alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
What The Meaning Of Love
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54c5af47529a45c20f8b4576/what-the-meaning-of-love

What The Meaning Of Love

Permisi Agan-agan sayan ingin berbagi cerita tentang sepotong kehidupan. Cerita tentang seseorang yang mencari apa arti hidup dan cinta Apakah dia menemukanya atau beratnya cobaan yang dia alami akan menghancurkanya berkeping-keping.

Spoiler for PartI Pernyataan Cinta:
Diubah oleh riyuga66
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Reserved

Part II Ilviantika

Hari ini aku turun agak jauh dari sekolah karena aku ingin mefoto copy catatan dari syaiful. Setelah aku keluar dari tempat foto copy terjadi kejar-kejaran yang sepertinya itu anak dari sekolahku dan komplek sebelah.Tiba-tiba dua orang menarikku bajuku dan berkata "kalau loe pengen selamat mending lari" akupun berlari karena takut di kroyok . Kami bertiga akhirnya sampai ke sekolahsepertinya anak-anak yang mengejar kami berhenti sampai disana.

Plak anak yang berpawakan agak tinggi dengan bibir yang memble memble memukul kepala anak yang berambut keriting. Sementara satu orang lainya terengah-engah

"Ini semua ulah elo yud kenapa nyari masalah sama anak sebelah sih"

"Mana gw tau dia udah punya cewek lagian kenapa ga kita lawan balik temen elo ama gw kan banyak"

Mereka bertigapun berdebat panjang akupun memutuskan untuk masuk tetapi mereka bertiga menghalangiku.

"Kenapa lagi" Kataku

"Hei kamu kan sudah terlibat kemungkinan besar kamu juga akan di kejarnya" Kata dedy

"nanti biar gw jelasin gw ga ada hubungan sama kalian"

"Stop yang penting kita kenal dulu loe yang biasa tidur di kelas kosong juga kan kenalin gw Ihsan yang bibirnya monyong ini dedi dan yang rambutnya keriting kayak **** itu Wahyudi." kata anak yang agak terengah-engah nafasnya.

"Nama Gw Dio Agusta udah ya gw masuk kelas dulu."

Akupun masuk kelas dan menceritakan semua kejadian itu pada Syaiful.

"Gila loe di kejar anak sebelah haha untung loe loe masih utuh disini"

"Anjing loe pikir gw lemah gw bisa ngalain mereka sendirian tau" Gw berkata dengan penuh percaya diri

"Iya-iya dasar narsis loe mana catatan gw sini"

"nie oh ia pr hari ini dong plissss"

"Loe itu sekali-kali ngerjaiin sendiri ngapa"

"Ayolah loe tau sendiri jadwal gw padet gw traktir roti deh"

"Iya-iya nie." Syaifulpun memberikan buku prnya padaku.

Jam istirahat aku memakan beberapa snack yang kubeli dari kantin hari ini aku sendiri karena syaiful memiliki janji dengan mega orang yang sudah di tembaknya. Aku membiarkan dia mempererat hubunganya sesaat akupun berfikir mengenai hidupku yang kacau dan mengapa aku hidup sampai pandanganku teralihkan oleh seseorang yang duduk di bangku depan.
ya Dia adalah Risqi di sedang memakan sebuah tahu dengan tanganya yang putih itu. Cara makannya akupun tanpa sadar memandanginya tiba-tiba sesorang mengagetkanku dari belakang.

"Dor hayo lagi liatin apa ?"

"Oh kami vi ngapain disini"

"Ih kamu jutek amat wajarkan sebagai seorang teman menengok temanya"

Namanya adalah ilvi ketika masa orientasi dia duduk disebelahku dan dia mengajak aku kenalan dia benar-benar menggangguku mungkin dia menyukaiku tapi aku selalu membantah fakta bahwa aku pantas dicintai. Dan juga aku ga mau berkhianat atau dikhianati jadi aku memilih menjauh dari setiap cewek. Tapi dia selalu mengikutiku dan mencoba bersikap ramah terhadapku.

"Eh jangan melamun aja dari tadi aku laitin kamu terus melihat ke arah Risqi kamu suka ya?"

"Hmm ia aku suka Risqi" Aku berfikir dengan cara itu mungkin dia akan menyerah

"Kamu tahu kamu ga mungkin ngedapatin dia. Dia itu di keajar banyak pria terutama ihsan kalau kamu saingan sama dia ga akan bisa menang. Gimana kalau kamu jadian aja sama aku?"

"Hahaha lucu banget ia gw tau gw mirip mantanmu tapi gw ga mau jadi pengganti okey gw pergi dulu."

Aku melihat raut mukanya yang agak sedih tapi aku biarkan saja entahlah padahal seharusnya aku senang disukai oleh anak sepertinya walaupun dia tidak seputih risqi dia cukup cantik dan juga dia pandai sekali bergaul. Di memiliki banyak teman dan dia juga mengikuti ekstra drama berulang kali dia mengajakku ikut tapi aku ogah.

Akupun berniat tiduran di kelas kosong seperti biasanya tetapi mereka bertiga telah lebih dahulu disana ternyata selama ini mereka bertiga yang sering merokok disini.

"Hey kamu kesini lagi mau rokok?" kata Ihsan

"Ah tidak aku mau tidur aja" Akupun tidur di kursi paling belakang sambil mendengar pembicaraan mereka.

"Apa jadi loe dah nembak Risqi terus fgimana ceritain dong."

"Yah gitu deh gw bilang suka dia terus gw di taolak"

"Hahahahaha" mereka berdua menertawai Ihsan Dalam hati akupun iku tertawa pria mana yang menembak cewek yang disukainya di depan kamar mandi.

"Udah cuk cukup tentang gw mah"

"Masak cowok yang direbutin dua cewek cantik disekolah malah dit olak ama satu cewek Lafian sih kenapa ga sama amel apa awalia aja sih dah jelas-jelas mereka suka elo lagian mereka juga cantik dan menggairhkan lagi"

"Ah elo ded otak loe ngeres aja dasar ndowe "

"Asem jangan bawa fisik yach"

Merekapun ngobrol dengan asik persahabatan meraka sepertinya sangat dalam. Ntah tapi aku akan terlibat dengan anak-anak ini lagi dan juga cerita kelam di masa laluku
Diubah oleh riyuga66
Ijin ngedeprok dimari gan emoticon-Malu (S)

Kalo bisa ceritanya jangan berenti di tengah jalan gan,

Nanti ketabrak mobil emoticon-Ngakak (S)

Part III Timbunya Ketertarikan

Pada akhirnya aku berteman dengan Wahyudi Dedi dan ihsan berteman baik setelah peristiwa tawuran tiga hari yang lalu hubungan kami semakin dekat. Walaupun aku tidak begitu menyukai mereka karena mereka kadang suka memalak murid lain tapi karena aku tidur di kelas yang sama kami berempat jadi dekat. Dan di pagi itu ada dua kejadian yang tak terduga kelas yang biasanya kami buat nongkrong tiba-tiba di kunci. Mungkin mereka tau bahwa ruangan itu sering digunakan untuk merokok. Kami berempatpun berkumpul dilapangan.

