alexa-tracking

Land of Adventure - Petualangan Anantara

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54c9f3a2128b46d63b8b4578/land-of-adventure---petualangan-anantara
Land of Adventure - Petualangan Anantara
Permisi agan-agan semua, lagi seneng baca light novel nih, lalu pengen bikin cerita sendiri.
Masih belajar ya, jadi saran-sarannya ditunggu ya......emoticon-Malu (S)

Land of Adventure - Petualangan Anantara



"Land of Adventure - Petualangan Anantara"

cerita fiksi, petualangan, vrmmo

by. dulaliwa


Prolog

Deru angin laut terdengar mendorong ombak. Cerah langit malam bertaburan cahaya bintang, sayang bulan tidak bersama-sama hadir. Sebuah bayang dengan layar kecil di atasnya naik turun terombang-ambing diluasnya lautan, terlihat mengapung, mengayun mengikuti irama gelombang, menyibak diantara kemilau cahaya berkelip yang terpantulkan.

Ini malam keduanya dilautan. Misi nya untuk menaklukkan lautan adalam misi paling sederhana yang harus dimulainya. Sejauh ini tidak ada masalah, hanya beberapa kebocoran kecil dilambung kapal, dan itu biasa, atau angin yang tidak terlalu kuat, sehingga memaksanya mendayung.

Malam ini mungkin akan seperti malam sebelumnya, tenang.

Srrttttt...... bummm......

Srrrttttt ..... bummm.....

Srrrttttt..... bummm.....

Tiga bayangan melompot dan menyelam dari sebelah kiri kapal. Tiga lumba-lumba berenang kemudian melompat. Beberapa kali mereka mendemonstrasikan kelihaiannya beratraksi di udara. Suguhan menarik, ditengah kesendiriannya ditengah lautan. Tapi, setelahnya kelompok mamalia cerdas itu tidak muncul lagi. Di kejauhan samar membayang terlihat sirip punggung dua lumba-lumba berenang cepat menjauh. Hanya dua.

Ngiiiikkkkkk...... brakkkk.......

Tiba-tiba, seekor lumba-lumba melompat, tak jauh dari depan kapal. Dibelakangnya mengikuti sosok bayangan besar. Bayangan itu menangkap lumba-lumba dengan mulutnya, sangat cepat. Dengan sekejap setengah tubuh lumba-lumba masuk dalam mulutnya. Sekali kibasan tubuh ....Krakk........ Kepala dan separuh tubuh ikan lumba-lumba itu terlempar ke arah kapal kecil itu, tersangkut dilayar dan jatuh didepannya.

Brakk......menggelepar beberapa kali kemudian diam.

Kaget bukan kepalang, tubuhnya hampir jatuh ke laut jika tidak ditahan oleh buritan kapal. Degupan jantungnya seperti terdengar dengan lantang. Bayang besar itu sesekali muncul memperlihatkan sirip-sirip tajam dipunggungnnya.

‘Apa itu ?’ pikirnya

Krakkkkk.........

Belum terjawab bertanyaannya, kapal bergetar. Berasal dari samping kanan kapal, penyeimbang kapal bergoyang-goyang.

‘Mungkin penyeimbang kapal dihantam tubuh makhluk itu’.

Keringat dingin mulai bercucuran, tangan dan lututnya bergetar. Diraihnya dayung, dipegangnya erat-erat.

Krakkkkkkkk...................

Kapal kembali bergoyang.... kali ini lebih kuat.

Sekelibat putih gigi-gigi tajam mengoyak penyeimbang kapal.

.......

1. Kisanak

Blipp... blippp... blippp..............

Scan berhasil dilakukan..!
Kamu belum terdaftar sebagai pemain Land of Adventure
ingin mendaftar ?


“Ya!”
Ia memasuki sebuah ruangan, disekelilingnya bediri bayang-bayang dirinya sendiri, layaknya berdiri di ruang cermin. Secara bersamaan muncul teks dan suara...

“Nama ID user?”


Lalu muncul keybord virtual.
Ia menuliskan “Night”, ‘biar keren’ pikirnya sambil tersenyum.
Kembali, suara disertai teks bersamaan muncul dan terdengar

“Nama user ID Night, dieja N-I-G-H-T, Night telah digunakan oleh 6.011 user”
Teruskan ?


“Hmmm... cari yang lain dulu”
Lalu diketiknya “Light!”

