alexa-tracking

Dongeng Waktu Mimpi :)

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54bbe011507410f1688b4569/dongeng-waktu-mimpi
Love 
Dongeng Waktu Mimpi :)
selamat siang Agan dan Aganwati sekalian, maaf saya bingung mau taruh di mana cerita saya ini, jadi cerita ini berawal dari mimpi ane kan jarang2 mimpi bisa ada sebuah cerita dari awal ampe akhir dan kita kurang lebih 70% ingat ceria mimpi itu, emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak dan saya juga masih pemula di kaskus ini, mohon bimbingan dari para senior ya.. saya masukin di stories from my heart karena emang bener2 dari hati emoticon-Belomatabelo , di karena kan saya bukan seorang pengarang maka susuanan katanya kurang rapih , tapi ane dah berusaha minimal emoticon-Ngakak nah berikut cerita mimpi ane dan beberapa ane tambahin semoga enak ya bacanya + mohon komentnya yakemoticon-Kiss

Prologue


Dahulu kala ada sebuah pulau yang memiliki banyak kerajaan-kerajaan besar, dan banyak yang saling menyerang, kuat memakan yang lemah hingga pada suatu hari terbentuk lah sembilan kerajaan utama dan puluhan kerajaan kecil beserta ratusan desa-desa kecil, dan sembilan kerajaan utama tersebut bernama Riverwood,DerkMoon,Soulest,Nark,Zether,Rager,Molark,Pagon,Babylen , dan mereka telah menjadi poros dunia dan menjadi kunci perdamaian, mereka beraliansi selama 100 tahun, kemudian suatu hari salah satu kerajaan yang letaknya di selatan yaitu Babylen telah lahir seorang pangeran yang amat menyukai perang bernama Neath, dan akhirnya perdamaian yang selama ini terjalin akhirnya pecah hingga perang besar , kerajaan Babylen mulai memakan daerah yang terdekatnya Molark dan Nark yang terletak di Barat dan Barat Daya, lalu mulai invasi nya ke Soulest di Barat laut, tidak lah lama Soulest bertahan akhirnya takluk juga, ketangguhan dan kehebatan kerajaan Babylen amat di takuti kerajaan lain, karena mereka telah menguasai 1/3 pulau tersebut, akhirnya Kerajaan Riverwood,Derkmoon,Rager,Pagon dan Zether memilih berteman dan berusaha menaklukan Babylen, perang berkepanjangan telah membuat masing-masing kerajaan mengalami kerugian, tanah gersang hancur, mayat dimana-mana, kelaparan, dan perang tanpa henti tersebut seakan bagaikan suara yang hening dan sunyi, suatu hari Raja Neath memutuskan untuk menghentikan perang sementara, dan kerajaan lain pun setuju atas permintaan tersebut, mereka berdamai. Dan sekarang saya adalah seorang kakek yang berumur 100 tahun, akan tetapi umur sebenarnya saya adalah 186 tahun, bagaimana bisa? Ya sebelum saya menceritakan alasannya saya ingin memberitahukan dahulu sebuah cerita, cerita seorang pemuda yang berjuang mengubah takdirnya hingga menjadi sebuah legenda, mari.. akan saya ceritakan sekarang..