"Asem kenapa ruangan itu di tutup sepho dah ga ada ruangan buat ngerokok" Kata Ihsan

"Seperti kata pepatah Preman bacokan habis makan ga rokokan" Kata Dedi

"Ia aku juga kehilangan tempat untuk tidur" Kataku

Tiba-tiba ada suara menyapaku ternyata ilvi yang kebetulanlewat di belakang kami dan tiba-tiba wahyudi terus memandanginya.

"Kamu kenal dia yo?"

"Ah ga juga aku cuman kebetulan duduk diselahnya waktu pengumuman pakaian Mos"

"kenalin gw dong!"

"ha elo naksir ya"

"Ia gw mau ajak di jalan kenalin gw dong"

"Apa-apa jadi wahyudi lagi naksir anak yang tadi, ya?" Kata Dedi

"Apaan sih loe urus aja urusan elo" Kata yudi

"Dasar keriting Masa suka ama model begituan" Sambil menampol kepala yudi

"Mending gw normal, Loe sendiri loe suka siapa jangan-jangan loe maho, ya? suka sesama jenis" Kata yudi

"Eh enak aja selera gw yang kayak gitu Loe liat dadanya bro bener-bener gede rasanya mau gw remes" Kata Dedi sambil menunjuk seorang anak perempuan

"Apaan sih udah gw mau kebelakang dulu" Kata gw

"Eh jangan lupa kenalin gw ya"Kata Yudi

"Ngomong-ngomong mana Ihsan."

"ah pasti dia lagi godain cewek."

"yaudah bye"

Wahyudi menyukai Ilvi mungkin jika mereka berdua jadian Ilvi takkan menempel padakun lagi. Jadi aku berencan untuk mencombalangkan mereka. Sepulang sekolah akupun menemui ilvi untuk mengatur perjodohan mereka. Akupun menemui ilvi di Aula tempat latihan extra teater Aku melihat mereka sepertinya sedang menari. Akupun menunggu di depan dan ilvipun mengampiriku.

"Eh ngapain kamu kemari mau ikut join drama?"

"Ah engga aku ga bakat akting lagipula aku jelek ga kayak artis, Aku kesini cuman mau bilangin besok pas istirah bisa ketemu disini ngga?"

"Hmm boleh tapi ada apa mau ngasih kue kado?"

"Emm sebenernya ada temenku yang mau kenalan denganmu dia kayaknya ngefans sama kamu"

"Ah masa kamu ga jelous?"

"Ngapain jelous jangan lupa besok lho klo gitu aku pulang dulu"

Akupun meninggalkannya entah kenapa raut wajahnya kelihatan tidak suka tapi aku tidak peduli. Seperti yang di janjikan akupun mengenalkan yudi kepada Ilvi tapi tidak kusangka sepertinya wahyudi cukup ahli dengan wanita dia dapat berkomunikasi dengan baik. Akupun meningalkan mereka. Karena beberapa hari aku selalu begadang akupun jadi mengantuk jadi aku memutuskan untuk tidur di mushola waktu itu jam menunjukkan pukul 12.00 Sekolah berakhir pukul dua. Akupun melepas kaos kakiku ketika ada seorang gadis yang berada didepan pintu dan selesai berwudu.

"Hei seharusnya kamu cuci kaki dan berwudhu dulu ketika masuk masjid"

"Emang harus"

"Ini rumah tuhan"

"ia ia cerewet banget sih aku cuci kaki"

Wajahnya cerah putih bersih apalagi ditambah dengan air beaks wudhu entah kenapa dia kelihatan bagai bintang fajar dipagi hari. Apa yang kupikirkan dia pasti sama saja dengans emua cewek atau manusia semuanya berkhianat dan dia juga apsti ga sesuci kelihatannya. Akupun mencuci kakiku dan masuk ke-mushola ketika kulihat dia sholat di sahf paling belakang Akupun tidur agak jauh dari tempatnya sholat. Tiba-tiba Anak itu mengajakku bicara.

"Kamu ga sholat?" Akata Risqi

"Buat apa aku disni cuma tidur"

"Tapi"

"udah jangan cerewet kalau ga suka keluar aja beres"

Akupun menutup mataku dengan lenganku beberpa saat setelah percakapan akupun melihat dia pergi dari mushola entah kenapa aku merasa harus benar-beanar menjauhi anak itu karena jika aku emndekatinya kemungkinan aku akan terluka. Tapi pada akhirnya secara tidak sadar rasa ketertarikanku padanya mulai timbul.




haruskah memulai kisah ini di toilet bang dio?

cerita lu asyik gan. gue ga sabar liat lu habis di hajar sama anak sebelah. kapan gan kapan? tenang ntar si riski aisyah aku yang jaga. muehehe


lanjoot gan. cerita lu dah ku subscribe dan udh ku emoticon-Rate 5 Star
Quote:


haha tq gan klo di hajar ga bakalan. Mau fbnya risqi? gan hahaha loe sekali liat aja pasti mikir dia asmirandah tapi sst ga boleh ngasih tau identitas orang
Quote:


gpp gan kalo via pm. ditunggu gan kalo emg boleh kepo muehehe

Part IV Aku

Bagian ini mungkin hanya aku khususkan untuk menceritakan tentang teman-temanku syaiful adalah teman pertamaku dalam bahasa arab syaiful artinya pedang. Dia pandai di akademik dan juga olahraga dan juga dalam agama aku rasa tidak ada kekurangan dalam dia tapi dia selalu gagal dengan wanita yach mungkin karena skill sosialnya dan dia juga terlalu baik jadi sering terkena friendzone haha. Yang kedua adalah Ihsan hmm bisa di bilang dia anak yang tampan dan beruntung dengan wanita hanya saja dia agak sedikit malas dia benar-benar tidak peduli dengan pelajaran. Tapi dia adalah orang yang baik kemampuan bertemanya nomer satu oleh karena itu dia memiliki banyak teman dan bagiku sendiri dia itu seperti saudara. Lalu kemudian Wahyudi dia adalah pria berambut kriting dengan suara yang bagus kau tahu banyak orang mengagumi suaranya tapi kebiasaan buruknya yang suka mencuri benar-benar buruk kamu akan kehilangan penamu jika dia ada di dekat mejamu. Yang terakhir adalah Dedi badanya keakr cita-citanya adalh menjadi tentara sebagai teman dia adalah teman yang baik sebagai musuh dia adalah orang yang berbahaya. Keahliannya berkelahi di dapatkan dari hidup dengan temannya di jalanan dia sering berkata laki-laki akan jauh lebih akrab setelah mereka berkelahi.

