alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
5 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54cf3e52108b465e268b456a/forever-and-a-day

Forever and A Day

Forever and A Day

by Michael Learns To Rock


When the night has come
and the day is done
I'm always thinking of you
you are in the air
You are everywhere
in the every thing I do

If I could keep this moment time
if I could make you forever mine
Baby I'm lost in your love
from heaven above
You came to bring me up

[Chorus:]
With you I feel that I could stay
in love forever and a day

When I walk alone
through an empty home
I just can't stop thinking of you
do you feel the pain
Could it be the same
are you missing me too

I see your face when I close my eyes
I see a glimpse of my own paradise
you came from heaven above
I'm lost in your love
Free as the wind
you give me wings to fly

[Chorus:]
With you I feel that I could stay
in love forever and a day

My girl I feel I could stay
in love forever and a day


~~~~~


Seorang anak laki-laki yang sedang mencoba belajar untuk berlari menghampiri gue yang baru saja muncul didepan pintu utama rumah sederhana namun cukup menghangatkan. Rumah satu lantai yang didesain minimalis ini menjadi saksi bisu betapa bahagianya gue berada disini. Dengan seorang istri yang begitu cantik dan anak laki-laki yang sangat lucu yang kini sudah berada di gendongan gue karena setiap kali gue pulang kerja, jagoan kecil gue ini pasti langsung naik minta untuk digendong dan berjalan-jalan keliling komplek menggunakan stroller berwarna birunya.

Muhammad Ahza Alarick. Itulah nama jagoan gue yang kini berusia hampir dua tahun. Dia lah pelengkap kebahagiaan gue dan istri gue. Tangisannya ditengah malam sama sekali tidak membuat gue kesal apalagi marah. Gue selalu bahagia setiap kali mendengar tangisannya, ketawanya, meihat dia bermain-main, mengacak-acak rumah sehingga seperti kapal pecah, semua itulah yang membuat gue rindu ketika sedang berada diluar rumah, membuat gue dan mengajak gue untuk cepat kembali pulang untuk melihat ‘my sleeping child’.

~~~~~~~~


Inilah kisah gue, seorang lelaki kelahiran tahun 80an yang bernama Aldy Alarick (Nama sedikit disamarkan) kisah ini akan gue mulai ketika gue lulus kuliah dan melanjutkan di dunia kerja. Daan ini lah cerita gue…


Spoiler for FAQ:


Intinya ini merupakan kisah nyata hidup gue yang gue tulis kembali dengan sedikit tambahan karena gue juga sedikit lupa dengan kejadian-kejadian lalu. Banyak ingat sedikit lupanya lah. Jangan heran kalau selama gue menulis ini banyak di backsound-in sama lagunya Michael Learns To Rock, karena gue bener-bener suka sama band asal Denmark ini. Enjoy emoticon-Big Grin

Rules di thread gue gak banyak. Jangan terlalu kepo berlebih sama keluarga TS aja itu udah cukup emoticon-Big Grin karena gue dan keluarga juga punya privasi emoticon-Big Grin Thankyou braderrrr..

Spoiler for INDEX:
Diubah oleh aldyalarick
Urutan Terlama
PART 1

I'm Gonna Be Around
by Michael Learns To Rock

It's been so long since we took the time
to share words from deep inside us
We're in our own world spinning our wheels
but you know how I feel

since the first time I took your hand
my love for you has just been growing
You always seem to understand
You know how I am

[Chorus:]
I'm gonna love you til the end
I'm gonna be your very true friend
I wanna share your ups and downs
I'm gonna be around

When you're alone cause I'm away
don't be sad don't be afraid
I'm gonna turn my thoughts to you
like I always do

[Chorus:]
I'm gonna love you til the end
I'm gonna be your very true friend...

Catch you when you fall
Hold you when you're down
Sharing every moment
I wanna show you all I do
I believe I've found a miracle
in you

[Chorus:]
I'm gonna love you til the end
I'm gonna be your very true friend...