Chapter One
First Experience : Dark Age

Cerita ini berawal dari sebuah desa yang terletak jauh di utara, desa yang tenang dan damai bernama Inja, lalu seorang pemuda bernama Towa anak dari dukun di desa tersebut dia berumur 17 tahun, lalu ada satu lagi pemuda bernama Shaben anak dari kepala suku, Towa dan Shaben bersahabat sejak kecil, mereka selalu bermain bersama.. melakukan hal-hal yang benar-benar konyol di desa tersebut, Towa tidak setinggi dan setampan Shaben, tapi keberaniannya jauh di atas sahabatnya itu, mereka sering berburu bersama,mancing dan lain-lain, hingga suatu hari seorang penunggang kuda datang membawa kabar ke desa Inja, dia mengumpulkan seluruh penduduk desa disana dan mengumumkan dengan suara lantang “Mandat Raja Sesh dari Riverwood, bahwa setiap pemuda yang berumur 17 tahun diperbolehkan mendaftarkan diri menjadi prajurit pemberani untuk membela kerajaan Riverwood” , lalu semua penduduk saling berbisik-bisik, akan tetapi banyak yang mendaftarkan diri di karenakan raja Sesh dari Riverwood adalah raja yang paling di kagumi di desa Inja, beliau bijak dan baik hati, selalu menolong kerajaan dan desa yang di bawah taklukannya, lalu Towa dan Shaben tentu saja mereka mendaftar dengan girang,” akhirnya tiba juga kita jadi prajurit untuk kerajaan Riverwood” kata Shaben kepada Towa, “ ya akhirnya tiba juga untuk menjadi pahlawan” jawab Towa, setelah mendaftar, mereka kembali ke masing-masing orang tuanya, ayah ibu mereka memberikan doa dan memeluk mereka sebelum anaknya pada berangkat ke istana Riverwood, perjalanan dari desa Inja ke istana Riverwood memakan waktu 1 bulan,setelah 1 bulan mereka perjalanan tibalah mereka di istana Riverwood, disana mereka melihat hal yang luar biasa, kota yang besar penduduk yang banyak, begitu masuk lapangan tengah istana disana banyak sekali orang yang dari desa-desa tetangga kiranya sekitar lima ribu hingga sepuluh ribu orang, lalu terompet istana berbunyi, keluarlah sang Raja beserta Ratu dan Putrinya yang cantik, bernama Sharon, Towa dan Shaben terpana sesaat melihat sang putri, “Selamat Datang di istana Riverwood wahai para calon prajurit-prajurit pemberaniku.. saya Raja Sesh berterima kasih atas keberanian kalian yang mendaftar menjadi prajuritku, seperti yang kalian ketahui , bahwa Raja Neath dari Babylen telah melakukan tirani-tirani yang kejam, sehingga banyak desa dan kerajaan-kerajaan kecil lain telah di bantai dan di hancurkan, mereka tidak mengenal ampun.. dan tampaknya target mereka selanjutnya adalah kita.. kerajaan Riverwood ini, apakah kalian mau kita di bantai dan di hancurkan mereka..? marilah.. kita perlihatkan mereka bahwa kita tidaklah tinggal diam atas kekejaman mereka” , “ YAAAA... HANCURKAN RAJA NEATH.. HANCURKAN BABYLEN..” teriak orang-orang di lapangan tengah istana sambil mengangkat tangan, lalu tambah raja Sesh “ saya mendapat kabar bahwa 3 tahun dari sekarang mereka akan melakukan invasi besar-besaran kemari, kalian adalah harapan Kerajaan Riverwood ini” semua orang sorak sorai termasuk kedua pemuda Towa dan Shaben, lalu akhirnya mereka berlatih di istana menjadi seorang prajurit, 3 tahun berlalu akhirnya tibalah sebuah berita, bahwa raja Neath mengirim pasukannya untuk menginvasi Riverwood mereka menyerang dari 3 titik sasaran , desa demi desa hancur, Towa dan Shaben dalam batalyon yang sama dikirim ke kerajaan kecil arah barat bernama Lethos, untuk menahan salah satu gelombang serangan Raja Neath, pertempuran besar terjadi disana, 1 minggu lamanya pertempuran disana terjadi, dan disana mereka berhasil menahan serangan kerajaan Babylen, akan tetapi di dua titik yaitu tengah dan timur mulai mengalami kemunduran, sehingga Raja Sesh memutuskan untuk menarik mundur seluruh pasukan yang ada di kerajaan Lethos, semua pasukan di kumpulkan di kerajaan utama Riverwood, begitu Towa dan Shaben kembali ke istana utama, banyak sekali yang terluka dan kelelahan, tampaknya Babylen memang benar-benar kuat, “ Semuanya... Kumpul di halaman utama, raja Sesh ingin mengumumkan sesuatu” teriak salah seorang prajurit, dan semua langsung ke halaman utama, sesampainya di halaman utama, raja Sesh sedang diam dan dengan wajah serius beliau berkata “ wahai para prajurit ku yang pemberani, saya mendapat kabar bahwa kemenangan dalam perang ini ada pada pihak kita, malam ini kita akan menyerang mereka di tanah Goa, karena saya mendapat