alexa-tracking

Taxi Hijau dan Sepenggal Kisah Masa lalu [True Story]

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54c58f295a516344128b456c/taxi-hijau-dan-sepenggal-kisah-masa-lalu-true-story
Taxi Hijau dan Sepenggal Kisah Masa lalu [True Story]
Taxi Hijau dan Sepenggal Kisah Masa lalu [True Story]



Kalau kamu sedang mengangkat sesuatu yang ringan.
Tapi semakin lama semakin berat.
Selamat! Berarti anda sedang mengangkat kenangan.
-Bekas Seorang Mantan-


Quote:




Taxi Hijau dan Sepenggal Kisah Masa lalu [True Story]
Taxi Hijau dan Sepenggal Kisah Masa lalu [True Story]





Spoiler for Prolog:

Taxi Hijau dan Sepenggal Kisah Masa lalu [True Story]
Taxi Hijau dan Sepenggal Kisah Masa lalu [True Story]


Spoiler for Introduce:

Taxi Hijau dan Sepenggal Kisah Masa lalu [True Story]
Taxi Hijau dan Sepenggal Kisah Masa lalu [True Story]



Spoiler for Q&A:


Spoiler for Rules:





Taxi Hijau dan Sepenggal Kisah Masa lalu [True Story]

Taxi Hijau dan Sepenggal Kisah Masa lalu [True Story]

Part 1 - Mei

suatu hari di SMP gue lagi musim nyebut nama bapak.

Quote:


dan dengan polosnya gue memberikan tangan gue. kemudian tanpa basa-basi dia menggigitnya. uhk,,, emoticon-Mewek

Gue sempat berpikir dia psikopat. tapi tidak. dia normal. buktinya pacarnya betah aja udah mau dua tahun pacaran sama dia. Gue yang menjadi sahabatnya pun juga betah aja. siapa yang ga betah sih. orang dia menawan gitu. emoticon-Malu (S)

Tapi, gue ga menaruh rasa apa - apa ke dia. dia hanya sebatas sahabat.

rasa gue jatuh kepada seorang cewek di taxi hijau. Dia berkaca mata. dia selalu membaca buku dengan genre terjemahan. Dia sangat introvert. terpikir ga susahnya membuka pembicaraan dengan dia. ya kecuali kamu pintar.

jadi pernah, dia berbicara sama ka adit. ka adit itu adalah anak kelas 3 yang tergolong pintar.

Quote:


Mei

Ya, namanya Mei.

Rasa gue jatuh padanya.

di tambah lagi, gue dan dia sama sama sekolah di SMP yang sama. FYI, sekolah kami basicnya islam dan berada di jalan telok lerong. pulang pun dengan tujuan yang sama yaitu ke karang paci. gue sempat berpikir kami jodoh

kamipun sama sama masih kelas 2 SMP juga. tapi sayangnya beda kelas...
KASKUS Ads
image-url-apps
wah dari judulnya taxi keknya seru nih emoticon-Big Grin
ijin bikin roket dimari gan emoticon-shakehand
image-url-apps
izin gelar tiker gannn.. updetnya jgn lama lama... emoticon-Shakehand2
Quote:


Semoga aja gan ga garing emoticon-Blue Guy Peace

Salken gan emoticon-Shakehand2

Quote:


monggo gan. kalau pastinya sehari sekali bakal apdet. tapi g menutup kemungkinan bisa dua kali dalam sehari. muehehe

Salken gan emoticon-Shakehand2

Part 2 - 2b

Dia berada di kelas 2b, sedangkan gue berada di kelas 2a. karena sekolah gue tingkat 2 jadi Kelas 2 a itu di lantai 2, sedangkan 2 b ada di lantai bawah.

***

Kalau soal berangkat, bisa di jamin gue berangkat lebih awal dari dia. (baca : kadang). soalnya bisa saja kesiangan gara - gara taxinya lambat datang. tapi, untung saja pagi ini taxi datang cepat. alhasil, gue bisa melihat dia dari atas pagi ini. ingin sih say hello tapi sulit. jadi, ya cuman sebatas melihat. ya you knowlah apa yang gue lihat...

Quote:


07.00...07.10... 07.15... dan bel masukan akhirnya berbunyi. gue sama sekali belum melihat penampakan wajah Mei. Ah, mungkin dia telat.

Selama proses pembelajaran Gue ga ada semangat. alhasil, di jam istrahat bersama Haidir gue beranikan diri untuk lewat kelas Mei. Tapi, hasilnya nihil.kami tidak menemukannya.


Ada apa sih dengan Mei? kok dia gak turun hari ini. apa dia sakit? atau gimana?

Gue amat khawatir. Meskipun gue bukan siapa - siapanya.

