alexa-tracking

S.I.J.A.G. - Sex Is Just a Gift (BUKAN Cerita PORNO)

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54c7a7e212e257f3748b4572/sijag---sex-is-just-a-gift-bukan-cerita-porno
Breaking News! 
Sex Is Just a Gift (BUKAN Cerita PORNO)
Quote:


Quote:


Spoiler for WARNING | TAMBAHAN PENTING! ::


Quote:
DAFTAR ISI
1. Awalan Malam
2. Jadilah Bebas - Bagian 1

AWALAN MALAM

Jam ditanganku menunjukan pukul 8 malam, masih cukup pagi gumamku. Setidaknya malam ini aku tak sendirian karena langit sedikit berbaik hati, ia menitikan gerimis-gerimis kecil yang damai. Mengobati perasaan sumuk para pekerja keras khas kota besar ini dan tak lupa ia juga menemani aku yang sedang suntuk ini. Kulihat masih banyak mobil dan motor berlalu lalang. Entah apa yang ada di pikiran para pengendara itu, mungkin saja mereka beradu cepat dengan hujan atau mungkin mereka punya agenda terselubung malam ini. Sepertinya Surabaya memang mulai menduplikat Jakarta.

Malam ini aku memang lagi tak ada kerjaan. Seolah di otakku cuman ada 3 kata, aku.. ingin .. rileks..
Mungkin akan kubunuh jam malamku ini cuman dengan duduk-duduk saja. Mengapresiasi dunia, begitu kata kawan kawan SMAku dulu. Tapi entah dunia mana yang kita maksud karena buatku semua sama saja hitam putihnya, yang cuma aku tau dunia ini indah dan perlu dinikmati maknanya. Sesekali kuhisap batang berasap ditanganku ini, rasa menthol. Rasa dinginnya sudah membuatku nyaman dalam zona candu. Barang haram memang. Tapi sulitnya mengatakan kata tidak sehari saja padanya.

Mataku yang bosan berusaha mencari objek perhatian. Ia tak hentinya melirik kesana kemari. Menyusuri siapa dan apa saja yang ada di teras mall ini. Kalau tak ada yang menarik, sesekali ia melihat jam fossil yang melekat ditanganku. Barangkali ia memastikan apakah sudah terlalu malam atau belum, takut diculik tante-tante. Cukup lama aku mencari objek. Lagipula saat ini aku tak sedang bersama siapa-siapa. Ah ketemu! Sepasang kekasih yang bermesraan di sudut cafe ini sepertinya menarik. Yang cowok sepertinya berumur 22 tahun, agak tua memang, wajahnya khas chinese, gembul, penuh cambang, berpakaian casual dan agak sedikit amburadul sih, namun dengan kunci mobil BMW ditangannya. Yang cewek sepertinya masih ABG bau kencur, anak SMA mungkin. Namun, kata cantik, mungkin suatu ungkapan yang pas buat gadis ini. Wajahnya manis layaknya gadis jepang, rambutnya terurai panjang, senyumnya menawan dengan dress bermotif bunga seperti cewek oriental high class ibu kota kabanyakan, dan tak lupa kalung serta cincin berlian indah yang terlihat mencolok di tubuhnya.

Sepasang kekasih itu kini menjadi objek penasaranku. Agak aneh memang, aku yang sebenarnya sudah mau tunangan ini masih tergelitik untuk mencari tau kehidupan romansa orang lain. Dalam 1 jam ini beberapa kali lirikanku jatuh kepada mereka, ingin tau sejauh mana murahannya sang wanita. Tapi aku juga hati-hati. Jangan sampai pandangan mata ini terbaca oleh mereka dan berujung pada petaka. Karena aku cuman ingin menjadi apresiator, bukan sebagai jomblo ngenes yang iri bercampur benci dengan percintaan mereka. Aku rasa beberapa lirikan ini sudah cukup memberikanku gambaran bagaimana gaya berpacaran mereka.

