alexa-tracking

“Kamuflase Bali: Tentangku, Mereka dan Kita”

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54cd7da0c1cb17f57d8b4570/kamuflase-bali-tentangku-mereka-dan-kita
Breaking News! 
“Kamuflase Bali: Tentangku, Mereka dan Kita”
Halo agan penghuni SFTH ! Gue mau membagikan sepenggal cerita hidup gue dari gue awal lahir hingga sekarang kuliah, maaf gan bila kurang rapi, coz gue bukan penulis yang handal emoticon-Malu (S)
Tapi bakal gue kembangi agar makin hari makin baik .. emoticon-Blue Guy Cendol (S)
NOTE :
1. Semua yang ada dalam cerita adalah nama palsu untuk menjaga privasi emoticon-I Love Indonesia (S)
2. Cerita ini 99% true story (1%-nya ada yg TS kalimat ucapnya berubah karena beberapa kalimat percakapan TS lupa) emoticon-Cape d... (S)
3. Beberapa cerita yang menurut TS benar-benar privasi, enggak akan TS ceritakan dalam apertemen TS ini emoticon-Blue Guy Peace
4. Bagi yang kenal TS, tolong jangan ngungkit" yak :mahos
5. Bagi ada yang nama percis spt di cerita, mohon maaf nh emoticon-I Love Indonesia (S)
6. Jadwal update nunggu mood TS yak emoticon-Kiss (S)
7. Bagi KASKUSER yang kepo-an boleh, kalau menurut gue kepo-nya masih wajar pasti gue jawab emoticon-Blue Guy Cendol (S)

“Kamuflase Bali: Tentangku, Mereka dan Kita”

=====================================================================================================

Mungkin ini cerita pantas di dengarkan sambil nyanyi lagu ini

=====================================================================================================
Quote:


Spoiler for INDEX (TAHUN SD):


Spoiler for INDEX (TAHUN SMP):

PROLOG

Tepat sekitar tahun 2014 bulan Mei. Setelah putus asa karena enggak ada kabar dari Rima sehabis menyelesaikan tugas akhir (UN) SMP gue di hari terakhir, gue memutuskan untuk pulang langsung karena kondisi gue lagi gelisah banget. emoticon-Berduka (S)
Gue berjalan nunggu di depan sekolah swasta gue yang cukup terkenal di Denpasar, di saat nunggu entah ada firasat aneh apa, gue nggak ngerti. Setelah nunggu sekian lama, Bemo warna ijo yg biasa nemenin gue pulang tiba.
Saat tiba di rumah gue, gue langsung buka PC gue, lagi asiknya main namanya Game Online Indonesia yang di zaman gue cukup terkenal, lagi asiknya main sambil buka Facebook. Gue ngeliat ada yang In Relationship, gue shock ! Gue lihat itu si Rima mantan pertama gue, dan cowoknya itu sahabat gue ?! Tanpa banyak pikir gue Tlp si Rima, dia enggak jawab tapi setelah puluhan kali gue tlp, dia akhirnya jawab juga !

Gue : Rim, kamu kenapa lakuin ini ke gue ? emoticon-Frown
Rima : Maaf nu, kita mungkin sudahan saja, kamu yang rajin ya UN-nya..
Gue : Gue sudah selesai UN-nya Rim, Kamu nggak ngasi gue kesempatan terakhir ? Please.. emoticon-Berduka (S)
Rima : Enggak bias nu, kita mungkin belum jodoh. Kamu pasti bias dapet yang lebih baik dari gue kok nu..

Setelah itu percakapan antar tlp di matiin sepihak. Gue bengong. Gue lgs jatuh di taman rumah gue sambil teriak (KURANG AJAR LO ALI !) emoticon-Mad (S)
nmpang ninggalin jejak gan

Part 1 - Suntikan maut

Tepat tahun 2002, Dimana awal gue memasuki dunia seragam merah putih, yup itu SD ! emoticon-Blue Guy Smile (S) Waktu itu nyokap gue benar” sibuk ngurus administrasi, gue Cuma nunggu di luar kelas doang dg manis emoticon-Malu (S) . Ini sekolah Cuma tingal nyeberang doang dari rumah gue, agak deket dari TK gue. Jadi mayoritas yang sekolah SD ini ya temen-temen gue waktu TK. Dari kelas 1 SD sampai kelas 3 SD cuma ada satu kesan yang paling susah di lupakan, kesan yang enggak akan gue lupakan waktu gue SD kls 2.
Suatu hari, di kelas gue gempar gosip bakal ada orang dari Puskesmas yang bakal ke sekolah gue untuk imunisasiemoticon-doctor