“Nama user ID ‘Light’, dieja L-I-G-H-T, Light telah digunakan 7.825 user”
Teruskan ?


“Weitt... tambah banyak.......” lalu “Gunakan ID acak saja!”, ia pikir lebih baik acak, daripada pusing.
Lalu terdengar lagi

ID random.....
“Dulaliwa”


“?......cari lain!”

ID random.....
“Anantara”


‘Lumayan’... “Ok” jawabnya setuju.

Nama user ID “Anantara”, dieja “A-N-A-N-T-A-R-A”, digunakan.
Nama user ID tidak akan bisa diganti lagi
yakin ?


"Yakin”, lanjutnya

Kamu berhasil registrasi, Anantara..
Lands of Adventure adalah game Virtual Reality Massively Multiplayer Online yang memberi kesempatan untuk menjadi petualang sesungguhnya. Kamu dapat memilih ras, pekerjaan, keahlian, dan berbagai macam petualangan di dunia virtual. Dengan tingkat realisme sampai 98%. Panca indera mu dapat merasakan semuanya, selayaknya di dunia nyata. Un...


“Skip..”, potongnya

Kamu mempunyai kartu Lands of Adventure ?


Ia sudah pernah baca tentang kartu kode LoA. Keuntungan besar dari membeli kartu terletak diawal permainan sebagai modal bagi karakter. Kartu itu sendiri mempunyai beberapa tingkatan, semakin mahal maka akan makin banyak keuntungan yang diperoleh user. Dengan memasukkan kode yang tertera, ia dapat memilih ras yang diinginkan, memilih kota dimana ia pertama muncul, memiliki banyak pilihan merubah tampilan, memiliki bekal lebih banyak di inventori, memiliki double pengalaman lebih banyak di 14 hari pertama di game.

“Tidak” jawabnya

Karena tidak mempunyai kartu kode LoA,
maka kamu hanya dapat memilih ras manusia,
lokasi pertama diacak,
double pengalaman hanya 3 hari,
dan dengan bekal di inventori yang standar.
atau jika ingin membeli kartu LoA.
silahkan kunjungi E-Sto...


“Skipp...!”
Kemudian bayangan dirinya perlahan berganti pakaian yang berbeda. Ia mengenakan celana hitam longgar hanya sampai di bawah lutut, menggunakan baju hitam lengan panjang. Ia hampir tak percaya jika tak membeli kartu game, penampilannya jadi sedemikian simpelnya. Tapi apa boleh buat, ada kebutuhan lebih mendesak yang harus dibeli daripada kartu game. ‘Buang-buang uang’, pikirnya.
“Penampilan ku boleh diubah?“ tanyanya

Karena tidak memiliki kartu LoA
Perubahan hanya pada rambut dan warna pakaian


“Haa...”, sahutnya tercengang, tapi ia maklum ‘mana ada yang gratis sekarang, bisnis’
“Kalo punya kartu LoA, apa yang bisa aku rubah?” tanyanya

Tergantung jenis kartu yang Kamu miliki !
jika ingin membeli kartu LoA.
silahkan kunjungi E...


“Skiipppp!..”
“Buat rambutku panjang sebahu!” pintanya
Seketika dirinya memiliki rambut panjang sebahu, untuk pakaian dibiarkannya standar dengan hitam dan longgar.
“Ok” katanya
“Selain rambut dan pakaian, masih ada yang bisa dirubah ?” tanyanya, meski ia tahu tidak mungkin lagi ada perubahan. Tapi tetap saja ditanyakannya. Ia ingin merubah tubuhnya agar terlihat lebih berotot, lebih tinggi dan kulit lebih gelap, agar tidak sama di dunia nyata.

Masih bisa jika kamu memiliki Kartu LoA.
Silahkan kunjungi E-Store Land...


“Cancel....cancel....eh...skip”

Kamu yakin ?


“Iyaa” setengah berteriak.

Karena kamu tidak memiliki Kartu LoA,
maka kamu tidak dapat memilih ras,
tidak dapat memilih lokasi pertama dalam game
bekal inventori hanya standar.
Kamu juga tidak mempunyai bantuan tutorial !


“Terserah!....” balasnya agak kesal. ‘Ai game ini mungkin sekaligus dirancang jadi ngotot jualan’, batinnya.