Dan aku sendiri tidak ada yang spesial dariku dalam pelajaran aku standart apalagi olahraga aku benar-benar malas tidak ada bakat sama sekali. Dalam sosialpun mungkin aku sedikit baik karena aku tidak pernah mebeda-bedakan manusia menurutku semuanya sama aku perna berteman dengan peminum banci bahkan orang maho tanpa memandang mereka rendah. Menurutku setiap perilaku manusia memiliki alasan tersendiri tidak ada orang jahat menurutku hanya karena keadaan saja mereka jadi begitu. mungkin kelebihanku cuman pada presentasi dimana aku sedikit ahli dengan ini. Aku hidup sendiri dengan ayahku yang kemudian menikah lagi aku sama sekali tidak marah karena aku tahu setiap pria butuh kebutuhan biologis. Bagiku aku sangat membenci ayahku dia banyak memberikan trauma padaku. Bermula saat aku kelas dua smp ayahku dan ibuku menikah karena dijodohkan jadi tidak ada cinta antara mereka berdua. Dalam perjalanan Ayahku sama sekali tak perhatian pada ibuku dia lebih membela keluarganya dan kelaurganya selalu memisahkan ibu dan ayah. Akhirnya pada saat aku smp ibuku berselingkuh dia sering sekali pulang pagi semuanya hancur saat itu aku yang juga di bully oleh teman sekelasku karena dianggap freak dan aneh. Dan peristiwa itu terjadi dua orang anak berusaha memalakku aku dengan penuh tekanan batin-pun menghajar mereka sampai berdarah sejak itu sepertinya aku sedikit menikmati perkelahian dari satu hal dan hal yang lain. Sampai hari itu ibuku masuk ke kamarku karena ayahku memaksakan melakukan hubungan intim. Aku yang di paksa keluar akhirnya mengambil sebuah pisau. Aku tidak akan menceritakan seluruhnya intinya semenjak saat itu sebisa mungkin aku tidak ingin berkelahi. Setelah keajdian itu ayahku di penjara dan tidak berapa lama keluarganya menebusnya akhirnya ibukupun lari dengan laki-laki itu. Ayahku adalah orang yang gagal melindungi wanita yang menjadi istrinya dan aku tidak ingin menjadi sepertinya.
Diubah oleh riyuga66
ente baru pria punya selera gan emoticon-2 Jempol
Salut emoticon-2 Jempol
om yuyu.. (panggilan sayang gue) wkwk

waduhh, riwayat hidupnya.... emoticon-Mewek

untung om yuyu kayaknya pria banget. jadi gue yakin kuat emoticon-Big Grin
haha gw ga sehebat itu gan pada akhirnya hidup menjadikan gw sangat amat jahat hahaha liat aja ntar beberapa chapter loe pasti bakal benci sama gw hahaha

Kakak Kelas Dan Adiknya

Masa SMA dikatakan adalah masa yang paling indah kita bisa membangun cita-cita impian dan ketika kita dewasa kita akan merindukan masa-masa ini. Semua orang dikelasku selalu membicarakan hal yang sama yaitu pacaran mereka selalu bercerita tentang pacar mereka dan juga tipe cewek dan cowok yang di sukainya. Apakah semua itu cinta? Aku tidak percaya dengan semua itu itu hanya kepalsuan ketika mereka pacaran berapa lama mereka bertahan sampai akhirnya mereka putus pada akhirnya salah satu pihak hanya mengambil keuntungan dari pihak lain bisakah itu disebut cinta. Akupun duduk sambil membaca komik naruto yang kubeli pagi tadi entah mengapa aku sangat menyukai komik ini. Aku bisa merasakan setiap kesedihan dari setiap charanya. Naruto yang di jauhi semua orang dan di diskriminasi sama seperti waktu aku smp. Lalu perasaan sasuke yang ingin balas dendam semua chara dan masa lalunya benar-benar hebat. Menurutku semakin kelam masa lalu seseorang jika dia mengambil hikmah maka dia akan menjadi lebih bijaksana. Dan juga kalau mereka kalian bertanya seperti apa gadis idamanku akan kujawab seperti hinata hahahah. Tiba-tiba pintu kelas itu terbuka seorang gadis dan temanya masuk dalam kelas itu. Akupun yang tidur sambil membaca komik di bangku yang sudah kususun rapipun berdiri.

"Apa yang sedang kamu lakukan disini" Kata gadis itu

"Aku cuman membaca komik"

"Ini kelas kami kenapa kamu masuk sembarangan jika ada kehilangan kamu mau tanggung jawab"

Cih ini tipe gadis yang paling aku benci lagipula mungkin ini juga sebagian salahku tapi ga usah judes juga, kan?Lagipula kelas itu juga kosong dan semua siswanya sudah pulang. Akupun beranjak dari tempatku membaca komik dan memberi tatapan dingin kepada mereka. Akupun memutuskan untuk pulang dalam perjalnan tiba-tiba ada seorang kakak kelas yang berlari dan tersandung. Karena kelihatanya aprah akupun mendatanginya dan mengulurkan tanganku.

"Kakak gpp kan makanya hati-hati kalau jalan."

Setelah itu aku berlari dan pulang dengan motorku. Keesokan harinya aku nongkrong dengan ketiga temanku juga Syaiful aku berusaha mengakrabkan mereka haha.

"Loe tau bentar lagi ada pelatiha ldks kan?" Kata Syaful

"Ld apa?" kataku

"Ldks ya aku juga mau jadi osis aku ikut ah" Kata Ihsan

"Hmm bukanya anggotanya akan dipilih oleh ketua osis selanjutnya" Kata Dedi

"Ah aku ga tertarik buang-buang waktu" Kataku

Tiba-tiba sesorang menarik pipiku dari belakang "Auch" kataku akupun melihat kakak kelas yang kemarin aku tolong tetapi aku berpura-pura tidak mengenalnya.

"Kamu yang kemarin kan?"

"Hmm siapa ya?"

"Aduh masa lupa yaudah makasih yang keamrin kenalin nama gw Dwi okta" Perempuan itu mengulurkan tangannya

"oh Ia namaku Dio" Sambil malu-malu akrena disana banyak teman-temanku akupun mengulurkan tanganku

Tiba-tiba perempuan lain berbicara menyela perkenalan kita

"Ayo kak kita udah di tungguin nih ngapain ngobrol dengan pecundang-pecundang ini"

Mereka berduapun pergi menuju ruang kepala sekolah.