*Sanjaya : Eh kalian tau bakal ada suster yang akan nyintik kita-kita ?
*Gue : Ha ? Untuk apaan ? Emangnya kita binatang rabies ?
*Dio : Katanya untuk kesehatan gitu
*Gue : Enggak takut gue ah di suntik. Jarumnyakan kecil
*Sanjaya & Dio : Awas lo malah yang paling takut nu, di film-film gue liat jarumnya gede bgt..
*Gue : ah tenang aja, nggak bakal ! emoticon-army

Oh ia sebelumnya gue perkenalkan dulu ya 2 tokoh ini , mereka ini sangat berarti dalam perjalanan hidup gue di masa bocah imut ini emoticon-Hammer (S) , Sanjaya itu anak pemilik restoran yang cukup terkenal di daerah gue, masakan yg biasa di restoran china gitu (Fuyung Hai, Nasi Goreng, Sayur Ijo, dll) Dia ini CS-an gue dari TK.
Lalu Dio, dia ini latar belakang ortunya kurang gue tau, soalnya hampir enggak pernah gue main ke rumahnya, dia itu orangnya agak pendiem agak irit ngomongnya dan biasa gue sama Sanjaya ngejek dia Gaara coz dia sering bgt bergaya bagaikan Gaara di serial Naruto emoticon-Cape d... (S) (BACK TO STORY)

Setelah kelas sebelah di kunjungi para suster yang cantik emoticon-Genit , Gue denger ada teriakan dari salah satu kelas tersebut emoticon-Takut (S) , kok jadi ngeri sendiri ya emoticon-Takut (S) ? Dan tibalah para suster tsb ke kelas gue. Guru nyuruh kita-kita baris sesuai No absen, Gue no absennya waktu SD 35, dan di tepat dibelakang gue itu Cewek. Setelah makin lama, makin deket ke urutan no panggilan gue, gue ngomong ke temen belakang gue..
*Gue : Eh paing, lo kan cewe, lo maju duluan gih.. Ladies first
*Paing : Makasi nu, gue juga lagi buru” pengen main Emak gue
*Gue : Ya dong ! Gue kan lelaki yang baik ! (Nah.. Gue genius juga, mungkin aja nanti dengan gue makin kebelakang, ntu obat yang ada di suntikkan bakal abis stoknya ! emoticon-Hammer (S) )
Tak berapa lama, gue panggil juga temen di belakang gue untuk melakukan hal yang sama. Hingga akhirnya tinggal gue doang yang ada di baris belakang. Gue di suruh maju, dan gue perhatiin ntu ujung suntikkan, kok tiba-tiba membesar yak ?

*Gue : Bu suster, aku enggak sakit kok bu ! suer deh emoticon-Hammer (S)
*Suster : Ya, gpp di suntik aja, biar makin sehat dek, nanti Ibu kasi permen emoticon-Kiss (S)
*Gue : Enggak mau ! (Gue mulai memberoktan emoticon-Mad (S) ) sambil kabur ke pojokkan kelas gue

Guru-guru yang ngejaga langsung menyergab gue, kondisi gue waktu ini kayak binatang babi yang sudah terpojok emoticon-Ngakak (S) ! sialan
Karena banyak ada bangku, gue dorong-dorong ntu bangku untuk memperlambat guru gue yg berkelamin cewe, sambil ngelempar kursi. Lalu ini guru cewek teriak

*Guru : Pak Dharma sini ! Si Arta berulah ini, perlu pertolongan! emoticon-Cape d... (S)

Mampus gue emoticon-Takut (S) , yang dateng nggak Cuma guru gue yang namanya Dharma doang, tapi ada 2 lagi. Dan sukseslah gue di kepung oleh pemburu gila yang haus kayak belum ngelihat babi yang lagi kepojok ini. Kondisi saat itu 1 guru cewe, 3 guru cowo

*Gue : Weeeh.. Curang manggil orang lagi ! emoticon-Mad (S)
*Guru cewe : Biar cepet selesai masalah ini nak.
*Gue : Pokoknya enggak mau di suntik ! Ngeri ! emoticon-Hammer (S)