Hingga akhirnya waktu terus berlalu dan menunjukkan jam 2. Waktu di mana kami sudah boleh pulang ke rumah masing - masing. Gue segera menuju Taxi Hijau langganan. Gue duduk di depan pintu seperti kernet biasanya. Om iyan sang supir taxi pun tidak melarang dan seperti sudah biasa.

Bitch please.

Bukan gitu cerita sebenarnya.

Yang nyuruh gue duduk di depan pintu seperti kernet adalah si supir taxi. gue biasa manggil dia om iyan. Jadi, dulu gue itu mabuk kalau naik kendaraan roda empat apa saja tanpa pandang bulu. di taxi ini pun gue juga muntah. Alhasil gue dapat ultimatum.

Quote:


gayanya itu sudah kaya guru killer. jadi ya you knowlah, mau ga mau gue harus mau. Demi bisa satu Taxi sama Mei gue rela deh lakuin apapun.

Aduh ke inget sama Mei lagi.

Quote:
image-url-apps
Numpang nenda ah, seru kyknya nih. .
Lanjooot gan

part 3 - liuk senja

image-url-apps
pukul 02.30.

hanya butuh waktu setengah jam bagi om iyan untuk sampai karang paci. padahal jaraknya lumayan jauh dari teluk lerong..

segera gue pijakkan kaki ke tanah dan membayar 1500 rupiah. gue selalu bayar pas. bukan karena gue pelit. tapi emang duit gue yang pas - pasan.

sesampainya dirumah, gue nonton tv. terus istrahat bentar. tahu tahu sudah jam 5.

segera, gue ambil celurit. ku pergi ke ladang rumput putri malu untuk mencari rumput.

gue penggala kambing yang pro. dan gue tau kapan kambing kambing gue sepertinya sudah kelaparan.

sambil mencari rumput pun gue masih saja ga semangat. gue masih khawatirin Mei. padahal baru sehari gak ketemu. gimana kalau satu bulan, atau setahun.

ah, fokus fokus.

gue lihat langit senja berpendar...

angin pun seolah mencoba ceria menyambutnya.

ah gue jadi kepincut untuk berpuisi di ladang putri malu ini...


Spoiler for Liuk Senja:



"embeeeeeeek,"

bunyi kambing - kambing gue bergema dari kejauhan. ganggu romansa galau gue aja.

Yasudah, akhirnya gue kembali mencari rumput lagi. sedikit demi sedikit. akhirnya penuh juga satu karung.

segera gue beranjak pergi. kasian kambing gue kelaparan. sesekali gue liat indahnya senja sore ini. dan berharap esok gue bisa menemui mei seperti indahnya senja sore ini.
Quote:


Monggo gan emoticon-Angkat Beer

amankan

image-url-apps
Quote:


ditempat ane ada Taxi Kuning gan emoticon-Big Grin Lanjut emoticon-2 Jempol
balas komen dulu sebelum apdet :mahos

Quote:


emang lu tinggal di mana gan? emoticon-Ngakak (S)



Part 4 - No Thanks

Sehabis ngasih makan kambing. gue segera mandi, makan dan sebagainya. hingga akhirnya malam menyapa gue.

gue segera masuk kamar dan seperti siswa pada umumnya, gue segera mengambil buku dan mengejarkan PR. tadi kalau ga salah ada PR matematika. hm, pelajaran itu sudah di luar kepala gue. Sampai ga bisa masuk - masuk lagi. emoticon-Hammer (S) a.k.a gue selalu gagal paham sama pelajaran yang satu ini. Tapi, gue anggap itu sebagai suatu kewajaran dan kenormalan. ga cuman gue yang ga bisa. dan bedanya gue dengan yang lain ialah gue masih mau berusaha. emoticon-Embarrassment


Quote:


hingga akhirnya, sudah setengah jam berlalu dan belum ada satupun jawaban yang gue dapatkan. yaps bisa dibilang gue payah banget. alhasil gue putuskan untuk menutup buku. dan melanjutkan usaha gue besok. Usaha menyontek maksudnya.

drttt, drrrt

hape gue bergetar. gue lihat ternyata Risa yang menelpon. biasanya kalau dia menelpon malam - malam gini mau curhat tentang cowoknya.

Quote:


What??? Mei Nanya nomor hape gue. emoticon-Belo

Quote:

karena kegirangan, gue segera mematikan hape. gue buka kontak dan mencari namanya. Mei, mana Mei, kok ga ada.

Oh iya namanya di kontak bukan gue tulis Mei. Tapi...

Malaikat Berkacamata emoticon-Genit

Bitch please, alay banget gue. tapi kalau di inget inget lagi. fuck. gk usah di inget - inget. alay ya tetap alay.

Terus kalau sudah ada nomornya gue harus ngapain?