"Apa ini kamu kenal mereka yo" Kata Dedi

"Ga juga"

"Kenalin gw dong itu aprl dan kakaknya okata dia juga masuk dalam sasaran tembak gadis idamanku liat pantan mereka kalau aku melakukan itu pasti" Kata Dedi dengan bibirnya yang dower dan mukanya yang mesum dia kelihatan tambah aneh

"Ia benar emang bokongnya bener-bener" Kata Ihsan sambil melihat mereka berdua

"Ah kalian ini brisik" Kataku

"Kenalin enggak klo nggak kenalin gw hajar loe" Kata Dedi

"Udah usaha sendiri Ayo pul kita masuk kelas sepertinya pembicaraan disini sedang gawat"

"Woi tunggu" Kata dedi

Seorang yang menegurku keamarin dan seorang yang aku tolong Apakah ini takdir? Sepertinya masa SMA-ku benar-benar menjengkelkan



Okay sejauh ini aku hanya menceritakan diriku emang aku cukup populer di kalangan cewek dulu bukan karena aku ganteng tapi mungkin karena aku misterius yach next chapter kita mulai percintaan dari temanku Wahyudi dan Ilvi dan juga Syaiful untuk yang penasaran sama Risqi tunggu aja karena mungkin disana interst story gw Stay tune ya emoticon-Wink





PartV Makcomblang

Ilvi dan Wahyudi terlihat semakin akrab tetapi sepertinya belum ada perkembangan diantara mereka. Wahyudi selalu meminta nasehatku kenapa dia ga mau diajak ngedate aku hanya menyuruhnya untuk menembak Ilvi. Dan disuatusiang aku melihat Syaiful terlihat sedih

"Eh kenapa lu muka lu sedih banget?"

"Gini gw mau curhat loe mau mampir kerumah gw kan?"

"Hmm boleh sepulang sekolah yah"

Karena hari ini hari sabtu sepertinya aku bisa kerumahnya, Setelah pulang akupun menuju kerumah Syaiful. Rumahnya memang agak kecil dan keluarganya terbilang kurang mampu tapi ketika aku disana aku merasakan suasana kekeluargaan yang tidak kudapatkan dirumahku. Setiap aku disana aku selalu ditawari makan dan diajak bercengkrama itu yang membuatku semakin akrab dengan dia. Walaupun keluarganya sederhana tapi agama dan rasa kebersamaan mereka sangat kuat. Kamiun ngobrol di depan rumahnya

"Mau curhat apa?"

"Sebenarnya aku abru putus sama Mega"

"Eh kenapa emangnya kenapa bisa putus?"

"Ternyata di cuman pura-pura suka sama aku katanya" Syaiful kelihatan minder

"Hmm kamu sayang kan sama dia?"

"Iya"

"Kalau gitu jangan menyerah gitu, kalau dia pura-pura buat dia jatuh cinta beneran"

Syaiful dan akupun merencanakan bagaimana caranya membuat mega jatuh cinta lagi. Aku tahu mungkin kenyataanya dia memutuskan Syaiful dikarenakan mungkin tampangnya dan juga masalah materi juga. Aku mungkin ga percaya cinta dan jatuh cinta hanya akan membawamu dalam kesakitan tapi karena dia meminta saranku tentu aku harus memberikan saran dan memotivasinya. Keesokan Harinya dia mencoba untuk menembak mega tetapi gagal akhirnya akupun memotivasinya untuk moveon dan mencari pegantinya.

17 Agustus adalah hari tanpa pelajaran di sana-sini ada lomba aku tidak berminta ikut satu lombapun. Setidaknya ahri ini hari yang baik untuk beristirahat. Aku tiduran di masjid aku yang hampir lelap di bangunakan oleh sesosok wanita mengenakan kebaya dengan sanggul di rambutnya.

"Pfff apa-apaan penampilanmu itu Vi kamu mau jadi terima tamu di penerima tamu ya?"

"Ih enak aja ini buat drama nanti ya aku kesini soalnya mau ngingetin supaya kamu nonton."

"Malas ah mau bobo"

Tiba-tiba dia menarikku dalam perjalanan dipun bnertanya

"Yo kamu punya cewek yang kamu suka nggak?"

"Ga ada, kenapa tanya gitu?"

"Boong buktinya kamu kalau lagi ngobrol terus ada Risqi lait pasti matamu liat ke arahnya"

"Ah ngga lagian aku ga butuh yang namanya cinta"

"Hmm gitu ya"

Merekapun menggelar pertunjukan dan setelah Ilvi turun dari panggung dan mengganti baju tiba-tiba Wahyudi menghadangnya. Diapun menyatakan cintanya kepada Ilvi. Ilvi memandangku akupun membalasnya dengan anggukan dan senyuman akhirnya Ilvi menerima pernyataan cinta Wahyudi. Setiap cinta bersemi entah dia menerima wahyudi karena terpaksa atau tidak itu bukan urusanku yang pasti aku sudah membantu hubungan mereka sebisaku. Walaupun entah mengapa aku merasa sepi tapi aku memang terbiasa seperti ini sendirian marah benci dengan semua kehidupan muak dan ingin mengubah dan bahkan menghancurkan dunia ini. Aku rasa kalaupun aku jadian dengan Ilvi dia hanya akan menderita aku tidak bisa melindungi ibuku bagaimana mungkin aku bisa melindunginya. Aku rasa dengan Wahyudi dia akan lebih bahagia setidaknya aku melakukan apa yang menurutku benar.

Part VI Sebuah Tamparan Yang Berarti

LDKS Malang, Aku duduk di depan kamar vila yang sudah di pesan oleh sekolahku diatasnya gunung yang dipenuhi hutan. Ihsan dan teman-teman sedang menikmati waktu bebas mereka dengan bermain gitar dan menyanyi. Sementara aku duduk di depan halaman vila sambil menikmati udara segar yang jarang aku dapatkan di kota. Aku melihat beberapa pasangan muda-mudi menikmati waktu bebas mereka dan juga Risqi sedang besenda gurau dengan teman-temannya. Ada juga beberapa kakak kelas mendekatinya tapi aku pernah mendengar rumor bahwa dia menolak banyak pernyataan cinta akupun berfikir sebenarnya seperti apa tipe pria yang dia cari Bahkan Ihsan yang terbilang sangat pepulerpun ditolaknya. Akupun memukulkan tanganku di dinding entah kenapa aku ingin kesana dan menghajar para kakak kelas yang menggoda Risqi tiba-tiba Syaiful sudah berada disebelahku.