kabar komandan Utama mereka Lerenth sedang cedera, dan sedang istirahat di sana, kita harus memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang balik, dan saya akan pimpin kalian untuk menyerang kesana.” Semua prajurit mengangkat tangan dengan girang.malam tiba raja Sesh memimpin serangan ke Camp komandan Lerenth dan berhasil menaklukan semua pasukan yang disana, pasukan Babylen kocar kacir atas serangan mendadak tersebut, pagi hari Raja Sesh dan semua pasukannya kembali ke istana , setibanya disana terkejutlah mereka, melihat seluruh hewan dan tumbuhan disana pada mati dan layu, sungai menjadi ungu dan banyak penduduk kota mati keracunan, lalu semua pasukan langsung segera melakukan pertolongan, dengan terburu-buru Raja Sesh menuju istana dan disana beliau melihat ratu dan putri kesayangannya telah tewas teracuni dan lumbung makanan disana pun terbakar, tampaknya ini jebakan Komandan Lerenth yang memberikan berita palsu dan menyusupkan pasukannya ke dalam penduduk kota, Towa dan Shaben membantu orang yang masih selamat, Towa adalah anak seorang dukun, tentu saja ramuan-ramuan tertentu dia bisa membuat hingga bisa menolong beberapa, dan seminggu kemudian banyaknya yang meninggal, membuat banyak penyakit dan kelaparan, Raja Sesh masuk dalam kesedihan dan jatuh sakit, lalu serangan Kerajaan Babylen tiba, dengan keadaan pasukan yang kelaparan dan raja Sesh jatuh sakit, mudah lah Riverwood di taklukan perang terjadi dalam istana, Towa dan Shaben berjuang hingga akhirnya sang raja meninggal di tangan komandan Lerenth,Towa dan Shaben yang saat itu dekat dengan sang raja, marah dan berusaha membunuh Lerenth, akan tetapi dengan mudahnya pasukan elite mengalahkannya dan Shaben meninggal karena melindungi Towa, “Maaf kita tidak bisa menjadi pahlawan bersama “ itulah kata-kata terakhir Shaben kepada Towa, melihat sahabatnya tewas di pangkuannya Towa masuk dalam kesedihan yang amat berat sehingga tidak bisa melawan lagi, “ raja kalian sudah tewas. ang menyerah akan di maafkan... yang tidak menyerah akan di bunuh” kata Lerenth kepada pasukan Riverwood, melihat sang raja tewas para prajurit Riverwood menyerah, lalu seminggu kemudian semua mantan pasukan Riverwood di kumpulkan, lalu diumumkan lah surat dari raja Neath “wahai para pasukan Riverwood yang pemberani, jika kalian masih ingin hidup jadilah pasukan ku, dibawah naunganku, kalian semua akan selamat, tidak mematuhi sama dengan mati “ , dan Towa bersama pasukan yang lain takut dibunuh mereka harus menurutinya , mereka di bawa ke berbagai pertempuran yang bagai neraka, mulai dari kerajaan Pagon di tengah pertempuran terjadi hingga 5 tahun lamanya, dan pertempuran besar selama 10 tahun dengan kerajaan Rager, semua pertempuran hanya ada mayat, Towa saat itu dibawah pimpinan Lerenth yg lalim, dan tanpa mengenal ampun, dan 5 tahun kemudian Lerenth terbunuh oleh raja Desk dari Derkmoon, akan tetapi itu hanya sementara, selain Lerenth adapula komandan yang sama kejamnya yaitu Nerka, setelah matinya Lerenth Towa di pindahkan dibawah pimpinan Nerka, setiap hari hanya ada pertempuran dan neraka yang terlihat, 20 tahun berlalu tanpa terasa, berbagai komandan di ganti, hingga saat itu Towa berumur 60 Tahun, hingga komandan terakhir yang memimpin Towa, berkata padanya “ wahai pak tua, apakah anda masih kuat berperang atau tidak? Jika tidak mulai sekarang anda di persilakan pulang ikatan anda sudah berakhir sekarang “ , dan akhirnya Towa memutuskan untuk pulang kekampung halamannya di desa Inja, dan sepanjang perjalanan pulang hanya melihat mayat,bangkai hewan,pohon layu, semua nya kekeringan dan tandus, “ apakah ini takdir yang harus kuhadapi? Dan mengapa aku tidak terbunuh saja di medan perang? Apa yang harus kulakukan sekarang aku sudah tua sekarang” renung Towa sepanjang perjalanan, sesampai nya di desa Inja, semuanya berubah, hutan yang layu, air yang kotor, tulang belulang dimana-mana dan penduduk yang kurus-kurus, “apa yang terjadi dengan desaku.. dahulu tidak begini, segalanya telah hancur, desa yang dulu terang kini telah menjadi gelap dan suram, Shaben seandainya kau disini mungkin kau juga akan bersedih” lalu datang seorang nenek tua kurus dan kelelahan kearah Towa dan berkata “ Selamat Datang kembali Towa Inja, kami semua sudah menunggu anda, mohon datang lah ke kuburan orangtua anda, beliau berpesan, anda harus kesana itulah