Karena saking asiknya ngebacot sama ini guru yang cewe, gue lengah. Ternyata salah satu guru cowo di belakang gue udh nangkep gue, di pegang tangan gue ke dua-duanya. Gue berontak kayak orang kesurupan emoticon-Hammer (S)

Dan akhirnya tangan gue di berikan ke suster itu, dan di polesin alcohol pertamanya lalu di suntik. Ternyata rasanya kayak di gigit semut , sakitnya nggak terlalu seseram bentuk suntikkannya itu. Akhirnya gue keluar dari kelas gue

*Sanjaya : Dih.. Katanya nggk takut lo nu, ah pengecut ! emoticon-Cape d... (S)
*Dio : Ekpresi lo waktu itu lucu bgt , kayak orang kesurupan emoticon-Ngakak (S)
*Gue : Sial lo.. Diem ah, gue cuma pura-pura waktu itu emoticon-Malu (S)
Dan jujur, sampai sekarangpun gue takut banget sama namanya jarum suntik emoticon-Takut (S) . Bahkan golongan darah gue sendiri aja gue enggak tau karena takut di suntik untuk mengambil darah gue emoticon-Hammer (S)
Quote:


silahkan gaan emoticon-Malu (S)

Part 2 - Genk Gue, Penembak Jitu !

Quote:


Memasuki awal kelas 5SD ini, ada salah satu penghuni baru di kelas gue yang sebenernya dia itu kakak kelas gue, tapi karena nggak naik kelas, jadinya dia ngikut kelas gue menjadi anak kelas 5B, namanya Surya gendut & Adi si Alien (karena tubuhnya jangkung, jerawatan dan kurus). Dan si Surya, dia ini pelopor bawa senjata mainan yg pelurunya dari plastic berbentuk kayak kelereng tapi kecil, berwarna warni. Dan sejak itupun kelas gue yang lelaki pada bawa senjata mainan yang pelurunya dari plastic. Dan saat bel istirahat anak-anak pada ngumpul di belakang sekolah untuk main pistol mainan.

Gue : Eh.. Kita buat genk aja yuk ! emoticon-I Love Indonesia (S)
Dio : Genk apaan nu ?
Gue : Anak kelas kan pada kompak tuh bawa pistol, kenapa kita nggak buat genk penembak ? emoticon-army
Surya : Oh ia, kenapa nggak kepikiran ya ? Keren itu, gue setuju.
Sanjaya : Namanya apa dulu ?
Gue : Apa ya ?emoticon-Bingung (S)
Surya : Gimana kalau “Penembak Jitu ?” :mahos
Gue, Surya, Dio : Keren juga, Setuju ! (Jawab akur)

Dan sejak itu genk kita terbentuk, makin hari makin besar, bahkan adek kelas gue pada ngikut kenakalan kk kelasnya ini. Kita seharian sih Cuma latihan bagaikan TNI. Membuat target dari kertas terus di gambar manusia dan menembaknya dari jauh emoticon-army. Dua moment yang enggak bakal terlupakan oleh gue di Genk terong-terongan ini. emoticon-Hammer (S)
Saat itu sepulang sekolah, sorenya kita-kita ngumpul di rumah gue, karena lokasi rumah gue yang pas banget di seberang sekolah. Tapi kita ngumpul yang hadir Cuma Sanjaya, Dio, Eka Sel

Gue : Kita ngapain ya enaknya ?
Sanjaya : latihan tembak aja !
Gue : Bosen, btw dimana si Surya sih ? emoticon-Bingung (S)
Sanjaya : Nggak tau gue
Dio : Ngebolang ke belakang gang rumah lo aja nu
Eka Sel : Ya kayak gitu aja

Oh ia.. Gue mau kenalin Tokoh baru yang cukup berpengaruh di masa SD gue, namanya Eka Sel. Kenapa dia di panggil Eka sel? Dia itu berkulit hitam (Keturunan dari papua) dan “sel” itu kepanjangannya “Selem” di Bahasa Bali alias “Hitam, Jadi di panggil Eka Hitam kalau bahasa Indonesianya emoticon-Ngakak (S) . Dan di rumah gue itu, sebelahnya memang ada gang kecil yang isinya bangunannya kost-kostan, dan penghuninya semuanya ABK. Jadi banyak dagang bakso keliling sering ke sana untuk mencari nafkah sama para ABK. (BACK TO STORY)