"Hmm dari tadi kamu liatin Risqi terus kamu suka ya?"

"Ah nggak kok sudah gw bilang kan tujuan hidup gw cuman balas dendam"

"Kamu itu."

"Terus gimana kamu udah nemu cewek incaran yang lain belum bro?" Tanyaku

"Ah ngga aku rasa aku masih belum bisa melupakan dia"

"Loe tau loe ga bisa stuck selamanya hanya dengan satu wanita kamu harus move on bro"

"Loe sih ga tau gimana rasa jatuh cinta"

Tiba-tiba sebuah tangan mencubitku kak Okta berdiri di belakanggku sambil tersenyum.

"Hai adikku yang imut bilang sama teman sekamarmu udah waktunya kumpul di aula jangan lupa, Ya."

Akupun mengusap pipiku yang masih terasa sakit karena cubitannya. Aku dan Syaiful berdiri dan memberi info untuk berkumpul dia Aula.
tidak banyak yang terajdi kami hanya diberi banyak ceramah membosankan tentang negara dan juga kepemimpinan dan bla-bla. Sampai akhirnya pukul sebelas kami dikumpulkan kamipun dibagi menjadi satu kelompok dua orang. Entah kenapa Ihsan dan Risqi menjadi satu kelompok mungkin karena kebneranian Ihsan untuk meminta satu kelompok dengannya. Aku merasakan perasaan panas dalam dadaku mungkin ini seperti kenapa bukan aku pada akhirnya aku bersama dengan perempuan yang tidak dikenal. Kamiberduapun masuk kehutan setelah di beri tanda aku berjalan cukup jauh hingga diapun tertinggal. Aku menoleh kebelakang di kelihatan terengah-engah mengejarku memang wanita itu menyusahkan mereka lambat. Akupun memperlambat langkahku tanpa kusadari akupun memperhatikan dia, Dia tidak begitu tinggi dan walaupun agak sedikit "berisi" dia kelihatan cukup manis. Apalagi lesung pipit dan juga dagunya yang belah diapun tidak banyak bicara dan sepertinya orang yang pemalu. Hmm entah kenapa aku jadi pengen menjodohkan dia dengan Syaiful karena aku merasa wanita ini cukup baik untuknya. TIba-tiba sesorang dengan dandan hantu berteriak dan menakuti kami aku sebagai laki-laki berusaha bersikap tenang walaupun daham hati aku berteriak J***k serem amet ngagetin aja. Perempuan itu merunduk ketakuatan dan sang hantu tertawa terbahak-bahak sepertinya hantu itu bersenang-senang.

"Sepertinya kakak bersenang-senang "

"Haha lucu sekali melihat anak-anak ketakuatan seperti itu"

"Hmm hati-hati ntar keluar yang beneran lho"

"Yayaya setelah ini kalian jalan lurus dan liat ada anak panah menuju tempat perkumpulan"

Kamipun berjalan mengikuti panah itu aku melihat perempuan itu sepertinya masih ketakutan akupun mengajaknya berbicara.

"Mukamu itu lucu banget waktu ketakutan pasti kak Hendra sangat terhibur tadi hahaha. Kamu kok diem sih kalau kamu gitu terus bisa-bisa hantu benaran datang."

"Kamu itu"

"Kenapa kamu percaya hantu? Aku percaya pada apa yang kulihat dan setiap yang di lihat bisa dibunuh. kalaupun hantu itu ada dan terlihat dan jika dia mengancamku tentu aku akan membunuhnya hahaha"

Akupun terdiam sejenak dalam pikiranku aku berkata kenapa aku menunjukkan sisi ini kepadanya sial aku rasa sikapnya telah memancing sikap phsycoku menyebalkan. Setelah dalam kesunyian yang cukup lama aku lega karena kami teklah tiba di post setelah kami melapor kami diijinkan istirahat sejenak aku melihat beberapa anak juga sudah disana.Kamipun dibagi beberapa kelompok lagi kali ini Aku bersama Syaiful, Risqi dan beberapa anak telah berada dalam satu kelompok tiba-tiba muncul kepala sekolahku yang langsung mengajak kami menjauh dari kelompok yang lainya. Badannya yang gendut rambutnya yang kriting itu hanya tampak di luar dia adalah orang yang berkharisma danjuga bijaksana aku benar-benar mengidolakannya. Ada sebuah peristiwa ketika rambutku panjang dan dia dengan halus menyuruhku potong dia bahkan memberikanku uang. Dia tidak pernah membeda-bedakan muridnya tegas dan pandai membuat lelucon. Dia menyuruhku maju akupun maju sedikit lebih depan dari barisan.

"Dio sekarang saya perintahkan kamu untuk melakukan sedikit pidato kepada pohon-pohon yang ada disini."

Akupun terheran mengapa dia menyuruhku pidato gila kupikir ah persetan karena ini tugas dan jika aku menolak mungkin akan terjadi sesuatu yang menyusahkan akupun mulai beberapa patah kata.

"Assalamualaikum Wr. Wb. Kepada para pohon-pohon disini yang saya hormati dalam acara LDKS ini kita diajarkan untuk melatih kepemimpinan kita" dan bla-bla akupun mulai berpidato panjang lebar

"Baik berhenti, sekarang saya mau bertanaya bagaimana kesanmu berpidato terhadap pohon"

"Itu aneh pak"

"Baiklah renungkan pelajaran yang dapat kalian ambil dari peristwa tadi dan jawab pertanayaan saya"

Tidak satupun murid menjawab

"Sekarang kembali kebarisan Dio"

Akupun kembali kebarisan aku melihat mereka menahan tawa mungkin karena mereka menganggapku gila berpidato dengan suara begitu lantang pada pohon.

"Kalian tahu ini rasanya ketika guru kalian menjelaskan panjang lebar tetapi kalian tidak mendengarkan"

itu hanya beberpa hal yang terjadi di malam itu setelaha cara dimaki-maki dan diajari dengan sedikit keras oleh alumni dan juga guru disana kamipun diijinkan beristirahat.


Ngroookkkkk seperti itu bunyi ngorok yang di timbulkan oleh Dedi suaranya agak keras akupun terbangun karena terganggu dengan suara itu. Akupun kelaur dari kamar dengan mengenakan jaketku, diluar benar-beanr sangat dingin aku berjalan agak jauh dari kamar dan berhenti sekitar empat kar dari kamarku. akupun duduk di teras yang tersa begitu dingin sambil memandangi langit subuh di kota Malang ini. Tiba-tiba pintu kamar itu terbuka tetapi yang membaut aku lebih terkejut ternyata keluar biadadari nomer satu di sekolahku Risqi Anisa.Wajahnya nampak cerah dan indah bahkan lebih indah dari hamparan bintang yang berjajar di malam itu.Mulutnya yang merah tipis itu tersenyum padaku akupun melihat sebuah mukenah dan sajadah yang dilipat dengan rapi. Tapi tunggu dulu apa ini ini seperti cerita di FTV seorang pangeran yang bertemu putrinya di bawah hamparan bintang.Tapi itulah kenyataanya entah aku dan dia selalu dipertemukan oleh keadaan yang benar-benar tidak terduga.