Terlalu mudah buatku untuk menilai pasangan itu. Sang wanita sepertinya berpaham matrealistis. Terlihat ia sempat pergi sebentar sambil membawa kartu gesek sang pria. Meninggalkan si cowo gembul itu sesaat untuk membeli sesuatu di Metro lalu baru kembali lagi padanya. Jelas bukan barang murahan di Metro itu. Gesture tubuh sang wanita yang selalu memainkan cincin di jarinya juga menggambarkan dengan jelas bahwa bahasa cintanya adalah materi. Sedangkan si pria sepertinya juga amoral, beberapa kali ia berusaha mencium pipi sang wanita, mengelus pahanya dan sesekali menyentuh dada sang wanita. Tampaknya si pria terlalu tenggelam dalam nafsu jadi tak mengetahui bahwa ada beberapa pasang mata yang menyaksikan pertunjukannya, dan sang wanita juga sedikit bitchy, tak keberatan dengan ulah pacarnya selama kantung celananya masih tebal.

Penilaianku terhadap mereka membawaku teringat pada masa labilku dulu, ah seperti masa SMA. Meski aku sudah mulai belajar menjadi filsuf bagi diriku sendiri semenjak SMA namun rapor dosaku juga bisa dibilang cukup menggunung. Aku jadi teringat bagaimana kebodohan demi kebodohan yang pernah aku lakukan semasa itu. Ingin menyesal? Tentu tidak. Itu sudah masa lalu. Belajar dari kesalahan, kata para motivator yang dulu sering muncul di TV. Sesudah gelap terbitlah terang, begitu pula kata Ibu Kita Kartini. Meski sekarang pun belum benar-benar terang, tapi sudah cukup lumayan terang lah hidupku daripada lampu penerangan jalan yang mati di sepanjang tol arah Juanda beberapa hari lalu.

Aku sampai melamun akhirnya. Memandangi gadis cantik itu tadi semakin membuatku mengingat gambaran jelas kehidupan percintaanku yang dulu, yah yang dulu sekali, aku teringat mantan pacarku yang pertama. Terkilas jelas betapa cantiknya mantan pertamaku itu dulu. Berwajah oriental, manis, berhidung mancung, tinggi semampai, kulitnya yang putih dan halus. Rambutnya yang panjang terurai dengan baik juga membuat banyak orang mengira ia adalah gadis cantik yang mahal karena penuh dengan perawatan tubuh, termasuk cewek-cewek usil yang iri padanya diSMAku dulu. Banyak pula pria di masa SMAku berusaha mendapatkan hatinya, atau lebih tepatnya mengemis cinta padanya. Tapi aku, yang notabene cuman anak luar pulau ini, akhirnya cukup beruntung karena berhasil membuatnya menjadi milikku. Bagiku mereka berdua sangat mirip, baik cantik dan maupun tingkahnya, namun tidak dalam paham matrealistisnya. Terlebih lagi kisah petualangan cinta kita yang indah dimasa itu juga membawa kesan tak terlupakan dalam hidupku. Namun masa lalu adalah masa lalu, seindah apapun itu tetap tak akan pernah berlanjut. Sebab ia yang sekarang adalah juga penyesalanku.

Tiba-tiba lamunanku terhenti. Sesaat aku merasa sepertinya ini adalah tanda akhir dari malam ini. Nada dering dari salah satu aplikasi messenger di ponsel androidku terdengar sangat jelas di telingaku dan menghentikan segala perjalanan kilas balik di otakku. Aku pikir Lina mencariku. Kini pandangan mataku beralih pada LCD ponsel layar sentuhku yang menyala. Tapi aku salah, ini bukanlah akhir. Namun sebuah awal baru perjalanan panjangku melewati malam hari ini. Kubaca ringan pesan singkat di messenger yang dikirim oleh kawanku, Denny, ke hapeku.

Quote:


Begitulah Surabaya, bahasanya khas. Lain daripada bahasa Jawa yang lain. Sangat kasar bagi para pendatang. Namun bagi kami yang sudah betah di Surabaya bahasa yang kasar ini punya filosofi khusus yang bermakna bagi kami. Perekat pertemanan. Yah miriplah dengan filosofi-filosofi gendeng yang sering dikumandangkan budayawan Sujiwo Tejo.