Gue : Ahh.. Sama aja ngebosenin kalau cuma ngebolang kayak gini emoticon-Cape d... (S)
Dio : Terus gimana maunya ?
Gue : Itu, di depan kita ada dagang bakso ngarah ke kitakan ? Gimana kalau kita tembak itu dagang bakso pake pistol kita ?
Sanjaya : Gila lo jan.. Gue nggak ikutan deh
Dio : Sama gue juga !
Eka sel : Gue ngikut, gue juga nggak ikut nu..
Gue : Pengecut lo bertiga. Yaudah gue maju ! emoticon-Hammer (S)

Setelah itu gue lari agak kenceng, tapi pas posisinya sebelahan sama pedagang bakso, jalan gue agak gue bikin lambatin. Dan pistol di tangan gue, gue keluarin dengan mengarahkannya ke sekitar punggung dagang bakso itu. Dan DOOR ! Tembakan gue pas banget kena

Gue : Hahaha… Mampus lo emoticon-Ngakak (S) (Sambil lari menjauh dagang bakso)
Dagang Bakso : Eh Setan ! Anak kecil BRENGSEK ! emoticon-Mad (S) (Sambil teriak-teriak ke arah gue)

Pas gue sudah sampai di depan gang, si Sanjaya sama Dio nyusul dibelakang gue.

Sanjaya & Dio : Hahahaha.. Parah lo nu, kasian itu dagang baksonya emoticon-Ngakak (S)
Eka Sel : Ide lo keren tadi nu, nyesel gue nggak ngikut ! emoticon-Hammer (S)
Gue : Biarin ! hahahah.. Eh kita ke gang depan yok, kan ada sawah tuh
Sanjaya, Dio dan Eka sel Cuma mangut aja ngikut gue kesawah deket rumah gue, harus nyeberang dari rumah gue. Dan Sawah ini banyak banget sapinya emoticon-EEK!

Gue : Eh.. Gue ada ide lagi nih
Eka sel : apaan nih ? Seru pasti kayak tadi emoticon-Hammer (S)
Gue : Kita tembak yuk itu para sapi.. emoticon-Ngakak (S)
Sanjaya & Dio : Ah.. Ide gila lagi, gue nggak ikutan nu, mending duduk di sini emoticon-Gila
Eka Sel : gue ikut aja deh
Gue : Lo memang laki ka.. ahahhha :mahos

Dan setelah gue nembak-nembak random sapi tersebut, gue baru nyadar. Ada sapi yang warnanya beda, warnanya coklat pekat. Kalau nggak salah dia ada tanduknya

Gue : Eh tembak itu sapi yok ka, dari jauh
Ekal sel : Bentar, gue ambil peluru plastiknya, dh abis nih.
Gue : Yaudah gue maju aja dulu yak, mangsa gue tuh !

Setelah gue mendekat dan menembak dia itu sapi dari jauh (Karena banyak lumpur, kotor sapi. Jadi gue nembak dari jauh) Tapi setelah gue tembak itu sapi malah lari makin dekat ke arah gue, makin dekat dan gue nyadar ini sapi mau nyeruduk gue, gue pun lari di kejar-kejar ini sapi. Sumpah waktu itu gue cuma teriak manggil (MAMA TOLONG MAAA.. !!! emoticon-Takut (S) ) Gue lari sampai keluar gang, dan ngenesnya temen-temen gue ini pada ngakak emoticon-Ngakak (S) ngelihat gue di kejer. Setelah gue udah di depan gang, barulah gue selamat dari kejaran sapi atau banteng ? Gue sendiri enggak tau, dan nggak mau tau !

Gue : Eh anj*ng kalian, tolongin kek ! emoticon-Mad (S)
Dio, Sanjaya : Itu karma lo nu. Hahahaa… emoticon-Ngakak (S)
Eka Sel : Gue juga takut nu, lagian lo lucu tadi teriak-teria manggil Mama.. hahahah emoticon-Ngakak (S)
Gue : Eh sialan kalian ! emoticon-Nohope

Part 3 – Saudaraku, menurut akta

Sebelum ini cerita melangkah makin jauh. Gue mau ceritain saudara gue, saudara yang menurut gue ya Cuma sebatas akta semata. Gue anak ke 2 dari 3 bersaudara. Jujur gue nggak deket banget sama abang dan adik gue. Terutama sama abang gue, kejadian di masa lalulah yang menjadi masalah itu, luka yang walau sudah lama, entah kenapa lukanya nggak kering-kering sampai sekarang gue nulis ini. Ada banyak kejadian yang membuat gue dulu benci dan benar-benar renggang hubungan gue sama abang gue.