Bandung, 2007
Gue asli kelahiran Bandung. Dari kecil sekolah sampai kuliah juga di Bandung. Dan gue cinta sama kota ini! (Nuhun kang Emil! Ehhh emoticon-Big Grin). Gue sedang berada dirumah, jam menunjukan pukul 8 malam dan hari ini tepat 1 bulan gue nganggur setalah lulus kuliah. Gue lulusan Teknik Industri dari salah satu Universitas swasta di Bandung. Padahal gue udah banyak meng-apply lamaran kerja gue, tapi hingga saat ini belum ada juga yang tembus, ya sehingga beginilah gue menjadi pengagguran dengan rambut yang sudah semakin panjang. Bapa dan ibu gue baru saja pulang entah darimana.

Quote:

Datanglah ibu gue sambil membawa beberapa kantong kresek, nampaknya setelah turun dari mobil barengan sama bapa gue tadi, ibu gue langsung ke warung depan rumah, belanja.

Quote:


Bapa dan ibu gue cuma ketawa aja denger gue ngomong gitu.

Dikamar, gue melihat ada 3 amplop yang sedang duduk rapi diatas meja komputer gue. Gue lihat satu persatu dari amplop itu tertulis jelas nama perusahaan swasta dan perusahaan milik Negara dimasing-masing amplop tersebut. Seingat gue sih iya gue mengirim lamaran ke perusahaan-perusahaan itu. Ya mungkin aja ini titik terang untuk gue supaya aman dan nyaman tinggal dirumah tanpa ditekan terus oleh bapa gue karena kerjaan gue yang cuma gini-gini aja. Gue mulai buka satu persatu amplopnya dan benar saja ketiganya merupakan panggilan wawancara kerja, dengan hari dan jam yang sama, yaitu besok, Senin. Nahkan, bingung kalo gini. Giliran nganggur aja gak ada sama sekali panggilan, giliran gini, panggilan dating semua dengan jam dan hari yang sama. Dan akhirnya gue putuskan untuk gak ngambil semuanya karena lokasinya gak ada yang dibandung. Sedangkan gue sudah diwanti-wanti oleh pacar gue yang saat ini masih kuliah, untuk cari kerja di Bandung aja, biar gak susah kalo kangen katanya.

Beralih ke kasus percintaan gue. Pacar gue yang sekarang ini namanya Tasya. Dia junior gue dikampus. Gue jadian sama Tasya udah 2 tahun lebih lah. Tasya ini baik, cantik, dan rada manja gitulah. Gue udah ngincer Tasya dari waktu gue nge-ospek dia, padahal waktu itu gue masih punya pacar. Dan karena itulah gue sempat menjadi playboy, walapun akhirnya ketahuan juga dan mantan gue waktu itu mutusin gue.

Tridit…tridit…tridit..tridit…
Handphone jadul gue berbunyi sambil bergetar dan joget-joget tanda ada telfon masuk.

Quote:


Ceklek.. gue tutup teleponnya. Padahal bukan mau tidur, tapi gue mau melanjutkan rutinitas gue yaitu main game. Waktu itu gue lagi sering main COD. Oh iya btw waktu jaman kuliah, gue memang sering nginep dikosan cewe gue, soalnya kosannya bebas, makanya dia udah gak sungkan lagi untuk nyuruh gue nginep di kosnya.

Baru sebentar aja gue main, ada telpon masuk lagi ke HP gue. Gue liat namanya ternyata dari Abdul, temen kampus gue yang sama-sama udah lulus, tapi bedanya dia udah dapet kerja.

Gue : “Iya Dul, ada apaan? Heeh heeh dirumah da sok kesini aja..” Jawab gue langsung. Abdul temen gue ini mau berkunjung kerumah.

Gak ada 15 menit, dia udah ada dikamar gue, main PS.

Quote:


Gue sama Abdul udah temenan lama, semenjak masuk kuliah. Kalau kacau gue barengannya pasti sama Abdul. Susah sesat barengannya sama ni anak juga. Bener-bener temen seperjuangan lah.

~~~~~~~


Singkat cerita, gue udah keterima di PT. L*N. Gue udah bukan pengangguran lagi dan bap ague udah gak pernah neken gue ini itu lagi karena memang gue udah punya pekerjaan. Gaji yang gue dapet cukup lumayan untuk lajang seperti gue, karna belum banyak pengeluaran dan tanggungan. Sehingga baru beberapa bulan gue kerja, gue coba ikut program cicilan rumah yang merupakan program perusahaan juga. Gue ambil rumah tipe 45 ya lumayanlah itung-itung nabung juga untuk rumah kalo gue udah keluarga kelak.

Kisah percintaan gue dan Tasya juga berjalan mulus, walaupun sesekali ada gesekan-gesekan ya itulah seni-nya dari berpacaran. Sedikit sulit menghadapi Tasya karena dia mungkin terlalu manja dan posesif. Ada saja cewe yang mencoba deketin gue pasti langsung tuh dikejar-kejar sama Tasya. Kebiasaan gue sepulang kerja sekarang yaitu main ke kosan Tasya. Karena sehari aja gue absen ke kosannya dengan alas an yang dia gak bisa terima, ngamuklah permaisuri gue yang satu ini dan jangan harap gue dapet jatah diakhir minggu emoticon-Hammer

Suatu hari, gue sama Tasya lagi main ke salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bandung. Sore itu dia lagi ingin makan eskrim dan main di timezone. Selama main gue liat dia keliatan seneng banget dan mungin juga kangen karena waktu gue buat dia menjadi berkurang gak seperti waktu gue masih nganggur ataupun waktu gue masih satu kampus sama dia.

Quote:


Ya Allah ada apa ini tia-tiba Tasya ngajakin nikah. Gue sih bukannya belum siap, cumaaa gue belum terlalu yakin sama Tasya. Dia masih terlalu kekanak-kanakan, belum dewasa. Dan menurut gue pernikahan kan cuma sekali doang, gue gak mau sampe salah pilihan. Makanya gue sekarang ini sedang mencari-cari yang menurut gue pas. Dan gue belum merasakan itu di Tasya. Ya mungkin suatu hari nanti gue bisa yakin sama lo, Sya….
Diubah oleh aldyalarick
nandain dulu di trit baru emoticon-Big Grin
salken gan
yuk monggo di lanjut emoticon-Big Grin
ijin nenda gan.. emoticon-I Love Kaskus (S)
wah kok ngebet banget si Tasya gan..
emoticon-Hammer (S)
Quote:


Silahkan gan emoticon-Big Grin Salken juga emoticon-Big Grin

Quote:


Tau tuh ngebet banget minta dikimpoi hahaha emoticon-Ngakak (S)
PART 2

Complicated Heart
by Michael Learns To Rock

Don't know what to say now
Don't know where to start
I don't know how to handle
A complicated heart
You tell me you are leaving
But I just have to say
Before you throw it all away

[Chorus:]
Even if you want to go alone
I will be waiting when you're coming home
And if you need someone to ease the pain
You can lean on me, my love will still remain

Don't know what you're thinking
To me it seems quite tough
To hold a conversation
When words are not enough
So this is your decision
And there's nothing I can do
I can only say to you

If this is your decision
And theres nothing I can do
I can only say to you

Even if you want to go alone
I will still love you when tomorrow comes


Di suatu pagi menjelang siang, gue sudah berada di salah satu pusat perbelanjaan di Bandung. Gue sedang duduk sendiri disebuah tempat ya bisa dibilang café. Gue memesan secangkir kopi dan satu makanan ringan untuk mengisi perut yang kosong. Gue membuka laptop dan mulai larut dengan tugas laporan gue. Gue meminta izin kepada atasan gue untuk satu kali ini mengerjakan tugas gue diluar kantor, karena gue merasa cukup penat dengan keadaan kantor. Gak lama kemudian Abdul datang menyusul gue. Sial ni anak, ganggu ketenangan gue aja.

Quote:


Gue ngobrol ngalor ngidul sama Abdul mulai dari ngobrolin atasan gue Pak Andi yang rambutnya mulai sedikit hingga ngobrolin Office Girl di kantor gue yang agak semok. Gue sih sebenernya cukup beruntung bisa bekerja disini. Kerja jam kantor Senin-Jumat, masuk jam 08:00-17:00. Gaji juga lumayan untuk ukuran lajang seperti gue. Tapi, atasan gue Pak Andi ini sepertinya selalu kedatangan tamu bulanan dan sering sekali ngidam seperti cewe pada umumnya. Karena selalu saja ada satu bulan sekali dimana mood-nya Pak Andi ini gak bener. Pernah suatu hari, gue sedang anteng-antengnya ngerjain tugas sambil duduk depan komputer, lalu Pak Andi datang ke ruangan gue untuk minta dibelikan tahu sumedang. Masalahnya tahu sumedang ini harus yang asli dari sumedang. Pertama sih gue akalin untuk beli di tukang tahu sumedang bohongan, yang masih ada di Bandung. Ternyata ketahuan karena gue terlalu cepat balik ke kantornya jadi ketahuan belinya deket.

Akhirnya gue pergi lagi, tapi kali ini gue nongkrong dulu di warung kopi sambil ngeroko, mengulur waktu selama kira-kira perjalanan Bandung-Sumedang. Barulah gue balik lagi ke kantor dua jam kemudian dan memberikan tahu sumedang yang gue beli masih ditempat yang sama dengan yang pertama, hanya berbeda waktu saja. Barulah doi bisa senyum lagi dan baik lagi. Doi gak tau padahal itu juga gue tipu emoticon-Ngakak (S)

Quote:

Gue pun membereskan laptop dan langsung beranjak menuju parkiran. Gue mencari-cari motor gue, karena penyakit jelek gue adalah selalu lupa parkirin motor dimana kalau lagi di Mall begini. Saat gue sedang berkeliling mencari motor gue, mat ague melihat sesosok yang sudah gak asing lagi dimata gue. Dia adalah wanita yang pernh hadir dihidup gue sebelum kehadiran Tasya. Dia wanita yang dewasa, cantik, cantik banget malah. Rambut panjangnya terurai ketika dia membuka helm. Dengan pakaian kerjanya berwarna putih dan rok selutut, doi terlihat sangat cantik dan membuat gue cukup lama menatapnya. Dian namanya. Wanita yang menemani gue semenjak masuk SMA sampai gue kuliah. Wanita yang pernah gue selingkuhin sama Tasya. Wanita yang cukup sabar menghadapi gue.

Quote:


Gue pun keliling sekali lagi dan akhirnya ketemu lah motor gue. Gue langsung tancap gas sambil senyum-senyum dijalan. Mungkin kesenengan ketemu sama Dian lagi. Dulu waktu gue jadian sama Dian, gue selingkuh sama Tasya. Akhirnya ketahuan sama Dian, dan dia mutusin gue terus nyuruh gue lanjut sama Tasya. Karena Dian bilang “Gak mungkin kamu selingkuh sama ‘dia’ kalo kamu gak ada rasa, Kamu pasti selingkuh sama ‘dia’ karna rasa kamu buat dia lebih besar daripada buat aku, Aku terima Kok emoticon-Smilie’ Dan setelah itu gue lost contact sama Dian sampe tadi kejadian ketemu diparkiran itu. Gue jadian sama Dia sekitar 4 tahun lebih. Karena 4 tahun itulh sebenarnya kita sudah mengetahui satu sama lain, sudah deket sama keluarga masing-masing juga. Malah bapa ibu gue lebih setuju kalau gue sama Dian, bukan sama Tasya. Karena menurut mereka Dian lebih dewasa daripada Tasya.

Begitu sampai kantor gue langsung menyimpan tas diruangan dan langsung menuju ruangan Pak Andi. Gue rapihkan dulu kemeja gue yang sudah sedikit kusut karena dibalut oleh jaket tadi. Setelah rapih sambil berkaca di lift, gue angsung masuk ke ruangan Pak Andi.

Quote:

Gue segera menuju ruangan Bu Endah sambil bertanya dulu kesana kemari karena gue pun baru sekali ini ditugaskan keluar kota. Sehingga gue belum mengenal yang manakah Ibu Endah. Ketika bertemu dengan Ibu Endah, gue dijelaskan berbagai macam hal, karena gue pergi hanya sendiri dalam tugas ini. Gue sudah dipesankan tiket kereta dan juga uang untuk menginap.

Gue pulang kerumah dan membereskan beberapa potong pakaian ke tas ransel gue. Lalu pergilah gue ke stasiun menggnakan ojek langganan Ibu. Sebelum berangkat, gak lupa gue menelpon permaisuri gue, karena gue belum izin kalau akan pergi keluar kota selama satu minggu.

Quote:


Gue pun segera naik ke kereta dan duduk dengan tenang sambil mendengarkan lagu dari mp3 player jaman SMA milik gue. Suara roda yang beradu dengan rel-nya pun mengantarkan gue tidur sampain ke tempat tujuan.

Gue tiba di stasiun Pasar Turi Surabaya dan langsung mencari hotel yang harganya cocok dengan ongkos yang diberikan oleh kantor. Setelah berkeliling akhirnya gue menemukan satu hotel yang menurut gue cocok. Saat gue baru masuk kamar ada telfon masuk ke HP gue.

Tridit….tridit…tridit..tridit…

Gue lihat dilayar ternyada panggilan dari Pak Andi..

Quote:


Ceklek….Telfon pun ditutup..

Gue langsung mandi dan bersiap-siap mau tidur. Baru saja gue merebahkan diri HP gue kembali berbunyi dan menandakan ada 2 pesan masuk.

Quote:

Oh God.. Why.....
Diubah oleh aldyalarick
PART 3

Ghost Of You
by Michael Learns To Rock

Summer's ended and without a trace
time goes by - while you remain
Funny how I thougt I walked on through
with my heart in one

Why do I still cry for you
dying to get close to you
Why do I still fear to face
the ghost of you

How I tried to get you of my mind
but you return - all the time
I believed I could just let you go
like the fool I am

Why do I still cry for you
dying to get close to you
Oh baby why do I still fear to face
the ghost of you

I've been trying to release you
to get my feet back on the ground
Still I need my hope to hold on to
even if I know i should back away
It's just a part of me that I can't erase

Why do I still cry for you
dying to get close to you
Why do I still fear to face
the ghost of you

Baby, baby why
Anyway I try I'm still reminded
(the ghost of you)
Anywhere I go I keep coliding with
(the ghost of you)
I've given up I just can't fight it
(the ghost of you)

Everytime I look away I see
the ghost of you

Dian sesosok wanita yang jujur saja gue masih sering ataupun sesekali merindukannya. Gue kadang kangen sama masakannya yang seringkali dia berikan untuk gue bekal makan ke kampus. Gue kadang kangen dewasanya dia ngadepin gue. Dan gue juga kangen cuma sekedar duduk berdua ngobrolin masa depan sama dia. Pernah suatu waktu, saat gue masih sama Dian kita sempat ngobrol tentang masa depan, tentang anak..

Quote:


Ya begitulaah, entah kenapa gue jadi inget dan otak gue mem-flashback ke waktu dulu gue masih sama Dian. Memang gak bisa dipungkiri kalau Dian merupakan wanita idaman. Dia dewasa, dia cantik, dia juga wanita karier, dan yang terlebih Dian itu sangat perhatian dan pengertian. Dari jaman SMA pun sudah terlihat karakter dari Dian. Bahkan gue sangat jarang berantem dan rebut sama Dian karena dia pengertian dan mau mengalah. Dia gak pernah keras kepala dan egois.

Tapi sekarang semua udah beda. Dian yang sekarang bukanlah wanita yang utuh milik gue. Tasya lah yang sekarang menguasai gue. Gak seharusnya gue seperti ini, masih merindukan Dian.

Entah kenapa, gue tiba-tiba saja menekan tombol panggil ke kontak Dian. SHIT! Ada apa dengan hati gue.

Quote:


Ceklek.. Telfon pun gue matikan.

Astagfirullah.. Ada apa dengan hati gue. Setelah 2 tahun lalu gue mempermainkan hati Dian dengan bermain dibelakangnya bersama Tasya. Masa kali ini gue harus mempermainkan hati Tasya dengan bermain dibelakangnya bersama Dian. Kalo boleh jujur gue sayang dan cinta sama keduanya. Dengan Tasya, rasa ini sekarang mulai dan sedang dibangun selama 2 tahun ini. Sedangkan dengan Dian, gue masih selalu mengingat dan susah melupakan apa yang sudah gue dan dian lakukan 4 tahun terakhir.

Gue pun tidur dan mencoba melupakan semuanya, karena besok masih banyak hal yang lebih penting menyangkut tanggung jawab gue dalam pekerjaan. Gue harus membuktikan bahwa gue bisa dan gue patut diperhitungkn untuk sekedar melaksanakan tugas seperti ini. Gue mencoba melakukan semua tugas-tugas dengan maksimal. Gue mencoba fokus melaksanakan tugas gue tanpa memikirkan masalah percintaan terlebih dahulu.