Kupikir sudah cukup juga aku memandangi orang pacaran. Sepertinya aku juga harus bergaul dengan sejenisku. Tak berapa lama tangan kananku pun mengetik dan membalas pesan itu dengan kata “i’m in”. Kulirik jamku yang ternyata masih menunjukan pukul 10 malam kurang 15 menit. Aku rasa aku harus bergegas, barangkali kawanku sudah sampai di **G-Walk. Cepat-cepat kuhabiskan batang berasap ke-5 yang belum habis ditangan kiriku ini seraya melambaikan tangan pada waiters untuk membawa bill ke mejaku. Barulah kemudian kuhabiskan dua teguk kopi yang juga masih tersisa di cangkir putih didepan mejaku itu. Kulihat juga gerimis yang temaram tadi sudah berhenti. Sesudah semua beres, kuputuskan beranjak dari kursi tempat dudukku menuju basement mall tempat Avanza-ku berada. Terakhir kali kulirik pasangan yang kasmaran tadi juga mau beranjak. Entah mereka mau lanjut atau selesai juga bukan urusanku, biarkan setiap orang memiliki malamnya sendiri. Begitulah Surabaya, kota yang beranjak besar dengan penduduknya yang mulai tidak tidur ketika malam.

Quote:

KASKUS Ads
image-url-apps
wets cerita baru nih , judulnya ngeri
salam kenal gan emoticon-shakehand
Spoiler for Informasi Buat AGAN nih..:
Quote:


Wah uda dapat comenters pertama nih.. Salam kenal juga gan.. Bantu Rate yah emoticon-Hammer (S) emoticon-Hammer (S)
image-url-apps
nebeng mejeng untuk dibaca secara pelan baru komen hehe
Quote:

Monggo gan, ditunggu apresiasinya...
image-url-apps
ini mukadimmah dulu ya gan ?? emoticon-Smilie
Kalo bisa sih di translate'in gan ke bahasa INDO percakapan nya
Biar gampng !!


Salken ya gan :sakenhead
Quote:


iya masih mukadimah..
yang lain masi di otak nih belom ditulis. nunggu page ganjil baru post.
nanti ane kasi terjemahannnya disetiap akhiran posting ya gan, supaya tidak mengurangi maknanya.
kalo ada salah mohon koreksinya senior emoticon-Sundul Gan (S) emoticon-Ngakak (S)
Salam kenal ya, terima kasih uda mampir gan emoticon-Cendol (S)
image-url-apps
ahai ada cerita baru nih
cerita baru berarti rumah baru juga

kalau ada bahasa daerah langsung aja di translet gan
biar gak repot gitu
image-url-apps
judul e sanghaarrr... emoticon-Ngakak (S) , ID dejogjakarta, tak kiro jogja ternyata surabaya.. lanjut keun cak! emoticon-Salaman
image-url-apps
uwooh nongkrong di g-walk? orang kayah emoticon-Belo emoticon-Ngakak (S):

eniwei,mbeber kelosoh sek ah..
judulnya menarik. sejauh ini belum ada yg bisa di komentarin sih.
image-url-apps
Owalah wong suroboyo sisan tho....
Sobone G-walk pisan..
image-url-apps
lanjut cok
image-url-apps
Jrng" ad trid es'efteha dr kota surabaya .
ijin mantau y gan , jng smpe ptus tngah jlan critanya . ane bntu emoticon-Rate 5 Star
Ditungu updateanya gan
image-url-apps
berat bhasanya gan emoticon-Matabelo
Quote:


Terimakasih sarannya Gan.. tunggu updatenya ya. Btw Salam kenall..emoticon-I Love Indonesia (S)

Quote:


Ane cinta budaya jawa gan emoticon-I Love Indonesia (S) salam kenal emoticon-Cendol (S)

Quote:


hahaha padahal ane sendiri ga pernah nongkrong di G-Walk hahaha emoticon-Hammer (S)

Quote:


Iyoi sob haha emoticon-Ngakak (S)

Quote:

Sabar.. enteni update an e emoticon-Blue Guy Peace

Quote:

Terimakasih supportnya bro, salam kenal emoticon-Cendol (S)

Quote:

monggoemoticon-Cendol (S)

Quote:

iya tah? hahaemoticon-I Love Kaskus (S)
image-url-apps
pekiwan closed



di lanjut cak.. ojo kesuen emoticon-Big Grin