Abang : Nu ! Minggir sana, abang mau main sama temen abang
Gue : Yaaahh.. Bentar

Setelah gue gentian posisi, abang gue sama temannya main, dan ada terjadi masalah sedikit di PS 1-nya

Abang : Eh nu, itu CD nya error ya. Kamu sana pencet tombol restart dong (PS 1 waktu itu)
Gue : Iya bang..

Setelah gue pencet itu tombol restart. Eh ternyata gamenya bisa, tapi gue udah terlanjur pencet. Dan gue di suruh tahan pencetan gue di tombol restart tersebut sembari abang gue main.

Gue : Bang, tangan gue capek ini
Abang : Ya bentar lagi deh
Temennya : (berbisik kecil) Eh.. Kasian itu adek lo, udah lo usir sekarang malah di gituin
Abang : Gpp.. Udah biasa

Gue di sini benar-benar sakit banget, gue ngerasa nggak di anggep. Dan abang gue ini agak cepet emosian orangnya, dan setiap dia ada masalah atau marah. Segala yang gue lakuin pasti salah dimatanya. Dan ujung-ujungnya gue jadi samsak tinju sama dia. Gue sedari kecil sudah sering di bully sama abang gue sendiri. Gue pernah ngadu sama ibu atau ayah gue, tapi mereka ngeresponnya biasa dan menurut gue malah pilih kasih.
Kenapa gue nggak berani ngelawan ? Dia abang gue ! Ya walau gue Cuma anggap itu berdasarkan akta saja. Dan adik gue ? Gue sudah ada tekat dalam diri, gue nggak mau nurunin sifat ringan tangan untuk mukul. Adek gue hampir nggak pernah gue pukul, walaupun gue kesel sama dia, tapi yang jadi samsak tinju gue itu meja, tembok, lemari. Gue sama adek gue Cuma debat aja kalau tengkar. Jadi itu mengapa tokoh abang dan adek gue di dalam cerita ini nggak bakal muncul terlalu banyak. Mengapa gue cerita ini ? Karena perjalanan gue yang ini akan ngaruh ke masa gue SMP dan SMA, jadi gue harus nulis hal ini. Beberapa peristiwa enggak bisa gue umbar di sini, terlalu banyak hingga gue lupa. Tapi untuk catatan, abang gue pas udah gede ini, dia agak berubah sih.. Cuma yang namanya luka lama ini sulit di sembuhkan, abang gue itu sekarang ngerantau. Tiap dia pulang ke Bali, dia pasti pergi entah sama pacarnya atau sama temen-temennya..
Jadi gue itu salah satu sebab kenapa gue bahkan enggak terlalu tau banyak riwayat hidup abang gue, kita-kita saling enggak terbuka dalam hal ini. Yang gue anggep sebagai kakak itu, Mas gue yang di Surabaya, dia sepupu gue.. Gue deket sama dia, gue ngerasa di lindungi & gue ngerasa punya "kakak" walaupun tidak tertulis di akta gue emoticon-Berduka (S)

Part 4 - Sakit Banget !

Tau fitnah ? Ya, gue pernah ngerasain itu di saat kelas 5 SD, Gue di fitnah sama salah satu teman gue yang bernama Angga. Gue sebenernya nggak tau kenapa gue di fitnah, waktu itu sahabat gue, duo sahabat gue (Sanjaya dan Dio) mereka berdua di hasut, gue di fitnah sudah menghina Ortu mereka dan menjelek-jelekkan nama mereka. Saat itu gue ngerasa banget kesepian, enggak ada mereka berdua, Gue makan sering ke pojokan sekolah, makan nasi bungkus sendirian sama teh gelas. Dan si Angga ini tau gue suka ke sana, jadi dia ke sana dan..

Angga : Eh.. kalian mencium bau wangi nggak ? Kayak bau makanan ya !
Dio : Iya, mau makanan dari si tukang gosip !
Sanjaya : Baunya busuk !