"Eh ternyata kamu kamu yang pidato sama poon itu kan"

"Cih udah jangan bahas itu lagipula aku melakukanya juga karena terpaksa."

"Ehmm kamu ga sholat udah masuk waktu subuh nie pasti guru yang lain udah pada kumpul di aula"

"Ok aku lewat silahkan kalau mau sholat, Sholat ga sholat ga akan merunah hidup kita seberapa banyakpun kita berdoa kita hanyakan dipermainkan oleh tuhan yang bahkan mungkin tidak ada"

"HA? kenapa kamu menganggap tuhan ga ada? itu dosa masuk dosa besar lho."

"Kamu begitu percaya tuhan coba kamu buktikan apdaku keberadaanya"

"Oke coba kamu tutup mata kamu"

Akupun menutup mata dalam bayanganku mungkin dia akan menciumku tapi itu hanya ada di mimpi saja. Plak sebuah tamparan keras mendarat di pipiku meskipun dia sudah melapisi tanganya dnegan jaket yang dia kenakan tapi enta kenapa tersas angat sakit. Akupun menatapnya dengan tajam.

"Apa maksudnya itu sakit tau mau bercanda sama aku"

"Sakit ya coba tunjukan mana rasa sakitanya ada wujudnya punya tangan tidak."

"Ya ga mungkin lah itu cuman bisa dirasakan, bukan? "

"Itu juga salah satu bukti kebesaran Tuhan kita mungkin tidak mengtahui wujudnya tetapi semua alam semua hal pasti diciptakan olehNya kita sebagai manusia cukup meyakini saja" Di menjawab pertanyaanku dengan matanya yang tegas tapi tetap terlihat anggun.

Tanpa sadar akupun mengelus kepalanya ntah kenapa aku melakukanya.

"Kamu ngapain"

"Ah enggak alasanmu benar-benar ga rasional"

Tiba-tiba Kepala sekolahku memanggil kami "Kalian mau shalat bukan? Cepat ayo jamaah bareng bapak" Katanya

Dengan terpaksa akupun ikut ke aula itu untuk shalat kamupun berhenti di depan aula yang cuma memiliki satu keran di luar

"Kalian wudhu aja dulu bapak tunggu di dalam"

Hanya tinggal kami beruda di bawah atap langit yang penuh bintang Risqipun mengambil air wudhu sedikit demi sedikit aku memperhatikan dia caranya berwudhu dan juga setiap air yang jatuh dari ramburnya yang ditutupi krudung itu dan akhirnya aku menyadari satu hal. Aku jatuh cinta aku ingin melindungi anak polos yang cuma tau masalah agama ini. Menurutku dunia itu keras banyak lelaki yang menginginkanya pasti menginginkan hal kotor darinya. Tapi sekali lagi kenangan masa laluku tidak membiarkan hal itu meski aku jatuh cinta padanya dia belum tentu mencintaiku kalaupun dia mencintaiku sampai kapan kita bertahan sampai saling menghianati. Aku tidak boleh jatuh cinta aku harus menjauhi anak ini dan membuatnya membenciku.

Cinta itu ilusi itu akan terasa indah sampai saat kamu mengetahui rahasia terdalam pasanganmu bisakah kamu menerimanya? kalaupun kamu bisa itu juga hanya ilusi karena setiap manusia punya rahasia karena kamu bukan tuhan yang mengetahui semua rahasia pasanganmu.-=Riyuga=-
Diubah oleh riyuga66
ane kek pernah baca judul nya ni, tapi dimana yak? wkwk
ah, atau mungkin ane ajh lagi ngigo emoticon-Hammer

wow, baru baca part satu.
mantap itu, nembak cewe di WC, wkwk antimanstrim emoticon-Peace

waduh, bapak ente begitu bangt ya gan..
sabar ya gan emoticon-Berduka (S)
Terusin ceritanya gan. Buat bacaan di siang bolong.
emoticon-Cool

Part VII Organisasi?

Semua orang melihat papan pengumuman untuk siapa yang akan menjadi anggota OSIS aku tidak terlalu suka berorganisasi. Itu karena entah mengapa aku selalu canggung ketika bergaul dengan orang lain ya walaupun setelah akrab aku menjadi orang yang "gila" tapi sangat sulit untuk salang menyapa atu berkenalan dnegan orang. Sifat tertutupku mungkin karena ibuku tak pernah mengjinkanku bermain dengan teman sebayaku baginya lebih baik aku belajar suapaya menjadi orang yang sukses tetapi itu justru mengekangku dan disaat dia pergi aku ga terbiasa dengan sikap tak bisa bergaul ini. Syaiful mendatangiku dan memberitahu bahwa namakua da di papan pengumuman itu.

"Dio nama loe ada di papan pengurus tuh nanti jangan lupa ada penyerahan jabatan dari ketua OSIS sama pengangkatan anggota osis yang baru di aula"