SELAMAT BERPETUALANG .... ANANTARA ....!!


Ia merasa Ai game ini mengolok-oloknya. Membuatnya bertanya-tanya apa memang hanya dia yang tidak beli kartu LoA ? memang sih murah, dari lima tingkatan kartu, yang paling murah Rp. 25.000, anak kecil pun mungkin bisa beli. ‘Tapi masa bodo lah.... !’ batinnya.
Ketika sedang menyumpah dalam hati, sekelilingnya tiba-tiba meredup dan gelap gulita.
Kemudian warna-warni cahaya berputar mengelilinginya, dimulai dari kaki hingga naik ke kepala. Seketika terang benderang. Cahaya terik matahari dan hembusan angin langsung menyambutnya, terdengar suara ombak. Diangkat tangannya, ditutupi matanya dari silau cahaya.
Anantara melihat sekelilingnya. Benar, ia berada dipinggir pantai, cukup indah, biru, cerah, pasir putih, hembusan angin laut terasa mengalir dirambutnya yang sebahu.
Ia tak percaya dengan pemandangan di depannya, “menakjubkan, luar biasa”, bisiknya, lalu ia maju sambil digerak-gerakan tangan dan wajahnya lalu sambil dicubitnya, terasa sedikit sakit. “Bagaimana bisa?” ia bertanya-tanya. ‘Inilah keajaiban teknologi’, pikirnya.

Peringatan !!
Kamu tidak diperbolehkan keluar dari kota, sebelum 14 hari !


Tak terasa ia berjalan maju mendekati laut. Tadinya ia berniat untuk ingin merasakan air di game ini. Tapi ternyata itu adalah batas bagi bagi pemain baru. Karena dari informasi yang ia peroleh setiap pemula tidak diperbolehkan meninggalkan kota pertamanya sebelum 14 hari.
“Kota ?....” ia belum sempat melihat ke sekelilingnya, ia mencari seandainya benar berada di kota.
“Hai kisanak ?” suara nyaring dari belakang
Kemudian ia berbalik, dilihatnya seseorang dengan pakaian serba hitam seperti dirinya, berperawakan tegap berotot, janggutnya tipis tapi panjang, berkulit gelap, kepalanya ditutupin caping bambu, dibahunya memanggul dayung.
“Bapak memanggil saya?” sambil menoleh ke kiri dan ke kanan, dengan harapan melihat orang lain.
“Iya kisanak, memang ada orang lain selain kita ?”
“Tapi saya bukan kisanak” jawabnya.
“Hahahaha.... “
“Kau petualang baru ya, Kisanak?”
Meski bingung dengan panggilan kisanak, ia menjawab “Iya pak”
“Tapi baru kali ini kami melihat petualang sepertimu Kisanak, hahaha”
“Anantara saja pak” protes Anantara
“Hahaha.... tapi manggil kisanak lebih enak didengar, daripada Ana, atau Ara.. hahahaha”

Ding !

Kamu memperoleh julukan
‘Kisanak’


Bapak itu kemudian berlalu, masih sambil tertawa. Baju hitam nya melambai-lambai tertiup angin. Suara tawanya masih belum hilang, kelihatannya ia dapat hiburan lucu hari ini.
Sambil mendorong perahu kecilnya ke arah laut, ia melambai ke arah Anantara... “Hahahaha”, didayungnya perahu itu menjauh dari pinggir pantai.
Setelah melihat bapak aneh itu menjauh, Anantara membalikkan badan. Terlihat beberapa rumah tak jauh dari tempatnya sekarang berdiri.
‘itu bukan kota’ pikirnya, ‘desa saja bukan, cuma ada beberapa rumah yang pagari kayu disekelilingnya’
Lalu ia duduk, ‘nanti aku kesana’ niatnya.
“Perlihatkan profil !” Lalu muncul profil dirinya dalam kotak transparan,

Profil
Nama : Anantara
Level : 1
Julukan : Kisanak
Pekerjaan : -


“Ehh... cuma itu ?”
“Perlihatkan Stat !”

Peringatan !
Kamu belum bisa melihat stat !