Gue di saat itu rasanya mau nangis, dua sahabat gue. Ngomong gitu emoticon-Berduka (S) ? Gw bingung kenapa bisa ? Dan gue pindah dari pojokkan ke rumah guru kesayangan gue, Bu Agung namanya. Dia guru Agama Hindu gue. Gue sering mampir ke rumahnya untuk makan dan minum, rumahnya ini guru di sekolah gue. Jadi sangat mudah gue ke sana. Gue bener-bener sayang banget sama Bu Agung, dan suatu hari, setibanya Ibu gue dari London (Habis semacam pertukaran gitu dari tempat kampus Ibu gue ngajar jadi Dosen) Ibu gue ngasi semacam patung berbentuk seorang Guru dan tertulis disana “THE BEST TEACHER !” emoticon-Malu (S) . Gue kasi itu patung dari London ke Bu Agung, sebagai kenang-kenangan. emoticon-Kiss (S)

Quote:

Part 5 - Suster muda & Si centil

Hmm.. Kelas 5SD gue kurang menarik untuk di ceritakan. Jadi gue skip ke kelas 6 SD deh.. Oh ia, masalah gue sama duo sahabat gue itu (Sanjaya dan Dio) sudah clear, ternyata si Angga itu iri sama gue ! Tapi gue ngga masalah, gue tetap mau temenan sama Angga kok emoticon-Smilie Skip skip

Waktu itu hari senin yang cukup terik di Denpasar , seusai gue dan semua siswa upacara bendera. Gue mampir ke kantin sekolah gue bentar. Beli Pop ice dan kencing dulu.. emoticon-Malu (S)
Setelah selesai, gue mau ke kelas gue. Gue lihat waktu itu kelas gue ada 2 suster, tinggi dan cantik. Susternya muda, apa mereka mau nyuntik lagi ? Gue agak takut masuk tapi gue beraniin aja deh.. Toh gue nggak bisa bolos, setelah masuk kelas emoticon-Cape d... (S)

Gue : Permisi ijin masuk .. emoticon-Embarrassment
Suster : Eh ? Silahkan dek.. emoticon-EEK!

Setelah gue masuk, ternyata itu suster adalah suster cabut gigi, yang perlu KORBAN untuk praktik mereka. Dan di saat kebetulan gigi gue mau copot, pas itu suster perlu tumbal. Gue dengan PD-nya nyerahin diri gue untuk jadi praktik mereka. emoticon-Hammer (S)

Gue : Kak, Saya giginya goyang nih! Saya mau deh ngikut program kakak emoticon-Malu (S)
Suster : Iya, makasi dek.. Adek bisa tunggu di luar seperti temen-temennya yang lain.
Setelah beberapa menit gue di luar, gue ngerasa kayak ada yang merhatiin gue, tapi gue enggak mikir. Soalnya gigi gue agak sakit karena mau copot. Lalu itu Suster ngeabsen gue dan nanya data diri gue, mereka ada jadinya 5suster. Tapi yang nanyain ke gue Cuma 2 aja

Suster 2 : Dek..
Gue : Ya ? emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)
Suster 2 : Namanya siapa dek ?
Gue : Arta kak kelas 6B Absen 36.
Suster 1 : Wah.. Masih kelas 6, udah tinggi banget ya dek, putih lagi.. emoticon-Embarrassment
Gue : Hehehe.. Makasi kak, kakak juga cantik-cantik emoticon-Malu . Oh ia, ini langsung ke tempat praktik kakak ? Mau bolos pelajaran nih kak sekalian emoticon-Stick Out Tongue
Suster 1 : Enggak dek, besok baru bisa, ini Cuma absen aja dulu untuk keperluan data. Besok adek jangan bolos ya !
Gue : Oooh Iya kak siip.. Tapi ini bayar ? emoticon-Bingung (S)
Suster 2 : ya nggaklah dek. Malah kita yang harus ngucapin terima kasih ke kamu dek, entar kaka kasi jajan ya, anggep atas adek udah mau jadi praktik kami
Gue : Yaaah.. Kok jajan kak ? Maunya pizza hut nih ! emoticon-Ngakak (S)
Suster 2 : itu kakak yang tadi pinter banget lho masak, masakan italia
Gue : Manaaa?? emoticon-EEK! (Noleh ke suster lagi yang tadi itu, sambil melambai)
Suster 1 : Ada apa dek ?
Gue : Kakak pinter masak masakan italia ya ? Buatin dong kak emoticon-Malu (S)
Suster 1 : Gampang dek
Gue : Wuiih.. udah cantik, pinter masak lagi. Cowoknya beruntung ya kak. Oh ia namanya sapa kak ? emoticon-Big Grin
Suster 1 : Nama kakak, Winda. Hehehe adek bisa aja emoticon-Malu (S) .. Besok inget ya dek !
Gue : Siap kak winda ! emoticon-Blue Guy Peace Pasti dateng kok, mayan bisa bolos di temenin kakak-kakak yang cantik lagi.. emoticon-Genit
Winda : Siip dek..

