alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54e4968c507410f6538b4570/quotjangan-mudah-melabelquot-dari-kisah-nyata-guru-sd
"Jangan Mudah Melabel" (Dari Kisah Nyata Guru SD)
Quote:"Jangan Mudah Melabel" (Dari Kisah Nyata Guru SD)

"Jangan Mudah Melabel" (Dari Kisah Nyata Guru SD)
Gambar hanya ilustrasi


Quote:Di suatu sekolah dasar, ada seorang guru yang selalu tulus mengajar dan selalu berusaha dengan sungguh-sungguh membuat suasana kelas yang baik untuk murid-muridnya.

Ketika guru itu menjadi wali kelas 5, seorang anak–salah satu murid di kelasnya– selalu berpakaian kotor dan acak-acakan. Anak ini malas, sering terlambat dan selalu mengantuk di kelas. Ketika semua murid yang lain mengacungkan tangan untuk menjawab kuis atau mengeluarkan pendapat, anak ini tak pernah sekalipun mengacungkan tangannya.

Guru itu mencoba berusaha, tapi ternyata tak pernah bisa menyukai anak ini. Dan entah sejak kapan, guru itu pun menjadi benci dan antipati terhadap anak ini. Di raport tengah semester, guru itu pun menulis apa adanya mengenai keburukan anak ini.

Suatu hari, tanpa disengaja, guru itu melihat catatan raport anak ini pada saat kelas 1. Di sana tertulis “Ceria, menyukai teman-temannya, ramah, bisa mengikuti pelajaran dengan baik, masa depannya penuh harapan,”

“..Ini pasti salah, ini pasti catatan raport anak lain….,” pikir guru itu sambil melanjutkan melihat catatan berikutnya raport anak ini.

Di catatan raport kelas 2 tertulis, “Kadang-kadang terlambat karena harus merawat ibunya yang sakit-sakitan,”

Di kelas 3 semester awal, “Sakit ibunya nampaknya semakin parah, mungkin terlalu letih merawat, jadi sering mengantuk di kelas,”

Di kelas 3 semester akhir, “Ibunya meninggal, anak ini sangat sedih terpukul dan kehilangan harapan,”

Di catatan raport kelas 4 tertulis, “Ayahnya seperti kehilangan semangat hidup, kadang-kadang melakukan tindakan kekerasan kepada anak ini,”

Terhentak guru itu oleh rasa pilu yang tiba-tiba menyesakkan dada. Dan tanpa disadari diapun meneteskan air mata, dia mencap memberi label anak ini sebagai pemalas, padahal si anak tengah berjuang bertahan dari nestapa yang begitu dalam…
Terbukalah mata dan hati guru itu. Selesai jam sekolah, guru itu menyapa si anak:

“Bu guru kerja sampai sore di sekolah, kamu juga bagaimana kalau belajar mengejar ketinggalan, kalau ada yang gak ngerti nanti Ibu ajarin,”

Untuk pertama kalinya si anak memberikan senyum di wajahnya.

Sejak saat itu, si anak belajar dengan sungguh-sungguh,…

Guru itu merasakan kebahagiaan yang tak terkira ketika si anak untuk pertama kalinya mengacungkan tanganya di kelas. Kepercayaan diri si anak kini mulai tumbuh lagi.

Di Kelas 6, guru itu tidak menjadi wali kelas si anak.

Ketika kelulusan tiba, guru itu mendapat selembar kartu dari si anak, di sana tertulis. “Bu guru baik sekali seperti Bunda, Bu guru adalah guru terbaik yang pernah aku temui.”

Enam tahun kemudian, kembali guru itu mendapat sebuah kartu pos dari si anak. Di sana tertulis, “Besok hari kelulusan SMA, Saya sangat bahagia mendapat wali kelas seperti Bu Guru waktu kelas 5 SD. Karena Bu Guru lah, saya bisa kembali belajar dan bersyukur saya mendapat beasiswa sekarang untuk melanjutkan sekolah ke kedokteran.”

Sepuluh tahun berlalu, kembali guru itu mendapatkan sebuah kartu. Di sana tertulis, “Saya menjadi dokter yang mengerti rasa syukur dan mengerti rasa sakit. Saya mengerti rasa syukur karena bertemu dengan Ibu guru dan saya mengerti rasa sakit karena saya pernah dipukul ayah,”

Kartu pos itu diakhiri dengan kalimat, “Saya selalu ingat Ibu guru saya waktu kelas 5. Bu guru seperti dikirim Tuhan untuk menyelamatkan saya ketika saya sedang jatuh waktu itu. Saya sekarang sudah dewasa dan bersyukur bisa sampai menjadi seorang dokter. Tetapi guru terbaik saya adalah guru wali kelas ketika saya kelas 5 SD.”