“Haa.... ?”
Sebelumnya ia pernah membaca sekilas, bahwa dalam game ini semua informasi stat pemain tidak muncul dengan tiba-tiba. Harus ada proses mencari untuk dapat informasi stat. Sehingga setiap pemain tidak mempunyai stat yang sama, tergantung dari pengetahuan, keahlian, dan lain-lainya.Sehingga semakin tinggi kemampuan, pengetahuan dan keahlian pemain, maka akan semakin banyak stat yang bisa dilihatnya.
“Hmmmmppp...hhhhhhhhhha.....” ditariknya nafas dalam-dalam dan dihembuskannya.
Lalu ia berdiri, berjalan ke arah rumah-rumah yang tadi dilihatnya. Tak berapa lama ia sampai di gerbang.

Gerbang itu terbuat kayu. Tidak terlalu bagus, namun terlihat kokoh. Dari sela-sela nya ia dapat melihat seseorang, sepertinya penjaga gerbang. Kampung itu terdengar sepi.
“Mmm.....”
Belum sempat mulutnya membuka untuk bertanya...
“Siapa kamu ?” potong suara dari belakang gerbang. Anantara melihat pemilik suara yang sedang melihatnya melalui celah-celah gerbang.
“Mmmm... saya Anantara pak, saya petualang baru” jawabnya memperkenalkan diri, “ bo....”
“O... petualang baru”, potong penjaga itu.
Anantara melanjutkan, “boleh saya masuk kampung pak?”
“Tidak!” jawabnya singkat tapi nyaring
“Kenapa tidak?”
“Mau ngapain masuk kampung ini ?!" tanya balik penjaga.
"Saya butuh informasi pak, karena saya baru " jelas Anantara, "Atau pak Penjaga bisa memberi informasi ?" tanya nya pada penjaga
“Tidak!" penjaga itu langsung menjawab.
“Kenapa ?" Anantara heran.
“...............”, penjaga itu diam
“Jadi ... boleh saya masuk pak ?” tanya Anantara lagi.
“Untuk masuk kau harus dapat izin dari Tetua” jawab penjaga
“Kalo begitu boleh saya bertemu Tetua ?”
“Tidak!” seru penjaga lebih keras
“Mmm...kenapa tidak?”
“Orang luar untuk bertemu tetua harus membawa hadiah penghormatan” jawabnya
“Sogokan nih” bisiknya, ‘di game saja dibudayakan sogokan’.
“Itu hanya sopan santun, bentuk menghormati”, kata penjaga itu, seolah dia tahu apa yang Anantara pikirkan. “Kalo tidak suka, silahkan pergi!”
“Oo .. begitu, jadi kalo saya punya hadiah saya bisa dapat izin masuk?” tanya nya lagi
“Tidak”
“Haa...” sudah berapa kali ia mendengar ‘Tidak’.
“Kenapa tidak?” tanyanya lagi
“Karena tetua sekarang sedang tidak ada”
“Ooo...” sahut Anantara sambil menggaruk kepalanya dan mengangguk. Lalu ia bertanya, “Kalo begitu kapan tetua bisa kutemui pak?”
“Tidak tau”
‘Bener-bener nih orang’, “Kok gak tau pak ?”
“Karena saya bukan tetua?” jawab penjaga
“??.....................................”, ‘ngalawak’ nih batinnya.
“Tetua baru saja pergi melaut, jadi tunggu saja disitu, mungkin sebentar lagi pulang atau bisa sampai sore nanti baru pulang” jelas penjaga, “Untuk hadiah, kamu bisa berikan 10 butir kelapa untuk Tetua, dan kamu bisa cari kelapa yang ada banyak di pulau ini”.
Ding !

Quest

“Memberikan hadiah kelapa kepada tetua kampung”
Jumlah : 10
Imbalan : izin masuk kampung, informasi
Tingkat : -
Batas Waktu : -
Ya / Tidak


“Hmmm...” ini quest pertamanya, tapi kenapa tidak ada tingkatan. Ia tahu bahwa di dalam LoA ada beberapa quest, dari yang paling tinggi S, A, B, C, D, E, dan F. Sekarang ia memperoleh quest yang gak ada tingkatan. ‘mungkin ini yang paling rendah’ pikirnya. “ya” jawabnya menerima quest.

Quest diterima!