Selama gue di Surabaya gue intens sms-an dengan Tasya dan juga Dian setiap malam. Kalau dengan Tasya sesekali diselingi juga dengan telfonan. Karena kalau siang gue fokus melaksanakan tugas gue.

Sudah seminggu lebih gue di Surabaya, tugaspun selesai dan gue segera memneli tiket untuk kembali pulang ke Bandung. Gue udah kangen sama rumah, dan kangen juga sama permaisuri gue yang manjanya gak ketulungan. Sebelum pulang gue menyempatkan untuk membeli beberapa oleh-oleh untuk keluarga gue, Tasya dan juga Dian.

Malamnya, gue sudah menginjakan kaki lagi di Bandung. Tasya menjemput gue menggunakan motor teman kosnya. Gue mencari-cari Tasya diantara kerumunan oang-orang yang baru turun juga bersama dengan gue. Dari kejauhan gue melihat permaisuri gue ini menggunakan jaket jeans dan kaos putih. Rambutnya diikat lalu dijatuhkan disebelah kanannya. Gue segera menghamprinya sambil menenteng oleh-oleh yang tadi siang gue beli.

Quote:


Gue dan Tasya pun menuju kosannya dan gue bermalam disana. Udah lama banget rasanya gue gak nginep dikosnya, padahal dulu waktu jaman kuiah sering banget gue nginep disana.

Sesampainya dikosan Tasya gue langsung ke kamar mandi, cuci muka dan ganti baju terus gue rebahan di kasurnya, capek banget rasanya. Tasya nyusul ke kamar setelah ngembaliin kunci motor ke kamar temennya. Tasya ke kamar mandi juga, ganti baju dan bersih-bersih terus nyamperin gue yang lagi rebahan dan hampir terlelap.

Quote:


Dia pun nurut dan tiduran dipelukan gue. Nyenyak banget tidur gue malam ini.


Keesokan paginya, gue sudah bangun jam 5 karena alarm di HP gue sudah bunyi berkali-kali. Gue melepaskan pelukan wanita yang dari semalam tidur di pelukan gue. Gue langsung mandi, pake baju rapih siap mau kekantor, terus sholat subuh mumung belum kelewat. Sambil bikin kopi gue bangunin Tasya yang keliatanya masih ngantuk banget.

Quote:


Gue jalan kedepan gang berniat mau nunggu angkot, tapi males juga kalau naik angkot pasti ngetemnya lama. Akhirnya gue ambil HP dan tanpa piker panjang gue pun nelfon Dian.

Quote:


Gue menunggu Dian jemput sambil menyantap bubur ayam langganan gue jaman kuliah dulu.. Gak lama setelah itu datang lah seorang wanita menggenakan helm dari kejauhan sambil terseyum kearah gue, wanita itu Dian, wanita yang gue kagumi bahkan hingga saat ini.

Gue berangkat ke kantor masih dengan ransel yang penuh dengan baju sisa tugas ke Surabaya. Selama diperjalanan gue dan Dian ngobrol ringan layaknya seorang teman yang sudah lama tidak bertemu, walaupun gue tau dan gue yakin bahwa kami sama-sama menyimpan rasa rindu, sama-sama masih menyimpan kenangan-kenangan yang lalu. Karena kami tau, kenangan itu tidak mudah untuk dilupakan begitu saja. Karena kami juga tau, sekarang status kami hanya bisa seperti ini adanya, karena ada sesuatu yang 'membatasi' kami untuk tidak sebebas dulu...

Bakal mantap ini ceritanya ijin gelar Tenda dimari gan emoticon-Travelleremoticon-Shakehand2
Cucok ini mah kayanya..
Tapakin dulu ye gan
emoticon-Traveller ijin bikin tenda gan mantap cerita nya gan.. Jangan ngentangin yah gan emoticon-Kiss
emoticon-Traveller ijin bikin tenda gan mantap cerita nya gan.. Jangan ngentangin yah gan emoticon-Kiss
ijin bangun tenda emoticon-Traveller
PART 4

Nothing To Lose
by Michael Learns To Rock


There are times when you make me laugh
there are moments when you drive me mad
there are seconds when I see the light
though many times you made me cry

There's something you don't understand
I want to be your man

[Chorus:]
Nothing to lose
your love to win
hoping so bad that you'll let me in

I'm at your feet
waiting for you
I've got time and nothing to lose

There are times when I believe in you
these moments when I feel close to you
there are times I think that I am yours
though many times I feel unsure

There's something you don't understand