Setahun kemudian, kartu pos yang datang adalah surat undangan, di sana tertulis satu baris,

“mohon duduk di kursi Bunda di pernikahan saya,”

Guru pun tak kuasa menahan tangis haru dan bahagia

Sumber

Semoga kisah di atas dapat kita petik hikmahnya. Walau di sumber tidak tercantum identitas guru yg sebenarnya n lokasi kejadian, tapi mudah2an kisah tersebut juga bisa menjadi pelajaran buat para guru bahwa janganlah mudah melabel yg tidak baik kepada para siswa, jadilah guru yg terbaik, mendidik para siswa dengan penuh keiklhkasan, karena ditangan para gurulah generasi bangsa ini terbentuk.

Bantu emoticon-Rate 5 Star ya gan biar ga' tenggelam,,, emoticon-Big Grin

Terima Kasih buat agan-agan yg udah nimpuk ane emoticon-Blue Guy Cendol (L) dan Abu-abu
Semoga rejekinya selalu dimudahkan oleh Yang Maha Kuasa,,, Aamiin,,,

"Jangan Mudah Melabel" (Dari Kisah Nyata Guru SD)
Sedih kisahnya emoticon-Mewek
jadi sedih gan, terharu aneemoticon-Sorry guru2 ane blangsak semuaemoticon-Hammer2
Sedih kisahnya, semoga banyak para guru yg membaca ini
emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek
Sedih baca kisahnya
ane terharu bacanya.. nais trit
Quote:Original Posted By junenssi
jadi sedih gan, terharu aneemoticon-Sorry guru2 ane blangsak semuaemoticon-Hammer2


Wah, kalo gitu ente mesti kudu sabar menghadapi guru seperti itu emoticon-Big Grin
2 tahun kemudian , " akhirnya kami punya anak , dan berharap guru mau mengajarkan apa yang telah guru ajarkan kepada saya sehingga saya menjadi seperti saat ini"

lah emang gurunya ngajarin apaan yak emoticon-Hammer2
Fiksi ya Om? atau cerita SD di sekolah luar (bukan Indonesia)? Di Indonesia mana ada rapot ada catatan yang sangat personal begitu.
Terharu ane bacanya emoticon-Mewek
Terlepas dari apakah ini benar kisah nyata atau tidak, semoga kisah tersebut dapat kita petik pelajarannya terutama bagi para guru.
Quote:Original Posted By balagendir
Fiksi ya Om? atau cerita SD di sekolah luar (bukan Indonesia)? Di Indonesia mana ada rapot ada catatan yang sangat personal begitu.


Kalo disumbernya dibilang kisah nyata gan. Tapi benar atau tidak Wallahua'lam
Tapi bisa jadi cerita SD dr sekolah luar, karna seperti yg agan bilang di Indonesia kayaknya jarang kalo di rapor tercantum catatan yg sifatnya personal gitu emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By inginsukses01
"Jangan Mudah Melabel" (Dari Kisah Nyata Guru SD)
Gambar hanya ilustrasi




Sumber

Semoga kisah di atas dapat kita petik hikmahnya. Walau di sumber tidak tercantum identitas guru yg sebenarnya n lokasi kejadian, tapi mudah2an kisah tersebut juga bisa menjadi pelajaran buat para guru bahwa janganlah mudah melabel yg tidak baik kepada para siswa, jadilah guru yg terbaik, mendidik para siswa dengan penuh keiklhkasan, karena ditangan para gurulah generasi bangsa ini terbentuk.

Bantu emoticon-Rate 5 Star ya gan biar ga' tenggelam,,, emoticon-Big Grin


mantap gan

guru yang peduli sama muridnya nih

bukan cuma nyari duit doang emoticon-thumbsup
ini baru guru hebat...
jasanya kelak di bawa mati dan terkenang selalu..
emoticon-Jempol
jarang ketemu guru kyk gini emoticon-2 Jempol
Sedih kisahnya emoticon-Mewek
Keren gurunya emoticon-2 Jempol
terharu ane bacanya gan.. hampir nangis ane, malah suasana mendukung pula
Quote:Original Posted By Hyouten
terharu ane bacanya gan.. hampir nangis ane, malah suasana mendukung pula


Tisu mana Tisu,,, emoticon-Big Grin
aduh ane jadi sedih malem2 gini gan. emoticon-Hammer
keren gan . . . .
menginspirasi...