Anantara ‘terdampar’ dipulau yang dak dikenalnya, oleh karena itu ia butuh banyak informasi. Ia juga butuh tempat istirahat malam.
“Baik pak penjaga, terimakasih”. Ia membalikkan badanya sambil melihat ke arah pohon-pohon kelapa yang banyak berjejer di pulau itu.
“Hmm” sahut penjaga itu.
Anantara berjalan menjauh...
“Hei... kisanak”, teriak penjaga dari kejauhan, “Jangan ambil kelapa yang ditandai silang ya, itu punya tetua ! dan hati-hati dengan tupai bertanduk!”
“Apaa...................????”
emoticon-Takut ada monster laut emoticon-Takut

====
met nulis om emoticon-Big Grin
Quote:


Makasih gan... emoticon-Malu (S)

2. IndGame

Disebuah ruangan mewah nan sejuk, lima orang berkumpul mengelilingi meja oval.

"Jim, gimana persiapannya?", Tanya Andrew, CEO IndGame, pembuat Land of Advanture.

"96% bos, sisanya hanya eksekusi update” jawab Jimmy singkat, ia adalah Kepala Bagian Pengembangan Produk di IndGame. “Gue juga bawa Alex”, sambungnya.

Rapat itu tidak terlihat terlalu formal. Sapaan dan gaya bicara CEO dan bawahan terlihat santai dan akrab. Bahasa lo-gue tidak tabu digunakan.

Andrew mengarahkan pandangannya ke satu-satunya perempuan diruangan itu, kepala bagian publikasi dan keuangan, “Misha, your report!”

"Ok..thank you”, sambut Misha, “Pertama, bagian kami tentang persiapan perayaan satu tahun LoA, sudah selesai semua, tinggal Hari H. Undangan jamuan, party dan konfres sudah tersebar, semua sudah siap" terangnya sambil menaikkan kacamatanya.

"Oke..." balas Andrew, “Kalo materi konfrensi press ?” tanyanya

“O iya, itu ntar Aku kirim ke email kalian semua, seandainya ada tambahan dan masukan dari temen-temen yang ada disini” jawabnya, “Tapi konten konfres tidak terlalu detail, karena detail teknis segala macamnya ada dilaporan setiap bagian” lanjut Misha.

“Good”, jawab Andrew, “O iya Misha, jangan lupa buat laporan tahunan untuk keuangan, kita mo rapat dengan pemegang saham ” jelas Andrew.

“Yup, itu lagi aku siapkan, mungkin lusa selesai. Langsung aku email kalo sudah kelar”, jawab Misha.

Andrew mengangguk, “Sekarang Alex..!” lanjutnya, membuat semua orang mengarahkan pandangan ke sosok berkaca mata tipis, satu-satunya yang pakai kaos oblong diruangan ini. 'Si Alex' masih terlihat sibuk dengan gadgetnya.

Jimmy menyenggol Alex, sambil berbisik, “Hei...Lex giliran lo!”.

Mereka tahu Alex; “Si Jenius”, “Orang Aneh”, “Penggila AI”, “NPC hidup”, "Kutu Kode", banyak sebutan lain untuknya. Tapi dia adalah programmer terbaik, otak perancang game LoA. Dalam rapat ia tak peduli apa yang dibahas, yang ia pedulikan hanya ‘dunia’nya.

"O......ok, kit update LoA sudah rampung 100%, meski agak molor dikit dari schedule yang lo kasih. Yang pasti kalo gak ada gangguan, malam ini pukul 24.00, selama satu jam eksekusi update” ia berhenti sebentar, “Ini sdh diumumin ke semua user. Saat update nanti, user gak bisa login, kalo ada user yg masih login kita force keluar.... tp walau ada yang maksa tetep didalam, tenang aja gak bakal ada yang kejebak dalam dunia game.... hehehehe...." Alex tertawa.

"??????"

Semua yang hadir terlihat mengernyitkan dahi, lagi mencerna apa yang dikatakannya.

"Ups...., updatean ini lumayan signifikan dibanding sebelumnya. Kenapa?” tanyanya kepada rekan-rekanya disekelilingnya, lalu dijawabnya sendiri, “Karena ini tantangan user dan tuntutan kalian para bos, untuk satu tahun LoA, harus ada peningkatan siginifikan. Untuk segi realisme kita tingkatin sampe 98% dan ini yang paling tinggi kita bisa raih. Lalu updatean paling keren adalah AI... iya Aritificial Intelegence...” Alex berhenti, ia menunggu respon.

Semua diam....