I want to be your man

Nothing to lose
your love to win
hoping so bad that you'll let me in

I'm at your feet
waiting for you
I've got time and nothing to lose

I'll always be around you
keep an eye on you
cos my patience is strong
and I won't let you run
cos you are the only one

Nothing to lose
your love to win
hoping so bad that you'll let me in

I'm at your feet
waiting for you
I've got time and nothing


Sulit bagi gue sendiri untuk mengerti apa yang sebenernya hati gue mau. Gue sayang banget, cinta sama Tasya dan gue pun yakin gue gak semudah itu untuk ninggalin dan mutusin Tasya. Tapi dilain sisi gue juga kalau harus jujur ya masih sayang dan ada rasa buat Dian. Bahkan gak memungkiri klau gue masih mau untuk kembali lagi sama Dian. Ya mungkin hanya tinggal menunggu waktu. Siapa yang tau kan gimana kedepannya? Sudah dua kali gue berada di posisi seperti ini, berada di dua hati yang sama-sama gak bisa gue tinggalkan begitu aja. Gue gak bisa milih.

Gue hanya memainkan pulpen saja sambil bengong memikirkan dua wanita ini. Padahal didepan gue, Pak Andi atasan gue tercinta sedang menerangkan ‘project-an’ baru. Gue sama sekali gak bisa konsen, walaupun sudah gue niatkan dari awal untuk mengenyampingkan urusan percintaan diwaktu kerja. Dua wanita ini bagi gue ya sangat penting, sehingga niat gue dari awalpun hancur seketika. Pak Andi sedang memimpin rapat pun gue seolah-olah melihat kalau itu Dian yang sedang memimpin rapatnya. Ah bisa gila gue lama-lama. Seperti remaja jaman sekarang yang sedang dimabuk cinta aja. Pikir gue dalem hati.

Quote:

Semua karyawan yang tengah mengikuti rapat Nampak serius mendengarkan apa yang Pak Andi bicarakan. Karena anak-anak pun sudah tau, ada satu orang saja yang ditegur seperti gue tadi, itu akan sangat menghancurkan mood dari Pak Andi. Kalau moodnya sudah hancur ya kami harus siap-siap saja seharian melihatnya uring-uringan dan kadang kami tidak melakukan kesalahan pun doi tetap mencari-cari kesalahan kami, sekecil apapun itu.

Sehabis rapat yang sama sekali gak ada topic yang bisa gue tangkap, gue dan yang lainnya kembali ke meja. Gue melanjutkan bermain mini game dikomputer gue. Baru saja gue duduk sambil membuka makanan ringan sisa perjalanan gue dari Surabaya, datanglah Office Girl yang montok itu ke depan meja gue, Farah namanya.

Quote:


Gue pun segera menuju keruangan bos gue yang satu ini, kalo kelamaan seperti biasa, gue takut akan merubah moodnya. Sama seperti jika ngadepin cewek kalau berhadapan dengan Pak Bos yang satu ini. Gue yang udah deg-degan takutnya dimarahi karena ‘kurang’ memperhatikan presentasinya ketika rapat pun mulai sedikit bernafas lega, karena doi ternyata hanya bertanya bagaimana tugas gue selama di Surabaya. Doi juga memberitahukan laporan dari pihak Pak Syarif di Surabaya tentang kinerja gue.

Quote:


Sepulang kantor, gue menggunakan angkot menuju kerumah gue. Niatnya awal sih mau minta jemput Dian lagi biar gue gak usah naik angkot, karena jarak kantor kerumah lumayan jauh dan harus 2 kali naik angkot plus satu kali naik ojek. Perjalanan kantor menuju rumah memakan waktu sekitar dua jam, mengingat macetnya Kota Bandung ketika jam pulang kantor seperti ini.

Hanya sekitar 15 menit gue dirumah, gue langsung tancap gas menuju rumah gue yang sedang gue cicil. Gue membersihkan rumah ini dan gue berniat untuk pindah kerumah ini dalam waktu dekat. Karen ague piker sayang juga ini rumah kalau dibiarkan kosong. Nunggu gue nikah untuk nempatin rumah ini, gak tau gue bakal nikahnya kapan.

Gue mulai nyicil untuk mengisi rumah yang masih kosong melompong ini. Mulai diisi dengan barang-barang yang penting seperti kasur, TV, kompor, sofa dan juga peralatan lainnya. Dengan dibantu oleh Abdul, Tasya, dan juga sesekali Dian, akhirnya jadilah rumah sederhana gue ini menjadi rumah yang siap dan layak huni.