Akupun segera berlari melihat pengumaman dan ternyata aku menajdi pengurus juga ini menyebalkan sekarang aku harus membagi waktu antara belajar bekerja dan juga kegiatan OSIS. Jam menunjukkan pukul sembilan semua orang mulai berkumpul di aula hal yang bagus dari ini adalah pelajaran cuman berlangsung setengah hari. Para OSIS yang baru di panggil di ruang guru untuk diberikan almamater yang akan menunjukkan kalau dia anggota OSIS. Aku masuk keruang kepala sekolah di sana ada Ihsan, Syaiful,Risqi, April dan juga beberapa anak yang lain. Kamipun dibagikan almamater itu satu persatu. Dan kepala sekolahku menjelaskan bagian tanggung jawab dari menjadi OSIS seperti kalian tahu ketika menjadi OSIS apalagi ketunya maka kamu akan langsung terkenal yah walau dibilang sekolahku juga ga begitu besar. Tapi karena satu komplek ada empat sekolah sering diadakan kegiatan bersama seperti bazar jalan sehat band Dll. "Ya ampun apa-apaan sekolah ini, Jas ini benar-beanr ga pantes buatku menyebalkan aku seperti pemain opera bodoh dengan kostum aneh " Kataku dalam hati. Kamipun pergi ke aula setelah acara yang panjang lebar akhirnya semuanya sudah selesai dan ketua OSIS yang baru adalah Perempuan bernama Lia dia cantik hampir sama seperti Risqi tapi tentu tidak ada apapun yang akan terjadi antar aku dan dia. Sebelum pulang para OSIS mengadakan rapat untuk perkenalan para OSIS yang baru Disebuah ruangan yang memang di khusukan untuk para osis kami mengadakan rapat. Disana mirip seperti kelas dan juga terdapat papan kamipun memperkenalkan diri satu persatu. Aku juga melihat Ihsan duduk di kelilingi banyak gadis. Wah sepertinya dia memang pandai dalam bergaul tapi mungkin di dukung tampang dan kekayaan ortunya tapi dia tetap rendah hati itu yang bikin gw senang berteman dengannya. Akupun menengok ke segala ruangan dan tiba-tiba pandanganku berpapasan dengan Risqi kemudian dia tersenyumm tipis akupun mengalihkan pandanganku. "apa itu ga mungkin dia tersenyum padaku" kataku dalam hati Aku melihat kesekeliling hanya ada sekitar lima laki-laki disini dan sisanya adalh perempuan. "Ah dia mungkin tersenyum pada orang lain ayo Dio jangn Gr gitu nanti loe sendiri yang sakit" aku berbicara pada diriku sendiri. Setelah itu kami berbicara dengan ketua bidang masing-masing dan kebetulan tugasku adalah mengurus mading dan juga majalah mingguan sekolah. aku tidak perlu menjelaskan yang lainya karena akan panjang jadi kebetulan aku dan Risqi bekerja dalam satu bidang. Karena kami bekerja bersama aku jadi tahu banyak hal dia memang sangat populer banyak laki-laki mengincarnya dan Ihsan aku rasa sangat mencintain Risqi aku pernah mendengar bahwa dia menolak banyak sekali cewek. Aku rasa mereka cocok bagai pangeran dan putri dan tidak ada cara bagiku untuk dapat dicintai oleh perempuan seperti Risqi.

Dan di suatu pagi aku dipanggil ke ruangan kepala sekolah dan aku melihat seseorang ibu-ibu dengan seorang siswa sma dengan tangan di gips lain datang kekantor kepala sekolah.


"Dio cepat duduk" Kata kepala sekolah.

Akupun duduk di depan kursi yang tepat berada di depan meja kepala sekolahku sontak jantungku berdegup kencang karena tahu masalah apa yang akan kamu hadapi.

"Jadi ini preman yang memukuli anakku" Kata ibu itu

"Saya tidak salah dia datang dengan temanya dan mulai memukuli saya"

"tenang dulu ibu bisakah ibu keluar dulu saya mau bertanya pada anak ini" kata kepala sekolah

"Dio apa benar kamu memukuli anak itu sampai tanganya patah."

"Itu tidak benar pak dia yang mencoba memukul saya saya hanya membela diri"

Peristiwa itu terjadi ketika moodku sedang tidak bagus Ibu tiriku mengandung dan entah kenapa ini menjadi semakin sulit perlakuan ayahkupun semakin menjadi-jadi aku dirumahku seperti seorang pembantu mencuci masak menyapu mengepel itu sudah menjadi hal yang biasa dan setiap sore aku harus bekerja sampai malam. Aku sudah berjanji bahwa pekerjaanku takkan mempengaruhi tuga-tugasku dirumah aku hanya bisa menerima ini semua kadang-kadang dalam kamarku aku menangis walaupun aku pria entah kenapa aku merasa sangat kesepian. Dan sewaktu pulang aku menaiki sepedaku aku dihadang oleh dua orang dari salah satu sma sebelah. Sepertinya mereka masih marah karena kekalahan mereka dalam tawuran waktu itu. dan mereka mencari Dedi karena mungkin mereka tau aku selalu ebrsama dia jadi waktu itu dia menanyaiku tidak cukup menyaiku mereka berdua memukuliku. Waktu itu kupikir ah aku sudah berjanji tidak akan berkelahi pada ibuku tapi mereka berdua beanar-benar seandainyai mereka memukuliku sampai mati mungkin aku akan berterima kasih tapi. kesabarankupun ada batasnya akupun mebalas mereka memukili mereka bahkan rasanya senang sekali melampiaskan semuanya pada mereka. yang aku tidak tahu konsekuensi yang akan kuterima. Setiap kau menanam benih kau juga yang menerima badainya seperti pepatah itulah yang saat itu terjadi padaku. Karena peristiwa itu aku harus menggunakan uang yang aku tabung untuk biaya pengobatan anak itu. Dan aku kena sanksi yang sangat keras di sekolah untungnya keapla sekolahku tidak memanggil orangtuaku. Entah kenapa dia sangat baik kepadaku dan diabahkan berkata bahwa punya harapan tinggi keapda orang sepertiku. Tetapi rumor itupun menyebar dan mereka bertiga bersorak sorai seolah aku pahlawan padahal aku baru saja melalui hal-hal yang buruk tapi begitulah hal yang terjadi di masa sekolahku tidak ada yang spesial bahkan menydihkan.

Amarah itu seperti api jika kaubiarkan itu itu akan membakarmu menjadi abu. Kau mungkin puas memukuli lawanmu tapi sebenarnya kamu tidak tahu setiap pukulan yang kau layangkan pada musuhmu itu berarti juga kau akan kehilangan sesuatu. -=Riyuga=-

Part IX Geting Closer And Closer

Kami berempat bisa dibilang terkenal di sekolah dengan sifat kami yang berbeda tetapi kami berteman baik walaupunaku tidak mau mengakui kalau aku berteman dengan mereka tetapi mereka terus membawaku ke pergaulan mereka. Setiap hari minggu kami nongkrong di rumah Dedi, Dia memiliki rumah berada di pinggir rel kereta api kami selalu mengobrol di sebelah rell itu karena tempatnya sangat luas. Disana terdapat banyak orang dan pergaulan disana juga cenderung terbuka. Beberapa teman Dedi sering membawa minuman keras yang mereka minum bersama entah kenapa orangtua Dedi tidak mempermasalahkan hal itu. Tapi mereka tidak pernah memaksa kami bertiga untuk ikut minum tapi begitulah pergaulan ada yang terpangaruh ada yang tidak aku masih ingat ketika Ihsan menenggak minuman pertamanya. Sebelum minum dia membaca Basmallah sontak membuat orang yang ada disana tertawa terbahak bahak. Begitulah kurang lebih pergaulan kami minum balapan liar tawuran terdengar tidak berguna tapi walaupun begitu aku masih punya seseorang teman lagi yang selalu menuntunku ke jalan yang benar dan aku lebih sering berkumpul dengannya dari pada mereka bertiga.