Gue bingung. masa iya gue sms

Quote:


Pasti ga dibalas. soalnya sudah sering ku coba. emoticon-Berduka (S)
Quote:


Ya ya ya, ini aja kayaknya. emoticon-Metal segera ku klik send sambil meminum segelas susu putih cap e**k dengan santai. bohong ding. gue deg - deg aan. sampe - sampe susunya cuman 4 kali teguk aja habis. emoticon-No Hope

Sembari menunggu, gue coba buka buka friendster. ketik nama Mei. ga ada. ketik Malaikat berkacamata apalagi. emoticon-Hammer2

huah, bosan. tak kunjung ada balasan.gue lempar hape ke kasur. kemudian di susul badan gue.

drrrtt,,, drrrrtt...

ada telepon masuk dari nomor yang tidak gue kenal.

Quote:

tut... tut... tut...

telponya dimatikan sebelum dia bilang terima kasih. apa mei gak tau terima kasih. gak ah gak mungkin. gue coba berpikir positive mungkin pulsanya habis. emoticon-Metal

seenggaknya gue akhirnya tahu apa alasan Mei ga turun hari ini. Makasih Risa. lu memang sahabat gue. Buat Haidir tunggu aja pembalasan gue.

dan lambat laun akhirnya mata ini terpejam dengan sendirinya.

***

Keesokkan harinya, memang benar.

Gue harus nunggu Mei keluar dari gang agak lama.

Sangat lama, hingga Penumpang yang lain marah marah ke gue. Om iyan si supir pun sesekali menyalakan mesin taxinya. Bitch please kode keras. emoticon-Cape d... (S)

Hingga akhirnya, Mei datang.

Dia segera masuk ke dalam taxi tanpa menyapa gue.

Tanpa bilang terima kasih sudah mau nungguin.

Dia cuman diam.

Senyap.

Part 5 - Cara Terakhir

Di taxi gue amat bete.

Bete sebete - betenya.

Kebayanglah Gue karakter Mei itu gimana. ga tau terima kasih. ya, kalau mau jadi cwe yang introvert sih sah - sah saja. tapi kan seenggaknya tahu terima kasihlah. sudah ditolongin juga. huft, pokoknya gue ngambek. gue ga mau ngejar Mei lagi. kayak ga ada cewek lain saja.

Tapi tunggu bentar, gue berubah pikiran. emang sih cewek banyak. tapi yang sesuai selera cuman Mei. ok gue ga jadi ngambek. gue tetap bakal berusaha deketin Mei. Meskipun Meinya sendiri belum ada kasih sinyal apapun biar gue bisa deket sama dia.

Jadi gimana?

begini cara gue. pertama adalah dengan mencari - cari perhatian. dalam kalimat lain adalah selalu terlihat oleh dia.

Gue turunkan sepatu gue biar bergesekkan dengan aspal sehingga menghasilkan bunyi. harapan biar di perhatikan tapi nyatannya ga.

Quote:


Om iyan membentak gue. semua penumpang melihat ke arah gue. kecuali Mei. Dia masih saja sibuk dengan novel terjemahannya. Membosankan. Segera gue angkat kaki gue dengan cepat.

cara kedua yang gue lakukan adalah dengan memberi tahu dia kalau gue selalu ada untuk jadi teman bicara.

Quote:


KAMPREEEEET.

Gue harus ngomong apa lagi. gue suruh otak berputar cepat. secepat taxi yang akhirnya sampai mengantarkan kami ke depan sekolah. Gue turun duluan. di susul penumpang lainnya. dan terakhir Mei.

Gue sengaja memperlambat langkah gue biar bisa jalan bersama - sama Mei menuju kelas. Ya seenggaknya sampai kelas dia. dan kesempatan itu hampir aku dapatkan andai kata...

Quote:


Haidir berteriak melihat kami jalan berdua. Muka Mei memerah. dia langsung melajukan langkah kakinya mendahului gue.

Quote:


Segera gue naik tangga menuju lantai dua. Masuk kelas menemui Haidir.

Quote:


Gue segera keluar kelas, melihat ke bawah berharap bisa melihat mei. Tapi hasilnya nihil. Huh, tinggal Kesabaran saja yang bisa menjadi cara terakhir untuk menaklukan Mei. Gue sadar perlu waktu lama buat Mei membuka hatinya dan memberi sinyal.

Sekarang gue kembali masuk ke dalam kelas. Menunggu Risa datang dan menyelesaikan PR yang semalam belum terkerjakan.
image-url-apps
ada abu gosok di thread ini. btw dari siapa yak? maaf ya momod kalau ngejunk atau ke up cuman penasaran fungsinya abu gosok apa..
image-url-apps
Ijin pasang tenda broh,,,,
image-url-apps
Quote:


monggo gan.. salken yak :beer
image-url-apps
Numpang diriin tenda gan emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
Quote:


monggo gan, salken yak :beer