Besoknya, karena rumah gue pas banget di depan sekolah, gue jadi suka dateng agak telat. Waktu itu bukan hanya gue yang dateng terlambar, ada satu cewek di anter Ibunya pakai motor Supra, gue perhatiin. Dia itu manis pake BANGET ! dan dia itu CANTIK plus PUTIH. Dia mungkin kalau lagi ngumpul sama temen-temennya bagaikan berlian di tengah lumpur. Karena keasikan bengong, dia lihat gue.

Si Cewek Anonim : Haii kak Arta.. emoticon-Malu (S) (Dia manggil gue dg suara yang centil dan manis banget senyumnya, gue masih inget betul itu !)
Gue : Haiii… emoticon-Bingung (S) (Gue jawab sambil senyum juga)

Eh.. TUNGGU ! Gue ngomong dalam hati (“Kok Bisa dia tau nama gue ? Gue aja nggak tau siapa dia.” emoticon-Bingung (S) ) Dia makin menjauh dan memasuki ruang kelas 4A.
Masih sepi aja , padahal yang view udah 250 lebih emoticon-Berduka (S)
ya gan critaaa lggg
....... separoh
emoticon-Sorry

emoticon-Kemana TSnya? emoticon-Kemana TSnya? emoticon-Kemana TSnya?

Part 6 - Si lesung

Setelah kejadian tadi pagi itu, gue langsung usaha nyari tau “Who she is ?” emoticon-Bingung (S) , kebetulan kelasnya si cewek anonim itu sebelahan sama kantin, jadi gue perhatiin dia dari kantin. Lagi asik nge-spy kayak di film, muncul panggilan manis yang khas centilnya emoticon-Ngakak (S)

Cewek Anonim : Haii.. kak Arta.. emoticon-Kiss (S)
Gue : Eh.. Hai juga emoticon-Malu (S)

Terus dia pergi ke kantin sebelah, nama kantinnya “Mas Bakso” dan kantin gue nongkrong ini namanya “Wr.Mbok Made.” Jaraknya cukup jauh, dari sini gue bisa puas merhatiin tubuhnya Cewek anonim ini. Putih pake BANGET ! emoticon-Wowcantik Lesung dan cukup tinggi di antara 4 temennya. Warna putihnya itu kontras banget sama teman-temannya, bagai permata di genangan lumpur emoticon-Hammer (S) . Dia noleh ke gue sambil senyum lalu pergi, dari sana gue panasaran, bukan suka tapi KEPO ! emoticon-Metal
Besoknya tibalah saatnya para suster yang cantik itu jemput gue emoticon-Malu (S) , gue di sana ngelihat sekilas si Cewek Anonim, gue beraniin diri.
Gue : hai.. Siapa ya ? Kok gue nggak kenal ? emoticon-Malu
Cewek Anonim : Eh .. emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) kak Arta, buat kaget aja. Gw Yanti, salam kenal ya emoticon-Malu (S)
Gue : Oooh .. Yanti, anak kelas 4A ya ? Salam kenal gue… (Belum selesai ngomong sudah di potong sama Yanti)
Yanti : Udah tau kok, kakak namanya kak Arta kan ? No absen 36, kelas 6B Rumah depan Sekolah itukan ? emoticon-Metal
Gue : *Speechless emoticon-Belo .. Lo tau darimana ?
Yanti : Gue nanya kak, sama kak Suster itu (Nunjuk Kak Winda)
Gue : Waah.. bongkar privasi ! emoticon-Cape d... (S)
Yanti : Hehehe.. Kak, gue duluan ya. emoticon-Ngacir
Gue : Okee..

