan sayapnya ke entrepreneur Indonesia di bidang e-commerce. Adalah MobiFor.com, yang menyediakan segala kemudahan untuk kamu yang ingin membuat web e-commerce untuk produk kamu. Bukan hanya SEO dan desain profesional yang bisa kamu dapatkan, bahkan kamu bisa menggunakannya secara GRATIS!!. Langsung cek ke www.mobifor.com

 YUKKA HARLANDA: TAK ADA BRODO TANPA E-COMMERCE

Pengembangan Brodo pun difokuskan pada great design dan great service. Termasuk di antaranya adalah dengan membangun website e-commerce sendiri, dengan alamat www.bro.do pada 2013. Brodo juga sebelumnya membuka Brodo Store di Kemang, Jaksel. Sejak saat itu Brodo menggunakan jalur distribusi sendiri.

Selain membangun jalur distribusi, Brodo juga membuka website sendiri untuk memberikan pengalaman berbelanja khas Brodo. Coba saja buka [url=http://www.bro.do.]www.bro.do.[/url] Disana ada layanan chat supaya konsumen dapat respon yang lebih cepat.

Sementara melalui Youtube, Brodo juga terus menjaga kontak dan meneguhkan positioning produk mereka sebagai brand anak muda, dengan mengupload banyak karya video. Termasuk video-video humor tentang produk mereka.

Yukka mengatakan, anak muda sangat akrab dengan dunia digital. Hal itu, menurutnya adalah kekuatan untuk menyongsong tantangan di masa depan. Seperti dirinya, Yukka mendorong para generasi muda untuk terus mempelajari hal-hal baru di internet. Di Social Media Week Jakarta 2015 Yukka Harlanda akan berbagi pengalaman tentang kuatnya pengaruh rekomendasi di social media untuk memperkuat awareness dan meningkatkan sales. Hadiri sesinya di hari Kamis, 26 Februari 2015 di Pacific Place bersama dengan CMO Kaskus Ronny Sugiadha.
Mantaap...semoga tambah sukses.... emoticon-2 Jempol
Quote:Original Posted By yudhitea
Mantaap...semoga tambah sukses.... emoticon-2 Jempol


amin gan!
sundulan
×