Setelah masuk di organisasi mau tidak mau aku harus sering bertemu dengan Risqi walaupun aku lebih menghindarinya aku tidak punya pilihan lain. Siang itu kami berenam mengerjakan mading dan juga memilih beberpa artikel yang dikirimkan anak-anak untuk di jadikan mading dan juga bahan majalah sekolah yang terbit tiap satu bulan sekali. Tugasku adalah mengerjakan majalah bulanan sekolah Disana Aku Risqi Kak Riang yang merupakan ketua bidang kami mengerjakan bahan majalah itu Dan diawasi bu Ika guru komputer kami. yang lain sedang mengerjakan mading yang akan ditempel secara mingguan Mungkin aku di tunjuk di bidang ini karena kemampuanku menggunakan software design aku sangat dekat dengan guru komputerku dan di waktu senggang aku juga suka membuat design kaos atau iseng-iseng trace/ jiplak gambar dengan software design. Karena kak Riang mungkin emrasa bosan dia meninggalkan kami untuk mengawasi bahan untuk mading.Risqi terus melihatku yang sedang mengerjakana Layout untuk majalah mingguan sekolah. Aku membantu mengetik dan juga menatanya untuk kemudian di filmkan dan dicetak.

"Wah kamu hebat yach bisa make komputer kayak gitu"

"Ah enggak juga semua juga bisa kok kalau cuman kek ginian."

Tiba-tiba Ihsan masuk keruangan Komputer

"Dio, Eh ada Risa juga ngapain kamui disitu cina ganggu pemandangan aja"

"Apaan sih aku disini ada tuga kamu tuh yang ga ada kepentingan mending kamu keluar"

"Kalian berdua kalau mau pacaran sebaiknya di luar aku ingin secepatnya menyelesaikan tugas ini suapaya aku bisa pulang, Ngapain loe kesini san?"

"Nanti malem anak-anak pada nongkrong loe ikut enggak?"

"Ga bisa gw coeg, kan gw udah gw bilang coeg gw bisa keluar cuman hari sabtu sama minggu"

"Ah ga asik loe coeg yaudah kalau loe ada waktu mampir aja kerumah Dedi oke"

"iya-iya sana"

Sebelum pergi Ihsan mendatangi Risqi dan menarik kerudungnya kebawah otomatis wajahnya tertutup.

"Ih anak itu bener-bener rese selalu aja gangguin dia."

"Jelas saja dia kan suka sama elo"

"apa-paan itu lagipula apa itu tadi bicaramu kotor sekali"

"Terserah mulut-mulut gw kenapa lu yang sewot udah brisik loe gw ampir selesai natanya,nie"

Walaupun itu hanya pembicaraan biasa entah kenapa aku merasa dia mulai tertarik denganku sama dengan aku tertarik denganya. Mungkin itu terdengar cukup narsisi tapi aku cukup peka terhadap perasaan orang lain itu karena ibuku selalu berpura-pura bahagia walaupun dia sedang menhan tangisnya. Tapi walaupun aku tahu aku berusaha untuk menolak itu ga mungkin seorang idola sepertinya menykai anak biasa-biasa sepertiku.Kami terus bekerja bersama hingga rasanya kamipun semakin dekat ternyata pepatah orang cantik itu bego itu benar walaupun dia cantik dan pandai akademiknya dia itu benar-benar polos tidak tahu apapun tentang dunia dewasa dan dia suka tersenyum ga jelas sewaktu bersamaku. Akupun memanggilnya kerusakan otak permanen semua nampak indah hingga saat itu. Pada saat sela-sela pertemuan Ihsan menaruh di meja Risqi sehingga semua roknya basah semua perempuan yang seharusnya ada di pihaknya ikut menertawainya Ihsan dnegan wajahbahagia meneriaki-nya "Udah gede ngompol". Risqi pun mendatangi Ihsan untuk memukuln tetapi dengan cepat ihsan mengelak, Pada akhirnya mereka berdua melakukan perang getok dengan buku. AKu mengerti sekarang mungkin keabnyakanri mereka berteman dengan Risqi untuk mencari popularitas sungguh bodoh dia tidak meuyadari hal itu pada dasarnya manusia hanya mementingkan dirinya sendiri. Rasa ego yang dimiliki manusia memaksa mereka untuk mendapatkan keinginan mereka dengan segala cara. Dalam perjalanan menuju tempat parkir karena kebetulan hari ini aku membawa motor untuk pergi ketempat ibuku. Aku melihat Risqi sepertinya menunggu jemputan akupun menghampirinya.

"Nunggu jemputan kerusakan otak permanen hahaha"

"Ia"

"Mau aku anter" Apa yang sebenarnya aku katakan sial keceplosan

"Gausah deh bentar algi juga dateng kok"

Akupun duduk disebelah Risqi

"Kamu ga pulang?"

"Hmm ga di rumah aku juga ga ngapa-ngapain aku mau ngerjain pr dulu dah."

Akupun membuka buku matematikaku dan mengambil sebuah bolpoin aku mulai menghitung dan mendapat kesulitan sepertinya Risqi tahu dan mendekatiku.

"Kenapa ada yang sulit?"

Akupun menunjukkan Pr itu dan diapun membantunaku memahami rumus dan membantuku mengerjakanya. Beberapa saat kemudian sebuah mobil masuk dari pintu gerbang.

"Udah ya aku balik dulu"

Risqi berjalan ke arah mobil itu dan masuk kesana entah kenapa aku merasa sakit sedih muak dan juga malu. Dalam hati aku berkata "Bodoh, membuat alasan klise untuk menemaninya" Akupun meliha diriku sendiri pakaian yang yang di dapat dari toko menegah ke bawah sepatu yang belum pernah ganti selama satu setengah taunan ada sedikit lubang disana sial apa yang kupikirkan menyukai orang kaya? Ah siapa aku hanya anak ayam yang mencoba untuk menangkap merpati. Akupun mengepalkan tanganku dan bertanya kenapa tuahan mempertemukan kita kenapa aku jatuh cinta dengannya dan kenapa bukanya membuat dia membenciku aku malah berusaha menarik perhatianya?. Akupun pergi kerumah ibuku dalam keadaan kacau balau.

"Kita semua manusia sampai Agama ras Kepentingan dan lainya memisahkan kita. Dan sebab demi menjaga keegoisanya manusia membuat sangkar mereka sendiri dengan modal kemewahan mereka mulai mengundang lainya masuk dalam perangkap dan merasa diri mereka sangat tinggi kita semua bebas apakah pandangan dalam sangkar orang lain akan mengurung kita?."
Diubah oleh riyuga66


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di