alexa-tracking

Dia, Bukan Dia

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54dc1b87138b46033c8b456f/dia-bukan-dia
Dia, Bukan Dia
Dia, Bukan Dia
Spoiler for pengantar...:

Dia, Bukan Dia
Spoiler for indeks...:


selamat membaca gan
reserved for
CHAP 1

//dingringringdingdungding
sebuah ponsel bertipe w302 berbunyi nyaring memecah pagi gelap di suatu kamar. bunyi itu adalah nada alarm yang diset untuk membangunkan yang punya ponsel. tangan lambai meraba2 dekat bantalnya. lambai yang ditulis tadi bukan kata kerja tapi nama remaja sma, nama lengkapnya lambai hormat. memang aneh namanya kalau diartikan langsung. setelah meraih ponselnya, lambai menekan tombol snooze agar alarm berbunyi 9 menit lagi. dia tertidur lagi setelah melepas genggaman ponselnya.
sembilan menit berlalu, ponsel kembali berbunyi. kali ini lambai –terpaksa– bangun. dia mulai membuka mata yang terasa berat. pukul 4.59 pagi tampak di ponselnya. hari ini adalah hari biasa untuk sekolah di sma kota kabupaten. segera –dengan agak gontai– lambai melangkah keluar kamar, menuju kamar mandi untuk melakukan aktivitas rutin paginya.
lambai sudah siap untuk berangkat pukul 6.00 tapi dia menyempatkan menikmati animasi spongebob di televisi untuk sebentar. mungkin aneh melihat remaja berseragam sma masih nonton animasi semacam itu, tetapi lebih baik daripada nonton sinetron jaman sekarang yang kadang lebay, terlalu dramatis dan ga mendidik. lagipula spongebob sebenarnya ceritanya lebih cocok untuk dinikmati remaja.
lima belas menit berlalu, lambai mulai beranjak dari ruang televisi untuk mengenakan sepatu dan berangkat. lambai tinggal di pinggir jalan raya. dia hanya perlu menyeberang dari rumahnya untuk menuju angkot ke arah kota. dari rumahnya ke kota ditempuh jarak 9 km dan masih ditambah ganti angkot sekitar 3 km ke sma-nya. tarif per naiknya sangat murah, hanya seribu rupiah –era 2010–. lambai berangkat sendiri dari rumah, tidak ada yang menunggu angkot bersama. tanpa pilih2 lambai naik angkot yang lewat. dia mengambil tempat duduk di dekat pintu, tapi menghadap berlawanan dari pintu.
sambil menikmati perjalanan –yang tiap hari jalan lewat situ terus–, lambai merasakan matahari mulai membagikan kehangatannya. pagi itu sangat dingin –sebenarnya bukan cuma pagi itu–, air di kamar mandi sepagi tadi serasa es batu yang baru diambil dari kulkas. jalanan yang dilewati memang tidak terlalu berkelok2, dan kalau sedang bagus, tampak indah gunung kembar yang menyaring sinar mentari di tengahnya. terbentuk garis cahaya yang indah yang membuat perjalanan tidak membosankan.
sampai di kota, lambai turun di perempatan untuk menunggu angkot ke sma. dia memberikan uang pecahan seribu melalui jendela mobil kiri yang terbuka. di perempatan cukup ramai, terlihat beberapa orang menunggu kendaraan berikutnya. ada anak se-sma dengan lambai, tapi dia tak menyapanya. dia memang begitu, tak mudah baginya sok akrab dengan orang baru. toh begitu dia seangkot dengan orang itu. duduk di kursi kayu di jalur pintu angkot –kursi tambahan– karena angkot sudah terisi hampir penuh oleh anak smp yang searah dengannya ditambah ibu2 dan penumpang cewek yang membuatnya penuh. saat lambai mulai menyentuhkan tangannya ke pintu angkot yang terlipat, angkot mulai berjalan. tinggal 5 menit, atau lebih sedikit sampai ke sma.
sma kota itu tidak terletak di pinggir jalan raya. setelah turun dari angkot, lambai harus berjalan dari tempat turunnya ke sma sekitar 50 meter. di sma-nya sudah berdiri seorang guru di depan tiang bendera. guru ini bukan tukang hukum murid terlambat, tapi memang berdiri di sana untuk menyambut murid-murid datang. murid yang datang menyalami guru tersebut, berbaris rapi mengantri. lambai ikut mengantri. justru di depan pintu lobi sma, berdiri seorang satpam yang mengusir murid2 yang akan masuk lewat pintu tengah, si satpam akan menyuruh murid2 yang hampir lewat tengah untuk lewat parkiran yang ada –jauh– di kiri ruangan itu. lambai sudah paham ini, tanpa melangkah lurus setelah menyalami gurunya, dia melangkah santai dengan tangan di saku celana menuju tempat parkir lalu berbelok mencari ruang kelasnya.

...
image-url-apps
Ijin nenda dulu yak...
×