~~~~~

Tinggal sendirian dirumah yang terlalu luas untuk gue seorang diri ternyata tidaklah terlalu buruk. Karena sesekali gue kadnag masih pulang juga ke rumah orang tua gue. Tapi gak terlalu sering sih, karena jarak rumah orang tua gue lebih jauh jika dibandingkan dengan rumah cicilan gue yang lebih dekat ke kantor.

Gue jadi benar-benar merasakan hidup sendiri. Mau makan ya gue masak sendiri, mau enak mau enggak tetep aja gue makan karena sayang bahan mubazir kalau dibuang. Gue cuci baju sendiri karena belum ada mesin cuci, kalau gue cape ya gak jarang juga bawa baju kotor gue ke laundry. Gue jadi mikir sih kalau lagi kayak gini, kayaknya enak juga kalau gue buruan nikah, segalanya ada ngurus. Tapi bingung juga sih kalau posisinya seperti sekarang ini. Gue aja masih bingung mau nikahin yang mana (Sok banget lu Dy! Kayak pada mau sama lo aja emoticon-Ngakak (S))

Saat gue lagi nonton TV sendirian dirumah cicilan gue, ada yang geter-geter dri saku celana yang gue kenakan. Gue liat di layar ternyata Tasya nelfon.

Quote:


Ceklek.. Telfon pun di matikan secara sepihak. Ya begitulah Tasya. Kalau ada saja permintaannya yang gabisa gue penuhi, pasti dia ngambek. Tasya masih kayak anak kecil yang susah untuk mengerti posisi gue sekarang. Seharusnya kan dia ngerti gue sibuk tuh karena kerja, bukan main. Tapi ya namanya pikirannya masih kekanak-kanakan mana mau dia ngerti? Ya beginilah resiko gue pacaran sama Tasya. Lebih ke gue yang lebih mengerti dan selalu ngalah ke dia.

Sangat jauh jika dibandingkan dengan Dian yang sangat dewasa dan mampu mengerti keadaan gue. Dian pasti bakalan lebih mengerti kalau gue sedang sibuk karena kerjaan seperti ini. Ya sebenernya gue juga sadar sih setiap orang pun pasti beda-beda. Dan gak seharusnya juga gue membandingkan antara Tasya dengan Dian. Karena mereka memang jelas-jelas berbeda.

Gue membuka HP gue lagi dan mencari kontaknya Dian, lalu gue pencet tombol hijau di HP gue.

Quote:


Dan berlanjutlah obrolan gue dengan Dian sampai gue ketiduran. Akhir-akhir ini semenjak kejadian gue ketemu lagi sama Dian di parkiran, gue jadi lumayan sering juga curhat tentang Tasya ke Dian. Mulai dari seneng-senengnya gue sama Tasya, sampe kesel-keselnya gue sama sifatnya Tasya yang terlalu kayak anak kecil dan gak pernah mau ngalah. Dian selalu nasehatin gue untuk sabar ngadepin Tasya dan ngasih gue saran untuk tetep barengan sama Tasya. Padahal bukannya gue yang kepedean, gue juga tau kaau Dian juga masih sayang kan sama gue, Dian sendiri yang ngobrol waktu telfonan. Tapi kenapa dia malah ngasih saran ke gue untuk tetep sama Tasya ya..

Seandainya gue bisa memilih, seandainya gue bisa memutar waktu, gue gak ingin melakukan kesalahan ini…
bagus nih kayakxnya.... ane ninggalkan jejak akh... keep. apdet gan... emoticon-Smilie
salut bgt sama dian, sanggup dengerin curhatan mantan ttg pacarnya.. apa ga sakit hati
Hadeuchhh.... Kisah yg kya bgni niyh gan emoticon-Bingung (S)

izin berkemah dimari yakk gan emoticon-Ngakak (S)
dr judul kyk na manteb nieh.. izin baca ya gan.. lam kenal.. emoticon-shakehand
Gk Diapdet Lagi Gan?


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di