“Artinya kemampuan AI menjadi sangat natural dan unlimited probabilities. Kalo kalian masuk LoA nanti, kalian tidak akan bisa membedakan antara user dan NPC...plok...plokk...”Alex tepuk tangan sendiri.

“??????”

“Gimana ?” tanya Alex ke rekan-rekanya.

“Terus Lex !” kata Andrew.

“O iya, gue kerja keras untuk buat rambu-rambu di game ini, sesuai kemauan kalian. Walau sebenarnya gue lebih seneng, pemain diberi kebebasan berekspresi di dunia vritual, gak usah dikekang lagi seperti didunia nyata. Seharusnya mereka yang main harus tahu resiko dunia virtual. Kalo takut mending mereka gak usah main nih LoA, maen aja boneka atau mobilan di kamar bibinya, atau ka...”

“Alex !... fokus...fokus”, potong Andrew.

Alex melanjutkan, “Tapi tenang saja, kita sudah buat kode ketat di dunia LoA, termasuk etika yang jadi perhatian ...” jawabnya. Sambil melirik ke Hendri, dari bagian Legal & HRD yang dari tadi diam serius mendengarkan Alex.

“Kita gak ingin ada masalah hukum gara-gara orang diperkosa di game bukan ?” kata Hendri membalas tatapan Alex.

Alex terdiam.

Andrew melihat ke teman-temannya. Mereka mengangguk, sebagian mungkin mengingat kejadian awal-awal LoA diluncurkan, ada beberpa laporan pelecehan yg membuat mereka berurusan dengan aparat.

“Haa... ini LoA bro!, dunia fantasi, membunuh monster, berperang, kalian tau arti perang ? saling bunuh !” jawab Alex, “Kalian bolehkan saling bunuh tapi ...”

“Cukup Lex... itu sudah keputusan, dan sudah kita kaji”, potong Andrew.

Pada awal LoA, mereka setuju dengan Alex. Kebebasan dalam dunia virtual. Namun, setelah peristiwa itu, mereka sadar bahwa realitas dalam game bisa saja mempengaruhi psikologi user, itu kata pemerintah. Dan jika sudah berurusan dengan aparatur pemerintah pasti mempengaruhi bisnis, ini yang paling ingin mereka dihindari.

Meskipun demikian, Alex masih bersikeras bahwa itulah resiko pemain, ‘jika ingin survaive di LoA bermainlah cerdas’ katanya waktu itu.

Alex melanjutkan, "Mungkin gak bisa panjang lebar gue laporin, yang penting-penting aja, dan itu sudah. Kalo mau lihat detail, itu sudah gue kirim ke email masing-masing. Kalo masalah moral dan sopan santun dan realitas dunia lalu per......."

“Ok... ok... ntar gue baca laporan detailnya”, jawab Andrew tidak ingin memperpanjang masalah.

“Gue cabut...” Kata Alex, “Jimmy juga sudah gue laporin semua perkembangan detail, jauh-jauh hari, jadi masalah-masalah lain Jimmy bisa jelasin...gue juga mo persiapan eksekusi upadate ntar malam... sory Drew”, kata Alex sambil mengumpulkan kertas-kertas dan gadgetnya.

“Ok....”, jawab Anrew

Alex berdiri dan pergi meninggalkan ruangan rapat.

Meskipun status Alex secara formal bawahan mereka, tapi semua tahu ia adalah sumber kekuatan LoA. Alex tidak peduli dengan jabatan, jangankan karir dirinya sendiri kadang tak diperhatikan. Karena pentingnya Alex, jika ia meminta sesuatu yang sulit dan mahal sekalipun, IndGame pasti akan sediakan dengan 'sekejap mata'.

“Jim, masalah quest itu gimana ?” tanya Andrew menghidupkan lagi rapat.

“Sebenarnya quest-quest sudah dibuat sendiri oleh AI, dan itu sudah diprogram oleh Alex dan tim” jawab Jimmy, “Tapi sebagai ulang tahun LoA kali ini ada quest spesial, dengan hadiah item spesial”

“Itu termasuk dari yang harus dijelasin nanti di Konfres, Drew”, seru Misha.

“Iya Drew”, kata Jimmy setuju. “Sebagai hadiah, ada 100 item spesial yang kita sebar di dunia LoA, memang terlihat kecil dari bilangannya jika dibanding jumlah user dan luasnya dunia LoA, tapi yang menarik adalah nilai dari item itu. Diantaranya adalah Ke.....”