Setelah itu gue di panggil sama kak Winda untuk di ajak ke tempat praktiknya di Jalan Pulo Moyo. Tempatnya deket dari Sekolah gue, jadi naik motor aja bisa sampai kira-kira 10menit. Pas di motor gue yang pertama membuka topic obrolan emoticon-Metal

Gue : Kak Winda, Kakak ngasi tau namaku ke Yanti ?
Winda : Iya dek, waktu selesai absen kamu, dia dateng. Pengen tau data dirimu gitu dek, dia cantik tuh dek.
Gue : Iya kak cantik, dia centil. Lucu ngelihat suara khasnya emoticon-Genit
Winda : Hahahaha.. Cinta monyet ya dek.. emoticon-Ngakak (S)
Setelah ngobrol ngarol ngidul, tibalah di lokasi praktik Suster ini, tempatnya cukup luas. Di sana gue di traktir minuman tapi nggak boleh yang es krim, katanya. Cukup lama gue tunggu, akhirnya gue di panggil dan di dudukin ke kursi ruang operasi. Dateng Ibu-ibu sepertinya dia dosen/pengajar emoticon-Bingung (S)

Dosen : Kamu Winda, jangan ragu-ragu, pertama di bius dan bla bla…

Gue nggak mikirin itu dosen, gue mikirin Yanti. Gue inget-inget lagi mukanya lesung dan giginya gingsul emoticon-Genit . Oh betapa imutnya dia !
Tapi lamun gue buyar setelah Suster Kak Winda ini ngeluarin alat pencopot gigi mirip kayak tang ! HORROR !! emoticon-Takut (S) Gue di sini agak teriak, karena proses nyabutnya dia agak grogi. Dan Finally, gigi gue jadi ada gingsul juga sejak itu sampai sekarang ! emoticon-Hammer (S) Efek mikirin dia atau memang Kak Winda ini croboh ? Nggak tau! emoticon-Hammer (S)
Setelah itu gue di kasi oleh-oleh jajan sama Kak Winda ini, lalu gue di pulangin ke sekolah dengan kondisi gigi gue masih ada semacem kapas yang di tempel di bekas gigi copot itu.
Pas di Sekolah, gue ke WC bentar sambil lihat kelasnya si Yanti, dia nggak ada, dia masih di tempat praktikkah ? emoticon-Bingung (S) Selesai ke WC, gue balik ke kelas dan belajar seperti biasa.

Besoknya gue sekolah pun seperti biasa, belajar, denger guru khotbah dan suara bel istirahat berbunyi ! Gue langsung cus ke tongkrongan pojok bareng si Sanjaya dan Dio. Di sana ngerumpi soal guenya yang ompong emoticon-Hammer (S) ! Di saat Sanjaya & Dio ketawa, ada sesosok wanita datang sambil ketawa cengengesan, dia adalah Yanti. emoticon-Kiss (S)

Gue : Eh.. Yanti, ngapain ? emoticon-Malu
Yanti : lagi main petak umpet nih kak.. ssttt emoticon-Stick Out Tongue
Gue : Kok sembunyi di sini ? Ada lho tempat bagus untuk sembunyi (Nunjuk semak-semak yang agak lebat)
Yanti : Hihihi.. Oke deh kak, aku kesana emoticon-Ngacir

Beberapa menit setelah Yanti pergi, dateng temen gue namanya Ade. Dia anak tentara dan agak sombong karena itu.

Ade : Eh nu, lo ga tau, si Yanti itu suka sama lo !
Gue : Ha ?! emoticon-Kagets
Sanjaya & Dio : Ciee.. Carilah nu !
Gue : Masa ia ? Ah bohong lo de..
Ade : Jiah.. Ini bocah di kasi tau malah ngatain gue. Yaudah terserah lo emoticon-Gila
wah sesama bali, baca sek emoticon-Big Grin
akhirny nemuin juga cerita dari Bali, wakakakaka



Quote:

yaelah jadi lu dari Bali???

Quote:

Asli solo cuma tinggal di bali emoticon-Big Grin
Elu jg bali?

Quote:


ia gan, tapi sekarang posisi lagi merantau keluar

btw ini kok ga apdet, apa TS nya disembunyiin memedi emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Hammer2

Quote:

Bah w kira masih di bali,kan bisa kopdar dadakan emoticon-Ngakak (S)
Auk nih dimana TS nya
ijin nenda dulu ya gan...
Quote:


Waah... halo bli, maaf sebelumnya bahasanya pake (Lo gue) biar org dr luar Bali pada tau emoticon-Ngakak


Quote:


Quote:


Nanti malem aye update 3 part gan kl nggk ad halangan emoticon-Malu (S) lg sibuk bgt ini

Quote:


Silahkan gan, moga betah denger cerita hidup ane emoticon-Blue Guy Cendol (S)

Quote:

Mantap emoticon-Big Grin
Semangat bli emoticon-Embarrassment

*ngedomprak