pesan terakhir mereka 20tahun yang lalu”, lalu Towa dan nenek tua itu pergi kekuburan orang tuanya, sesampainya di sana Towa menangis tanpa henti, dengan penyesalan yang amatlah besar, lalu nenek tua itu berkata “ Sebuah takdir bisa di rubah apabila kita harus berusaha” , lalu Towa terdiam dan merenung, “apakah kau ingin merubah takdir? Wahai Towa Inja?” lanjut nenek tua itu, “Ya, seandainya saya bisa kembali ke masa lalu.. saya akan merubah takdir ini “ jawab Towa kepada nenek tua itu, lalu nenek tua itu menatap langit dan menghela nafas, berkata “ ada sebuah ritual di desa.. setiap setahun sekali kita memberikan dupa di batu air terjun terlarang.. apakah kamu tau alasannya apa?” “untuk menghormati leluhur kan ? “ jawab Towa, lalu nenek tua itu menggeleng-geleng kepalanya dan berkata “ bukan... akan tetapi, itu untuk menghormati sang penjaga waktu Chrono, kita desa Inja adalah keturunan yang pernah menolong beliau, dahulu kala sewaktu perang para dewa Chrono terluka dan jatuh ke sebuah pulau, dan di tolong penduduk setempat, dan setelah Chrono Pulih, di buatlah batu yang besar yang di teteskan darah beliau, dan berkata ini adalah perjanjianku kepada penduduk desa ini, apabila suatu hari terjadi kepahitan dan kesedihan yang mendalam dan ingin mengubah takdir.. minumlah darahku ini, maka seseorang itu akan bisa kembali ke masa yang dimana penting untuknya, akan tetapi bila di gunakan secara sembarang maka orang itu akan mati ditelan waktu yang tak berkesudahan.” Lalu nenek tua itu melihat kearah Towa, “ apakah kau mau mencobanya? Wahai Towa Inja?” Towa termenung panjang.. dan akhirnya dia mau mencobanya, lalu pergilah mereka berdua ke altar air terjun terlarang, lalu nenek tua itu menunjukan batu yang di teteskan darah Chrono, dan berkata “ itulah batu yang dewa Chrono tuang darahnya, dan disana ada air merah, apabila kau meminumnya mungkin kau bisa mengubah takdirmu, dan ingat resiko yang akan terjadi.. kau akan lenyap di telan waktu yang tak berkesudahan.. apakah kau mau mencobanya?” lalu Towa berdiri di batu altar dan tanpa ragu diminumnya lah air merah yang di altar tersebut tanpa ragu, lalu terdengarlah suara nyaring di telinganya “ Wahai keturunan Inja, mengapa kau minum darahku.. alasan apakah engkau meminum darah ku , apakah kau ingin mengubah takdirmu apakah kau sudah siap untuk mati di waktu yang tak berkesudahan?” lalu jawab Towa kepada suara itu “ aku harus mengubah takdir ku.... bukan.. takdir dunia ini.. dunia ini sudah sangat hancur, aku siap lenyap dari dunia ini apabila diberikan kesempatan mengubah takdirku dan takdir seorang sahabatku, wahai Chrono yang agung berikanlah kesempatan kepadaku kali ini, aku melakukan bukan untuk diriku akan tetapi untuk seluruh pendudukku yang pernah menolongmu “ lalu jawab suara itu” tampaknya kau memang sudah siap mati untuk hal ini, baiklah anggap saja hutang darah yang kuberikan kepada sukumu itu lunas, sekarang kembalilah ke waktu dimana kau harus rubah” lalu Towa seakan menembus cahaya yang amat sangat cepat, dan pingsan, lalu ada suara memanggilnya, “ Towa... Towa.. bangun lah.. mengapa kau tidur di dekat altar terlarang... Towa..” begitu Towa membuka mata.. di lihatnya lah sahabat karibnya itu masih hidup Shaben, “ Shaben kau hidup..?” , Shaben kebingungan dan menjawab” tentu saja saya masih hidup.. ada apa dengan kau..? ayo kita harus kembali ke desa sebelum malam, nanti kita kena marahin ayahku.. repot nanti.. “ kata Shaben sambil berlari ke arah desa,lalu Towa termenung melihat dirinya kembali menjadi 17 tahun, dan menatap altar lalu kelangit, dan berkata “ Kali ini aku pasti bisa mengubah Takdir dunia ini”
To Be Continue...

sekian cerita ane.. dan mohon di beriemoticon-Cendol (S)

emoticon-Cendol (S) dan jangan di kasih bata ya agan2 sekalian dan tambahan menurut agan judulnya mau apa ya??? saya juga bingung judulnyaemoticon-Belomatabelo

bantu ya gan
Terima Kasih.emoticon-Ngakak
mimpinya bisa epic begitu emoticon-Amazed
tpi spasi dan jarak lagi2 menjadi kendala emoticon-Berduka (S)
Quote:


namanya aja pemula gan emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak tapi menurut kalian gimana?
Quote:


bagus kok, fiksi itu lebih mantab gan emoticon-Kaskus Banget
Quote:


nanti malam saya bikin chapter II nya , jadi semangat kalo ada yang baca.. trus chapter 1 nya akan saya edit susun agak rapi coba emoticon-Smilie
×