alexa-tracking

Namaku masih sesal

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54c31863128b46ac738b4579/namaku-masih-sesal
Namaku masih sesal
Namaku sesal, usiaku nyaris setengah abad. Aku mulai pacaran saat berumur 33 tahun, aku menikah saat berumur 35 tahun, dan 10 tahun kemudian anakku lahir. Tak tahu kapan jabatan pekerjaanku berubah naik.

Kalian lihat kan ? kalau semuanya ternyata terlambat kujalani. Tentulah aku menyesal dan kesal bila kalian menanyakan bagaimana perasaanku tentang hal itu.

Selama aku menjalani kehidupanku itu banyak pengalaman yang bisa kujadikan pelajaran dan kuingat semuanya. Sengaja kuingat semuanya karena aku yakin suatu saat aku akan menemukan sebuah mesin waktu dan aku akan menemui diriku dimasa lalu dan akan kunasehati diriku yang masih muda itu agar dapat mengikuti arahanku, sehingga diri mudaku mengalami kehidupan yang sukses dan tentunya diriku yang sekarang akan ikut berubah pula menjadi sukses.

Ternyata keyakinanku menjadi kenyataan, aku dapat mengendalikan waktu. Saat kutidur lelap, jiwaku berkelana kemasa lalu, kumasuki tubuh orang-orang disekeliling diriku dimasa muda. Mulai dari ayahku, ibuku, pamanku, temanku, guruku, tukang becakku, tetanggaku dan orang yang tidak kukenal lainnya.

Sekuat tenaga aku berusaha meyakinkan diri mudaku bahwa aku adalah dirinya yang datang dari masa depan, namun diri mudaku tidak percaya dan menganggap tubuh yang aku masuki tengah bercanda atau orang gila. Ternyata hanya untuk meyakinkan diriku sendiri aku sangat kesulitan dan tidak pernah berhasil, walau aku telah berulang kali berkelana kembali kemasa mudaku aku tetap mengalami kegagalan.

Akupun kemudian menjadi putus asa untuk berusaha menasehati diriku sendiri, karena segala yang kulakukan tidak didengar dan tidak dijalankan oleh diri mudaku dimasa lalu. Buktinya sekarang aku masih tetap seperti ini. Atau jangan-jangan diri mudaku sebetulnya sudah menjalankan nasehatku tetapi salah sehingga keadaanku menjadi seperti ini dan diriku yang sekarang tidak mengetahuinya ? Entahlah. Aku tidak bisa menyadarinya.

Upaya terakhirku sekarang adalah kuberikan nasehatku kepada kalian, dan aku berharap kalian bisa menyampaikan nasehatku ini kepada diriku dimasa muda apabila kelak kalian diberikan kesempatan yang sama seperti aku, yaitu kalian bisa berkelana menembus waktu ke masa lalu.

Mohon kalian simak baik-baik nasehatku ini. Yang pertama, janganlah kamu buang-buang waktumu dimasa muda dengan bermalas-malasan dan suka menunda-nunda pekerjaan. Bergaullah kamu dengan banyak komunitas, galilah potensi dirimu. Cobalah berbagai macam kegiatan olahraga, berbagai macam hobby. Dan sekolahlah dengan rajin dan luluskan kuliahmu.

Yang kedua, apabila kamu manaruh hati kepada seorang perempuan, janganlah kamu pendam saja sendiri. Beritahu perempuan itu apa perasaanmu kepadanya. Jangan kamu hanya diam dan tidak berbuat apa-apa karena hanya takut ditolak. Ditolak bukan berarti dunia kiamat, bukan berarti kamu menanggung malu. Ditolak adalah sebuah cara agar kamu bisa melanjutkan hidupmu dan bertemu kembali dengan perempuan yang lebih baik selanjutnya.

Yang ketiga, pilihlah istrimu yang cantik luar dan dalam. Kecantikan hatinya adalah lebih penting daripada kecantikan wajahnya. Kecantikan wajah mungkin hanya bertahan beberapa tahu lalu memudar, namun kecantikan hatinya akan bertahan selamanya.

Yang keempat, janganlah kau menunda-nunda kelahiran anakmu, berhematlah dan bekerjalah dengan giat agar kamu bisa membesarkan dan mendidik anakmu dengan baik. Berikan pendidikan moral dengan porsi yang lebih besar dari pendidikan lainnya.

Yang kelima, bekerjalah dengan jujur. Hormati atasanmu dengan bijaksana. Bekerjalah dengan loyal dan jangan berpindah-pindah tempat kerja demi hanya mengejar gaji yang lebih besar saja. Bertemanlah dengan semua kalangan, dan hormatilah pertemanan itu, suatu saat kamu akan memerlukan pertolongan mereka. Hati-hatilah kepada mereka yang manis dimulut namun pahit dihatinya.

Yang keenam, sisihkanlah gajimu 5% untuk menolong orang yang benar-benar membutuhkan, dan jangan melebihi 5% dari gajimu untuk menolong orang lain.

Yang ketujuh, jangan pernah kamu berhutang memakai kartu kredit. Kuatkan hatimu untuk berusaha tidak memiliki kartu kredit.

Yang kedelapan, sayangi kedua orang tuamu, sapalah mereka setiap hari, berbincanglah dengan mereka setiap hari, berikan senyum terbaikmu kepada mereka, peluklah mereka selagi mereka bisa membalas kembali pelukanmu.

Yang kesembilan, jangan bertengkar dengan kakak dan adikmu, bila kau bertengkar, cepatlah berbaikan kembali. Tolonglah mereka bila mereka butuh pertolonganmu.

Yang kesepuluh, berdoalah memuji Dia yang Maha Mulia, agar hatimu tenang dan kuat.

Demikianlah nasehat yang ingin kusampaikan kepada diriku sendiri di masa mudaku dulu. Kalian tentu saja boleh menjalankan nasehatku itu untuk diri kalian sendiri, tetapi aku memohon kepada kalian, untuk menepati janji kalian kepadaku untuk menyampaikan nasehatku ini kepada diriku sendiri di masa mudaku dulu kelak apabila kalian dapat berkelana menembus waktu ke masa lalu.

Untuk perbuatan baik kalian itu, aku mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya.

Salam.
Namaku masih Sesal.
Mungkin bukan itu lagi namaku, saat kalian sudah menunaikan janji kalian kepadaku.