“Cuma 100 ya, apa gak terlalu sedikit ? untuk memperoleh item itu harus quest dulu atau Cuma nemuin aja ?” tanya Hendri memotong penjelasan Jimmy, ia berusaha bergabung dalam pembicaraan.

“Sebenarnya banyak item yang bisa diperoleh dari quest. Biasanya, semakin sulit quest maka semakin tinggi item yang diperoleh. Sedangkan item spesial ini, siapa saja bisa, hanya dia mau cari nya atau gak, dan beruntung atau gak. Makanya pemain level terbawah pun bisa dapet, menarik bukan?” Jimmy berhenti, lalu melanjutkan,”Karena selama ini kan item yang tingkat tinggi hanya bisa diperoleh oleh pemain level tinggi atau membeli dengan harga mahal, pemain menengah dan baru hanya bisa jadi penonton. Oleh karena itu ini juga akan bisa menarik banyak user baru. Iya kan ?”

“Ya...mudah-mudahan begitu” kata sang CEO, “Gimana perkembangan user di LoA sendiri?”

“Perkembangan cukup baik, stabil, user baru juga terus masuk. User lama sejak awal LoA juga masih aktif. Kan baru 1 tahun....”Jawab Jimmy

“1 tahun di real world tapi 4 tahun di virtual, Jim” sahut Misha

“Bener, tapi itulah yang terjadi. Mungkin kita harus berterimakasih dengan Alex. AI-nya membuat dunia LoA tidak membosankan...Kalian semua main kan ?” tanya Jimmy

Semua mengangguk. Mereka tidak mengingkari betapa dunia di LoA, seperti dunia kuno yang belum banyak terjamah, menjanjikan fantasi pemandangan dan petualangan luar biasa.

“Ada pemain yang hanya jalan-jalan ke LoA, refreshing melihat dunia virtual. Ada pemain yang punya ambisi besar menaklukkan. Dan perlu diingat, temen-temen, LoA itu Dunia baru, yang bagi user baru berumur 4 tahun. Jadi belum apa-apa. Kita menjadi yang teratas di jajaran game virtual dalam waktu 1 tahun adalah prestasi bukan ?”, jelas Jimmy.

Semua wajah tersenyum, kerja keras mereka selama ini tidak sia-sia. Hampir satu tahun LoA diluncurkan, dan sudah menjadi virtual game yang paling banyak digemari sekarang. Tidak ada yang tidak tahu LoA. Meski banyak juga yang tidak memainkannya tapi mereka tahu hiruk pikuknya. Maklum LoA adalah pioner industri game virtual di Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang besar Indonesia mampu membuat LoA sebagai salah satu game dengan jumlah player terbanyak di dunia. Semua itu adalah hasil kerja keras mereka yang berada di ruangan itu bertahun-tahun sebelumnya, sebagai teman satu kampus mereka telah merintis IndGame dari tidak ada apa-apa menjadi perusahaan raksasa.

Kemudian, Jimmy melanjutkan, “Secara keseluruhan level tertinggi user baru 89. Quest yang sudah diselesaikan baru beberapa level B. Tapi sebentar lagi level B+ mungkin sudah ada yang mulai main. Item tertinggi yang sudah ditemukan adalah kelas Satria. Jadi, masih banyak yang bisa user ekplorasi di LoA”.

“Realisme sebelumnya hanya 90% tapi itu sudah cukup menjadi ‘gula’ menarik ‘semut’. Setelah update nanti bahkan sampai 98%. Bayangkan !” ujar Jimmy,” 2% sisanya adalah kematian, etika, dan rasa sakit”, jelasnya. Tiba-tiba Jimmy mengusulkan, “Mungkin suatu saat kita harus memindahkan rapat ini ke LoA..”

“Good Idea, Jim” sambut Misha dan Hendri hampir bersamaan.

“Mungkin Alex akan lebih rileks kalo kita sama-sama ke LoA”, lanjut Hendri.

“Ok... nanti dipikirkan itu”, sambung sang CEO. “Hendri, gimana rekrutmen staf baru di bagian IndGame TV Channel?”

.....
wah ada cerita dunia virtual.. keren gan lanjutin gan..
gak ngerti yang dibahas Alex emoticon-Hammer2

baru tau ada kasus pemerkosaan karena game emoticon-Ngakak